Modul AjarPertemuan 9Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Aksi Nyata: Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Aksi Nyata: Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Aksi Nyata: Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 5 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Aksi Nyata: Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAksi Nyata: Merencanakan dan Melaksanakan Kegiatan Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang kegiatan aksi nyata bersama sebagai bentuk menghormati dan menjaga perbedaan budaya dan agama di lingkungan sekolah atau masyarakat.
  2. Murid dapat menjalankan perilaku toleransi budaya dan agama melalui partisipasi aktif dalam kegiatan bersama lintas latar belakang budaya dan agama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menolong atau ditolong orang yang berbeda agama atau budayanya? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  2. Jika teman-temanmu berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama, kegiatan apa yang bisa kalian lakukan bersama agar semua merasa dihargai dan nyaman?
  3. Menurutmu, apa bedanya sekadar 'tidak mengganggu' orang lain dengan benar-benar 'menghormati' perbedaan? Mana yang lebih bermakna?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengkondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru mengajak murid berdoa sesuai keyakinan masing-masing sebagai penanda bahwa keberagaman keyakinan adalah hal yang nyata dan indah di dalam kelas (1 menit).
  • ASESMEN AWAL — Guru meminta murid menjawab dua pertanyaan diagnostik secara tertulis di selembar kertas kecil: (a) 'Apakah menghormati agama lain penting dilakukan? Mengapa?'; (b) 'Tuliskan satu contoh kegiatan nyata yang bisa dilakukan bersama teman lintas budaya atau agama.' Guru mengumpulkan dan membaca cepat untuk memetakan pemahaman awal murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian ditolong atau menolong orang lain? Ketika itu terjadi, apakah kalian terlebih dahulu menanyakan agama atau daerah asal orang tersebut?' Beri ruang 2-3 murid menjawab singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang dan mulai menjalankan aksi nyata bersama sebagai wujud toleransi budaya dan agama (2 menit).
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil 4-5 orang yang beragam latar belakang (jika memungkinkan) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membacakan satu cerita singkat tentang warga kampung yang saling membantu saat hari raya lintas agama (misalnya warga muslim membantu persiapan Natal, warga Kristen membantu parkir saat Idul Fitri). Murid menyimak dengan saksama (3 menit).
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan: 'Apa yang membuat kegiatan warga tersebut bisa disebut aksi nyata toleransi?' dan 'Nilai apa yang mereka praktikkan?' Setiap kelompok mencatat minimal 2 poin (5 menit).
  • Satu wakil tiap kelompok menyampaikan hasil diskusi secara singkat. Guru merangkum poin-poin utama di papan tulis: toleransi aktif, gotong royong lintas perbedaan, rasa saling menghargai (4 menit).
  • Guru menegaskan konsep kunci: aksi nyata toleransi bukan hanya 'tidak mengganggu', melainkan terlibat aktif dan mengundang semua pihak agar merasa dihargai (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas kelompok: merancang sebuah kegiatan aksi nyata yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah atau masyarakat sebagai bentuk menghormati perbedaan budaya dan agama. Contoh inspirasi: rak makanan/bazar mini bersama, pameran budaya mini, kegiatan kebersihan lingkungan bersama lintas agama. Murid bebas memilih ide lain yang relevan (2 menit).
  • Setiap kelompok mengisi Lembar Rancangan Aksi Nyata yang memuat: (a) Nama kegiatan; (b) Tujuan kegiatan; (c) Sasaran peserta (siapa saja yang dilibatkan, termasuk lintas budaya/agama); (d) Langkah pelaksanaan (minimal 3 langkah); (e) Peran tiap anggota kelompok; (f) Rencana komunikasi/promosi kegiatan (misalnya flyer sederhana). Guru memfasilitasi dan mendampingi tiap kelompok (12 menit).
  • ASESMEN PROSES — Selama murid merancang, guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik lisan. Guru memastikan setiap rancangan: (1) melibatkan peserta lintas latar belakang, (2) memiliki tujuan yang jelas terkait toleransi, (3) realistis untuk dilaksanakan. Guru mencatat observasi pada lembar pantau (menyertai 12 menit di atas).
  • Tiap kelompok mempresentasikan rancangan aksinya secara singkat (1-2 menit per kelompok). Kelompok lain dapat memberi satu masukan atau apresiasi (8 menit).
  • Jika waktu tersedia dan kegiatan sederhana (misal: membuat flyer, menyusun dekorasi, menulis pesan toleransi di kertas warna), murid mulai melaksanakan langkah pertama aksi tersebut di dalam kelas sebagai simulasi (opsional, menyesuaikan kondisi kelas).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan merenungkan proses yang baru saja dilalui. Guru meminta murid duduk nyaman, tarik napas, dan pikirkan: 'Apakah aku sudah benar-benar mempertimbangkan perasaan teman yang berbeda budaya dan agamanya saat merancang kegiatan tadi?' (2 menit).
  • Murid menjawab dua pertanyaan refleksi secara tertulis di jurnal belajar atau selembar kertas: (a) 'Apa yang kamu pelajari hari ini tentang arti menghormati perbedaan secara nyata?'; (b) 'Satu hal konkret apa yang akan kamu lakukan dalam seminggu ke depan sebagai wujud toleransi di sekolah atau lingkunganmu?' (5 menit).
  • Beberapa murid secara sukarela berbagi jawaban refleksinya. Guru merespons dengan hangat tanpa menghakimi (3 menit).
  • Guru menghubungkan refleksi murid dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan nilai Pancasila: perbedaan bukan hambatan, melainkan kekuatan untuk bergerak bersama (2 menit).

