Modul AjarPertemuan 8Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Menulis Surat kepada Kepala Daerah: Kontribusi Nyata untuk Provinsi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Menulis Surat kepada Kepala Daerah: Kontribusi Nyata untuk Provinsi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Menulis Surat kepada Kepala Daerah: Kontribusi Nyata untuk Provinsi

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menulis Surat kepada Kepala Daerah: Kontribusi Nyata untuk Provinsi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenulis Surat kepada Kepala Daerah: Kontribusi Nyata untuk Provinsi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menulis surat kepada kepala daerah yang berisi ide atau potensi diri untuk turut berperan membangun provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Murid dapat merefleksikan rasa bangga terhadap provinsinya sekaligus menunjukkan sikap menghormati keberagaman provinsi lain sebagai wujud gotong royong dalam bela negara.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa satu hal yang paling kamu banggakan dari provinsi tempat tinggalmu, dan mengapa hal itu penting bagi Indonesia?
  2. Jika kamu bisa berbicara langsung kepada gubernurmu hari ini, ide atau potensi diri apa yang ingin kamu sampaikan untuk membantu membangun provinsimu?
  3. Bagaimana cara kita menghargai provinsi lain yang berbeda budaya dan keunikannya, sambil tetap merasa bangga dengan provinsi sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan peta Indonesia dan menunjuk beberapa provinsi secara acak. Murid diminta menyebutkan satu ciri khas atau keunggulan provinsi yang ditunjuk. Guru mencatat respons untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang keberagaman provinsi (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Apa satu hal yang paling kamu banggakan dari provinsi tempat tinggalmu?' dan mempersilakan 2–3 murid berbagi jawaban secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menulis surat kepada gubernur berisi potensi diri dan ide membangun provinsi, serta merefleksikan rasa bangga dan menghormati provinsi lain (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: memahami unsur surat resmi, menulis surat, lalu berbagi dan merefleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh surat resmi sederhana kepada kepala daerah di papan tulis atau layar (bisa ditulis tangan besar-besaran atau diproyeksikan). Murid diminta mengamati dengan saksama (2 menit).
  • Guru mengajak murid mengidentifikasi bersama unsur-unsur surat resmi: kepala surat, tanggal, alamat tujuan, salam pembuka, isi surat (pembuka, isi pokok, penutup), salam penutup, tanda tangan, dan nama terang. Murid mencatat unsur-unsur ini di buku catatan mereka (5 menit). [Berkesadaran: murid aktif mengonstruksi pengetahuan tentang format surat melalui pengamatan langsung]
  • Guru meminta murid menjawab pertanyaan pemantik kedua secara lisan berpasangan (think-pair): 'Potensi atau ide apa dari dirimu yang ingin kamu sampaikan kepada gubernur untuk membantu membangun provinsimu?' Masing-masing pasangan berbagi selama 2 menit, lalu 2–3 pasangan mempresentasikan jawaban di depan kelas (5 menit). [Bermakna: murid menghubungkan potensi diri nyata dengan konteks kehidupan di provinsinya]
  • Guru memberikan panduan singkat tentang cara menyusun isi surat: (a) perkenalan diri dan kelas, (b) ungkapan rasa bangga terhadap provinsi, (c) potensi diri atau ide konkret untuk membantu pembangunan provinsi, (d) harapan dan penutup yang santun. Guru mencontohkan satu paragraf isi surat secara langsung di papan tulis (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mulai menulis surat resmi kepada gubernur provinsi tempat tinggal mereka secara mandiri di lembar kerja yang sudah disiapkan guru. Surat berisi: identitas diri, ungkapan rasa bangga terhadap provinsi, minimal satu potensi diri atau ide nyata untuk ikut membangun provinsi, serta harapan ke depan (15 menit). [Bermakna: murid mengekspresikan gagasan autentik tentang kontribusi mereka untuk daerahnya]
  • Selama proses menulis, guru berkeliling kelas memberikan bimbingan individual: mengingatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, membantu murid yang kesulitan menemukan ide, serta memberikan umpan balik lisan singkat terhadap draf surat yang sedang dibuat.
