Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Merancang Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan dari Bahan Hewani

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan kelas 10 dengan topik "Merancang Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan dari Bahan Hewani". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Merancang Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan dari Bahan Hewani

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Merancang Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan dari Bahan Hewani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMerancang Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan dari Bahan Hewani
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang desain produk olahan nonpangan dari bahan hewani (misalnya kemoceng dari bulu ayam) beserta kemasan dan labelnya secara berkelompok dengan memperhatikan kekhasan produk nonpangan hewani Nusantara.
  2. Murid dapat menyusun rencana kerja meliputi bahan, alat, prosedur pembuatan, dan estimasi biaya produksi produk olahan nonpangan dari bahan hewani sesuai rancangan kelompok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memperhatikan produk kerajinan dari bahan hewani seperti kemoceng bulu ayam, dompet kulit, atau bros dari sisik ikan? Apa yang membuat produk tersebut menarik untuk dibeli?
  2. Jika kalian ingin membuat produk olahan nonpangan dari bahan hewani yang khas Nusantara, bahan apa yang tersedia di lingkungan sekitar dan bagaimana cara mengolahnya agar bernilai ekonomis?
  3. Mengapa desain kemasan dan label penting untuk meningkatkan daya jual sebuah produk olahan nonpangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid.
  • Guru menayangkan gambar atau video singkat (2-3 menit) produk olahan nonpangan dari bahan hewani khas Nusantara (kemoceng bulu ayam, kerajinan tulang, bros sisik ikan) untuk membangun konteks.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian memperhatikan produk kerajinan dari bahan hewani di sekitar kalian? Apa yang membuat produk tersebut bernilai jual?'
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan meminta murid menuliskan di sticky note: satu contoh produk nonpangan hewani yang diketahui dan satu komponen kemasan yang dianggap penting.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep desain produk olahan nonpangan dari bahan hewani meliputi: jenis bahan hewani (bulu, tulang, kulit, sisik, tanduk), karakteristik bahan, teknik pengolahan dasar, serta unsur desain kemasan (bentuk, warna, label, informasi produk).
  • Murid mengamati 3-4 contoh produk nonpangan hewani beserta kemasannya (bisa berupa produk nyata, gambar cetak, atau slide presentasi) dan mencatat elemen desain yang ditemukan.
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan kekhasan produk nonpangan hewani Nusantara: bahan lokal apa saja yang tersedia, teknik tradisional apa yang digunakan, dan bagaimana kemasan mencerminkan identitas budaya.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat untuk menyamakan pemahaman tentang komponen rancangan produk dan kemasan yang baik.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok (4-5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok memilih satu jenis bahan hewani dan menentukan produk olahan nonpangan yang akan dirancang.
  • Kelompok membuat sketsa desain produk meliputi: bentuk produk, ukuran, warna, dan ornamen/hiasan yang mencerminkan kekhasan Nusantara.
  • Kelompok merancang desain kemasan dan label produk yang memuat: nama produk, logo sederhana, deskripsi bahan, dan informasi produsen.
  • Kelompok menyusun rencana kerja tertulis yang memuat: daftar bahan dan alat yang dibutuhkan, prosedur pembuatan langkah demi langkah, dan estimasi biaya produksi (bahan baku, peralatan, tenaga kerja, kemasan).
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan umpan balik formatif, dan mengajukan pertanyaan pengarah bagi kelompok yang mengalami kesulitan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan produk, kemasan, dan rencana kerja secara singkat (3-4 menit per kelompok).
  • Kelompok lain memberikan tanggapan berupa satu apresiasi dan satu saran perbaikan.
  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi: (1) Apa yang sudah dipahami tentang perancangan produk nonpangan hewani? (2) Apa yang masih perlu dipelajari lebih lanjut? (3) Bagaimana kontribusi saya dalam kerja kelompok?
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil presentasi dan menegaskan poin-poin penting tentang desain produk, kemasan, dan rencana kerja yang baik.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran hari ini: komponen desain produk nonpangan hewani, elemen kemasan dan label, serta komponen rencana kerja produksi.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: pada pertemuan berikutnya kelompok akan merealisasikan rancangan menjadi prototipe produk.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih diberikan studi kasus produk nonpangan hewani dengan analisis SWOT sederhana. Murid yang membutuhkan pendampingan diberikan lembar kerja terstruktur dengan panduan langkah demi langkah dan contoh isian.
  • Proses: Kelompok yang lebih cepat menyelesaikan rancangan diminta menambahkan analisis target pasar dan strategi harga. Kelompok yang memerlukan waktu lebih diberikan scaffolding berupa template rencana kerja yang sudah terisi sebagian.
  • Produk: Murid cepat menghasilkan rancangan lengkap dengan gambar kerja detail dan kalkulasi BEP sederhana. Murid yang memerlukan dukungan cukup menghasilkan sketsa produk dan daftar bahan-alat-prosedur dalam format poin.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di sticky note: (1) satu contoh produk olahan nonpangan dari bahan hewani yang diketahui, (2) satu komponen kemasan yang dianggap paling penting. Guru menggunakan jawaban ini untuk memetakan pengetahuan awal dan mengelompokkan murid.

