MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 5 — Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hari INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Menghormati Perbedaan Budaya dan Agama dalam Kehidupan Sehari-hari |
|---|
| Alokasi Waktu | 24 JP (24 x 35 menit = 840 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 12 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.5.1 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar
- TP 6.5.2 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar
- TP 6.5.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar
- TP 6.5.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Sikap apa saja yang menunjukkan rasa hormat terhadap perbedaan kebiasaan atau budaya di rumah dan di sekolah?
- Mengapa kita perlu menghormati teman atau anggota keluarga yang memiliki latar belakang budaya atau bahasa daerah berbeda?
- Bagaimana caramu menyampaikan contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat kepada teman-teman?
- Apa yang terjadi di lingkungan masyarakat jika warga saling menghargai tradisi atau kesenian dari suku lain?
- Mengapa kita perlu menghormati teman yang sedang beribadah sesuai agamanya?
- Bagaimana nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan kita bersikap kepada pemeluk agama yang berbeda?
- Bagaimana sikap saling menolong tanpa membedakan agama mencerminkan nilai kemanusiaan dalam Pancasila?
- Mengapa menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar dapat memperkokoh persatuan bangsa?
- Bagaimana cara kita menunjukkan bahwa sikap menghormati teman yang berbeda agama merupakan wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila?
- Apa bentuk penyajian yang jelas untuk menunjukkan hubungan antara sikap toleransi beragama dengan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Persatuan di lingkungan sekitar?
- Apa yang biasa dilakukan warga sekitar ketika tetangga yang berbeda agama sedang merayakan hari besar keagamaannya?
- Bagaimana cara kita ikut menjaga kerukunan saat teman atau tetangga sedang beribadah atau merayakan hari raya keagamaan?
- Tindakan nyata apa yang dapat kita lakukan bersama warga sekitar untuk menjaga kerukunan saat ada perbedaan tradisi adat dan perayaan agama?
- Bagaimana cara kita menyajikan daftar tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama agar mudah dipahami oleh teman-teman?
- Kesenian atau adat istiadat apa saja yang pernah kalian lihat atau ikuti di lingkungan tempat tinggalmu?
- Mengapa kesenian dan adat istiadat daerah tersebut perlu kita lestarikan bersama dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika?
- Mengapa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk bangga dan melestarikan beragam budaya daerah, bukan hanya budaya sendiri?
- Apa contoh sikap nyata anak sekolah dalam melestarikan kesenian atau pakaian adat daerah di lingkungan sekitar?
- Bagaimana cara kita menyajikan sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika agar teman-teman mudah memahaminya?
- Mengapa hasil identifikasi sikap pelestarian budaya perlu disajikan secara jelas dan teratur?
- Bagaimana kita mengelompokkan sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya serta agama agar mudah dipahami?
- Mengapa sikap menghormati perbedaan agama menjadi bukti nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar kita?
- Bagaimana kita membuktikan sikap menghormati perbedaan agama dan budaya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar?
- Mengapa pelestarian budaya daerah menjadi wujud nyata pengamalan semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya di Lingkungan Keluarga dan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid secara tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat pemilahan sikap dengan menanyakan 2 situasi sederhana: (1) 'Teman membawa bekal makanan khas daerahnya yang aromanya asing bagimu, sikap yang menghormati adalah mencicipi/menghargai atau mengejek?' (acuan: menghargai/tidak mengejek); (2) 'Kakek di rumah berbicara dengan dialek bahasa daerah kental, sikap yang menghormati adalah mendengarkan santun atau menertawakan?' (acuan: mendengarkan dengan santun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru dan teks bacaan singkat mengenai bentuk-bentuk sikap menghormati keberagaman budaya dalam lingkup keluarga (misal: menghargai perbedaan selera masakan tradisional antardaerah orang tua, mendengarkan cerita leluhur/bahasa daerah kakek-nenek dengan sopan) dan sekolah (misal: menghargai logat daerah teman, mengapresiasi penampilan seni daerah teman saat pentas) (10 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis kartu interaktif 'Tepat Memilah Sikap' berisikan 4 kartu pernyataan untuk diklasifikasikan ke dalam kategori 'Menghormati' atau 'Tidak Menghormati'. Pernyataan 1: 'Menghargai teman sekelas yang berbicara dengan logat daerah asalnya tanpa menirukan untuk mengejek' (Kunci: Menghormati); Pernyataan 2: 'Menolak bekerja kelompok karena rekan satu meja berasal dari suku yang berbeda' (Kunci: Tidak Menghormati); Pernyataan 3: 'Membantu adik mencicipi dan menghargai masakan khas daerah ibu di rumah' (Kunci: Menghormati); Pernyataan 4: 'Memotong pembicaraan nenek yang sedang berbahasa daerah karena dianggap kuno' (Kunci: Tidak Menghormati) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang untuk mengisi Lembar Identifikasi Sikap Keberagaman Budaya, memilih dan mengidentifikasi minimal 4 contoh sikap menghormati keberagaman budaya: 2 sikap di lingkungan keluarga dan 2 sikap di lingkungan sekolah (15 menit).
- Setiap kelompok menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya tersebut pada bagan tabel klasifikasi di kertas plano atau papan tulis mini (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya meninjau kelengkapan tabel hasil identifikasi sikap kelompok lain melalui sesi saling kunjung karya (gallery walk) singkat untuk mencocokkan ketepatan identifikasi (5 menit).
- Murid menyadari pentingnya menerapkan sikap menghormati budaya yang berbeda dimulai dari tindakan nyata sehari-hari di rumah dan kelas (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai contoh-contoh konkret sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan tindak lanjut untuk pengamatan keberagaman budaya di lingkungan masyarakat pada pertemuan berikutnya, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar contoh situasi keberagaman keluarga dan sekolah; murid yang mahir diberikan daftar skenario interaksi multikultural yang lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru secara langsung dalam mengelompokkan sikap; murid yang cepat bekerja mandiri menyusun rincian identifikasi sikap.
- Produk: Penyajian hasil identifikasi dapat berupa tabel matriks dua kolom (keluarga dan sekolah) atau bagan pohon klasifikasi sikap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan 2 butir: (1) Sikap menghormati bekal makanan tradisional teman yang aromanya khas (acuan: menghargai/tidak mengejek); (2) Sikap menghormati kakek yang berbicara dengan dialek daerah di rumah (acuan: mendengarkan santun/tidak menertawakan).
Proses:- Pengamatan keterlibatan diskusi dan ketepatan pengelompokan pada 4 kartu kuis 'Tepat Memilah Sikap'. Acuan: Kartu 1 (Menghormati), Kartu 2 (Tidak Menghormati), Kartu 3 (Menghormati), Kartu 4 (Tidak Menghormati).
- Pemeriksaan ketepatan penyajian hasil identifikasi minimal 4 contoh sikap menghormati keberagaman budaya (2 di keluarga, misal: menghargai masakan daerah orang tua, santun mendengar bahasa daerah kerabat; 2 di sekolah, misal: tidak mengejek logat daerah teman, mengapresiasi kesenian daerah teman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan secara cepat 1 sikap menghormati budaya di rumah (kriteria penerimaan: relevan dengan interaksi budaya keluarga) dan 1 sikap di sekolah (kriteria penerimaan: relevan dengan interaksi budaya sekolah).
Formatif:- Kuis lisan pemilahan sikap keberagaman pada asesmen awal
- Observasi unjuk kerja pengisian dan penyajian tabel identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah | Menyajikan kurang dari 2 hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah dengan bantuan penuh guru. | Menyajikan 2-3 hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan keluarga dan sekolah secara tepat dengan arahan guru. | Menyajikan 4 hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya (2 lingkungan keluarga dan 2 lingkungan sekolah) secara tepat dan mandiri. | Menyajikan lebih dari 4 hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya mencakup lingkungan keluarga dan sekolah secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa kesalahan pengelompokan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi terlaksana sesuai rencana?
- Bagaimana keterlibatan murid saat mengidentifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan terdekatnya?
Murid:- Sikap menghormati keberagaman budaya apa yang paling mudah saya lakukan di rumah hari ini?
- Sikap menghormati budaya apa yang sudah saya terapkan saat berinteraksi dengan teman di sekolah?
Pertemuan 2 — Menyajikan Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya di Lingkungan Masyarakat (Penilaian Sesi Rotasi 1 untuk 10 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan singkat: menanyakan kepada murid apakah tindakan 'menonton pertunjukan reog atau tari daerah tetangga dengan tertib' termasuk sikap menghormati budaya di masyarakat atau bukan (acuan jawaban: Ya, termasuk sikap menghormati keberagaman budaya) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat, serta menjelaskan agenda penilaian sesi rotasi 1 untuk 10 murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menampilkan kartu peraga yang memuat 4 contoh sikap di masyarakat: (1) Menghadiri upacara adat tetangga dengan sopan, (2) Menonton pertunjukan seni budaya daerah lain dengan tertib, (3) Membantu tetangga yang mengadakan hajatan adat tanpa membeda-bedakan suku, (4) Mengejek dialek bahasa daerah tetangga (acuan: nomor 1, 2, dan 3 adalah sikap menghormati; nomor 4 adalah bukan sikap menghormati/pengalih), lalu murid bersama-sama menelaah poin-poin tersebut (8 menit).
- Murid secara mandiri memeriksa catatan hasil identifikasi dari pertemuan sebelumnya dan menyusun 3 butir contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat pada lembar kerja penyajian (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menjalankan kuis pemanasan interaktif 'Tebak Sikap Rukun Budaya' di mana murid mengangkat kartu hijau untuk sikap menghormati dan kartu merah untuk sikap tidak menghormati berdasarkan 2 situasi cepat yang dibacakan guru (situasi A: memberi tepuk tangan pada pentas tari piring Minang tetangga [hijau]; situasi B: melarang anak suku lain ikut bermain di pos ronda [merah]) (5 menit).
- Guru membagi alur penilaian Sesi Rotasi 1: sebanyak 10 murid yang telah dijadwalkan maju bergantian menyajikan secara lisan 3 hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat (acuan pilihan sikap: menghadiri hajatan/upacara adat tetangga, menonton kesenian daerah lain, tidak mencela bahasa/pakaian adat tetangga, membantu persiapan acara budaya warga), dengan waktu masing-masing 2 menit (20 menit).
