Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Praktik Gotong Royong Nyata di Lingkungan Sekitar Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Praktik Gotong Royong Nyata di Lingkungan Sekitar Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Praktik Gotong Royong Nyata di Lingkungan Sekitar Sekolah

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Praktik Gotong Royong Nyata di Lingkungan Sekitar Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPraktik Gotong Royong Nyata di Lingkungan Sekitar Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan kegiatan gotong royong bersama warga di lingkungan sekitar sekolah sebagai wujud nyata bela negara.
  2. Murid dapat mempraktikkan musyawarah dalam kelompok untuk menyepakati pembagian tugas gotong royong di lingkungan sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian ikut kerja bakti di lingkungan rumah atau sekolah? Apa yang kalian rasakan setelah selesai melakukannya?
  2. Jika kalian ingin bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar sekolah bersama teman-teman, bagaimana cara kalian membagi tugas agar semua orang terlibat dan pekerjaan selesai dengan adil?
  3. Mengapa gotong royong dianggap sebagai salah satu cara kita menjaga persatuan dan membela negara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan murid dalam kondisi siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menanyakan secara lisan, 'Siapa yang pernah ikut kerja bakti? Apa yang kalian lakukan di sana?' — catat respons murid untuk mengetahui pengalaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan kedua, kemudian memberi waktu 2–3 menit bagi murid untuk berbagi pendapat secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan bermusyawarah untuk membagi tugas, lalu mempraktikkan gotong royong langsung di lingkungan sekitar sekolah.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: diskusi kelompok di kelas → gotong royong di luar → laporan dan refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membacakan sebuah cerita singkat (2–3 menit) tentang warga kampung yang bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak setelah banjir, lalu mengajukan pertanyaan: 'Apa yang membuat kegiatan itu berhasil?'
  • Murid diminta mengingat kembali secara singkat (curah pendapat lisan) arti gotong royong sebagai wujud bela negara dan mengaitkannya dengan nilai persatuan.
  • Guru mempertegas dua konsep kunci secara visual di papan tulis: (1) Gotong royong = kontribusi nyata untuk kepentingan bersama, (2) Musyawarah = cara menyepakati tugas secara adil dan demokratis.
  • Murid dibagi menjadi kelompok 4–5 orang. Setiap kelompok mendapatkan Lembar Kerja Musyawarah yang berisi: area yang akan dibersihkan/diperbaiki, daftar tugas yang tersedia, dan kolom hasil kesepakatan pembagian tugas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok melaksanakan musyawarah selama ±7 menit untuk menyepakati: siapa mengerjakan tugas apa, peralatan apa yang dibutuhkan, dan bagaimana cara menyelesaikannya bersama warga sekitar sekolah.
  • Guru memfasilitasi dan berkeliling memantau proses musyawarah; memastikan semua anggota kelompok mendapat giliran berpendapat dan keputusan diambil secara mufakat.
  • Setelah kesepakatan dicatat di Lembar Kerja Musyawarah, kelompok menyerahkan lembar tersebut kepada guru sebagai bukti proses musyawarah.
  • Guru mengajak seluruh kelas keluar menuju area yang telah disepakati (halaman sekolah, taman, atau lingkungan sekitar sekolah yang sudah dikomunikasikan sebelumnya dengan warga/petugas terkait).
  • Murid bergabung dengan warga atau petugas kebersihan lingkungan sekolah dan mulai melaksanakan gotong royong sesuai pembagian tugas yang telah disepakati — misalnya: menyapu, memungut sampah, mencabut rumput liar, atau menata pot tanaman.
  • Guru mengawasi, memotivasi, dan mendokumentasikan kegiatan (foto atau catatan observasi) selama ±15 menit pelaksanaan gotong royong.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah kegiatan gotong royong selesai, murid kembali ke kelas dan diberi waktu untuk membersihkan diri dan merapikan peralatan.
  • Dalam kelompok, murid mendiskusikan dan mencatat di Lembar Refleksi Kelompok: (1) Apakah musyawarah tadi berjalan lancar? Apa yang memperlancar atau menghambat? (2) Apakah semua anggota kelompok berkontribusi? (3) Apa perubahan nyata yang terlihat setelah gotong royong?
  • Satu perwakilan tiap kelompok menyampaikan hasil refleksi kelompok secara singkat (masing-masing 1–2 menit) di depan kelas.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua murid dan merangkum kaitan antara kegiatan hari ini dengan nilai bela negara dan persatuan.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri individual (3 pertanyaan singkat): 'Apa kontribusiku hari ini?', 'Apa yang aku pelajari tentang musyawarah?', 'Apa yang akan aku lakukan lagi di lain waktu?'

