Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Asesmen Awal dan Mengenal Perkembangan Wilayah Provinsi di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Asesmen Awal dan Mengenal Perkembangan Wilayah Provinsi di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Asesmen Awal dan Mengenal Perkembangan Wilayah Provinsi di Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Awal dan Mengenal Perkembangan Wilayah Provinsi di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Awal dan Mengenal Perkembangan Wilayah Provinsi di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan perkembangan jumlah provinsi di Indonesia dari awal kemerdekaan hingga saat ini (8 provinsi hingga 38 provinsi) dengan benar.
  2. Murid dapat menjelaskan kedudukan provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan teks yang dibaca.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Tahukah kamu berapa jumlah provinsi di Indonesia saat ini? Apakah jumlahnya selalu sama sejak Indonesia merdeka?
  2. Mengapa Indonesia dibagi-bagi menjadi provinsi-provinsi? Apa hubungannya provinsimu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia?
  3. Jika kamu pindah ke provinsi lain di Indonesia, apakah kamu masih dianggap warga negara Indonesia yang sama? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan meminta murid menuliskan di secarik kertas: (1) berapa jumlah provinsi di Indonesia menurut mereka, dan (2) apa yang mereka ketahui tentang provinsi tempat tinggal mereka. Kertas dikumpulkan guru sebagai data awal. (5 menit)
  • Guru menampilkan peta Indonesia dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Tahukah kamu berapa jumlah provinsi di Indonesia saat ini? Apakah jumlahnya selalu sama sejak Indonesia merdeka?' untuk memancing rasa ingin tahu murid. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan mempelajari perkembangan jumlah provinsi di Indonesia dan memahami kedudukan provinsi sebagai bagian dari NKRI. (3 menit)
  • Guru mengaitkan materi dengan pengetahuan sebelumnya: 'Pada pelajaran sebelumnya kalian sudah mengenal kabupaten/kota. Hari ini kita naik satu tingkat — kita belajar tentang provinsi.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis/garis waktu sederhana di papan tulis atau layar proyektor yang menunjukkan perkembangan jumlah provinsi Indonesia: 1945 (8 provinsi) → 11 provinsi → 27 provinsi → 34 provinsi → 38 provinsi (saat ini). Guru membacakan nama-nama 8 provinsi pertama: Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, Maluku, Sunda Kecil, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. (5 menit)
  • Murid membaca teks singkat pada buku siswa halaman 116 dan materi pokok tentang 'Provinsi di Indonesia' secara mandiri selama 3 menit, kemudian guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa yang dimaksud dengan provinsi? Siapa pemimpin provinsi? Bagaimana cara memilihnya?' (8 menit)
  • Guru menjelaskan bahwa setiap provinsi dipimpin oleh gubernur yang dipilih melalui pilkada untuk masa jabatan 5 tahun, dan provinsi merupakan bagian dari wilayah NKRI yang diatur dalam sistem pemerintahan Indonesia. (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 5–6 kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja 'Jalur Waktu Provinsi Indonesia' yang berisi garis waktu kosong. Tugas kelompok: mengisi garis waktu dengan jumlah dan nama provinsi pada setiap tahap perkembangan berdasarkan teks yang telah dibaca. (8 menit)
  • Setiap kelompok juga diminta menjawab pertanyaan pada lembar kerja: 'Mengapa provinsi disebut sebagai bagian dari wilayah NKRI?' dan 'Apa buktinya bahwa provinsimu termasuk wilayah NKRI?' Murid boleh merujuk pada buku siswa. (5 menit)
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan jawaban mereka secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain memberikan tanggapan atau tambahan. Guru memfasilitasi dan meluruskan jika ada pemahaman yang perlu diperbaiki. (7 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik awal: 'Setelah belajar hari ini, apakah jawabanmu tentang jumlah provinsi tadi sudah berubah atau bertambah?' Beberapa murid berbagi secara lisan. (3 menit)
  • Murid menuliskan secara individu di buku catatan mereka: satu hal baru yang mereka pelajari hari ini tentang perkembangan provinsi, dan satu alasan mengapa provinsi penting bagi keutuhan NKRI. (4 menit)
  • Guru meminta 2–3 murid membacakan tulisannya. Guru merangkum dan menegaskan koneksi antara keberadaan provinsi dengan keutuhan NKRI sebagai penutup kegiatan inti. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Indonesia pada awal kemerdekaan memiliki 8 provinsi dan kini berkembang menjadi 38 provinsi; setiap provinsi adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid mengisi 3 soal isian singkat di lembar exit ticket — (1) Sebutkan 3 nama provinsi pertama Indonesia, (2) Berapa jumlah provinsi Indonesia saat ini, (3) Siapa pemimpin pemerintahan di tingkat provinsi? (4 menit)
  • Guru menyampaikan pratinjau materi berikutnya: 'Pada pertemuan selanjutnya kita akan mengenal lebih dalam provinsi tempat tinggal kita dan keistimewaannya.' (1 menit)
  • Guru menutup kelas dengan salam dan pesan singkat: 'Mencintai provinsi kita adalah salah satu cara mencintai NKRI.' (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami, guru menyediakan kartu visual bergambar peta Indonesia dengan nama provinsi dan warna berbeda per pulau sehingga lebih mudah dibaca. Untuk murid yang sudah cepat memahami, tersedia pertanyaan pengayaan: 'Cari tahu satu provinsi yang baru bergabung setelah 2000 dan ceritakan alasan pembentukannya.'
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya (peer learning) saat mengisi lembar kerja garis waktu. Murid yang cepat dapat diminta menjadi fasilitator kelompok dan membantu menjelaskan kepada teman yang belum paham.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup mengisi garis waktu dengan angka jumlah provinsi. Murid yang berkembang diminta menambahkan minimal 3 nama provinsi pada setiap tahap. Murid yang sangat berkembang dapat menambahkan keterangan singkat alasan bertambahnya jumlah provinsi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru membagikan kertas kecil di awal pendahuluan. Murid menuliskan: (1) berapa jumlah provinsi di Indonesia menurut mereka saat ini, dan (2) apa yang sudah mereka ketahui tentang provinsi tempat tinggal mereka.
  • Guru mengumpulkan dan membaca sekilas jawaban untuk memetakan pengetahuan awal: murid yang sudah tahu (38 provinsi), yang menjawab kurang tepat, dan yang belum tahu sama sekali. Hasil ini digunakan untuk menyesuaikan penjelasan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi aktif guru selama kegiatan diskusi kelompok mengisi lembar kerja garis waktu — guru berkeliling dan mencatat murid yang kesulitan untuk diberikan bimbingan segera.
  • Penilaian presentasi kelompok: guru menilai kebenaran informasi yang disampaikan dan kemampuan murid menjelaskan kedudukan provinsi dalam NKRI.
  • Pertanyaan pancingan lisan yang diajukan guru selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman individual secara acak.

