Modul AjarBab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7: Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 6 untuk Bab 7 "Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7: Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 7

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 7 — Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 7 — Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong
Alokasi Waktu20 JP (20 x 35 menit = 700 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.7.1 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara
  2. TP 6.7.2 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara
  3. TP 6.7.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara
  4. TP 6.7.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kegiatan apa saja di dalam ruang kelas yang terasa jauh lebih ringan dan cepat selesai jika dikerjakan bersama seluruh teman?
  2. Bagaimana perilaku bekerja sama saat piket atau menata kelas dapat mencegah perselisihan dan menjaga kerukunan antarsiswa?
  3. Apa contoh kegiatan bersama di tingkat sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah untuk menjaga lingkungan tetap nyaman dan bersatu?
  4. Mengapa ikut serta dalam kegiatan gotong royong di sekolah termasuk salah satu wujud bela negara bagi seorang murid?
  5. Kegiatan bersama apa saja yang pernah kalian lihat atau ikuti bersama warga di lingkungan RT atau RW tempat tinggalmu?
  6. Mengapa warga di tingkat RT/RW perlu bergotong royong bersama untuk menjaga kerukunan dan persatuan?
  7. Apa yang dapat dilakukan warga sekitar saat terjadi bencana alam seperti banjir atau gempa bumi?
  8. Bagaimana kegiatan bersama merawat fasilitas umum (seperti pos ronda dan jembatan warga) dapat memperkokoh persatuan dan menjadi wujud bela negara?
  9. Bagaimana keadaan ruang belajar kita jika meja, kursi, dan sudut baca dirapikan secara bersama-sama?
  10. Mengapa saling membantu saat menata ruang kelas dapat mempererat persatuan di antara kita sebagai wujud bela negara?
  11. Mengapa merawat dan membersihkan fasilitas sekolah bersama teman termasuk salah satu wujud nyata bela negara?
  12. Bagaimana pembagian tugas dalam aksi gotong royong dapat menjaga persatuan dan kenyamanan bersama di sekolah?
  13. Bagaimana pembagian tugas merawat taman dan area hijau dapat mempererat kebersamaan kita di sekolah?
  14. Mengapa menjaga keasrian lingkungan sekolah bersama-sama termasuk bentuk wujud bela negara untuk menjaga persatuan?
  15. Apa bentuk gotong royong di sekitar rumah yang dapat kamu ikuti untuk menjaga persatuan warga?
  16. Bagaimana panduan aksi sederhana membantumu berpartisipasi nyata dalam gotong royong di lingkungan tempat tinggal?
  17. Bukti apa yang kalian bawa hari ini untuk menunjukkan bahwa kalian telah bergotong royong di lingkungan sekitar rumah?
  18. Bagaimana keterlibatan kalian dalam gotong royong di lingkungan sekitar menjadi wujud nyata membela dan menjaga persatuan bangsa?
  19. Bagaimana partisipasi gotong royong kita di sekolah dan lingkungan tempat tinggal mencerminkan upaya nyata bela negara?
  20. Mengapa sikap saling membantu tanpa pamrih dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Kelas untuk Menjaga Persatuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.1 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku gotong royong di lingkungan kelas untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis tanya-jawab cepat memilah 3 contoh kegiatan: (1) Menyapu lantai kelas bersama regu piket, (2) Mengerjakan ulangan harian secara bersama-sama, (3) Merapikan meja dan kursi bersama setelah pembelajaran seni. Murid mengacungkan jempol ke atas jika merupakan wujud gotong royong kelas yang tepat atau jempol ke bawah jika bukan. Acuan kunci: (1) Gotong royong kelas yang tepat; (2) Bukan gotong royong kelas/pelanggaran integritas; (3) Gotong royong kelas yang tepat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca ringkasan teks bahan ajar mengenai makna perilaku gotong royong di kelas sebagai wujud persatuan dan bela negara (5 menit).
  • Guru menyajikan 4 studi kasus situasi di kelas: Kasus A: Regu piket membagi tugas menyapu, menghapus papan tulis, dan membuang sampah; Kasus B: Seorang murid membersihkan seluruh kelas sendirian sementara teman sekelompoknya pulang bermain; Kasus C: Murid-murid bergotong royong menghias mading kelas dengan rukun tanpa membeda-bedakan suku; Kasus D: Murid menolak menata bangku bersama karena merasa bukan tugas pribadinya. Murid bersama guru membedah mana yang mencerminkan gotong royong penjaga persatuan (Kasus A dan C) dan mana yang bukan (Kasus B dan D) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu detektif 'Pilah Tindakan Kelas': setiap pasangan menerima 5 kartu skenario perilaku kelas: (1) Bekerja sama membersihkan sudut baca kelas tanpa membeda-bedakan teman, (2) Membiarkan sampah berserakan di bawah bangku sendiri hingga ditegur wali kelas, (3) Bersama-sama mengatur meja dan kursi agar tertata rapi untuk belajar, (4) Menghapus papan tulis dan merapikan spidol bersama teman piket, (5) Memaksa satu teman mengerjakan seluruh tugas dekorasi kelas sendirian (12 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi untuk mengelompokkan kelima skenario tersebut ke dalam tabel 'Bentuk Gotong Royong Kelas' atau 'Bukan Bentuk Gotong Royong Kelas'. Kunci acuan: Bentuk Gotong Royong = nomor 1, 3, 4; Bukan Bentuk Gotong Royong = nomor 2, 5 (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan skenario kartu dan membahas alasan mengapa perilaku 1, 3, dan 4 secara konkret dapat menjaga persatuan dan mencegah konflik di kelas (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum bentuk-bentuk perilaku gotong royong di lingkungan kelas yang menjaga persatuan (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk mengamati perilaku gotong royong tingkat sekolah pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan bantuan kata kunci bergambar, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu skenario naratif tanpa penanda visual.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan memilah didampingi secara terbimbing oleh guru pada saat mengelompokkan kartu, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan pemilahan mandiri secara langsung.
  • Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi pada lembar tabel centang sederhana atau menuliskan identifikasi beserta bukti perilakunya pada lembar kerja klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya-jawab pemilahan 3 contoh tindakan: (1) Menyapu lantai bersama regu piket, (2) Mengerjakan ulangan harian bersama, (3) Merapikan bangku bersama usai praktik seni. Kunci jawaban: (1) Gotong royong kelas, (2) Bukan gotong royong kelas, (3) Gotong royong kelas.

Proses:

  • Observasi kinerja berpasangan memilah 5 skenario perilaku kelas: Kartu 1 (Membersihkan sudut baca bersama), Kartu 2 (Membiarkan sampah di bawah bangku), Kartu 3 (Mengatur meja dan kursi bersama), Kartu 4 (Menghapus papan tulis dan merapikan spidol bersama), Kartu 5 (Memaksa teman bekerja sendirian). Acuan kunci: Bentuk Gotong Royong = 1, 3, 4; Pengalih/Bukan = 2, 5.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada Lembar Kerja Identifikasi mengelompokkan 5 skenario kartu ke dalam tabel klasifikasi. Kriteria ketercapaian: murid tepat mengelompokkan minimal 4 dari 5 kartu sesuai acuan kunci (Gotong royong: 1, 3, 4; Bukan: 2, 5).

Formatif:

  • Penilaian proses pemilahan kartu skenario gotong royong di kelas
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Bentuk Gotong Royong Kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong di Lingkungan KelasTepat mengidentifikasi 0-1 dari 5 kartu skenario perilaku gotong royong di kelas sesuai acuan (Acuan benar: 1, 3, 4; pengalih/bukan: 2, 5).Tepat mengidentifikasi 2-3 dari 5 kartu skenario perilaku gotong royong di kelas sesuai acuan (Acuan benar: 1, 3, 4; pengalih/bukan: 2, 5).Tepat mengidentifikasi 4 dari 5 kartu skenario perilaku gotong royong di kelas sesuai acuan (Acuan benar: 1, 3, 4; pengalih/bukan: 2, 5).Tepat mengidentifikasi seluruh 5 dari 5 kartu skenario perilaku gotong royong di kelas tanpa kekeliruan membedakan bentuk gotong royong dan tindakan pengalih secara mandiri (Acuan benar: 1, 3, 4; pengalih/bukan: 2, 5).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan kartu detektif berhasil memfasilitasi seluruh murid mengidentifikasi bentuk gotong royong di kelas secara aktif dan menggembirakan?
  • Bagian mana dari kegiatan pemilahan yang masih membingungkan murid dalam membedakan gotong royong dengan kerja paksa/pelanggaran aturan?