  • Setelah selesai menulis, murid membacakan surat mereka kepada teman sebangku untuk mendapatkan masukan awal: apakah ide yang disampaikan sudah jelas dan bahasanya sudah santun. Murid boleh merevisi suratnya berdasarkan masukan teman (5 menit). [Menggembirakan: suasana berbagi dan saling memberi masukan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan apresiatif]
  • Guru memilih 2–3 murid secara sukarela untuk membacakan suratnya di depan kelas. Kelas memberikan tepuk apresiasi setelah setiap pembacaan surat (3 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merespons pertanyaan pemantik ketiga: 'Bagaimana cara kita menghargai provinsi lain yang berbeda budaya dan keunikannya, sambil tetap merasa bangga dengan provinsi sendiri?' Murid berdiskusi singkat dalam kelompok kecil (3–4 orang) selama 3 menit, lalu menyampaikan satu poin utama dari diskusi kelompoknya (3 menit). [Berkesadaran: murid mengevaluasi dan memaknai sikap kebhinekaan secara kritis]
  • Guru menghubungkan hasil diskusi dengan konsep gotong royong dalam bela negara: meskipun tiap provinsi punya keunikan, semua provinsi bersatu dalam NKRI dan saling mendukung. Rasa bangga terhadap provinsi sendiri tidak berarti merendahkan provinsi lain (3 menit). [Bermakna: murid mengaitkan pengalaman belajar dengan nilai kebangsaan yang relevan dalam kehidupan nyata]
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (disediakan guru) dengan menjawab dua pertanyaan tertulis: (1) Satu hal yang paling kamu banggakan dari provinsimu dan mengapa; (2) Bagaimana sikapmu terhadap teman yang berasal dari provinsi lain setelah pembelajaran hari ini? (3 menit).
  • Guru meminta murid mengumpulkan surat dan lembar refleksi. Guru menyampaikan bahwa surat terbaik akan dipilih untuk diunggah ke media sosial sekolah sebagai bentuk nyata kontribusi murid.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menulis surat kepada gubernur adalah wujud nyata rasa cinta dan kontribusi kita pada provinsi dan NKRI (2 menit).
  • Guru memberikan penguatan: setiap murid memiliki potensi unik yang bisa berkontribusi untuk membangun daerahnya, dan menghargai provinsi lain adalah bentuk gotong royong dalam bela negara.
  • Guru menyampaikan umpan balik umum tentang kualitas surat yang ditulis hari ini dan apresiasi atas keberanian murid yang membacakan suratnya.
  • Murid diminta menyimpan salinan atau foto surat mereka sebagai pengingat komitmen nyata mereka.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami unsur-unsur surat resmi diberikan lembar panduan terstruktur berisi format surat lengkap dengan keterangan setiap bagian, sehingga mereka bisa fokus pada konten (ide dan potensi diri) tanpa terhambat format.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat menulis surat dalam bentuk kerangka terlebih dahulu (poin-poin ide) sebelum dikembangkan menjadi paragraf penuh, dengan bimbingan guru. Murid yang lebih cepat selesai diminta mengembangkan suratnya dengan menambahkan data atau fakta konkret tentang potensi provinsinya (misalnya produk unggulan, wisata, budaya lokal).
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat menulis surat dalam dua versi: versi formal kepada gubernur dan versi singkat berupa pesan inspiratif yang bisa dibagikan di media sosial. Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menghasilkan surat dengan minimal tiga paragraf singkat yang memenuhi unsur surat resmi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan peta Indonesia dan menunjuk beberapa provinsi secara acak; murid menyebutkan satu ciri khas atau keunggulan provinsi yang ditunjuk. Kegiatan ini mengukur pengetahuan awal murid tentang keberagaman provinsi di Indonesia sebelum masuk ke kegiatan menulis surat.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan kualitas ide saat diskusi berpasangan (think-pair) tentang potensi diri yang ingin disampaikan kepada gubernur.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling kelas selama murid menulis surat: guru mencermati kelengkapan unsur surat, kesesuaian isi, dan penggunaan bahasa.
  • Penilaian sejawat saat murid membacakan surat kepada teman sebangku dan saling memberikan masukan.
  • Observasi diskusi kelompok kecil saat sesi refleksi tentang menghargai provinsi lain: guru menilai kemampuan murid mengungkapkan sikap kebhinekaan.

Akhir:

  • Penilaian produk surat resmi kepada kepala daerah (gubernur) yang dikumpulkan di akhir pembelajaran, dinilai dengan rubrik 4 level mencakup: (1) kelengkapan unsur surat resmi, (2) kualitas dan kreativitas ide/potensi diri untuk membangun provinsi, (3) ketepatan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (4) ekspresi rasa bangga terhadap provinsi dan sikap menghormati keberagaman provinsi lain.
  • Lembar refleksi diri murid yang berisi dua jawaban tertulis tentang rasa bangga terhadap provinsi dan sikap terhadap teman dari provinsi lain, digunakan sebagai bukti perkembangan sikap.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan tentang potensi diri: guru mencatat keaktifan dan kualitas ide yang disampaikan.
  • Umpan balik lisan individual saat guru berkeliling selama proses menulis surat.
  • Penilaian sejawat: murid memberikan masukan kepada teman sebangku atas kejelasan ide dan kesantunan bahasa surat.
