Modul AjarBab 5Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 9 Bab 5: Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 9 untuk Bab 5 "Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 9 Bab 5: Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 9

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bab 5 — Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBab 5 — Menjaga Keutuhan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Alokasi Waktu16 JP (16 x 40 menit = 640 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 9.5.1 Menjelaskan hakikat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
  2. TP 9.5.2 Menunjukkan keterkaitan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara dengan tantangan mempertahankan kedaulatan
  3. TP 9.5.3 Merancang aksi partisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat
  4. TP 9.5.4 Mempraktikkan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa laut di antara pulau-pulau Indonesia bukan pemisah melainkan penghubung dan pemersatu wilayah kedaulatan kita?
  2. Bagaimana wawasan nusantara memandang kesatuan wilayah daratan, perairan, dan ruang udara NKRI?
  3. Mengapa perairan laut Indonesia dipandang sebagai penghubung dan pemersatu pulau-pulau, bukan sebagai pemisah?
  4. Bagaimana keberadaan pulau-pulau terluar menentukan batas kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI?
  5. Bagaimana luasnya wilayah kepulauan Indonesia memengaruhi kemudahan akses jalan, sinyal komunikasi, dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di daerah pelosok?
  6. Mengapa kesenjangan fasilitas dan akses transportasi antarwilayah dapat menjadi tantangan nyata dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI?
  7. Mengapa wilayah perbatasan Indonesia sering menghadapi tantangan penyelundupan atau pelanggaran batas wilayah?
  8. Bagaimana keragaman sosial-budaya di berbagai penjuru wilayah nusantara dapat memengaruhi upaya menjaga kedaulatan NKRI jika tidak terkelola dengan baik?
  9. Tindakan nyata apa di sekolah yang dapat memperkuat persatuan antarsiswa dari berbagai latar belakang?
  10. Bagaimana kita merancang kegiatan sekolah yang efektif mencegah perpecahan atau pengelompokan yang memicu disintegrasi?
  11. Peristiwa atau perselisihan apa di lingkungan tempat tinggal yang dapat mengancam kerukunan warga bila dibiarkan?
  12. Bagaimana kita merancang sebuah rencana tindakan nyata bersama warga untuk merawat kerukunan dan menjaga keutuhan NKRI di lingkungan masyarakat?
  13. Tindakan nyata apa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah yang langsung memperkuat kerukunan dan keutuhan bangsa?
  14. Bagaimana caramu merespons situasi perbedaan antarteman agar persatuan di lingkungan sekitarmu tetap terjaga?
  15. Bagaimana kondisi geografis kepulauan dan perbatasan Indonesia memengaruhi tantangan kita dalam menjaga kedaulatan NKRI?
  16. Mengapa rencana aksi dan tindakan nyata menjaga kerukunan di sekolah menjadi bukti komitmen kita dalam menjaga keutuhan NKRI?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Batas Wilayah dan Kedaulatan NKRI dalam Konteks Wawasan Nusantara — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.1 Menjelaskan hakikat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyadari kehadiran penuh (mindful sitting) sejenak sebelum memulai belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan hakikat wilayah NKRI yang mencakup darat, laut, dan udara dalam kerangka wawasan nusantara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid merespons 2 pertanyaan pemantik secara lisan/tulis singkat di lembar awal: (1) Sebutkan 3 ruang lingkup wilayah NKRI; (2) Apa arti laut bagi Indonesia dalam wawasan nusantara? (acuan: (1) daratan, perairan/lautan, ruang udara di atasnya; (2) laut sebagai penghubung dan pemersatu kesatuan wilayah, bukan pemisah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati peta wilayah kedaulatan NKRI dan ringkasan materi mengenai konsep kepulauan (archipelagic state) menurut Deklarasi Djuanda serta hakikat wilayah dalam Wawasan Nusantara yang memandang kesatuan utuh darat, laut, dan ruang udara (15 menit).
  • Guru memberikan penjelasan terarah tentang batasan yuridis dan geografis kedaulatan NKRI serta konsep manunggalnya wilayah dan rakyat sebagai satu kesatuan utuh politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti kuis tantangan berpasangan 'Tebak Fakta Kedaulatan' secara menggembirakan untuk menguji pemahaman konsep batas wilayah dan kesatuan nusantara secara tepat dan antusias (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Analisis Hakikat Wilayah NKRI berisi 3 pertanyaan terstruktur: (1) Menjelaskan kedudukan laut Indonesia menurut Deklarasi Djuanda/Wawasan Nusantara; (2) Menjelaskan 3 unsur lingkup wilayah kedaulatan NKRI (darat, perairan, ruang udara); (3) Menjelaskan hakikat wilayah sebagai satu kesatuan pertahanan dan kedaulatan negara (acuan kunci terlampir pada asesmen proses) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru memeriksa kesesuaian uraian penjelasannya dengan acuan konsep hakikat wilayah kedaulatan NKRI, mengidentifikasi bagian penjelasan yang sudah utuh maupun yang masih belum tepat (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan konsep utama hakikat batas wilayah dan kedaulatan NKRI dalam wawasan nusantara (5 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat satu kalimat tentang makna menjaga keutuhan ruang kedaulatan Indonesia, kemudian guru menyampaikan rencana topik Pertemuan 2 tentang pulau terluar dan menutup kelas (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci (darat, perairan pedalaman/laut teritorial, ruang udara, kesatuan utuh); murid yang mahir diberikan infografis batas landas kontinen dan ZEE untuk memperkaya kedalaman penjelasan.
  • Proses: Murid yang belum menguasai konsep dasar didampingi guru dengan scaffolding penjelasan bertahap; murid mahir menganalisis implikasi yuridis wawasan nusantara secara mandiri.
  • Produk: Uraian penjelasan dapat disampaikan dalam bentuk bagan konsep terstruktur atau paragraf eksplanasi tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/tulis di awal pembelajaran: (1) Sebutkan 3 ruang lingkup wilayah fisik kedaulatan NKRI! (Acuan: daratan, perairan/laut, ruang udara di atasnya); (2) Apakah laut memisahkan pulau-pulau Indonesia? Jelaskan posisinya dalam Wawasan Nusantara! (Acuan: Tidak memisahkan, melainkan laut merupakan perairan pedalaman/penghubung yang mempersatukan seluruh pulau menjadi satu kesatuan wilayah kedaulatan utuh).

Proses:

