Modul AjarBab 4Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 4: Belajar Bermusyawarah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Pancasila kelas 6 untuk Bab 4 "Belajar Bermusyawarah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 4: Belajar Bermusyawarah

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 4 — Belajar Bermusyawarah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 4 — Belajar Bermusyawarah
Alokasi Waktu16 JP (16 x 35 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.4.1 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan bersama di lingkungan sekolah
  2. TP 6.4.2 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat aturan bersama di lingkungan sekolah
  3. TP 6.4.3 Menerapkan kesepakatan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan sekolah
  4. TP 6.4.4 Menerapkan aturan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan keluarga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu menyampaikan usul saat kelas kita sedang menentukan kegiatan bersama?
  2. Mengapa usulan yang kita sampaikan dalam musyawarah sebaiknya disertai alasan yang jelas?
  3. Bagaimana cara kita mengambil satu keputusan jika ada beberapa usulan yang berbeda di sekolah?
  4. Apa yang membedakan keputusan yang disepakati bersama dengan keputusan yang ditentukan sendiri oleh satu orang?
  5. Mengapa sebuah tempat seperti perpustakaan sekolah membutuhkan aturan bersama?
  6. Bagaimana cara kita merumuskan butir-butir aturan bersama agar adil bagi semua orang di sekolah?
  7. Mengapa butir aturan bersama yang sudah dirumuskan perlu disepakati dan ditetapkan secara resmi melalui musyawarah?
  8. Bagaimana cara kita mengambil keputusan bersama ketika ada butir aturan yang masih diperdebatkan oleh anggota musyawarah?
  9. Apa yang harus kita lakukan setelah suatu kesepakatan pembagian tugas disetujui bersama dalam musyawarah?
  10. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kita bertanggung jawab menerapkan kesepakatan pembagian tugas piket atau kerja kelompok di sekolah?
  11. Apa yang biasanya kita lakukan di kelas jika kelompok kita sudah menyepakati giliran membaca atau giliran menggunakan alat belajar?
  12. Mengapa kesepakatan yang sudah kita putuskan bersama saat musyawarah harus benar-benar kita laksanakan selama belajar?
  13. Apa contoh aturan bersama di rumah yang dihasilkan dari musyawarah dengan orang tua?
  14. Bagaimana cara kita melaksanakan aturan hasil musyawarah keluarga tersebut dalam keseharian di rumah?
  15. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kesepakatan dan aturan bersama hasil musyawarah benar-benar ditaati dalam kehidupan sehari-hari?
  16. Mengapa dalam bermusyawarah kita wajib mendengarkan pendapat teman sebelum menetapkan aturan bersama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mempraktikkan Penyampaian Usulan dalam Musyawarah untuk Membuat Kesepakatan Bersama di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.1 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan bersama di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan menanyakan pengalaman murid ketika ada perbedaan pilihan rencana piknik atau jadwal piket di kelas (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab pertanyaan lisan mengenai tata cara menyampaikan usulan dalam musyawarah, dengan memilih tindakan yang tepat antara mengacungkan tangan terlebih dahulu atau langsung menyela teman (acuan: mengacungkan tangan terlebih dahulu dan menunggu dipersilakan) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati contoh konkret simulasi singkat tentang cara menyampaikan usulan dalam musyawarah kelas untuk membuat kesepakatan bersama (7 menit).
  • Murid mengidentifikasi 2 unsur utama dalam menyampaikan usulan musyawarah, yaitu: (1) rumusan usulan yang jelas dan (2) alasan pendukung usulan tersebut (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang untuk melakukan permainan peran simulasi 'Musyawarah Menentukan Aturan Kebersihan Pojok Baca Kelas' (10 menit).
  • Setiap murid dalam kelompok mempraktikkan penyampaian minimal 1 usulan kesepakatan yang memuat ide usulan beserta 1 alasan pendukung secara bergantian dan tertib (9 menit).
  • Kelompok merangkum usulan-usulan yang telah disampaikan menjadi draf kesepakatan bersama kelompok (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok meninjau kembali proses penyampaian usulan yang baru saja dilakukan: apakah setiap anggota telah menyampaikan usulannya dan memberikan alasan pendukung (6 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pentingnya menyampaikan usulan disertai alasan dalam musyawarah untuk membuat kesepakatan bersama (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik musyawarah yang telah dilakukan dan menutup pembelajaran dengan salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan kalimat rintisan bagi murid yang membutuhkan bantuan: 'Saya mengusulkan ... karena ...'.
  • Proses: Murid yang sudah lancar didorong menyampaikan lebih dari satu usulan dengan alasan pendukung yang beragam, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi menyusun satu usulan sederhana.
  • Produk: Usulan dapat disampaikan secara lisan langsung saat simulasi atau dituliskan pada selembar kertas catatan musyawarah sebelum diujarkan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Apa yang harus kita lakukan sebelum menyampaikan pendapat atau usul dalam musyawarah kelas?' (Kriteria jawaban tepat/acuan: mengacungkan tangan/meminta izin pemimpin musyawarah dan menunggu dipersilakan bicara).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan simulasi penyampaian usulan kesepakatan bersama di kelompok. Indikator yang diamati: (1) Murid menyampaikan usulan kesepakatan secara konkret, (2) Murid menyertakan alasan yang logis untuk usulannya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan/catatan reflektif singkat: murid menyebutkan kembali usulan yang disampaikannya dalam musyawarah beserta alasannya (kriteria penerimaan: rumusan usulan relevan dengan topik pojok baca dan disertai alasan pendukung operasional).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik penyampaian usulan dalam musyawarah kelompok menggunakan lembar ceklis pengamatan ketercapaian (memuat rumusan usulan dan alasan pendukung).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan Penyampaian Usulan dalam MusyawarahBelum menyampaikan usulan kesepakatan meskipun telah diberikan bimbingan langsung.Menyampaikan usulan kesepakatan bersama tetapi belum disertai alasan pendukung.Menyampaikan 1 usulan kesepakatan bersama yang relevan dan disertai 1 alasan pendukung secara mandiri.Menyampaikan lebih dari 1 usulan kesepakatan bersama yang relevan disertai alasan pendukung yang jelas untuk setiap usulan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan berani mempraktikkan penyampaian usulan dalam kelompoknya?
  • Apakah simulasi musyawarah kelompok berjalan tertib sesuai alokasi waktu yang direncanakan?

Murid:

  • Apakah kamu berhasil menyampaikan usulanmu kepada teman sekelompok saat musyawarah tadi?
  • Apa alasan yang kamu berikan untuk mendukung usulanmu tersebut?