Murid:

  • Perilaku gotong royong apa di ruang kelas kita yang paling sering kamu lakukan bersama teman?
  • Mengapa bekerja bersama membersihkan kelas bisa membuat kita merasa rukun dan bersatu?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tingkat Sekolah sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.1 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan bersama yang melibatkan semua warga sekolah, bukan hanya satu kelas!' (acuan jawaban yang benar: kerja bakti akbar/Jumat Bersih seluruh sekolah, upacara bendera bersama, penataan taman sekolah, atau renovasi fasilitas bersama) untuk memetakan kesiapan mengidentifikasi kegiatan skala sekolah (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong di tingkat sekolah sebagai wujud bela negara untuk menjaga persatuan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks/infografik singkat tentang 'Bela Negara Murid SD melalui Gotong Royong Tingkat Sekolah' yang memuat konsep bahwa membela negara tidak harus berperang fisik, melainkan dapat diwujudkan melalui menjaga persatuan dan kebersihan fasilitas bersama di sekolah (8 menit).
  • Guru memandu murid mencermati 4 contoh bentuk gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negara: (1) Kerja bakti serentak membersihkan selokan dan lapangan sekolah, (2) Penghijauan taman sekolah bersama seluruh jenjang kelas, (3) Donasi buku bersama untuk perpustakaan sekolah, (4) Menjadi petugas upacara/kegiatan sekolah secara bersama dan kompak (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan tantangan sortir 'Pilah Kartu Aksi Bela Negara di Sekolah'. Setiap pasangan menerima lembar berisi 6 kartu situasi tindakan untuk diidentifikasi mana yang merupakan 'Gotong Royong Tingkat Sekolah sebagai Wujud Bela Negara' dan mana yang 'Bukan Tingkat Sekolah / Tindakan Individual': (1) Seluruh warga sekolah bekerja bakti membersihkan lapangan upacara agar siap digunakan upacara hari Senin, (2) Murid merapikan tempat tidurnya sendiri di rumah, (3) Murid kelas 1 sampai 6 menanam bibit pohon bersama di pekarangan sekolah agar sekolah asri, (4) Seorang anak makan bekal sendiri di pojok kantin tanpa menyapa teman, (5) Perwakilan setiap kelas mengumpulkan buku layak baca untuk taman baca sekolah bersama, (6) Seorang murid menyapu lantai kamarnya sendiri. (acuan pengelompokan: Kartu 1, 3, dan 5 = Bentuk gotong royong tingkat sekolah wujud bela negara; Kartu 2, 4, dan 6 = Bukan bentuk gotong royong tingkat sekolah / tindakan individual) (18 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Mandiri berisi 4 skenario untuk menandai (Ya/Tidak) apakah skenario tersebut termasuk perilaku gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negara: (1) Skenario A: Mengikuti kerja bakti membersihkan perpustakaan sekolah bersama murid kelas lain (Kunci: Ya), (2) Skenario B: Membeli jajan di kantin sekolah untuk diri sendiri (Kunci: Tidak), (3) Skenario C: Ikut serta dalam gerakan mengecat pagar sekolah bersama guru dan teman lintas kelas (Kunci: Ya), (4) Skenario D: Mengerjakan PR Matematika sendiri di rumah (Kunci: Tidak) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa bersama hasil lembar identifikasi mandiri, mencocokkannya dengan acuan kunci, dan memberi kesempatan murid mengonfirmasi pemahamannya mengenai keterkaitan gotong royong sekolah dengan menjaga persatuan dan wujud bela negara (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa bergotong royong di tingkat sekolah merekatkan persatuan seluruh warga sekolah sekaligus menjadi bukti nyata cinta tanah air dan bela negara yang dapat dilakukan murid (4 menit).
  • Guru dan murid melakukan refleksi singkat akhir pertemuan dan guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 3) yaitu gotong royong di lingkungan RT/RW tanpa mengakhiri bab (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks skenario berukuran cetak besar dengan kata kunci penting (misal: 'seluruh sekolah', 'lintas kelas') yang digarisbawahi; murid yang lebih cepat diberikan skenario dengan narasi yang lebih mendalam mengenai persatuan lintas angkatan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara terbimbing oleh guru saat tahap sortir kartu; murid yang sudah mahir mengerjakan identifikasi mandiri secara penuh tanpa pendampingan langsung.
  • Produk: Semua murid menandai ke-4 butir skenario pada Lembar Identifikasi Mandiri, murid yang berpencapaian tinggi diminta menuliskan 1 alasan singkat mengapa gotong royong sekolah tersebut memperkuat persatuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Sebutkan 1 contoh kegiatan bersama yang melibatkan semua warga sekolah, bukan hanya satu kelas!' (acuan: kerja bakti akbar/Jumat Bersih sekolah, penghijauan pekarangan sekolah, donasi buku bersama untuk perpustakaan, atau penataan sarana sekolah lintas jenjang)

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat menyortir 6 kartu situasi pada tahap Mengaplikasi (acuan: Kartu 1, 3, 5 adalah gotong royong tingkat sekolah wujud bela negara; Kartu 2, 4, 6 bukan)
  • Pemeriksaan Lembar Identifikasi Mandiri 4 butir skenario (acuan: Skenario A = Ya, Skenario B = Tidak, Skenario C = Ya, Skenario D = Tidak)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi Lembar Identifikasi Mandiri: murid dikatakan mencapai tujuan bila mampu mengidentifikasi dengan tepat minimal 3 dari 4 butir skenario sesuai kunci acuan (Skenario A = Ya, B = Tidak, C = Ya, D = Tidak)

Formatif:

  • Tantangan sortir berpasangan 'Pilah Kartu Aksi Bela Negara di Sekolah' untuk mengidentifikasi kegiatan gotong royong tingkat sekolah
  • Lembar Identifikasi Mandiri berisi 4 butir skenario (menentukan Ya/Tidak perilaku gotong royong tingkat sekolah wujud bela negara)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negaraBelum mampu mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negara (hanya tepat 0-1 dari 4 butir skenario acuan).Mulai mampu mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negara dengan bantuan guru (tepat 2 dari 4 butir skenario acuan).Mampu mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negara secara tepat (tepat 3 dari 4 butir skenario acuan: Skenario A = Ya, Skenario B = Tidak, Skenario C = Ya, Skenario D = Tidak).Sangat mampu mengidentifikasi seluruh bentuk perilaku gotong royong tingkat sekolah sebagai wujud bela negara secara tepat dan mandiri (tepat 4 dari 4 butir skenario acuan: Skenario A = Ya, Skenario B = Tidak, Skenario C = Ya, Skenario D = Tidak).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu permainan sortir kartu dan lembar identifikasi mandiri berjalan efektif dalam waktu 70 menit?
  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara kegiatan gotong royong tingkat sekolah dengan kegiatan individual atau kegiatan di rumah?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara murid melakukan bela negara di sekolah?
  • Kegiatan gotong royong tingkat sekolah mana yang paling ingin kamu ikuti bersama teman-teman?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong di Lingkungan RT/RW untuk Menjaga Persatuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.2 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong di lingkungan RT/RW untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid merespons pertanyaan lisan pemantik tentang bentuk gotong royong RT/RW berdasarkan 2 opsi yang dibacakan guru (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai 4 bentuk perilaku gotong royong di lingkungan RT/RW untuk menjaga persatuan: (1) Kerja bakti membersihkan selokan dan jalan lingkungan RT/RW, (2) Ronda malam/poskamling menjaga keamanan lingkungan bersama warga, (3) Membantu persiapan tenda dan konsumsi hajatan warga sekitar, dan (4) Memperbaiki fasilitas umum pos ronda atau gapura RT secara swadaya (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan kartu situasi dengan kartu bentuk gotong royong lingkungan RT/RW yang dibagikan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Dalam suasana interaktif dan kompetitif yang menyenangkan ('Tantangan Detektif Gotong Royong RT/RW'), tiap pasangan menerima Lembar Kerja Klasifikasi yang memuat 6 pernyataan kegiatan warga: (1) Kerja bakti membersihkan saluran air warga RT, (2) Membayar belanjaan di minimarket sendirian, (3) Ronda malam bersama di poskamling RW, (4) Mengunci pagar rumah dan tidak menyapa tetangga, (5) Membantu mendirikan terop tenda hajatan tetangga, (6) Menonton siaran televisi di kamar pribadi (15 menit).
  • Murid secara berkelompok mengidentifikasi dan memilih 3 pernyataan yang merupakan wujud gotong royong RT/RW penjaga persatuan, serta menandai 3 pernyataan pengalih yang bukan gotong royong warga (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi dengan kunci jawaban yang ditampilkan di papan tulis secara seksama dan sadar diri (5 menit).
  • Murid mengevaluasi pemahamannya sendiri tentang pentingnya perilaku gotong royong RT/RW bagi keutuhan persatuan lingkungan sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan 4 bentuk utama perilaku gotong royong di lingkungan RT/RW sebagai penjaga persatuan warga (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang gotong royong tanggap bencana di lingkungan sekitar, lalu menutup dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan petunjuk kata kunci (misal: ada kata 'bersama warga'), sedangkan murid mahir mengidentifikasi 2 situasi tambahan di lingkungan rukun tetangga.
  • Proses: Bimbingan langsung diberikan secara berkala pada kelompok yang masih ragu membedakan kegiatan gotong royong warga dengan kegiatan pribadi.
  • Produk: Hasil identifikasi dituangkan dalam tabel ceklis lembar kerja kelompok yang sama untuk seluruh murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik: Guru menanyakan 'Manakah yang termasuk kegiatan gotong royong warga di lingkungan RT/RW: (A) Kerja bakti membersihkan selokan RT bersama warga, atau (B) Membersihkan kamar tidur sendiri?' (Acuan jawaban benar: A. Kerja bakti membersihkan selokan RT bersama warga).

