Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 9: Presentasi Laporan: Aktivitas Pengamatan dan Analisis Masalah Toleransi Masyarakat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 9 dengan topik "Presentasi Laporan: Aktivitas Pengamatan dan Analisis Masalah Toleransi Masyarakat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 9: Presentasi Laporan: Aktivitas Pengamatan dan Analisis Masalah Toleransi Masyarakat

Pendidikan Pancasila - Kelas 9

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Presentasi Laporan: Aktivitas Pengamatan dan Analisis Masalah Toleransi Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPresentasi Laporan: Aktivitas Pengamatan dan Analisis Masalah Toleransi Masyarakat
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyajikan laporan hasil pengamatan dan pencarian informasi mengenai praktik toleransi masyarakat yang mendukung keutuhan wilayah NKRI.
  2. Murid dapat mengevaluasi permasalahan toleransi di lingkungan sekitar dan mengaitkannya dengan upaya menjaga keutuhan wilayah NKRI.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari hasil pengamatan kalian minggu lalu, apakah toleransi di lingkungan sekitar rumah dan sekolah sudah berjalan dengan baik? Mengapa?
  2. Jika ada satu kelompok masyarakat yang intoleran terhadap kelompok lain, apa dampaknya terhadap keutuhan NKRI?
  3. Apa yang bisa kita — sebagai pelajar — lakukan secara nyata untuk mendorong toleransi di lingkungan kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid berdoa sesuai keyakinan masing-masing (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini setiap kelompok akan mempresentasikan laporan pengamatan toleransi yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2–3 murid untuk menggugah kesadaran awal tentang kondisi toleransi di lingkungan mereka (3 menit).
  • Asesmen awal: guru meminta murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat di secarik kertas — 'Menurutmu, apa tantangan toleransi terbesar di lingkunganmu?' — kertas dikumpulkan sebagai data diagnostik (3 menit).
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: presentasi kelompok → sesi tanya jawab dan evaluasi → refleksi bersama, serta menyepakati norma diskusi yang saling menghormati (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap kelompok memeriksa kembali laporan mereka selama 3 menit dan memastikan laporan mencakup: (a) deskripsi keberagaman di lingkungan yang diamati, (b) contoh praktik toleransi yang ditemukan, dan (c) permasalahan toleransi yang diidentifikasi beserta kaitannya dengan keutuhan NKRI.
  • Guru menayangkan rubrik penilaian presentasi di papan/layar agar semua murid memahami kriteria yang akan digunakan — baik sebagai presenter maupun penilai sejawat (2 menit).
  • Guru mengingatkan bahwa setiap kelompok pendengar bertugas mencatat minimal satu pertanyaan kritis atau tanggapan konstruktif untuk kelompok yang presentasi — ini melatih kesadaran aktif sebagai pendengar (Berkesadaran).
  • Seluruh kelompok menyiapkan bahan presentasi (poster, catatan, atau slide sederhana) di tempat masing-masing selama 3 menit sebelum sesi dimulai.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Presentasi Kelompok — Sesi Utama (±30 menit total): setiap kelompok mendapat waktu 4–5 menit untuk mempresentasikan laporan pengamatan mereka. Jika ada 5–6 kelompok, guru mengatur agar semua kebagian waktu seimbang.
  • Setiap presentasi mencakup tiga poin wajib: (1) kondisi keberagaman dan toleransi yang ditemukan di lapangan, (2) permasalahan intoleransi yang ditemukan beserta dampaknya terhadap persatuan, dan (3) rekomendasi konkret yang bisa dilakukan masyarakat untuk memperkuat toleransi.
  • Setelah setiap kelompok selesai presentasi, guru membuka sesi tanya jawab singkat 2 menit: kelompok lain menyampaikan satu pertanyaan atau tanggapan konstruktif yang sudah mereka siapkan.
  • Guru memfasilitasi diskusi dengan teknik 'Sambung Pendapat': jika ada perbedaan temuan antar kelompok, guru mengundang kelompok lain untuk merespons — sehingga tercipta dialog kritis yang hangat (Menggembirakan).
  • Selama presentasi berlangsung, setiap kelompok pendengar mengisi lembar penilaian sejawat (peer assessment) sederhana dengan dua kolom: 'Yang sudah baik dari presentasi ini' dan 'Yang bisa ditingkatkan'.
  • Guru melakukan pengamatan dan mencatat unjuk kerja presentasi serta kualitas pertanyaan/tanggapan murid sebagai data asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok selesai presentasi, guru memimpin diskusi pleno singkat (5 menit): 'Dari semua presentasi tadi, pola masalah toleransi apa yang paling banyak muncul di lingkungan kita?'
  • Guru membantu murid menarik benang merah: bagaimana masalah-masalah toleransi yang ditemukan di tingkat lokal (lingkungan sekolah/rumah) terhubung dengan ancaman terhadap keutuhan NKRI secara lebih luas.
  • Murid secara individu menuliskan di buku catatan masing-masing: (a) satu hal penting yang mereka pelajari dari presentasi hari ini, (b) satu masalah toleransi yang paling mengusik mereka dan alasannya, dan (c) satu langkah nyata yang akan mereka lakukan sebagai pelajar untuk mendukung toleransi (5 menit).
  • Guru meminta 2–3 sukarelawan berbagi apa yang mereka tulis — suasana dijaga tetap apresiatif dan tidak menghakimi.
  • Guru mengembalikan kertas asesmen awal (kalimat singkat dari pendahuluan) dan meminta murid membandingkan: apakah pandangan mereka tentang tantangan toleransi berubah setelah mendengar semua presentasi? (Berkesadaran)

