MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 6 — Provinsiku Bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Provinsiku Bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.6.1 Mengidentifikasi wilayah provinsi tempat tinggal dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 6.6.2 Menunjukkan sebaran wilayah provinsi-provinsi di Indonesia sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada peta
- TP 6.6.3 Membedakan keterkaitan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 6.6.4 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Di provinsi manakah kita tinggal saat ini di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Bagaimana cara kita menemukan letak wilayah provinsi tempat tinggal kita pada peta NKRI?
- Apakah provinsi tempat tinggal kita berdiri sendiri sebagai sebuah negara, atau merupakan bagian dari NKRI?
- Bagaimana kedudukan provinsi kita dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan aturan negara?
- Di pulau besar mana saja provinsi-provinsi di Indonesia tersebar pada peta NKRI?
- Bagaimana cara kita menunjukkan letak dan sebaran provinsi di pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua pada peta?
- Berapa jumlah keseluruhan provinsi di Indonesia saat ini dan bagaimana sebarannya dari barat ke timur pada peta?
- Bagaimana kita dapat menunjukkan letak provinsi-provinsi baru di wilayah Papua pada peta wilayah NKRI?
- Apakah wilayah tempat tinggal kalian berada di dalam sebuah kabupaten atau kota?
- Manakah yang cakupan wilayahnya lebih luas: kabupaten/kota tempat tinggalmu atau provinsi tempat kabupaten/kota itu berada, dan mengapa?
- Siapa yang memimpin wilayah kabupaten/kota dan siapa yang memimpin wilayah provinsi tempat tinggal kita?
- Bagaimana hubungan administratif antara bupati atau wali kota dengan gubernur dalam kerangka NKRI?
- Di manakah posisi letak provinsi tempat tinggal kita pada peta Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Apa saja ciri fisik dan geografis utama yang mencirikan bentang alam provinsi kita sebagai bagian dari NKRI?
- Apa potensi alam atau keunikan budaya yang menjadi kebanggaan di provinsi tempat tinggal kita?
- Di manakah posisi provinsi tempat tinggal kita dan provinsi kepulauan lainnya pada peta bentangan NKRI?
- Apa saja ciri khas utama wilayah provinsi tempat tinggal kita yang membedakannya dengan provinsi lain dalam bingkai NKRI?
- Bagaimana cara kita menyampaikan rangkuman karakteristik provinsi tempat tinggal secara mandiri dan jelas kepada orang lain?
- Bagaimana kedudukan provinsi tempat tinggal kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia?
- Apa perbedaan mendasar antara pemerintahan kabupaten/kota dengan provinsi dalam struktur NKRI?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Nama dan Letak Wilayah Provinsi Tempat Tinggal dalam Konteks NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.1 Mengidentifikasi wilayah provinsi tempat tinggal dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi nama dan letak wilayah provinsi tempat tinggal dalam konteks NKRI (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan: (1) 'Apa nama negara persatuan kita?' (acuan jawaban: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI / Indonesia), (2) 'Sebutkan nama provinsi tempat sekolah kita berada!' (acuan jawaban: nama provinsi sekolah setempat, misalnya Provinsi Jawa Barat / DKI Jakarta / Jawa Timur sesuai lokasi sekolah) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan peta kepulauan NKRI mengenai kedudukan wilayah provinsi sebagai bagian dari pembagian wilayah NKRI berdasarkan UUD NRI 1945 (10 menit).
- Murid membaca teks ringkas pada lembar panduan mengenai nama provinsi tempat tinggal, pulau besar tempat provinsi berada, serta batas-batas wilayahnya (utara, selatan, barat, timur) dalam NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Peta NKRI': secara berpasangan, murid menerima lembar peta buta NKRI dan menandai letak provinsi tempat tinggal dengan memberi arsiran warna serta menuliskan nama resmi provinsinya (10 menit).
- Murid melengkapi tabel identifikasi wilayah pada Lembar Kerja yang memuat 4 butir data wilayah: (1) Nama provinsi tempat tinggal, (2) Pulau tempat provinsi berada, (3) Letak geografis pulau pada peta NKRI (arah mata angin), dan (4) Satu batas wilayah provinsi (arah utara/selatan/barat/timur) berdasarkan peta acuan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mencocokkan hasil isian tabel identifikasi wilayahnya dengan kunci verifikasi yang ditampilkan guru di papan tulis secara berkesadaran untuk memeriksa ketepatan letak dan nama wilayah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa provinsi tempat tinggal merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan NKRI (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan reflektif tertulis singkat untuk memeriksa pemahaman murid (acuan: murid menuliskan nama provinsi dan posisinya di dalam kepulauan NKRI) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta NKRI berskala besar dengan batas provinsi berwarna tegas bagi murid yang memerlukan bantuan visual spasial.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu petunjuk nama pulau besar terlebih dahulu, sedangkan murid yang mahir langsung mengidentifikasi 4 batas mata angin wilayah provinsi secara mandiri.
- Produk: Format penandaan letak provinsi pada peta dapat berupa pewarnaan blok wilayah atau pemberian simbol titik koordinat ibukota provinsi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa nama negara kita?' (acuan: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI / Indonesia); (2) 'Apa nama provinsi tempat tinggal kita?' (acuan: nama resmi provinsi tempat sekolah berada, misal 'Daerah Khusus Ibukota Jakarta' atau 'Jawa Barat').
Proses:- Observasi unjuk kerja menandai letak provinsi pada peta NKRI dan pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi 4 butir: (1) Nama provinsi tempat tinggal, (2) Nama pulau besar keberadaan provinsi, (3) Posisi pulau pada gugusan kepulauan Indonesia, (4) Minimal 1 batas wilayah provinsi (acuan kunci: sesuai dengan data geografis resmi provinsi sekolah setempat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: 'Tuliskan nama provinsimu dan sebutkan di pulau mana provinsimu berada dalam wilayah NKRI!' (acuan jawaban benar: memuat nama provinsi tempat tinggal yang tepat dan nama pulau besar yang tepat sesuai lokasi sekolah).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal mengenai nama negara dan nama provinsi tempat tinggal
- Unjuk kerja identifikasi letak wilayah provinsi pada peta NKRI dan pengisian lembar kerja 4 butir wilayah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi nama dan letak wilayah provinsi tempat tinggal dalam NKRI | Belum mampu mengidentifikasi nama resmi dan letak wilayah provinsi tempat tinggal pada peta NKRI walau dengan panduan penuh. | Mampu mengidentifikasi nama resmi provinsi tempat tinggal, namun keliru menentukan letak wilayah dan batasnya pada peta NKRI (1-2 butir tepat dari 4 butir target). | Mampu mengidentifikasi nama resmi dan menunjukkan letak wilayah provinsi tempat tinggal pada peta NKRI dengan tepat (3 dari 4 butir target tepat). | Mampu mengidentifikasi nama resmi, letak pulau, dan seluruh batas wilayah provinsi tempat tinggal dalam peta NKRI secara mandiri dan tepat (seluruh 4 butir target tepat). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media peta NKRI efektif membantu murid menemukan letak provinsi tempat tinggalnya?
- Bagian mana dari langkah identifikasi wilayah yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang posisi provinsimu di dalam peta kepulauan Indonesia?
- Apakah kamu dapat menemukan provinsimu dengan mudah pada peta NKRI?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Kedudukan Wilayah Provinsi Tempat Tinggal sebagai Bagian dari Wilayah NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.1 Mengidentifikasi wilayah provinsi tempat tinggal dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi kedudukan wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah NKRI (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapakah pemimpin tertinggi di wilayah provinsi tempat tinggal kita?' (acuan: Gubernur), dan (2) 'Berdasarkan UUD NRI 1945 Pasal 18 ayat 1, wilayah NKRI dibagi menjadi apa saja?' (acuan: daerah provinsi, lalu dibagi menjadi kabupaten dan kota) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca kutipan Pasal 18 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 tentang kedudukan wilayah provinsi sebagai satuan pemerintahan daerah otonom yang berada di bawah naungan NKRI dan dipimpin oleh seorang gubernur (10 menit).