  • Pengerjaan Lembar Analisis Hakikat Wilayah NKRI dengan 3 butir soal: Butir 1: Jelaskan kedudukan laut Indonesia menurut Deklarasi Djuanda dan Wawasan Nusantara! (Acuan: Laut bukan pemisah pulau melainkan satu kesatuan wadah perairan nusantara yang menghubungkan daratan kepulauan Indonesia); Butir 2: Jelaskan 3 ruang lingkup kedaulatan wilayah NKRI! (Acuan: Wilayah daratan tempat pemukiman dan kedaulatan negara, wilayah perairan pedalaman dan laut teritorial hingga batas yang diakui hukum, serta ruang udara di atas daratan dan perairan tersebut); Butir 3: Jelaskan mengapa wilayah NKRI dipandang sebagai satu kesatuan utuh kedaulatan yang tidak terpisahkan! (Acuan: Karena ancaman terhadap satu pulau/wilayah merupakan ancaman terhadap seluruh kedaulatan bangsa dan wilayah dipayungi satu kedaulatan hukum nasional).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir pembelajaran: Murid menuliskan satu kesimpulan padat yang menjelaskan hakikat wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantara berdasarkan 3 aspek acuan (unsur darat-laut-udara, laut sebagai pemersatu, dan keutuhan kedaulatan negara).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan/tulis singkat tentang 3 ruang lingkup wilayah NKRI dan kedudukan laut.
  • Asesmen proses melalui Lembar Analisis Hakikat Wilayah NKRI (3 butir uraian penjelasan terstruktur).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan hakikat wilayah NKRI dalam konteks wawasan nusantaraBelum mampu menjelaskan hakikat wilayah NKRI atau penjelasan hanya memuat 1 unsur lingkup wilayah tanpa mengaitkan dengan konsep kesatuan wawasan nusantara (kurang dari 2 butir tepat).Mampu menjelaskan hakikat wilayah NKRI secara parsial dengan menyebutkan 2 ruang lingkup wilayah serta konsep laut sebagai penghubung namun penjelasannya belum utuh mengenai kesatuan kedaulatan (tepat 2 butir sesuai acuan).Mampu menjelaskan hakikat wilayah NKRI secara tepat mencakup 3 ruang lingkup (darat, laut, udara), kedudukan laut sebagai pemersatu nusantara, dan kesatuan wilayah kedaulatan (seluruh 3 butir tepat sesuai acuan).Mampu menjelaskan hakikat wilayah NKRI secara mendalam dan menyeluruh mencakup seluruh 3 butir acuan (darat, laut, udara; laut penghubung; kedaulatan utuh) dengan argumentasi konsep wawasan nusantara yang runtut, terperinci, dan mandiri tanpa bimbingan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami peralihan konsep laut sebagai pemisah menjadi laut sebagai pemersatu bangsa melalui wawasan nusantara?
  • Bagian mana dari penjelasan hakikat wilayah kedaulatan yang masih membutuhkan penguatan visual atau analogi konkret?

Murid:

  • Apa hal baru yang saya pahami tentang kedudukan laut dan udara Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara?
  • Apakah saya sudah mampu menjelaskan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan utuh yang tidak boleh terpecah?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Kedudukan Pulau-Pulau Terluar dan Perairan Nusantara dalam Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.1 Menjelaskan hakikat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memfasilitasi murid melakukan hening sejenak untuk memusatkan perhatian pada pembelajaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan kedudukan pulau terluar dan perairan nusantara dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI berdasarkan konsep Wawasan Nusantara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan apa fungsi Deklarasi Djuanda 1957 bagi wilayah laut Indonesia, dan sebutkan 1 contoh pulau terluar Indonesia!' (acuan: Deklarasi Djuanda menyatukan wilayah laut pedalaman antarpulau menjadi satu kesatuan wilayah kedaulatan NKRI; contoh pulau terluar: Pulau Rote, Pulau Ndana, Pulau Miangas, Pulau Sebatik, atau Pulau Weh) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati peta kepulauan Indonesia mengenai kedudukan perairan nusantara pasca-Deklarasi Djuanda serta sebaran pulau-pulau terluar sebagai titik pangkal penentu batas kedaulatan NKRI (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan kuis cepat 'Tebak Pulau dan Laut Nusantara' di mana murid mencocokkan 3 nama pulau terluar dengan posisinya: (1) Pulau Miangas -> perbatasan utara (Filipina), (2) Pulau Ndana/Rote -> perbatasan selatan (Australia), (3) Pulau Fanildo/Bras -> Samudra Pasifik/perbatasan timur (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Wilayah yang memuat 3 butir tugas penjelasan: (1) Menjelaskan kedudukan perairan nusantara sebagai perajut keutuhan wilayah NKRI dalam wawasan nusantara, (2) Menjelaskan arti strategis pulau-pulau terluar sebagai titik batas kedaulatan maritim NKRI, (3) Menjelaskan risiko bagi keutuhan wilayah NKRI jika pulau terluar diabaikan atau tidak dijaga (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penjelasannya dengan mencocokkan pada lembar indikator telaah konsep wawasan nusantara yang disajikan guru di papan tulis (10 menit).
  • Dua orang perwakilan murid membacakan penjelasan yang telah disusun dan mendapatkan konfirmasi penguatan konsep dari guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid merumuskan kesimpulan bersama bahwa pulau terluar dan laut nusantara merupakan satu kesatuan utuh kedaulatan wilayah NKRI yang tak terpisahkan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya mengenai tantangan mempertahankan kedaulatan (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas berisi intisari Deklarasi Djuanda dan peta titik pulau terluar; murid berkemampuan cepat diberikan teks kasus batas ZEE maritim.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru melalui pertanyaan terarah saat mengisi lembar analisis; murid berkemampuan cepat menyusun penjelasan secara mandiri dan lengkap.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penjelasan tertulis pada lembar analisis sesuai 3 butir tugas telaah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa fungsi Deklarasi Djuanda 1957 bagi perairan Indonesia dan sebutkan 1 nama pulau terluar Indonesia?' (acuan: Deklarasi Djuanda menetapkan laut antarpulau sebagai laut pedalaman pemersatu wilayah NKRI; contoh pulau terluar: Pulau Ndana, Pulau Miangas, Pulau Sekatung, Pulau Marore, atau Pulau Rote).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar analisis wilayah murid yang menilai ketepatan penjelasan pada 3 butir: (1) Kedudukan perairan nusantara sebagai penghubung/pemersatu pulau sesuai Wawasan Nusantara, (2) Kedudukan pulau terluar sebagai titik pangkal penetapan batas laut teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif NKRI, (3) Risiko hilangnya kedaulatan wilayah bila pulau terluar tidak dijaga (acuan: ketepatan konsep Wawasan Nusantara dan kedaulatan wilayah darat-laut NKRI).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menunjuk murid secara acak untuk menjawab: 'Mengapa pulau terluar tidak boleh dianggap sebagai wilayah pinggiran semata?' (acuan kriteria: jawaban memuat penjelasan bahwa pulau terluar menjadi penentu batas kedaulatan negara dan perisai keutuhan wilayah NKRI).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal tentang Deklarasi Djuanda dan pulau terluar
  • Penilaian tertulis lembar analisis wilayah yang memuat penjelasan kedudukan pulau terluar dan perairan nusantara

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kedudukan perairan nusantara dan pulau-pulau terluar dalam konteks Wawasan NusantaraBelum mampu menjelaskan kedudukan perairan nusantara dan pulau-pulau terluar, atau penjelasan yang diberikan keliru pada ketiga butir tugas.Mampu menjelaskan 1 dari 3 butir tugas dengan tepat mengenai kedudukan perairan nusantara atau pulau terluar dalam konteks Wawasan Nusantara.Mampu menjelaskan 2 dari 3 butir tugas dengan tepat mengenai kedudukan perairan nusantara dan pulau terluar dalam konteks Wawasan Nusantara secara runtut.Mampu menjelaskan seluruh 3 butir tugas dengan tepat, lengkap, dan runtut mengenai kedudukan perairan nusantara sebagai pemersatu, pulau terluar sebagai titik batas kedaulatan, serta risiko pengabaian pulau terluar bagi keutuhan NKRI.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid telah memahami makna perairan nusantara sebagai pemersatu wilayah bukan pemisah?
  • Apakah media peta yang digunakan efektif membantu murid mengenali letak strategis pulau-pulau terluar Indonesia?

