Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Desain Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan Nabati Pewangi Alami

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan kelas 10 dengan topik "Desain Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan Nabati Pewangi Alami". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Desain Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan Nabati Pewangi Alami

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Desain Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan Nabati Pewangi Alami

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikDesain Produk dan Kemasan Olahan Nonpangan Nabati Pewangi Alami
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang desain produk olahan nonpangan nabati pewangi alami (dalam bentuk gambar kerja atau prototipe) berdasarkan hasil eksplorasi dan studi kelayakan pasar secara kreatif
  2. Murid dapat mengembangkan desain kemasan produk nonpangan nabati pewangi alami yang menarik, fungsional, dan mencerminkan potensi lokal atau kearifan Nusantara

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat sebuah produk pewangi alami menarik di pasaran?
  2. Bagaimana desain kemasan dapat mencerminkan kearifan lokal Nusantara?
  3. Mengapa desain produk dan kemasan penting dalam pemasaran produk pewangi alami?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru menayangkan contoh produk pewangi alami (lilin aromaterapi, potpourri, sachet wangi, essential oil diffuser) beserta kemasannya
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang desain produk dan kemasan pewangi alami dari bahan nabati
  • Asesmen awal: Guru meminta murid menuliskan 3 hal yang sudah mereka ketahui tentang desain produk dan kemasan (diagnostik singkat)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan prinsip dasar desain produk: fungsi, estetika, ergonomi, dan nilai tambah
  • Guru menayangkan video atau presentasi tentang elemen desain kemasan: warna, tipografi, ilustrasi, material, dan informasi produk
  • Murid diminta mengamati 3-5 contoh produk pewangi alami yang ditampilkan, lalu mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan desain produk dan kemasannya
  • Guru membagikan lembar kerja eksplorasi yang berisi kolom: nama produk, bentuk produk, bahan kemasan, elemen visual, pesan yang disampaikan
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mengisi lembar kerja berdasarkan pengamatan mereka
  • Guru berkeliling untuk memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menugaskan murid untuk merancang desain produk pewangi alami dari bahan nabati (misal: lilin aromaterapi dari minyak nilam, potpourri dari kelopak bunga lokal, sachet wangi dari daun pandan)
  • Murid memilih satu jenis produk pewangi alami yang akan dirancang secara mandiri atau berpasangan
  • Murid membuat sketsa gambar kerja produk yang mencakup: bentuk, ukuran, bahan utama, dan nilai jual unik
  • Murid mengembangkan desain kemasan yang menarik dan fungsional dengan mempertimbangkan: material kemasan (kertas daur ulang, kardus, kain), warna yang mencerminkan kearifan lokal, label produk yang informatif, elemen visual Nusantara (batik, motif tradisional, ilustrasi flora lokal)
  • Guru memfasilitasi dengan menyediakan alat sketsa (kertas gambar, pensil warna, penggaris) dan referensi visual motif Nusantara
  • Murid menyelesaikan gambar kerja produk dan desain kemasan dalam waktu yang ditentukan
  • Asesmen proses: Guru melakukan observasi dan mencatat kreativitas, kelengkapan elemen desain, dan kesesuaian dengan prinsip desain menggunakan checklist

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mempresentasikan hasil rancangan desain produk dan kemasan di depan kelas (5-7 kelompok dipilih secara acak atau sukarela)
  • Murid lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif terhadap desain yang dipresentasikan
  • Guru memberikan umpan balik mengenai kekuatan dan area perbaikan dari masing-masing desain
  • Murid mengisi lembar refleksi suasana (memilih emoji yang sesuai dengan perasaan mereka selama pembelajaran) dan refleksi konten (menilai tingkat pemahaman mereka tentang desain produk dan kemasan dengan skala 1-5)
  • Guru mengajak murid merefleksikan: Apa tantangan terbesar dalam merancang desain produk dan kemasan? Bagaimana kearifan lokal bisa menjadi nilai tambah produk?