Proses:

  • Tugas Klasifikasi Kelompok: Murid memilih mana yang termasuk gotong royong RT/RW penjaga persatuan dari 6 pernyataan: (1) Kerja bakti membersihkan saluran air warga RT, (2) Membayar belanjaan di minimarket sendirian, (3) Ronda malam bersama di poskamling RW, (4) Mengunci pagar rumah dan tidak menyapa tetangga, (5) Membantu mendirikan terop tenda hajatan tetangga, (6) Menonton siaran televisi di kamar pribadi. (Kunci jawaban gotong royong benar: nomor 1, 3, dan 5; Pengalih bukan gotong royong: nomor 2, 4, dan 6).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menyebutkan secara lisan 2 contoh bentuk gotong royong warga RT/RW yang menjaga persatuan. (Acuan jawaban: kerja bakti warga, ronda malam/poskamling, membantu hajatan warga, atau memperbaiki pos ronda/gapura bersama).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pengenalan awal bentuk kerja sama warga
  • Observasi unjuk kerja saat murid mengidentifikasi dan mengelompokkan 6 pernyataan pada lembar kerja klasifikasi gotong royong RT/RW

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi bentuk perilaku gotong royong di lingkungan RT/RWMengidentifikasi 0-1 bentuk gotong royong RT/RW dengan tepat dari 3 target acuan (nomor 1, 3, 5), atau memilih lebih dari 2 pernyataan pengalih (nomor 2, 4, 6) dengan bimbingan penuh.Mengidentifikasi 2 dari 3 bentuk gotong royong RT/RW dengan tepat (dari nomor 1, 3, 5), tetapi masih memilih 1-2 pernyataan pengalih (nomor 2, 4, 6).Mengidentifikasi seluruh 3 bentuk gotong royong RT/RW dengan tepat (nomor 1, 3, dan 5) dan hanya keliru memilih maksimal 1 pernyataan pengalih.Mengidentifikasi seluruh 3 bentuk gotong royong RT/RW dengan tepat (nomor 1: kerja bakti selokan, nomor 3: ronda malam poskamling, nomor 5: membantu tenda hajatan) secara mandiri tanpa memilih satu pun pernyataan pengalih (nomor 2, 4, 6).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan klasifikasi bentuk gotong royong RT/RW?
  • Apakah instruksi dan perbedaan antara kegiatan gotong royong warga dan kegiatan mandiri dapat dipahami murid dengan jelas?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan kegiatan gotong royong bersama tetangga/warga dengan kegiatan pribadi?
  • Bentuk gotong royong RT/RW apa yang paling sering kamu lihat di sekitar tempat tinggalmu?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Bentuk Perilaku Gotong Royong Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.2 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong tanggap bencana dan perawatan fasilitas sosial di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai 2 situasi di lingkungan sekitar: (1) Situasi saat ada warga terdampak luapan air/banjir; (2) Situasi saat jembatan kecil penyeberangan warga rusak. Acuan identifikasi benar: (1) Membantu evakuasi barang/membuka dapur umum/mengumpulkan bantuan pangan dan pakaian; (2) Bersama-sama memperbaiki jembatan/mengumpulkan bahan bambu atau kayu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak ulasan guru dan teks bacaan singkat tentang 2 kategori gotong royong di lingkungan sekitar: (a) Tanggap bencana (posko logistik, dapur umum, evakuasi warga); (b) Perawatan fasilitas sosial/umum (membersihkan saluran air bersama, memperbaiki balai warga, mengecat pos ronda) sebagai wujud menjaga keutuhan dan persatuan bangsa (10 menit).
  • Murid berpasangan mencermati 4 kartu situasi nyata di lingkungan sekitar: Kartu A (Pohon tumbang menutup jalan utama desa pascabada), Kartu B (Pos kamling desa gentingnya bocor dan dindingnya kusam), Kartu C (Banjir menggenangi pemukiman warga dan memerlukan makanan siap saji), dan Kartu D (Taman bermain anak di pemukiman warga penuh rumput liar dan saluran airnya tersumbat). Murid menandai bentuk gotong royong yang sesuai untuk setiap situasi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan aktivitas permainan berpasangan 'Tantangan Detektif Gotong Royong': setiap pasangan menerima Lembar Identifikasi yang berisi 6 pernyataan perilaku. Murid memilah perilaku yang tepat ke dalam tabel Kategori A (Tanggap Bencana), Kategori B (Perawatan Fasilitas Sosial), atau Pilihan Pengalih (Bukan Gotong Royong Lingkungan Sekitar) (15 menit).
  • Murid bersama pasangannya menuliskan alasan singkat keterkaitan perilaku gotong royong yang dipilih dengan upaya menjaga persatuan warga di lingkungan sekitar (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi 6 pernyataan: Pernyataan 1 (Menyiapkan posko dapur umum untuk warga terdampak banjir -> Kategori A: Tanggap Bencana); Pernyataan 2 (Kerja bakti memperbaiki lantai jembatan desa yang patah -> Kategori B: Fasilitas Sosial); Pernyataan 3 (Menonton warga yang sedang membersihkan lumpur tanpa membantu -> Pengalih); Pernyataan 4 (Mengumpulkan dan menyalurkan selimut serta pakaian layak bagi korban gempa -> Kategori A: Tanggap Bencana); Pernyataan 5 (Mengecat dan merapikan pos siskamling bersama tetangga -> Kategori B: Fasilitas Sosial); Pernyataan 6 (Mencoret-coret tembok balai pertemuan warga -> Pengalih). Pasangan murid menghitung ketepatan identifikasinya (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bahwa bergotong royong dalam tanggap bencana dan merawat fasilitas sosial lingkungan merupakan bentuk nyata bela negara untuk menjaga persatuan (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat, menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi dengan ilustrasi visual pendukung; murid yang sudah mahir diberikan kartu studi kasus naratif yang lebih rinci.
  • Proses: Murid yang perlu scaffolding dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun dalam menentukan kategori gotong royong; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis seluruh 6 butir.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi dalam bentuk tabel centang kategori maupun pengelompokan kartu kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik memetakan kesiapan murid menyebutkan bentuk gotong royong pada 2 situasi sekitar: (1) Saat banjir bandang melanda pemukiman (acuan: dapur umum, evakuasi bantuan logistik); (2) Saat jembatan penyeberangan rusak (acuan: kerja bakti perbaikan jembatan bersama warga).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid memilah 6 pernyataan ke dalam tabel kategori: Pernyataan 1 (Dapur umum bencana -> Tanggap Bencana); Pernyataan 2 (Perbaikan jembatan desa -> Fasilitas Sosial); Pernyataan 3 (Menonton tanpa membantu -> Pengalih); Pernyataan 4 (Distribusi pakaian korban gempa -> Tanggap Bencana); Pernyataan 5 (Mengecat pos siskamling -> Fasilitas Sosial); Pernyataan 6 (Vandalisme balai warga -> Pengalih).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir isian singkat: (1) Tuliskan 1 bentuk gotong royong tanggap bencana di lingkungan sekitar! (Acuan: mendirikan dapur umum/mengumpulkan bantuan pakaian dan makanan/mengevakuasi warga terdampak); (2) Tuliskan 1 bentuk gotong royong fasilitas sosial di lingkungan sekitar! (Acuan: membersihkan selokan lingkungan/memperbaiki pos ronda/merawat jalan dan jembatan warga).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan memilah 6 kartu perilaku gotong royong (tanggap bencana, fasilitas sosial, dan pengalih) menggunakan Lembar Identifikasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Perilaku Gotong Royong Lingkungan Sekitar (Tanggap Bencana dan Fasilitas Sosial)Mengidentifikasi 1-2 dari 4 perilaku gotong royong target secara tepat, atau masih memilih 2 opsi pengalih.Mengidentifikasi 3 dari 4 perilaku gotong royong target secara tepat (dari daftar target: Pernyataan 1, 2, 4, 5), namun masih memilih 1 opsi pengalih (Pernyataan 3 atau 6).Mengidentifikasi seluruh 4 perilaku gotong royong target secara tepat (Pernyataan 1, 2, 4, 5: dapur umum bencana, perbaikan jembatan warga, distribusi bantuan gempa, mengecat pos siskamling) dan tidak memilih kedua opsi pengalih (Pernyataan 3 dan 6) dengan sedikit bimbingan.Mengidentifikasi seluruh 4 perilaku gotong royong target secara tepat (Pernyataan 1, 2, 4, 5) dan menolak kedua opsi pengalih (Pernyataan 3 dan 6) secara mandiri dan konsisten beserta pengelompokan kategori yang tepat tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan memilah kartu situasi efektif memfasilitasi murid mengidentifikasi bentuk gotong royong tanggap bencana dan perawatan fasilitas umum?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan bimbingan saat berdiskusi menentukan perilaku gotong royong?