Pertemuan 2 — Mempraktikkan Pengambilan Kesepakatan Bersama melalui Musyawarah di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.1 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan bersama di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan proses pengambilan kesepakatan bersama melalui musyawarah di lingkungan sekolah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan mengajukan pertanyaan diagnostik tentang cara mencapai kesepakatan bersama: murid memilih salah satu dari 2 tindakan yang tepat saat terdapat 3 usulan kegiatan sekolah yang berbeda (tindakan A: bermusyawarah menimbang usulan hingga mufakat; tindakan B: memilih usulan teman terdekat tanpa membahas usulan lain; acuan jawaban benar: tindakan A) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati bagan 3 tahapan pengambilan kesepakatan bersama dalam musyawarah sekolah di papan tulis: (1) Menyandingkan usulan-usulan yang masuk, (2) Menimbang kebaikan usulan untuk kepentingan bersama, dan (3) Menetapkan satu mufakat yang disetujui bersama (5 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) menerima kartu skenario musyawarah pemilihan kegiatan bakti lingkungan sekolah yang berisi 3 usulan kegiatan: Usulan 1 (Menata taman toga sekolah), Usulan 2 (Membersihkan saluran air sekolah), dan Usulan 3 (Mengecat pagar halaman sekolah) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Melalui permainan simulasi 'Meja Mufakat Ceria', setiap kelompok mempraktikkan musyawarah sekolah untuk menyepakati 1 kegiatan utama dari 3 usulan pada skenario dengan cara saling mendengarkan dan menimbang kebaikan bersama, diiringi giliran bicara menggunakan tongkat estafet kayu kecil yang menyenangkan (15 menit).
  • Setiap kelompok merumuskan butir kalimat kesepakatan bersama hasil mufakat kelompoknya pada Lembar Musyawarah Sekolah dan menandatangani lembar tersebut sebagai tanda persetujuan mufakat seluruh anggota (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok meninjau kembali apakah keputusan yang diambil sudah disepakati bersama tanpa paksaan dan didasarkan pada kepentingan bersama di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses praktik pengambilan kesepakatan bersama melalui musyawarah di lingkungan sekolah (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan perbandingan 2 usulan sederhana, sedangkan kelompok mahir diberikan skenario dengan 3 usulan yang memerlukan pertimbangan lebih mendalam.
  • Proses: Guru memberikan panduan terbimbing langkah per langkah bagi kelompok yang masih kesulitan mencapai mufakat, sementara kelompok mahir melakukan musyawarah mandiri.
  • Produk: Kelompok dapat menuliskan rumusan kalimat kesepakatan bersama dalam bentuk teks narasi pendek atau poin keputusan mufakat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/tulis singkat: 'Jika ada 3 usulan berbeda untuk kegiatan kelas, apa yang harus dilakukan agar tercapai kesepakatan bersama? Pilih: (A) Memusyawarahkan usulan hingga mencapai mufakat bersama, (B) Memilih usulan teman terdekat saja tanpa dibahas.' (Acuan jawaban benar: A).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam mempraktikkan langkah penimbangan usulan dan pengambilan kesepakatan bersama dalam musyawarah kelompok (kriteria: aktif menimbang usulan dan menyetujui mufakat bersama tanpa paksaan).
  • Pemeriksaan Lembar Musyawarah Sekolah kelompok (kriteria: memuat 1 pilihan usulan terpilih dari 3 usulan skenario yang disepakati seluruh anggota kelompok beserta 1 kalimat alasan mufakat untuk kepentingan sekolah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 kalimat kesepakatan bersama yang berhasil ditetapkan kelompoknya dan membubuhkan tanda centang pada pernyataan persetujuan mufakat (kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat kegiatan terpilih yang disetujui bersama tanpa ada penolakan anggota).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik musyawarah dalam mengambil kesepakatan bersama menggunakan lembar pengamatan.
  • Pemeriksaan Lembar Musyawarah Sekolah yang memuat rumusan kesepakatan bersama hasil mufakat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Pengambilan Kesepakatan Bersama melalui Musyawarah di Lingkungan SekolahBelum mampu mempraktikkan musyawarah dan belum mencapai kesepakatan bersama dalam kelompok meskipun telah dibimbing guru.Mampu mempraktikkan musyawarah dalam menimbang usulan, namun pengambilan kesepakatan bersama masih membutuhkan bantuan dan arahan guru.Mampu mempraktikkan musyawarah dalam menimbang usulan hingga mencapai kesepakatan bersama secara mufakat dalam kelompok secara mandiri.Mampu mempraktikkan musyawarah secara konsisten dari menimbang usulan hingga menetapkan rumusan kesepakatan bersama yang disetujui seluruh anggota kelompok dengan tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan kesepakatan bersama pada simulasi musyawarah?
  • Bagaimana efektivitas permainan Meja Mufakat Ceria dalam membantu murid mencapai mufakat secara tertib dan menyenangkan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika usulan kelompok berhasil disepakati bersama secara musyawarah?
  • Apa hal terpenting yang kamu pelajari tentang cara mencapai mufakat di sekolah?

