Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Manfaat Gotong Royong untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Manfaat Gotong Royong untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Manfaat Gotong Royong untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Manfaat Gotong Royong untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikManfaat Gotong Royong untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan manfaat gotong royong bagi individu dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, damai, aman, dan nyaman
  2. Murid dapat menghubungkan nilai gotong royong dengan sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia) sebagai landasan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bergotong royong di lingkungan sekitar? Apa yang kalian rasakan setelahnya?
  2. Menurut kalian, apa manfaat gotong royong bagi diri sendiri dan masyarakat?
  3. Bagaimana hubungan gotong royong dengan sila Persatuan Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama
  • Guru melakukan presensi kehadiran murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami manfaat gotong royong dan hubungannya dengan sila ke-3 Pancasila
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang gotong royong di lingkungan mereka
  • Guru menceritakan gambaran suasana gotong royong memperbaiki rumah warga yang hampir roboh sebagai apersepsi
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks atau cerita bergambar tentang gotong royong menjaga persatuan dan kesatuan sebagai wujud bela negara
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang isi bacaan dengan menggali pemahaman murid
  • Murid secara berkelompok mengidentifikasi berbagai manfaat gotong royong: bagi individu (membangun kebersamaan, melatih kepedulian, meringankan beban) dan bagi masyarakat (menciptakan lingkungan harmonis, damai, aman, nyaman)
  • Guru menjelaskan hubungan gotong royong dengan sila ke-3 Pancasila: Persatuan Indonesia, menekankan bahwa gotong royong memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
  • Murid mencatat poin-poin penting dari penjelasan guru

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk berdiskusi
  • Setiap kelompok menganalisis contoh nyata praktik gotong royong di lingkungan sekitar (sekolah, rumah, atau kampung)
  • Murid menuliskan dalam tabel: jenis kegiatan gotong royong, manfaat bagi individu, manfaat bagi masyarakat, dan kaitan dengan sila ke-3 Pancasila
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan untuk memperkaya pemahaman
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individual menulis refleksi tentang pengalaman belajar hari ini
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi: Apa manfaat gotong royong yang paling berkesan bagi saya? Bagaimana saya bisa mempraktikkan gotong royong untuk menjaga persatuan?
  • Beberapa murid secara sukarela menyampaikan refleksi mereka
  • Guru memfasilitasi murid untuk membuat komitmen pribadi dalam mempraktikkan gotong royong di lingkungan sekolah dan rumah
  • Guru menegaskan kembali pentingnya gotong royong sebagai pengamalan sila ke-3 Pancasila dan wujud bela negara

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: gotong royong memberikan manfaat bagi individu dan masyarakat serta menjadi landasan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai sila ke-3 Pancasila
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan 3 manfaat gotong royong dan hubungannya dengan Persatuan Indonesia
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi aktif murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan bacaan tambahan tentang sejarah gotong royong sebagai budaya Indonesia. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks sederhana dengan gambar ilustrasi yang lebih banyak
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat menjadi tutor sebaya dalam kelompok diskusi. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan scaffolding berupa pertanyaan pemandu dalam menganalisis contoh gotong royong
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat poster ajakan bergotong royong atau menulis cerita pendek. Murid lain dapat membuat tabel sederhana atau mind map tentang manfaat gotong royong

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan: Menurut pengamatan atau pengalaman kalian, apa saja manfaat gotong royong bagi tiap individu dan masyarakat?
  • Guru mencatat respon murid untuk mengetahui pemahaman awal tentang manfaat gotong royong

Proses:

  • Observasi guru terhadap keterlibatan murid dalam membaca dan memahami teks
  • Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan mengidentifikasi manfaat gotong royong dan menghubungkannya dengan sila ke-3
  • Tanya jawab selama presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman
  • Pengamatan aktivitas murid dalam menganalisis contoh nyata gotong royong

Akhir:

  • Tes tertulis individu: Sebutkan dan jelaskan minimal 3 manfaat gotong royong bagi individu dan masyarakat
  • Tes tertulis individu: Jelaskan bagaimana gotong royong berhubungan dengan sila ke-3 Pancasila dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
  • Penilaian refleksi tertulis: kualitas refleksi murid tentang pembelajaran dan komitmen mempraktikkan gotong royong

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil kerja kelompok (tabel analisis gotong royong)

Sumatif:

  • Tes tertulis: murid menuliskan 3 manfaat gotong royong dan menjelaskan hubungannya dengan sila ke-3 Pancasila
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan manfaat gotong royongMurid belum mampu menyebutkan manfaat gotong royong atau hanya menyebutkan 1 manfaat tanpa penjelasanMurid dapat menyebutkan 2 manfaat gotong royong dengan penjelasan sederhanaMurid dapat menyebutkan 3 manfaat gotong royong dengan penjelasan yang jelas untuk individu atau masyarakatMurid dapat menyebutkan minimal 3 manfaat gotong royong dengan penjelasan lengkap dan rinci untuk individu dan masyarakat, serta memberikan contoh konkret
Menghubungkan gotong royong dengan sila ke-3 PancasilaMurid belum mampu menghubungkan gotong royong dengan sila ke-3 PancasilaMurid dapat menyebutkan sila ke-3 Pancasila tetapi hubungannya dengan gotong royong masih kurang jelasMurid dapat menjelaskan hubungan gotong royong dengan sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia) dalam menjaga persatuan dan kesatuanMurid dapat menjelaskan hubungan gotong royong dengan sila ke-3 Pancasila secara mendalam, lengkap dengan contoh praktik gotong royong sebagai wujud pengamalan Persatuan Indonesia
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid pasif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMurid mulai berpartisipasi tetapi masih perlu motivasi dan bimbingan guruMurid aktif berpartisipasi, memberikan pendapat, dan bekerja sama dengan anggota kelompokMurid sangat aktif, memberikan ide kreatif, membantu teman, dan memimpin diskusi kelompok dengan baik
Refleksi pembelajaranMurid belum mampu merefleksikan pembelajaran atau refleksi tidak relevanMurid menulis refleksi sederhana tentang apa yang dipelajariMurid merefleksikan pembelajaran dengan jelas dan membuat komitmen untuk mempraktikkan gotong royongMurid merefleksikan pembelajaran secara mendalam, menghubungkan dengan pengalaman pribadi, dan membuat komitmen konkret dengan rencana tindakan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Bagaimana tingkat partisipasi dan antusiasme murid selama pembelajaran?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda untuk meningkatkan pembelajaran di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa manfaat gotong royong yang paling berkesan bagi saya hari ini?
  • Bagaimana saya bisa mempraktikkan gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan rumah?
  • Apa yang sudah saya pahami dengan baik dan apa yang masih perlu saya pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana perasaan saya selama belajar hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VI Kemendikbudristek
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas VI Kemendikbudristek
  3. Teks atau cerita bergambar/komik tentang gotong royong
  4. Video dokumenter kegiatan gotong royong di masyarakat (opsional)
  5. Gambar atau foto kegiatan gotong royong
  6. Lembar kerja kelompok (tabel analisis)
  7. Lembar refleksi individu
  8. Papan tulis, spidol, kertas plano untuk presentasi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.