Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Desain Produk dan Kemasan Olahan Pangan Hewani Nusantara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan kelas 10 dengan topik "Desain Produk dan Kemasan Olahan Pangan Hewani Nusantara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Desain Produk dan Kemasan Olahan Pangan Hewani Nusantara

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Desain Produk dan Kemasan Olahan Pangan Hewani Nusantara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikDesain Produk dan Kemasan Olahan Pangan Hewani Nusantara
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang desain produk olahan pangan hewani Nusantara meliputi nama produk, bahan dasar, alur proses pembuatan, dan kekhasan produk secara kreatif.
  2. Murid dapat mendesain kemasan dan label produk olahan pangan hewani yang higienis, menarik, dan sesuai karakteristik produk dengan mempertimbangkan bahan, ukuran, dan kekhasan kemasan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membeli suatu produk makanan hanya karena bungkusnya terlihat sangat menarik? Mengapa hal itu bisa terjadi?
  2. Menurut kalian, apa saja informasi yang wajib ada pada label kemasan produk olahan pangan hewani agar konsumen merasa aman dan tertarik untuk membelinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menanyakan kabar dan kesiapan belajar murid, menciptakan suasana kelas yang positif.
  • Guru memberikan asesmen awal secara lisan dengan menunjukkan dua contoh kemasan produk pangan hewani (satu polos tanpa label, satu dengan desain dan label lengkap) dan meminta pendapat murid.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu merancang desain produk dan mendesain kemasan/label olahan pangan hewani Nusantara.
  • Guru menjelaskan garis besar kegiatan yang akan dilakukan, yaitu diskusi kelompok dan pembuatan sketsa/prototipe desain kemasan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid untuk mengamati berbagai contoh kemasan produk pangan hewani Nusantara dari berbagai sumber (gambar, video, atau produk asli yang dibawa guru).
  • Murid secara mandiri mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam desain produk (nama, bahan dasar, alur proses, kekhasan) dan desain kemasan (bentuk, warna, bahan, ukuran, informasi label).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya kemasan yang higienis, menarik, dan sesuai dengan karakteristik produk pangan hewani.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Kolaborasi):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
  • Setiap kelompok berdiskusi menentukan satu ide produk olahan pangan hewani Nusantara yang akan dirancang.
  • Kelompok menyusun rancangan produk yang meliputi: nama produk, bahan dasar, alur proses pembuatan, dan kekhasan produk.
  • Murid menuangkan gagasan kreatifnya dengan membuat gambar sketsa desain kemasan dan label produk. Desain harus mempertimbangkan aspek higienis, bahan kemasan, ukuran, warna, tulisan, dan gambar yang menarik.
  • Guru berkeliling menghampiri masing-masing kelompok untuk memberikan bimbingan, memantau kolaborasi, dan melakukan asesmen proses (formatif).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangan produk dan sketsa desain kemasan mereka di depan kelas.
  • Murid dari kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, pertanyaan, atau saran yang membangun.
  • Murid melakukan refleksi terhadap proses pembuatan desain: apa tantangan yang dihadapi saat menentukan bentuk kemasan dan bagaimana mereka menyelesaikannya secara berkelompok.
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja semua kelompok.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang pentingnya perancangan produk dan desain kemasan yang baik untuk produk olahan pangan hewani Nusantara.
  • Murid mengisi lembar refleksi suasana dan konten pembelajaran (memilih emoji dan menuliskan tingkat pemahaman).
  • Guru mengumpulkan hasil sketsa desain kemasan sebagai asesmen akhir (sumatif) pertemuan ini.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (misalnya persiapan praktik pembuatan produk atau presentasi final).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih jenis olahan pangan hewani Nusantara yang berbeda sesuai minat kelompok (misalnya olahan daging, ikan, unggas, atau susu).
  • Proses: Guru memberikan bimbingan lebih intensif (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan menentukan ide desain, sementara kelompok yang sudah mahir diarahkan untuk mengeksplorasi detail label (seperti barcode, info gizi).
  • Produk: Hasil desain kemasan dapat berupa gambar sketsa manual di kertas, desain digital menggunakan aplikasi (seperti Canva), atau prototipe 3D sederhana dari kertas karton.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan pemantik lisan dengan membandingkan dua produk (tanpa label vs berlabel lengkap) untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang fungsi kemasan dan label.

Proses:

  • Guru menggunakan lembar observasi saat kelompok berdiskusi untuk menilai partisipasi, kreativitas dalam memunculkan ide, dan kemampuan memecahkan masalah terkait desain kemasan.

Akhir:

  • Penilaian hasil karya (sketsa/prototipe desain kemasan dan rancangan produk) berdasarkan rubrik ketercapaian Tujuan Pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok (kolaborasi dan penalaran kritis).
  • Tanya jawab lisan selama proses pembimbingan (pemahaman konsep desain).

Sumatif:

  • Penilaian produk berupa dokumen rancangan produk dan gambar/sketsa desain kemasan beserta labelnya menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perancangan Produk Olahan Pangan HewaniBelum mampu merancang produk; komponen nama, bahan, alur, dan kekhasan produk tidak jelas atau tidak ada.Mampu merancang produk namun hanya memuat 1-2 komponen (misal hanya nama dan bahan) dan kurang menunjukkan kekhasan Nusantara.Mampu merancang produk memuat nama, bahan dasar, alur proses, dan kekhasan produk dengan cukup jelas dan logis.Mampu merancang produk dengan sangat detail, inovatif, memuat seluruh komponen dengan sangat jelas, dan menonjolkan kekhasan Nusantara secara kreatif.
Desain Kemasan dan LabelDesain kemasan dan label belum dibuat atau tidak relevan dengan produk pangan hewani.Desain kemasan dibuat namun belum memperhatikan aspek higienis, ukuran, atau informasi label masih sangat minim.Desain kemasan dan label sudah menarik, memperhatikan bahan, ukuran, aspek higienis, dan memuat informasi dasar pada label.Desain kemasan dan label sangat menarik, inovatif, sangat sesuai dengan karakteristik produk, higienis, serta label memuat informasi yang lengkap dan estetis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup untuk murid menyelesaikan diskusi dan sketsa desain?
  • Apakah metode diskusi kelompok efektif dalam memunculkan ide kreatif murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran ini yang paling membuat murid antusias (menggembirakan)?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu selama merancang desain kemasan bersama kelompok? (Pilih emoji)
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pentingnya sebuah kemasan dan label?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat menuangkan ide ke dalam gambar sketsa kemasan, dan bagaimana kamu mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Pengolahan untuk SMA/MA Kelas X.
  2. Contoh-contoh kemasan produk olahan pangan hewani asli atau gambar/video dari internet.
  3. Kertas HVS/Buku Gambar, alat tulis, pensil warna/spidol untuk membuat sketsa desain.
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) Perancangan Produk dan Kemasan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.