Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Gotong Royong sebagai Wujud Bela Negara dan Pelaksanaan Nilai Pancasila

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Gotong Royong sebagai Wujud Bela Negara dan Pelaksanaan Nilai Pancasila". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Gotong Royong sebagai Wujud Bela Negara dan Pelaksanaan Nilai Pancasila

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Gotong Royong sebagai Wujud Bela Negara dan Pelaksanaan Nilai Pancasila

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikGotong Royong sebagai Wujud Bela Negara dan Pelaksanaan Nilai Pancasila
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan kaitan antara perilaku gotong royong dengan wujud bela negara di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar
  2. Murid dapat meneladani sikap para pahlawan dalam bergotong royong untuk menjaga persatuan dan menerapkannya di lingkungan sekitar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana para pahlawan bergotong royong dalam mencapai kemerdekaan Indonesia?
  2. Mengapa gotong royong dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia?
  3. Bagaimana kalian bisa mempraktikkan gotong royong sebagai wujud bela negara di lingkungan sekolah dan masyarakat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid saat kerja bakti di sekolah dan manfaat yang dirasakan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami kaitan gotong royong dengan bela negara dan meneladani sikap para pahlawan
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik: Bagaimana para pahlawan bergotong royong dalam mencapai kemerdekaan Indonesia?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca secara mandiri bacaan berjudul 'Gotong Royong dalam Mewujudkan Bela Negara' dari buku siswa halaman 141
  • Guru memfasilitasi murid untuk memahami bahwa para pahlawan bergotong royong dalam memperjuangkan kemerdekaan dengan rela berkorban untuk kepentingan bersama
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) untuk berdiskusi dan mengisi lembar kerja Tabel 7.1 yang berisi pertanyaan: Bagaimana para pahlawan bergotong royong dalam mencapai kemerdekaan? Mengapa gotong royong dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa? Bagaimana pelaksanaan gotong royong sebagai latihan bela negara? Jelaskan elemen gotong royong dalam Profil Pelajar Pancasila!
  • Guru mengamati dan membimbing diskusi kelompok, memastikan setiap murid memahami konsep gotong royong sebagai wujud bela negara

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas
  • Murid mencari contoh konkret pelaksanaan gotong royong di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar
  • Murid mengidentifikasi bentuk-bentuk gotong royong yang dapat dilakukan sebagai wujud bela negara di lingkungan mereka (contoh: kerja bakti sekolah, membantu tetangga, menjaga kebersihan lingkungan)
  • Murid membuat rencana sederhana kegiatan gotong royong yang akan mereka lakukan di sekolah atau lingkungan rumah dalam minggu ini
  • Guru memfasilitasi murid untuk menghubungkan nilai gotong royong para pahlawan dengan praktik gotong royong di kehidupan sehari-hari

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid merefleksikan pembelajaran dengan menjawab pertanyaan: Apa yang saya pelajari hari ini tentang gotong royong dan bela negara? Bagaimana saya bisa menerapkan sikap gotong royong para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Murid menuliskan komitmen pribadi untuk mempraktikkan gotong royong di lingkungan mereka
  • Beberapa murid berbagi refleksi dan komitmen mereka kepada teman-teman
  • Guru memberikan penguatan bahwa gotong royong adalah warisan para pahlawan yang harus dijaga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: gotong royong adalah wujud bela negara yang dilakukan para pahlawan dan dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat atau pertanyaan lisan untuk mengukur pemahaman murid
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: murid melaksanakan satu kegiatan gotong royong di rumah atau lingkungan sekitar dan mendokumentasikannya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat diberikan bacaan tambahan tentang tokoh pahlawan tertentu yang menunjukkan semangat gotong royong. Murid yang lambat diberikan bacaan dengan bahasa yang lebih sederhana dan gambar ilustrasi yang lebih banyak
  • Proses: Murid yang cepat diminta untuk menjadi tutor sebaya dalam kelompok diskusi. Murid yang lambat diberikan bimbingan tambahan oleh guru dengan pertanyaan pemandu yang lebih terstruktur
  • Produk: Murid yang cepat membuat poster atau infografis tentang gotong royong sebagai bela negara. Murid yang lambat membuat daftar sederhana contoh gotong royong di lingkungan mereka dengan gambar atau tulisan singkat