- Murid mencermati 4 pernyataan fakta terkait kedudukan provinsi dalam NKRI di papan tulis: (1) Provinsi berhak merdeka memisahkan diri; (2) Provinsi dipimpin oleh gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah; (3) Hukum provinsi berada di bawah naungan hukum nasional NKRI; (4) Provinsi tempat tinggal merupakan salah satu dari 38 provinsi dalam wilayah kesatuan NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Tebak Benar-Salah Kedudukan Provinsi' secara menggembirakan: murid mengangkat kartu 'BENAR' atau 'SALAH' untuk menanggapi 4 kartu pernyataan yang dibacakan guru: Kartu A: 'Provinsi kita tunduk pada peraturan nasional NKRI' (Kunci: BENAR); Kartu B: 'Provinsi kita memiliki mata uang sendiri yang terpisah dari NKRI' (Kunci: SALAH); Kartu C: 'Gubernur memimpin provinsi dan bertanggung jawab kepada Presiden' (Kunci: BENAR); Kartu D: 'Provinsi tempat tinggal kita merupakan bagian tak terpisahkan dari 38 provinsi di Indonesia' (Kunci: BENAR) (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Identifikasi Kedudukan Provinsi yang memuat 4 butir soal pilihan penentuan status kedudukan provinsi dalam NKRI: Butir 1: Kedudukan provinsi terhadap NKRI (Pilihan: A. Bagian dari NKRI, B. Negara bagian yang berdaulat sendiri; Kunci: A); Butir 2: Pemimpin pemerintahan wilayah provinsi (Pilihan: A. Presiden langsung, B. Gubernur; Kunci: B); Butir 3: Aturan dasar pembagian daerah provinsi (Pilihan: A. UUD NRI 1945 Pasal 18 ayat 1, B. Peraturan desa; Kunci: A); Butir 4: Sifat wilayah provinsi tempat tinggal (Pilihan: A. Berdiri sendiri tanpa hubungan nasional, B. Bagian integral dari 38 provinsi dalam NKRI; Kunci: B) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci jawaban di papan tulis serta mengidentifikasi alasan mengapa provinsi kita tidak dapat dipisahkan dari NKRI (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran bahwa provinsi tempat tinggal kita berkedudukan sebagai daerah otonom yang dipimpin gubernur dan merupakan bagian tak terpisahkan dari 38 provinsi dalam wilayah NKRI (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman lisan: (1) Sebutkan kedudukan hukum provinsi dalam NKRI berdasarkan Pasal 18 ayat 1 (acuan: daerah provinsi yang memiliki pemerintahan daerah di bawah NKRI); (2) Sebutkan bukti bahwa provinsi tempat tinggal kita terikat dengan NKRI (acuan: dipimpin gubernur yang dilantik presiden/mata uang rupiah/hukum nasional), lalu menutup pertemuan dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar teks ringkasan bagan kedudukan provinsi dalam NKRI bagi murid yang membutuhkan bantuan visual teks.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan berupa kartu kata kunci (NKRI, Gubernur, UUD 1945); untuk murid yang cepat menyelesaikan, diberikan tugas mandiri menambahkan 1 ciri administratif lain yang menunjukkan keterikatan provinsi tempat tinggal dengan NKRI.
- Produk: Format penyelesaian lembar kerja dapat berupa pilihan silang langsung atau melingkari jawaban yang tepat sesuai acuan 4 butir soal.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Siapakah pemimpin tertinggi di wilayah provinsi tempat tinggal kita?' (Acuan jawaban: Gubernur); (2) 'Berdasarkan UUD NRI 1945 Pasal 18 ayat 1, wilayah NKRI dibagi menjadi apa saja?' (Acuan jawaban: Daerah provinsi, yang kemudian dibagi menjadi kabupaten dan kota).
Proses:- Formatif pada tahap mengaplikasi melalui pengerjaan 4 butir soal Lembar Kerja Identifikasi Kedudukan Provinsi. Daftar butir dan acuan kunci: Butir 1: Kedudukan provinsi terhadap NKRI (Kunci: Bagian dari NKRI); Butir 2: Pemimpin pemerintahan wilayah provinsi (Kunci: Gubernur); Butir 3: Aturan dasar pembagian daerah provinsi (Kunci: UUD NRI 1945 Pasal 18 ayat 1); Butir 4: Sifat wilayah provinsi tempat tinggal (Kunci: Bagian integral dari 38 provinsi dalam NKRI).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir pembelajaran: (1) Jelaskan kedudukan hukum provinsi dalam kerangka NKRI berdasarkan Pasal 18 ayat (1) UUD 1945 (Kunci: Sebagai daerah otonom yang memiliki pemerintahan daerah di bawah naungan NKRI); (2) Sebutkan 1 bukti keterikatan provinsi tempat tinggal kita dengan NKRI (Kunci: Dipimpin gubernur yang bertanggung jawab/dilantik presiden, memakai mata uang rupiah, atau tunduk pada hukum nasional).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada pendahuluan
- Observasi unjuk respon kartu 'Benar-Salah' pada kegiatan mengaplikasi
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Kedudukan Provinsi (4 butir soal beracuan kunci)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Kedudukan Wilayah Provinsi Tempat Tinggal dalam Konteks NKRI pada 4 Butir Lembar Kerja (Acuan: Butir 1 = Bagian dari NKRI; Butir 2 = Gubernur; Butir 3 = UUD NRI 1945 Pasal 18 ayat 1; Butir 4 = Bagian integral dari 38 provinsi dalam NKRI) | Mengidentifikasi kedudukan wilayah provinsi tempat tinggal dengan tepat pada 1 butir atau belum ada butir yang tepat dari 4 butir acuan. | Mengidentifikasi kedudukan wilayah provinsi tempat tinggal dengan tepat pada 2 butir dari 4 butir acuan. | Mengidentifikasi kedudukan wilayah provinsi tempat tinggal dengan tepat pada 3 butir dari 4 butir acuan. | Mengidentifikasi kedudukan wilayah provinsi tempat tinggal dengan tepat pada seluruh 4 butir acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu memahami kedudukan wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari kesatuan NKRI?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif mempermudah murid mengidentifikasi keterikatan provinsi dengan pemerintah pusat NKRI?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pahami tentang kedudukan provinsi tempat tinggal kita dalam negara Indonesia?
- Mengapa penting bagi kita mengetahui bahwa provinsi kita merupakan bagian dari 38 provinsi di NKRI?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Sebaran Wilayah Provinsi-Provinsi di Pulau Besar pada Peta NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.2 Menunjukkan sebaran wilayah provinsi-provinsi di Indonesia sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada peta
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan khidmat (2 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan fisik maupun psikis murid di kelas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan peta buta 5 pulau besar Indonesia dan menanyakan: 'Tunjukkan di peta, pulau mana yang merupakan Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua?' (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak pemaparan guru menggunakan peta dinding NKRI mengenai sebaran wilayah provinsi pada 5 pulau besar: Pulau Sumatra (10 provinsi: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung), Pulau Jawa (6 provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur), Pulau Kalimantan (5 provinsi: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara), Pulau Sulawesi (6 provinsi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara), dan Pulau Papua (6 provinsi: Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya) (10 menit).
- Murid mengamati pembagian batas-batas wilayah provinsi pada masing-masing pulau besar tersebut pada lembar atlas atau peta kelompok (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan menggembirakan 'Jelajah 5 Pulau Besar': setiap pasangan menerima lembar kerja peta buta 5 pulau besar dan kartu label nama provinsi, lalu berlomba menempelkan/menunjukkan label provinsi ke pulau besar yang tepat (10 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan tugas menunjukkan letak 5 provinsi perwakilan pulau besar pada lembar kerja peta: (1) Aceh di Pulau Sumatra bagian utara, (2) Jawa Timur di Pulau Jawa bagian timur, (3) Kalimantan Barat di Pulau Kalimantan bagian barat, (4) Sulawesi Selatan di Pulau Sulawesi bagian selatan, dan (5) Papua Barat Daya di Pulau Papua bagian barat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan letak penunjukan provinsi pada peta menggunakan kunci peta rujukan dari guru (5 menit).
- Murid menyimpulkan makna keberadaan provinsi-provinsi di pulau-pulau besar sebagai satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penunjukan sebaran provinsi di pulau besar serta memberikan apresiasi atas kerja sama murid (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta berkode warna pulau bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta peta kontur tanpa batas bagi murid yang siap dengan tantangan lebih tinggi.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan yang masih bingung membedakan batas provinsi di pulau besar, serta memberikan keleluasaan bagi pasangan cepat untuk melengkapi sebaran provinsi tambahan di pulau besar tersebut.
- Produk: Hasil penunjukan sebaran provinsi pada lembar kerja peta dapat berupa penempelan label stiker nama provinsi atau penulisan langsung kode nomor provinsi pada peta buta.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual menunjuk 5 pulau besar Indonesia pada peta buta. Acuan jawaban benar: Sumatra (barat), Jawa (selatan), Kalimantan (tengah-utara), Sulawesi (tengah-timur menyerupai huruf K), Papua (paling timur menyerupai burung cendrawasih).
Proses:- Formatif kinerja pada tahap Mengaplikasi: mengamati ketepatan pasangan murid menunjuk sebaran 5 provinsi pada 5 pulau besar di peta kerja. Daftar target dan acuan: (1) Provinsi Aceh -> Pulau Sumatra; (2) Provinsi Jawa Timur -> Pulau Jawa; (3) Provinsi Kalimantan Barat -> Pulau Kalimantan; (4) Provinsi Sulawesi Selatan -> Pulau Sulawesi; (5) Provinsi Papua Barat Daya -> Pulau Papua.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: murid secara mandiri melingkari atau menunjuk 1 nama provinsi yang terletak di Pulau Kalimantan dari 4 pilihan kartu nama daerah: (A) Banten, (B) Kalimantan Timur, (C) Gorontalo, (D) Bengkulu. Acuan jawaban benar: (B) Kalimantan Timur.