- Sementara 10 murid dinilai dalam rotasi 1, murid lainnya menyelesaikan penulisan lembar sajian dan saling menyimak penyajian teman dengan tertib (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan umpan balik langsung kepada 10 murid yang telah dinilai pada Sesi Rotasi 1 terkait kelengkapan dan kejelasan butir sikap yang disajikan (5 menit).
- Murid merenungkan kesesuaian butir sikap yang telah mereka sajikan dengan penerapan nyata saat ada tetangga yang mengadakan perayaan adat atau kesenian (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari penyajian sikap menghormati keberagaman budaya di masyarakat, seperti menjaga ketertiban dan saling mendukung tradisi warga (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa sisa murid akan dinilai pada sesi giliran penyajian berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual bergambar aktivitas budaya warga bagi murid yang membutuhkan inspirasi contoh.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyajikan hasil dengan bantuan pemandu 3 pertanyaan terstruktur, sedangkan murid yang mahir menyajikan secara langsung dan mandiri.
- Produk: Penyajian dilakukan secara lisan dalam sesi rotasi didukung lembar kerja tertulis/visual sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apakah tindakan menonton pertunjukan reog atau kesenian daerah tetangga dengan tertib merupakan bentuk sikap menghormati budaya di masyarakat?' (acuan jawaban: Ya, termasuk sikap menghormati keberagaman budaya).
Proses:- Observasi unjuk kerja penyajian Sesi Rotasi 1: menilai kemampuan menyajikan minimal 3 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di masyarakat secara tepat (daftar acuan: [1] menghadiri upacara/hajatan adat tetangga dengan sopan, [2] menonton seni tradisi daerah lain dengan tertib, [3] tidak mengejek dialek/bahasa daerah warga lain, [4] membantu gotong royong kegiatan kebudayaan warga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: meminta murid menyebutkan kembali 1 tindakan nyata menghormati tradisi tetangga yang paling mudah dilakukan di lingkungan RT/RW (kriteria penerimaan operasional: jawaban menyebutkan tindakan menjaga ketertiban, menghargai, atau tidak mengganggu acara tradisi warga setempat).
Formatif:- Unjuk kerja penyajian lisan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat pada Sesi Rotasi 1 untuk 10 murid menggunakan rubrik analitis
- Pemeriksaan lembar kerja penyajian identifikasi sikap menghormati budaya di masyarakat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar | Menyajikan kurang dari 2 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat yang sesuai acuan, atau masih menyajikan tindakan yang mencela budaya (pengalih). | Menyajikan tepat 2 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat sesuai daftar acuan dengan bimbingan guru. | Menyajikan 3 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat sesuai daftar acuan secara mandiri dan runtut. | Menyajikan 4 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan masyarakat sesuai daftar acuan secara mandiri, lengkap, dan tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit untuk penilaian Sesi Rotasi 1 (10 murid) terlaksana secara efektif dan tertib?
- Apakah murid yang belum mendapat giliran rotasi tetap fokus dan menyimak sajian temannya?
Murid:- Apakah kamu merasa percaya diri saat menyajikan contoh sikap menghormati budaya di depan guru dan teman?
- Sikap menghormati budaya tetangga mana yang sudah pernah kamu lakukan di lingkungan tempat tinggalmu?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Sikap Menghormati Perbedaan Agama Berdasarkan Nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.2 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghormati teman berbeda agama saat beribadah!' (acuan jawaban: tidak membuat gaduh saat teman berdoa, mempersilakan teman beribadah, atau tidak mengejek tata cara ibadah) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama berdasarkan nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan guru tentang makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu pengakuan bangsa Indonesia atas kebebasan beragama dan kewajiban saling menghormati antarumat beragama tanpa memaksakan keyakinan (7 menit).
- Murid memainkan permainan kuis tebak cepat 'Sesuai atau Tidak Sesuai' Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menggunakan 3 pernyataan kartu: (1) Menghentikan suara bising saat tetangga sedang beribadah (acuan: Sesuai); (2) Memaksa teman sekelas mengikuti tata cara doa agama kita (acuan: Tidak Sesuai); (3) Memberikan ucapan selamat hari raya kepada teman yang merayakannya (acuan: Sesuai) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima lembar kerja identifikasi yang memuat 4 studi kasus situasi di lingkungan sekitar: Kasus 1 (Wayang bermain bola di dekat musala saat azan berkumandang); Kasus 2 (Edo menertawakan bekal makanan temannya yang berpuasa); Kasus 3 (Maria mengajak teman-teman memberi waktu kepada Siti untuk salat zuhur sebelum mengerjakan tugas kelompok); Kasus 4 (Komang diejek karena memakai gelang tridatu saat upacara sekolah) (10 menit).
- Murid bekerja secara mandiri mengidentifikasi sikap menghormati yang tepat berdasarkan nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa untuk setiap kasus dan menyajikannya dalam tabel hasil identifikasi (acuan jawaban: Kasus 1 = Menghentikan sementara permainan bola agar tidak mengganggu ibadah; Kasus 2 = Menghargai teman yang berpuasa dengan tidak mengejek bekal atau makan di depannya secara sengaja; Kasus 3 = Mempersilakan dan memberi kesempatan beribadah tepat waktu; Kasus 4 = Menghormati simbol keagamaan teman tanpa mengejek) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua perwakilan murid menyajikan hasil identifikasi tabel mereka di depan kelas, kemudian guru mengonfirmasi ketepatan isi sajian sesuai nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (10 menit).
- Murid merenungkan tindakan pribadi masing-masing terkait pengalaman berinteraksi dengan orang berbeda agama serta menuliskan 1 komitmen sikap hormat yang akan diterapkan di sekolah (acuan: memuat tindakan menghargai ibadah atau tidak mengejek perbedaan keyakinan) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mewajibkan setiap warga negara saling menghormati perbedaan agama demi terciptanya kerukunan (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman tertulis singkat (acuan: Kasus A = tidak membunyikan klakson saat melintas di depan gereja yang sedang kebaktian; Kasus B = memberi izin teman beribadah) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja bergambar untuk murid yang membutuhkan visualisasi situasi kasus keagamaan.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus bagi murid yang masih ragu menghubungkan sikap dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sementara murid yang cepat menyelesaikan 4 kasus diminta menambahkan 1 contoh situasi nyata di lingkungan rumahnya beserta sikap yang tepat.
- Produk: Murid menyajikan hasil identifikasi dalam bentuk tabel tertulis ringkas atau bagan alur sederhana sesuai kenyamanan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: 'Sebutkan 1 contoh sikap menghormati teman berbeda agama saat beribadah!' (kriteria ketercapaian: murid menyebutkan minimal 1 tindakan konkret seperti tidak gaduh, mempersilakan beribadah, atau menghargai hari besar agama lain).
Proses:- Observasi ketepatan penyajian hasil identifikasi pada 4 kasus di lembar kerja mandiri berdasarkan acuan: Kasus 1 (menghentikan permainan saat ibadah), Kasus 2 (menghargai puasa tanpa mencela), Kasus 3 (memberi kesempatan salat), Kasus 4 (menghormati atribut/simbol keagamaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat 2 butir: (1) Bagaimana sikapmu jika teman meminta izin menunaikan ibadah di sela bermain bersama? (acuan: mengizinkan dan menunggunya dengan tertib); (2) Tuliskan 1 tindakan menghormati tetangga yang sedang melaksanakan upacara keagamaan di rumahnya! (acuan: menjaga ketenangan lingkungan / tidak memutar musik keras).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian tabel penyajian identifikasi sikap menghormati perbedaan agama berdasarkan nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Perbedaan Agama Berdasarkan Nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa | Menyajikan hasil identifikasi sikap yang tepat hanya pada 1 dari 4 kasus yang disediakan (acuan: Kasus 1, 2, 3, atau 4). | Menyajikan hasil identifikasi sikap yang tepat pada 2 dari 4 kasus yang disediakan (acuan: Kasus 1, 2, 3, atau 4). | Menyajikan hasil identifikasi sikap yang tepat pada 3 dari 4 kasus yang disediakan (acuan: Kasus 1, 2, 3, atau 4). | Menyajikan hasil identifikasi sikap yang tepat pada seluruh 4 kasus yang disediakan (acuan lengkap: Kasus 1 menghentikan kegaduhan, Kasus 2 menghormati teman berpuasa, Kasus 3 memberi kesempatan beribadah, Kasus 4 menghormati simbol keagamaan) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tahap mengaplikasi cukup memfasilitasi murid dalam menganalisis keempat kasus keberagaman agama?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengaitkan nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan sikap toleransi sehari-hari?
Murid:- Sikap menghormati perbedaan agama apa yang paling mudah saya terapkan di kelas?
- Apa yang akan saya lakukan jika melihat ada teman yang mengganggu orang lain yang sedang beribadah?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Perilaku Toleransi dan Saling Menghormati Perbedaan Agama dalam Hubungan Kemanusiaan dan Persatuan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.2 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan suasana kelas yang harmonis serta berkesadaran penuh (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi perilaku toleransi dan saling menghormati perbedaan agama dalam hubungan kemanusiaan (Sila Ke-2) dan persatuan (Sila Ke-3) (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Jika ada tetangga berbeda agama terkena musibah banjir, nilai sila Pancasila manakah yang mendasari tindakan kita membantunya?' (acuan jawaban: Sila Ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab / Sila Ke-3 Persatuan Indonesia) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan pengantar dari guru mengenai keterkaitan sikap menghormati perbedaan agama dengan nilai Sila Ke-2 (kemanusiaan yang adil dan beradab) dan Sila Ke-3 (persatuan Indonesia) (5 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Tebak Nilai Sila' untuk mengidentifikasi keterkaitan 2 contoh kasus perilaku dengan nilai Sila Ke-2 atau Sila Ke-3: Kasus A 'Membantu tetangga berbeda keyakinan yang tertimpa musibah kebakaran' (acuan: Sila Ke-2) dan Kasus B 'Bekerja bakti membersihkan selokan bersama warga lintas agama demi kebersihan kampung' (acuan: Sila Ke-3) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Penyajian Identifikasi yang memuat 4 pernyataan situasi toleransi beragama di lingkungan sekitar: (1) Menolong teman yang jatuh saat bersepeda tanpa memedulikan agamanya, (2) Bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan saat perayaan hari besar agama lain, (3) Menjenguk teman berbeda keyakinan yang sakit di rumah sakit, (4) Mengikuti kerja bakti desa bersama seluruh warga dari latar belakang agama yang berbeda (10 menit).