Penutup:

  • Guru merangkum poin-poin kunci dari seluruh presentasi: kondisi toleransi di lapangan, masalah yang ditemukan, dan kaitannya dengan keutuhan NKRI (2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap kualitas presentasi hari ini — menyebutkan hal-hal yang sudah baik dan satu area yang perlu ditingkatkan bersama di pertemuan berikutnya (2 menit).
  • Guru membagikan atau menampilkan lembar penilaian diri singkat: murid memberikan centang pada pernyataan seperti 'Saya sudah menyampaikan temuan dengan jelas', 'Saya memberikan tanggapan yang konstruktif', dan 'Saya dapat mengaitkan toleransi dengan keutuhan NKRI' (2 menit).
  • Guru menyampaikan informasi pertemuan berikutnya: topik tantangan mempertahankan wilayah NKRI dan tugas opini masa depan Indonesia 2045 (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan ajakan reflektif: 'Toleransi bukan hanya tugas pemerintah — ia dimulai dari pilihan kita setiap hari.' Diakhiri dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang mengalami kesulitan menyusun kaitan antara toleransi lokal dan keutuhan NKRI diberikan kartu petunjuk berisi pertanyaan pemandu: 'Apa yang terjadi jika toleransi ini tidak ada? Siapa yang dirugikan? Bagaimana dampaknya ke tingkat nasional?'
  • Proses: Murid yang cepat dan percaya diri diminta memimpin sesi tanya jawab sebagai moderator untuk kelompok lain, sehingga mereka berlatih keterampilan fasilitasi yang lebih tinggi. Murid yang pemalu atau lamban diberikan peran yang lebih terstruktur — misalnya sebagai pembaca laporan atau penyaji data — agar tetap terlibat tanpa tekanan berlebih.
  • Produk: Kelompok yang memiliki kemampuan lebih dapat menyertakan rekomendasi kebijakan konkret dalam presentasinya. Kelompok yang memerlukan dukungan cukup menyajikan laporan berbasis format yang sudah disediakan guru (template laporan terstruktur dengan kolom: temuan, masalah, rekomendasi sederhana).

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, guru meminta murid menuliskan satu kalimat singkat di secarik kertas: 'Menurutmu, apa tantangan toleransi terbesar di lingkunganmu saat ini?' Jawaban dikumpulkan guru sebagai data diagnostik untuk memahami tingkat kesadaran awal murid terhadap isu toleransi sebelum sesi presentasi dimulai.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja presentasi oleh guru menggunakan rubrik 4 aspek: (1) kelengkapan isi laporan, (2) kejelasan penyampaian, (3) kemampuan menjawab pertanyaan, dan (4) kemampuan mengaitkan toleransi dengan keutuhan NKRI.
  • Penilaian sejawat tertulis: kelompok pendengar mengisi lembar sederhana untuk setiap kelompok yang presentasi — dua kolom: kelebihan presentasi dan saran perbaikan.
  • Kualitas pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan murid selama sesi diskusi antar kelompok dicatat sebagai indikator penalaran kritis.

Akhir:

  • Lembar penilaian diri individu (3 pernyataan centang) yang dikerjakan di sesi penutup sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
  • Tulisan refleksi individu di buku catatan (3 poin: hal penting yang dipelajari, masalah yang paling berkesan, langkah nyata yang akan dilakukan) dinilai guru sebagai asesmen hasil pembelajaran untuk TP 9.5.4.2 — mengevaluasi dan mengaitkan permasalahan toleransi dengan upaya menjaga keutuhan NKRI.

Formatif:

  • Observasi guru selama presentasi berlangsung menggunakan lembar pengamatan unjuk kerja (aspek: kejelasan penyampaian, kedalaman analisis, dan kemampuan menjawab pertanyaan).
  • Penilaian sejawat (peer assessment) tertulis: setiap kelompok pendengar mengisi lembar 'Yang sudah baik' dan 'Yang bisa ditingkatkan' untuk kelompok presenter.
  • Pertanyaan lisan dan tanggapan murid selama sesi tanya jawab antar kelompok.