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat menunjukkan dan menempelkan letak provinsi pada pulau besar di lembar kerja peta NKRI
- Pemeriksaan ketepatan hasil penunjukan 5 provinsi target di 5 pulau besar pada lembar kerja murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menunjukkan sebaran wilayah provinsi di pulau besar pada peta NKRI | Menunjukkan 0 sampai 1 letak provinsi secara tepat dari 5 provinsi target pada peta pulau besar (Target: Aceh di Sumatra, Jawa Timur di Jawa, Kalimantan Barat di Kalimantan, Sulawesi Selatan di Sulawesi, Papua Barat Daya di Papua). | Menunjukkan 2 sampai 3 letak provinsi secara tepat dari 5 provinsi target pada peta pulau besar. | Menunjukkan 4 letak provinsi secara tepat dari 5 provinsi target pada peta pulau besar. | Menunjukkan seluruh 5 letak provinsi secara tepat dari 5 provinsi target pada peta pulau besar secara mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media peta dinding dan tantangan peta buta efektif membantu murid mengenali sebaran provinsi di pulau besar?
- Bagaimana keterlibatan aktif setiap murid saat berkolaborasi menunjukkan letak provinsi pada lembar kerja peta?
Murid:- Provinsi di pulau besar mana yang paling mudah dan paling sulit kamu tunjukkan letaknya di peta?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang luas dan sebaran wilayah provinsi di Indonesia hari ini?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Sebaran 38 Wilayah Provinsi di Seluruh Kepulauan Indonesia pada Peta NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.2 Menunjukkan sebaran wilayah provinsi-provinsi di Indonesia sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada peta
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan peta dinding NKRI berisikan batas-batas 38 provinsi (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan sebaran 38 wilayah provinsi di seluruh kepulauan Indonesia pada peta NKRI (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara acak menunjuk 3 pulau/wilayah kepulauan tempat sebaran provinsi berada pada peta (acuan: Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Papua) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati peta besar NKRI berlabel 38 provinsi dan menyimak penjelasan guru mengenai pembagian sebaran 38 provinsi ke dalam 7 gugus kepulauan/pulau besar (Sumatera: 10 provinsi, Jawa: 6 provinsi, Bali & Nusa Tenggara: 3 provinsi, Kalimantan: 5 provinsi, Sulawesi: 6 provinsi, Maluku: 2 provinsi, Papua: 6 provinsi) (10 menit).
- Secara berpasangan, murid menelusuri lembar peta buta bernomor 1 s.d. 38 untuk mengenali posisi dan batas tiap provinsi di setiap pulau/kepulauan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara individu mengerjakan tantangan 'Jelajah 38 Provinsi': memasangkan dan menunjukkan nomor wilayah pada peta buta ke daftar nama 38 provinsi yang tercantum pada lembar kerja (acuan: Sumatera: 1-Aceh, 2-Sumut, 3-Sumbar, 4-Riau, 5-Kepri, 6-Jambi, 7-Bengkulu, 8-Sumsel, 9-Babel, 10-Lampung; Jawa: 11-Banten, 12-DKI Jakarta, 13-Jabar, 14-Jateng, 15-DIY, 16-Jatim; Bali & Nusa Tenggara: 17-Bali, 18-NTB, 19-NTT; Kalimantan: 20-Kalbar, 21-Kalteng, 22-Kalsel, 23-Kaltim, 24-Kaltara; Sulawesi: 25-Sulut, 26-Gorontalo, 27-Sulteng, 28-Sulbar, 29-Sulsel, 30-Sultra; Maluku: 31-Maluku, 32-Malut; Papua: 33-Papua Barat, 34-Papua Barat Daya, 35-Papua, 36-Papua Tengah, 37-Papua Pegunungan, 38-Papua Selatan) (15 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Tunjuk Cepat Provinsi di Peta' secara bergantian di depan kelas, di mana murid langsung menempelkan bendera penanda pada letak provinsi yang disebutkan guru pada peta dinding NKRI (acuan: guru menyebut 5 provinsi acak: Papua Barat Daya, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil pemasangan 38 nomor provinsi pada petanya melalui kunci peta acuan yang ditampilkan di layar, menandai provinsi yang sudah tepat ditunjukkan dan yang masih tertukar (7 menit).
- Murid mengidentifikasi gugus kepulauan mana yang letak provinsinya paling mudah dan paling menantang untuk ditunjukkan pada peta NKRI serta menyadari keutuhan 38 provinsi sebagai satu kesatuan NKRI (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan kembali sebaran 38 wilayah provinsi di seluruh wilayah kepulauan Indonesia dalam bingkai NKRI (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membedakan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian NKRI, lalu menutup pembelajaran dengan doa (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan peta bantuan dengan garis pembatas gugus pulau berkode warna; murid mahir menggunakan peta buta tanpa batas pembagi pulau.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung menunjuk provinsi dari pulau besar terlebih dahulu sebelum ke kepulauan kecil; murid yang cepat diberikan tantangan tambahan menunjuk 6 provinsi di wilayah Papua tanpa melihat daftar referensi.
- Produk: Semua murid menunjukkan letak sebaran provinsi pada lembar kerja peta bernomor, dengan tingkat scaffolding daftar panduan nama provinsi yang disesuaikan kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pembuka: Murid diminta secara langsung menunjuk letak 3 gugus kepulauan/wilayah sebaran provinsi pada peta NKRI dinding (acuan: Kepulauan Maluku di antara Sulawesi dan Papua; Kepulauan Nusa Tenggara di sebelah timur Bali; Kepulauan Papua di bagian paling timur Indonesia).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja peta 'Jelajah 38 Provinsi' yang memuat penunjukan 38 provinsi berdasarkan nomor peta (acuan: Sumatera nomor 1-10 [Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung], Jawa nomor 11-16 [Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim], Bali-Nusa Tenggara nomor 17-19 [Bali, NTB, NTT], Kalimantan nomor 20-24 [Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara], Sulawesi nomor 25-30 [Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sultra], Maluku nomor 31-32 [Maluku, Malut], Papua nomor 33-38 [Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di tahap refleksi/penutup: Murid menunjukkan kembali letak 4 provinsi hasil pemekaran terbaru di Papua pada peta (acuan: Papua Barat Daya di bagian kepala burung barat laut, Papua Tengah di bagian tengah barat, Papua Pegunungan di bagian tengah pegunungan tanpa pantai, Papua Selatan di bagian paling selatan pulau Papua).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menunjuk letak provinsi pada peta buta NKRI bernomor (lembar kerja 'Jelajah 38 Provinsi')
- Pengamatan unjuk kerja tunjuk cepat posisi provinsi pada peta dinding NKRI
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menunjukkan sebaran wilayah 38 provinsi pada peta NKRI | Menunjukkan letak provinsi pada peta NKRI dengan tepat kurang dari 19 provinsi dari total 38 provinsi sesuai daftar acuan sebaran gugus kepulauan. | Menunjukkan letak provinsi pada peta NKRI dengan tepat sebanyak 19 sampai 28 provinsi dari total 38 provinsi sesuai daftar acuan sebaran gugus kepulauan. | Menunjukkan letak provinsi pada peta NKRI dengan tepat sebanyak 29 sampai 34 provinsi dari total 38 provinsi sesuai daftar acuan sebaran gugus kepulauan. | Menunjukkan letak provinsi pada peta NKRI dengan tepat sebanyak 35 sampai 38 provinsi dari total 38 provinsi sesuai daftar acuan sebaran gugus kepulauan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan peta buta bernomor efektif membantu murid mengenali dan menunjukkan sebaran 38 provinsi di seluruh kepulauan Indonesia?
- Bagian kepulauan mana yang murid masih sering keliru dalam menunjukkan letak provinsinya (misalnya pemekaran Papua atau provinsi di Sulawesi)?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menunjukkan posisi 38 provinsi di kepulauan Indonesia pada peta dengan tepat?
- Provinsi mana yang paling mudah dan paling sulit saya tunjukkan letaknya pada peta NKRI?
Pertemuan 5 — Membedakan Cakupan Wilayah Kabupaten/Kota dan Provinsi sebagai Bagian dari NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.3 Membedakan keterkaitan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari wilayah NKRI (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan untuk memetakan kesiapan murid mengenai cakupan wilayah: murid menjawab 2 pertanyaan pemantik, yaitu: (1) 'Manakah wilayah yang melingkupi wilayah lain: kabupaten/kota atau provinsi?' (acuan: provinsi melingkupi beberapa kabupaten/kota); (2) 'Mengapa luas wilayah provinsi selalu lebih luas daripada kabupaten/kota di dalamnya?' (acuan: karena provinsi merupakan gabungan dari beberapa daerah kabupaten dan kota) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati infografis perbandingan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang memuat 1 kota dan 13 kabupaten serta membaca kutipan UUD NRI Tahun 1945 Pasal 18 ayat (1) untuk memahami bahwa wilayah NKRI dibagi atas provinsi, dan provinsi dibagi atas daerah kabupaten dan kota (10 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk membedakan cakupan wilayah berdasarkan 3 aspek: luas cakupan (kabupaten/kota merupakan bagian di dalam provinsi; provinsi membawahi gabungan beberapa kabupaten/kota), susunan daerah bawahan (kabupaten/kota terbagi atas kecamatan; provinsi terbagi atas kabupaten/kota), serta hierarki wilayah dalam NKRI (kabupaten/kota berada di bawah koordinasi wilayah provinsi) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas menggembirakan 'Tantangan Pilah Kartu Cakupan Wilayah': tiap pasangan menerima amplop berisi 6 kartu pernyataan cakupan wilayah dan papan pilah dua kolom bertuliskan 'Cakupan Kabupaten/Kota' dan 'Cakupan Provinsi' (5 menit).