Penutup:

  • Guru mengajukan pertanyaan penutup kepada beberapa murid: 'Satu kata yang menggambarkan perasaanmu setelah gotong royong hari ini — apa itu?'
  • Guru menegaskan pesan utama: gotong royong bukan hanya nilai di buku, melainkan tindakan nyata yang memperkuat persatuan bangsa.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu kegiatan gotong royong di lingkungan rumah minggu ini dan siap menceritakannya pada pertemuan berikutnya.
  • Guru memimpin doa penutup dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep musyawarah diberikan kartu panduan berisi langkah-langkah musyawarah sederhana (usul → tanggapan → mufakat). Murid yang sudah sangat memahami diberi tantangan tambahan: membuat tata tertib gotong royong kelompok mereka sendiri sebelum turun ke lapangan.
  • Proses: Saat musyawarah kelompok, murid yang lebih pendiam atau kesulitan berpendapat diberikan peran sebagai pencatat kesepakatan sehingga tetap terlibat aktif. Murid yang cepat dapat ditunjuk sebagai fasilitator diskusi kelompok untuk melatih kepemimpinan.
  • Produk: Murid dapat mendokumentasikan hasil gotong royong dalam bentuk foto dengan caption tertulis singkat (bagi yang lebih ekspresif secara visual) atau laporan narasi tertulis di buku tulis (bagi yang lebih nyaman menulis). Kedua bentuk produk diterima sebagai bukti belajar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: guru menanyakan pengalaman murid ikut kerja bakti dan pemahaman awal mereka tentang musyawarah untuk mengetahui titik awal belajar.
  • Guru mencatat secara cepat murid mana yang belum pernah terlibat gotong royong dan yang sudah berpengalaman, sebagai dasar penyesuaian proses pendampingan.

Proses:

  • Observasi terstruktur menggunakan lembar checklist saat musyawarah: (1) Murid mengajukan pendapat, (2) Murid menanggapi pendapat teman, (3) Kelompok mencapai kesepakatan secara mufakat.
  • Lembar Kerja Musyawarah dikumpulkan sebelum turun ke lapangan — guru memberi umpan balik singkat (lisan) jika ada kelompok yang pembagian tugasnya tidak merata.
  • Pengamatan partisipasi aktif saat kegiatan gotong royong di lapangan menggunakan rubrik 3 indikator: keaktifan, kerja sama, dan semangat.

Akhir:

  • Lembar Refleksi Diri Individual (3 pertanyaan): dinilai dengan rubrik untuk melihat kedalaman pemahaman murid tentang makna kontribusi pribadi dalam gotong royong.
  • Presentasi refleksi kelompok dinilai menggunakan rubrik aspek: keaktifan dalam diskusi, kelengkapan informasi yang disampaikan, dan antusiasme penyampaian.

Formatif:

  • Observasi guru saat musyawarah kelompok: apakah murid aktif berpendapat, mendengarkan, dan mencapai mufakat.
  • Lembar Kerja Musyawarah yang dikumpulkan tiap kelompok: dicek kelengkapan pembagian tugas dan hasil kesepakatan.
  • Pengamatan partisipasi saat gotong royong: tingkat keterlibatan, antusiasme, dan kerja sama antar murid.

