Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Pengamalan Sila Pertama dan Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 6 dengan topik "Pengamalan Sila Pertama dan Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 6: Pengamalan Sila Pertama dan Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Pancasila - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pengamalan Sila Pertama dan Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPengamalan Sila Pertama dan Kedua Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan sikap beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati perbedaan keyakinan sebagai pengamalan sila pertama Pancasila di lingkungan sekolah dan masyarakat.
  2. Murid dapat meneladani sikap kemanusiaan yang adil dan beradab dengan memberikan minimal tiga contoh tindakan nyata dalam menjaga hubungan antarsesama sebagai pengamalan sila kedua Pancasila.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan sekolahmu punya teman-teman dari agama yang berbeda-beda. Apa yang kamu lakukan agar semua merasa dihargai dan nyaman?
  2. Pernahkah kamu melihat seseorang diperlakukan tidak adil oleh temannya? Bagaimana perasaanmu, dan apa yang seharusnya dilakukan?
  3. Menurut kamu, apa hubungannya antara percaya kepada Tuhan dengan cara kita memperlakukan orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan dua gambar situasi — satu gambar anak-anak dari berbagai agama bermain bersama, satu gambar lain menunjukkan seseorang dikucilkan karena berbeda. Murid diminta mengacungkan tangan: mana yang mencerminkan Pancasila dan mana yang tidak, lalu menyebutkan alasannya secara singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan apersepsi singkat: 'Indonesia punya ratusan suku, enam agama resmi, dan ribuan budaya. Bayangkan kalau tidak ada rasa saling menghargai — apa yang terjadi?' Murid diberi 1 menit untuk memikirkan jawabannya dalam hati, lalu dua-tiga murid diminta berbagi (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara lisan: murid akan belajar cara mengamalkan sila pertama dan kedua Pancasila dalam kehidupan nyata, lalu membuat komitmen tindakan konkret (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membaca teks 'Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa' di Buku Siswa Bab 2 secara senyap selama 4 menit. Sebelum membaca, guru meminta murid menetapkan satu pertanyaan dalam benak mereka: 'Apa satu hal baru yang ingin aku temukan dari bacaan ini?' (Berkesadaran)
  • Setelah membaca, guru memimpin diskusi kelas dengan pertanyaan: (a) Apa makna pengamalan sila pertama bagi kehidupan sehari-hari? (b) Bagaimana sila kedua mendorong kita memperlakukan sesama dengan adil dan beradab? Murid menjawab secara lisan; guru menuliskan kata kunci di papan tulis (5 menit). (Bermakna)
  • Guru menyampaikan penjelasan singkat tentang enam agama resmi dan penghayat kepercayaan di Indonesia serta contoh konkret pengamalan sila pertama (menghormati teman yang sedang beribadah, tidak mengejek ritual agama lain) dan sila kedua (menolong tanpa memandang latar belakang, berkata sopan kepada semua orang). Penjelasan dikaitkan langsung dengan kehidupan murid di sekolah (5 menit). (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil 3–4 orang secara acak (campur latar belakang). Setiap kelompok menerima satu 'Kartu Situasi' berisi skenario nyata: misalnya, 'Teman sekelas kamu tidak mau makan siang bersama karena berbeda agama,' atau 'Ada murid baru yang berasal dari daerah lain dan sulit bergaul.' Kelompok berdiskusi: apa tindakan yang mencerminkan sila pertama dan/atau kedua dalam situasi tersebut? (7 menit). (Bermakna, Menggembirakan)
  • Setiap murid secara individu mengisi 'Tabel Komitmen Sila' di buku tulisnya: (1) satu sikap pengamalan sila pertama yang sudah dilakukan, (2) minimal tiga contoh tindakan nyata pengamalan sila kedua yang bisa dilakukan di sekolah atau di lingkungan rumah. Guru berkeliling mengamati dan memberi umpan balik lisan singkat (6 menit). (Bermakna)
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil diskusi Kartu Situasi mereka di depan kelas. Kelompok lain memberi tanggapan: setuju atau punya ide tindakan yang berbeda? (4 menit). (Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi terbimbing dengan pertanyaan: 'Dari semua tindakan yang sudah kita diskusikan, mana satu tindakan yang paling ingin kamu mulai lakukan besok?' Murid merenungkan jawabannya selama 1 menit dalam diam (Berkesadaran).
