MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Simulasi Praktik Musyawarah dan Manfaatnya bagi Kehidupan Bersama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Simulasi Praktik Musyawarah dan Manfaatnya bagi Kehidupan Bersama |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mempraktikkan musyawarah dalam simulasi penyelesaian masalah bersama sehingga menghasilkan kesepakatan dan aturan bersama yang disepakati seluruh peserta.
- Murid dapat mengidentifikasi manfaat musyawarah dalam menjaga persatuan dan menghindari perpecahan di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai wujud gotong royong.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian mengalami perbedaan pendapat dengan teman? Bagaimana cara kalian menyelesaikannya?
- Mengapa musyawarah dianggap sebagai cara terbaik bangsa Indonesia dalam mengambil keputusan bersama?
- Apa yang akan terjadi jika sebuah kelompok tidak pernah bermusyawarah saat menghadapi masalah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menanyakan kepada murid secara lisan, 'Siapa yang pernah ikut musyawarah? Apa yang kalian ingat tentang aturan musyawarah yang sudah dipelajari pertemuan lalu?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempraktikkan simulasi musyawarah dan menemukan manfaatnya.
- Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan memberikan waktu 1 menit bagi murid untuk berpikir sebelum beberapa murid menjawab secara singkat.
- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan menjelaskan pembagian peran: pemimpin rapat, notulis, dan anggota.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan skenario masalah kontekstual yang harus diselesaikan melalui musyawarah, misalnya: 'Kelas 6 akan mengadakan acara perpisahan. Ada tiga usulan kegiatan yang berbeda. Bagaimana cara memutuskan kegiatan yang dipilih?'
- Guru mengingatkan tata tertib musyawarah: menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan pendapat orang lain, memberikan alasan yang logis, dan menerima hasil kesepakatan bersama.
- Murid dalam kelompok membaca kartu skenario yang diberikan guru dan mendiskusikan langkah-langkah musyawarah yang akan mereka lakukan.
- Guru memastikan setiap murid memahami perannya masing-masing dalam simulasi.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok melaksanakan simulasi musyawarah sesuai skenario masalah yang diberikan. Pemimpin rapat membuka musyawarah, mempersilakan anggota menyampaikan pendapat secara bergiliran.
- Setiap anggota kelompok menyampaikan pendapat disertai alasan yang jelas dan logis. Murid berlatih mendengarkan, bertanya, dan menanggapi pendapat teman dengan santun.
- Kelompok berupaya mencapai mufakat. Notulis mencatat proses dan hasil kesepakatan pada lembar kerja yang disediakan guru.
- Guru mengamati jalannya simulasi, memberikan bimbingan pada kelompok yang mengalami kesulitan, dan mencatat sikap murid untuk asesmen proses.
- Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil kesepakatan musyawarah mereka di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid merefleksikan pengalaman simulasi dengan pertanyaan: 'Apa manfaat musyawarah bagi diri kita sendiri? Apa manfaat musyawarah bagi banyak orang?'
- Murid secara individu menuliskan dua manfaat musyawarah bagi kehidupan bersama dan satu contoh dampak jika musyawarah tidak dilakukan (menimbulkan perpecahan).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa musyawarah menjaga persatuan, menghindari perpecahan, dan merupakan wujud gotong royong sesuai nilai Pancasila sila keempat.
- Murid menghubungkan pengalaman simulasi dengan kehidupan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat, menyebutkan contoh konkret kapan musyawarah dibutuhkan.
Penutup:- Guru melaksanakan asesmen akhir: murid menjawab dua pertanyaan tertulis singkat tentang hasil kesepakatan dan manfaat musyawarah.
- Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi dan kerja sama murid selama simulasi.
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: murid diminta mengamati satu contoh musyawarah di lingkungan rumah atau masyarakat sebagai tugas pengamatan.
- Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu panduan langkah musyawarah bergambar. Murid cepat diberikan skenario masalah yang lebih kompleks dengan lebih banyak pilihan solusi.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat bimbingan langsung dari guru saat simulasi. Murid cepat diberi tantangan tambahan menjadi pengamat yang memberikan umpan balik kepada kelompok lain.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menuliskan hasil kesepakatan dalam poin singkat. Murid cepat menuliskan refleksi lengkap beserta analisis proses musyawarah kelompoknya.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: 'Apa saja tata tertib musyawarah yang sudah kalian pelajari?' untuk mengecek pengetahuan prasyarat murid.
