MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 9 (Fase D) Topik: Berperan Aktif Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya melalui Pengamatan dan Wawancara di Lingkungan Sekitar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Berperan Aktif Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya melalui Pengamatan dan Wawancara di Lingkungan Sekitar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan sikap tanggung jawab dan peran aktif dalam melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia melalui kegiatan pengamatan serta wawancara kepada tokoh masyarakat atau tokoh lokal di lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal.
- Murid dapat menyusun laporan hasil pengamatan dan wawancara mengenai tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang masih berkembang di masyarakat sekitar sebagai wujud komitmen pelestarian budaya bangsa.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Tradisi atau kebiasaan apa yang masih rutin dilakukan oleh warga di sekitar rumah atau sekolahmu? Mengapa tradisi itu masih dijaga sampai sekarang?
- Jika tidak ada yang peduli melestarikan tradisi dan kearifan lokal, apa yang mungkin terjadi pada identitas budaya kita di masa depan?
- Menurutmu, siapa saja yang paling bertanggung jawab menjaga tradisi dan kearifan lokal — pemerintah, tokoh adat, anak muda, atau semua orang? Mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menjawab secara lisan atau tulisan singkat — 'Sebutkan satu tradisi atau kearifan lokal di lingkungan sekitarmu dan siapa yang menurutmu paling berjasa menjaganya.' Guru mencatat variasi jawaban untuk memetakan pengetahuan awal (5 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara bertahap dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk merespons, membangun rasa ingin tahu sebelum masuk ke materi inti (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan merancang dan mensimulasikan kegiatan pengamatan serta wawancara, kemudian menyusun kerangka laporan hasilnya (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan dua atau tiga foto/video singkat (2–3 menit) tentang tradisi atau kearifan lokal yang ada di daerah setempat — misalnya upacara adat, permainan tradisional, atau sistem gotong royong. Murid diminta mengamati dengan seksama dan mencatat hal yang menarik perhatian mereka (berkesadaran: mindful observation).
- Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Apa yang kalian amati? Apa nilai atau fungsi tradisi/kearifan lokal ini bagi masyarakat?' Murid menyampaikan pendapat secara bergantian. Guru menghubungkan jawaban murid dengan CP Bhinneka Tunggal Ika — bahwa tradisi dan kearifan lokal adalah bagian dari identitas nasional yang perlu dijaga (bermakna: koneksi ke kehidupan nyata).
- Guru menjelaskan secara ringkas tujuan kegiatan pengamatan dan wawancara: mengapa wawancara kepada tokoh masyarakat/tokoh lokal menjadi cara paling langsung untuk belajar tentang tradisi yang masih hidup. Guru memperlihatkan contoh panduan wawancara sederhana di papan tulis atau proyektor, mencakup: (a) profil tokoh, (b) tradisi/kearifan lokal yang masih dilakukan, (c) tantangan mempertahankannya, dan (d) strategi pelestariannya.
- Murid secara individu menuliskan di buku catatan: satu tokoh masyarakat/tokoh lokal di sekitar mereka yang berpotensi dapat diwawancarai dan alasan memilih tokoh tersebut. Ini membangun kesadaran bahwa pelestarian budaya dimulai dari mengenali siapa pelaku budaya di sekitar kita (berkesadaran).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membentuk kelompok beranggota 4–5 orang. Setiap kelompok mendiskusikan dan menyepakati: (a) satu tradisi, kearifan lokal, atau budaya yang akan dijadikan fokus pengamatan/wawancara, dan (b) satu tokoh masyarakat atau tokoh lokal yang akan diwawancarai di luar jam sekolah (bermakna: belajar terhubung dengan konteks nyata lingkungan sekitar) (5 menit).
- Setiap kelompok merancang daftar pertanyaan wawancara minimal 5 pertanyaan berdasarkan empat komponen laporan: profil tokoh, tradisi/kearifan lokal yang masih dilakukan, tantangan pelestarian, dan strategi pelestarian. Guru berkeliling memandu dan memberi umpan balik langsung atas rancangan pertanyaan tiap kelompok (menggembirakan: suasana aktif dan kolaboratif) (10 menit).
- Setiap kelompok melakukan simulasi wawancara di dalam kelas: satu anggota berperan sebagai 'tokoh masyarakat' dan anggota lain berlatih mengajukan pertanyaan serta mencatat jawaban. Guru memfasilitasi agar simulasi berjalan dengan sopan dan terstruktur. Murid diingatkan untuk memperhatikan etika wawancara: memperkenalkan diri, meminta izin, dan berterima kasih (bermakna: berlatih keterampilan sosial nyata) (10 menit).
- Setiap kelompok menyusun kerangka laporan hasil wawancara di lembar kerja kelompok, dengan bagian: (a) profil tokoh yang akan diwawancarai, (b) tradisi/kearifan lokal yang dipilih, (c) kolom kosong untuk tantangan, dan (d) kolom kosong untuk strategi pelestarian. Kerangka ini menjadi panduan saat mereka melakukan wawancara sesungguhnya di luar sekolah (5 menit).
- Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan rancangan pertanyaan dan kerangka laporan mereka secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelas memberikan masukan atau pertanyaan klarifikasi. Guru memberikan apresiasi dan saran perbaikan (menggembirakan: berbagi ide dan saling menghargai karya teman) (10 menit).
Merefleksi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengajak murid berhenti sejenak dan merenungkan secara pribadi (berkesadaran) dengan pertanyaan refleksi tertulis di papan/slide: (1) Apa yang paling mengejutkan atau menggerakkan hatimu saat berdiskusi tentang tradisi dan kearifan lokal tadi? (2) Apa peran konkret yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar kelas 9 untuk ikut melestarikan budaya tersebut? Murid menuliskan jawaban di buku catatan atau lembar refleksi selama 4 menit.
- Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksi mereka kepada kelas. Guru merangkum nilai yang muncul — tanggung jawab, rasa bangga, dan kepedulian terhadap warisan budaya — dan menghubungkannya dengan elemen Bhinneka Tunggal Ika dalam CP.
- Guru mengingatkan murid bahwa kegiatan wawancara dan pengamatan sesungguhnya akan dilakukan di luar jam sekolah (di lingkungan sekitar rumah atau sekolah) dan laporan lengkapnya dikumpulkan pada pertemuan berikutnya. Bagi yang tidak memiliki akses internet, laporan ditulis tangan di buku catatan.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: pengamatan dan wawancara kepada tokoh lokal adalah cara nyata berperan aktif melestarikan tradisi dan kearifan lokal (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir pertemuan secara lisan: murid menjawab pertanyaan exit ticket — 'Sebutkan satu hal baru yang kamu pelajari hari ini dan satu langkah konkret yang akan kamu lakukan dalam kegiatan wawancara nanti.' (3 menit).
- Guru memberikan instruksi tugas lanjutan: (a) lakukan wawancara kepada tokoh masyarakat/tokoh lokal menggunakan panduan yang telah disusun, (b) susun laporan lengkap sesuai kerangka, (c) bagi yang memiliki akses internet, buat video singkat dan unggah di media sosial dengan pendampingan orang tua/wali, (d) bagi yang tidak memiliki akses internet, tulis laporan di buku catatan (2 menit).
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas keberagaman budaya Indonesia yang kaya dan mengingatkan bahwa setiap murid adalah penjaga nyata warisan bangsa. Salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah memiliki pengetahuan awal kuat tentang tradisi lokal dapat diminta mengeksplorasi tradisi yang lebih spesifik dan kurang dikenal. Murid dengan pengetahuan terbatas dapat difasilitasi dengan daftar contoh tradisi/kearifan lokal setempat yang disiapkan guru sebagai pilihan awal.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan template panduan wawancara yang sudah sebagian terisi (scaffolding). Murid yang cepat dapat merancang pertanyaan wawancara yang lebih mendalam dan analitis, misalnya menambahkan pertanyaan tentang perubahan tradisi dari generasi ke generasi.
- Produk: Murid yang memiliki akses internet dan kemampuan lebih dapat membuat video pendek yang diunggah di media sosial sebagai wujud pelestarian digital. Murid yang tidak memiliki akses internet atau mengalami kendala teknis cukup menyusun laporan tertulis di buku catatan dengan format yang telah disediakan.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan/tertulis singkat di awal pendahuluan: 'Sebutkan satu tradisi atau kearifan lokal di lingkungan sekitarmu dan siapa yang menurutmu paling berjasa menjaganya.' Guru menggunakan jawaban untuk memetakan pengetahuan awal dan pengalaman murid terkait tradisi lokal sebelum memulai kegiatan inti.
Proses:- Observasi langsung oleh guru saat murid berdiskusi merancang pertanyaan wawancara dalam kelompok: apakah pertanyaan mencakup empat komponen laporan (profil tokoh, tradisi yang dilakukan, tantangan, strategi).
- Umpan balik lisan guru saat berkeliling ke tiap kelompok: menilai kedalaman dan kejelasan daftar pertanyaan yang disusun.
- Pengamatan simulasi wawancara: apakah murid menerapkan etika wawancara (memperkenalkan diri, mendengarkan aktif, mencatat jawaban) dan mampu mengajukan pertanyaan lanjutan.
- Lembar refleksi tertulis individu di tahap Merefleksi: kualitas jawaban atas dua pertanyaan refleksi sebagai indikator internalisasi nilai pelestarian budaya.
Akhir:- Exit ticket lisan di penutup: setiap murid menyebutkan satu hal baru yang dipelajari dan satu langkah konkret yang akan dilakukan dalam wawancara nyata. Guru mencatat murid yang belum dapat merumuskan langkah konkret sebagai tindak lanjut.
- Laporan hasil wawancara dan pengamatan kelompok (tugas lanjutan): dinilai menggunakan rubrik empat aspek — kelengkapan isi laporan, kedalaman analisis, sikap aktif dalam proses, dan kualitas presentasi.
Formatif:- Observasi sikap selama diskusi kelompok: ketekunan, kerja sama, dan kesantunan dalam simulasi wawancara.