Murid:

  • Bentuk gotong royong tanggap bencana atau fasilitas sosial apa yang pernah kamu jumpai di sekitar tempat tinggalmu?
  • Mengapa membantu tetangga yang terkena musibah atau memperbaiki fasilitas bersama dapat mempererat persatuan warga?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Menata Ruang Belajar Sekolah untuk Menjaga Persatuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang peran gotong royong dalam menjaga kenyamanan dan persatuan kelas (acuan: kerja sama membuat ruang nyaman, tertib, dan mempererat kerukunan antarwarga sekolah) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu menunjukkan perilaku gotong royong menata ruang belajar sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negara (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak pembagian 4 zona penataan ruang belajar: Zona 1 (kerapian meja-kursi murid), Zona 2 (pengorganisasian pojok baca/rak buku), Zona 3 (kebersihan papan tulis dan meja guru), dan Zona 4 (pemilahan alat kebersihan dan loker kelas) (7 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mencermati panduan pembagian peran gotong royong di zona masing-masing agar tercipta suasana tertib dan kompak tanpa perselisihan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara serentak melaksanakan aksi gotong royong menata ruang belajar sesuai zona kelompoknya dengan prinsip saling membantu, berbagi tugas, dan menjaga keharmonisan kelas (20 menit).
  • Murid menjalankan tantangan 'Estafet Ruang Rapi', yaitu kelompok yang telah menyelesaikan zonanya dengan rapi dan rukun bergerak membantu zona kelompok lain yang belum tuntas secara sukarela dan ceria (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok berdiri di zona masing-masing untuk memeriksa hasil penataan bersama dan saling mengapresiasi kerja gotong royong yang telah dilakukan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap perilaku gotong royong yang telah ditunjukkan murid dalam menata ruang belajar sebagai tindakan nyata menjaga persatuan di sekolah (5 menit).
  • Guru memandu murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual denah penataan zona ruang belajar bagi kelompok yang memerlukan bantuan petunjuk tata letak.
  • Proses: Memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang masih ragu membagi tugas gotong royong, sementara kelompok mandiri langsung mengeksekusi penataan dan membantu zona lain.
  • Produk: Kelompok menunjukkan ketercapaian penataan pada zonanya masing-masing serta keikutsertaan membantu penataan zona lain.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang terjadi jika hanya satu orang yang menata ruang kelas yang berantakan?' (Acuan jawaban yang diterima: pekerjaan memakan waktu sangat lama, melelahkan, dan memicu rasa ketidakadilan; sebaliknya dengan gotong royong pekerjaan cepat selesai dan persatuan terjaga).

Proses:

  • Pengamatan langsung perilaku gotong royong murid selama aksi menata ruang belajar berdasarkan lembar observasi: (1) aktif mengambil bagian tugas di zonanya, (2) bersedia membantu teman satu kelompok atau kelompok lain tanpa membeda-bedakan, dan (3) menjaga suasana rukun dan tertib selama penataan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi singkat lisan di akhir sesi: murid menyebutkan satu perilaku gotong royong yang baru saja ia tunjukkan dan manfaatnya bagi kerukunan kelas (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan konkret seperti mengangkat meja bersama, merapikan buku bersama teman, atau menyapu sudut kelas secara rukun).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja perilaku gotong royong selama aksi menata ruang belajar sekolah menggunakan lembar amatan keterlibatan dan kerja sama antarmurid.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Menata Ruang Belajar SekolahBelum menunjukkan partisipasi dalam penataan ruang belajar dan masih pasif walau telah diarahkan guru.Menunjukkan partisipasi dalam menata ruang belajar pada satu tugas di zonanya jika terus diingatkan atau diarahkan guru.Menunjukkan perilaku gotong royong secara aktif menata ruang belajar di zonanya dan bekerja sama dengan teman secara mandiri.Menunjukkan perilaku gotong royong secara konsisten dan aktif di zonanya serta berinisiatif membantu menata zona kelompok lain secara sukarela demi menjaga kerapian dan kebersamaan kelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dan menunjukkan perilaku gotong royong saat menata ruang belajar?
  • Bagaimana interaksi antarmurid selama pembagian tugas berlangsung, apakah terlihat sikap menjaga persatuan dan kerukunan?

Murid:

  • Tindakan gotong royong apa yang paling membuatmu merasa senang saat menata kelas hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu belajar di ruang kelas yang rapi hasil kerja bersama teman-teman?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Aksi Kebersihan Fasilitas Sekolah sebagai Wujud Bela Negara (Observasi Giliran 10 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan aksi gotong royong kebersihan fasilitas sekolah sebagai wujud menjaga persatuan dan bela negara, serta menjelaskan alur observasi bergiliran untuk 10 murid target pada sesi ini (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai kesiapan peran gotong royong pada 3 peran kerja kebersihan fasilitas sekolah: peran penyapu lantai, peran pengelap meja/kaca, dan peran penata buku/rak (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan pengarahan kesadaran bersama mengenai aksi kebersihan fasilitas sekolah (ruang perpustakaan atau aula sekolah) sebagai wujud nyata menjaga kerukunan dan bela negara di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru membagi seluruh kelas menjadi 4 kelompok kerja dan menetapkan daftar 10 murid yang diobservasi mendalam secara bergiliran pada lembar observasi guru, serta membagikan perlengkapan kerja (kain lap, sapu, pengki, kemoceng) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyelenggarakan tantangan menggembirakan 'Misi Bersih Kompak 20 Menit' di mana setiap kelompok saling bekerja sama menyelesaikan pembersihan zona fasilitas sekolah tanpa membeda-bedakan tugas (5 menit).
  • Murid secara serentak melaksanakan aksi gotong royong kebersihan fasilitas sekolah (menyapu, mengelap permukaan meja/rak, merapikan buku dan inventaris bersama), sementara guru mengamati dan mencatat ketercapaian perilaku gotong royong pada 10 murid giliran menggunakan lembar observasi terstruktur (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama kelompok merapikan kembali alat kebersihan pada tempat semula dan mencuci tangan secara tertib (5 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman gotong royong: bagaimana kerja sama tanpa membedakan teman menjaga keharmonisan dan persatuan di sekolah sebagai wujud bela negara (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap aksi kebersihan yang telah ditunjukkan murid dan mengonfirmasi ketercapaian tindakan gotong royong 10 murid yang diobservasi hari ini (3 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan apresiasi atas kerja sama seluruh kelas dan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pembagian area fasilitas sekolah dengan tingkat beban kerja yang disesuaikan (area meja/rak buku untuk kelompok dengan koordinasi ringan, area lantai dan koridor untuk kelompok fisik lebih aktif).
  • Proses: Memberikan pendampingan langsung bagi murid yang membutuhkan bimbingan saat membagi peran, sedangkan murid yang mandiri langsung menjalankan tugas gotong royong sesuai kesepakatan kelompok.
  • Produk: Bukti tindakan keterlibatan nyata dalam kebersihan fasilitas sekolah yang tercatat pada lembar observasi ketercapaian perilaku gotong royong.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan peran: Guru menanyakan kesiapan murid memilih dan melakukan 1 dari 3 peran gotong royong fasilitas sekolah: (1) Menyapu lantai, (2) Mengelap meja/kaca, (3) Menata rak buku/inventaris. Kriteria ketercapaian awal: Murid siap menyebutkan peran yang dipilih dan alat yang akan digunakan secara tepat sesuai acuan 3 peran tersebut.