Pertemuan 3 — Mempraktikkan Musyawarah Perumusan Butir-Butir Aturan Bersama di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.2 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat aturan bersama di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan musyawarah untuk merumuskan butir-butir aturan bersama di lingkungan sekolah (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 pertanyaan tertulis di papan: 'Manakah yang merupakan contoh butir aturan: (A) Setiap pengunjung wajib mengembalikan buku ke rak semula, atau (B) Ruang perpustakaan memiliki meja berwarna biru?' (acuan jawaban: A, karena memuat ketentuan perilaku yang harus ditaati warga sekolah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyajikan masalah nyata di sekolah melalui studi kasus singkat: 'Buku-buku perpustakaan sekolah sering tercecer dan kondisi ruangan sering bising, sehingga diperlukan aturan bersama perpustakaan' (5 menit).
  • Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Aturan atau Bukan': guru membacakan 3 pernyataan: (1) Menjaga ketenangan saat membaca; (2) Membawa makanan berkuah ke dekat rak buku; (3) Mengembalikan buku tepat waktu. Murid menentukan pernyataan yang layak diusulkan menjadi butir aturan (acuan: pernyataan 1 dan 3 layak diusulkan; pernyataan 2 tidak layak) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok musyawarah beranggotakan 4-5 orang untuk mempraktikkan musyawarah perumusan butir-butir aturan bersama perpustakaan sekolah (5 menit).
  • Dalam kelompok, murid secara bergantian mempraktikkan musyawarah dengan mengusulkan butir aturan, membahas alasan/urgensinya, dan menyepakati formulasi kalimat aturan untuk 3 fokus: ketenangan ruang, peminjaman buku, dan kebersihan ruang (20 menit).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil butir-butir aturan bersama yang dirumuskan melalui musyawarah pada Lembar Musyawarah Aturan Sekolah (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompok merefleksikan proses musyawarah yang telah dijalankan dengan menjawab apakah semua anggota telah berpartisipasi menyampaikan usulan butir aturan dan saling mendengarkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan proses perumusan butir-butir aturan bersama di lingkungan sekolah melalui musyawarah (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pelaksanaan musyawarah hari ini dan menginformasikan bahwa butir aturan yang dirumuskan akan dibahas untuk tahap penetapan pada pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat pemantik usulan aturan (misal: 'Setiap siswa wajib...'), sedangkan kelompok mahir langsung merumuskan tanpa kalimat pemantik.
  • Proses: Guru mendampingi kelompok yang mengalami kendala dalam giliran menyampaikan pendapat saat musyawarah.
  • Produk: Kelompok dapat menuliskan draf butir-butir aturan dalam bentuk daftar poin tertulis sederhana.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman konsep butir aturan di sekolah melalui 1 butir pilihan: 'Manakah yang merupakan contoh butir aturan: (A) Setiap pengunjung wajib mengembalikan buku ke rak semula, atau (B) Ruang perpustakaan memiliki meja berwarna biru?' (acuan: opsi A, karena memuat ketentuan perilaku/kewajiban warga sekolah).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid bermusyawarah merumuskan 3 butir aturan bersama perpustakaan sekolah (fokus ketenangan, peminjaman, kebersihan) mencakup keaktifan menyampaikan usulan aturan dan mendengarkan usulan anggota lain.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil draf musyawarah kelompok yang memuat rumusan 3 butir aturan bersama di lingkungan sekolah (perpustakaan) dengan kriteria penerimaan operasional: setiap butir memuat kalimat ketentuan tindakan yang jelas dan disepakati bersama dalam kelompok.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat mempraktikkan musyawarah perumusan butir-butir aturan bersama di lingkungan sekolah menggunakan lembar pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik musyawarah perumusan butir aturan bersama di sekolahBelum berpartisipasi dalam musyawarah kelompok untuk merumuskan butir aturan bersama di sekolah.Mempraktikkan musyawarah perumusan butir aturan bersama di sekolah dengan menyampaikan 1 usulan aturan namun masih membutuhkan dorongan penuh dari guru.Mempraktikkan musyawarah perumusan butir aturan bersama di sekolah dengan menyampaikan minimal 2 usulan aturan secara mandiri dan mendengarkan pendapat rekan sekelompok.Mempraktikkan musyawarah perumusan butir aturan bersama di sekolah secara konsisten dan mandiri dengan menyampaikan seluruh usulan aturan (3 fokus fokus: ketenangan, peminjaman, kebersihan) serta aktif mendengarkan usulan anggota lain.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang sama dalam menyampaikan usulan butir aturan saat musyawarah kelompok?
  • Bagaimana tingkat keterlibatan murid dalam menyepakati rumusan butir aturan bersama di lingkungan sekolah?

Murid:

  • Bagian mana dari musyawarah perumusan aturan perpustakaan yang paling mudah atau menantang bagiku?
  • Apakah aku sudah mendengarkan usulan butir aturan yang disampaikan oleh teman sekelompokku?

Pertemuan 4 — Mempraktikkan Musyawarah Penetapan Aturan Bersama di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.2 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat aturan bersama di lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan musyawarah penetapan aturan bersama di lingkungan sekolah berdasarkan draf butir aturan yang telah dirumuskan pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan mengenai tahapan penetapan keputusan musyawarah: 'Sebutkan 2 cara pengambilan keputusan dalam musyawarah jika kata mufakat sulit dicapai!' (acuan jawaban: mufakat/aklamasi dan pemungutan suara/voting) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang tahapan penetapan aturan bersama: pembacaan draf aturan hasil perumusan, peninjauan ulang butir aturan (apakah disetujui, direvisi, atau dihapus), musyawarah mufakat, serta pengesahan aturan bersama secara tertulis (7 menit).
  • Murid mengamati 3 contoh draf butir aturan sekolah di papan tulis: (1) 'Mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu', (2) 'Menjaga ketenangan di koridor kelas saat jam pelajaran', dan (3) 'Membeli makanan hanya pada jam istirahat' untuk mencermati kalimat ketetapan yang lugas dan mengikat seluruh warga sekolah (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (masing-masing 5-6 orang) dan menerima lembar kerja 'Simulasi Sidang Penetapan Aturan Sekolah' yang berisi 4 draf aturan: (1) Mengantre tertib saat mencuci tangan dan membeli di kantin, (2) Mematikan kipas angin/lampu kelas saat jam istirahat atau pulang, (3) Merapikan kembali alat kebersihan setelah digunakan, (4) Menggunakan gawai/perangkat digital hanya seizin guru untuk keperluan belajar (10 menit).
  • Setiap kelompok menjalankan simulasi penetapan aturan bersama secara menggembirakan melalui metode 'Palu Ketetapan': murid bergantian memimpin pembahasan per butir aturan, menanyakan persetujuan anggota ('Apakah butir ini disetujui bersama?'), mengakomodasi penyesuaian jika ada sanggahan, lalu mengetuk meja/palu mainan tanda butir resmi disahkan menjadi aturan bersama (12 menit).
  • Kelompok menandatangani atau membubuhkan paraf bersama pada dokumen 'Naskah Aturan Bersama Sekolah' yang telah disahkan seluruh anggota kelompok sebagai bukti penetapan resmi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok membacakan naskah akhir aturan bersama yang telah ditetapkan dan menceritakan bagaimana proses penetapan tercapai tanpa paksaan (5 menit).
  • Guru memfasilitasi refleksi bersama tentang pentingnya komitmen bersama dalam mematuhi aturan yang telah diputuskan secara musyawarah mufakat (3 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan alur musyawarah dalam penetapan aturan bersama di sekolah (2 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik musyawarah yang telah berlangsung secara demokratis dan tertib (2 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan teks draf aturan dengan kosakata yang sederhana bagi murid yang membutuhkan bimbingan membaca cepat.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu menyatakan persetujuan/pendapat, guru memberikan panduan frasa lugas seperti 'Saya setuju dengan butir aturan ini karena...'; bagi murid yang cepat, diberikan kesempatan memimpin alur musyawarah penetapan butir aturan yang memiliki opsi alternatif.
  • Produk: Format naskah aturan bersama dapat berupa lembar isian centang persetujuan berparaf atau naskah tertulis utuh yang ditandatangani bersama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan 2 cara pengambilan keputusan dalam musyawarah jika kata mufakat sulit dicapai!' (Kriteria ketepatan: menyebutkan mufakat/kesepakatan bulat dan pemungutan suara/voting).