  • Murid menuliskan 'Satu Janji Kecilku' di pojok bawah Tabel Komitmen Sila mereka: satu tindakan spesifik yang akan mereka lakukan dalam 1 minggu ke depan sebagai bukti mengamalkan sila pertama atau kedua. Contoh: 'Aku akan mengucapkan selamat kepada teman yang merayakan hari raya agamanya.' (3 menit). (Bermakna)
  • Dua-tiga murid secara sukarela membacakan 'Satu Janji Kecilku' di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi spesifik terhadap isi janji (bukan sekadar 'bagus'), lalu mengaitkan kembali dengan tujuan pembelajaran hari ini (2 menit). (Berkesadaran)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran dengan teknik 'Kalimat Terakhirku': setiap murid melengkapi kalimat 'Hari ini aku belajar bahwa … dan aku akan …' secara lisan bergantian (beberapa murid yang belum berbicara di kegiatan inti diprioritaskan) (3 menit).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: mengajukan dua pertanyaan penutup — (1) 'Sebutkan satu contoh sikap pengamalan sila pertama yang bisa kamu lakukan di sekolah!' dan (2) 'Sebutkan minimal tiga tindakan nyata pengamalan sila kedua!' Murid menjawab secara tertulis singkat di secarik kertas yang dikumpulkan sebagai exit ticket (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan: menghubungkan nilai pengamalan sila pertama dan kedua dengan kebahagiaan bersama sebagai tema bab, dan mengingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan melainkan panduan hidup nyata.
  • Guru menutup kelas dengan mengajak murid berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah menguasai materi diberi Kartu Situasi dengan skenario lebih kompleks (misalnya konflik antaragama di masyarakat) dan diminta menganalisis dari sudut pandang sila pertama sekaligus sila kedua. Murid yang masih kesulitan disediakan daftar contoh tindakan pengamalan sila pertama dan kedua sebagai referensi sebelum mengisi Tabel Komitmen Sila.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, guru mendampingi kelompok yang memerlukan bantuan lebih dengan pertanyaan scaffolding: 'Jika kamu ada di posisi itu, apa yang kamu rasakan? Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?' Murid yang cepat selesai diminta menuliskan satu contoh pengamalan sila pertama dan kedua yang pernah mereka lihat di media atau berita.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan 'Satu Janji Kecilku' dalam bentuk tulisan, gambar ilustrasi sederhana, atau disampaikan secara lisan — sesuai cara yang paling nyaman bagi mereka. Murid dengan kemampuan lebih dapat membuat dua janji (satu untuk sila pertama, satu untuk sila kedua).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar situasi (anak-anak dari berbagai agama bermain bersama vs. seseorang dikucilkan). Murid mengacungkan tangan untuk menunjukkan mana yang mencerminkan Pancasila dan menyebutkan alasan singkat. Guru menggunakan respons ini untuk memetakan pemahaman awal murid sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi aktif saat diskusi kelompok Kartu Situasi: guru mencatat murid yang mampu menghubungkan tindakan dengan sila pertama atau kedua, dan murid yang masih memerlukan bimbingan.
  • Peninjauan Tabel Komitmen Sila saat murid mengisi secara individu: guru berkeliling dan memberi umpan balik lisan untuk memastikan contoh tindakan yang ditulis bersifat konkret dan relevan dengan sila kedua.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan tindakan pengamalan Pancasila dengan bahasa sendiri dan menerima tanggapan dari kelompok lain.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis: murid menjawab (1) satu contoh sikap pengamalan sila pertama di lingkungan sekolah atau masyarakat, dan (2) minimal tiga contoh tindakan nyata pengamalan sila kedua dalam menjaga hubungan antarsesama. Lembar exit ticket dikumpulkan dan dinilai dengan rubrik empat level.
  • Tabel Komitmen Sila: dinilai kelengkapan isian (minimal tiga tindakan sila kedua), kekonkretan contoh, dan kesesuaian dengan nilai Pancasila.

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok Kartu Situasi: apakah murid mampu mengidentifikasi tindakan yang sesuai sila pertama dan kedua.
  • Umpan balik lisan guru saat murid mengisi Tabel Komitmen Sila secara individu.
  • Presentasi kelompok: guru mencatat murid yang aktif memberikan ide tindakan nyata dan murid yang belum memberikan contoh spesifik.