Penutup:

  • ASESMEN AKHIR — Guru meminta tiap murid mengumpulkan Lembar Rancangan Aksi Nyata kelompok sebagai bukti hasil belajar, dan lembar refleksi individual sebagai asesmen akhir pembelajaran hari ini (3 menit).
  • Guru menyampaikan kesimpulan pembelajaran: toleransi bukan hanya kata-kata, melainkan tindakan nyata yang bisa dirancang dan dilaksanakan oleh siapa saja, termasuk murid kelas 6 (2 menit).
  • Guru memberikan penugasan lanjutan: murid memikirkan cara melanjutkan rancangan aksi nyata kelompok agar dapat dilaksanakan di luar kelas bersama orang tua atau warga sekolah lainnya (1 menit).
  • Guru menutup kelas dengan mengajak semua murid mengucapkan satu kata yang mewakili komitmen mereka hari ini (misalnya: 'Saya berkomitmen untuk... menghargai!') secara bersama-sama (1 menit).
  • Guru berdoa penutup dan menyampaikan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep toleransi aktif diberikan kartu contoh berisi 3 ilustrasi singkat kegiatan toleransi nyata (bergambar) sebagai scaffold sebelum merancang. Murid yang sudah paham dapat langsung membaca referensi tambahan tentang kegiatan kolaborasi antarbudaya di masyarakat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan template Lembar Rancangan yang sudah separuh terisi (scaffolded worksheet) sehingga mereka cukup melengkapi bagian yang kosong. Murid yang cepat didorong untuk menambahkan rencana komunikasi/promosi kegiatan yang lebih kreatif, misalnya membuat desain flyer atau menulis undangan singkat.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk rancangan aksi nyata sesuai kemampuan: (a) tulisan terstruktur di lembar rancangan, (b) sketsa visual/poster rencana kegiatan, atau (c) narasi lisan yang direkam jika murid mengalami kesulitan menulis. Semua produk tetap harus memuat elemen dasar: nama kegiatan, tujuan, peserta yang dilibatkan, dan langkah pelaksanaan.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menjawab dua pertanyaan diagnostik tertulis di awal pendahuluan: (1) Apakah menghormati agama lain penting dilakukan? Mengapa?; (2) Tuliskan satu contoh kegiatan nyata yang bisa dilakukan bersama teman lintas budaya atau agama.
  • Guru membaca jawaban secara cepat untuk memetakan: murid yang sudah memiliki pemahaman konkret tentang toleransi aktif, murid yang masih bersifat abstrak/normatif, dan murid yang belum terbayangkan contoh nyatanya. Hasil pemetaan digunakan untuk menyesuaikan dukungan selama proses pembelajaran.