- Murid berkolaborasi memilah dan menempelkan 6 kartu pernyataan ke kolom yang tepat pada Lembar Kerja (20 menit). Rincian 6 kartu dan kuncinya: Kartu 1: 'Wilayahnya terdiri atas gabungan beberapa kecamatan' -> Kabupaten/Kota; Kartu 2: 'Wilayahnya merupakan gabungan dari beberapa daerah kabupaten dan kota' -> Provinsi; Kartu 3: 'Memiliki cakupan batas wilayah yang lebih sempit dan berada di dalam teritorial provinsi' -> Kabupaten/Kota; Kartu 4: 'Memiliki cakupan teritorial yang lebih luas dan menaungi banyak kabupaten/kota di dalamnya' -> Provinsi; Kartu 5: 'Wilayah administratif tingkat II yang dipimpin oleh bupati atau wali kota' -> Kabupaten/Kota; Kartu 6: 'Wilayah administratif tingkat I yang dipimpin oleh gubernur dalam kerangka NKRI' -> Provinsi.
- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan hasil pemilahan 6 kartu dengan mencocokkan pada acuan kunci jawaban yang ditampilkan guru di layar/papan tulis (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri menuliskan 1 kalimat kesimpulan perbedaan mendasar cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi pada lembar cek pemahaman (5 menit). Kriteria penerimaan operasional: memuat penegasan bahwa kabupaten/kota merupakan bagian wilayah yang lebih kecil dan berada di dalam cakupan wilayah provinsi yang membawahi beberapa kabupaten/kota dalam NKRI.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin penting perbedaan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi dalam bingkai NKRI (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketelitian murid dalam membedakan cakupan wilayah serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari keterkaitan administratif pemerintahan antara kabupaten/kota dan provinsi (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta tematik batas wilayah kabupaten/kota berwarna kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret dalam melihat perbedaan batas wilayah.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan mengajukan pertanyaan penuntun bagi pasangan yang kesulitan membedakan istilah cakupan wilayah; memberikan set tantangan tambahan 2 kartu perbandingan wilayah kepulauan vs daratan bagi murid yang selesai lebih cepat tanpa mengubah target kompetensi membedakan cakupan wilayah.
- Produk: Murid dapat menyajikan hasil pemilahan perbedaan cakupan wilayah melalui penempelan kartu berkode warna atau menuliskan nomor kartu pada tabel perbandingan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan pada pendahuluan dengan 2 butir pertanyaan kesiapan: Butir 1: 'Manakah wilayah yang melingkupi wilayah lain: kabupaten/kota atau provinsi?' (acuan jawaban: provinsi melingkupi beberapa kabupaten/kota). Butir 2: 'Mengapa luas wilayah provinsi selalu lebih luas daripada kabupaten/kota di dalamnya?' (acuan jawaban: karena provinsi merupakan gabungan dari beberapa daerah kabupaten dan kota).
Proses:- Penilaian unjuk kerja pemilahan 6 kartu pernyataan cakupan wilayah pada LK berpasangan: (1) Wilayahnya terdiri atas gabungan beberapa kecamatan -> Kabupaten/Kota; (2) Wilayahnya merupakan gabungan dari beberapa daerah kabupaten dan kota -> Provinsi; (3) Memiliki cakupan batas wilayah yang lebih sempit dan berada di dalam teritorial provinsi -> Kabupaten/Kota; (4) Memiliki cakupan teritorial yang lebih luas dan menaungi banyak kabupaten/kota di dalamnya -> Provinsi; (5) Wilayah administratif tingkat II yang dipimpin oleh bupati atau wali kota -> Kabupaten/Kota; (6) Wilayah administratif tingkat I yang dipimpin oleh gubernur dalam kerangka NKRI -> Provinsi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri 1 butir isian: 'Tuliskan perbedaan utama cakupan wilayah antara kabupaten/kota dengan provinsi sebagai bagian dari NKRI!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat penjelasan bahwa wilayah kabupaten/kota cakupannya lebih kecil dan berada di dalam provinsi, sedangkan provinsi mencakup gabungan beberapa kabupaten/kota dalam NKRI).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan cakupan wilayah pada pendahuluan
- Observasi unjuk kerja saat memilah 6 kartu cakupan wilayah secara berpasangan
- Cek pemahaman tertulis mandiri membedakan cakupan wilayah di akhir kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Membedakan Cakupan Wilayah Kabupaten/Kota dan Provinsi | Memilah dengan tepat 0 sampai 2 dari 6 kartu pernyataan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sesuai daftar acuan. | Memilah dengan tepat 3 sampai 4 dari 6 kartu pernyataan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sesuai daftar acuan. | Memilah dengan tepat 5 dari 6 kartu pernyataan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sesuai daftar acuan. | Memilah dengan tepat seluruh 6 dari 6 kartu pernyataan cakupan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sesuai daftar acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu pernyataan dan peta visual efektif membantu murid membedakan batas serta cakupan luas wilayah kabupaten/kota dan provinsi?
- Bagian langkah manakah yang membutuhkan waktu scaffolding lebih banyak bagi murid yang masih rancu antara istilah kabupaten/kota dan provinsi?
Murid:- Apa hal paling jelas yang membedakan wilayah kabupaten/kota tempat tinggalku dengan provinsi tempat tinggalku?
- Bagian mana dari kegiatan memilah kartu tadi yang paling membantumu memahami hubungan kedua wilayah tersebut?
Pertemuan 6 — Membedakan Keterkaitan Administratif Pemerintahan Kabupaten/Kota dan Provinsi dalam NKRI — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.3 Membedakan keterkaitan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan keterkaitan administratif pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi dalam bingkai NKRI (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan: (1) Siapa sebutan pemimpin kabupaten dan kota? (acuan benar: bupati untuk kabupaten, wali kota untuk kota); (2) Siapa sebutan pemimpin tingkat provinsi? (acuan benar: gubernur) untuk memetakan pemahaman dasar murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan hierarki administratif pemerintahan daerah yang ditampilkan guru (pemerintah pusat -> gubernur di tingkat provinsi -> bupati/wali kota di tingkat kabupaten/kota) sesuai Pasal 18 UUD NRI 1945 (10 menit).
- Murid menyimak pemaparan guru tentang perbedaan peran dan wewenang administratif: bupati/wali kota memimpin pelayanan langsung di daerah kabupaten/kota, sedangkan gubernur selain memimpin provinsi juga berkedudukan sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah daerah untuk membina dan mengawasi kabupaten/kota (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan tantangan 'Sortir Kartu Administratif': setiap pasangan menerima 4 kartu tugas pemerintahan dan memilahnya ke dalam kolom 'Kewenangan Kabupaten/Kota' atau 'Kewenangan Provinsi/Wakil Pusat'. Keempat kartu tersebut berisi: (1) 'Mengelola pelayanan puskesmas dan pasar kecamatan' -> Kabupaten/Kota; (2) 'Mengoordinasikan dan membina program antar-kabupaten di satu wilayah daerah' -> Provinsi; (3) 'Menyelenggarakan kebersihan sampah jalan lingkungan kota' -> Kabupaten/Kota; (4) 'Melaporkan evaluasi kinerja bupati/wali kota kepada menteri dalam negeri' -> Provinsi (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Pemadanan Administratif yang berisi 4 butir pernyataan untuk membedakan aspek kepemimpinan dan hierarki koordinasi (acuan: butir 1 Kepala Daerah Provinsi adalah Gubernur; butir 2 Kepala Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Wali Kota; butir 3 Hubungan koordinasi: Bupati/Wali kota berkoordinasi dan dibina oleh Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat; butir 4 Masa jabatan kepala daerah sama-sama 5 tahun dalam bingkai NKRI) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi kartu dan lembar kerja, mengklarifikasi miskonsepsi bahwa gubernur bukanlah atasan mutlak melainkan koordinator pembina kabupaten/kota dalam bingkai otonomi daerah NKRI (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin pembeda keterkaitan administratif pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi (pemimpin, cakupan pembinaan, dan koordinasi struktural) (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan alur visual hierarki administratif berpola warna untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kata kunci pembeda (misal: kata kunci 'pelayanan warga langsung' vs 'pembina antar-wilayah'), sedangkan murid yang cepat membedakan diberikan tugas menganalisis 2 contoh kasus nyata hubungan kerja gubernur dan bupati.
- Produk: Murid dapat menuangkan hasil pembedaan dalam bentuk tabel perbandingan 2 kolom atau bagan panah alur administratif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Sebutkan sebutan kepala daerah kabupaten dan kepala daerah kota! (Acuan: Bupati untuk kabupaten, Wali Kota untuk kota); (2) Sebutkan sebutan kepala daerah provinsi! (Acuan: Gubernur). Murid yang menjawab tepat keduanya dikelompokkan siap belajar mandiri, yang menjawab 1 tepat didampingi teman sebaya.