- Murid secara mandiri menyajikan hasil identifikasi 4 pernyataan tersebut ke dalam tabel format lembar kerja dengan menentukan keterkaitan nilai Sila Pancasila (Sila Ke-2 atau Sila Ke-3) beserta alasan nilainya (acuan kunci: Pernyataan 1 = Sila Ke-2 / kemanusiaan; Pernyataan 2 = Sila Ke-3 / persatuan; Pernyataan 3 = Sila Ke-2 / kemanusiaan; Pernyataan 4 = Sila Ke-3 / persatuan) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk dengan tenang dan hening merefleksikan makna perilaku saling menghormati perbedaan agama bagi keutuhan persatuan di lingkungan sekolah dan tempat tinggal (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid menyajikan secara singkat hasil pengisian tabel identifikasi mereka di depan kelas, disimak bersama guru untuk konfirmasi ketepatan isi sesuai nilai-nilai Pancasila (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid tentang keterkaitan sikap toleransi beragama dengan nilai Sila Ke-2 dan Sila Ke-3 Pancasila (5 menit).
- Guru memandu simpulan pembelajaran sesi ini, memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian identifikasi, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kunci nilai sila ('kemanusiaan/tolong-menolong' untuk Sila Ke-2 dan 'persatuan/kebersamaan warga' untuk Sila Ke-3), sedangkan murid yang sudah mahir diberikan analisis keterpaduan kedua sila sekaligus.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi dalam membaca kalimat pernyataan pada lembar kerja secara terarah, sementara murid yang cepat bekerja mandiri.
- Produk: Format penyajian hasil identifikasi disesuaikan: murid reguler mengisi tabel checklist dan kolom uraian ringkas, murid mahir menambahkan contoh nyata lain yang pernah diamati di lingkungannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika ada tetangga berbeda agama terkena musibah banjir, nilai sila Pancasila manakah yang mendasari tindakan kita membantunya?' (Acuan jawaban benar: Murid menyebutkan Sila Ke-2 / Kemanusiaan yang Adil dan Beradab atau Sila Ke-3 / Persatuan Indonesia).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri murid dalam menyajikan hasil identifikasi 4 pernyataan perilaku toleransi: (1) Menolong teman yang jatuh saat bersepeda tanpa memedulikan agamanya -> Sila Ke-2; (2) Bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan saat perayaan hari besar agama lain -> Sila Ke-3; (3) Menjenguk teman berbeda keyakinan yang sakit -> Sila Ke-2; (4) Mengikuti kerja bakti desa bersama seluruh warga dari latar belakang agama yang berbeda -> Sila Ke-3.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 tindakan konkret menghormati perbedaan agama di lingkungan sekolah yang mencerminkan nilai Sila Ke-2 atau Sila Ke-3 (Kriteria penerimaan: Tindakan logis menunjukkan sikap saling menghormati antarumat beragama dan sesuai dengan esensi sila yang dipilih, misal: meminjamkan alat tulis kepada teman beda agama sebagai wujud Sila Ke-2, atau bekerja sama membersihkan kelas bersama teman beda agama sebagai wujud Sila Ke-3).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian tabel lembar identifikasi keterkaitan perilaku toleransi dengan Sila Ke-2 dan Sila Ke-3 Pancasila
- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 pernyataan situasi toleransi dalam lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menyajikan identifikasi keterkaitan perilaku toleransi dengan nilai Sila Ke-2 dan Sila Ke-3 Pancasila pada 4 pernyataan situasi | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat hanya pada 1 dari 4 pernyataan sesuai daftar acuan kunci. | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat pada 2 dari 4 pernyataan sesuai daftar acuan kunci. | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat pada 3 dari 4 pernyataan sesuai daftar acuan kunci. | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat pada seluruh 4 pernyataan sesuai daftar acuan kunci (Pernyataan 1 = Sila Ke-2; Pernyataan 2 = Sila Ke-3; Pernyataan 3 = Sila Ke-2; Pernyataan 4 = Sila Ke-3). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk mengidentifikasi dan menyajikan keterkaitan perilaku toleransi dengan Sila Ke-2 dan Ke-3 secara mandiri?
- Bagaimana respons dan partisipasi murid dalam kegiatan tantangan berpasangan 'Tebak Nilai Sila'?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang hubungan antara menghormati pemeluk agama lain dengan nilai kemanusiaan dan persatuan?
- Perilaku toleransi mana yang paling sering kamu lakukan dalam pergaulan sehari-hari di sekolah atau di rumah?
Pertemuan 5 — Menyajikan Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Perbedaan Agama sebagai Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.2 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal lisan mengenai kaitan sikap toleransi beragama dengan sila Pancasila menggunakan 2 pertanyaan panduan (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru di papan tulis mengenai matriks keterkaitan 3 sikap toleransi beragama dengan 3 nilai Pancasila: (1) Menghormati teman yang sedang beribadah -> Sila ke-1 (Nilai Ketuhanan); (2) Menolong tetangga beda agama yang terkena musibah tanpa membeda-bedakan -> Sila ke-2 (Nilai Kemanusiaan); (3) Bekerja sama membersihkan selokan kampung bersama warga berbagai agama -> Sila ke-3 (Nilai Persatuan) (7 menit).
- Permainan Menggembirakan 'Tebak Sila Cepat': Guru membacakan 3 skenario situasi lingkungan dan murid secara antusias mengangkat kartu bertuliskan angka sila yang sesuai. Skenario: Skenario A: 'Warga menjaga ketenangan saat tempat ibadah tetangga sedang digunakan' (Kunci: Sila ke-1); Skenario B: 'Menjenguk teman beda agama yang dirawat di rumah sakit' (Kunci: Sila ke-2); Skenario C: 'Semua pemuda rukun bergotong royong merawat pos ronda tanpa memandang agama' (Kunci: Sila ke-3) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Penyajian Matriks Nilai Pancasila yang memuat format penyajian tabel 3 kolom: 'Sikap Menghormati Perbedaan Agama di Lingkungan', 'Nilai Sila Pancasila yang Diamalkan', dan 'Alasan Keterkaitan Nilai' (5 menit).
- Murid secara mandiri menyajikan hasil identifikasi dengan melengkapi tabel untuk 3 situasi nyata di lingkungan sekitar berdasarkan acuan berikut: Situasi 1: Mempersilakan teman beribadah sesuai agamanya saat belajar bersama -> Nilai Ketuhanan (Sila 1) -> Menghormati hak kebebasan beragama warga; Situasi 2: Berbagi makanan halal/pemberian yang pantas kepada tetangga yang membutuhkan tanpa diskriminasi -> Nilai Kemanusiaan (Sila 2) -> Memperlakukan sesama manusia dengan adil dan beradab; Situasi 3: Menjaga kerukunan dan tidak bertengkar saat bermain bersama anak-anak dari berbagai latar belakang agama -> Nilai Persatuan (Sila 3) -> Mengutamakan keutuhan dan kedamaian hidup bersama (15 menit).
- Guru berkeliling melakukan asesmen proses dan memberikan bimbingan kepada murid yang membutuhkan penguatan dalam merumuskan keterkaitan nilai (7 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan 2-3 murid menyajikan (membacakan secara ringkas) hasil lembar kerjanya di depan kelas untuk mencocokkan ketepatan pengamalan nilai Pancasila (5 menit).
- Murid diajak merenungkan secara berkesadaran bagaimana nilai Pancasila bukan sekadar hafalan teks lambang, melainkan nyata terwujud ketika mereka menghargai tetangga dan teman yang berbeda keyakinan dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan Lembar Kerja Penyajian Matriks Nilai Pancasila kepada guru untuk diperiksa (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap ketercapaian menyajikan identifikasi pengamalan nilai Pancasila, menyampaikan rencana tindak lanjut pertemuan berikutnya tentang menjaga kerukunan saat hari besar keagamaan, serta menutup kelas dengan doa bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan berupa kartu kata kunci nilai sila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan), sedangkan murid yang cepat diberikan 2 situasi tambahan di lingkungan masyarakat luas.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung dalam merangkai kalimat alasan keterkaitan, sedangkan murid yang mandiri langsung mengisi lembar kerja.
- Produk: Murid menyajikan hasil identifikasi dalam bentuk tabel matriks terstruktur atau bagan alur hubungan sikap dengan sila Pancasila.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika kamu tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, itu wujud pengamalan sila ke berapa?' (Kunci acuan: Sila ke-1 / Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa)
- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika ada tetangga berbeda agama terkena musibah banjir lalu kita bantu, sikap itu mencerminkan nilai apa dalam Pancasila?' (Kunci acuan: Nilai Kemanusiaan / Sila ke-2)
Proses:- Pemeriksaan kemajuan pengisian Lembar Kerja Penyajian Matriks: memastikan murid tepat memasangkan 3 sikap menghormati perbedaan agama dengan nilai Sila ke-1, Sila ke-2, dan Sila ke-3 beserta alasannya.
