Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Mengidentifikasi Provinsi-Provinsi di Indonesia pada Peta

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Mengidentifikasi Provinsi-Provinsi di Indonesia pada Peta". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Mengidentifikasi Provinsi-Provinsi di Indonesia pada Peta

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengidentifikasi Provinsi-Provinsi di Indonesia pada Peta

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengidentifikasi Provinsi-Provinsi di Indonesia pada Peta
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan letak provinsi-provinsi di Indonesia pada peta dengan menyebutkan minimal 10 provinsi beserta pulau tempatnya berada.
  2. Murid dapat melengkapi peta buta Indonesia dengan menuliskan nama provinsi pada posisi yang tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Indonesia terdiri dari ribuan pulau — kira-kira berapa provinsi yang ada di Indonesia sekarang, dan dapatkah kamu menyebutkan lima di antaranya?
  2. Jika seseorang dari luar negeri bertanya di mana letak provinsimu, bagaimana kamu menjelaskan lokasinya di peta Indonesia?
  3. Mengapa penting bagi kita sebagai warga negara Indonesia untuk mengetahui letak provinsi-provinsi yang ada di seluruh wilayah NKRI?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama (± 2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal/diagnostik: Guru menampilkan peta buta Indonesia kosong di papan tulis atau layar proyektor, lalu bertanya secara lisan: 'Siapa yang tahu nama provinsinya sendiri? Di pulau mana provinsimu berada?' Murid menjawab secara spontan; guru mencatat respons sebagai data titik awal belajar (± 5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menunjukkan letak minimal 10 provinsi di peta dan melengkapi peta buta Indonesia.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu: 'Indonesia punya 38 provinsi — dapatkah kalian tunjukkan di peta di mana saja provinsi-provinsi itu berada?' (± 3 menit).
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) secara heterogen.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta Indonesia berukuran besar (cetak atau digital) yang memuat 38 provinsi dengan nomor atau penanda pada tiap provinsi (merujuk Gambar 6.3 Buku Guru).
  • Guru membagikan daftar nama 38 provinsi beserta pulau tempatnya berada kepada setiap kelompok.
  • Guru memandu murid mengamati peta secara seksama: 'Perhatikan nama pulau besar — Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Bali & Nusa Tenggara, dan Maluku. Provinsi-provinsi tersebar di pulau-pulau ini.'
  • Setiap kelompok berdiskusi mencocokkan daftar provinsi dengan posisinya di peta selama ± 7 menit. Guru berkeliling memantau dan memberi pertanyaan pancingan: 'Menurut kalian, provinsi ini ada di bagian barat atau timur Indonesia?'
  • Guru mengajak seluruh kelas membahas hasil pengamatan: perwakilan kelompok secara bergantian menunjuk satu provinsi di peta besar dan menyebutkan nama serta pulaunya. Kegiatan ini berlanjut hingga minimal 10 provinsi dari berbagai pulau teridentifikasi bersama (± 8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kerja peta buta Indonesia (satu lembar per murid) yang memuat nomor pada tiap wilayah provinsi tanpa nama.
  • Secara individu, murid menuliskan nama provinsi pada posisi yang tepat di peta buta berdasarkan pengetahuan yang baru diperoleh dan dengan merujuk daftar provinsi yang telah dibagikan. Target minimal: mengisi 10 provinsi dengan benar (± 10 menit).
  • Diferensiasi — murid cepat: setelah mengisi peta buta, murid diminta menandai provinsinya sendiri dengan warna berbeda dan menuliskan nama ibukota provinsinya di sebelah nama provinsi tersebut.
  • Diferensiasi — murid yang memerlukan dukungan: guru atau teman sebangku membantu dengan memberikan petunjuk letak pulau terlebih dahulu sebelum menentukan provinsi.
  • Setelah selesai mengisi peta buta, kelompok saling mencocokkan jawaban: satu anggota kelompok membacakan nama provinsi dan anggota lain menyatakan setuju atau memberikan koreksi berdasarkan peta referensi (± 5 menit).
  • Guru memfasilitasi refleksi singkat di tengah kegiatan: 'Provinsi mana yang paling sulit kalian temukan tadi? Mengapa?' untuk menjaga kesadaran belajar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiskusi kelas singkat dengan pertanyaan: 'Setelah kalian melihat sebaran 38 provinsi dari Sabang sampai Merauke, apa yang kalian rasakan tentang Indonesia sebagai Negara Kesatuan?' (± 5 menit).
  • Guru menegaskan makna kewarganegaraan: 'Setiap provinsi, termasuk provinsimu, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Keberagaman provinsi justru memperkuat persatuan kita.'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pada bagian bawah lembar peta buta mereka: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang provinsi-provinsi di Indonesia adalah...'
  • Beberapa murid sukarela membacakan kalimat refleksinya di depan kelas.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Indonesia memiliki 38 provinsi yang tersebar di berbagai pulau besar; setiap provinsi adalah bagian dari NKRI (± 3 menit).
  • Asesmen akhir lisan: Guru menunjuk 3–4 murid secara acak untuk menyebutkan minimal 3 provinsi beserta nama pulaunya sebagai cek pemahaman akhir.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati kekhasan daerah (makanan, pakaian, atau tradisi) di sekitar mereka sebagai bekal pembelajaran berikutnya tentang keistimewaan provinsi.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan diberikan peta buta dengan petunjuk tambahan berupa nama pulau besar yang sudah tercetak, sehingga mereka cukup mengisi nama provinsi di dalam pulau yang sudah diketahui.
  • Proses: Murid yang cepat menyelesaikan peta buta diberi tantangan tambahan: menuliskan ibukota dari setiap provinsi yang sudah mereka isi, atau mengurutkan provinsi berdasarkan letaknya dari barat ke timur.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup mengisi 10 provinsi dengan benar; murid yang sudah mahir diharapkan mampu mengisi seluruh 38 provinsi dengan benar pada lembar peta butanya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan peta buta kosong yang ditampilkan di awal pembelajaran: guru bertanya nama provinsi murid dan letaknya di pulau mana. Guru mencatat respons untuk memetakan titik awal pengetahuan setiap murid sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat diskusi kelompok mencocokkan daftar provinsi dengan peta: guru memperhatikan ketepatan jawaban dan tingkat partisipasi tiap murid.
  • Guru memantau pengisian peta buta secara individu dan memberikan umpan balik langsung kepada murid yang mengalami kesulitan.
  • Sesi berbagi kelompok: guru menilai kemampuan murid menyebutkan nama dan letak provinsi secara lisan berdasarkan rubrik yang telah disiapkan.