Proses:- Formatif pemilahan 4 kartu tugas administratif: (1) 'Mengelola pelayanan puskesmas dan pasar kecamatan' (Acuan: Kabupaten/Kota); (2) 'Mengoordinasikan dan membina program antar-kabupaten di satu wilayah daerah' (Acuan: Provinsi); (3) 'Menyelenggarakan kebersihan sampah jalan lingkungan kota' (Acuan: Kabupaten/Kota); (4) 'Melaporkan evaluasi kinerja bupati/wali kota kepada menteri dalam negeri' (Acuan: Provinsi).
- Formatif Lembar Kerja Pemadanan Administratif (4 butir): (1) Pemimpin Provinsi (Acuan: Gubernur); (2) Pemimpin Kabupaten/Kota (Acuan: Bupati/Wali Kota); (3) Hubungan administratif gubernur terhadap bupati/wali kota (Acuan: Pembina dan koordinator/wakil pemerintah pusat); (4) Kedudukan keduanya dalam struktur negara (Acuan: Bagian dari pemerintahan daerah NKRI).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa lembar cek cepat 2 butir: (1) Apa perbedaan utama peran gubernur dibandingkan bupati/wali kota dalam hubungan koordinasi daerah? (Kriteria penerimaan: murid menuliskan bahwa bupati/wali kota memimpin kabupaten/kota sedangkan gubernur memimpin provinsi sekaligus membina/mengoordinasikan bupati/wali kota); (2) Di bawah payung negara apakah pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota bernaung? (Acuan: Negara Kesatuan Republik Indonesia / NKRI).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat aktivitas kelompok memilah 4 kartu tugas administratif.
- Pemeriksaan ketepatan jawaban Lembar Kerja Pemadanan Administratif (4 butir pembeda).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membedakan keterkaitan administratif pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi | Membedakan 1 dari 4 aspek keterkaitan administratif (pemimpin provinsi, pemimpin kabupaten/kota, peran pembinaan gubernur, kedudukan dalam NKRI) secara tepat dengan bimbingan penuh guru. | Membedakan 2 dari 4 aspek keterkaitan administratif (pemimpin provinsi, pemimpin kabupaten/kota, peran pembinaan gubernur, kedudukan dalam NKRI) secara tepat dengan sedikit arahan. | Membedakan 3 dari 4 aspek keterkaitan administratif (pemimpin provinsi, pemimpin kabupaten/kota, peran pembinaan gubernur, kedudukan dalam NKRI) secara tepat dan mandiri. | Membedakan seluruh 4 aspek keterkaitan administratif (pemimpin provinsi: Gubernur; pemimpin kabupaten/kota: Bupati/Wali Kota; peran gubernur sebagai pembina/koordinator bupati/wali kota; keduanya bagian integral pemerintahan daerah NKRI) secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu tugas administratif membantu murid memahami keterkaitan kerja antara bupati/wali kota dan gubernur?
- Bagian mana dari penjelasan hierarki pemerintahan daerah yang masih memicu keraguan murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pahami tentang hubungan kerja antara bupati/wali kota dengan gubernur?
- Kegiatan mana yang paling membantumu memahami kedudukan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi dalam NKRI?
Pertemuan 7 — Menyajikan Hasil Identifikasi Ciri Fisik dan Geografis Provinsi Tempat Tinggal serta Pengambilan Bukti Peta Giliran 1 (10 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.2 Menunjukkan sebaran wilayah provinsi-provinsi di Indonesia sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada peta
- TP 6.6.4 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menyajikan identifikasi ciri fisik dan geografis provinsi serta mengambil bukti unjuk kerja menunjukkan peta bagi 10 murid giliran 1 (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan peta buta NKRI dan meminta murid secara lisan menyebutkan batas geografis umum provinsi tempat tinggal (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati peta dinding NKRI dan lembar fakta geografis yang memuat data batas alam (laut/selat/pegunungan), luas wilayah, dan bentang alam utama provinsi tempat tinggal dalam kerangka NKRI (10 menit).
- Dalam kelompok kecil, murid memadankan 3 komponen ciri fisik provinsi tempat tinggal: batas wilayah (utara, timur, selatan, barat), bentang alam dominan (pantai/dataran rendah/pegunungan), dan perairan utama (sungai/danau/laut) berdasarkan data acuan yang disiapkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan menyusun lembar sajian identifikasi ciri fisik dan geografis provinsi tempat tinggal masing-masing yang memuat 3 aspek: batas geografis wilayah, kenampakan alam utama, dan posisi kepulauannya di NKRI (12 menit).
- Secara bergantian dan teratur, 10 murid (Giliran 1) maju ke peta dinding NKRI untuk melaksanakan unjuk kerja: menunjukkan letak provinsi tempat tinggal dan 2 provinsi tetangga yang berbatasan langsung pada peta NKRI, sementara murid lain menyelesaikan lembar sajian fisik-geografis (10 menit).
- Murid bermain tantangan cepat berpasangan 'Tunjuk Cepat Peta NKRI', di mana satu murid menyebutkan satu ciri bentang alam kepulauan dan pasangannya berlomba menunjuk letak pulau/provinsinya pada peta meja secara bergantian (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan lembar sajian ciri fisik wilayahnya dengan membandingkannya terhadap peta rujukan bersama bimbingan guru (5 menit).
- Dua perwakilan murid menyampaikan satu kesadaran penting mengenai keterkaitan letak geografis provinsi tempat tinggal terhadap keutuhan wilayah darat dan perairan NKRI (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil pengambilan bukti peta 10 murid giliran 1 serta ketepatan lembar sajian ciri fisik dan geografis kelas (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pengambilan bukti peta giliran 2 (10 murid berikutnya) beserta penyajian potensi daerah akan dilanjutkan pada Pertemuan 8, lalu menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan peta berlabel kontur warna jelas dan daftar pilihan batas wilayah; murid yang mahir diberikan peta kontur tanpa teks batas administratif.
- Proses: Pada pengambilan bukti peta, murid yang ragu diberikan kesempatan menelusuri garis pantai pulau besar terlebih dahulu sebelum menunjuk titik letak provinsi.
- Produk: Format sajian ciri fisik dapat berupa bagan isian terstruktur 3 kolom atau diagram peta konsep bentang alam geografis provinsi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik letak: Guru menunjuk satu pulau besar di peta NKRI dan meminta murid menyebutkan pulau letak provinsi tempat tinggal serta 1 batas laut/selat yang mengelilinginya (Kriteria benar: menyebutkan nama pulau besar tempat provinsi berada dan minimal 1 nama perairan batas yang tepat sesuai lokasi provinsi sekolah berada).
Proses:- Pengambilan bukti unjuk kerja peta Giliran 1 (10 murid): Murid secara individual menunjukkan di peta NKRI: (1) letak provinsi tempat tinggal sendiri, (2) letak provinsi tetangga sebelah barat/selatan, (3) letak provinsi tetangga sebelah timur/utara (Acuan: ketepatan posisi titik wilayah provinsi pada peta NKRI tanpa tertukar).
- Penilaian lembar kerja sajian karakteristik geografis: Memeriksa kelengkapan pengisian 3 aspek fisik: batas wilayah 4 arah mata angin, 2 bentang alam utama (misal: pegunungan/sungai/pantai), dan status kepulauannya dalam NKRI.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir tertulis singkat di akhir sesi: (1) Sebutkan 2 ciri fisik alam yang membatasi wilayah provinsi tempat tinggalmu; (2) Tunjukkan apakah wilayah provinsi kita berbatasan langsung dengan perairan laut atau daratan provinsi lain dalam bingkai NKRI (Kriteria penerimaan: jawaban mencakup minimal 2 batas alam yang nyata dan identifikasi tepat batas perairan/daratan wilayah provinsi terkait).
Formatif:- Unjuk kerja menunjukkan sebaran wilayah provinsi pada peta NKRI (khusus 10 murid Giliran 1)
- Pemeriksaan lembar sajian identifikasi ciri fisik dan geografis provinsi tempat tinggal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan wilayah provinsi pada peta NKRI (TP 6.6.2) | Belum mampu menunjukkan posisi provinsi tempat tinggal pada peta NKRI meskipun telah diberi arahan pulau besar. | Mampu menunjukkan letak pulau besar tempat tinggal, namun masih keliru menentukan batas posisi wilayah provinsinya sendiri pada peta. | Mampu menunjukkan letak wilayah provinsi tempat tinggal pada peta NKRI secara tepat dan mandiri. | Mampu menunjukkan letak wilayah provinsi tempat tinggal serta wilayah provinsi tetangga yang berbatasan langsung pada peta NKRI secara tepat dan cepat. | | Menyajikan karakteristik fisik dan geografis wilayah provinsi (TP 6.6.4) | Belum mampu menyajikan informasi batas geografis maupun bentang alam provinsi tempat tinggal ke dalam lembar kerja. | Menyajikan 1 dari 3 aspek karakteristik fisik provinsi tempat tinggal (hanya batas wilayah atau hanya satu bentang alam). | Menyajikan secara lengkap 3 aspek karakteristik fisik wilayah provinsi (batas 4 arah mata angin, bentang alam utama, dan letak perairan) dengan tepat. | Menyajikan secara lengkap dan rinci seluruh aspek karakteristik fisik geografis provinsi serta menjelaskan keterkaitan bentang alamnya dengan wilayah NKRI di sekitarnya secara terstruktur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu untuk giliran unjuk kerja peta 10 murid gelombang pertama berjalan tertib tanpa mengabaikan aktivitas murid lainnya?