- Acuan kelengkapan penyajian: (1) Sikap toleransi beribadah -> Sila 1 (Ketuhanan); (2) Sikap tolong-menolong sesama warga tanpa membeda-bedakan -> Sila 2 (Kemanusiaan); (3) Sikap rukun/gotong royong antarumat beragama -> Sila 3 (Persatuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup melalui 1 pertanyaan reflektif terstruktur pada lembar kerja: 'Tuliskan kesimpulan penyajianmu mengenai alasan mengapa menghormati teman berbeda agama wajib dilakukan berdasarkan nilai-nilai Pancasila!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat kesadaran bahwa toleransi beragama merupakan pengamalan langsung nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Persatuan Indonesia).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penyajian tertulis pada Lembar Kerja Penyajian Matriks Nilai Pancasila (menghubungkan 3 sikap toleransi beragama dengan nilai Sila 1, 2, dan 3)
- Observasi partisipasi aktif murid pada permainan tebak sila dan keakuratan jawaban lisan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menyajikan Hubungan Sikap Menghormati Agama dengan Nilai Sila Pancasila (Acuan: 3 Skenario Keterkaitan Sila 1, Sila 2, dan Sila 3) | Hanya menyajikan 1 pasangan sikap dengan nilai sila Pancasila yang tepat, atau belum mampu menyajikan keterkaitan dengan benar. | Menyajikan 2 dari 3 pasangan sikap dengan nilai sila Pancasila secara tepat sesuai acuan materi. | Menyajikan seluruh 3 pasangan sikap dengan nilai sila Pancasila (Sila 1, 2, dan 3) secara tepat sesuai acuan materi. | Menyajikan seluruh 3 pasangan sikap dengan nilai sila Pancasila secara tepat disertai rumusan alasan keterkaitan nilai yang runtut dan jelas secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyajikan hasil identifikasi keterkaitan nilai Pancasila?
- Apakah media tabel matriks efektif membantu murid memahami bahwa menghormati keragaman agama berakar pada nilai-nilai Pancasila?
Murid:- Bagian mana dari penyajian nilai-nilai Pancasila yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jelaskan?
- Sikap menghormati pemeluk agama lain manakah yang paling sering saya amalkan di lingkungan rumah atau sekolah?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Sikap Menjaga Kerukunan Keberagaman Agama saat Perayaan Hari Besar Keagamaan di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid membaca doa bersama sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
- Guru mengaitkan materi dengan menanyakan pengalaman murid mengenai perayaan hari besar keagamaan di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih 1 dari 2 tindakan yang tepat dalam situasi perayaan hari besar keagamaan: 'Saat tetangga merayakan hari raya keagamaan, apakah (A) membunyikan musik keras di depan rumahnya, atau (B) membantu menjaga ketenangan dan kelancaran parkir?' (acuan: jawaban benar B) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga kerukunan keberagaman agama saat perayaan hari besar keagamaan di lingkungan sekitar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca bersama teks narasi singkat tentang kerukunan saat perayaan hari besar keagamaan di lingkungan warga (misalnya: warga non-Muslim membantu menjaga ketertiban dan kelancaran parkir saat Salat Idulfitri, serta warga Muslim membantu kelancaran persiapan tempat dan keamanan saat ibadah perayaan Natal) (10 menit).
- Murid dengan bimbingan guru mengidentifikasi 4 tindakan nyata menjaga kerukunan saat hari besar keagamaan: (1) Menjaga ketenangan dan ketertiban di sekitar tempat ibadah; (2) Membantu mengatur kelancaran parkir atau lingkungan warga; (3) Mengucapkan selamat hari raya secara santun; (4) Menghargai dan tidak mengganggu jalannya ibadah orang lain (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis kartu tantangan peran 'Aksi Rukun Hari Raya' (prinsip menggembirakan): murid mengambil kartu situasi dan memasangkan dengan kartu sikap menjaga kerukunan yang tepat dari 4 kartu yang disediakan: (1) Situasi tetangga merayakan Nyepi -> Sikap: tidak membuat kegaduhan dan menghormati keheningan; (2) Situasi salat Idulfitri di masjid lingkungan -> Sikap: pemuda lintas agama ikut membantu mengatur parkir jamaah; (3) Situasi ibadah Natal di gereja sekitar -> Sikap: warga sekitar membantu menjaga ketertiban lingkungan luar gereja; (4) Situasi perayaan Waisak di wihara -> Sikap: menjaga ketenangan dan saling menyapa ramah tanpa mengganggu peribadatan (12 menit).
- Murid secara berkelompok menuangkan dan menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga kerukunan tersebut ke dalam tabel kerja berisi 4 situasi perayaan hari besar keagamaan beserta tindakan menjaga kerukunan yang sesuai acuan kunci (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap perwakilan kelompok menempelkan lembar hasil identifikasi di papan pajang kelas untuk saling mencocokkan kelengkapan identifikasi sikap rukun yang telah ditulis (8 menit).
- Murid mengheningkan cipta sejenak dan menyadari pentingnya hidup berdampingan secara damai serta saling menjaga antarpemeluk agama di lingkungan tempat tinggal (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 4 sikap menjaga kerukunan saat perayaan hari besar keagamaan di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru memberikan penguatan atas partisipasi belajar murid serta mengingatkan untuk tetap menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan lembar kerja dengan petunjuk pilihan tindakan menjaga kerukunan yang siap dipasangkan; bagi murid yang lebih cepat, disediakan skenario situasi lingkungan yang lebih bervariasi untuk diidentifikasi tindakannya.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung oleh guru dalam membaca dan mencocokkan kartu, sedangkan murid mahir bekerja secara mandiri dalam kelompoknya.
- Produk: Murid dapat menyajikan hasil identifikasi dalam bentuk tabel bagan visual atau daftar poin tertulis sesuai kesepakatan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan/tulis singkat: 'Ketika tetangga sedang merayakan hari besar keagamaannya, apa tindakan yang menjaga kerukunan: (A) Menyetel musik dengan suara sangat keras di depan rumahnya, atau (B) Menjaga ketenangan dan membantu kelancaran jalan warga?' (acuan: jawaban benar B; murid memilih B dinyatakan siap, murid memilih A diberikan bimbingan konsep toleransi).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam memasangkan 4 kartu situasi hari besar keagamaan dengan sikap menjaga kerukunan: (1) Nyepi -> menghormati keheningan dan tidak gaduh; (2) Idulfitri -> pemuda lintas agama membantu mengatur parkir; (3) Natal -> warga sekitar membantu ketertiban lingkungan luar; (4) Waisak -> menjaga ketenangan dan saling menyapa ramah tanpa mengganggu (acuan: minimal 3 dari 4 pasangan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada lembar kerja berisi 4 butir situasi hari besar: menyebutkan tindakan menjaga kerukunan untuk masing-masing perayaan (1) Nyepi, (2) Idulfitri, (3) Natal, dan (4) Waisak sesuai acuan: (1) tidak gaduh/menghormati keheningan, (2) membantu parkir/kelancaran jalan, (3) menjaga ketertiban lingkungan luar, (4) tidak mengganggu ketenangan ibadah (acuan: minimal 3 dari 4 butir teridentifikasi secara tepat).
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan dalam kuis kartu tantangan 'Aksi Rukun Hari Raya'
- Pemeriksaan lembar kerja penyajian hasil identifikasi sikap menjaga kerukunan saat perayaan hari besar keagamaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Hasil Identifikasi Sikap Menjaga Kerukunan saat Hari Besar Keagamaan (Acuan: 1. Idulfitri - membantu parkir/ketertiban; 2. Natal - menjaga ketertiban lingkungan; 3. Nyepi - menjaga keheningan/tidak gaduh; 4. Waisak - tidak mengganggu jalannya ibadah) | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat 1 dari 4 sikap menjaga kerukunan sesuai acuan, memerlukan bimbingan penuh dari guru. | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat 2 dari 4 sikap menjaga kerukunan sesuai acuan, dengan arahan berkala dari guru. | Menyajikan hasil identifikasi dengan tepat 3 dari 4 sikap menjaga kerukunan sesuai acuan secara mandiri. | Menyajikan hasil identifikasi seluruh 4 sikap menjaga kerukunan sesuai acuan secara lengkap dan tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas berpasangan dengan kartu situasi efektif membantu murid mengidentifikasi sikap menjaga kerukunan antarumat beragama?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menyajikan hasil identifikasi pada tabel kerja kelompok?
Murid:- Sikap menjaga kerukunan apa yang paling mudah kamu lakukan saat tetangga sedang merayakan hari raya keagamaannya?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantumu memahami pentingnya menjaga kerukunan beragama?
Pertemuan 7 — Menyajikan Hasil Identifikasi Tindakan Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7 yaitu menyajikan hasil identifikasi tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan 2 contoh tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar: (1) tindakan menjaga keberagaman budaya (acuan: ikut menyaksikan pawai budaya daerah lain atau tidak mengejek pakaian adat tetangga), dan (2) tindakan menjaga keberagaman agama (acuan: menjaga ketenangan saat tetangga beribadah atau membantu mengatur parkir saat perayaan hari besar agama lain) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan percontohan di papan tulis tentang klasifikasi tindakan menjaga keberagaman di lingkungan sekitar yang memuat 2 kategori: (A) Tindakan Menjaga Keberagaman Budaya, dan (B) Tindakan Menjaga Keberagaman Agama (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Pilah Kartu Tindakan' untuk mengelompokkan 4 kartu situasi ke dalam kategori yang tepat: Kartu 1 'Membantu menjaga ketertiban saat warga merayakan Hari Raya Nyepi' -> Kategori B (Agama); Kartu 2 'Mempelajari dan mengapresiasi tarian tradisional dari suku tetangga' -> Kategori A (Budaya); Kartu 3 'Tidak membunyikan musik keras ketika tetangga sedang kebaktian' -> Kategori B (Agama); Kartu 4 'Mendukung terselenggaranya festival kuliner tradisional daerah nusantara di balai warga' -> Kategori A (Budaya) (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja Penyajian Tindakan dengan menuliskan hasil identifikasi minimal 4 tindakan menjaga keberagaman di lingkungan sekitar, yang terdiri atas 2 tindakan menjaga keberagaman budaya (acuan: menghargai dialek bahasa daerah lain, menyaksikan pentas seni daerah tanpa mencela, menghormati upacara adat setempat) dan 2 tindakan menjaga keberagaman agama (acuan: menjaga ketenangan di sekitar rumah ibadah, membantu kelancaran acara hari raya tetangga, tidak mengganggu teman yang sedang berpuasa/berdoa) (20 menit).
