Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Mengenal Keberagaman Budaya dan Agama di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Mengenal Keberagaman Budaya dan Agama di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Mengenal Keberagaman Budaya dan Agama di Indonesia

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengenal Keberagaman Budaya dan Agama di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengenal Keberagaman Budaya dan Agama di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi minimal 5 suku dan agama yang ada di Indonesia beserta ciri khas budayanya masing-masing.
  2. Murid dapat menjelaskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara dan ciri-ciri budaya sebagai milik bersama suatu kelompok masyarakat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu punya teman, tetangga, atau saudara yang berasal dari suku atau agama yang berbeda denganmu? Apa yang membuat mereka berbeda dan apa yang membuat kalian tetap bisa berteman?
  2. Jika ada ribuan pulau di Indonesia dengan orang-orang yang berbeda-beda, bagaimana bisa kita semua tetap disebut bangsa Indonesia?
  3. Menurutmu, apa itu budaya? Apakah makanan kesukaanmu, cara berpakaianmu, atau lagu yang sering kamu nyanyikan bisa disebut bagian dari budaya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan gambar peta Indonesia dan bertanya kepada murid secara lisan: 'Suku apa saja yang kalian tahu ada di Indonesia?' dan 'Agama apa saja yang resmi diakui di Indonesia?' Guru mencatat jawaban murid di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang kepada 2–3 murid untuk merespons secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mengidentifikasi minimal 5 suku dan agama di Indonesia beserta ciri khas budayanya, serta memahami pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar-gambar visual (slide atau kartu gambar cetak) yang memperlihatkan rumah adat, pakaian adat, alat musik, dan tarian dari berbagai daerah di Indonesia (contoh: Rumah Gadang – Sumatra Barat, Rumah Joglo – Jawa, Tongkonan – Sulawesi, Rumah Honai – Papua, Rumah Betang – Kalimantan).
  • Murid diminta mengamati gambar-gambar tersebut selama 2 menit secara saksama, lalu menuliskan di buku tulis mereka: 'Dari gambar ini, suku apa yang kamu lihat dan apa ciri khasnya?'
  • Guru membacakan kutipan pendek dari Ki Hadjar Dewantara: 'Budaya adalah hasil perjuangan manusia terhadap pengaruh alam dan zaman.' Guru menjelaskan makna kalimat ini dengan contoh konkret: misalnya masyarakat Papua membangun Rumah Honai yang bulat dan rendah agar tahan dingin di pegunungan — ini adalah hasil perjuangan manusia melawan alam.
  • Guru memperluas penjelasan: budaya bukan hanya rumah adat, tetapi juga bahasa daerah, makanan khas, senjata tradisional, lagu daerah, dan cara berpakaian. Budaya adalah milik bersama suatu kelompok masyarakat, bukan milik perorangan.
  • Guru menjelaskan keberagaman agama di Indonesia: enam agama resmi yang diakui negara (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) dan sikap saling menghormati antar umat beragama.
  • Murid mencatat minimal 5 suku dan ciri khas budayanya pada tabel sederhana di buku tulis mereka (tabel berkolom: Nama Suku | Asal Daerah | Ciri Khas Budaya).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4–5 orang. Tiap kelompok mendapatkan satu amplop berisi kartu-kartu bergambar (gambar rumah adat, alat musik, tarian, dan nama suku dari berbagai daerah di Indonesia).
  • Tugas kelompok: Pasangkan setiap gambar dengan nama suku dan daerah asalnya. Tempelkan hasil pasangan tersebut pada lembar kerja kelompok yang telah disediakan guru.
  • Setelah selesai mencocokkan kartu, tiap kelompok berdiskusi menjawab dua pertanyaan tertulis di lembar kerja: (1) Tuliskan 5 suku yang kamu temukan dalam kartu beserta ciri khas budayanya. (2) Berdasarkan pengertian Ki Hadjar Dewantara, jelaskan mengapa budaya suatu suku berbeda dengan suku lain.
  • Perwakilan satu kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas (1–2 menit). Kelompok lain menyimak dan boleh memberikan tambahan informasi.
  • Guru memberikan konfirmasi dan klarifikasi atas jawaban yang kurang tepat, serta apresiasi atas partisipasi murid.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksi secara pribadi dengan pertanyaan: 'Dari semua keberagaman suku dan agama yang baru saja kamu pelajari, apa yang kamu rasakan tentang Indonesia?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat (3–4 kalimat) di buku tulis dengan panduan kalimat: 'Saya belajar bahwa... Saya merasa... Saya ingin...'
  • Guru mengajak 2–3 murid untuk berbagi refleksinya secara lisan dengan sukarela.
  • Guru menegaskan nilai inti: keberagaman budaya dan agama di Indonesia adalah kekayaan bangsa yang perlu kita kenali dan hormati, sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika — berbeda-beda tetapi tetap satu.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran hari ini secara lisan: 'Apa saja yang kita pelajari hari ini?' (murid menjawab bergantian).
  • Asesmen Akhir: Murid mengerjakan soal keluar (exit ticket) secara individual — 3 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan 5 suku di Indonesia dan ciri khas budayanya masing-masing. (2) Tuliskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara dengan kata-katamu sendiri. (3) Sebutkan 3 agama resmi yang diakui di Indonesia.
  • Guru mengumpulkan lembar exit ticket untuk dijadikan data asesmen.
  • Guru menyampaikan informasi pembelajaran pertemuan berikutnya: murid akan belajar tentang sikap menjaga perbedaan budaya dan agama.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mengenal banyak suku dapat diberikan kartu gambar tambahan yang mencakup budaya daerah yang lebih beragam atau kurang dikenal. Murid yang masih kesulitan dapat menggunakan lembar bantuan berupa daftar nama suku beserta asal daerahnya sebagai referensi saat mengerjakan tugas.
  • Proses: Murid yang belajar lebih cepat diminta membuat peta konsep sederhana yang menghubungkan suku, daerah, ciri budaya, dan agama yang dominan di wilayah tersebut. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat dipasangkan dengan teman sebaya (peer learning) dalam kelompok, atau mendapat bimbingan langsung dari guru saat mengisi tabel.
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat mempresentasikan hasil kerjanya secara lisan dengan menambahkan informasi tentang budaya daerah asal mereka sendiri. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi tabel identifikasi 5 suku secara tertulis tanpa presentasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan peta Indonesia dan bertanya secara lisan: 'Suku apa saja yang kalian tahu?' dan 'Agama apa saja yang resmi diakui di Indonesia?' Jawaban murid dicatat di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal dan menentukan titik mulai pembelajaran.

