Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 9: Komitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya Indonesia dalam Masyarakat Global

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 9 dengan topik "Komitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya Indonesia dalam Masyarakat Global". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 9: Komitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya Indonesia dalam Masyarakat Global

Pendidikan Pancasila - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Komitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya Indonesia dalam Masyarakat Global

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKomitmen Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Kearifan Lokal, serta Budaya Indonesia dalam Masyarakat Global
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis tantangan dan upaya konkret dalam menjaga serta melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia di tengah pesatnya penetrasi budaya asing melalui internet
  2. Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan komitmen menjaga dan melestarikan tradisi, kearifan lokal, serta budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa banyak anak muda lebih memilih berbicara dalam bahasa Indonesia-Inggris campur daripada bahasa daerah?
  2. Apa yang akan terjadi jika tradisi dan kearifan lokal Indonesia hilang di tengah arus globalisasi?
  3. Bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat membantu kita menjaga identitas budaya Indonesia di era digital?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid (5 menit)
  • Guru menampilkan video singkat tentang Festival Tunas Bahasa Ibu atau contoh pelestarian budaya lokal di Indonesia (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Siapa di antara kalian yang masih aktif berbicara bahasa daerah di rumah? Mengapa ada yang tidak lagi menggunakannya?' untuk memicu diskusi singkat (4 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menulis dalam kertas kecil: satu tradisi/kearifan lokal yang mereka kenal dan satu tantangan dalam melestarikannya (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kaitan dengan nilai-nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika (3 menit)
  • Guru menyampaikan tahapan kegiatan pembelajaran hari ini: memahami tantangan, menganalisis upaya konkret, dan merefleksi komitmen pribadi (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi 6 kelompok kecil (4-5 orang per kelompok) secara heterogen (2 menit)
  • Setiap kelompok membaca artikel 'Bahasa Ibu yang Dirindui' (disediakan guru dalam bentuk fotokopi atau tayangan) yang mengulas tantangan pelestarian bahasa daerah di era digital (5 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok dengan panduan pertanyaan: (1) Apa saja tantangan yang disebutkan dalam artikel? (2) Mengapa internet dan media sosial menjadi ancaman sekaligus peluang? (3) Apa dampak jika generasi muda tidak lagi menguasai bahasa daerah? (8 menit)
  • Perwakilan 2-3 kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkat (maksimal 2 menit per kelompok) (6 menit)
  • Guru merangkum tantangan utama: penetrasi budaya asing melalui internet, preferensi bahasa campur, kurangnya praktik di keluarga, dan minimnya apresiasi terhadap budaya lokal (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memberikan lembar kerja 'Matriks Upaya Pelestarian' kepada setiap kelompok yang berisi kolom: (1) Tantangan; (2) Upaya Konkret; (3) Peran Nilai Pancasila; (4) Siapa yang Bertanggung Jawab (5 menit)
  • Setiap kelompok mengidentifikasi 2-3 tantangan spesifik yang ada di lingkungan mereka (sekolah/rumah/komunitas) dan merancang upaya konkret untuk mengatasinya. Contoh: jika tantangannya 'remaja jarang berbahasa daerah', upayanya bisa 'membuat challenge TikTok berbahasa daerah' atau 'program Jumat Bahasa Daerah di sekolah' (10 menit)
  • Kelompok menghubungkan upaya yang dirancang dengan nilai-nilai Pancasila (misalnya: gotong royong dalam kegiatan pelestarian, keadilan sosial dengan memastikan semua suku terwakili, persatuan Indonesia melalui apresiasi keberagaman) (5 menit)
  • Setiap kelompok membuat poster sederhana atau mind map digital (jika tersedia gawai) yang menggambarkan upaya pelestarian yang mereka rancang beserta nilai Pancasila yang terkait (8 menit)
  • Galeri berjalan: kelompok memasang poster di dinding kelas dan murid berkeliling melihat karya kelompok lain, memberi komentar atau masukan dengan sticky notes (7 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid kembali ke tempat duduk dan memulai sesi refleksi dengan pertanyaan: 'Dari kegiatan tadi, apa hal baru yang kalian sadari tentang tanggung jawab kalian terhadap budaya sendiri?' (2 menit)
  • Murid secara individu menulis refleksi pribadi dalam jurnal belajar/buku tugas dengan panduan: (1) Satu tantangan pelestarian budaya yang paling mengkhawatirkan menurut saya; (2) Satu komitmen konkret yang akan saya lakukan mulai minggu ini; (3) Bagaimana nilai Pancasila mendukung komitmen saya (8 menit)
  • Guru meminta 3-4 murid secara sukarela membagikan refleksinya kepada kelas (maksimal 1 menit per orang) (4 menit)
  • Guru memberikan penguatan: pelestarian budaya dimulai dari tindakan kecil di keluarga dan sekolah, dan setiap orang memiliki peran penting. Guru juga menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara menghargai keberagaman dan mengamanatkan kita menjaga identitas nasional (4 menit)
  • Guru memfasilitasi penilaian diri: murid menilai partisipasi dan pemahaman mereka sendiri dalam skala 1-4 pada lembar evaluasi diri (2 menit)