- Bagian ciri fisik dan geografis mana yang masih sulit diidentifikasi oleh sebagian besar murid?
Murid:- Bagian mana dari peta Indonesia yang paling mudah dan paling menantang untuk kutemukan letak provinsinya?
- Apa hal baru tentang kenampakan alam dan batas wilayah provinsiku yang baru kuketahui hari ini?
Pertemuan 8 — Menyajikan Hasil Identifikasi Potensi Daerah dan Keistimewaan Provinsi Tempat Tinggal serta Pengambilan Bukti Peta Giliran 2 (10 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.2 Menunjukkan sebaran wilayah provinsi-provinsi di Indonesia sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada peta
- TP 6.6.4 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu menyajikan hasil identifikasi potensi daerah serta keistimewaan provinsi tempat tinggal, sembari melakukan pengambilan bukti unjuk kerja peta giliran 2 untuk 10 murid (4 menit).
- Guru memberikan asesmen awal singkat dengan meminta murid menyebutkan 1 contoh potensi sumber daya atau ciri khas budaya daerah di provinsi tempat tinggal (kriteria penerimaan: murid menyebutkan minimal 1 potensi nyata seperti hasil pertanian/perikanan/tambang atau tradisi/seni khas daerah provinsi setempat) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati lembar panduan penyajian karakteristik provinsi yang memuat 2 aspek utama: potensi unggulan daerah (sumber daya alam/ekonomi) dan keistimewaan/ciri khas budaya (adat/tradisi/keunikan sejarah) provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari NKRI (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Sebanyak 10 murid giliran 2 dipanggil secara bergantian ke depan kelas untuk unjuk kerja menunjukkan sebaran 4 wilayah provinsi pada peta bentangan NKRI dinding (daftar provinsi target: 1. Kepulauan Bangka Belitung, 2. Bali, 3. Maluku Utara, 4. Papua Barat) dengan acuan letak: Kepulauan Bangka Belitung di timur Sumatra, Bali di sebelah timur Jawa, Maluku Utara di bagian utara Kepulauan Maluku, Papua Barat di bagian kepala burung Pulau Papua (15 menit).
- Secara serentak dan bergantian dalam kelompok belajar, murid menyajikan hasil identifikasi potensi daerah dan keistimewaan provinsi tempat tinggalnya melalui lembar ringkasan informasi atau paparan lisan singkat di meja masing-masing (15 menit).
- Murid mengikuti permainan tebak lokasi cepat 'Jelajah Potensi NKRI' yang dipandu guru: murid secara berpasangan saling melempar kartu nama provinsi (contoh: Bali dan Bangka Belitung) lalu pasangan dengan cepat menunjuk lokasinya pada peta atlas meja masing-masing secara tanggap dan gembira (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kembali ketepatan hasil identifikasi potensi provinsi dan lokasi sebaran provinsi-provinsi kepulauan yang telah ditunjukkan pada peta (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap bukti unjuk kerja peta 10 murid giliran 2 dan penyajian karakteristik potensi provinsi seluruh murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut bahwa pengambilan bukti unjuk kerja peta giliran 3 (8 murid sisa) akan dilanjutkan pada pertemuan asesmen berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta dinding NKRI berukuran besar berseri warna wilayah untuk murid yang membutuhkan bantuan visual letak pulau, serta atlas detail kepulauan bagi murid yang siap eksplorasi mandiri.
- Proses: Memberikan pendampingan langsung penunjukan garis lintang/pulau bagi murid yang belum mantap menentukan letak kepulauan, dan memberikan tantangan mandiri cepat bagi murid yang telah mahir.
- Produk: Penyajian karakteristik provinsi dapat disampaikan dalam bentuk diagram tabel informasi tertulis maupun penyampaian lisan terstruktur sesuai kesiapan belajar murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh potensi sumber daya atau tradisi unik yang menjadi keunggulan provinsi tempat tinggal kita!' (Kriteria penerimaan: murid mampu menyebutkan secara spesifik 1 potensi nyata daerah setempat, seperti kelapa sawit/timah/pariwisata atau upacara adat/seni tari khas provinsi setempat).
Proses:- Pengambilan bukti unjuk kerja penunjukan peta untuk 10 murid giliran 2 pada 4 provinsi target: (1) Kepulauan Bangka Belitung [timur Sumatra], (2) Bali [timur Jawa], (3) Maluku Utara [utara Kepulauan Maluku], (4) Papua Barat [kepala burung Papua]. Kriteria: ketepatan letak titik pulau/provinsi pada peta NKRI.
- Observasi kelengkapan penyajian karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal yang memuat minimal 2 unsur: potensi unggulan daerah dan keistimewaan/ciri khas budaya daerah dalam bingkai NKRI.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan konfirmasi akhir: Murid menuliskan/menyebutkan 1 simpulan mengenai hubungan antara potensi provinsinya dengan kekayaan wilayah NKRI (Kriteria penerimaan: murid menyatakan bahwa potensi provinsinya saling melengkapi dan memperkuat kekayaan bangsa Indonesia).
Formatif:- Unjuk kerja penunjukan sebaran wilayah provinsi pada peta NKRI untuk 10 murid (giliran 2)
- Pemeriksaan lembar penyajian hasil identifikasi potensi daerah dan keistimewaan provinsi tempat tinggal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan sebaran wilayah provinsi pada peta NKRI (TP 6.6.2) | Menunjukkan kurang dari 2 provinsi target dengan tepat dari 4 provinsi yang diuji (Kepulauan Bangka Belitung, Bali, Maluku Utara, Papua Barat) dan memerlukan bimbingan penuh. | Menunjukkan 2 dari 4 provinsi target dengan tepat pada peta NKRI secara mandiri atau 3 provinsi dengan bantuan petunjuk visual. | Menunjukkan 3 dari 4 provinsi target dengan tepat pada peta NKRI secara mandiri. | Menunjukkan seluruh 4 provinsi target (Kepulauan Bangka Belitung, Bali, Maluku Utara, Papua Barat) dengan tepat dan cepat pada peta NKRI secara mandiri. | | Menyajikan hasil identifikasi karakteristik wilayah provinsi (TP 6.6.4) | Belum mampu menyajikan informasi potensi daerah maupun keistimewaan provinsi tempat tinggal secara tepat. | Menyajikan 1 unsur karakteristik provinsi tempat tinggal (hanya potensi daerah saja atau keistimewaan saja) dengan tepat. | Menyajikan 2 unsur karakteristik provinsi tempat tinggal (potensi daerah dan keistimewaan/ciri khas budaya) secara tepat dan runtut. | Menyajikan 2 unsur karakteristik provinsi tempat tinggal (potensi daerah dan keistimewaan/ciri khas budaya) secara lengkap, mendalam, dan jelas mengaitkannya sebagai bagian dari kekayaan NKRI. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja peta giliran 2 untuk 10 murid berjalan efektif tanpa mengurangi keterlibatan murid lainnya?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid dalam mengidentifikasi potensi dan keistimewaan provinsinya sendiri sebagai bagian dari NKRI?
Murid:- Bagian potensi atau keistimewaan mana dari provinsi tempat tinggalku yang paling membuatku bangga?
- Apakah aku sudah dapat menemukan lokasi provinsi-provinsi kepulauan Indonesia pada peta NKRI dengan mudah?
Pertemuan 9 — Menyajikan Ringkasan Karakteristik Lengkap Wilayah Provinsi Tempat Tinggal sebagai Bagian NKRI secara Lisan Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.4 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan kesiapan belajar kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan secara lisan mandiri ringkasan 4 aspek karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal (geografis/alam, sosial budaya/adat, potensi ekonomi/sumber daya, dan kedudukan sebagai bagian NKRI) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan meminta murid menyebutkan 1 ciri fisik dan 1 ciri budaya provinsi tempat tinggal (acuan kriteria: murid menyebut minimal 1 ciri fisik seperti bentang alam/sungai/pantai dan 1 ciri budaya seperti pakaian adat/rumah adat/tarian daerah setempat) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan kerangka penyajian lisan mandiri yang memuat 4 aspek karakteristik provinsi tempat tinggal: (1) letak dan kondisi fisik/geografis, (2) ciri khas sosial-budaya daerah, (3) potensi sumber daya/perekonomian unggulan daerah, dan (4) peran serta kedudukannya sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI (7 menit).
- Murid memeriksa catatan hasil identifikasi dari pertemuan sebelumnya dan menyusun poin-poin penyajian lisan ke dalam kartu bantu bicara yang mencakup keempat aspek karakteristik tersebut (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan simulasi permainan menggembirakan 'Estafet Duta Karakteristik': secara berpasangan murid saling berlatih menyampaikan 4 aspek karakteristik provinsi tempat tinggal dalam batas waktu 2 menit secara bergantian dengan kartu panduan (10 menit).