Murid:

  • Apa arti penting perairan nusantara dan pulau terluar bagi keutuhan wilayah negaramu yang baru kamu pahami hari ini?
  • Bagian mana dari penjelasan materi hari ini yang menurutmu paling menarik?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Keterkaitan Luas Wilayah dan Kesenjangan Akses Antardaerah dengan Tantangan Mempertahankan Kedaulatan NKRI — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.2 Menunjukkan keterkaitan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara dengan tantangan mempertahankan kedaulatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu menunjukkan keterkaitan antara luas wilayah dan kesenjangan akses antardaerah dengan tantangan mempertahankan kedaulatan NKRI dalam wawasan nusantara (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat: 'Sebutkan 1 contoh tantangan pengawasan wilayah akibat luasnya perairan dan pulau di Indonesia!' (acuan: sulitnya patroli laut merata, potensi penyelundupan di laut lepas, keterbatasan pos pengamanan perbatasan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan peta infografis data wilayah Indonesia (luas daratan 1,9 juta km², belasan ribu pulau) dan contoh disparitas infrastruktur/akses antardaerah (jalur transportasi, logistik pangan, fasilitas telekomunikasi) (10 menit).
  • Murid diajak menyadari secara mendalam bahwa wawasan nusantara memandang seluruh wilayah dan rakyat Indonesia sebagai satu kesatuan utuh, sehingga keterbatasan akses di daerah terpencil bukan hanya persoalan lokal melainkan urusan keutuhan kedaulatan bersama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan cepat 'Pasang Taut Kedaulatan', di mana murid menjodohkan kartu kondisi wilayah/akses dengan kartu tantangan kedaulatan NKRI secara ceria dan tepat waktu (10 menit).
  • Setiap pasangan murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Keterkaitan untuk menunjukkan hubungan logis pada 3 skenario nyata: Skenario 1 (Wilayah laut sangat luas antar-pulau terpencil di Maluku) -> Keterkaitan tantangan kedaulatan: Patroli keamanan laut terbatas sehingga rentan penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing; Skenario 2 (Akses jalan darat dan logistik pangan terbatas di pedalaman perbatasan Papua) -> Keterkaitan tantangan kedaulatan: Ketergantungan pasokan sembako pada negara tetangga dan rentannya rasa ketidakadilan sosial; Skenario 3 (Kesenjangan infrastruktur jaringan komunikasi internet di pulau kecil terluar Natuna) -> Keterkaitan tantangan kedaulatan: Keterlambatan deteksi dini ancaman asing dan hambatan integrasi informasi pertahanan nasional (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan murid membacakan keterkaitan yang dirumuskan, sementara guru memverifikasi ketepatan logika hubungan antara luas wilayah/kesenjangan akses dengan kedaulatan NKRI sesuai acuan (10 menit).
  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan merefleksikan pentingnya pemerataan pembangunan sebagai wujud nyata menjaga persatuan bangsa dan kedaulatan wilayah NKRI (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa keutuhan wilayah NKRI membutuhkan keadilan akses dan pembangunan yang merata agar kedaulatan negara terjaga di setiap jengkal perbatasan dan kepulauan (4 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca topik posisi geografis perbatasan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu visual peta koridor jalur transportasi dan pelabuhan bagi murid yang membutuhkan bantuan konkret memahami jarak geografis.
  • Proses: Memberikan bimbingan terstruktur berupa panduan pertanyaan 'sebab-akibat' bagi murid yang kesulitan menghubungkan kondisi kesenjangan fisik dengan aspek pertahanan negara, serta memberikan skenario tambahan (jalur perlintasan perbatasan darat Kalimantan) bagi murid yang belajar cepat.
  • Produk: Murid dapat menuangkan keterkaitan dalam bentuk bagan alur sebab-akibat atau paragraf argumentatif singkat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan apersepsi di awal pelajaran: 'Sebutkan 1 contoh tantangan pengawasan wilayah akibat luasnya perairan dan pulau di Indonesia!' (acuan jawaban: keterbatasan armada patroli laut, kerawanan pencurian ikan/ilegal fishing di perairan sepi, sulitnya menjangkau pulau-pulau perbatasan secara cepat).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan diskusi pasangan dan pengecekan ketepatan pengerjaan LKPD 3 skenario: (1) Wilayah laut luas -> rentan pencurian SDA laut/kapal ilegal; (2) Akses logistik perbatasan minim -> ketergantungan kebutuhan hidup pada negara tetangga dan ancaman loyalitas bangsa; (3) Kesenjangan akses komunikasi pulau kecil -> lemahnya pemantauan teritorial dan respons pertahanan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir inti: Murid menuliskan satu kalimat simpulan yang menunjukkan keterkaitan antara pemerataan akses antardaerah dengan upaya menjaga kedaulatan NKRI (kriteria penerimaan: jawaban menyatakan bahwa ketiadaan atau kesenjangan akses memperlemah pengawasan teritorial atau memicu ketimpangan yang membahayakan persatuan dan pertahanan negara).

Formatif:

  • Penilaian kinerja LKPD Analisis Keterkaitan: menilai ketepatan menunjukkan hubungan antara kondisi luas wilayah/kesenjangan akses dengan tantangan mempertahankan kedaulatan pada 3 skenario.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan keterkaitan luas wilayah dan kesenjangan akses dengan tantangan kedaulatan NKRIBelum mampu menunjukkan keterkaitan pada ketiga skenario yang diberikan secara tepat atau keterkaitan yang dibuat tidak memuat hubungan sebab-akibat dengan tantangan pertahanan/kedaulatan.Menunjukkan keterkaitan secara tepat pada 1 dari 3 skenario sesuai acuan (Skenario 1: patroli laut terbatas/pencurian ikan; Skenario 2: ketergantungan pasokan asing/kerentanan loyalitas; Skenario 3: hambatan komunikasi teritorial/keterlambatan respons ancaman).Menunjukkan keterkaitan secara tepat pada 2 dari 3 skenario sesuai acuan kedaulatan negara.Menunjukkan keterkaitan secara tepat dan runtut pada seluruh 3 skenario sesuai acuan kedaulatan negara secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan simulasi permainan kartu 'Pasang Taut Kedaulatan' berhasil membantu murid memahami hubungan abstrak antara kesenjangan akses dan kedaulatan wilayah?
  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada pengerjaan analisis skenario mencukupi untuk semua kelompok berpasangan?

Murid:

  • Bagian mana dari materi hubungan luas wilayah Indonesia dengan tantangan mempertahankan kedaulatan yang paling membuka wawasanmu hari ini?
  • Mengapa pemerataan akses jalan, sinyal, dan kebutuhan pokok di daerah terluar menjadi hal penting bagi seluruh rakyat Indonesia?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Keterkaitan Posisi Geografis Perbatasan dan Keragaman Sosial dengan Tantangan Mempertahankan Kedaulatan NKRI — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.2 Menunjukkan keterkaitan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara dengan tantangan mempertahankan kedaulatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menunjukkan keterkaitan posisi geografis perbatasan dan keragaman sosial dengan tantangan mempertahankan kedaulatan NKRI dalam konteks wawasan nusantara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang posisi geografis dan keragaman: (1) Sebutkan 1 contoh batas darat Indonesia dengan negara tetangga; (2) Sebutkan bentuk keragaman sosial di Indonesia yang menuntut persatuan (acuan: 1. Malaysia/Timor Leste/Papua Nugini; 2. suku bangsa/agama/budaya/bahasa daerah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati pemaparan peta perbatasan dan infografik keragaman sosial Indonesia yang disajikan guru, berfokus pada letak geografis perbatasan dan kondisi masyarakat majemuk dalam kerangka wawasan nusantara (10 menit).
  • Guru membagikan Lembar Telaah Keterkaitan yang memuat 3 studi kasus singkat: Kasus 1 (Penyelundupan barang dan pelintasan batas ilegal di garis batas darat Kalimantan), Kasus 2 (Sengketa klaim wilayah perikanan di Laut Natuna Utara), dan Kasus 3 (Gesekan antarkelompok akibat provokasi isu keragaman di daerah pelosok) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain 'Tantangan Hubung Cepat': secara berpasangan, murid memasangkan 3 kartu kondisi wilayah dengan 3 kartu tantangan kedaulatan yang tepat. Kartu kondisi: A. 'Garis batas laut terbuka dekat jalur pelayaran internasional', B. 'Kawasan perbatasan darat terpencil berhutan lebat', C. 'Masyarakat perbatasan multietnis dan multikeyakinan'. Kartu tantangan: 1. 'Kerentanan terhadap penyelundupan orang dan barang lewat jalur tikus', 2. 'Potensi pelanggaran zona ekonomi eksklusif dan kedaulatan laut oleh kapal asing', 3. 'Potensi disintegrasi jika toleransi dan integrasi sosial melemah' (acuan kunci pasangan: A-2, B-1, C-3) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Telaah Keterkaitan dengan menunjukkan minimal 3 keterkaitan antara posisi perbatasan/keragaman sosial dengan tantangan kedaulatan berdasarkan 3 studi kasus yang telah dibaca (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengidentifikasi kembali keterkaitan paling mendasar antara luasnya batas geografis dan kemajemukan sosial terhadap kedaulatan NKRI, serta menuliskan satu kesadaran wawasan nusantara yang mereka peroleh di lembar catatan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid pada lembar telaah dan mengonfirmasi ketercapaian pasangan dalam tantangan kartu (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa posisi geografis perbatasan dan keragaman sosial berkaitan erat dengan tantangan menjaga kedaulatan wilayah NKRI (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci yang menghubungkan konsep posisi perbatasan dengan jenis ancaman; murid yang cepat diberikan teks pengayaan tentang pengawasan perbatasan berbasis masyarakat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mencocokkan kartu pada tantangan hubung cepat, sedangkan murid mahir menganalisis keterkaitan tanpa bantuan panduan kata kunci.
  • Produk: Murid dapat menuliskan keterkaitan dalam bentuk peta konsep berpasangan atau narasi tertulis berbutir pada lembar telaah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di pendahuluan: Murid menjawab 2 pertanyaan acuan: (1) Sebutkan 1 negara yang berbatasan darat langsung dengan Indonesia (acuan: Malaysia, Timor Leste, atau Papua Nugini); (2) Sebutkan 1 unsur keragaman sosial dalam masyarakat Indonesia (acuan: suku, agama, ras, atau golongan). Kriteria: murid yang menjawab benar kedua butir dikelompokkan siap belajar mandiri; murid yang keliru atau belum menjawab diberikan panduan konsep pengantar.