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan kuis singkat (3 soal pilihan ganda/isian singkat) tentang tantangan pelestarian budaya dan kaitan nilai Pancasila (5 menit)
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menegaskan bahwa komitmen pelestarian budaya adalah bagian dari pengamalan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika (2 menit)
  • Guru memberikan penugasan rumah: melakukan wawancara singkat dengan orangtua atau tokoh masyarakat tentang satu tradisi/kearifan lokal yang mulai hilang dan menuliskan laporan 1 halaman (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid menyanyikan lagu daerah setempat bersama-sama sebagai bentuk aksi nyata pelestarian budaya (3 menit)
  • Doa penutup dan salam (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat, guru menyediakan artikel tambahan tentang kasus pelestarian budaya di negara lain (Jepang, Korea) sebagai bahan perbandingan. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan lembar kerja dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur dan contoh konkret
  • Proses: Murid yang cepat dapat diminta menjadi fasilitator diskusi kelompok atau membantu kelompok lain dalam merancang upaya pelestarian. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat menggunakan diagram visual atau gambar untuk mengekspresikan ide daripada tulisan panjang
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk produk akhir: poster, mind map digital, video pendek (30 detik), atau infografis sederhana sesuai minat dan kemampuan mereka. Murid yang memerlukan dukungan dapat membuat produk dalam bentuk yang lebih sederhana dengan elemen visual lebih banyak

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menulis dalam kertas kecil: (1) Satu tradisi/kearifan lokal yang mereka kenal; (2) Satu tantangan dalam melestarikannya. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan pengetahuan awal dan isu yang relevan dengan konteks murid

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok: apakah murid dapat mengidentifikasi tantangan dengan spesifik dan mengaitkannya dengan konteks nyata
  • Penilaian produk kelompok (poster/mind map): kelengkapan elemen (tantangan, upaya, nilai Pancasila, penanggung jawab), kesesuaian upaya dengan tantangan, dan kreativitas penyajian
  • Cek pemahaman melalui pertanyaan spontan saat galeri berjalan: guru bertanya kepada beberapa murid tentang karya mereka atau kelompok lain

Akhir:

  • Kuis singkat (3 soal): (1) Sebutkan 2 tantangan pelestarian budaya di era digital; (2) Berikan 1 contoh upaya konkret pelestarian yang dapat dilakukan remaja; (3) Jelaskan bagaimana sila ke-3 Pancasila mendukung pelestarian budaya Indonesia
  • Penilaian jurnal refleksi individu menggunakan rubrik: kedalaman analisis tantangan, kekonkretan komitmen, dan pemahaman kaitan nilai Pancasila
  • Penilaian diri: murid menilai partisipasi, pemahaman, dan komitmen mereka dalam skala 1-4 pada lembar evaluasi diri

Formatif:

  • Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok menggunakan catatan anekdot
  • Penilaian produk kelompok (poster/mind map) dengan rubrik
  • Penilaian diri (self-assessment) oleh murid di akhir tahap Merefleksi

Sumatif:

  • Kuis singkat di akhir pembelajaran (3 soal tentang tantangan dan upaya pelestarian serta kaitan dengan Pancasila)
  • Penilaian jurnal refleksi individu menggunakan rubrik
  • Penilaian penugasan wawancara (laporan tertulis)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Tantangan Pelestarian BudayaMurid hanya menyebutkan tantangan secara umum tanpa penjelasan atau contoh konkretMurid menyebutkan 1-2 tantangan dengan penjelasan singkat namun belum mengaitkan dengan konteks internet atau globalisasiMurid mengidentifikasi 2-3 tantangan secara spesifik dan menjelaskan kaitannya dengan penetrasi budaya asing melalui internetMurid menganalisis 3 atau lebih tantangan secara mendalam, memberikan contoh konkret, dan menunjukkan pemahaman kompleksitas masalah (misalnya: tantangan sebagai ancaman sekaligus peluang)
Upaya Konkret PelestarianUpaya yang diusulkan sangat umum atau tidak realistis untuk dilakukan oleh remaja (misalnya: 'pemerintah harus membuat undang-undang')Upaya yang diusulkan masih umum dan belum spesifik (misalnya: 'belajar budaya sendiri') tanpa langkah operasionalUpaya yang diusulkan konkret dan dapat dilakukan oleh remaja (misalnya: 'membuat konten TikTok berbahasa daerah setiap Jumat'), namun belum menjelaskan bagaimana implementasinyaUpaya yang diusulkan sangat konkret, realistis, inovatif, disertai langkah implementasi yang jelas, dan menunjukkan pemanfaatan teknologi atau media sosial secara positif
Kaitan Nilai Pancasila dengan Pelestarian BudayaMurid tidak dapat menghubungkan nilai Pancasila dengan pelestarian budaya atau hanya menyebutkan sila tanpa penjelasanMurid menyebutkan 1 sila Pancasila namun kaitannya dengan pelestarian budaya masih kurang jelas atau terlalu umumMurid menjelaskan kaitan 1-2 sila Pancasila dengan pelestarian budaya secara logis dan memberikan contoh sederhana (misalnya: 'Sila Persatuan Indonesia berarti kita harus menghargai budaya semua suku')Murid menghubungkan 2 atau lebih sila Pancasila dengan pelestarian budaya secara mendalam, menunjukkan pemahaman bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengamanatkan pelestarian identitas nasional, dan memberikan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari
Komitmen dan Refleksi PribadiMurid tidak menulis komitmen atau komitmen yang ditulis sangat umum dan tidak spesifik (misalnya: 'saya akan mencintai budaya Indonesia')Murid menulis komitmen namun masih abstrak atau tanpa rencana tindakan (misalnya: 'saya akan belajar tarian daerah' tanpa menjelaskan kapan dan bagaimana)Murid menulis komitmen konkret yang dapat diukur dengan rencana tindakan sederhana (misalnya: 'mulai minggu ini saya akan berbicara bahasa Jawa dengan nenek setiap hari Minggu')Murid menulis komitmen yang sangat spesifik, terukur, dan realistis, disertai refleksi mendalam tentang mengapa komitmen itu penting bagi identitas pribadi dan nasional, serta menunjukkan kesadaran akan peran diri sebagai agen pelestarian budaya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid menunjukkan kesadaran baru tentang tanggung jawab mereka terhadap pelestarian budaya?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif memicu keterlibatan aktif murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan beragam murid?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan keterkaitan antara nilai Pancasila dan konteks kehidupan nyata murid di pembelajaran berikutnya?
  • Apakah asesmen yang saya gunakan sudah mengukur pemahaman mendalam dan komitmen, bukan hanya hafalan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang tantangan pelestarian budaya di era digital?
  • Dari semua upaya yang dibahas, mana yang paling mungkin saya lakukan mulai minggu ini?
  • Bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat membantu saya menjadi pribadi yang lebih menghargai keberagaman budaya?
  • Apa yang membuat saya bangga atau prihatin tentang kondisi budaya Indonesia saat ini?
  • Apakah saya sudah berpartisipasi aktif dalam diskusi dan kegiatan hari ini? Apa yang bisa saya tingkatkan di pembelajaran berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas IX (Kemendikbudristek)
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas IX (Kemendikbudristek)
  3. Artikel 'Bahasa Ibu yang Dirindui' (fotokopi atau tautan digital)
  4. Video Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional atau video pelestarian budaya lokal dari YouTube
  5. Lembar kerja 'Matriks Upaya Pelestarian'
  6. Poster/kertas plano dan spidol warna untuk aktivitas kelompok
  7. Sticky notes untuk galeri berjalan
  8. Gawai/laptop (opsional, untuk kelompok yang ingin membuat mind map digital)
  9. Jurnal belajar/buku tugas murid
  10. Lembar evaluasi diri dan kuis singkat

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.