Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Observasi dan Eksplorasi Produk Nonpangan Nabati sebagai Pewangi Alami

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan kelas 10 dengan topik "Observasi dan Eksplorasi Produk Nonpangan Nabati sebagai Pewangi Alami". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan Kelas 10: Observasi dan Eksplorasi Produk Nonpangan Nabati sebagai Pewangi Alami

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Observasi dan Eksplorasi Produk Nonpangan Nabati sebagai Pewangi Alami

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPrakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikObservasi dan Eksplorasi Produk Nonpangan Nabati sebagai Pewangi Alami
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi ruang lingkup, pengertian, jenis, dan karakteristik produk olahan nonpangan dari bahan nabati (seperti sabun, parfum, dan aromaterapi) melalui kegiatan pengamatan dan diskusi.
  2. Murid dapat menjelaskan potensi ekonomis produk nonpangan nabati (pewangi alami, aromaterapi, perawatan tubuh) berdasarkan hasil eksplorasi dari berbagai sumber informasi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian memanfaatkan produk nabati menjadi pengharum atau produk perawatan tubuh?
  2. Apa saja produk nonpangan yang bisa dibuat dari tanaman di sekitar kita?
  3. Mengapa produk alami dari bahan nabati semakin diminati masyarakat saat ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan: 'Sebutkan satu produk nonpangan yang terbuat dari tumbuhan yang kalian ketahui!'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan mengaitkan dengan pengalaman murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini secara singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati tayangan video atau gambar tentang aneka produk nonpangan nabati (sabun herbal, parfum, lilin aromaterapi, dll.) yang disediakan guru.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mengidentifikasi ruang lingkup, pengertian, jenis, dan karakteristik produk nonpangan nabati berdasarkan tayangan dan LKPD-1.
  • Guru membimbing diskusi dengan pertanyaan: Apa persamaan dari produk-produk tadi? Dari mana asal bahan dasarnya? Bagaimana karakteristiknya?
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil identifikasi awal secara lisan untuk mendapat umpan balik dari guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mencari informasi tambahan dari berbagai sumber (buku, internet, atau wawancara sederhana) tentang satu produk nonpangan nabati yang ada di lingkungan sekitar atau yang menarik minat mereka.
  • Murid melengkapi LKPD-1 dengan data: nama produk, bahan utama nabati, alat yang digunakan, proses pembuatan singkat, kemasan, dan potensi ekonomi/peluang pasar.
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan pertanyaan pancingan untuk menggali potensi ekonomis (misal: Berapa perkiraan harga jual? Siapa target pasarnya?).
  • Kelompok menyusun temuan dalam bentuk tabel atau mind map sederhana.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksplorasinya secara singkat (2 menit) dan kelompok lain menanggapi.
  • Guru memandu refleksi konten: murid menuliskan skor pemahaman pribadi (1-4) tentang identifikasi produk nonpangan nabati dan potensi ekonominya di kertas reflektif.
  • Refleksi suasana: murid memilih atau menggambar emoji yang mewakili perasaan selama pembelajaran.
  • Guru menekankan kembali nilai-nilai penting: syukur atas keragaman hayati Indonesia, peluang wirausaha berbasis lokal.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin penting tentang produk nonpangan nabati dan potensinya.
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap partisipasi murid.
  • Guru menyampaikan tugas pengayaan: mencari satu produk nonpangan nabati khas daerah masing-masing untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat mencari artikel tentang peluang ekspor produk aromaterapi alami Indonesia; murid yang lambat fokus pada identifikasi produk sederhana dari lingkungan terdekat.
  • Proses: Kelompok dibentuk secara heterogen dari segi kemampuan; guru memberikan bimbingan lebih intensif kepada kelompok yang membutuhkan.
  • Produk: Hasil LKPD dapat disajikan dalam bentuk tulisan, gambar, atau mind map sesuai minat dan kemampuan menggambar murid.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: 'Sebutkan satu produk nonpangan dari tumbuhan yang kalian tahu!' untuk memetakan pengetahuan awal murid.

Proses:

  • Selama kegiatan inti, guru mengobservasi keterlibatan dan kerja sama dalam kelompok.
  • Guru menilai isian LKPD-1 berdasarkan kelengkapan identifikasi (nama produk, bahan, alat, proses, kemasan) dan analisis potensi ekonomi.
  • Pertanyaan lisan selama diskusi untuk mengukur pemahaman tentang pengertian dan karakteristik produk.

Akhir:

  • Murid mengisi lembar refleksi pribadi yang berisi skor pemahaman konsep (1-4) untuk dua indikator: kemampuan mengidentifikasi produk nonpangan nabati dan memahami potensi ekonominya.
  • Cerita singkat pengalaman belajar (opsional) sebagai umpan balik untuk guru.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok dan partisipasi tanya jawab.
  • Penilaian LKPD-1 menggunakan rubrik.

Sumatif:

  • Skor refleksi pemahaman konten sebagai data kemajuan individu.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Produk Nonpangan NabatiHanya menyebutkan nama produk tanpa informasi lain.Menyebutkan nama produk dan bahan dasar, tetapi belum lengkap (alat, proses, kemasan).Mengidentifikasi nama, bahan, alat, proses, dan kemasan dengan cukup jelas.Mengidentifikasi semua unsur dengan rinci dan menambahkan karakteristik khas produk nabati (mis. keharuman alami, ramah lingkungan).
Analisis Potensi EkonomisBelum mampu menyebutkan potensi ekonomis.Menyebutkan potensi secara umum (mis. 'bisa dijual') tanpa data pendukung.Menyebutkan peluang pasar sederhana dengan perkiraan target konsumen atau kisaran harga.Menjelaskan potensi ekonomis dengan mempertimbangkan tren, segmentasi pasar, dan nilai tambah produk alami.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid antusias dalam mengeksplorasi produk nonpangan nabati?
  • Hambatan apa yang muncul saat diskusi kelompok dan bagaimana saya mengatasinya?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap pembelajaran sudah efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kalian ketahui tentang produk nonpangan dari tumbuhan?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menyenangkan?
  • Kesulitan apa yang masih kalian hadapi dalam mengidentifikasi atau menganalisis potensi ekonomi produk?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Prakarya dan Kewirausahaan: Pengolahan untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbudristek, 2021.
  2. Video dari YouTube tentang pembuatan sabun herbal atau parfum alami.
  3. Artikel berita daring tentang potensi ekonomi produk herbal Nusantara.
  4. LKPD-1 yang disusun guru berdasarkan buku panduan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.