Sumatif:

  • Penilaian diri (self-assessment) tertulis di akhir pertemuan: murid menilai ketercapaian diri sendiri terhadap tiga indikator kinerja presentasi.
  • Tulisan refleksi individu di buku catatan: satu hal penting yang dipelajari, satu masalah toleransi yang paling berkesan, dan satu langkah nyata yang akan dilakukan — dinilai sebagai bukti pencapaian TP 9.5.4.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Kedalaman Isi Laporan PresentasiLaporan hanya menyebutkan satu aspek (misalnya hanya contoh toleransi) tanpa deskripsi keberagaman maupun permasalahan; tidak ada kaitan dengan keutuhan NKRI.Laporan mencakup dua dari tiga komponen wajib (deskripsi keberagaman, contoh toleransi, permasalahan toleransi); kaitan dengan keutuhan NKRI disebutkan namun sangat umum.Laporan mencakup ketiga komponen wajib dengan cukup jelas; kaitan antara permasalahan toleransi dan keutuhan NKRI dijelaskan dengan alasan yang logis meski masih perlu pendalaman.Laporan mencakup ketiga komponen secara lengkap dan mendalam, disertai data/fakta konkret dari pengamatan; kaitan antara masalah toleransi dan ancaman terhadap keutuhan NKRI dijelaskan secara logis dan tajam, dilengkapi rekomendasi yang relevan.
Kejelasan dan Struktur Penyampaian PresentasiPenyampaian tidak terstruktur, sulit diikuti, dan pembicara tampak tidak siap; suara sangat pelan atau tidak jelas.Penyampaian cukup dapat diikuti namun tidak runtut; ada bagian yang terlewat atau diulang-ulang; kontak mata dengan audiens sangat minim.Penyampaian runtut dan cukup jelas; ada pembagian peran yang baik dalam kelompok; sebagian besar audiens dapat mengikuti alur presentasi.Penyampaian sangat runtut, jelas, dan menarik; ada pembagian peran yang merata; menggunakan bahasa yang tepat; kontak mata dan intonasi yang baik sehingga audiens terlibat sepanjang presentasi.
Kemampuan Menjawab Pertanyaan dan BerdiskusiTidak dapat menjawab pertanyaan dari kelompok lain; diam atau menjawab tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan.Dapat menjawab pertanyaan sederhana namun jawaban kurang tepat sasaran atau terlalu singkat; perlu banyak bantuan dari guru.Dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dengan cukup baik; jawaban relevan meski terkadang kurang mendalam; mampu merespons tanggapan dengan sikap terbuka.Menjawab semua pertanyaan dengan tepat, mendalam, dan percaya diri; mampu mengembangkan jawaban dengan argumen yang logis; merespons perbedaan pendapat dengan sikap santun dan konstruktif.
Kemampuan Mengaitkan Toleransi dengan Keutuhan NKRI (Evaluasi Kritis)Tidak menunjukkan kaitan antara toleransi yang diamati dengan keutuhan NKRI; analisis tidak ada atau keliru.Menyebutkan kaitan secara permukaan ('kalau tidak toleran, Indonesia bisa pecah') tanpa penjelasan lebih lanjut berdasarkan fakta atau argumen yang dikembangkan.Mampu menjelaskan kaitan antara masalah toleransi di lingkungan lokal dengan dampaknya terhadap persatuan dan keutuhan NKRI dengan argumen yang cukup logis.Mampu mengevaluasi masalah toleransi secara kritis dengan mengaitkan fakta lapangan ke dampak lokal hingga nasional; menarik kesimpulan yang tajam dan menyertakan upaya konkret yang dapat dilakukan warga negara untuk menjaga keutuhan NKRI.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua kelompok mendapat kesempatan yang adil untuk mempresentasikan laporan mereka dalam alokasi waktu yang tersedia?
  • Seberapa efektif sesi tanya jawab antar kelompok dalam mendorong murid berpikir kritis tentang toleransi dan keutuhan NKRI?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (kartu petunjuk, peran moderator, template laporan) benar-benar membantu murid dengan kebutuhan yang berbeda?
  • Dari tulisan refleksi murid, seberapa dalam pemahaman mereka tentang kaitan toleransi dan keutuhan NKRI? Apa yang perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Dari semua presentasi yang kamu dengar hari ini, temuan mana yang paling mengejutkan atau membuatmu berpikir ulang tentang toleransi di lingkunganmu?
  • Apakah kamu berhasil menyampaikan pendapatmu dengan jelas hari ini? Apa yang ingin kamu perbaiki jika presentasi ini diulang?
  • Satu langkah nyata apa yang benar-benar bisa kamu lakukan mulai besok untuk mendukung toleransi dan menjaga keutuhan NKRI di lingkunganmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
  3. Laporan hasil pengamatan toleransi yang telah dibuat murid pada pertemuan sebelumnya
  4. Infografik survei sikap toleransi masyarakat Indonesia (Litbang Kompas, 2021) — tersedia di Buku Siswa halaman 178
  5. Lembar penilaian sejawat (peer assessment) — disiapkan guru
  6. Lembar penilaian diri (self-assessment) — disiapkan guru
  7. Kartu petunjuk diferensiasi (pertanyaan pemandu untuk kelompok yang memerlukan dukungan) — disiapkan guru
  8. Template laporan terstruktur untuk kelompok yang memerlukan scaffolding — disiapkan guru
  9. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan rubrik penilaian dan poin diskusi pleno

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.