- Secara bergiliran dan mandiri, setiap murid tampil menyajikan ringkasan karakteristik lengkap wilayah provinsi tempat tinggalnya secara lisan di depan kelas atau di hadapan kelompok kecil tanpa membaca teks utuh (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi ketercakupan 4 aspek karakteristik dalam penyajian lisan mandiri yang telah dilakukan menggunakan lembar cek mandiri berkesadaran (7 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif langsung mengenai kelengkapan aspek karakteristik provinsi yang berhasil disajikan oleh murid (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan 4 aspek utama dalam karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari kesatuan NKRI (3 menit).
- Guru memberikan penjelasan singkat mengenai kegiatan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya untuk asesmen sumatif bab, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kunci 4 aspek karakteristik (fisik, budaya, potensi, NKRI), sedangkan murid yang mahir menggunakan kartu mandiri tanpa kata kunci panduan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dapat menyajikan lisan mandiri di depan kelompok kecil terlebih dahulu sebelum ke depan kelas, sedangkan murid yang mandiri langsung menyajikan di depan seluruh kelas.
- Produk: Seluruh murid menyajikan lisan mandiri; murid dengan kecepatan tinggi menyajikan dengan uraian contoh konkret tambahan pada tiap aspek, sedangkan murid yang berkembang menyajikan 4 aspek inti secara lugas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 ciri fisik/alam dan 1 kekayaan budaya dari provinsi tempat tinggal kita!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat 1 ciri alam nyata seperti pegunungan/pantai/sungai/dataran rendah di provinsi setempat dan 1 unsur budaya nyata seperti nama tarian/pakaian adat/upacara daerah provinsi tempat tinggal).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja penyajian lisan mandiri karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal yang mencakup 4 aspek: (1) fisik/geografis, (2) sosial-budaya, (3) potensi ekonomi/sumber daya, dan (4) kedudukan sebagai bagian wilayah NKRI. Acuan ketercapaian: murid menyajikan minimal 3 dari 4 aspek karakteristik tersebut secara tepat tanpa membaca naskah penuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan kembali 4 aspek karakteristik provinsi yang wajib kita pahami sebagai wujud mengenal daerah bagian NKRI!' (Kunci jawaban acuan: 1. Aspek geografis/kondisi fisik alam; 2. Aspek sosial-budaya/adat istiadat; 3. Aspek potensi daerah/perekonomian; 4. Aspek kedudukan sebagai bagian wilayah NKRI).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penyajian lisan mandiri karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal menggunakan lembar observasi/rubrik 4 aspek
- Penilaian diri (self-assessment) ketercakupan 4 aspek karakteristik provinsi tempat tinggal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Aspek Karakteristik Provinsi dalam Penyajian Lisan Mandiri (Acuan 4 aspek: 1. Geografis/alam; 2. Sosial budaya; 3. Potensi ekonomi/sumber daya; 4. Kedudukan sebagai bagian wilayah NKRI) | Hanya menyajikan 1 dari 4 aspek karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal secara lisan mandiri. | Menyajikan 2 dari 4 aspek karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal secara lisan mandiri. | Menyajikan 3 dari 4 aspek karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal secara lisan mandiri. | Menyajikan seluruh 4 aspek karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal secara lengkap dan mandiri. | | Kemandirian Penyajian Lisan Karakteristik Provinsi | Menyajikan karakteristik lisan dengan membaca seluruh naskah dan membutuhkan bimbingan penuh dari guru pada setiap aspek. | Menyajikan karakteristik lisan dengan membaca sebagian besar teks catatan dan membutuhkan dorongan berulang dari guru. | Menyajikan karakteristik lisan secara mandiri hanya dengan bantuan kartu poin/kata kunci. | Menyajikan karakteristik lisan secara mandiri dan lancar tanpa bergantung pada catatan tulisan sama sekali. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 18 menit pada tahap aplikasi mencukupi seluruh murid untuk menyajikan lisan mandiri?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam menyampaikan karakteristik wilayah provinsinya tanpa membaca teks naskah utuh?
- Aspek karakteristik manakah yang paling sering terlewat oleh murid saat menyajikan ringkasan lisan?
Murid:- Apakah kamu berhasil menyampaikan 4 aspek karakteristik provinsimu secara lisan tanpa membaca seluruh catatan?
- Aspek karakteristik provinsi mana yang menurutmu paling menarik untuk diceritakan kepada teman?
- Apa yang perlu kamu latih agar penyampaian lisanmu di masa mendatang lebih mandiri dan runtut?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.6.1 Mengidentifikasi wilayah provinsi tempat tinggal dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 6.6.2 Menunjukkan sebaran wilayah provinsi-provinsi di Indonesia sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada peta
- TP 6.6.3 Membedakan keterkaitan wilayah kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- TP 6.6.4 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran seluruh 28 murid (2 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif bab 6: Sesi 1 pengerjaan tes tertulis serentak (33 menit) dan Sesi 2 unjuk kerja peta serta presentasi lisan giliran 3 untuk 8 murid terakhir sementara 20 murid lainnya membaca hening lembar literasi pengayaan provinsi (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Tes Tertulis Bab 6 kepada seluruh 28 murid dan membacakan petunjuk pengerjaan Bagian A (TP 1) dan Bagian B (TP 3) secara jelas (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid mengerjakan secara mandiri dan serentak lembar tes tertulis individual. Bagian A (TP 1) memuat 3 soal isian terstruktur: (1) Sebutkan nama provinsi tempat tinggal dan letak geografis/pulaunya dalam NKRI! (Kunci: nama provinsi tempat tinggal murid yang sah dan pulau tempatnya berada di wilayah NKRI); (2) Jelaskan kedudukan provinsi dalam NKRI sesuai Pasal 18 UUD NRI 1945! (Kunci: NKRI dibagi atas daerah provinsi yang memiliki pemerintahan daerah di bawah NKRI); (3) Sebutkan sebutan kepala daerah yang memimpin pemerintahan provinsi serta cara pemilihannya! (Kunci: Gubernur, dipilih melalui Pilkada). Bagian B (TP 3) memuat tabel pembanding kabupaten/kota dan provinsi dengan 3 indikator: (a) Pemimpin daerah (Kunci: Kabupaten/Kota = Bupati/Wali Kota; Provinsi = Gubernur); (b) Wilayah bawahan (Kunci: Kabupaten/Kota = Kecamatan/Kelurahan/Desa; Provinsi = Kabupaten dan Kota); (c) Cakupan wilayah (Kunci: Kabupaten/Kota = bagian dari wilayah provinsi; Provinsi = wilayah administratif tingkat I yang menghimpun beberapa kabupaten/kota) (31 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis dari seluruh murid tepat waktu (2 menit).
- Pelaksanaan Asesmen Unjuk Kerja dan Presentasi Lisan Giliran 3 untuk 8 murid tersisa (Murid nomor absen 21 sampai 28) secara individual ke depan kelas, masing-masing murid dialokasikan waktu 3 menit performa (8 murid x 3 menit = 24 menit performa) ditambah 1 menit transisi per murid untuk 1-2 murid awal sehingga pas 25 menit. Setiap murid melakukan dua unjuk kerja: (1) Menunjukkan letak sebaran 1 provinsi tertentu pada peta buta dinding NKRI menggunakan pin bendera (Kunci sebaran peta: Murid 21 = Sumatera Utara di Pulau Sumatera bagian utara; Murid 22 = Jawa Timur di Pulau Jawa bagian timur; Murid 23 = Kalimantan Barat di Pulau Kalimantan bagian barat; Murid 24 = Sulawesi Selatan di Pulau Sulawesi bagian selatan; Murid 25 = Bali di Kepulauan Nusa Tenggara bagian barat; Murid 26 = Maluku di Kepulauan Maluku bagian selatan; Murid 27 = Papua di Pulau Papua bagian barat daya/timur; Murid 28 = Nusa Tenggara Timur di Kepulauan Nusa Tenggara bagian timur); dan (2) Menyajikan secara lisan 3 karakteristik wilayah provinsi tempat tinggalnya yang mencakup: ciri fisik/geografis, potensi sumber daya alam, dan keistimewaan/ciri khas budayanya (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi refleksi menyeluruh atas proses pelaksanaan rangkaian asesmen sumatif Bab 6 yang telah tuntas diikuti oleh seluruh 28 murid dari giliran 1 hingga giliran 3 (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas integritas, ketertiban, dan kemandirian seluruh murid selama menyelesaikan asesmen tertulis maupun unjuk kerja Bab 6 (1 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pada bab berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format teks tes tertulis dengan ukuran huruf lebih besar atau pendampingan pembacaan instruksi bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal maupun kunci jawaban.
- Proses: Pemberian urutan pemanggilan giliran unjuk kerja yang memberikan ruang kesiapan mental bagi murid yang membutuhkan waktu adaptasi lebih tanpa mengurangi atau menambah durasi performa 3 menit per murid.
- Produk: Format penyajian asesmen tetap standar sesuai acuan ATP: lembar kerja tertulis individual dan performa unjuk kerja peta serta presentasi lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis murid dan konfirmasi pemahaman petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis serta pembagian nomor urut giliran 3 asesmen unjuk kerja.