Proses:

  • Observasi ketepatan pemasangan 3 kartu kondisi wilayah dan tantangan kedaulatan pada tahap Mengaplikasi (acuan kunci: A-2, B-1, C-3). Kriteria: tepat 3 pasangan = sangat baik, 2 pasangan = cukup, <2 pasangan = perlu bimbingan pendidik.
  • Pemeriksaan ketepatan Lembar Telaah Keterkaitan: murid menunjukkan keterkaitan pada 3 kasus: Kasus 1 (batas darat terpencil berkaitan dengan penyelundupan lintas batas), Kasus 2 (posisi laut strategis perbatasan berkaitan dengan pelanggaran kedaulatan laut ZEE oleh kapal asing), Kasus 3 (kemajemukan sosial di daerah perbatasan berkaitan dengan ancaman disintegrasi jika terjadi konflik horizontal). Acuan: tepat jika mencantumkan faktor wilayah/sosial dan tantangan kedaulatannya secara logis.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (exit ticket) berupa 2 butir pernyataan keterkaitan: (1) Keterkaitan posisi geografis perbatasan darat berhutan dengan kedaulatan (acuan: perbatasan yang sulit diawasi memicu kerentanan jalur ilegal/penyelundupan yang mengancam ketertiban hukum dan kedaulatan); (2) Keterkaitan keragaman sosial masyarakat dengan kedaulatan (acuan: jika rasa persatuan memudar, keragaman rentan dimanfaatkan pihak luar untuk memicu konflik horizontal dan disintegrasi bangsa).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan 'Tantangan Hubung Cepat' (pemasangan 3 pasangan kartu)
  • Penilaian tertulis lembar telaah keterkaitan posisi geografis dan keragaman sosial dengan tantangan kedaulatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menunjukkan Keterkaitan Posisi Geografis Perbatasan dengan Tantangan Mempertahankan KedaulatanBelum mampu menunjukkan keterkaitan antara letak/posisi perbatasan dengan tantangan kedaulatan (0 dari 2 kasus posisi geografis tepat).Menunjukkan keterkaitan antara posisi perbatasan dengan tantangan kedaulatan pada 1 dari 2 kasus geografis secara tepat (sesuai acuan kunci Kasus 1 atau Kasus 2).Menunjukkan keterkaitan antara posisi perbatasan dengan tantangan kedaulatan pada kedua kasus geografis secara tepat (sesuai acuan kunci Kasus 1 dan Kasus 2).Menunjukkan keterkaitan antara posisi perbatasan dengan tantangan kedaulatan pada kedua kasus geografis secara tepat (sesuai acuan kunci Kasus 1 dan Kasus 2) serta memberikan contoh rincian dampak terhadap pengawasan batas negara secara mandiri.
Ketepatan Menunjukkan Keterkaitan Keragaman Sosial dengan Tantangan Mempertahankan KedaulatanBelum mampu menunjukkan keterkaitan antara kemajemukan sosial dengan tantangan menjaga keutuhan kedaulatan (belum memenuhi acuan kunci Kasus 3).Menunjukkan keterkaitan antara keragaman sosial dengan tantangan menjaga kedaulatan pada Kasus 3 namun hubungan sebab-akibatnya masih belum tepat.Menunjukkan keterkaitan antara keragaman sosial dengan tantangan kedaulatan secara tepat sesuai acuan kunci Kasus 3 (keragaman yang terpecah memicu ancaman disintegrasi wilayah).Menunjukkan keterkaitan antara keragaman sosial dengan tantangan kedaulatan secara tepat dan runtut sesuai acuan kunci Kasus 3 serta melengkapi dengan analisis pentingnya integrasi wawasan nusantara secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan 'Tantangan Hubung Cepat' berhasil membantu murid mengaitkan posisi geografis dan kondisi sosial dengan tantangan kedaulatan secara aktif dan menggembirakan?
  • Bagian studi kasus mana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid dalam merumuskan hubungan sebab-akibat?

Murid:

  • Tantangan nyata apa di wilayah perbatasan Indonesia yang baru kamu ketahui setelah pembelajaran hari ini?
  • Mengapa menjaga kerukunan di tengah keragaman sosial penting untuk mempertahankan kedaulatan negara?