Proses:

  • Lembar observasi perilaku gotong royong kebersihan fasilitas sekolah untuk 10 murid giliran dengan 3 indikator perilaku: (1) Terlibat aktif melaksanakan tugas pembersihan fasilitas sekolah, (2) Membantu teman satu kelompok secara sukarela saat membersihkan fasilitas sekolah, (3) Menjaga ketertiban dan kekompakan kelompok tanpa membeda-bedakan teman. Acuan penskoran: Murid dinilai memenuhi bila menunjukkan minimal 2 dari 3 indikator perilaku tersebut selama aksi kebersihan berlangsung.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan refleksi tindakan lisan akhir sesi: Guru memeriksa 10 murid yang diobservasi dengan pertanyaan: 'Sebutkan 1 tindakan gotong royong yang baru saja kamu lakukan dan jelaskan mengapa tindakan itu menjaga persatuan sekolah sebagai wujud bela negara!' Kriteria penerimaan operasional: Murid menyebutkan tindakan konkret yang dilakukannya (misal: menyapu bersama, mengelap meja bersama) serta mengaitkannya dengan terjaganya persatuan atau kenyamanan fasilitas sekolah bersama.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja perilaku gotong royong menggunakan lembar ceklis terstruktur pada 10 murid giliran selama aksi kebersihan fasilitas sekolah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong kebersihan fasilitas sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negaraBelum menunjukkan partisipasi dalam pembersihan fasilitas sekolah dan bersikap pasif meskipun telah diarahkan oleh guru dan teman kelompok.Menunjukkan perilaku gotong royong dalam pembersihan fasilitas sekolah dengan memenuhi 1 dari 3 indikator perilaku (terlibat aktif, membantu teman, menjaga kekompakan kelompok) dengan bimbingan berkala dari guru.Menunjukkan perilaku gotong royong dalam pembersihan fasilitas sekolah dengan memenuhi minimal 2 dari 3 indikator perilaku (terlibat aktif, membantu teman, menjaga kekompakan kelompok) secara mandiri.Menunjukkan perilaku gotong royong dalam pembersihan fasilitas sekolah secara konsisten dengan memenuhi seluruh 3 indikator perilaku (terlibat aktif, membantu teman, menjaga kekompakan kelompok) secara mandiri dan penuh inisiatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada aksi kebersihan cukup untuk mengamati secara akurat perilaku gotong royong 10 murid sasaran?
  • Bagaimana keterlibatan murid non-observasi dalam menjaga kerja sama dan persatuan di kelompoknya masing-masing?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas sekolah tadi yang paling membuatmu merasa bersatu dengan teman?
  • Apa tindakan gotong royong yang ingin terus kamu lakukan di sekolah sebagai wujud mencintai dan membela negara?

Pertemuan 7 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong Merawat Area Terbuka Hijau Sekolah (Observasi Giliran 10 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta alur kegiatan praktik kerja bakti merawat Area Terbuka Hijau (ATH) sekolah sebagai aksi nyata bela negara menjaga persatuan (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal kesiapan peran gotong royong dengan meminta setiap murid menyebutkan 1 tindakan konkret merawat area hijau dan peran kerja samanya (acuan: menyiram tanaman, mencabut gulma/rumput liar, mengumpulkan sampah daun, merapikan pot/tanah gembur) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak arahan pembagian 4 zona kerja bakti area terbuka hijau sekolah (Zona 1: Bedeng Bunga Depan, Zona 2: Kebun Toga Samping, Zona 3: Taman Baca Terbuka, Zona 4: Jalur Hijau Pagar Depan) dan kesepakatan pembagian tugas kelompok tanpa membeda-bedakan teman (7 menit).
  • Guru mengumumkan giliran observasi terfokus pada 10 murid target Pertemuan 7 menggunakan lembar observasi perilaku gotong royong bela negara, sementara kelompok lain tetap menjalankan peran secara serempak (3 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bersama kelompoknya menuju zona area terbuka hijau masing-masing, mengambil peralatan berkebun (sekop kecil, gembor air, sarung tangan, karung sampah daun), dan melakukan 'Tantangan Hijau Harmoni' yaitu berlomba secara ceria menuntaskan pembersihan dan penataan zona masing-masing dalam waktu 20 menit (20 menit).
  • Guru melakukan observasi intensif terhadap 10 murid giliran pertemuan ini (Murid No. 21 sampai No. 30) untuk mencatat kemunculan 3 indikator tindakan: (1) aktif terlibat berbagi tugas perawatan tanaman, (2) saling membantu rekan sekelompok tanpa membeda-bedakan demi persatuan, dan (3) merawat fasilitas hijau bersama secara bertanggung jawab sebagai wujud bela negara (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama-sama mengumpulkan sampah daun ke komposter sekolah, membersihkan peralatan, mencuci tangan, lalu melingkar di area taman yang telah rapi (7 menit).
  • Murid bersama guru memaknai hasil kerja gotong royong merawat area terbuka hijau sekolah sebagai bukti nyata persatuan dan kepedulian menjaga kedaulatan serta keutuhan lingkungan belajar sekolah (6 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung atas kesungguhan perilaku gotong royong yang ditunjukkan seluruh murid, khususnya 10 murid yang diobservasi mendalam pada pertemuan ini (4 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk bersiap melanjutkan praktik gotong royong di lingkungan sekitar rumah pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan bergambar pembagian tugas perawatan area terbuka hijau (mencabut gulma, menyiram, mengumpulkan daun kering) untuk kelompok yang membutuhkan kejelasan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan pendampingan penentuan peran awal secara langsung; bagi murid yang cekatan, diberikan tanggung jawab mengoordinasikan penataan hasil akhir zona hijau.
  • Produk: Unjuk kerja perilaku gotong royong dinilai melalui tindakan langsung selama aksi merawat area terbuka hijau sesuai kapasitas peran masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 tindakan konkret yang dapat kamu lakukan bersama kelompok untuk merawat taman sekolah!' (Acuan jawaban benar memuat minimal 1 dari 4 tindakan: menyiram tanaman secara merata, mencabut rumput liar/gulma bersama teman, menyapu dan menampung daun kering ke karung, atau menggemburkan dan merapikan pot tanaman).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja 10 murid (Murid No. 21 s.d. 30) dengan 3 indikator ketercapaian perilaku: (1) Berbagi peran aktif dalam perawatan area terbuka hijau, (2) Membantu teman satu kelompok secara sukarela tanpa membedakan latar belakang, (3) Menjaga dan merapikan fasilitas taman sekolah hingga selesai sebagai wujud bela negara (Acuan: teramati memenuhi ketiga indikator secara konsisten).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan kepada murid yang diobservasi bagaimana tindakan gotong royong merawat tanaman tadi menjaga persatuan sekolah (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan bahwa pekerjaan berat selesai bersama dan lingkungan sekolah terawat rukun tanpa perselisihan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja perilaku gotong royong merawat area terbuka hijau sekolah untuk 10 murid giliran pertemuan 7
  • Cek pemahaman keterlibatan aksi gotong royong dan nilai persatuan melalui tanya jawab reflektif di akhir kegiatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong merawat area terbuka hijau sekolah untuk menjaga persatuan sebagai wujud bela negaraBelum menunjukkan keterlibatan aktif dalam merawat area terbuka hijau dan enggan bekerja sama dengan teman kelompok.Menunjukkan perilaku gotong royong merawat area terbuka hijau sekolah hanya pada satu tindakan (misal: hanya memegang alat) dan membutuhkan dorongan berulang dari guru untuk bekerja sama dengan teman.Menunjukkan perilaku gotong royong merawat area terbuka hijau sekolah dengan aktif melakukan pembagian tugas dan bekerja sama secara harmonis bersama teman tanpa membeda-bedakan.Menunjukkan perilaku gotong royong merawat area terbuka hijau sekolah secara konsisten, mandiri berinisiatif membantu rekan yang membutuhkan bantuan, serta merawat sarana hijau hingga tuntas dan rapi demi persatuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada praktik kerja bakti taman cukup efektif untuk mengamati perilaku 10 murid sasaran secara akurat?
  • Bagaimana respons dan kebersamaan antarmurid selama menjalankan pembagian tugas merawat area terbuka hijau?

Murid:

  • Apa peran yang kamu ambil saat merawat area terbuka hijau bersama teman-teman tadi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah melihat area hijau sekolah menjadi bersih dan rapi berkat kerja sama kita?