Akhir:

  • Lembar kerja peta buta yang telah diisi murid dikumpulkan; guru menilai ketepatan penempatan nama provinsi menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
  • Asesmen lisan akhir: guru menunjuk secara acak 3–4 murid untuk menyebutkan minimal 3 nama provinsi beserta pulau tempatnya berada.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menunjuk dan menyebutkan nama provinsi di peta besar (dinilai menggunakan rubrik keaktifan dan ketepatan).
  • Pengamatan guru saat diskusi kelompok berlangsung: apakah murid aktif, mampu bekerja sama, dan menunjukkan penalaran yang tepat dalam menentukan letak provinsi.
  • Kartu keluar (exit ticket) berupa satu kalimat refleksi yang dituliskan murid pada lembar peta butanya.

Sumatif:

  • Lembar kerja peta buta yang diisi murid secara individu: dinilai berdasarkan ketepatan penempatan nama provinsi (minimal 10 provinsi benar untuk mencapai TP 6.6.3.1 dan 6.6.3.2).
  • Asesmen lisan akhir: murid yang ditunjuk menyebutkan minimal 3 provinsi beserta pulaunya dengan benar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Menunjukkan Letak Provinsi di Peta (TP 6.6.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau menunjukkan letak provinsi manapun di peta dengan benar, atau menyebutkan kurang dari 3 provinsi beserta pulaunya.Murid dapat menyebutkan dan menunjukkan letak 3–6 provinsi di peta beserta pulau tempatnya berada dengan benar.Murid dapat menyebutkan dan menunjukkan letak 7–9 provinsi di peta beserta pulau tempatnya berada dengan benar.Murid dapat menyebutkan dan menunjukkan letak minimal 10 provinsi di peta beserta pulau tempatnya berada dengan benar dan lancar.
Melengkapi Peta Buta (TP 6.6.3.2)Murid mengisi kurang dari 5 nama provinsi pada peta buta, atau penempatan nama provinsi sebagian besar tidak tepat.Murid mengisi 5–7 nama provinsi pada peta buta dengan posisi yang sebagian besar tepat.Murid mengisi 8–12 nama provinsi pada peta buta dengan posisi yang tepat.Murid mengisi lebih dari 12 nama provinsi pada peta buta dengan posisi yang tepat dan rapi; mampu mengoreksi penempatan yang salah secara mandiri.
Kolaborasi dan Keaktifan dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak memberikan kontribusi dalam menentukan letak provinsi.Murid terlibat dalam diskusi kelompok jika diminta atau dipandu oleh anggota lain; kontribusi terbatas.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat tentang letak provinsi, dan mau mendengarkan pendapat teman.Murid sangat aktif memimpin diskusi kelompok, membantu teman yang kesulitan menemukan letak provinsi, dan memastikan seluruh anggota kelompok memahami hasilnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mencapai target minimal TP 6.6.3.1 (menyebutkan minimal 10 provinsi beserta pulaunya)?
  • Murid mana yang masih kesulitan menemukan letak provinsi di peta, dan dukungan apa yang perlu diberikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah penggunaan peta besar dan lembar peta buta efektif sebagai media pembelajaran pada pertemuan ini?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh tahapan kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan berhasil mengakomodasi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Provinsi apa saja yang sudah kamu ketahui letaknya di peta Indonesia hari ini? Sebutkan minimal 3!
  • Bagian mana yang paling sulit saat melengkapi peta buta tadi? Apa yang membantumu menemukan jawabannya?
  • Setelah belajar tentang 38 provinsi di Indonesia, apa yang kamu rasakan tentang luasnya wilayah NKRI kita?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemdikbudristek, 2023) — Bab 6
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemdikbudristek, 2023) — Panduan Khusus Bab 6
  3. Peta Indonesia berukuran besar (cetak atau digital/proyektor) yang memuat 38 provinsi dengan penanda nomor tiap provinsi
  4. Lembar kerja peta buta Indonesia (satu lembar per murid) — disediakan guru mengacu Gambar 6.3 Buku Guru
  5. Daftar nama 38 provinsi Indonesia beserta pulau tempatnya berada (handout yang disiapkan guru)
  6. Alat tulis: pensil warna/spidol untuk menandai peta buta
  7. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan peta besar saat pembahasan bersama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.