Proses:

  • Observasi partisipasi diskusi kelompok pada tahap Memahami: guru mencatat apakah murid aktif menyumbang ide dan mendengarkan perspektif teman.
  • Pemantauan Lembar Rancangan Aksi Nyata saat tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar pantau sederhana (checklist per kelompok) dengan indikator — (a) kegiatan relevan dengan toleransi budaya/agama, (b) melibatkan peserta lintas latar belakang, (c) langkah pelaksanaan jelas dan realistis.
  • Kualitas presentasi rancangan: guru memperhatikan kemampuan murid menjelaskan alasan pemilihan kegiatan dan bagaimana kegiatan tersebut mewujudkan sikap menghormati perbedaan.

Akhir:

  • Penilaian Lembar Rancangan Aksi Nyata menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: (1) kesesuaian kegiatan dengan nilai toleransi budaya/agama, (2) keterlibatan peserta lintas latar belakang, (3) kelengkapan dan kejelasan langkah rencana, (4) peran aktif setiap anggota kelompok.
  • Penilaian lembar refleksi individual: guru menilai kedalaman pemahaman murid tentang toleransi nyata dan konkret atau tidaknya komitmen tindak lanjut yang ditulis murid.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi di tahap Memahami: apakah murid mampu mengidentifikasi nilai toleransi aktif dari cerita yang disajikan.
  • Pemantauan lembar rancangan selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling, mencatat dan memberikan umpan balik lisan kepada tiap kelompok terkait kelengkapan dan relevansi rancangan.
  • Presentasi singkat rancangan aksi nyata kelompok: guru menilai apakah kegiatan yang dirancang mencerminkan keterlibatan lintas budaya/agama dan tujuan toleransi yang jelas.

Sumatif:

  • Lembar Rancangan Aksi Nyata kelompok yang dikumpulkan di akhir pembelajaran, dinilai menggunakan rubrik yang mencakup aspek: kesesuaian kegiatan dengan nilai toleransi, keterlibatan peserta lintas latar belakang, dan kelengkapan langkah rencana.
  • Lembar refleksi individual murid yang memuat pemahaman personal tentang toleransi nyata dan komitmen tindak lanjut.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian kegiatan dengan nilai toleransi budaya dan agamaKegiatan yang dirancang tidak menunjukkan kaitan dengan toleransi budaya atau agama, atau tidak ada kegiatan yang dirancang sama sekali.Kegiatan yang dirancang berkaitan dengan toleransi, namun masih bersifat umum dan belum secara spesifik menyasar perbedaan budaya atau agama.Kegiatan yang dirancang secara jelas mencerminkan nilai menghormati perbedaan budaya dan agama, dengan tujuan kegiatan yang cukup terarah.Kegiatan yang dirancang sangat relevan, kreatif, dan secara eksplisit menunjukkan niat menghormati serta merayakan perbedaan budaya dan agama; disertai alasan yang kuat dan kontekstual.
Keterlibatan peserta lintas latar belakang budaya dan agamaRancangan kegiatan tidak mempertimbangkan keterlibatan peserta dari latar belakang budaya atau agama yang berbeda.Rancangan menyebutkan bahwa kegiatan terbuka untuk semua, namun tidak ada langkah konkret untuk mengajak atau mengakomodasi peserta lintas latar belakang.Rancangan secara jelas menyebutkan siapa saja yang dilibatkan dari berbagai latar belakang dan ada langkah untuk mengundang atau mengakomodasi mereka.Rancangan merinci strategi yang inklusif dan kreatif untuk memastikan partisipasi aktif peserta dari berbagai budaya dan agama, serta mempertimbangkan kenyamanan semua pihak.
Kelengkapan dan kejelasan langkah rencana pelaksanaanRancangan hanya berupa judul kegiatan tanpa langkah-langkah pelaksanaan yang jelas.Rancangan memuat 1-2 langkah pelaksanaan, namun masih sangat umum dan kurang operasional.Rancangan memuat minimal 3 langkah pelaksanaan yang cukup jelas, logis, dan dapat dipahami.Rancangan memuat langkah-langkah pelaksanaan yang lengkap, runtut, operasional, dan disertai pembagian peran anggota kelompok serta rencana komunikasi/promosi kegiatan.
Partisipasi aktif dalam kelompok (perilaku toleransi selama proses)Murid tidak aktif berpartisipasi, mendominasi tanpa mendengarkan pendapat teman, atau mengabaikan perbedaan perspektif dalam kelompok.Murid berpartisipasi sebatas mengikuti instruksi, sesekali menyampaikan pendapat, namun belum konsisten menghargai pendapat teman yang berbeda.Murid aktif menyampaikan ide, mendengarkan pendapat teman, dan menunjukkan sikap menghargai perbedaan perspektif dalam diskusi kelompok.Murid sangat aktif, mendorong teman lain untuk berkontribusi, menunjukkan empati terhadap perspektif yang berbeda, dan menjadi motor kolaborasi yang inklusif dalam kelompok.
Kedalaman refleksi individualMurid tidak mengisi lembar refleksi atau jawaban sangat singkat dan tidak menunjukkan pemikiran personal.Murid mengisi refleksi namun masih berupa pernyataan normatif umum ('toleransi itu penting') tanpa contoh atau komitmen yang konkret.Murid menunjukkan pemahaman yang cukup mendalam tentang toleransi nyata dan menyebutkan komitmen tindak lanjut yang cukup spesifik.Murid menunjukkan refleksi yang dalam dan jujur, menghubungkan pengalaman hari ini dengan kehidupan pribadinya, serta merumuskan komitmen tindak lanjut yang konkret, spesifik, dan realistis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam proses merancang kegiatan aksi nyata, termasuk murid yang cenderung pendiam atau kurang percaya diri?
  • Apakah rancangan yang dihasilkan tiap kelompok benar-benar mencerminkan pemahaman tentang toleransi aktif, bukan sekadar kegiatan biasa?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan (template scaffolded, kartu contoh) cukup membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Bagian mana dari pembelajaran ini yang paling membangkitkan antusias murid? Apa yang bisa dikembangkan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah proporsional untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Perlu penyesuaian apa?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagimu dari kegiatan merancang aksi nyata hari ini?
  • Apakah kamu sudah benar-benar mempertimbangkan perasaan teman yang berbeda budaya atau agamanya saat merancang kegiatan bersama?
  • Satu hal konkret apa yang akan kamu lakukan dalam seminggu ke depan sebagai wujud toleransi di sekolah atau lingkunganmu?
  • Apakah ada hal yang terasa sulit saat bekerja bersama teman dalam kelompok hari ini? Bagaimana kamu mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Penulis: Mohamad Alwi Lutfi, Listia, dan Khristina Antariningsih; Kemdikbudristek 2023), Bab 5.
  2. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI, Panduan Khusus Bab 5 halaman 175-176.
  3. Lembar Rancangan Aksi Nyata (disiapkan guru, dicetak atau ditulis di kertas folio).
  4. Lembar refleksi individual (disiapkan guru atau menggunakan jurnal belajar murid).
  5. Kartu contoh ilustrasi kegiatan toleransi (disiapkan guru sebagai scaffold untuk murid yang membutuhkan dukungan).
  6. Papan tulis atau flipchart untuk mencatat poin diskusi bersama.
  7. Kertas warna dan spidol untuk kelompok yang ingin membuat flyer/poster rancangan aksi nyata.
  8. Contoh flyer/selebaran sederhana sebagai referensi visual (opsional, dapat disiapkan guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.