Pertemuan 8 — Menunjukkan Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Rumah melalui Panduan Aksi Partisipatif — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyusun serta menunjukkan rencana perilaku gotong royong di lingkungan sekitar rumah melalui Panduan Aksi Partisipatif (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan murid dalam menunjukkan perilaku gotong royong di lingkungan sekitar melalui tanya jawab lisan cepat: 'Sebutkan 1 contoh nyata tindakan gotong royong bersama warga di sekitar tempat tinggalmu yang bertujuan menjaga kerukunan dan persatuan!' (acuan jawaban: tindakan partisipatif nyata murid seperti ikut kerja bakti membersihkan selokan/jalan gang, membantu menata kursi/tenda acara warga, atau memilah sampah lingkungan bersama warga) (4 menit).
  • Guru mengaitkan kegiatan ini dengan pengalaman gotong royong di sekolah pada pertemuan sebelumnya serta menegaskan pentingnya aksi nyata di lingkungan warga sebagai wujud bela negara (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati dan menelaah format lembar Panduan Aksi Partisipatif Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Rumah yang memuat 4 komponen utama: (1) Bentuk kegiatan gotong royong bersama warga sekitar, (2) Waktu dan lokasi pelaksanaan di sekitar rumah, (3) Tindakan/tugas konkret yang akan dilakukan murid sesuai usia, dan (4) Manfaat tindakan tersebut untuk menjaga persatuan warga/wujud bela negara (8 menit).
  • Guru memodelkan cara menyusun panduan aksi tersebut menggunakan satu contoh konkret: gotong royong kerja bakti membersihkan saluran air/gang RT (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana yang menggembirakan melalui 'Tantangan Mitra Aksi Berpasangan', murid berpasangan saling bertukar ide dan memilih 1 skenario aksi gotong royong di lingkungan sekitar dari 3 pilihan skenario: Skenario A (Kerja bakti membersihkan jalan dan parit lingkungan RT), Skenario B (Persiapan kerja bakti pemasangan bendera/pos ronda bersama warga), atau Skenario C (Kegiatan bersama merapikan tempat pembuangan/taman lingkungan RT) (12 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid menyusun dan melengkapi lembar Panduan Aksi Partisipatif Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Rumah dengan merumuskan rencana tindakan nyata mereka yang mencakup keempat komponen (bentuk kegiatan, waktu/lokasi, tindakan peran diri, manfaat persatuan/bela negara) (14 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan saling memperlihatkan dan memeriksa keterisian panduan aksi milik rekan, memastikan rencana tindakan gotong royong yang dirancang realistis dan benar-benar menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap lembar Panduan Aksi Partisipatif yang telah dirancang murid sebagai panduan komitmen perilaku gotong royong nyata di rumah yang akan dipraktikkan dan dibawa buktinya pada Pertemuan 9 (4 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup pertemuan dengan doa bersama serta salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan rincian pilihan tindakan peran diri konkret (misal: menyapu halaman pos ronda, menyajikan minum bagi warga yang kerja bakti, membawa kantong sampah), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan opsi merancang 2 peran tugas berbeda.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat melengkapi rincian tindakan pada panduan aksi, sedangkan murid yang mandiri langsung melengkapi lembar kerja setelah berpasangan.
  • Produk: Panduan Aksi Partisipatif dapat dilengkapi dalam bentuk tabel tertulis berformat baku atau diagram alur langkah partisipasi gotong royong.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 contoh nyata tindakan gotong royong bersama warga di sekitar tempat tinggalmu yang bertujuan menjaga kerukunan dan persatuan!' (acuan kriteria jawaban dapat diterima: menyebutkan tindakan partisipasi nyata murid seperti ikut kerja bakti membersihkan selokan/jalan gang, membantu menata kursi/tenda kegiatan warga, atau memilah sampah lingkungan bersama warga sekitar).

Proses:

  • Pemeriksaan keterisian lembar Panduan Aksi Partisipatif Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Rumah selama kegiatan inti mengaplikasi. Acuan kelengkapan memuat 4 komponen: (1) Bentuk kegiatan gotong royong warga (misal: kerja bakti RT), (2) Waktu dan lokasi lingkungan sekitar, (3) Rincian tindakan konkret peran diri murid yang aman dan realistis (misal: mengumpulkan daun kering, membagikan kantong sampah), dan (4) Manfaat bagi persatuan warga/wujud bela negara (misal: menciptakan lingkungan rukun dan kompak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan komitmen di akhir sesi pembelajaran melalui lembar komitmen panduan aksi: setiap murid menyerahkan draf panduan aksi yang telah lengkap 4 komponen (bentuk kegiatan, waktu/lokasi, tindakan peran diri, manfaat persatuan) dan terverifikasi realistis untuk dijalankan di lingkungan sekitar rumah menjelang pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian Panduan Aksi Partisipatif Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Rumah menggunakan rubrik ketercapaian
  • Observasi keaktifan dan komitmen murid dalam merancang peran aksi gotong royong di lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku gotong royong di lingkungan sekitar melalui perumusan panduan aksi partisipatifMerumuskan panduan aksi partisipatif yang hanya memuat 1 dari 4 komponen rancangan gotong royong di lingkungan sekitar dengan bantuan penuh guru.Merumuskan panduan aksi partisipatif yang memuat 2 dari 4 komponen rancangan gotong royong di lingkungan sekitar secara tepat.Merumuskan panduan aksi partisipatif yang memuat 3 dari 4 komponen rancangan gotong royong di lingkungan sekitar (bentuk kegiatan, waktu/lokasi, peran diri, manfaat persatuan) secara mandiri.Merumuskan panduan aksi partisipatif secara lengkap memenuhi seluruh 4 komponen (bentuk kegiatan, waktu/lokasi, peran diri yang konkret dan realistis, manfaat persatuan/bela negara) secara mandiri dan terstruktur.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perumusan lembar Panduan Aksi Partisipatif mempermudah murid membayangkan peran nyata gotong royong di lingkungan tempat tinggalnya?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat saling berdiskusi memilih skenario aksi gotong royong warga?

Murid:

  • Peran gotong royong nyata apa yang paling ingin kamu lakukan bersama warga di sekitar rumahmu?
  • Bagaimana panduan aksi ini membantumu merasa siap berpartisipasi dalam menjaga persatuan warga?

Pertemuan 9 — Menunjukkan Catatan Refleksi dan Bukti Partisipasi Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekitar sebagai Wujud Bela Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menunjukkan portofolio mandiri berupa lembar panduan aksi partisipatif yang telah diisi catatan refleksi dan bukti partisipasi gotong royong dari rumah (kriteria kesiapan: membawa bukti partisipasi gotong royong di lingkungan sekitar seperti tanda tangan warga/foto/catatan aksi nyata) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati arahan guru tentang kriteria penataan portofolio bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara yang mencakup: (1) jenis kegiatan gotong royong sekitar rumah, (2) bentuk partisipasi konkret yang dilakukan, dan (3) bukti fisik/catatan pengesahan partisipasi (5 menit).
  • Secara berpasangan, murid saling memeriksa kelengkapan isi catatan dan bukti partisipasi gotong royong pada lembar masing-masing menggunakan daftar periksa mandiri (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara mandiri menyusun dan menempelkan lembar catatan refleksi serta bukti partisipasi (foto dokumentasi, tanda tangan ketua RT/tetangga, atau surat keterangan partisipasi kerja bakti warga) ke dalam map portofolio bela negara (10 menit).
  • Murid mengikuti tantangan 'Gelar Portofolio Bela Negara': setiap murid menata dokumen buktinya di atas meja masing-masing, lalu berkeliling secara tertib melihat ragam bukti partisipasi gotong royong lingkungan milik teman sekelasnya dengan suasana apresiatif dan gembira (15 menit).
  • Setiap murid menunjukkan map portofolionya kepada guru di meja periksa untuk diverifikasi kelengkapan bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengisi 3 butir pernyataan refleksi diri pada lembar kerja: (1) 'Bentuk gotong royong lingkungan sekitar yang telah saya ikuti adalah ...', (2) 'Tindakan nyata saya saat kegiatan tersebut adalah ...', (3) 'Manfaat gotong royong yang saya lakukan bagi persatuan warga sekitar adalah ...' (acuan penerimaan: butir 1 diisi kegiatan riil lingkungan sekitar seperti kerja bakti RT/membersihkan selokan/pos ronda; butir 2 diisi peran fisik nyata seperti menyapu/mengangkut sampah/mencabut rumput; butir 3 memuat makna kerukunan/kebersihan bersama/persatuan warga) (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas portofolio catatan refleksi dan bukti partisipasi yang telah ditunjukkan oleh seluruh murid (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya konsistensi menunjukkan perilaku gotong royong di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara, lalu menutup pembelajaran dengan doa (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membawa bukti partisipasi berupa foto menyusunnya langsung pada portofolio; murid yang membawa bukti berupa surat tanda tangan/catatan orang tua/RT melengkapinya dengan narasi rincian tugas yang dikerjakan saat aksi gotong royong.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam menyusun kelengkapan berkas portofolio; murid yang sudah mandiri langsung menyusun dan melengkapi refleksi.
  • Produk: Portofolio unjuk bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar yang dilengkapi catatan refleksi diri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan berkas pada awal sesi: guru memeriksa apakah murid membawa lembar catatan aksi dan bukti partisipasi gotong royong di lingkungan sekitar rumah (kriteria siap: membawa dokumen panduan aksi berisi minimal 1 catatan kegiatan gotong royong lingkungan sekitar beserta bukti pendukung seperti paraf/tanda tangan RT/warga atau foto kegiatan).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja portofolio: guru memeriksa keabsahan dan kelengkapan catatan refleksi serta bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara menggunakan rubrik penilaian berkas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman refleksi akhir sesi: pemeriksaan terhadap 3 isian lembar refleksi diri murid (kriteria penerimaan: butir 1 memuat nama kegiatan riil lingkungan sekitar rumah; butir 2 memuat aksi partisipasi fisik murid; butir 3 memuat manfaat persatuan warga/kerukunan lingkungan).