- Murid secara bergantian menyajikan hasil identifikasi tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama tersebut secara lisan di depan kelas atau di kelompok meja sesuai format penyajian yang telah diisi (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru meninjau kelengkapan hasil penyajian tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama yang telah disampaikan, memastikan setiap murid telah memuat kedua aspek keberagaman secara tepat sesuai konteks lingkungan sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penyajian hasil identifikasi murid, menyimpulkan bahwa tindakan menjaga keberagaman mencakup penghormatan nyata pada budaya maupun agama di sekitar (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang bentuk kesenian dan adat istiadat daerah (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu berilustrasi visual tindakan kerukunan bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang untuk menyajikan hasil identifikasi, sedangkan murid yang mandiri langsung menyajikan secara bebas terstruktur.
- Produk: Penyajian hasil identifikasi dapat disajikan dalam format bagan tabel tertulis atau diagram peta pikiran sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan identifikasi: Sebutkan 1 contoh tindakan menjaga keberagaman budaya dan 1 contoh tindakan menjaga keberagaman agama di sekitar rumahmu! (Acuan benar: Budaya = menghormati pentas adat/pakaian daerah/bahasa daerah lain; Agama = menjaga ketenangan saat ibadah/membantu persiapan hari raya agama tetangga).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mengisi dan menyajikan Lembar Kerja Penyajian Tindakan Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama (Memeriksa terpenuhinya 2 tindakan budaya dan 2 tindakan agama sesuai konteks lingkungan sekitar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Guru memeriksa lembar penyajian murid untuk memastikan tersajikannya minimal 4 tindakan nyata menjaga keberagaman (2 budaya dan 2 agama) dengan kriteria tindakan dapat diterapkan dalam kehidupan bertetangga/bermasyarakat.
Formatif:- Unjuk kerja penyajian tertulis dan lisan hasil identifikasi tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama menggunakan lembar kerja terstruktur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Hasil Identifikasi Tindakan Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama | Menyajikan kurang dari 2 tindakan menjaga keberagaman dan belum membedakan aspek budaya serta agama dengan tepat. | Menyajikan 2 sampai 3 tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama sesuai acuan, namun masih memerlukan arahan penuh dari guru. | Menyajikan 4 tindakan menjaga keberagaman (tepat memuat 2 tindakan keberagaman budaya dan 2 tindakan keberagaman agama) sesuai acuan secara mandiri. | Menyajikan lebih dari 4 tindakan menjaga keberagaman (memuat minimal 3 tindakan budaya dan 3 tindakan agama) secara lengkap, runtut, dan mandiri tanpa bimbingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyajikan hasil identifikasi tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama?
- Apakah contoh-contoh tindakan yang disajikan murid sudah realistis dan kontekstual dengan lingkungan sekitar mereka?
Murid:- Tindakan menjaga keberagaman budaya atau agama apa yang paling mudah kamu terapkan di lingkungan sekitarmu mulai hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan menyajikan hasil identifikasi tadi yang paling menyenangkan bagimu?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Bentuk Kesenian dan Adat Istiadat Daerah di Lingkungan Sekitar yang Perlu Dilestarikan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan ruang kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi bentuk kesenian dan adat istiadat daerah sekitar serta sikap yang tepat untuk melestarikannya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menjawab secara lisan/cepat memilih mana di antara 3 contoh yang merupakan bentuk kesenian daerah: (1) Tari Piring, (2) Bermain game daring di gawai, (3) Pertunjukan Wayang Kulit (acuan jawaban benar: nomor 1 dan 3 adalah kesenian daerah; nomor 2 bukan) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak kartu pajang/tayangan berupa 4 profil kesenian dan adat istiadat nusantara yang ada di sekitar masyarakat: (1) Seni Tari Daerah (contoh: Tari Pendet/Tari Saman), (2) Pertunjukan Wayang/Teater Rakyat, (3) Upacara Adat Gotong Royong (contoh: Rambu Solo' atau Sekaten/Sedekah Bumi), dan (4) Seni Musik Tradisional (contoh: Angklung/Gamelan) (10 menit).
- Guru memandu tanya jawab terbimbing untuk membedakan antara bentuk kesenian/adat istiadat yang perlu dilestarikan dengan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai kepribadian bangsa, sehingga murid memahami pentingnya menjaga warisan leluhur dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan kuis 'Detektif Budaya': guru membagikan Lembar Identifikasi Budaya yang memuat 4 butir deskripsi kesenian/adat istiadat daerah dan murid diminta memilih sikap pelestarian yang tepat dari pilihan yang tersedia: Butir 1: 'Seni Tari Tradisional di sanggar lingkungan sekitar' -> Sikap pelestarian: ikut menonton pertunjukan atau belajar gerakannya di sanggar; Butir 2: 'Upacara Adat Sedekah Bumi/Syukuran Panen warga' -> Sikap pelestarian: menghormati prosesi adat dan tidak mengganggu ketertiban; Butir 3: 'Musik Tradisional Gamelan/Angklung sekolah' -> Sikap pelestarian: merawat alat musik dan bangga memainkannya saat acara pentas; Butir 4: 'Pakaian Adat Daerah saat karnaval budaya' -> Sikap pelestarian: memakai dengan rapi dan tidak meremehkan pakaian adat suku lain (15 menit).
- Murid menuliskan hasil identifikasi bentuk kesenian/adat istiadat serta pasangan sikap pelestarian tersebut pada tabel hasil kerja masing-masing secara mandiri (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar identifikasi dengan mencocokkan pada acuan kunci jawaban yang benar (5 menit).
- Murid secara hening menyadari pentingnya memiliki kebanggaan terhadap kekayaan adat dan kesenian daerah sendiri tanpa merendahkan budaya suku bangsa lain sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam mengidentifikasi kesenian daerah, adat istiadat, dan sikap pelestariannya (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan mengingatkan murid untuk tetap mencintai kesenian tradisional di lingkungan rumah masing-masing, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, disediakan lembar kerja dengan gambar visual bentuk kesenian; untuk murid cepat, diberikan deskripsi tekstual tanpa bantuan gambar pembantu.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru membaca pilihan sikap pelestarian secara perlahan, sedangkan murid yang mandiri langsung menjodohkan secara independen.
- Produk: Seluruh murid menyajikan hasil identifikasi minimal 3 dari 4 pasangan bentuk kesenian/adat dan sikap pelestariannya pada tabel lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: Murid memilih mana yang termasuk kesenian daerah di antara 3 pilihan: (1) Tari Piring, (2) Bermain game daring, (3) Pertunjukan Wayang Kulit. Acuan jawaban: (1) dan (3) benar; (2) bukan kesenian daerah.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja kuis Detektif Budaya berisi 4 butir: (1) Seni Tari Tradisional -> acuan sikap: ikut menonton pertunjukan atau belajar di sanggar; (2) Upacara Adat Sedekah Bumi -> acuan sikap: menghormati prosesi adat dan tidak mengganggu ketertiban; (3) Musik Tradisional Gamelan/Angklung -> acuan sikap: merawat alat musik dan bangga memainkannya saat acara pentas; (4) Pakaian Adat Daerah saat karnaval -> acuan sikap: memakai dengan rapi dan tidak meremehkan pakaian adat suku lain.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan 1 tindakan konkret melestarikan kesenian/adat daerah yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan tindakan menjaga, mempelajari, atau mengapresiasi kesenian/adat daerah secara sopan.
Formatif:- Tes tertulis objektif menjodohkan lembar kerja identifikasi 4 bentuk kesenian/adat istiadat daerah beserta sikap pelestariannya sesuai kunci acuan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Bentuk Kesenian/Adat dan Sikap Pelestariannya | Mengidentifikasi 1 dari 4 pasangan bentuk kesenian/adat dan sikap pelestarian dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi 2 dari 4 pasangan bentuk kesenian/adat dan sikap pelestarian dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi 3 dari 4 pasangan bentuk kesenian/adat dan sikap pelestarian dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengidentifikasi seluruh 4 pasangan bentuk kesenian/adat dan sikap pelestarian dengan tepat sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan bentuk kesenian daerah dengan aktivitas modern nonseni secara tepat?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kuis Detektif Budaya berlangsung?
Murid:- Kesenian atau adat istiadat daerah apa yang paling menarik bagiku hari ini?
- Apa yang akan aku lakukan jika ada pertunjukan seni tradisional di sekitar rumahku?
Pertemuan 9 — Mengidentifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya Sesuai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu mengidentifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan pemetaan: 'Manakah tindakan yang mencerminkan pelestarian budaya sesuai Bhinneka Tunggal Ika: (A) Mengikuti ekstrakurikuler tari daerah lain dengan antusias, atau (B) Menolak memakai pakaian adat daerah lain saat karnaval?' Murid mengangkat kartu A atau B (acuan: tindakan benar adalah A, karena menunjukkan kerelaan melestarikan kekayaan budaya bangsa tanpa membatasi pada suku sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks singkat pada buku tentang arti penting semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam menjaga dan merawat warisan budaya Nusantara di lingkungan sekitar (10 menit).
- Guru memberikan game kuis cepat 'Tepat atau Kurang Tepat' di papan tulis untuk menguji pemahaman murid mengenai 4 tindakan berikut: (1) Menyaksikan festival budaya daerah lain dengan tertib (Tepat), (2) Menertawakan busana adat teman dari luar pulau (Kurang Tepat), (3) Mau belajar memainkan alat musik tradisional angklung di sekolah (Tepat), (4) Hanya mau menonton acara kesenian dari suku sendiri (Kurang Tepat). Murid merespons secara aktif dengan simbol jempol (acuan: kunci klasifikasi sesuai pada tiap butir) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 4 skenario kehidupan sehari-hari untuk dikerjakan secara mandiri (acuan tugas: murid mengidentifikasi dan memilih skenario mana yang mencerminkan sikap melestarikan budaya sesuai Bhinneka Tunggal Ika serta memberi tanda centang). Keempat skenario: (1) Dimas bangga mengenakan batik dan pakaian adat daerah lain saat perayaan kemerdekaan; (2) Rani menolak menyanyikan lagu daerah teman karena bukan berasal dari sukunya; (3) Doni ikut serta mempelajari gerak dasar tari saman bersama teman sekelas; (4) Tina menganggap kesenian wayang sudah kuno dan membosankan (acuan: skenario 1 dan 3 = centang/sikap melestarikan; skenario 2 dan 4 = bukan/sikap yang tidak melestarikan) (15 menit).