- Cek kualitas rancangan daftar pertanyaan wawancara kelompok: kelengkapan empat komponen, kejelasan bahasa, dan relevansi pertanyaan dengan topik tradisi/kearifan lokal yang dipilih.
- Observasi presentasi kerangka laporan: kemampuan menyampaikan ide secara terstruktur dan merespons pertanyaan atau masukan dari kelompok lain.
Sumatif:- Laporan hasil wawancara dan pengamatan kelompok (dikumpulkan pada pertemuan berikutnya) yang memuat: profil tokoh, tradisi/kearifan lokal yang ditemukan, tantangan pelestarian, dan strategi pelestarian.
- Presentasi laporan di depan kelas secara santun dan terstruktur.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Isi Laporan Wawancara | Laporan hanya memuat 1 dari 4 komponen yang diminta (profil tokoh, tradisi/kearifan lokal, tantangan, strategi pelestarian) atau tidak ada laporan. | Laporan memuat 2 komponen dari 4 komponen yang diminta, namun isi masih sangat singkat dan kurang jelas. | Laporan memuat 3–4 komponen yang diminta dengan isi yang cukup jelas dan informatif. | Laporan memuat seluruh 4 komponen secara lengkap, rinci, dan informatif; dilengkapi data konkret dari hasil wawancara nyata kepada tokoh masyarakat/tokoh lokal. | | Kedalaman Analisis dan Penalaran | Murid hanya menyalin atau mencatat jawaban tokoh tanpa memberikan analisis atau pendapat pribadi. | Murid memberikan sedikit analisis, namun belum mampu menghubungkan temuan dengan isu pelestarian budaya yang lebih luas. | Murid mampu menganalisis tantangan dan strategi pelestarian yang ditemukan serta menghubungkannya dengan pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. | Murid mampu menganalisis secara kritis, membandingkan kondisi tradisi saat ini dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta menawarkan gagasan konkret untuk pelestarian yang relevan bagi generasi muda. | | Sikap Tanggung Jawab dan Peran Aktif | Murid tidak menyelesaikan kegiatan wawancara/pengamatan dan tidak mengumpulkan laporan. | Murid menyelesaikan sebagian kegiatan (hanya melakukan wawancara atau hanya menyusun laporan) namun kurang menunjukkan inisiatif. | Murid menyelesaikan seluruh kegiatan pengamatan dan wawancara, mengumpulkan laporan tepat waktu, dan menunjukkan sikap antusias dalam kelompok. | Murid menyelesaikan seluruh kegiatan secara tuntas, menunjukkan inisiatif lebih (misalnya menghubungi tokoh secara mandiri, mendokumentasikan wawancara dengan foto/video), dan mampu menginspirasi anggota kelompok lain. | | Kualitas Presentasi Laporan | Murid tidak dapat mempresentasikan laporan atau hanya membaca teks tanpa pemahaman; bahasa tidak jelas dan tidak terstruktur. | Murid mempresentasikan laporan dengan bahasa yang cukup jelas namun struktur penyampaian belum runtut dan kurang percaya diri. | Murid mempresentasikan laporan secara runtut, jelas, dan percaya diri; mampu menjawab pertanyaan dasar dari pendengar. | Murid mempresentasikan laporan secara runtut, percaya diri, dan menarik; mampu menjawab pertanyaan lanjutan secara kritis dan mengajak pendengar untuk peduli terhadap pelestarian budaya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok dan simulasi wawancara? Siapa yang perlu perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
- Apakah panduan wawancara yang diberikan sudah cukup membantu murid merancang pertanyaan yang berkualitas, ataukah perlu disederhanakan atau diperdalam?
- Seberapa efektif diferensiasi yang diterapkan hari ini — apakah murid dengan kemampuan berbeda mendapat tantangan dan dukungan yang sesuai?
- Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangun rasa ingin tahu dan keterhubungan emosional murid dengan topik pelestarian budaya lokal?
Refleksi Murid:- Apa yang paling mengejutkan atau menggerakkan hatimu saat belajar tentang tradisi dan kearifan lokal hari ini?
- Seberapa siap kamu untuk melakukan wawancara nyata kepada tokoh masyarakat di sekitarmu? Apa yang masih perlu kamu persiapkan?
- Peran konkret apa yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar kelas 9 untuk ikut melestarikan tradisi dan budaya di lingkunganmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX (Kurikulum Merdeka) — Bab 4: Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya dalam Masyarakat Global.
- Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas IX — petunjuk Projek Kewarganegaraan dan rubrik penilaian wawancara.
- Foto, video, atau klip pendek tentang tradisi/kearifan lokal daerah setempat (disiapkan guru dari sumber lokal atau internet).
- Lembar Kerja Kelompok (LKK): template panduan wawancara dan kerangka laporan yang disiapkan guru.
- Lembar Refleksi Individu: berisi dua pertanyaan refleksi tertulis untuk tahap merefleksi.
- Alat tulis, buku catatan murid.
- Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan contoh panduan wawancara dan pertanyaan pemantik.
- Perangkat rekam (HP) untuk murid yang akan membuat dokumentasi video wawancara (opsional, dengan pendampingan orang tua/wali).
|