Pertemuan 5 — Merancang Aksi Partisipasi Aktif Menjaga Persatuan dan Mencegah Disintegrasi di Lingkungan Satuan Pendidikan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.3 Merancang aksi partisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan merancang aksi partisipasi aktif menjaga keutuhan NKRI di lingkungan satuan pendidikan (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasifikasi cepat: murid memilah 4 contoh tindakan di sekolah apakah termasuk 'Menjaga Persatuan' atau 'Memicu Disintegrasi'. Tindakan 1: 'Membentuk geng bermain yang hanya menerima teman satu suku' (acuan: Disintegrasi); Tindakan 2: 'Mengajak siswa baru dari daerah lain untuk bergabung dalam kelompok belajar' (acuan: Menjaga Persatuan); Tindakan 3: 'Mengejek logat bicara teman saat presentasi' (acuan: Disintegrasi); Tindakan 4: 'Mendengarkan masukan seluruh anggota kelas tanpa membeda-bedakan latar belakang' (acuan: Menjaga Persatuan) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menelaah lembar telaah komponen rancangan aksi menjaga persatuan sekolah yang mencakup 4 elemen: (1) Nama & fokus aksi pencegahan disintegrasi, (2) Sasaran & lokasi pelaksanaan di sekolah, (3) Rincian tahapan langkah aksi, (4) Bukti konkret ketercapaian aksi (12 menit).
  • Dalam format permainan kelompok 'Pilah Komponen Rancangan', setiap kelompok menjodohkan kartu bagian rancangan ke bagan perencanaan yang disediakan di papan tulis untuk memastikan pemahaman struktur rancangan (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Secara berkelompok (3-4 orang), murid merancang sebuah aksi partisipasi aktif menjaga keutuhan wilayah NKRI di lingkungan satuan pendidikan pada Lembar Kerja Perancangan Aksi, dengan memilih 1 dari 3 pilihan fokus isu sekolah: Isu A: Mengatasi pengelompokan pertemanan berbasis suku/asal daerah di kelas; Isu B: Menghentikan perundungan verbal berbasis perbedaan identitas di media sosial antarsiswa; Isu C: Menggalang kegiatan kolaborasi belajar bersama lintas latar belakang (25 menit).
  • Kelompok melengkapi rancangan aksi dengan 4 elemen wajib: menentukan nama aksi yang spesifik, sasaran warga sekolah, 3 langkah konkret pelaksanaan aksi, serta 1 indikator bukti keberhasilan aksi persatuan yang terukur di sekolah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok menempelkan lembar rancangan aksi pada dinding kelas untuk saling membaca rancangan kelompok lain dan memeriksa kelengkapan elemen aksi (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 komponen pokok dalam merancang aksi persatuan guna mencegah disintegrasi di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil rancangan kelompok serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai perancangan aksi di lingkungan masyarakat (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh rancangan aksi terstruktur dengan panduan kalimat bantu untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan, serta menyediakan studi kasus isu sekolah yang lebih kompleks untuk kelompok yang siap.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan difasilitasi langsung oleh guru dalam menyusun urutan langkah aksi, sedangkan kelompok mandiri menyusun variasi tahapan aksi secara mandiri.
  • Produk: Format rancangan aksi dapat disajikan berupa matriks tabel rancangan tertulis atau diagram alur langkah kerja aksi persatuan sekolah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Klasifikasi 4 contoh tindakan di sekolah: (1) Membentuk geng bermain hanya satu suku (kunci: Memicu Disintegrasi), (2) Mengajak siswa baru dari daerah lain bergabung belajar (kunci: Menjaga Persatuan), (3) Mengejek logat bicara teman (kunci: Memicu Disintegrasi), (4) Mendengarkan masukan semua anggota kelas tanpa membedakan latar belakang (kunci: Menjaga Persatuan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan kelompok dan pemeriksaan kelengkapan 4 elemen rancangan aksi persatuan sekolah pada LKPD (nama & fokus isu disintegrasi, sasaran di sekolah, 3 langkah konkret pelaksanaan, dan 1 indikator bukti keberhasilan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat berupa penyebutan 4 elemen wajib dalam rancangan aksi menjaga persatuan sekolah (acuan: nama/fokus aksi, sasaran di sekolah, tahapan langkah tindakan, dan bukti keberhasilan).

Formatif:

  • Penilaian proses perancangan aksi persatuan sekolah menggunakan rubrik rancangan aksi partisipasi aktif

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Elemen Rancangan Aksi Partisipasi Aktif di SekolahMerumuskan rancangan aksi yang hanya memuat 1 dari 4 elemen wajib (fokus aksi, sasaran, 3 langkah tindakan, indikator bukti).Merumuskan rancangan aksi yang memuat 2 dari 4 elemen wajib secara tepat.Merumuskan rancangan aksi yang memuat 3 dari 4 elemen wajib secara tepat dan runtut.Merumuskan rancangan aksi lengkap yang mencakup seluruh 4 elemen wajib (fokus isu persatuan/pencegahan disintegrasi, sasaran di sekolah, 3 tahapan langkah tindakan konkret, dan 1 indikator keberhasilan terukur) secara terperinci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap penyusunan rancangan aksi mencukupi bagi setiap kelompok?
  • Apakah murid mampu mengidentifikasi langkah tindakan pencegahan disintegrasi yang realistis diterapkan di sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari penyusunan rancangan aksi pencegahan disintegrasi sekolah yang paling menantang bagimu?
  • Bagaimana perasaanmu saat merancang aksi untuk mempererat persatuan antarteman di sekolah?

Pertemuan 6 — Merancang Aksi Partisipasi Aktif Merawat Kerukunan dan Keutuhan NKRI di Lingkungan Masyarakat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.3 Merancang aksi partisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, mengecek kehadiran, serta menciptakan suasana kelas yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merancang aksi partisipasi aktif untuk merawat kerukunan dan keutuhan NKRI di lingkungan masyarakat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak cepat kesiapan merancang aksi partisipasi masyarakat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati Lembar Panduan Rancangan Aksi Masyarakat yang memuat 4 komponen rancangan: (1) Identifikasi isu pemecah kerukunan warga (misal: hoaks isu SARA di grup RT, perselisihan fasilitas umum, pengabaian warga pendatang baru); (2) Nama aksi partisipasi; (3) Langkah-langkah pelaksanaan aksi nyata; (4) Pihak sasaran/warga yang dilibatkan (8 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid memainkan tantangan seru 'Tebak Solusi Rukun': guru membagikan kartu berisi 3 contoh masalah kerukunan warga dan murid berlomba cepat mencocokkan tindakan partisipasi aktif yang paling tepat (masalah 1: warga pendatang enggan membaur -> solusi: mengadakan kerja bakti dan festival kuliner RT; masalah 2: penyebaran pesan berantai fitnah antarwarga -> solusi: sosialisasi saring sebelum sharing di pos ronda; masalah 3: perebutan area parkir bersama -> solusi: musyawarah warga menyusun tata tertib bersama) (12 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap kelompok memilih satu fokus isu disintegrasi/ketidakharmonisan yang terjadi di lingkungan masyarakat (seperti kabar bohong pemecah kerukunan antarwarga, segregasi warga lama dan pendatang, atau pengabaian kegiatan gotong royong) lalu menyusun draf dokumen rancangan aksi partisipasi aktif (15 menit).
  • Murid melengkapi draf rancangan aksi ke dalam format matriks kerja yang mencakup nama aksi, tujuan merawat kerukunan NKRI, sasaran warga, 3 langkah konkret pelaksanaan, dan indikator keberhasilan rancangan (14 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua kelompok saling bertukar dokumen rancangan aksi untuk melakukan telaah silang berbasis rubrik; setiap kelompok mencermati apakah 4 komponen rancangan (isu, nama aksi, langkah konkret, sasaran warga) sudah lengkap dan realistis dijalankan (8 menit).
  • Murid secara sadar menyimpulkan prinsip penting bahwa menjaga keutuhan wilayah NKRI tidak hanya sebatas perbatasan negara, melainkan berakar dari kerukunan antarwarga di tingkat RT/RW dan desa (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap seluruh hasil dokumen rancangan aksi partisipasi masyarakat yang dibuat murid (3 menit).
  • Murid menjawab cek pemahaman singkat akhir sesi secara mandiri pada selembar kertas kendali rancangan (3 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Mempraktikkan tindakan berpartisipasi aktif menjaga keutuhan wilayah NKRI), mengapresiasi kerja sama kelas, dan menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rincian tahapan aksi bergambar, sedangkan kelompok yang lebih cepat diberikan studi kasus kerukunan multikultural yang lebih kompleks.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan langsung terarah (scaffolding) pada perumusan langkah konkret bagi kelompok pemula, sementara kelompok mandiri menyusun variasi alur aksi secara mandiri.
  • Produk: Format penyajian draf rancangan aksi dapat berupa bagan matriks tabel sederhana atau peta pikiran alur aksi bergambar, dengan muatan 4 komponen rancangan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan kesiapan merancang aksi kerukunan masyarakat melalui 3 butir pertanyaan respons cepat: (1) 'Apakah gotong royong membersihkan selokan desa termasuk aksi menjaga keutuhan NKRI?' (acuan kunci: Ya, karena memupuk persatuan dan kerukunan warga); (2) 'Sebutkan 1 contoh pemicu perpecahan antarwarga di lingkungan sekitar!' (kriteria penerimaan: menyebutkan isu relevan seperti hoaks/fitnah, kecemburuan sosial, atau perselisihan antarkelompok); (3) 'Sebutkan 1 komponen yang wajib ada saat merencanakan kegiatan bersama warga!' (kriteria penerimaan: menyebutkan tujuan, langkah kegiatan, sasaran, atau panitia).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penyusunan dokumen rancangan aksi partisipasi aktif masyarakat dengan memeriksa kelengkapan 4 komponen wajib: (1) Isu kerukunan yang diangkat; (2) Nama dan tujuan aksi; (3) Minimal 3 tahapan langkah pelaksanaan yang runut dan logis; (4) Pihak/sasaran warga yang dilibatkan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis berupa pemeriksaan 3 elemen kunci rancangan: Murid menuliskan (1) Isu disintegrasi masyarakat yang dipilih; (2) Nama aksi rancangannya; (3) 1 alasan mengapa aksi tersebut mampu merawat kerukunan NKRI (kriteria penerimaan: alasan logis mengaitkan kerukunan warga lokal dengan pencegahan perpecahan bangsa).