  • Lembar refleksi diri murid yang dikumpulkan di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Penilaian produk surat resmi kepada gubernur menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: kelengkapan unsur surat, kualitas ide/potensi diri, penggunaan bahasa Indonesia, dan ekspresi rasa bangga serta sikap menghormati provinsi lain.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Unsur Surat ResmiSurat tidak memuat unsur-unsur surat resmi (tidak ada kepala surat, tanggal, alamat tujuan, salam, atau tanda tangan).Surat memuat 1–3 unsur surat resmi, tetapi banyak bagian yang tidak lengkap atau tidak pada tempatnya.Surat memuat sebagian besar unsur surat resmi (4–6 unsur) dengan susunan yang cukup runtut.Surat memuat semua unsur surat resmi secara lengkap dan tersusun runtut sesuai format surat resmi yang benar.
Kualitas Ide dan Potensi Diri untuk Membangun ProvinsiIsi surat tidak menyebutkan ide atau potensi diri yang relevan untuk membangun provinsi.Isi surat menyebutkan ide atau potensi diri secara sangat umum dan belum dihubungkan dengan kondisi provinsi.Isi surat menyebutkan ide atau potensi diri yang cukup konkret dan ada hubungannya dengan kondisi atau kebutuhan provinsi.Isi surat menyebutkan ide atau potensi diri yang konkret, spesifik, kreatif, dan jelas hubungannya dengan pembangunan atau keunggulan provinsi.
Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan BenarPenggunaan bahasa tidak sesuai dengan konteks surat resmi; banyak kesalahan ejaan, tanda baca, dan pilihan kata yang tidak tepat.Bahasa yang digunakan cukup dapat dipahami tetapi masih banyak kesalahan ejaan, tanda baca, dan pilihan kata yang kurang sesuai untuk surat resmi.Bahasa yang digunakan umumnya baik dan benar dengan sedikit kesalahan ejaan atau pilihan kata; nada surat cukup santun dan resmi.Bahasa Indonesia yang digunakan baik, benar, dan konsisten; pilihan kata tepat, ejaan dan tanda baca benar, nada surat santun dan resmi sepanjang isi surat.
Ekspresi Rasa Bangga dan Sikap Menghormati Keberagaman ProvinsiSurat dan lembar refleksi tidak menunjukkan ekspresi rasa bangga terhadap provinsi sendiri maupun sikap menghormati provinsi lain.Terdapat ungkapan rasa bangga terhadap provinsi sendiri secara singkat, tetapi belum menunjukkan sikap menghormati keberagaman provinsi lain.Surat atau refleksi menunjukkan rasa bangga terhadap provinsi sendiri dan ada upaya untuk mengungkapkan penghargaan terhadap provinsi lain, meskipun belum mendalam.Surat dan refleksi secara eksplisit mengungkapkan rasa bangga terhadap provinsi sendiri sekaligus sikap menghargai dan menghormati keberagaman provinsi lain sebagai wujud gotong royong dalam bela negara.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menulis surat dengan unsur-unsur yang lengkap dalam alokasi waktu yang tersedia? Jika tidak, bagian mana yang perlu mendapat lebih banyak dukungan?
  • Apakah kegiatan diskusi berpasangan dan diskusi kelompok kecil berjalan efektif untuk membantu murid menemukan dan mengungkapkan ide mereka?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan (lembar panduan dan pengayaan) sudah menjangkau kebutuhan murid yang beragam di kelas ini?
  • Seberapa dalam murid mampu mengaitkan rasa bangga terhadap provinsi dengan nilai gotong royong dan bela negara? Apa yang perlu diperkuat di pertemuan atau pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang provinsimu atau tentang menulis surat resmi?
  • Apa yang paling kamu banggakan dari surat yang kamu tulis hari ini, dan apa yang ingin kamu perbaiki jika kamu menulis surat ini lagi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa ide dan potensimu bisa nyata berkontribusi untuk membangun provinsimu?
  • Setelah belajar hari ini, bagaimana sikapmu terhadap teman-teman yang berasal dari provinsi berbeda? Apa yang akan kamu lakukan berbeda mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Mohamad Alwi Lutfi, Listia, dan Khristina Antariningsih — Kemdikbudristek 2023), Bab 6 halaman 116–128.
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemdikbudristek 2023), Panduan Khusus Bab 6 halaman 200–203.
  3. Peta Indonesia (cetak atau digital) untuk kegiatan asesmen awal dan diskusi.
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) menulis surat resmi yang disiapkan guru, berisi format surat dengan keterangan setiap bagian.
  5. Lembar refleksi diri murid yang disiapkan guru, berisi dua pertanyaan refleksi tertulis.
  6. Contoh surat resmi kepada kepala daerah (disiapkan guru sebagai model, ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor).
  7. Papan tulis/whiteboard dan spidol, atau layar proyektor untuk menampilkan contoh surat dan peta Indonesia.
  8. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka versi Deep Learning — Kemdikbudristek 2025.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.