Proses:

  • Guru mengamati aktivitas kelompok menggunakan lembar observasi: keaktifan diskusi, pembagian tugas, dan kualitas komunikasi antar anggota.
  • Guru memberikan pertanyaan pengarah kepada kelompok untuk mengecek pemahaman: 'Mengapa kalian memilih bahan ini? Bagaimana estimasi biaya yang kalian hitung?'
  • Murid saling memberikan umpan balik tertulis singkat saat presentasi kelompok lain.

Akhir:

  • Penilaian produk kelompok berupa lembar rancangan desain produk, desain kemasan dan label, serta dokumen rencana kerja (bahan, alat, prosedur, estimasi biaya) menggunakan rubrik empat level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi berpasangan dan kerja kelompok.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling memantau proses perancangan.
  • Tanggapan antar-kelompok saat presentasi (peer feedback).

Sumatif:

  • Penilaian produk: lembar rancangan desain produk dan kemasan beserta rencana kerja tertulis menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Desain Produk Olahan Nonpangan HewaniBelum ada sketsa produk atau sketsa sangat sederhana tanpa mempertimbangkan bahan hewani dan kekhasan Nusantara.Terdapat sketsa produk namun belum lengkap; bahan hewani disebutkan tetapi kekhasan Nusantara belum tampak dalam desain.Sketsa produk lengkap dengan penjelasan bahan hewani yang dipilih; unsur kekhasan Nusantara mulai tampak dalam bentuk atau ornamen.Sketsa produk detail dan kreatif; bahan hewani dipilih dengan pertimbangan matang; kekhasan Nusantara terintegrasi secara jelas dan orisinal dalam desain.
Desain Kemasan dan LabelBelum ada rancangan kemasan atau hanya berupa tulisan nama produk tanpa elemen visual.Rancangan kemasan ada namun belum memuat informasi lengkap (nama, logo, deskripsi bahan, info produsen); desain visual belum menarik.Rancangan kemasan memuat sebagian besar informasi produk; desain visual cukup menarik dan sesuai karakter produk.Rancangan kemasan lengkap dengan seluruh informasi produk; desain visual menarik, kreatif, dan mencerminkan identitas produk nonpangan hewani Nusantara.
Rencana Kerja (Bahan, Alat, Prosedur, Estimasi Biaya)Rencana kerja belum disusun atau hanya memuat satu komponen secara tidak lengkap.Rencana kerja memuat daftar bahan dan alat namun prosedur belum runtut dan estimasi biaya belum ada atau tidak realistis.Rencana kerja memuat bahan, alat, prosedur yang cukup runtut, dan estimasi biaya yang cukup realistis meskipun ada beberapa komponen yang kurang detail.Rencana kerja lengkap dan sistematis: bahan dan alat terperinci, prosedur runtut dan jelas, estimasi biaya realistis dan terkalkulasi dengan baik.
Kolaborasi dan Komunikasi KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok; tidak ada pembagian tugas yang jelas.Murid terlibat minimal dalam kerja kelompok; pembagian tugas ada namun pelaksanaan belum merata.Murid berpartisipasi aktif; pembagian tugas jelas dan sebagian besar anggota berkontribusi; presentasi cukup komunikatif.Seluruh anggota berkolaborasi secara aktif dan saling mendukung; pembagian tugas merata; presentasi disampaikan dengan jelas, percaya diri, dan komunikatif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami konsep perancangan produk nonpangan hewani dan kemasan? Bagian mana yang perlu penjelasan ulang?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (memahami, mengaplikasi, merefleksi) sudah proporsional?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan efektif membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya agar proses kerja kelompok lebih produktif?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang produk olahan nonpangan dari bahan hewani?
  • Apa kesulitan yang saya alami saat merancang desain produk dan kemasan? Bagaimana saya mengatasinya?
  • Bagaimana kontribusi saya dalam kerja kelompok hari ini? Apa yang bisa saya tingkatkan?
  • Seberapa yakin saya bisa merealisasikan rancangan ini menjadi produk nyata pada pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Pengolahan untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbudristek.
  2. Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan: Pengolahan Kelas X, Kemendikbudristek.
  3. Contoh produk olahan nonpangan dari bahan hewani (kemoceng bulu ayam, bros sisik ikan, kerajinan tulang/tanduk) atau foto/video produk.
  4. Contoh kemasan dan label produk kerajinan nonpangan hewani dari berbagai daerah di Indonesia.
  5. Alat tulis, kertas gambar A3, pensil warna/spidol untuk membuat sketsa desain.
  6. Lembar kerja rencana produksi (template disediakan guru).
  7. Akses internet atau referensi cetak tentang harga bahan baku untuk estimasi biaya (opsional).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.