Proses:

  • Lembar observasi praktik musyawarah penetapan aturan: mengamati keaktifan murid dalam membahas draf aturan, menyatakan persetujuan/penolakan dengan alasan logis, dan menyepakati pengesahan naskah aturan bersama (acuan 4 butir aturan: antre kantin, hemat listrik, merapikan alat kebersihan, dan penggunaan gawai berizin).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan dokumen naskah penetapan aturan bersama: seluruh 4 butir aturan telah dibahas, disepakati, dan dibubuhi tanda tangan/paraf komitmen oleh seluruh anggota kelompok.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi musyawarah penetapan aturan bersama
  • Pemeriksaan naskah kesepakatan aturan bersama hasil musyawarah kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik musyawarah penetapan aturan bersama di lingkungan sekolahBelum mampu mempraktikkan musyawarah penetapan aturan; pasif dan tidak memberikan suara/pendapat dalam pembahasan 4 draf butir aturan sekolah.Mempraktikkan musyawarah penetapan aturan pada 1-2 draf butir aturan sekolah dengan bimbingan intensif guru, namun belum konsisten menyepakati hasil penetapan.Mempraktikkan musyawarah penetapan aturan pada 3-4 draf butir aturan sekolah secara mandiri, menyampaikan persetujuan/masukan secara tertib, dan menandatangani naskah aturan bersama.Mempraktikkan musyawarah penetapan aturan pada seluruh 4 draf butir aturan sekolah secara konsisten, memandu pencapaian mufakat saat ada silang pendapat, serta menyepakati dan menandatangani naskah aturan bersama tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan penetapan aturan bersama?
  • Apakah simulasi 'Palu Ketetapan' efektif menciptakan suasana musyawarah yang demokratis sekaligus menyenangkan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika butir aturan yang kamu setujui resmi disahkan bersama oleh teman-teman sekelompok?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika ada aturan bersama yang sudah ditetapkan namun sulit untuk dijalankan?

Pertemuan 5 — Menerapkan Kesepakatan Bersama Hasil Musyawarah dalam Pembagian Tugas di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.3 Menerapkan kesepakatan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan kesepakatan bersama hasil musyawarah dalam pembagian tugas di sekolah (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjawab secara lisan/menuliskan jawaban cepat terhadap 1 skenario: 'Jika hasil musyawarah kelas memutuskan kamu bertugas menyapu lantai hari Selasa bersama regu piket, tindakan apa yang harus kamu lakukan pada hari Selasa tersebut?' (acuan jawaban: datang lebih awal/melaksanakan tugas menyapu lantai sesuai kesepakatan musyawarah tanpa mengelak) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bagan kesepakatan pembagian tugas kelas yang memuat 4 rincian tugas hasil musyawarah: (1) Menyiapkan papan tulis dan spidol, (2) Menyiram tanaman teras kelas, (3) Menyapu lantai ruang kelas, (4) Mengatur kerapian meja-kursi (5 menit).
  • Murid bersama guru menelaah arti komitmen dalam menerapkan hasil musyawarah tersebut, bahwa setiap anggota regu bertanggung jawab menjalankan butir tugas yang telah disepakati bersama tanpa menunggu diperintah berulang kali (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kerja praktis (4-5 murid per kelompok) untuk permainan tantangan simulasi 'Aksi Nyata Kesepakatan Tugas Kelas' (joyful challenge) (5 menit).
  • Setiap kelompok menerima Lembar Skenario Penerapan Tugas yang memuat 4 butir tindakan penerapan pembagian tugas di sekolah: (1) Skenario A: Meja guru berantakan seusai jam istirahat; (2) Skenario B: Tanaman kelas layu di sudut lorong; (3) Skenario C: Sampah kertas berserakan di bawah bangku; (4) Skenario D: Papan tulis penuh tulisan pelajaran sebelumnya. Kelompok bertugas mencocokkan tindakan penerapan yang tepat sesuai 4 peran tugas hasil musyawarah: (Tugas 1 untuk Skenario D; Tugas 2 untuk Skenario B; Tugas 3 untuk Skenario C; Tugas 4 untuk Skenario A) (15 menit).
  • Setiap murid secara langsung mempraktikkan tindakan fisik nyata penerapan pembagian tugas di dalam kelas sesuai pembagian regu masing-masing (regu perlengkapan merapikan spidol dan papan tulis, regu kebersihan menyapu area, regu kerapian menata barisan bangku, regu lingkungan mengecek pot bunga teras) dengan disiplin dan tuntas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa keterlaksanaan tugas masing-masing menggunakan Lembar Cek Mandiri Penerapan Kesepakatan Tugas: memeriksa apakah tugas yang disepakati telah terlaksana seluruhnya sesuai pembagian musyawarah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid dalam melaksanakan kesepakatan pembagian tugas secara nyata di lingkungan sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan intisari kegiatan bahwa kesepakatan musyawarah hanya bermakna jika diterapkan secara nyata dan bertanggung jawab (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat/umpan balik penutup dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bergambar visual pembagian tugas untuk kelompok yang membutuhkan perancah konseptual.
  • Proses: Bagi murid yang cepat menyelesaikan tugas, diberikan peran tambahan untuk memverifikasi kesesuaian tindakan regu lain dengan butir kesepakatan yang telah dibuat; bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi langkah demi langkah pelaksanaan butir tugasnya.
  • Produk: Hasil penerapan dapat berupa checklist centang pelaksanaan tugas fisik langsung atau lembar verifikasi tindakan tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika hasil musyawarah kelas memutuskan kamu bertugas menyapu lantai hari Selasa bersama regu piket, tindakan apa yang harus kamu lakukan pada hari Selasa tersebut?' (Kriteria/Acuan penerimaan: Murid menjawab konkret dengan menyatakan kesediaan datang tepat waktu dan melaksanakan tugas menyapu sesuai kesepakatan pembagian tugas hasil musyawarah).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan aksi nyata penerapan tugas di kelas dengan kriteria: (1) Melaksanakan tugas spesifik yang menjadi bagiannya, (2) Tidak melimpahkan tugas kepada orang lain, (3) Menyelesaikan tugas pembagian hingga tuntas.
  • Pemeriksaan hasil pencocokan 4 Lembar Skenario Penerapan Tugas: (1) Skenario A Meja guru berantakan -> Tugas 4 (Mengatur kerapian meja-kursi); (2) Skenario B Tanaman layu -> Tugas 2 (Menyiram tanaman); (3) Skenario C Sampah berserakan -> Tugas 3 (Menyapu lantai); (4) Skenario D Papan tulis penuh tulisan -> Tugas 1 (Menyiapkan papan tulis/spidol).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) Sebutkan 1 contoh tugas yang kamu terapkan hari ini sesuai kesepakatan! (Acuan: menyebutkan salah satu dari 4 tugas: menyiapkan papan tulis, menyiram tanaman, menyapu lantai, atau merapikan meja-kursi); (2) Mengapa kesepakatan pembagian tugas hasil musyawarah wajib kita laksanakan? (Acuan: karena merupakan keputusan bersama yang harus ditaati demi ketertiban/kebersihan kelas bersama).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelaksanaan tindakan nyata pembagian tugas di kelas sesuai kesepakatan musyawarah
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Pencocokan Skenario Penerapan Tugas (4 butir skenario)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Kesepakatan Pembagian Tugas di SekolahBelum mampu menerapkan butir tugas yang telah disepakati dalam musyawarah kelas meskipun telah diarahkan oleh guru.Menerapkan sebagian butir tugas yang telah disepakati dalam musyawarah kelas, namun masih memerlukan pengingat dan pendampingan guru.Menerapkan seluruh butir tugas yang telah disepakati dalam musyawarah kelas secara tepat dan tuntas dengan sedikit bimbingan.Menerapkan seluruh butir tugas yang telah disepakati dalam musyawarah kelas secara tepat, konsisten, mandiri tanpa perlu diingatkan, serta tuntas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu mempraktikkan tindakan nyata penerapan pembagian tugas hasil musyawarah di kelas?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama simulasi aksi nyata pembagian tugas berlangsung?