- Guru meminta 2-3 murid menyebutkan contoh musyawarah yang pernah mereka lihat atau alami, untuk mengukur kesiapan belajar.
Proses:- Observasi partisipasi aktif setiap murid dalam simulasi musyawarah: apakah menyampaikan pendapat, mendengarkan, dan menghargai pendapat teman.
- Pemeriksaan catatan notulis kelompok: apakah proses musyawarah tercatat dengan runtut dan menghasilkan kesepakatan.
- Umpan balik lisan guru kepada kelompok selama simulasi berlangsung.
Akhir:- Murid menjawab dua pertanyaan tertulis: (1) Tuliskan hasil kesepakatan musyawarah kelompokmu dan jelaskan mengapa kesepakatan itu dipilih. (2) Sebutkan dua manfaat musyawarah dalam menjaga persatuan di lingkungan sekolah atau masyarakat.
- Penilaian kinerja berdasarkan rubrik simulasi musyawarah.
Formatif:- Observasi sikap murid selama simulasi musyawarah (keberanian berpendapat, menghargai pendapat teman, kerja sama).
- Pemeriksaan lembar kerja notulis kelompok untuk melihat proses dan hasil kesepakatan.
- Tanya jawab lisan saat tahap refleksi untuk mengecek pemahaman manfaat musyawarah.
Sumatif:- Penilaian tertulis singkat: murid menuliskan hasil kesepakatan musyawarah kelompoknya dan dua manfaat musyawarah bagi kehidupan bersama.
- Penilaian kinerja simulasi musyawarah menggunakan rubrik penilaian.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Praktik Musyawarah (TP 6.4.4.1) | Murid belum mampu berpartisipasi dalam simulasi musyawarah; tidak menyampaikan pendapat dan tidak mengikuti tata tertib musyawarah. | Murid berpartisipasi dalam simulasi tetapi belum menyampaikan pendapat sendiri atau belum mengikuti seluruh tata tertib musyawarah. | Murid menyampaikan pendapat dengan alasan, mengikuti tata tertib musyawarah, dan turut menghasilkan kesepakatan bersama. | Murid menyampaikan pendapat dengan alasan logis, menghargai dan menanggapi pendapat teman secara santun, berperan aktif mencapai mufakat, serta mampu menjelaskan proses pengambilan keputusan. | | Identifikasi Manfaat Musyawarah (TP 6.4.4.2) | Murid belum mampu menyebutkan manfaat musyawarah bagi kehidupan bersama. | Murid menyebutkan satu manfaat musyawarah tetapi belum mengaitkannya dengan persatuan atau gotong royong. | Murid menyebutkan dua manfaat musyawarah dan mengaitkannya dengan menjaga persatuan di lingkungan sekolah atau masyarakat. | Murid menjelaskan beragam manfaat musyawarah dengan contoh konkret, mengaitkannya dengan persatuan dan gotong royong, serta menjelaskan dampak negatif jika musyawarah tidak dilakukan. | | Komunikasi dan Kolaborasi | Murid tidak berkomunikasi dan tidak bekerja sama dengan anggota kelompok selama simulasi. | Murid berkomunikasi secara terbatas dan bekerja sama hanya jika diminta oleh guru atau teman. | Murid berkomunikasi dengan jelas, mendengarkan teman, dan bekerja sama secara aktif dalam kelompok. | Murid berkomunikasi secara efektif dengan bahasa yang santun, mendorong partisipasi anggota lain, dan menunjukkan kerja sama yang solid untuk mencapai tujuan bersama. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid mendapat kesempatan menyampaikan pendapat dalam simulasi musyawarah?
- Apakah skenario masalah yang diberikan cukup kontekstual dan memicu diskusi aktif?
- Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki agar simulasi berjalan lebih efektif?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih?
Refleksi Murid:- Apa yang kalian rasakan saat menyampaikan pendapat dalam musyawarah tadi?
- Apa hal paling sulit yang kalian alami selama musyawarah? Bagaimana kalian mengatasinya?
- Menurut kalian, mengapa musyawarah penting untuk kehidupan bersama?
- Apa yang akan kalian lakukan berbeda jika melakukan musyawarah lagi di lain waktu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI, Bab 4: Belajar Bermusyawarah (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu skenario masalah kontekstual (disiapkan guru)
- Lembar kerja notulis kelompok (disiapkan guru)
- Kartu panduan langkah musyawarah bergambar untuk diferensiasi (disiapkan guru)
- Video singkat contoh musyawarah di masyarakat (opsional, sebagai pengayaan)
|