Formatif:

  • Penilaian performa proses kerja kelompok perumusan draf dokumen rancangan aksi
  • Lembar telaah silang antarkelompok untuk memeriksa kelengkapan 4 komponen rancangan aksi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen Rancangan Aksi MasyarakatRancangan hanya memuat 1 komponen dari 4 komponen acuan (isu kerukunan, nama aksi, minimal 3 langkah aksi, pihak sasaran).Rancangan memuat 2 komponen dari 4 komponen acuan secara tepat.Rancangan memuat 3 dari 4 komponen acuan secara tepat dan runtut.Rancangan memuat seluruh 4 komponen acuan (isu kerukunan, nama aksi, minimal 3 langkah aksi, pihak sasaran) secara lengkap, tepat, dan realistis diterapkan di masyarakat.
Keterkaitan Langkah Aksi dengan Penjagaan Keutuhan NKRILangkah aksi yang dirancang tidak relevan dengan upaya merawat kerukunan atau mencegah perpecahan warga.Merumuskan 1 langkah aksi yang relevan merawat kerukunan warga di lingkungan masyarakat.Merumuskan 2 langkah aksi yang relevan dan saling mendukung untuk merawat kerukunan warga.Merumuskan minimal 3 langkah aksi konkret yang runtut, realistis, dan berdampak langsung pada pemeliharaan kerukunan serta keutuhan NKRI di masyarakat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu perancangan aksi partisipasi masyarakat mencukupi bagi seluruh kelompok untuk merumuskan langkah konkret?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid mengenai hubungan antara kerukunan rukun tetangga/warga dengan keutuhan kedaulatan NKRI?

Murid:

  • Bagian mana dari perancangan aksi kerukunan warga yang paling menantang untuk saya dan kelompok saya rumuskan?
  • Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini mengenai peran warga dalam menjaga agar masyarakat tidak terpecah belah?

Pertemuan 7 — Mempraktikkan Tindakan Berpartisipasi Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI Melalui Penguatan Kerukunan Sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.4 Mempraktikkan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam pembuka, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mempraktikkan tindakan partisipasi aktif menjaga keutuhan wilayah NKRI melalui penguatan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta mengangkat kartu hijau (tindakan menjaga keutuhan/kerukunan) atau kartu merah (bukan tindakan menjaga keutuhan) terhadap 2 pernyataan: (1) Mengajak teman dari daerah asal berbeda untuk belajar kelompok bersama; (2) Memilih-milih teman hanya yang satu suku/daerah asal saja. Acuan: (1) kartu hijau, (2) kartu merah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati 4 skenario situasi perpecahan/ketegangan sehari-hari yang disajikan guru: Skenario A (Ejekan logat daerah antarsiswa di kelas), Skenario B (Perebutan fasilitas lapangan olahraga sekolah yang berujung polarisasi kelompok), Skenario C (Penyebaran kabar bohong bernuansa SARA antarteman sekelas), dan Skenario D (Penolakan kerja kelompok dengan siswa pindahan dari luar pulau) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) membedah 1 skenario yang dibagikan untuk merumuskan wujud tindakan partisipasi aktif yang konkret guna menyelesaikan ketegangan dan menjaga kerukunan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui tantangan simulasi peran ceria 'Aksi Nyata Rukun Bersatu', tiap kelompok mempraktikkan secara langsung tindakan partisipasi aktif penyelesaian konflik sesuai skenario: Kelompok A memperagakan tindakan menegur dan merangkul teman korban ejekan logat; Kelompok B memperagakan musyawarah pembagian jadwal pemakaian lapangan yang adil; Kelompok C memperagakan klarifikasi fakta bersama dan menolak meneruskan hoaks; Kelompok D memperagakan inisiatif menyambut serta mengajak siswa baru masuk tim (20 menit).
  • Murid melakukan peer-practice secara berpasangan mempraktikkan ikrar komitmen tindakan personal harian menjaga keutuhan NKRI di lingkungan sekolah (misalnya: tidak melabeli teman dengan stereotipe daerah, bersedia bekerja sama lintas latar belakang) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar ceklist refleksi diri pelaksanaan tindakan menjaga kerukunan harian dan mengevaluasi kemudahan serta tantangan mempraktikkannya secara konsisten (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru bersama-sama menyimpulkan inti praktik tindakan partisipasi aktif yang telah dijalankan di kelas (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menyampaikan gambaran umum agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 5), kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan skenario situasi tertulis dengan panduan dialog terstruktur bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap, dan skenario terbuka tanpa naskah bagi kelompok yang siap mempraktikkan improvisasi.
  • Proses: Memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang masih ragu memilih bentuk aksi penengah kerukunan, serta membebaskan kelompok mandiri langsung mengeksekusi simulasi peran.
  • Produk: Praktik tindakan dilakukan melalui simulasi peran langsung di kelas dengan pilihan fokus skenario lingkungan kelas, area kantin, atau lapangan sekolah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Respon cepat murid menggunakan kartu warna terhadap 2 pernyataan diagnostik: (1) Mengajak teman dari daerah asal berbeda untuk belajar kelompok bersama; (2) Memilih-milih teman hanya yang satu suku/daerah asal saja. Kriteria penerimaan/acuan: Pernyataan 1 = kartu hijau (benar/tindakan menjaga keutuhan), Pernyataan 2 = kartu merah (bukan tindakan menjaga keutuhan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja simulasi praktik tindakan partisipasi aktif menjaga keutuhan wilayah NKRI berdasarkan 4 skenario (Skenario A: intervensi suportif terhadap ejekan logat; Skenario B: musyawarah fasilitas bersama; Skenario C: penghentian hoaks perpecahan; Skenario D: inklusi siswa pindahan). Indikator ketercapaian: tindakan yang dipraktikkan konkret meredakan ketegangan, menumbuhkan kerukunan, dan dilakukan tanpa paksaan guru.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan komitmen tindakan melalui lembar ceklist personal berisi 3 tindakan harian wajib pilih: (1) Menyapa dan berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku/latar belakang; (2) Mencegah pertengkaran antarteman dengan memediasi secara damai; (3) Menghargai perbedaan adat/kebiasaan teman di kelas. Kriteria penerimaan: Murid memilih minimal 2 tindakan dan mempraktikkan 1 komitmen langsung di kelas.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja simulasi peran praktik tindakan menjaga keutuhan NKRI melalui penguatan kerukunan sehari-hari
  • Lembar ceklist penilaian diri praktik tindakan kerukunan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Tindakan Berpartisipasi Aktif Menjaga Keutuhan NKRI Sehari-hariBelum mampu mempraktikkan tindakan menjaga kerukunan saat simulasi situasi konflik meskipun telah diarahkan oleh guru.Mampu mempraktikkan tindakan menjaga kerukunan dalam simulasi dengan bimbingan dan arahan penuh dari guru.Mampu mempraktikkan tindakan partisipasi aktif menjaga kerukunan sesuai skenario situasi secara mandiri dan tepat menyelesaikan ketegangan.Mampu mempraktikkan tindakan partisipasi aktif menjaga kerukunan secara konsisten, mandiri, dan berinisiatif memediasi situasi perbedaan pada lebih dari satu skenario/konteks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam mempraktikkan tindakan partisipasi menjaga kerukunan selama kegiatan simulasi?
  • Bagaimana respons murid terhadap suasana pembelajaran simulasi peran yang dirancang menggembirakan?