Murid:

  • Apakah saya sudah melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab saya sesuai hasil musyawarah kelas hari ini?
  • Bagaimana perasaan saya setelah berhasil menerapkan kesepakatan tugas bersama teman-teman sekelas?

Pertemuan 6 — Menerapkan Kesepakatan Bersama Hasil Musyawarah dalam Kegiatan Belajar di Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.3 Menerapkan kesepakatan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka belajar (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang pembagian tugas piket dengan penerapan kesepakatan dalam kegiatan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai bentuk penerapan kesepakatan belajar: Guru membacakan situasi 'Saat belajar kelompok, bel tanda ganti giliran membaca berbunyi, apa yang kamu lakukan sesuai kesepakatan bersama?' (acuan: menyerahkan giliran membaca kepada teman berikutnya tanpa menunda) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan secara langsung penerapan kesepakatan bersama hasil musyawarah saat aktivitas belajar di sekolah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati 3 butir kesepakatan belajar bersama yang telah disepakati kelas di papan tulis: (1) Mengacungkan tangan sebelum berbicara saat guru menerangkan materi, (2) Bergantian menggunakan buku sumber secara tertib sesuai giliran kelompok, (3) Merapikan kembali alat tulis ke meja tengah bersama setelah selesai latihan (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai contoh tindakan nyata yang sesuai dan yang melanggar ketiga kesepakatan belajar tersebut di lingkungan kelas (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Cek Praktik Belajar': murid duduk berpasangan dan menerima 1 set kartu situasi berisi 3 kartu tindakan belajar: Kartu 1 'Langsung berteriak memotong penjelasan guru' (melanggar), Kartu 2 'Menyerahkan buku sumber kepada pasangan tepat saat waktu giliran habis' (menerapkan), Kartu 3 'Meninggalkan pensil berserakan di lantai kelas' (melanggar). Murid menempelkan tanda senyum pada kartu yang menunjukkan tindakan menerapkan kesepakatan belajar (acuan: tanda senyum hanya pada Kartu 2) (10 menit).
  • Murid secara berkelompok (4 murid) melaksanakan aktivitas kerja kelompok membaca teks pendek sambil mempraktikkan langsung ketiga kesepakatan belajar kelas: (1) mengacungkan tangan jika bertanya, (2) bergantian memegang lembar teks per 2 menit, dan (3) merapikan lembar teks ke tengah meja bersama (10 menit).
  • Guru mengamati dan mencatat keterlaksanaan penerapan ketiga kesepakatan belajar oleh setiap murid selama kegiatan berlangsung pada lembar observasi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri memberi tanda centang pada Lembar Penerapan Pribadi berisi 3 butir kesepakatan belajar yang berhasil mereka jalankan selama aktivitas kelompok (5 menit).
  • Dua perwakilan murid menyebutkan satu kesepakatan belajar yang paling mudah mereka terapkan dan satu kesepakatan yang masih memerlukan pembiasaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mematuhi kesepakatan belajar di sekolah menciptakan suasana belajar yang tertib dan nyaman bagi semua (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat: (1) 'Apa tindakan nyata menerapkan kesepakatan merapikan alat tulis?' (acuan: mengembalikan alat tulis ke tempat semula/meja tengah); (2) 'Mengapa kita bergantian menggunakan buku sumber?' (acuan: karena sudah disepakati bersama agar semua teman mendapat kesempatan belajar) (5 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar menerapkan aturan bersama di lingkungan keluarga, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan daftar visual gambar 3 langkah kesepakatan belajar di atas meja. Bagi murid yang cepat, kartu situasi ditambah 2 situasi baru yang relevan dengan kerja mandiri di perpustakaan sekolah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat giliran menggunakan alat belajar, sedangkan murid yang mandiri mengelola giliran kelompoknya secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid dinilai dari tindakan nyata menerapkan kesepakatan bersama saat kegiatan belajar berlangsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Saat belajar kelompok, bel tanda ganti giliran membaca berbunyi, apa yang kamu lakukan sesuai kesepakatan bersama?' (acuan jawaban: menyerahkan giliran membaca kepada teman berikutnya tanpa menunda).

Proses:

  • Observasi keterlaksanaan penerapan 3 kesepakatan belajar selama kerja kelompok: (1) mengacungkan tangan sebelum berbicara, (2) bergantian menggunakan bahan belajar secara tertib, (3) merapikan kembali perlengkapan belajar bersama ke tempatnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: (1) Sebutkan tindakan nyata menerapkan kesepakatan merapikan alat tulis (acuan: meletakkan kembali alat tulis ke tempat semula/meja tengah); (2) Mengapa kita harus bergantian memakai buku sumber saat belajar? (acuan: karena sudah disepakati bersama dalam musyawarah kelas agar semua teman mendapat hak belajar yang sama).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja melalui lembar observasi penerapan 3 kesepakatan bersama dalam kegiatan belajar di sekolah
  • Pemeriksaan lembar tantangan berpasangan pemilahan 3 kartu tindakan belajar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan kesepakatan bersama dalam kegiatan belajar di sekolahBelum menerapkan satu pun dari 3 kesepakatan bersama dalam kegiatan belajar di sekolah meski telah diingatkan guru.Menerapkan 1 dari 3 kesepakatan bersama dalam kegiatan belajar di sekolah dengan arahan dan bantuan guru.Menerapkan 2 dari 3 kesepakatan bersama dalam kegiatan belajar di sekolah secara mandiri.Menerapkan seluruh 3 kesepakatan bersama (mengacungkan tangan sebelum berbicara, bergantian menggunakan alat belajar, merapikan perlengkapan belajar) dalam kegiatan belajar di sekolah secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan tantangan berpasangan dan kerja kelompok efektif membuat murid mempraktikkan kesepakatan belajar secara nyata?
  • Kesepakatan belajar mana yang paling sering dilanggar murid dan memerlukan penguatan pada kegiatan belajar berikutnya?