- Murid menyajikan hasil identifikasi tertulisnya dengan melengkapi tabel penyajian sederhana di lembar kerja yang memuat kolom: Bentuk Budaya Sekitar (misalnya: Pakaian Adat / Tarian Tradisional / Lagu Daerah) dan Sikap Pelestarian yang Sesuai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid membahas hasil identifikasi pada keempat skenario dan mengonfirmasi ketepatan klasifikasi berdasarkan nilai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
- Murid secara hening menuliskan satu komitmen pribadi tentang sikap melestarikan budaya yang akan diterapkan di sekolah atau rumah pada kolom refleksi lembar kerja (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan identifikasi murid serta mengapresiasi keaktifan seluruh murid selama kegiatan (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran pertemuan ke-9 dan mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menyajikan hasil karya pada sesi rotasi penilaian pertemuan berikutnya, lalu diakhiri dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan teks berukuran besar serta bantuan visual ikonik bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan bertahap saat mencermati kalimat skenario; bagi murid yang cepat selesai, diberikan pengayaan mandiri berupa tugas mengidentifikasi 2 contoh tambahan sikap pelestarian alat musik atau makanan tradisional daerah sekitar sesuai Bhinneka Tunggal Ika.
- Produk: Penyajian hasil identifikasi dapat diselesaikan dalam bentuk tabel tertulis ringkas atau bagan alur identifikasi terstruktur sesuai lembar kerja yang dibagikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Manakah tindakan yang mencerminkan pelestarian budaya sesuai Bhinneka Tunggal Ika: (A) Mengikuti ekstrakurikuler tari daerah lain dengan antusias, atau (B) Menolak memakai pakaian adat daerah lain saat karnaval?' (Acuan jawaban: Pilihan A benar karena mencerminkan sikap menghargai dan melestarikan budaya dalam kesatuan).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan mandiri pada 4 skenario lembar kerja: memastikan murid mengenali tindakan pelestarian budaya vs tindakan eksklusif/menolak budaya lain. Acuan 4 skenario: (1) Skenario Dimas memakai batik dan baju adat = Melestarikan; (2) Skenario Rani menolak menyanyi lagu daerah lain = Tidak Melestarikan; (3) Skenario Doni belajar tari saman = Melestarikan; (4) Skenario Tina menganggap wayang kuno = Tidak Melestarikan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat pada penutup: Menyebutkan 2 contoh sikap melestarikan keberagaman budaya di lingkungan sekitar yang sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Kriteria penerimaan operasional: Jawaban diterima apabila memuat tindakan aktif menghargai/mempelajari/merawat budaya Nusantara tanpa diskriminasi kesukuan (contoh acuan yang diterima: bangga memakai pakaian batik/adat Nusantara, ikut belajar tari atau musik daerah lain, menyaksikan pertunjukan seni tradisional dengan tertib).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Identifikasi Skenario Pelestarian Budaya (memeriksa ketepatan centang pada 4 skenario dan pengisian tabel identifikasi sikap pelestarian sesuai Bhinneka Tunggal Ika).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya Sesuai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika | Mengidentifikasi tepat paling banyak 1 dari 4 skenario pelestarian budaya sesuai acuan. | Mengidentifikasi tepat 2 dari 4 skenario pelestarian budaya sesuai acuan. | Mengidentifikasi tepat 3 dari 4 skenario pelestarian budaya sesuai acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi tepat seluruh (4 dari 4) skenario pelestarian budaya sesuai acuan secara konsisten dan mandiri (skenario 1 dan 3 teridentifikasi sebagai sikap melestarikan, skenario 2 dan 4 teridentifikasi sebagai bukan sikap melestarikan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit memadai untuk memfasilitasi seluruh murid memahami dan menyelesaikan lembar identifikasi?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam membedakan tindakan pelestarian budaya yang inklusif sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Murid:- Apa sikap baru yang saya pelajari hari ini tentang cara melestarikan budaya Nusantara di lingkungan sekitarku?
- Bagian mana dari kegiatan tadi yang paling menarik dan membantuku memahami semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Pertemuan 10 — Menyajikan Hasil Identifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika (Penilaian Sesi Rotasi 2 untuk 10 Murid) — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan pertemuan 10 yaitu menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika melalui sesi rotasi kedua untuk 10 murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid memilih 1 dari 2 pernyataan yang menunjukkan sikap melestarikan budaya: (A) Mempelajari tarian daerah dan bangga memakainya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, atau (B) Menolak mengenal kesenian tradisional dari daerah lain (acuan jawaban benar: A) (4 menit).
- Guru membagi alur kerja kelas: 10 murid yang terjadwal dalam Sesi Rotasi 2 bersiap menyajikan hasil identifikasi secara bergiliran pada stasiun penilaian guru, sedangkan murid lainnya bekerja berpasangan saling menyajikan draf identifikasi mereka menggunakan format tabel yang sama (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membimbing murid menelaah 3 komponen utama penyajian hasil identifikasi sikap pelestarian budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika: (1) bentuk keberagaman budaya (kesenian/bahasa/tradisi), (2) tindakan nyata pelestarian di lingkungan sekitar, dan (3) keterkaitan tindakan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (5 menit).
- Murid secara berpasangan melakukan permainan tebak peran cepat 'Duta Budaya': satu murid menyebutkan 1 contoh budaya lokal (misalnya tari Saman, batik, atau lagu daerah) dan pasangannya menyebutkan 1 tindakan pelestarian yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika secara bergantian dengan riang dan antusias (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memanggil secara bergantian 10 murid target Sesi Rotasi 2 ke meja asesmen untuk menyajikan secara lisan-terstruktur 3 butir hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sesuai lembar kerja mereka (acuan 3 butir: [1] belajar kesenian/tarian tradisional daerah lain tanpa merendahkan, [2] menggunakan bahasa daerah secara santun berdampingan dengan bahasa Indonesia, [3] mengapresiasi dan menghadiri pertunjukan festival budaya daerah di lingkungan sekitar) (20 menit).
- Bersamaan dengan rotasi guru, murid lainnya di kelompok meja saling menyajikan tabel hasil identifikasi masing-masing kepada pasangannya secara bergantian dan memeriksa kelengkapan 3 aspek pelestarian budaya sesuai format yang telah disiapkan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung kepada 10 murid yang telah dinilai pada Sesi Rotasi 2 serta mengapresiasi kejelasan penyajian seluruh murid di kelas (5 menit).
- Murid bersama pasangannya menuliskan satu kalimat refleksi tentang kemudahan atau tantangan dalam menyajikan sikap pelestarian keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di buku catatan masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan kembali poin penting cara menyajikan sikap melestarikan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika secara tepat dan teratur (3 menit).
- Guru menyampaikan asesmen akhir singkat berupa cek lisan acak: menyebutkan 1 tindakan pelestarian budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (acuan: mau mempelajari lagu/tari daerah lain atau mengenakan pakaian adat Nusantara dengan bangga) (40 detik kemudian digenapi total 2 menit) (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengarahan persiapan untuk pertemuan 11 (konsolidasi menyeluruh materi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan budaya serta agama) dan mengakhiri sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar penyajian bersitepian kalimat pembuka terstruktur, sedangkan murid mahir menyajikan dengan cakupan objek pelestarian yang lebih beragam (mencakup tradisi adat, seni musik, dan kuliner tradisional).
- Proses: Penilaian sesi rotasi dilakukan terfokus untuk 10 murid terjadwal dengan pendampingan intensif satu per satu, sementara murid lain melakukan latihan penyajian berpasangan secara mandiri.
- Produk: Penyajian hasil identifikasi dapat didukung dengan catatan poin ringkas, bagan peta pikiran sederhana, atau tabel klasifikasi sikap pelestarian budaya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan berupa pertanyaan pilihan ganda lisan/tulisan: 'Manakah sikap yang menunjukkan pelestarian keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika? (A) Mempelajari kesenian daerah lain dengan bangga dan saling menghargai, (B) Hanya mau mengakui budaya daerah sendiri dan menolak budaya lain' (acuan jawaban benar: A).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja penyajian pada Sesi Rotasi 2 untuk 10 murid terhadap kelengkapan dan ketepatan 3 aspek identifikasi sikap melestarikan budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika: (1) ragam budaya yang dilestarikan, (2) tindakan nyata pelestarian di sekitar, dan (3) keselarasan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika (acuan jawaban: belajar seni tradisional daerah sendiri maupun daerah lain, menggunakan bahasa daerah secara santun berdampingan dengan bahasa nasional, serta aktif mengapresiasi pentas budaya sekitar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: meminta perwakilan murid menyebutkan 1 sikap pelestarian keberagaman budaya yang selaras dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (kriteria penerimaan: jawaban memuat tindakan aktif memelihara/menghargai tradisi atau seni Nusantara tanpa membeda-bedakan asal daerah).
Formatif:- Unjuk kerja penyajian hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika pada Sesi Rotasi 2 (10 murid) menggunakan rubrik pengamatan ketercapaian.
- Cek silang penyajian berpasangan antar-murid di meja kerja berdasarkan pemenuhan 3 komponen sikap pelestarian budaya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika | Menyajikan kurang dari 1 butir sikap melestarikan keberagaman budaya dengan tepat atau belum memuat kaitan dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika walau dengan bimbingan penuh guru. | Menyajikan 1 dari 3 butir sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat sesuai acuan materi. | Menyajikan 2 dari 3 butir sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat sesuai acuan materi. | Menyajikan seluruh 3 butir sikap melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat dan lengkap secara mandiri (acuan: belajar seni/budaya daerah lain, memakai bahasa daerah berdampingan dengan bahasa Indonesia, serta mengapresiasi karnaval/pentas budaya lokal). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk Sesi Rotasi 2 cukup memfasilitasi 10 murid menyajikan hasil identifikasi secara optimal?
- Bagaimana keterlibatan murid yang tidak sedang dinilai dalam kegiatan penyajian berpasangan di meja kerja masing-masing?
Murid:- Bagian mana dari hasil identifikasi sikap pelestarian budaya yang paling mudah saya sajikan kepada teman atau guru?