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid saat kerja bakti di sekolah dan manfaat yang dirasakan
  • Pertanyaan pemantik untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang gotong royong dan bela negara

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan catatan anekdot
  • Penilaian lembar kerja Tabel 7.1 untuk melihat pemahaman murid tentang gotong royong dan bela negara
  • Penilaian presentasi kelompok dengan fokus pada kejelasan penjelasan dan kemampuan menjawab pertanyaan
  • Observasi aktivitas murid saat mencari contoh dan membuat rencana kegiatan gotong royong

Akhir:

  • Kuis lisan atau tertulis dengan 3-5 pertanyaan tentang kaitan gotong royong dengan bela negara dan keteladanan para pahlawan
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang pembelajaran dan komitmen pribadi
  • Penilaian rencana kegiatan gotong royong yang dibuat murid berdasarkan rubrik

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok dan kualitas jawaban dalam lembar kerja
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk memantau pemahaman murid
  • Penilaian presentasi kelompok dari segi kejelasan penjelasan dan kesesuaian dengan materi

Sumatif:

  • Kuis atau soal tertulis tentang kaitan gotong royong dengan bela negara
  • Penilaian produk berupa rencana kegiatan gotong royong yang dibuat murid
  • Laporan dokumentasi pelaksanaan gotong royong di lingkungan sekitar (tugas tindak lanjut)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman kaitan gotong royong dengan bela negaraBelum dapat menjelaskan kaitan gotong royong dengan bela negaraDapat menjelaskan kaitan gotong royong dengan bela negara dengan bantuan guruDapat menjelaskan kaitan gotong royong dengan bela negara dengan cukup jelasDapat menjelaskan kaitan gotong royong dengan bela negara dengan jelas dan memberikan contoh konkret
Keteladanan sikap para pahlawanBelum dapat mengidentifikasi sikap gotong royong para pahlawanDapat menyebutkan sikap gotong royong para pahlawan dengan bantuanDapat menjelaskan sikap gotong royong para pahlawan dan cara menerapkannyaDapat menjelaskan sikap gotong royong para pahlawan, cara menerapkannya, dan membuat komitmen konkret untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari
Kolaborasi dalam kelompokBelum berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompokBerpartisipasi dalam diskusi kelompok namun masih pasifBerpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi dalam diskusi kelompokBerpartisipasi aktif, memberikan kontribusi bermakna, dan membantu teman yang kesulitan dalam diskusi kelompok
Rencana penerapan gotong royongBelum dapat membuat rencana kegiatan gotong royongDapat membuat rencana kegiatan gotong royong yang masih umumDapat membuat rencana kegiatan gotong royong yang jelas dan sesuai dengan lingkungan sekitarDapat membuat rencana kegiatan gotong royong yang jelas, sesuai lingkungan, dan menunjukkan komitmen kuat untuk melaksanakannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu memahami kaitan gotong royong dengan bela negara sesuai tujuan pembelajaran?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dan bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah memfasilitasi kebutuhan semua murid?
  • Bagaimana saya dapat memfasilitasi murid untuk benar-benar mempraktikkan gotong royong di kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pelajari hari ini tentang gotong royong dan bela negara?
  • Bagaimana saya bisa menerapkan sikap gotong royong para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa tantangan yang mungkin saya hadapi saat mempraktikkan gotong royong di lingkungan saya?
  • Bagaimana perasaan saya setelah mempelajari tentang gotong royong sebagai wujud bela negara?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VI Bab 7 (Kemdikbudristek, 2023)
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas VI (Kemdikbudristek, 2023)
  3. Video atau gambar tentang gotong royong di masyarakat Indonesia
  4. Artikel atau berita tentang kegiatan gotong royong di lingkungan sekitar
  5. Lembar kerja Tabel 7.1 dari buku siswa
  6. Alat tulis, kertas, dan media presentasi (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.