Murid:

  • Kesepakatan belajar apa yang sudah berhasil saya lakukan dengan tertib hari ini?
  • Apa yang akan saya lakukan jika melihat perlengkapan belajar bersama belum dirapikan setelah selesai belajar?

Pertemuan 7 — Menerapkan Aturan Bersama Hasil Musyawarah dalam Lingkungan Keluarga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.4 Menerapkan aturan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan aturan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan keluarga (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat memilih tindakan penerapan aturan keluarga berdasarkan 2 skenario konkret: (1) Skenario A: 'Keluarga menyepakati aturan batas waktu bermain gawai maksimal jam 20.00. Saat jam 20.00 tiba, tindakan yang merupakan penerapan aturan adalah ...' (acuan jawaban: segera mematikan gawai dan menyimpannya); (2) Skenario B: 'Keluarga menyepakati aturan membagi tugas mencuci piring setelah makan. Selesai sarapan, tindakan yang merupakan penerapan aturan adalah ...' (acuan jawaban: langsung membawa dan mencuci piring sendiri di wastafel) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna menerapkan aturan bersama hasil musyawarah keluarga, yaitu mewujudkan kesepakatan keluarga menjadi tindakan nyata sehari-hari dengan penuh tanggung jawab (5 menit).
  • Murid membaca dan menelaah 4 contoh aturan hasil musyawarah keluarga di lembar belajar: (1) Aturan jam belajar malam pukul 19.00-20.00; (2) Aturan merapikan tempat tidur sendiri setelah bangun tidur; (3) Aturan meminta izin kepada orang tua saat keluar rumah bermain; (4) Aturan meletakkan sepatu di rak sepatu setiba di rumah (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tepat Terapkan Aturan', di mana setiap pasangan menerima 4 kartu kasus situasi di rumah dan kartu tindakan penerapan untuk dipasangkan secara tepat: Kasus 1 'Kakak dan adik menyepakati jadwal bergantian menonton televisi sore hari; sore ini giliran adik' dipasangkan dengan tindakan 'Kakak mempersilakan adik memilih acara televisi tanpa berebut remot'; Kasus 2 'Keluarga bersepakat setiap anggota keluarga merapikan alat makan sendiri ke wastafel setelah makan' dipasangkan dengan tindakan 'Mengangkat piring dan sendok bekas pakai sendiri ke tempat cuci piring'; Kasus 3 'Keluarga bersepakat gawai disimpan di meja keluarga selama jam makan malam' dipasangkan dengan tindakan 'Menaruh gawai di meja keluarga dan makan malam bersama tanpa memainkan ponsel'; Kasus 4 'Keluarga menyepakati waktu tidur malam paling lambat pukul 21.30' dipasangkan dengan tindakan 'Mematikan lampu kamar dan beristirahat tidur tepat pukul 21.30' (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengisi Lembar Penerapan Aturan Keluarga yang memuat rencana tindakan nyata penerapan 3 aturan keluarga hasil musyawarah di rumah masing-masing (kriteria keterterimaan: memuat nama aturan keluarga, situasi penerapannya, dan tindakan konkret yang dilakukan murid sendiri di rumah sesuai aturan tersebut) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali daftar tindakan penerapan aturan keluarga yang telah ditulis secara mandiri untuk memastikan kesesuaian tindakan dengan aturan hasil musyawarah di rumah (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi satu hal paling menantang dalam konsisten menerapkan aturan hasil musyawarah keluarga dan menuliskan cara mengatasinya pada kolom refleksi lembar kerja (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang pentingnya melaksanakan aturan bersama hasil musyawarah di keluarga secara sadar dan bertanggung jawab (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan lembar penerapan dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh situasi penerapan aturan keluarga dalam format teks narasi sederhana dan bagan visual alur tindakan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pilihan tindakan terarah untuk dipasangkan ke aturan, sedangkan murid yang mandiri merumuskan sendiri 3 variasi tindakan nyata penerapan aturan di rumah.
  • Produk: Murid dapat menyajikan lembar penerapan aturan keluarga dalam bentuk tabel daftar ceklis harian atau catatan jurnal tindakan terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di awal sesi dengan 2 skenario: (1) Skenario A batas waktu gawai jam 20.00 (acuan: segera mematikan dan menyimpan gawai); (2) Skenario B pembagian mencuci piring selesai sarapan (acuan: langsung mencuci piring sendiri di wastafel). Guru mencatat murid yang siap dan yang perlu bimbingan konsep penerapan aturan.

Proses:

  • Formatif kinerja saat permainan memasangkan 4 kartu kasus situasi dengan tindakan penerapan (Kunci: Kasus 1-Kakak mempersilakan adik; Kasus 2-Mengangkat piring sendiri ke tempat cuci; Kasus 3-Menaruh gawai di meja selama makan malam; Kasus 4-Mematikan lampu dan tidur pukul 21.30).
  • Formatif penugasan lembar kerja mandiri: Memeriksa ketepatan rencana tindakan nyata terhadap 3 aturan keluarga hasil musyawarah (kriteria: tindakan operasional, sesuai isi aturan musyawarah, dan dapat dilaksanakan secara mandiri di rumah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 1 pertanyaan cek lisan/singkat 'Sebutkan 1 tindakan konkret yang akan kamu lakukan malam ini di rumah untuk menerapkan aturan hasil musyawarah keluargamu!' (kriteria penerimaan: jawaban menyebut tindakan konkret yang relevan dengan aturan keluarga yang disebutkan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja memasangkan 4 kartu kasus situasi dengan kartu tindakan penerapan aturan musyawarah keluarga.
  • Penilaian lembar penerapan aturan keluarga secara mandiri berdasarkan kriteria ketepatan tindakan penerapan aturan di rumah.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan aturan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan keluargaBelum mampu menentukan tindakan nyata penerapan aturan bersama hasil musyawarah keluarga (0-1 pasangan kartu/tindakan tepat).Mampu menentukan tindakan penerapan aturan bersama hasil musyawarah keluarga pada 2 dari 4 kasus kartu atau merumuskan 1 tindakan mandiri dengan tepat.Mampu menentukan tindakan penerapan aturan bersama hasil musyawarah keluarga pada 3 dari 4 kasus kartu dan merumuskan 2 tindakan penerapan mandiri di rumah dengan tepat.Mampu menentukan seluruh 4 tindakan penerapan aturan hasil musyawarah keluarga pada kartu secara tepat tanpa kekeliruan serta merumuskan 3 tindakan penerapan mandiri di rumah secara lengkap dan operasional.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu kasus membantu murid mengaitkan konsep aturan dengan tindakan nyata di rumah?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk merumuskan lembar rencana penerapan aturan keluarganya?