Sumatif:

  • Exit ticket (secarik kertas): murid menjawab dua pertanyaan penutup — (1) satu contoh sikap pengamalan sila pertama di sekolah, dan (2) minimal tiga tindakan nyata pengamalan sila kedua. Dinilai menggunakan rubrik empat level.
  • Tabel Komitmen Sila yang diisi murid secara individu, khususnya kelengkapan minimal tiga contoh tindakan sila kedua sesuai TP 6.2.2.2.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamalan Sila Pertama: menerapkan sikap beriman dan menghormati perbedaan keyakinanMurid belum dapat menyebutkan contoh sikap menghormati perbedaan keyakinan, atau contoh yang diberikan tidak relevan dengan sila pertama.Murid dapat menyebutkan satu contoh sikap menghormati perbedaan keyakinan, namun masih bersifat umum dan belum dikaitkan dengan konteks sekolah atau masyarakat.Murid dapat menyebutkan satu contoh konkret sikap menghormati perbedaan keyakinan di lingkungan sekolah atau masyarakat dan mampu menjelaskan alasannya.Murid dapat menyebutkan lebih dari satu contoh konkret sikap menghormati perbedaan keyakinan, mengaitkannya dengan nilai beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mampu menjelaskan bagaimana sikap itu mempererat kerukunan.
Pengamalan Sila Kedua: meneladani sikap kemanusiaan yang adil dan beradab dengan minimal tiga contoh tindakan nyataMurid belum dapat menyebutkan contoh tindakan nyata pengamalan sila kedua, atau hanya menyebutkan kurang dari dua contoh yang tidak spesifik.Murid dapat menyebutkan dua contoh tindakan nyata pengamalan sila kedua, namun tindakan tersebut masih bersifat umum atau belum jelas kaitannya dengan menjaga hubungan antarsesama.Murid dapat menyebutkan minimal tiga contoh tindakan nyata pengamalan sila kedua dalam menjaga hubungan antarsesama secara konkret dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan minimal tiga contoh tindakan nyata pengamalan sila kedua, menjelaskan dampak tindakan tersebut bagi hubungan antarsesama, dan menunjukkan komitmen pribadi yang spesifik untuk melaksanakannya.
Kemampuan menghubungkan sila pertama dan sila kedua dalam konteks nyataMurid belum dapat menjelaskan keterkaitan antara sila pertama dan sila kedua.Murid dapat menyebutkan bahwa sila pertama dan sila kedua saling berhubungan, namun penjelasannya masih sangat singkat dan belum didukung contoh.Murid dapat menjelaskan bahwa kepercayaan kepada Tuhan mendorong sikap menghargai sesama, dan memberikan satu contoh konkret yang menunjukkan keterkaitan kedua sila tersebut.Murid dapat menjelaskan keterkaitan sila pertama dan sila kedua dengan lebih dari satu contoh konkret dalam kehidupan nyata, serta menunjukkan pemahaman bahwa pengamalan Pancasila adalah satu kesatuan yang utuh.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok Kartu Situasi? Murid mana yang perlu pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Apa yang perlu saya ubah?
  • Apakah contoh tindakan yang disebutkan murid dalam Tabel Komitmen Sila cukup konkret dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sila pertama dan kedua?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara mengamalkan sila pertama atau sila kedua Pancasila?
  • Tindakan nyata mana yang paling ingin kamu lakukan setelah pelajaran ini? Mengapa tindakan itu penting bagimu?
  • Apakah ada hal yang masih membingungkan atau ingin kamu tanyakan tentang pengamalan sila pertama dan sila kedua?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI — Bab 2 'Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama' (bagian Ayo Membaca dan materi pengamalan sila-sila Pancasila)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI — Panduan Bab 2
  3. Kartu Situasi (disiapkan guru): kartu berisi 4–5 skenario situasi nyata yang berkaitan dengan pengamalan sila pertama dan sila kedua di lingkungan sekolah dan masyarakat
  4. Tabel Komitmen Sila (lembar kerja sederhana di buku tulis murid): kolom untuk mencatat satu sikap pengamalan sila pertama dan minimal tiga tindakan nyata pengamalan sila kedua
  5. Dua gambar situasi untuk asesmen awal (dapat dicetak atau ditampilkan di papan/layar): gambar anak-anak dari berbagai agama bermain bersama, dan gambar seseorang yang dikucilkan
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat kata kunci diskusi kelas
  7. Secarik kertas exit ticket untuk asesmen akhir

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.