Murid:

  • Tindakan nyata apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya praktikkan dalam menjaga kerukunan antarteman setiap hari?
  • Bagaimana perasaan saya setelah berhasil mempraktikkan tindakan yang mendukung persatuan di lingkungan sekolah?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.5.1 Menjelaskan hakikat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara
  • TP 9.5.2 Menunjukkan keterkaitan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam konteks wawasan nusantara dengan tantangan mempertahankan kedaulatan
  • TP 9.5.3 Merancang aksi partisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan satuan pendidikan dan masyarakat
  • TP 9.5.4 Mempraktikkan tindakan berpartisipasi aktif untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan 28 murid di kelas secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup 3 rangkaian bukti: tes tertulis uraian analitis individual, penilaian dokumen proposal rencana aksi kelompok, dan verifikasi portofolio jurnal tindakan harian murid (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang tata tertib, rubrik penilaian, serta petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis individual, penyerahan proposal rencana aksi kelompok, dan verifikasi jurnal tindakan (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan tes tertulis uraian serentak secara mandiri selama 35 menit yang memuat 2 butir soal: Butir 1 (TP 9.5.1): Menjelaskan hakikat wilayah NKRI berlandaskan Wawasan Nusantara beserta batas dan kedaulatannya [Acuan jawaban benar memuat: konsepsi negara kepulauan yang menyatukan daratan, lautan, dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan utuh; batas darat berbatasan langsung dengan Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini; batas laut teritorial 12 mil laut diukur dari garis pangkal kepulauan sesuai Deklarasi Djuanda/UNCLOS 1982]. Butir 2 (TP 9.5.2): Menunjukkan keterkaitan kondisi geografis pulau terluar dan luas wilayah dengan tantangan pertahanan kedaulatan negara [Acuan jawaban benar memuat: keterpencilan pulau terluar menyulitkan pengawasan militer dan logistik patroli; memicu kerentanan pelanggaran batas wilayah/pencurian ikan/penyelundupan; kesenjangan infrastruktur antardaerah memperlemah integrasi nasional dan ketahanan sosial perbatasan] (35 menit).
  • Kelompok murid (4-5 orang) mengumpulkan dokumen proposal rencana aksi persatuan di sekolah (TP 9.5.3) untuk dinilai guru selama 20 menit berpedoman pada rubrik kelayakan rencana: memuat nama aksi nyata sekolah, jadwal implementasi, pembagian peran spesifik tiap anggota, dan target kontribusi terukur dalam merawat kerukunan serta mencegah perundungan/disintegrasi antarsiswa (20 menit).
  • Setiap murid menyerahkan portofolio jurnal tindakan harian individual (TP 9.5.4) yang memuat catatan rekapitulasi tindakan nyata merawat kerukunan teman sebaya di sekolah selama 1 minggu dan refleksi dampaknya untuk diverifikasi guru melalui wawancara singkat konfirmasi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menuliskan refleksi singkat pada lembar asesmen tentang ketuntasan pengerjaan tes, konsistensi pelaksanaan aksi persatuan, dan komitmen pribadi dalam menjaga keutuhan NKRI ke depan (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis, dokumen proposal kelompok, dan lembar verifikasi jurnal tindakan yang telah diselesaikan (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran murid dalam asesmen, menyampaikan kesimpulan penutup Bab 5 mengenai pentingnya menjaga keutuhan NKRI, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses berupa format teks soal tes tertulis dengan ukuran huruf yang lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir soal maupun indikator penilaian.
  • Proses: Penyediaan ruang duduk terpisah yang tenang di sudut kelas bagi murid yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi tanpa ada penambahan waktu.
  • Produk: Format penulisan proposal kelompok dan jurnal harian dapat berupa cetak rapi maupun tulisan tangan yang terbaca jelas sesuai ketersediaan sarana murid tanpa mengurangi kriteria substansi rubrik.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis uraian analitis serentak dan penilaian portofolio rencana serta jurnal tindakan partisipasi aktif: lembar jawaban tes tertulis individual mengenai hakikat wilayah NKRI dan keterkaitannya dengan tantangan kedaulatan, dokumen proposal rencana aksi persatuan di sekolah, serta verifikasi jurnal tindakan harian murid dalam menjaga persatuan
  • tes tertulis uraian serentak: lembar jawaban tertulis individual murid yang dikerjakan serentak oleh 28 murid kelas, memuat uraian hakikat wilayah NKRI berlandaskan wawasan nusantara (batas dan kedaulatan) serta argumen keterkaitan kondisi geografis pulau terluar dengan tantangan pertahanan kedaulatan negara (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dengan kriteria: (1) ketepatan penjelasan konsep hakikat wilayah dan batas kedaulatan NKRI, (2) ketajaman argumentasi korelasi kondisi geografis perbatasan dengan tantangan kedaulatan)
  • penilaian produk rencana aksi kelompok: dokumen proposal program aksi kelompok beranggotakan 4-5 murid berisi nama kegiatan, jadwal implementasi, pembagian peran individual yang jelas, dan target kontribusi nyata dalam merawat kerukunan dan persatuan di satuan pendidikan (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kelayakan rencana dengan kriteria: (1) kejelasan tujuan penguatan persatuan di lingkungan sekolah, (2) rasionalitas jadwal dan rincian pembagian peran anggota kelompok, (3) keterukuran target dampak kerukunan)
  • penilaian portofolio jurnal tindakan dan verifikasi diri: lembar verifikasi dan penilaian portofolio jurnal tindakan harian individual murid yang berisi rekapitulasi tindakan nyata menjaga kerukunan antarteman, pencegahan perundungan/disintegrasi di sekolah, serta catatan refleksi diri yang dikonfirmasi oleh guru (15 menit; individual; instrumen: rubrik verifikasi portofolio jurnal tindakan dengan kriteria: (1) konsistensi pelaksanaan tindakan nyata menjaga persatuan, (2) kedalaman refleksi atas dampak tindakan bagi integrasi sosial lingkungan sekolah, (3) kelengkapan bukti catatan keterlibatan aktif)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis uraian analitis serentak dan penilaian portofolio rencana serta jurnal tindakan partisipasi aktif: lembar jawaban tes tertulis individual mengenai hakikat wilayah NKRI dan keterkaitannya dengan tantangan kedaulatan, dokumen proposal rencana aksi persatuan di sekolah, serta verifikasi jurnal tindakan harian murid dalam menjaga persatuan
  • tes tertulis uraian serentak: lembar jawaban tertulis individual murid yang dikerjakan serentak oleh 28 murid kelas, memuat uraian hakikat wilayah NKRI berlandaskan wawasan nusantara (batas dan kedaulatan) serta argumen keterkaitan kondisi geografis pulau terluar dengan tantangan pertahanan kedaulatan negara (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dengan kriteria: (1) ketepatan penjelasan konsep hakikat wilayah dan batas kedaulatan NKRI, (2) ketajaman argumentasi korelasi kondisi geografis perbatasan dengan tantangan kedaulatan)
