Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya Pengolahan kelas 10 dengan topik "Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 10: Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan

Prakarya Pengolahan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPemanasan Global dan Perubahan Iklim: Dampak terhadap Sektor Pertanian dan Pangan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis penyebab pemanasan global (peningkatan emisi gas rumah kaca sejak revolusi industri) dan dampak perubahan iklim global seperti hujan asam, kekeringan, banjir, serta pengaruhnya terhadap ketahanan pangan.
  2. Murid dapat mengevaluasi hubungan antara aktivitas industri pengolahan hasil pertanian dengan peningkatan emisi gas buang menggunakan data grafik konsentrasi gas rumah kaca dari sumber terpercaya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasakan cuaca yang sangat panas atau curah hujan yang tidak menentu akhir-akhir ini? Menurut kalian, apa penyebabnya?
  2. Bagaimana asap dari pabrik pengolahan makanan bisa memengaruhi ketersediaan beras, gandum, atau bahan pangan kita di masa depan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang pemanasan global.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman murid tentang gas rumah kaca dan perubahan iklim.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati grafik konsentrasi gas rumah kaca (CO2, CH4, N2O) dari waktu ke waktu (sumber: EPA/FAO) yang ditampilkan oleh guru.
  • Murid secara mandiri membaca literatur/buku siswa mengenai penyebab pemanasan global sejak revolusi industri dan dampaknya (hujan asam, kekeringan, banjir).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk memastikan murid memahami konsep dasar emisi gas buang dan efek rumah kaca.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  • Setiap kelompok melakukan penelusuran informasi (studi pustaka/virtual) mengenai aktivitas industri pengolahan hasil pertanian dan bagaimana proses tersebut menghasilkan emisi gas buang.
  • Murid menganalisis dan memetakan alur dampak dari emisi gas buang industri tersebut terhadap perubahan iklim, dan pada akhirnya terhadap penurunan produksi pangan (ketahanan pangan).
  • Murid menyusun hasil analisis kelompok dalam bentuk bagan alir atau peta konsep visual.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil evaluasi mereka mengenai hubungan aktivitas industri pengolahan dengan peningkatan emisi gas buang berdasarkan data grafik.
  • Murid lain memberikan tanggapan secara kritis dan konstruktif.
  • Murid diajak untuk merefleksikan peran manusia dan industri dalam menjaga kelestarian alam, serta memikirkan solusi sederhana yang bisa diterapkan untuk mengurangi jejak karbon.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi tentang dampak pemanasan global terhadap sektor pertanian dan pangan.
  • Guru memberikan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa pertanyaan tertulis untuk mengevaluasi pemahaman murid.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup kegiatan dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang lebih sederhana dengan banyak ilustrasi visual, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan artikel jurnal atau data statistik yang lebih kompleks dari FAO/EPA.
  • Proses: Murid dengan gaya belajar visual dapat membuat peta konsep, sementara murid dengan gaya belajar auditori dapat berdiskusi dan melakukan presentasi lisan secara lebih mendalam.
  • Produk: Laporan hasil analisis dapat berupa infografis, esai singkat, atau rekaman presentasi sesuai dengan minat dan kemampuan murid.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: 'Sebutkan satu gas yang menurut kalian menyebabkan bumi semakin panas!' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang efek rumah kaca?'

Proses:

  • Guru berkeliling mengamati diskusi kelompok, mengecek apakah murid mampu mengaitkan data grafik dengan aktivitas industri, dan memberikan umpan balik langsung.

Akhir:

  • Murid menjawab 2 soal uraian: 1) Jelaskan bagaimana perubahan iklim seperti kekeringan dan banjir memengaruhi ketahanan pangan! 2) Berdasarkan grafik yang telah dipelajari, evaluasilah hubungan antara aktivitas industri pengolahan pertanian dengan peningkatan emisi gas buang!

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid selama diskusi kelompok
  • Penilaian peta konsep/bagan alir yang dibuat saat tahap Mengaplikasi

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat di akhir pembelajaran mengenai analisis penyebab pemanasan global dan evaluasi grafik emisi gas rumah kaca

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis penyebab dan dampak perubahan iklim terhadap ketahanan panganBelum mampu menyebutkan penyebab pemanasan global dan dampaknya terhadap pangan.Mampu menyebutkan penyebab pemanasan global, namun belum dapat mengaitkannya dengan ketahanan pangan secara logis.Mampu menganalisis penyebab pemanasan global dan menjelaskan dampaknya terhadap ketahanan pangan dengan cukup baik.Mampu menganalisis penyebab secara komprehensif dan mengaitkan dampaknya terhadap ketahanan pangan dengan argumen yang sangat logis dan berbasis data.
Mengevaluasi hubungan aktivitas industri dengan emisi gas buang menggunakan data grafikBelum mampu membaca grafik dan tidak dapat menjelaskan hubungan aktivitas industri dengan emisi gas.Mampu membaca grafik secara dasar, namun belum dapat mengevaluasi hubungannya dengan aktivitas industri pengolahan.Mampu membaca grafik dan mengevaluasi hubungan aktivitas industri dengan peningkatan emisi gas buang dengan baik.Mampu mengevaluasi secara kritis hubungan aktivitas industri dengan emisi gas buang, didukung oleh analisis data grafik yang mendalam dan akurat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi yang saya berikan saat murid menganalisis grafik sudah cukup jelas?
  • Apakah alokasi waktu untuk diskusi kelompok dan presentasi sudah proporsional?
  • Bagaimana saya bisa meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif dalam diskusi?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari materi hari ini yang paling mengejutkan atau menarik bagi saya?
  • Apakah saya sudah memahami bagaimana makanan yang saya konsumsi sehari-hari berkaitan dengan isu pemanasan global?
  • Apa satu tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X
  2. Buku Siswa Dasar-Dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian SMK/MAK Kelas X
  3. Grafik konsentrasi gas rumah kaca dari EPA (www.epa.gov)
  4. Data produksi dan pemanfaatan pangan dari FAO (www.fao.org)
  5. Artikel atau video dari internet tentang dampak perubahan iklim pada sektor pertanian

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.