- Sikap pelestarian budaya apa yang paling ingin saya praktikkan langsung di lingkungan sekitar saya?
Pertemuan 11 — Konsolidasi Hasil Identifikasi Sikap Menghormati, Menjaga, dan Melestarikan Keberagaman Budaya dan Agama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar
- TP 6.5.2 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar
- TP 6.5.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar
- TP 6.5.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran konsolidasi Bab 5, yaitu menata dan menyajikan kembali hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya serta agama (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan membacakan 4 contoh tindakan: (1) Mengapresiasi pakaian adat teman saat perayaan Kartini, (2) Memberi waktu tenang kepada tetangga yang sedang melaksanakan salat atau ibadah minggu, (3) Ikut mengamankan jalan saat perayaan hari besar keagamaan di kampung, dan (4) Mempelajari tarian tradisional daerah sendiri; murid mengacungkan jempol ke atas jika tindakan tersebut mencerminkan sikap toleransi/pelestarian yang tepat (acuan: keempat tindakan adalah benar/tepat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai bagan matrik 4 pilar konsolidasi: Pilar 1 (Menghormati Budaya), Pilar 2 (Menghormati Agama Berdasarkan Nilai Pancasila), Pilar 3 (Menjaga Kerukunan Budaya dan Agama), dan Pilar 4 (Melestarikan Budaya Sesuai Bhinneka Tunggal Ika) (5 menit).
- Murid secara berpasangan menerima Lembar Konsolidasi yang memuat 4 butir skenario perilaku: Skenario A: 'Siti mencicipi dan memuji makanan khas daerah asal Made tanpa mencela aromanya'; Skenario B: 'Edo tidak membuat kebisingan saat tetangga di samping rumah sedang mengadakan kebaktian doa, sesuai pengamalan Sila Pertama dan Kedua Pancasila'; Skenario C: 'Warga muslim dan non-muslim bersama-sama membersihkan balai RW menjelang pawai budaya dan hari besar keagamaan'; Skenario D: 'Lani aktif mengikuti latihan memainkan alat musik gamelan/angklung di sanggar sekolah secara rutin'. Murid menelaah kesesuaian tiap skenario ke dalam 4 pilar konsolidasi (acuan: Skenario A -> Pilar 1; Skenario B -> Pilar 2; Skenario C -> Pilar 3; Skenario D -> Pilar 4) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Dalam aktivitas tantangan berpasangan yang menggembirakan 'Rally Matrik Keberagaman', murid menyusun dan menyajikan tabel konsolidasi berisi 4 hasil identifikasi sikap nyata di lingkungan sekitar mereka: 1 sikap menghormati budaya sekitar, 1 sikap menghormati agama sebagai pengamalan Pancasila, 1 tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama, serta 1 sikap melestarikan budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (10 menit).
- Setiap pasangan murid bertukar tabel konsolidasi dengan pasangan di sebelahnya, lalu membacakan dan menyajikan hasil identifikasinya secara bergantian untuk saling memverifikasi ketepatan penempatan sikap pada 4 kategori pilar keberagaman (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali ketepatan seluruh sajian identifikasi sikap pada tabel konsolidasi kelas, memastikan tidak ada kekeliruan pengelompokan antara sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan budaya maupun agama (5 menit).
- Murid mengungkapkan secara berkesadaran pilar sikap mana yang sudah secara konsisten mereka lakukan sehari-hari di rumah dan di sekolah, serta pilar mana yang masih perlu ditingkatkan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 aspek konsolidasi keberagaman (menghormati budaya, menghormati agama berdasar Pancasila, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya daerah) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi untuk kesiapan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, mengapresiasi partisipasi seluruh murid, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bertuliskan nama pilar dan kata kunci (budaya, agama, menjaga, melestarikan) bagi murid yang membutuhkan panduan visual, serta lembar matrik tantangan terbuka tanpa petunjuk bagi murid berkemampuan cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah pada pasangan yang mengalami kendala membedakan tindakan 'menjaga keberagaman' dengan 'melestarikan budaya', sementara murid yang cepat diminta mengidentifikasi 2 contoh konkret untuk tiap pilar secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyajikan hasil identifikasi konsolidasi dalam bentuk bagan matrik tabel 4 kolom atau diagram pohon klasifikasi 4 cabang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan respons cepat di awal kegiatan: Guru membacakan 4 contoh tindakan: (1) Mengapresiasi pakaian adat teman saat perayaan Kartini, (2) Memberi waktu tenang kepada tetangga yang sedang melaksanakan ibadah, (3) Ikut kerja bakti membersihkan lingkungan menjelang perayaan hari besar keagamaan, (4) Mempelajari tarian tradisional daerah sendiri. Kriteria: Murid tepat merespons keempat butir sebagai tindakan terpuji/benar dalam keberagaman (acuan: butir 1, 2, 3, dan 4 seluruhnya bernilai benar).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 skenario latihan: Skenario A (menghormati makanan adat), Skenario B (toleransi ibadah sesuai Sila 1 & 2), Skenario C (gotong royong menjaga perayaan), Skenario D (berlatih kesenian daerah) ke dalam 4 pilar yang sesuai (acuan: A -> Pilar 1; B -> Pilar 2; C -> Pilar 3; D -> Pilar 4).
- Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan penyajian tabel konsolidasi mandiri berpasangan: Minimal menyajikan tepat 4 sikap nyata yang terdistribusi ke masing-masing pilar: menghormati budaya (Pilar 1), menghormati agama berlandaskan Pancasila (Pilar 2), menjaga kerukunan budaya/agama (Pilar 3), dan melestarikan budaya daerah (Pilar 4).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Menunjuk 2 murid secara acak untuk menyajikan 1 contoh sikap menjaga keberagaman agama saat hari raya keagamaan (acuan jawaban: menjaga ketenangan lingkungan sekitar tempat ibadah, tidak menyalakan petasan/kebisingan, atau saling mengucapkan selamat/berbagi makanan dengan santun) dan 1 contoh sikap melestarikan budaya (acuan jawaban: mempelajari kesenian tari/musik tradisional daerah atau memakai pakaian daerah dengan bangga).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja penyajian tabel konsolidasi hasil identifikasi 4 pilar keberagaman (TP 1, TP 2, TP 3, TP 4)
- Observasi ketepatan verifikasi saling silang antarpasangan dalam mengklasifikasikan sikap keberagaman
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyajian Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya (TP 6.5.1) | Belum mampu menyajikan contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar. | Menyajikan 1 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar namun belum tepat atau memerlukan bantuan penuh guru. | Menyajikan 1 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar secara tepat dan jelas. | Menyajikan lebih dari 1 contoh sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar secara tepat, rinci, dan mandiri. | | Penyajian Identifikasi Sikap Menghormati Perbedaan Agama Berdasarkan Pancasila (TP 6.5.2) | Belum mampu menyajikan sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila. | Menyajikan contoh sikap menghormati perbedaan agama namun belum mengaitkannya dengan nilai Pancasila. | Menyajikan 1 contoh sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai Pancasila (Sila 1 atau Sila 2) secara tepat. | Menyajikan lebih dari 1 contoh sikap menghormati perbedaan agama yang secara runtut dan tepat mencerminkan pengamalan sila-sila Pancasila. | | Penyajian Identifikasi Sikap Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama (TP 6.5.3) | Belum mampu menyajikan tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar. | Menyajikan tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama namun masih bercampur dengan konsep melestarikan budaya. | Menyajikan 1 tindakan nyata menjaga keharmonisan dan kerukunan keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar secara tepat. | Menyajikan beragam tindakan nyata menjaga kerukunan keberagaman budaya dan agama di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara tepat. | | Penyajian Identifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya Sesuai Bhinneka Tunggal Ika (TP 6.5.4) | Belum mampu menyajikan sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. | Menyajikan contoh pelestarian budaya daerah namun belum mencerminkan semangat semboyan Bhinneka Tunggal Ika. | Menyajikan 1 contoh sikap aktif melestarikan kesenian atau tradisi budaya daerah dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika secara tepat. | Menyajikan lebih dari 1 contoh sikap aktif dan nyata dalam melestarikan ragam budaya daerah sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk mengonsolidasikan keempat pilar tujuan pembelajaran?
- Bagian pilar mana (menghormati budaya, nilai Pancasila, menjaga kerukunan, atau pelestarian) yang masih paling sering tertukar oleh murid saat penyajian?
- Bagaimana efektivitas aktivitas 'Rally Matrik Keberagaman' dalam membantu murid menyajikan pemahaman secara terstruktur?
Murid:- Apakah aku sudah bisa membedakan antara tindakan menjaga kerukunan agama dengan tindakan melestarikan budaya daerah?
- Sikap apa yang paling mudah dan sering aku terapkan dalam menghormati teman yang berbeda agama atau budaya di sekolah?
- Hal baru apa yang aku pahami tentang pentingnya Pancasila dalam menjaga kerukunan antarumat beragama?
Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keberagaman budaya di lingkungan sekitar
- TP 6.5.2 Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar
- TP 6.5.3 Menyajikan hasil identifikasi sikap menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar
- TP 6.5.4 Menyajikan hasil identifikasi sikap melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka sesi sumatif dengan salam, berdoa bersama secara khidmat, dan memeriksa kehadiran 28 murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 5, membacakan tata tertib pengerjaan tes tertulis, serta menjelaskan alur sesi unjuk kerja lisan-visual bagi 8 murid giliran rotasi terakhir sementara 20 murid lainnya menuntaskan lembar kerja secara mandiri (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis Bab 5 kepada seluruh 28 murid dan memastikan setiap murid memahami dua bagian tugas yang harus diselesaikan: Bagian 1 (Identifikasi 3 Sikap Menghormati Perbedaan Agama Berdasarkan Nilai Pancasila) dan Bagian 2 (Identifikasi 3 Tindakan Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama di Lingkungan Sekitar) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan tes tertulis selama 30 menit berisi 2 bagian tugas dengan acuan jawaban: Bagian 1 Nilai Pancasila dalam Menghormati Perbedaan Agama [Butir 1. Sila ke-1: Tidak memaksakan agama/kepercayaan kepada orang lain serta membiarkan teman beribadah dengan tenang; Butir 2. Sila ke-2: Berteman dan menolong sesama tanpa membeda-bedakan agama; Butir 3. Sila ke-3: Menjaga kerukunan antarumat beragama demi keutuhan bangsa]; Bagian 2 Tindakan Menjaga Keberagaman [Butir 1: Menjaga ketenangan dan kebersihan lingkungan sekitar saat warga merayakan hari besar keagamaan; Butir 2: Tidak mencela atau mengejek dialek bahasa, pakaian adat, maupun tradisi warga daerah lain; Butir 3: Bersedia bergotong royong bersama seluruh warga masyarakat tanpa memandang latar belakang suku dan agamanya] (30 menit).