  • penilaian produk rencana aksi kelompok: dokumen proposal program aksi kelompok beranggotakan 4-5 murid berisi nama kegiatan, jadwal implementasi, pembagian peran individual yang jelas, dan target kontribusi nyata dalam merawat kerukunan dan persatuan di satuan pendidikan (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kelayakan rencana dengan kriteria: (1) kejelasan tujuan penguatan persatuan di lingkungan sekolah, (2) rasionalitas jadwal dan rincian pembagian peran anggota kelompok, (3) keterukuran target dampak kerukunan)
  • penilaian portofolio jurnal tindakan dan verifikasi diri: lembar verifikasi dan penilaian portofolio jurnal tindakan harian individual murid yang berisi rekapitulasi tindakan nyata menjaga kerukunan antarteman, pencegahan perundungan/disintegrasi di sekolah, serta catatan refleksi diri yang dikonfirmasi oleh guru (15 menit; individual; instrumen: rubrik verifikasi portofolio jurnal tindakan dengan kriteria: (1) konsistensi pelaksanaan tindakan nyata menjaga persatuan, (2) kedalaman refleksi atas dampak tindakan bagi integrasi sosial lingkungan sekolah, (3) kelengkapan bukti catatan keterlibatan aktif)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Penjelasan Hakikat Wilayah dan Batas Kedaulatan NKRI (TP 9.5.1)Belum mampu menjelaskan hakikat wilayah NKRI atau hanya menyebutkan 1 unsur batas wilayah secara keliru.Menjelaskan hakikat wilayah NKRI hanya sebagai daratan semata dan menyebutkan 1 batas wilayah secara tepat sesuai acuan batas darat (Malaysia/Timor Leste/Papua Nugini) atau laut teritorial 12 mil.Menjelaskan hakikat wilayah NKRI sebagai kesatuan tanah air dan menyebutkan 2 unsur batas kedaulatan secara tepat (batas darat berbatasan dengan negara tetangga dan laut teritorial 12 mil laut).Menjelaskan secara utuh hakikat wilayah NKRI berlandaskan Wawasan Nusantara (kesatuan darat, laut, dan udara sebagai satu kesatuan utuh) serta menguraikan seluruh batas kedaulatan (batas darat dengan 3 negara tetangga dan laut teritorial 12 mil sesuai Deklarasi Djuanda/UNCLOS 1982) secara tepat tanpa kekeliruan.
Ketajaman Argumentasi Keterkaitan Kondisi Geografis dengan Tantangan Kedaulatan (TP 9.5.2)Belum mampu menunjukkan kaitan letak geografis dengan tantangan kedaulatan negara.Menunjukkan 1 tantangan kedaulatan tetapi belum mengaitkannya secara logis dengan kondisi geografis pulau terluar atau kesenjangan akses antardaerah.Menunjukkan keterkaitan kondisi geografis pulau terluar dengan 2 bentuk tantangan kedaulatan (misalnya: kesulitan pengawasan patroli dan kerawanan pencurian ikan/penyelundupan) secara tepat.Menunjukkan analisis komprehensif keterkaitan kondisi geografis pulau terluar dan luas wilayah dengan 3 tantangan kedaulatan sekaligus (hambatan patroli/pengawasan perbatasan, potensi pelanggaran teritorial oleh kapal asing, dan dampak kesenjangan akses daerah terhadap integrasi nasional) secara logis dan runtut.
Kelayakan Dokumen Rencana Aksi Persatuan di Sekolah (TP 9.5.3)Dokumen proposal belum memuat nama program yang jelas serta tidak ada pembagian peran anggota.Dokumen proposal memuat nama program penguatan persatuan tetapi jadwal belum rasional dan pembagian peran anggota belum spesifik.Dokumen proposal memuat tujuan penguatan kerukunan sekolah yang jelas, jadwal kegiatan terstruktur, dan pembagian peran anggota yang cukup jelas.Dokumen proposal memenuhi 3 kriteria kelayakan secara utuh: (1) tujuan penguatan persatuan/pencegahan disintegrasi di sekolah sangat operasional, (2) jadwal implementasi rasional dengan rincian peran tiap anggota kelompok jelas, dan (3) target kontribusi kerukunan terukur nyata.
Verifikasi Portofolio Jurnal Tindakan Harian Murid (TP 9.5.4)Jurnal tindakan harian kosong atau mencatat kurang dari 2 hari tindakan nyata tanpa ada catatan refleksi.Jurnal mencatat 2-3 hari tindakan menjaga kerukunan teman, namun belum disertai bukti catatan yang jelas dan refleksi masih bersifat umum.Jurnal mencatat 4-5 hari tindakan nyata menjaga kerukunan antarteman (seperti mencegah perselisihan, berteman tanpa membeda-bedakan) dan memuat refleksi diri yang terkonfirmasi oleh guru.Jurnal mencatat tindakan nyata menjaga kerukunan secara konsisten penuh (minimal 5-7 hari), disertai catatan refleksi mendalam mengenai dampak tindakan bagi keharmonisan lingkungan sekolah, serta terkonfirmasi penuh dalam verifikasi guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan tes tertulis uraian, telaah proposal rencana aksi, dan verifikasi jurnal portofolio telah berjalan secara efektif dan adil bagi seluruh 28 murid?
  • Bagaimana capaian pemahaman murid pada konsep hakikat wilayah dan tantangan kedaulatan NKRI setelah menyelesaikan keseluruhan rangkaian pembelajaran Bab 5?
  • Apakah instrumen asesmen sumatif yang dirancang sudah mampu mengukur ketercapaian 4 TP secara objektif dan autentik?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling menunjukkan pemahamanku tentang batas wilayah dan tantangan menjaga keutuhan NKRI?
  • Apakah tindakan harian yang kutuliskan di jurnal sudah benar-benar mencerminkan sikap aktif menjaga persatuan dan kerukunan antarteman?
  • Komitmen nyata apa yang akan terus kulakukan di sekolah dan masyarakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 5
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek
  3. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia dan infografis Deklarasi Djuanda
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
  5. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
  6. Peta Wilayah Kedaulatan dan Yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia
  7. Lembar Analisis Wilayah Kedudukan Laut dan Pulau Terluar NKRI
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2023, Bab 5 Subbab C)
  9. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2023, hlm. 158-161)
  10. Peta Tematik NKRI (Wilayah Daratan, Lautan, dan Daerah 3T)
  11. Lembar Kerja Pasangan Kartu 'Pasang Taut Kedaulatan'
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
  13. Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX Bab 5
  14. Peta Wilayah NKRI dan Batas Negara
  15. Lembar Kerja Murid (LKPD) Telaah Keterkaitan Bab 5 Pertemuan 4
  16. Kartu Aktivitas 'Tantangan Hubung Cepat' (Kondisi Wilayah & Tantangan Kedaulatan)
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2023
  18. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2023
  19. Lembar Kerja Murid (LKPD) Perancangan Aksi Persatuan Sekolah
  20. Kartu Skenario Isu Disintegrasi Sekolah dan Bagan Komponen Rancangan
  21. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2023, Bab 5
  22. Buku Teks Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2023, Bab 5 Subbab Peran Aktif Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI
  23. Lembar Panduan Matriks Rancangan Aksi Partisipasi Masyarakat
  24. Set kartu kasus 'Tebak Solusi Rukun' (3 kartu masalah dan 3 kartu tindakan)
  25. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2023)
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2023)
  27. Lembar Skenario Situasi Praktik Kerukunan (Skenario A, B, C, D)
  28. Kartu respon diagnostik (hijau dan merah)
  29. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
  30. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
  31. Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 5
  32. Format Proposal Rencana Aksi Partisipasi Aktif Kelompok
  33. Format Jurnal Portofolio Tindakan Harian Menjaga Kerukunan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.