Formatif:

  • Pemeriksaan portofolio catatan refleksi dan bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar
  • Lembar ceklis verifikasi bukti fisik partisipasi (foto, tanda tangan warga/RT, atau lembar verifikasi panduan aksi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan dan Keabsahan Bukti Partisipasi Perilaku Gotong Royong di Lingkungan SekitarBelum menunjukkan bukti partisipasi dan catatan perilaku gotong royong di lingkungan sekitar.Menunjukkan bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar namun belum disertai pengesahan (tanda tangan warga/RT atau foto) atau catatan rincian aksi belum lengkap.Menunjukkan catatan refleksi dan bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar secara lengkap beserta tanda tangan warga/RT atau foto dokumentasi.Menunjukkan catatan refleksi mendalam dan bukti partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar secara lengkap, sahih (foto dan pengesahan RT/warga), serta dilakukan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu menunjukkan bukti fisik partisipasi perilaku gotong royong di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka?
  • Bagaimana tingkat kemandirian dan kesungguhan murid dalam membuat catatan refleksi keterlibatannya dalam gotong royong warga?

Murid:

  • Apakah saya sudah berhasil menunjukkan bukti keikutsertaan saya dalam gotong royong di lingkungan sekitar rumah?
  • Perilaku gotong royong apa di lingkungan sekitar yang ingin terus saya lakukan untuk menjaga persatuan bangsa?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.7.1 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara
  • TP 6.7.2 Mengidentifikasi bentuk perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara
  • TP 6.7.3 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah sebagai wujud bela negara
  • TP 6.7.4 Menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kehadiran 28 murid, dan menyampaikan tujuan asesmen akhir Bab 7 mengenai perilaku gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara (2 menit).
  • Guru memberikan penjelasan alur tiga stasiun pembuktian sumatif: tes tertulis analisis kasus (35 menit), unjuk kerja aksi gotong royong sekolah bagi 8 murid fokus observasi lanjutan bersamaan dengan kerja tim kelas (25 menit), dan verifikasi berkas portofolio refleksi lingkungan (5 menit) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak arahan pengerjaan lembar tes tertulis mandiri yang memuat 4 kasus terstruktur: Kasus 1 identifikasi gotong royong sekolah (piket kelas terpadu), Kasus 2 identifikasi gotong royong sekolah (reboisasi/perawatan taman hijau sekolah), Kasus 3 identifikasi gotong royong lingkungan sekitar (kerja bakti perbaikan jembatan/drainase RT), Kasus 4 identifikasi gotong royong tanggap bencana/fasilitas umum RT, beserta dampak masing-masing kasus terhadap persatuan dan wujud bela negara (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Sebanyak 28 murid secara mandiri dan serentak mengerjakan lembar tes tertulis analisis kasus gotong royong sekolah (TP 6.7.1) dan lingkungan sekitar (TP 6.7.2) tanpa membuka buku selama 33 menit. Soal dan kunci acuan jawaban: Soal 1: Sebutkan bentuk gotong royong sekolah pada kasus pembersihan ruang kelas terpadu dan dampaknya bagi persatuan (Kunci acuan: Bentuk gotong royong berupa kerja sama membagi tugas menyapu, mengepel, dan menata meja; dampaknya ruang belajar nyaman, mencegah konflik antaranggota, dan menguatkan kerukunan warga kelas sebagai wujud bela negara). Soal 2: Sebutkan bentuk gotong royong sekolah pada perbaikan taman dan resapan air (Kunci acuan: Bentuk gotong royong berupa gotong royong mencabut rumput liar dan menanam tanaman obat sekolah; dampaknya memelihara aset bersama sekolah dan menumbuhkan rasa memiliki fasilitas negara). Soal 3: Identifikasi bentuk gotong royong pada kerja bakti normalisasi saluran air RT jelang musim hujan (Kunci acuan: Bentuk gotong royong warga membersihkan sampah parit bersama pengurus RT; dampaknya mencegah bencana banjir wilayah dan mempererat kerukunan antarwarga lintas perbedaan). Soal 4: Identifikasi bentuk gotong royong posko bantuan warga tertimpa musibah kebakaran di lingkungan RW (Kunci acuan: Bentuk gotong royong mengumpulkan logistik dan mendistribusikan makanan; dampaknya meringankan beban korban, menumbuhkan solidaritas kemanusiaan, dan membela ketahanan sosial masyarakat) (31 menit).
  • Pelaksanaan unjuk kerja gotong royong sekolah (TP 6.7.3): 28 murid bergerak ke area kerja bakti kelas dan selasar taman dalam 7 kelompok kerja terstruktur (masing-masing 4 murid). Guru melakukan observasi fokus individual terhadap 8 murid tersisa yang belum diobservasi pada pertemuan 6 dan 7 (8 murid x 3 menit = 24 menit pengamatan fokus perilaku keterlibatan aktif, kesukarelaan tanpa mengeluh, dan penuntasan tugas pembersihan fasilitas kelas/taman; 1 menit pencatatan skor akhir rubrik observasi), sementara 20 murid lainnya menuntaskan tugas kelompok yang telah terbagi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Sebanyak 28 murid menyerahkan berkas lembar catatan refleksi partisipasi gotong royong/kerja bakti di lingkungan sekitar rumah (TP 6.7.4) kepada guru. Guru memverifikasi kelengkapan berkas yang memuat 4 unsur valid: (1) uraian tugas nyata yang dilakukan murid, (2) catatan kesukarelaan tanpa paksaan, (3) bukti dokumentasi foto kegiatan kerja bakti di lingkungan RT/RW, dan (4) tanda tangan verifikasi pengurus RT atau orang tua murid (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis dan merangkum pencapaian pembelajaran Bab 7, menegaskan bahwa bela negara diwujudkan secara konkret melalui gotong royong menjaga kerukunan dan fasilitas bersama (1 menit).
  • Guru menutup seluruh rangkaian modul ajar Bab 7 dengan doa bersama dan apresiasi atas dedikasi serta partisipasi aktif seluruh murid (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi materi pada sesi sumatif; seluruh murid mendapatkan instrumen kasus, rubrik unjuk kerja, dan kriteria portofolio yang sama.
  • Proses: Pemberian akomodasi akses tata letak tempat duduk yang ergonomis dan instruksi pembacaan soal secara lisan bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah indikator dan tingkat kesulitan tugas.
  • Produk: Format penyajian dokumentasi foto pada portofolio refleksi lingkungan dapat berupa foto cetak maupun foto digital yang diperlihatkan langsung kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan kelengkapan bundel dokumen portofolio refleksi lingkungan sekitar (acuan: tersedianya berkas bertanda tangan orang tua/RT dan foto kegiatan kerja bakti lingkungan sebelum tes dimulai)

Proses:

  • Pengamatan langsung kepatuhan murid terhadap tata tertib pengerjaan tes mandiri dan lembar observasi keterlibatan unjuk kerja gotong royong 8 murid fokus