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran hari ini dengan menekankan pentingnya desain produk dan kemasan sebagai strategi pemasaran
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid mengumpulkan sketsa desain produk dan kemasan untuk dinilai menggunakan rubrik
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap hasil karya murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya: proses produksi produk pewangi alami sesuai desain yang telah dibuat
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar menggambar diberikan template sketsa produk yang bisa dimodifikasi. Murid yang sudah mahir dapat mengeksplorasi desain kemasan 3D atau digital mockup
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih banyak dapat bekerja berpasangan atau mendapat bimbingan intensif dari guru. Murid cepat dapat diminta menambahkan elemen branding seperti logo atau tagline produk
  • Produk: Murid dapat memilih format penyajian desain: sketsa tangan di kertas, kolase dengan materi visual, atau desain digital sederhana menggunakan aplikasi. Produk akhir bisa berupa gambar kerja 2D atau prototipe miniatur kemasan

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan 3 hal yang sudah mereka ketahui tentang desain produk dan kemasan pada selembar kertas (diagnostik pengetahuan awal)

Proses:

  • Observasi guru terhadap keterlibatan murid dalam diskusi kelompok
  • Checklist kelengkapan elemen desain saat murid mengerjakan sketsa (fungsi, estetika, kearifan lokal, informasi produk)
  • Catatan anekdotal tentang kreativitas dan kemandirian murid selama proses perancangan

Akhir:

  • Penilaian sketsa desain produk dan kemasan yang dikumpulkan menggunakan rubrik 4 level
  • Penilaian presentasi hasil karya dengan memperhatikan kejelasan penjelasan dan kemampuan merespons masukan
  • Refleksi tertulis murid tentang proses dan hasil belajar mereka

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok dan proses menggambar desain
  • Checklist kelengkapan elemen desain produk dan kemasan
  • Tanya jawab lisan saat presentasi hasil karya

Sumatif:

  • Penilaian sketsa desain produk dan kemasan menggunakan rubrik
  • Penilaian presentasi dan kemampuan komunikasi
  • Penilaian lembar kerja eksplorasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Desain Produk (Kreativitas dan Fungsi)Sketsa produk tidak lengkap, tidak menunjukkan bentuk dan fungsi yang jelasSketsa produk sederhana, bentuk dan fungsi mulai terlihat namun kurang detailSketsa produk cukup jelas dengan bentuk, ukuran, dan fungsi yang dapat dipahamiSketsa produk sangat detail, kreatif, menunjukkan bentuk, ukuran, fungsi, dan nilai jual unik dengan jelas
Desain Kemasan (Estetika dan Kearifan Lokal)Desain kemasan tidak menarik dan tidak mencerminkan kearifan lokalDesain kemasan sederhana, mulai ada elemen visual namun belum mencerminkan kearifan lokal dengan baikDesain kemasan menarik dengan elemen warna dan visual yang sesuai, cukup mencerminkan kearifan lokalDesain kemasan sangat menarik, fungsional, dan kuat mencerminkan kearifan Nusantara melalui warna, motif, dan tipografi
Kelengkapan Informasi ProdukTidak ada informasi produk pada desain kemasanInformasi produk sangat minim, hanya nama produkInformasi produk cukup lengkap (nama, bahan utama, cara pakai)Informasi produk sangat lengkap dan informatif (nama, bahan, manfaat, cara pakai, komposisi, logo)
Presentasi dan KomunikasiTidak dapat menjelaskan desain dengan jelas, tidak merespons pertanyaanMenjelaskan desain dengan terbata-bata, kurang percaya diri, respons terhadap pertanyaan minimalMenjelaskan desain dengan cukup jelas dan percaya diri, dapat merespons pertanyaan dengan baikMenjelaskan desain dengan sangat jelas, percaya diri, komunikatif, dan mampu memberikan argumentasi kuat terhadap pilihan desain

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan pembelajaran hari ini efektif memfasilitasi murid merancang desain produk dan kemasan secara kreatif?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah mampu mengukur pencapaian tujuan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kegiatan merancang desain produk dan kemasan hari ini?
  • Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi dalam membuat desain?
  • Bagaimana kamu memasukkan unsur kearifan lokal ke dalam desain kemasanmu?
  • Apa yang akan kamu perbaiki dari desainmu agar lebih menarik dan fungsional?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas X (Buku Guru dan Buku Siswa)
  2. Contoh produk pewangi alami dari pasar lokal atau marketplace
  3. Video tutorial desain kemasan produk dari YouTube atau platform edukasi
  4. Referensi visual motif batik dan ornamen Nusantara (poster, buku, atau digital)
  5. Kertas gambar A4, pensil warna, spidol, penggaris
  6. Laptop/proyektor untuk menampilkan presentasi dan contoh produk

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.