Murid:

  • Apakah saya sudah mengerti tindakan konkret apa saja yang harus saya lakukan untuk menerapkan aturan di rumah?
  • Aturan musyawarah keluarga mana yang paling mudah dan paling sulit saya laksanakan di rumah?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.4.1 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan bersama di lingkungan sekolah
  • TP 6.4.2 Mempraktikkan musyawarah untuk membuat aturan bersama di lingkungan sekolah
  • TP 6.4.3 Menerapkan kesepakatan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan sekolah
  • TP 6.4.4 Menerapkan aturan bersama hasil musyawarah dalam lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan murid mengikuti evaluasi akhir bab (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif, yaitu mengukur ketercapaian empat TP Bab 4 melalui tiga tugas terstruktur: verifikasi penerapan aturan di rumah, refleksi penerapan di sekolah, dan simulasi musyawarah pembentukan aturan bersama (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan teknis rubrik penilaian dan alur kerja tiga stasiun bukti sumatif sesuai lembar panduan asesmen yang dibagikan guru (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 3: Seluruh murid mengumpulkan artefak lembar ceklis pencatatan pelaksanaan aturan bersama di rumah yang telah dijalankan selama pembiasaan, lalu guru melakukan verifikasi kelengkapan bukti tanda tangan dan catatan umpan balik orang tua (acuan verifikasi: memuat minimal 3 aturan rumah, terisi ceklis keterlaksanaan harian, ada tanda tangan orang tua, dan ada umpan balik tertulis orang tua) (10 menit).
  • Tugas 2: Murid secara mandiri dan serentak mengisi lembar refleksi terstruktur berisi skala penilaian diri dan evaluasi pelaksanaan komitmen kesepakatan bersama dalam aktivitas belajar serta pembagian tugas harian di sekolah selama satu pekan terakhir (acuan refleksi: mengisi 4 butir komitmen sekolah yaitu piket kelas, ketertiban kelompok, peminjaman alat belajar, dan menjaga ketenangan kelas beserta alasan pelaksanaan jujur) (12 menit).
  • Tugas 1: Murid dibagi menjadi 5 kelompok (masing-masing 5-6 anak) untuk melaksanakan simulasi musyawarah serentak guna merumuskan dan menetapkan lembar kesepakatan berisi tepat 3 butir aturan bersama di kelas; guru berkeliling melakukan observasi interaksi aktif berpendapat, saling menghargai usulan, dan penetapan mufakat (acuan butir aturan: 1 aturan ketertiban belajar, 1 aturan kebersihan/piket, 1 aturan peminjaman perlengkapan kelas) (33 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menyerahkan seluruh berkas (lembar hasil musyawarah kelompok, lembar refleksi diri individu, dan lembar verifikasi rumah) ke meja guru, dilanjutkan dengan merenungkan pengalaman bermusyawarah dan konsistensi melaksanakan aturan yang telah disepakati (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan objektivitas murid selama menyelesaikan rangkaian tugas asesmen sumatif Bab 4 (2 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa dan pesan penguatan untuk terus menerapkan budaya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format lembar refleksi dan format musyawarah dengan ukuran teks lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual tanpa mengurangi butir tugas yang dinilai.
  • Proses: Pemberian waktu jeda baca instruksi secara bertahap bagi murid dengan hambatan konsentrasi tanpa menambah alokasi waktu total atau mengubah instrumen penilaian.
  • Produk: Format penulisan rumusan aturan kelompok dapat menggunakan tulisan tangan langsung pada lembar folio bergaris atau formulir cetak baku sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan berkas fisik: murid menunjukkan kelengkapan lembar catatan aturan rumah bertandatangan orang tua di atas meja masing-masing sebelum penilaian dimulai (acuan kesiapan: berkas fisik lembar rumah tersedia dan telah ditandatangani).

Proses:

  • Observasi keliling guru menggunakan lembar ceklis keterlibatan saat kelompok melaksanakan simulasi musyawarah pembuatan aturan kelas (mengamati keaktifan berpendapat dan sikap menghargai usulan).

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja simulasi musyawarah kelompok serentak dan portofolio jurnal penerapan kesepakatan/aturan: Kinerja keterlibatan aktif berpendapat serta dokumen rumusan kesepakatan dan butir aturan bersama hasil musyawarah kelompok, dilengkapi rekap jurnal refleksi penerapan di sekolah dan lembar verifikasi aturan di rumah bertandatangan orang tua
  • Unjuk kerja musyawarah kelompok serentak: Kinerja interaksi kelompok (menyampaikan pendapat dan menghargai usulan) serta lembar hasil kesepakatan tertulis berisi 3 butir aturan bersama di kelas yang dirumuskan bersama seluruh anggota kelompok (5 kelompok @ 5-6 murid dinilai serentak dengan teknik keliling observasi) (45 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi proses musyawarah dan rubrik penilaian butir aturan bersama)
  • Penilaian diri dan refleksi serentak: Lembar refleksi individu berisi evaluasi pelaksanaan komitmen kesepakatan bersama dalam aktivitas harian di sekolah selama satu pekan terakhir yang dikerjakan serentak seluruh kelas (15 menit; individual; instrumen: Lembar refleksi terstruktur dengan skala penilaian diri)
  • Verifikasi laporan keterlaksanaan aturan keluarga: Artefak lembar pencatatan pelaksanaan aturan bersama di rumah yang telah dijalankan selama pembiasaan dan dilengkapi tanda tangan serta catatan umpan balik dari orang tua (10 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis catatan keterlaksanaan aturan di rumah bertandatangan orang tua)

Sumatif:

  • Unjuk kerja simulasi musyawarah kelompok serentak dan portofolio jurnal penerapan kesepakatan/aturan: Kinerja keterlibatan aktif berpendapat serta dokumen rumusan kesepakatan dan butir aturan bersama hasil musyawarah kelompok, dilengkapi rekap jurnal refleksi penerapan di sekolah dan lembar verifikasi aturan di rumah bertandatangan orang tua
  • Unjuk kerja musyawarah kelompok serentak: Kinerja interaksi kelompok (menyampaikan pendapat dan menghargai usulan) serta lembar hasil kesepakatan tertulis berisi 3 butir aturan bersama di kelas yang dirumuskan bersama seluruh anggota kelompok (5 kelompok @ 5-6 murid dinilai serentak dengan teknik keliling observasi) (45 menit; kelompok; instrumen: Lembar observasi proses musyawarah dan rubrik penilaian butir aturan bersama)
  • Penilaian diri dan refleksi serentak: Lembar refleksi individu berisi evaluasi pelaksanaan komitmen kesepakatan bersama dalam aktivitas harian di sekolah selama satu pekan terakhir yang dikerjakan serentak seluruh kelas (15 menit; individual; instrumen: Lembar refleksi terstruktur dengan skala penilaian diri)
  • Verifikasi laporan keterlaksanaan aturan keluarga: Artefak lembar pencatatan pelaksanaan aturan bersama di rumah yang telah dijalankan selama pembiasaan dan dilengkapi tanda tangan serta catatan umpan balik dari orang tua (10 menit; individual; instrumen: Lembar ceklis catatan keterlaksanaan aturan di rumah bertandatangan orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mempraktikkan musyawarah untuk kesepakatan dan aturan bersama di sekolah (TP 6.4.1 & TP 6.4.2)Pasif dalam musyawarah kelompok, belum menyampaikan pendapat atau menghargai usulan orang lain, serta kelompok tidak berhasil merumuskan 3 butir aturan bersama.Menyampaikan pendapat atau usulan hanya jika ditunjuk, sesekali memotong pembicaraan teman, dan rumusan aturan kelas baru memuat 1-2 butir aturan dari 3 butir acuan (ketertiban, kebersihan, peminjaman alat).Aktif menyampaikan pendapat atas inisiatif sendiri, mendengarkan dan menghargai usulan anggota lain, serta bersama kelompok merumuskan lengkap 3 butir aturan bersama sesuai acuan (ketertiban belajar, kebersihan/piket, peminjaman alat) melalui mufakat.Sangat aktif mempraktikkan musyawarah dengan menyampaikan usulan berdasar alasan logis, konsisten menghargai setiap perbedaan usulan tanpa interupsi, serta memimpin/mendorong tercapainya mufakat pada seluruh 3 butir aturan bersama sesuai acuan.
Menerapkan kesepakatan bersama hasil musyawarah di lingkungan sekolah (TP 6.4.3)Lembar refleksi diri hanya terisi kurang dari 2 butir dari 4 butir komitmen (piket, ketertiban kelompok, peminjaman alat, ketenangan kelas) tanpa penjelasan evaluasi pelaksanaan.Mengisi 2-3 butir komitmen sekolah pada lembar refleksi, namun penjelasan evaluasi keterlaksanaannya masih belum menunjukkan kesadaran komitmen pribadi.Mengisi lengkap seluruh 4 butir komitmen sekolah (piket, ketertiban kelompok, peminjaman alat, ketenangan kelas) dengan evaluasi jujur dan menunjukkan penerapan kesepakatan secara konsisten.Mengisi lengkap seluruh 4 butir komitmen sekolah dengan uraian reflektif yang mendalam, menunjukkan penerapan nyata yang konsisten, serta mencantumkan rencana perbaikan diri yang terukur.
Menerapkan aturan bersama hasil musyawarah di lingkungan keluarga (TP 6.4.4)Lembar catatan keterlaksanaan aturan di rumah tidak lengkap (kurang dari 2 aturan terisi), tidak ada tanda tangan orang tua, dan tanpa catatan umpan balik.Lembar catatan memuat 2 aturan rumah dengan ceklis keterlaksanaan harian dan tanda tangan orang tua, namun belum disertai catatan umpan balik tertulis orang tua.Lembar catatan memuat lengkap minimal 3 aturan bersama di rumah, terisi ceklis keterlaksanaan harian secara berkala, disertai tanda tangan asli serta catatan umpan balik orang tua.Lembar catatan memuat lebih dari 3 aturan bersama di rumah, terlaksana penuh setiap hari dengan catatan umpan balik orang tua yang sangat positif dan terverifikasi otentik.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu observasi keliling 33 menit mencukupi untuk memantau interaksi seluruh 5 kelompok musyawarah secara objektif?
  • Bagaimana tingkat kejujuran murid dalam mengisi instrumen refleksi diri terkait penerapan aturan di sekolah?
  • Apakah seluruh orang tua memberikan respon dan umpan balik yang memadai pada lembar keterlaksanaan aturan di rumah?

Murid:

  • Bagian mana dari musyawarah tadi yang paling menantang ketika kelompokmu berusaha mencapai kata sepakat?
  • Seberapa konsisten kamu menjalankan aturan yang telah kita sepakati bersama di kelas dan di rumah selama ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023).
  2. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4.
  3. Kartu panduan peran musyawarah dan lembar catatan kesepakatan kelas.
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  5. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4
  6. Kartu skenario musyawarah sekolah (3 usulan kegiatan bakti lingkungan sekolah)
  7. Tongkat estafet bicara untuk permainan Meja Mufakat Ceria
  8. Lembar Musyawarah Sekolah
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023)
  10. Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023) Bab 4
  11. Lembar Musyawarah Aturan Sekolah (kartu skenario masalah perpustakaan)
  12. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 4: Belajar Bermusyawarah
  13. Lembar Kerja Simulasi Sidang Penetapan Aturan Sekolah dan format Naskah Pengesahan Aturan Bersama
  14. Lembar Skenario Penerapan Tugas dan Bagan Kesepakatan Pembagian Tugas Kelas
  15. Perlengkapan kebersihan dan kerapian kelas (sapu, penghapus papan tulis, lap)
  16. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
  17. Kartu situasi tindakan belajar (3 kartu: berbicara menyela guru, bergantian buku sumber, meninggalkan pensil di lantai)
  18. Lembar refleksi penerapan kesepakatan belajar murid
  19. Kartu Kasus Skenario Aturan dan Kartu Tindakan Penerapan Aturan Keluarga
  20. Lembar Kerja Siswa: Lembar Penerapan Aturan Keluarga
  21. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI Bab 4 (Kemendikbudristek, 2023).
  22. Lembar Instrumen Asesmen Sumatif: Lembar Observasi Musyawarah, Lembar Refleksi Diri Terstruktur, dan Format Verifikasi Aturan Rumah.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.