Proses:

  • Guru mengamati dan mencatat partisipasi murid saat menjawab pertanyaan pemantik.
  • Guru memeriksa tabel identifikasi suku dan budaya yang diisi murid secara mandiri pada tahap Memahami.
  • Guru memantau diskusi kelompok dan hasil lembar kerja pencocokan kartu budaya pada tahap Mengaplikasi.
  • Guru mendengarkan presentasi perwakilan kelompok dan memberikan umpan balik lisan langsung.

Akhir:

  • Exit ticket individual dengan 3 pertanyaan: (1) Sebutkan 5 suku di Indonesia dan ciri khas budayanya masing-masing. (2) Tuliskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara dengan kata-katamu sendiri. (3) Sebutkan 3 agama resmi yang diakui di Indonesia. Lembar exit ticket dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok dan sesi tanya jawab.
  • Pemeriksaan tabel identifikasi suku dan budaya yang ditulis murid selama kegiatan Memahami.
  • Observasi hasil lembar kerja kelompok saat kegiatan mencocokkan kartu budaya.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menyebutkan 5 suku beserta ciri khas budayanya dan menuliskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara dengan kata-kata sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi suku dan ciri khas budaya (TP 6.5.1.1)Murid menyebutkan kurang dari 3 suku dan tidak dapat menyebutkan ciri khas budayanya.Murid menyebutkan 3–4 suku dengan ciri khas budaya yang disebutkan masih umum atau kurang tepat.Murid menyebutkan tepat 5 suku beserta ciri khas budayanya dengan tepat.Murid menyebutkan lebih dari 5 suku beserta ciri khas budayanya dengan tepat dan dapat menjelaskan kaitan antara kondisi alam/daerah dengan ciri khas budaya tersebut.
Menjelaskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara (TP 6.5.1.2)Murid tidak dapat menuliskan pengertian budaya atau jawabannya tidak relevan.Murid menuliskan pengertian budaya dengan menyalin kalimat Ki Hadjar Dewantara secara langsung tanpa menunjukkan pemahaman.Murid menjelaskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara dengan kata-kata sendiri secara tepat.Murid menjelaskan pengertian budaya menurut Ki Hadjar Dewantara dengan kata-kata sendiri secara tepat dan memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari atau daerah asal mereka.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok, tidak memberikan kontribusi.Murid terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya terbatas atau pasif.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan membantu kelompok menyelesaikan tugas.Murid sangat aktif berdiskusi, memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, menghargai pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Murid mana yang masih membutuhkan penguatan?
  • Apakah media kartu gambar dan tabel efektif membantu murid memahami keberagaman suku dan budaya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan semua tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)?
  • Apakah diferensiasi yang dilakukan sudah menjangkau kebutuhan murid dengan kecepatan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Suku dan budaya apa yang paling menarik perhatianmu hari ini? Mengapa?
  • Apa yang kamu pahami sekarang tentang pengertian budaya yang belum kamu ketahui sebelumnya?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui betapa beragamnya suku dan agama di Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 5
  2. Buku Guru Pendidikan Pancasila Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) — Bab 5
  3. Kartu gambar cetak: rumah adat, pakaian adat, alat musik, dan tarian dari berbagai daerah Indonesia (disiapkan guru)
  4. Lembar kerja kelompok: tabel pencocokan kartu budaya dan pertanyaan diskusi
  5. Lembar exit ticket individual (disiapkan guru)
  6. Peta Indonesia (cetak atau digital) untuk referensi visual lokasi suku
  7. Slide presentasi atau papan tulis untuk menampilkan gambar dan poin materi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.