Proses:- Observasi kepatuhan dan integritas pengerjaan tes tertulis mandiri selama 31 menit serta pencatatan rubrik performa unjuk kerja peta dan presentasi lisan 8 murid pada giliran 3.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis terpadu dan presentasi unjuk kerja bergiliran dengan portofolio terencana: lembar kerja tertulis individual berisi identifikasi wilayah provinsi dan tabel perbandingan administratif kabupaten/kota dengan provinsi dalam NKRI, serta rekaman amatan unjuk kerja menunjukkan sebaran provinsi pada peta dan presentasi lisan karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal
- tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan secara serentak lembar tes tertulis individual selama 35 menit. Bagian A mengukur TP 1 (mengidentifikasi letak, nama, dan kedudukan provinsi tempat tinggal dalam kerangka NKRI). Bagian B mengukur TP 3 (mengisi tabel perbandingan cakupan wilayah dan hubungan administratif kabupaten/kota serta provinsi dalam NKRI). Guru mengawasi dan memberikan instruksi serentak; artefak dinilai setelah sesi pembelajaran selesai menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif. (35 menit; individual; instrumen: lembar tes tertulis objektif dan esai terstruktur beserta kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja dan presentasi lisan individual secara bergiliran: Penilaian performa individual untuk 2 TP (TP 2 menunjukkan sebaran letak provinsi pada peta NKRI dan TP 4 menyampaikan laporan lisan karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal). Menggunakan portofolio bukti terencana: 20 murid telah dinilai pada sesi latihan TP terkait sebelumnya (pertemuan 7 dan 8, masing-masing 10 murid × 2,5 menit = 25 menit per sesi saat murid lain melakukan latihan mandiri), dan sisa 8 murid terakhir dinilai pada slot sumatif ini: 8 murid × 3 menit per murid = 24 menit performa + 11 menit transisi dan pencatatan guru = 35 menit total durasi (24 + 11 = 35 <= 35 menit). Setiap murid secara bergiliran mandiri memasang tanda letak provinsi pada peta dan menyampaikan 3 karakteristik wilayah provinsinya. (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analitis unjuk kerja peta dan presentasi lisan dengan catatan individual per murid)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis terpadu dan presentasi unjuk kerja bergiliran dengan portofolio terencana: lembar kerja tertulis individual berisi identifikasi wilayah provinsi dan tabel perbandingan administratif kabupaten/kota dengan provinsi dalam NKRI, serta rekaman amatan unjuk kerja menunjukkan sebaran provinsi pada peta dan presentasi lisan karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal
- tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan secara serentak lembar tes tertulis individual selama 35 menit. Bagian A mengukur TP 1 (mengidentifikasi letak, nama, dan kedudukan provinsi tempat tinggal dalam kerangka NKRI). Bagian B mengukur TP 3 (mengisi tabel perbandingan cakupan wilayah dan hubungan administratif kabupaten/kota serta provinsi dalam NKRI). Guru mengawasi dan memberikan instruksi serentak; artefak dinilai setelah sesi pembelajaran selesai menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif. (35 menit; individual; instrumen: lembar tes tertulis objektif dan esai terstruktur beserta kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja dan presentasi lisan individual secara bergiliran: Penilaian performa individual untuk 2 TP (TP 2 menunjukkan sebaran letak provinsi pada peta NKRI dan TP 4 menyampaikan laporan lisan karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal). Menggunakan portofolio bukti terencana: 20 murid telah dinilai pada sesi latihan TP terkait sebelumnya (pertemuan 7 dan 8, masing-masing 10 murid × 2,5 menit = 25 menit per sesi saat murid lain melakukan latihan mandiri), dan sisa 8 murid terakhir dinilai pada slot sumatif ini: 8 murid × 3 menit per murid = 24 menit performa + 11 menit transisi dan pencatatan guru = 35 menit total durasi (24 + 11 = 35 <= 35 menit). Setiap murid secara bergiliran mandiri memasang tanda letak provinsi pada peta dan menyampaikan 3 karakteristik wilayah provinsinya. (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analitis unjuk kerja peta dan presentasi lisan dengan catatan individual per murid)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi wilayah provinsi tempat tinggal dalam NKRI (TP 6.6.1 - Bagian A) | Menjawab tepat 0 butir dari 3 butir soal Bagian A (Acuan kunci: nama provinsi & letak pulau, kedudukan daerah otonom berdasar Pasal 18 UUD 1945, dan gubernur dipilih via Pilkada). | Menjawab tepat 1 dari 3 butir soal Bagian A sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab tepat 2 dari 3 butir soal Bagian A sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab tepat seluruh 3 butir soal Bagian A secara lengkap dan tepat sesuai acuan kunci jawaban. | | Membedakan keterkaitan kabupaten/kota dan provinsi dalam NKRI (TP 6.6.3 - Bagian B) | Mengisi tepat 0 baris perbandingan dari 3 baris tabel indikator (Acuan kunci: pemimpin [Bupati/Wali Kota vs Gubernur], wilayah bawahan [Kecamatan vs Kabupaten/Kota], dan cakupan [bagian provinsi vs himpunan kabupaten/kota]). | Mengisi tepat 1 dari 3 baris indikator perbandingan kabupaten/kota dan provinsi sesuai acuan kunci jawaban. | Mengisi tepat 2 dari 3 baris indikator perbandingan kabupaten/kota dan provinsi sesuai acuan kunci jawaban. | Mengisi tepat seluruh 3 baris indikator perbandingan kabupaten/kota dan provinsi secara benar sesuai acuan kunci jawaban. | | Menunjukkan sebaran provinsi pada peta NKRI (TP 6.6.2 - Unjuk Kerja Peta) | Salah memasang pin letak provinsi target pada peta buta NKRI dan menunjuk pulau yang keliru. | Menunjukkan pulau yang benar tetapi salah menunjukkan letak posisi wilayah provinsi target pada pulau tersebut. | Menunjukkan letak sebaran provinsi target pada peta NKRI secara tepat setelah mendapat 1 kali koreksi mandiri. | Menunjukkan letak sebaran 1 provinsi target pada peta NKRI secara tepat, cepat, dan mandiri pada kesempatan pertama (Acuan target: Murid 21=Sumut, Murid 22=Jatim, Murid 23=Kalbar, Murid 24=Sulsel, Murid 25=Bali, Murid 26=Maluku, Murid 27=Papua, Murid 28=NTT). | | Menyajikan karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal (TP 6.6.4 - Presentasi Lisan) | Menyampaikan lisan 0 karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal secara tepat. | Menyampaikan lisan 1 dari 3 karakteristik (Acuan 3 karakteristik: ciri fisik/geografis, potensi SDA, atau ciri khas/keistimewaan budaya provinsi tempat tinggal). | Menyampaikan lisan 2 dari 3 karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal secara tepat. | Menyampaikan lisan seluruh 3 karakteristik wilayah provinsi tempat tinggal (ciri fisik, potensi SDA, dan keistimewaan budaya) secara lengkap dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 31 menit untuk tes tertulis dan 25 menit untuk unjuk kerja 8 murid berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana capaian ketercapaian 4 TP pada Bab 6 berdasarkan rekapitulasi data asesmen tertulis dan unjuk kerja seluruh murid?
Murid:- Bagian mana dari tes tertulis atau unjuk kerja peta yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Apa hal paling berharga yang aku pelajari tentang provinsiku sebagai bagian dari NKRI?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6
- Peta Dinding Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Lembar Peta Buta Kepulauan Indonesia dan Lembar Kerja Siswa
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023, Bab 6 hlm. 200-206)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2023, Bab 6 hlm. 116-120)
- Teks Pembukaan dan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
- Kartu Benar-Salah dan Lembar Kerja Identifikasi Kedudukan Provinsi
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Peta Dinding Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
- Lembar Kerja Peta Buta 5 Pulau Besar dan Kartu Label Provinsi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6 Halaman 204-208
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 6 Halaman 116-120
- Peta Dinding Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia 38 Provinsi
- Lembar Kerja Peta Buta Indonesia Bernomor 1-38
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Halaman 116-118)
- Peta Administratif Provinsi dan Pembagian Kabupaten/Kota (contoh: Peta Kalimantan Tengah atau peta provinsi setempat)
- Set Kartu Pernyataan Cakupan Wilayah Kabupaten/Kota dan Provinsi serta Papan Pilah Dua Kolom
- Bagan struktur alur pemerintahan daerah menurut UUD NRI Tahun 1945
- Set kartu tugas pemerintahan daerah (4 kartu tugas per kelompok)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023, Halaman 204-208)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023, Halaman 116-127)
- Atlas Indonesia dan Lembar Fakta Ciri Geografis Provinsi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Peta Dinding Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Atlas Indonesia dan Dunia
- Lembar Kerja Penyajian Karakteristik dan Potensi Provinsi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023), Bab 6 Halaman 200–210
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023), Bab 6 Halaman 116–128
- Lembar catatan identifikasi karakteristik provinsi hasil tugas pertemuan sebelumnya
- Kartu bantu bicara/poin penyajian lisan 4 aspek karakteristik provinsi
- Peta Dinding NKRI / Peta Buta Wilayah 38 Provinsi Indonesia
- Lembar Tes Tertulis Asesmen Sumatif Bab 6 dan Lembar Penilaian Kinerja Guru
|