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis (analisis kasus gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar), unjuk kerja aksi gotong royong di sekolah, dan portofolio refleksi partisipasi gotong royong di lingkungan sekitar: lembar jawaban analisis kasus gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar beserta dampaknya terhadap persatuan (TP 1 & TP 2); lembar observasi keterlibatan aktif dan pembagian tugas dalam aksi gotong royong sekolah (TP 3); serta lembar catatan refleksi partisipasi kerja bakti di lingkungan sekitar yang memuat jenis tugas, kesukarelaan, tanda tangan orang tua/RT, dan foto kegiatan (TP 4)
  • tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan lembar asesmen tertulis secara serentak selama 35 menit. Murid mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan gotong royong di sekolah (TP 1) dan lingkungan sekitar (TP 2) serta menguraikan dampaknya dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan sebagai wujud bela negara. Artefak lembar jawaban individual diperiksa dan dinilai guru setelah jam pembelajaran selesai menggunakan pedoman penskoran objektif. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban analisis kasus gotong royong)
  • unjuk kerja aksi gotong royong sekolah: Aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah secara terstruktur dengan pembagian 7 kelompok kerja (masing-masing 4 murid). Bukti keterlibatan individu dikumpulkan bertahap: guru telah mengobservasi 20 murid pada sesi pembelajaran TP 3 (sesi 6 dan 7: masing-masing 10 murid per sesi menggunakan rubrik observasi). Pada slot sumatif terakhir (30 menit), guru mengamati secara fokus 8 murid yang tersisa (8 murid × 3 menit = 24 menit pengamatan fokus + 6 menit pencatatan rubrik = 30 menit <= 30 menit), sementara murid lainnya menyelesaikan pembagian tugas pembersihan area kelas dan taman sekolah. Total 28 murid tuntas teramati secara individual. (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja keterlibatan aktif, kesukarelaan, dan penyelesaian tugas gotong royong)
  • pemeriksaan artefak portofolio partisipasi lingkungan: Penyerahan dan verifikasi berkas lembar catatan refleksi partisipasi gotong royong/kerja bakti di lingkungan sekitar tempat tinggal murid (TP 4) yang telah dilaksanakan selama pembelajaran bab berlangsung. Guru mengalokasikan 5 menit di akhir slot sumatif untuk mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan 28 lembar refleksi murid yang mencakup deskripsi tugas konkret yang dikerjakan, indikator kesukarelaan, dokumentasi foto kegiatan, serta lembar cek verifikasi keterlibatan warga yang ditandatangani orang tua atau pengurus RT. Penilaian rubrik mendalam dilakukan sesudah sesi kelas. (5 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio refleksi dan lembar verifikasi keterlibatan warga RT/orang tua)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis (analisis kasus gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar), unjuk kerja aksi gotong royong di sekolah, dan portofolio refleksi partisipasi gotong royong di lingkungan sekitar: lembar jawaban analisis kasus gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar beserta dampaknya terhadap persatuan (TP 1 & TP 2); lembar observasi keterlibatan aktif dan pembagian tugas dalam aksi gotong royong sekolah (TP 3); serta lembar catatan refleksi partisipasi kerja bakti di lingkungan sekitar yang memuat jenis tugas, kesukarelaan, tanda tangan orang tua/RT, dan foto kegiatan (TP 4)
  • tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan lembar asesmen tertulis secara serentak selama 35 menit. Murid mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan gotong royong di sekolah (TP 1) dan lingkungan sekitar (TP 2) serta menguraikan dampaknya dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan sebagai wujud bela negara. Artefak lembar jawaban individual diperiksa dan dinilai guru setelah jam pembelajaran selesai menggunakan pedoman penskoran objektif. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban analisis kasus gotong royong)
  • unjuk kerja aksi gotong royong sekolah: Aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah secara terstruktur dengan pembagian 7 kelompok kerja (masing-masing 4 murid). Bukti keterlibatan individu dikumpulkan bertahap: guru telah mengobservasi 20 murid pada sesi pembelajaran TP 3 (sesi 6 dan 7: masing-masing 10 murid per sesi menggunakan rubrik observasi). Pada slot sumatif terakhir (30 menit), guru mengamati secara fokus 8 murid yang tersisa (8 murid × 3 menit = 24 menit pengamatan fokus + 6 menit pencatatan rubrik = 30 menit <= 30 menit), sementara murid lainnya menyelesaikan pembagian tugas pembersihan area kelas dan taman sekolah. Total 28 murid tuntas teramati secara individual. (30 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja keterlibatan aktif, kesukarelaan, dan penyelesaian tugas gotong royong)
  • pemeriksaan artefak portofolio partisipasi lingkungan: Penyerahan dan verifikasi berkas lembar catatan refleksi partisipasi gotong royong/kerja bakti di lingkungan sekitar tempat tinggal murid (TP 4) yang telah dilaksanakan selama pembelajaran bab berlangsung. Guru mengalokasikan 5 menit di akhir slot sumatif untuk mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan 28 lembar refleksi murid yang mencakup deskripsi tugas konkret yang dikerjakan, indikator kesukarelaan, dokumentasi foto kegiatan, serta lembar cek verifikasi keterlibatan warga yang ditandatangani orang tua atau pengurus RT. Penilaian rubrik mendalam dilakukan sesudah sesi kelas. (5 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio refleksi dan lembar verifikasi keterlibatan warga RT/orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Bentuk Gotong Royong Sekolah dan Lingkungan Sekitar (TP 6.7.1 & TP 6.7.2)Hanya mengidentifikasi 1 dari 4 bentuk gotong royong pada kasus tes tertulis secara tepat, atau keliru dalam menguraikan dampaknya terhadap persatuan (acuan 4 kasus: piket kelas terpadu, penataan taman hijau sekolah, kerja bakti drainase RT, dan posko bencana RW).Mengidentifikasi 2 dari 4 bentuk gotong royong pada kasus tes tertulis secara tepat dan menguraikan dampaknya terhadap persatuan sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi 3 dari 4 bentuk gotong royong pada kasus tes tertulis secara tepat dan menguraikan dampaknya terhadap persatuan sesuai kunci acuan.Mengidentifikasi seluruh 4 bentuk gotong royong pada kasus tes tertulis secara tepat dan menguraikan seluruh dampaknya terhadap persatuan dan wujud bela negara secara mendalam sesuai kunci acuan.
Menunjukkan Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekolah (TP 6.7.3)Menunjukkan perilaku gotong royong hanya jika diperintah berulang kali oleh guru, tidak menuntaskan tugas pembagian pembersihan fasilitas sekolah, dan pasif saat kerja kelompok.Menunjukkan perilaku gotong royong dengan menyelesaikan sebagian tugas pembagian fasilitas sekolah, namun masih memerlukan pengingatan dari guru/teman kelompok untuk konsisten terlibat aktif.Menunjukkan perilaku gotong royong secara mandiri, aktif menjalankan pembagian tugas kebersihan kelas/taman sekolah dengan sukarela, dan tuntas sesuai alokasi waktu.Menunjukkan perilaku gotong royong secara konsisten, berinisiatif tinggi membantu penuntasan area fasilitas sekolah yang belum selesai tanpa diminta, serta menjaga keharmonisan kerja tim.
Menunjukkan Perilaku Gotong Royong di Lingkungan Sekitar (TP 6.7.4)Menyerahkan berkas refleksi yang hanya memuat 1 dari 4 unsur kelengkapan bukti (daftar unsur: uraian tugas nyata, catatan kesukarelaan, bukti foto dokumentasi aksi, tanda tangan verifikasi RT/orang tua).Menyerahkan berkas refleksi yang memuat 2 dari 4 unsur kelengkapan bukti aksi gotong royong di lingkungan RT/RW secara valid.Menyerahkan berkas refleksi yang memuat 3 dari 4 unsur kelengkapan bukti aksi gotong royong di lingkungan RT/RW secara valid.Menyerahkan berkas refleksi yang memuat lengkap seluruh 4 unsur bukti (uraian tugas nyata, catatan kesukarelaan, bukti foto kerja bakti RT/RW, dan tanda tangan verifikasi RT/orang tua) dengan analisis reflektif yang mendalam.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit untuk tes tertulis, 25 menit untuk unjuk kerja observasi, dan 5 menit untuk verifikasi portofolio terlaksana efektif dan tertib bagi ke-28 murid?
  • Bagaimana ketercapaian kompetensi gotong royong murid secara keseluruhan dalam mewujudkan sikap bela negara dan persatuan?

Murid:

  • Bagian mana dari pengalaman gotong royong di sekolah dan lingkungan sekitar rumah yang paling bermakna bagiku dalam mempererat kerukunan antarwarga?
  • Bagaimana aku akan terus membiasakan sikap rela membantu dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kecintaan pada tanah air?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 7
  3. Set kartu skenario perilaku kelas dan Lembar Kerja Identifikasi Bentuk Gotong Royong
  4. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  5. Set kartu skenario situasi perilaku gotong royong tingkat sekolah
  6. Lembar Identifikasi Mandiri murid
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 7)
  8. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 7)
  9. Kartu situasi dan lembar kerja klasifikasi gotong royong RT/RW
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  11. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 7)
  12. Kartu Studi Situasi dan Lembar Detektif Gotong Royong
  13. Perlengkapan dan sarana ruang kelas (meja, kursi, rak buku, alat kebersihan)
  14. Fasilitas bersama sekolah (perpustakaan/aula sekolah)
  15. Alat kebersihan (sapu, pengki, kain lap, kemoceng, tempat sampah)
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 7
  17. Area Terbuka Hijau/Taman Sekolah
  18. Peralatan berkebun: sarung tangan kain, gembor penyiram air, sekop kecil, karung sampah daun
  19. Lembar Panduan Aksi Partisipatif Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Rumah
  20. Kartu Skenario Pilihan Kegiatan Gotong Royong Warga (Skenario A, B, dan C)
  21. Lembar portofolio panduan aksi partisipatif gotong royong murid
  22. Dokumentasi foto/surat keterangan partisipasi gotong royong di lingkungan RT/RW
  23. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 7 Halaman 136-150)
  24. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Analisis Kasus Gotong Royong
  25. Instrumen Lembar Observasi Unjuk Kerja Partisipasi Gotong Royong Sekolah
  26. Berkas Portofolio Catatan Refleksi Partisipasi Lingkungan RT/RW Berverifikasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.