Sumatif:

  • Lembar Refleksi Diri Individual: murid menilai kontribusi pribadi, pemahaman musyawarah, dan komitmen tindak lanjut.
  • Presentasi singkat refleksi kelompok: dinilai berdasarkan rubrik keaktifan, kelengkapan informasi, dan penyampaian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Partisipasi MusyawarahMurid tidak mengajukan pendapat dan tidak menanggapi pendapat teman selama musyawarah kelompok.Murid sesekali mengajukan pendapat atau menanggapi pendapat teman, namun belum konsisten.Murid aktif mengajukan pendapat dan menanggapi pendapat teman, serta membantu kelompok mencapai kesepakatan.Murid aktif mengajukan pendapat, menanggapi secara konstruktif, memfasilitasi teman yang belum berpendapat, dan memastikan kesepakatan dicatat dengan lengkap.
Kontribusi dalam Gotong RoyongMurid tidak terlibat dalam kegiatan gotong royong meskipun ada kesempatan.Murid terlibat dalam kegiatan gotong royong namun hanya mengerjakan sedikit tugas atau perlu dorongan terus-menerus dari guru.Murid mengerjakan tugasnya sesuai kesepakatan dengan baik dan membantu teman jika ada yang kesulitan.Murid mengerjakan tugasnya secara tuntas, membantu teman lain, dan menunjukkan inisiatif mengerjakan hal tambahan demi hasil yang lebih baik.
Refleksi DiriMurid tidak mengisi lembar refleksi atau jawabannya sangat singkat dan tidak relevan dengan kegiatan.Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban singkat namun hanya menyebutkan fakta kegiatan tanpa memaknainya.Murid mengisi refleksi dengan menjelaskan kontribusi pribadi, pelajaran yang didapat, dan rencana tindak lanjut secara jelas.Murid mengisi refleksi secara mendalam, menghubungkan pengalaman gotong royong dengan nilai bela negara dan persatuan, serta menuliskan rencana konkret yang akan dilakukan di lingkungan rumah.
Presentasi Refleksi KelompokMurid tidak menyampaikan hasil refleksi atau penyampaiannya tidak dapat dipahami.Murid menyampaikan hasil refleksi secara singkat namun informasi yang disampaikan tidak lengkap dan kurang antusias.Murid menyampaikan hasil refleksi dengan informasi yang cukup lengkap dan terlihat cukup antusias.Murid menyampaikan hasil refleksi dengan informasi lengkap, antusias, menggunakan bahasa yang jelas, dan mampu menjawab pertanyaan teman atau guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk musyawarah kelompok dan kegiatan gotong royong sudah seimbang dan cukup?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam musyawarah? Murid mana yang perlu pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar sekolah berjalan aman, tertib, dan bermakna bagi murid?
  • Strategi diferensiasi apa yang paling efektif hari ini dan perlu dipertahankan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kegiatan gotong royong hari ini dan mengapa?
  • Apakah musyawarah kelompokmu berjalan dengan adil? Apa yang bisa diperbaiki lain kali?
  • Bagaimana perasaanmu saat melihat hasil kerja keras bersama — apakah itu membuatmu merasa bagian dari komunitas sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VI (Mohamad Alwi Lutfi, Listia, Khristina Antariningsih — Kemendikbudristek 2023), Bab 7
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI — Kemendikbudristek 2023
  3. Lembar Kerja Musyawarah (dibuat guru, berisi tabel pembagian tugas dan kolom kesepakatan)
  4. Lembar Refleksi Diri Individual (dibuat guru, berisi 3 pertanyaan refleksi)
  5. Peralatan gotong royong: sapu lidi, kantong sampah, sarung tangan, sekop kecil (disesuaikan dengan area yang dibersihkan)
  6. Papan tulis dan spidol untuk mencatat konsep kunci saat tahap Memahami
  7. Cerita singkat gotong royong (teks bacaan atau narasi lisan yang disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.