- Guru memanggil secara bergiliran 8 murid tersisa untuk melaksanakan unjuk kerja penyajian visual-lisan di meja guru (masing-masing murid 3 menit: 2 menit presentasi lisan dengan media visual ringkas + 1 menit pencatatan rubrik guru, total 24 menit; sisa 6 menit digunakan untuk transisi dan penyelesaian lembar kerja mandiri bagi murid lain), dengan acuan materi penyajian: menyebutkan minimal 2 contoh sikap menghormati keberagaman budaya (misal: menyapa teman berlainan suku dengan santun, menghargai pakaian adat teman) dan 2 cara melestarikan kesenian/adat budaya lokal sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika (misal: mempelajari tarian tradisional daerah, menghadiri festival budaya di lingkungan sekitar) (24 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan refleksi singkat mengenai ketelitian, kejujuran, dan kemandirian selama menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dari 28 murid dan memastikan seluruh artefak visual murid tersimpan rapi untuk portofolio (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menuntaskan Bab 5, merangkum makna menjaga persatuan dalam keberagaman, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar kerja dengan huruf lebih besar atau petunjuk lisan ulang bagi murid yang membutuhkan dukungan visual tanpa mengurangi butir yang diukur.
- Proses: Akomodasi pembacaan instruksi butir soal secara individual di meja murid bagi murid dengan hambatan membaca lambat.
- Produk: Media visual unjuk kerja dapat berupa bagan tertulis ringkas, gambar ilustrasi berlabel, atau peta pikiran mini sesuai pilihan murid selama memuat materi yang ditargetkan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio dokumen identifikasi dan unjuk kerja penyajian visual-lisan: Lembar kerja tertulis hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama dan menjaga kerukunan budaya serta lembar visual dan penyajian lisan hasil identifikasi sikap menghormati dan melestarikan keberagaman budaya di lingkungan sekitar.
- tes tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja tertulis individual berisi tabel dan uraian hasil identifikasi: (1) sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan Pancasila di lingkungan sekitar, dan (2) tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar. Dikerjakan serentak selama 30 menit di bawah pengawasan guru, artefak tertulis dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran. (30 menit; individual; instrumen: rubrik analitis dan kunci pedoman penskoran lembar kerja identifikasi)
- unjuk kerja penyajian visual-lisan secara bergiliran: Penyajian visual ringkas dan paparan lisan individual mengenai contoh sikap menghormati serta cara melestarikan keberagaman budaya sesuai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar. Sebanyak 20 murid telah dinilai pada sesi latihan TP sebelumnya dalam 2 sesi rotasi terencana (masing-masing sesi: 10 murid × 2 menit = 20 menit + 2 menit transisi/catat = 22 menit; murid lain mengerjakan penyempurnaan lembar kerja secara mandiri). Sisa 8 murid ditampilkan dan dinilai pada slot sumatif terakhir: 8 murid × 3 menit (2 menit paparan + 1 menit transisi/pencatatan) = 24 menit <= 35 menit durasi tugas. Guru tunggal menilai secara bergiliran menggunakan rubrik analitis. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian visual-lisan)
Sumatif:- Portofolio dokumen identifikasi dan unjuk kerja penyajian visual-lisan: Lembar kerja tertulis hasil identifikasi sikap menghormati perbedaan agama dan menjaga kerukunan budaya serta lembar visual dan penyajian lisan hasil identifikasi sikap menghormati dan melestarikan keberagaman budaya di lingkungan sekitar.
- tes tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja tertulis individual berisi tabel dan uraian hasil identifikasi: (1) sikap menghormati perbedaan agama sebagai pengamalan Pancasila di lingkungan sekitar, dan (2) tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar. Dikerjakan serentak selama 30 menit di bawah pengawasan guru, artefak tertulis dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran. (30 menit; individual; instrumen: rubrik analitis dan kunci pedoman penskoran lembar kerja identifikasi)
- unjuk kerja penyajian visual-lisan secara bergiliran: Penyajian visual ringkas dan paparan lisan individual mengenai contoh sikap menghormati serta cara melestarikan keberagaman budaya sesuai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar. Sebanyak 20 murid telah dinilai pada sesi latihan TP sebelumnya dalam 2 sesi rotasi terencana (masing-masing sesi: 10 murid × 2 menit = 20 menit + 2 menit transisi/catat = 22 menit; murid lain mengerjakan penyempurnaan lembar kerja secara mandiri). Sisa 8 murid ditampilkan dan dinilai pada slot sumatif terakhir: 8 murid × 3 menit (2 menit paparan + 1 menit transisi/pencatatan) = 24 menit <= 35 menit durasi tugas. Guru tunggal menilai secara bergiliran menggunakan rubrik analitis. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penyajian visual-lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Sikap Menghormati Agama Berdasarkan Nilai Pancasila (TP 6.5.2) [Acuan: Sila 1 (kebebasan/ketenangan beribadah), Sila 2 (menolong sesama tanpa membeda-bedakan), Sila 3 (kerukunan demi persatuan)] | Belum mampu mengidentifikasi contoh sikap menghormati perbedaan agama atau hanya menuliskan 1 contoh yang tidak tepat. | Mengidentifikasi 1 contoh sikap menghormati perbedaan agama sesuai acuan nilai Pancasila secara tepat. | Mengidentifikasi 2 contoh sikap menghormati perbedaan agama sesuai acuan nilai Pancasila secara tepat. | Mengidentifikasi seluruh 3 contoh sikap menghormati perbedaan agama sesuai acuan nilai Pancasila secara lengkap dan tepat. | | Identifikasi Tindakan Menjaga Keberagaman Budaya dan Agama (TP 6.5.3) [Acuan: (1) Menjaga ketenangan/kebersihan saat perayaan hari besar, (2) Tidak mengejek bahasa/adat daerah lain, (3) Bergotong royong tanpa membedakan latar belakang] | Belum mampu menuliskan tindakan menjaga keberagaman atau hanya menuliskan 1 tindakan di luar acuan. | Menuliskan 1 tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar sesuai acuan secara tepat. | Menuliskan 2 tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar sesuai acuan secara tepat. | Menuliskan seluruh 3 tindakan menjaga keberagaman budaya dan agama di lingkungan sekitar sesuai acuan secara tepat. | | Penyajian Hasil Identifikasi Sikap Menghormati Keberagaman Budaya (TP 6.5.1) [Acuan contoh: Menyapa/bergaul santun dengan teman berbeda suku, Menghargai pakaian adat/tradisi teman] | Belum mampu menyajikan contoh sikap menghormati keberagaman budaya secara visual maupun lisan. | Menyajikan 1 contoh sikap menghormati keberagaman budaya secara lisan dengan bantuan visual. | Menyajikan 2 contoh sikap menghormati keberagaman budaya secara lisan dan visual dengan tepat. | Menyajikan lebih dari 2 contoh sikap menghormati keberagaman budaya secara lisan dan visual secara jelas dan tepat. | | Penyajian Hasil Identifikasi Pelestarian Keberagaman Budaya Sesuai Bhinneka Tunggal Ika (TP 6.5.4) [Acuan contoh: Mempelajari tari/alat musik daerah, Mengikuti festival budaya sekitar] | Belum mampu menyajikan cara melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. | Menyajikan 1 cara melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. | Menyajikan 2 cara melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara tepat. | Menyajikan lebih dari 2 cara melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara runtut dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit tes tertulis dan 24 menit rotasi unjuk kerja terlaksana secara efektif dan objektif?
- Bagaimana capaian ketercapaian kompetensi murid pada Bab 5 ini untuk merancang tindak lanjut program semester berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari tugas sumatif hari ini yang dapat saya selesaikan dengan paling mandiri?
- Bagaimana perasaan saya setelah menunjukkan pemahaman mengenai cara menghormati dan melestarikan perbedaan budaya dan agama?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 5
- Kartu situasi/pernyataan sikap keberagaman budaya
- Kertas plano/lembar kerja kelompok dan spidol
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI
- Kartu peraga contoh situasi keberagaman budaya masyarakat
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Lembar Kerja Studi Kasus Menghormati Perbedaan Agama
- Kartu Pernyataan Nilai Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 5
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Nilai Kemanusiaan dan Persatuan dalam Toleransi Beragama
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 5)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 5 hlm. 94-103)
- Lembar Kerja Penyajian Matriks Nilai Pancasila dan Kartu Angka Sila
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 5)
- Set kartu situasi perayaan hari besar keagamaan dan kartu sikap menjaga kerukunan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
- Lembar Kerja Siswa: Bagan Penyajian Tindakan Menjaga Keberagaman
- Kartu situasi simulasi 'Pilah Kartu Tindakan'
- Kartu bergambar kesenian dan adat istiadat nusantara
- Lembar Identifikasi Budaya 'Detektif Budaya'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI Bab 5 (Kemendikbudristek, 2023).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi teks 4 skenario sikap pelestarian budaya dan tabel identifikasi.
- Lembar Kerja Penyajian Identifikasi Sikap Melestarikan Keberagaman Budaya format tabel 3 kolom
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI, Kemendikbudristek 2023 (Bab 5)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI, Kemendikbudristek 2023 (Bab 5, hlm. 94-110)
- Lembar Kerja Matrik Konsolidasi 4 Pilar Keberagaman Budaya dan Agama
- Papan tulis dan kartu skenario keberagaman
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023).
- Lembar Kerja Tes Tertulis Asesmen Sumatif Bab 5.
- Lembar Peraga Visual Hasil Karya Murid.
|