Akhir:

  • Exit ticket 3 soal isian singkat: (1) Sebutkan 3 dari 8 nama provinsi pertama Indonesia, (2) Berapa jumlah provinsi Indonesia saat ini?, (3) Siapa pemimpin pemerintahan di tingkat provinsi dan bagaimana cara memilihnya?
  • Tulisan refleksi individu: satu hal baru yang dipelajari hari ini dan satu alasan mengapa provinsi merupakan bagian penting dari NKRI — dinilai berdasarkan kejelasan dan kebenaran isi.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: memperhatikan keterlibatan dan keakuratan jawaban murid saat mengisi garis waktu.
  • Penilaian lembar kerja kelompok 'Jalur Waktu Provinsi Indonesia' — dinilai kelengkapan dan kebenaran informasi yang diisi.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok untuk mengecek pemahaman tentang kedudukan provinsi dalam NKRI.

Sumatif:

  • Exit ticket 3 soal isian singkat di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian TP 6.6.1.1 dan 6.6.1.2.
  • Tulisan individu refleksi (satu hal baru + satu alasan pentingnya provinsi) sebagai bukti pemahaman bermakna.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan perkembangan jumlah provinsi (TP 6.6.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan satupun tahap perkembangan jumlah provinsi dengan benar.Murid dapat menyebutkan 1–2 tahap perkembangan jumlah provinsi (misal: hanya tahu 8 provinsi awal atau hanya tahu 38 provinsi saat ini) namun belum urut.Murid dapat menyebutkan 3–4 tahap perkembangan jumlah provinsi secara berurutan (8 → 11 → 27 → 34 → 38) dengan benar.Murid dapat menyebutkan semua tahap perkembangan jumlah provinsi secara lengkap dan berurutan, serta menyebutkan minimal 3 nama provinsi dari 8 provinsi pertama dengan benar.
Menjelaskan kedudukan provinsi dalam NKRI (TP 6.6.1.2)Murid tidak dapat menjelaskan kedudukan provinsi dalam NKRI meskipun sudah membaca teks.Murid dapat menjelaskan bahwa provinsi adalah bagian dari Indonesia, namun penjelasannya sangat umum dan tidak mengaitkan dengan konsep NKRI secara spesifik.Murid dapat menjelaskan kedudukan provinsi sebagai bagian dari wilayah NKRI berdasarkan teks, termasuk menyebutkan peran gubernur sebagai pemimpin provinsi.Murid dapat menjelaskan secara rinci kedudukan provinsi sebagai bagian dari NKRI, mengaitkan dengan sistem pemerintahan daerah, dan memberikan contoh konkret dengan menyebut provinsi tempat tinggalnya.
Partisipasi diskusi kelompokMurid pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok.Murid sesekali berkontribusi dalam diskusi namun perlu dorongan dari guru atau teman.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid sangat aktif, memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, memberikan pendapat yang relevan, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat menyebutkan perkembangan jumlah provinsi dari 8 hingga 38 dengan benar? Mana bagian yang paling banyak salah?
  • Apakah hasil asesmen awal (kertas diagnostik) sudah saya manfaatkan untuk menyesuaikan penjelasan selama pembelajaran?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Apakah alokasi waktu untuk tiap tahap sudah sesuai?
  • Murid mana yang membutuhkan perhatian lebih di pertemuan berikutnya berdasarkan hasil exit ticket hari ini?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang provinsi-provinsi di Indonesia?
  • Apa yang masih membingungkan bagiku tentang perkembangan jumlah provinsi atau kedudukan provinsi dalam NKRI?
  • Mengapa menurutku penting untuk mengetahui bahwa provinsiku adalah bagian dari NKRI?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI — Mohamad Alwi Lutfi, Listia, dan Khristina Antariningsih (Kemdikbudristek, 2023), halaman 116–132.
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemdikbudristek, 2023), halaman 200–210.
  3. Peta Indonesia (cetak atau digital) untuk menunjukkan persebaran 38 provinsi.
  4. Infografis/garis waktu perkembangan jumlah provinsi (dibuat guru di papan tulis atau dicetak sebagai media tempel).
  5. Lembar kerja 'Jalur Waktu Provinsi Indonesia' (disiapkan guru).
  6. Kertas kecil untuk asesmen awal (diagnostik) dan exit ticket.
  7. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan peta dan garis waktu (jika tersedia).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.