MODUL AJAR Pendidikan Pancasila — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 2 — Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 35 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.2.1 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara
- TP 6.2.2 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
- TP 6.2.3 Menerapkan teladan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa negara kita menempatkan nilai Ketuhanan sebagai sila pertama dalam dasar negara?
- Apa makna nilai Kemanusiaan ketika sebuah negara membuat aturan hukum bagi seluruh warganya?
- Mengapa sebuah negara yang memiliki beragam suku dan bahasa membutuhkan nilai persatuan sebagai dasar negaranya?
- Apa yang terjadi pada aturan di suatu negara jika para pemimpinnya tidak mengutamakan musyawarah dan keadilan bagi seluruh rakyat?
- Mengapa cara kita memperlakukan teman sehari-hari mencerminkan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa?
- Apa arti Pancasila sebagai petunjuk arah (pandangan hidup) saat kita berinteraksi dengan sesama yang berbeda dengan kita?
- Mengapa keputusan bersama tidak boleh diambil hanya berdasarkan kemauan satu orang yang paling berkuasa?
- Bagaimana nilai-nilai Pancasila membimbing kita ketika ada teman yang berbeda pendapat saat musyawarah?
- Bagaimana sikap para perumus Pancasila saat menghadapi perbedaan latar belakang dan pendapat ketika merumuskan dasar negara?
- Apa contoh tindakan nyata yang dapat kita lakukan di lingkungan masyarakat untuk meneladani toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tersebut?
- Bagaimana para tokoh bangsa merumuskan Pancasila saat ada banyak perbedaan pendapat?
- Apa yang terjadi di lingkungan RT atau desa jika warga tidak mau bermusyawarah dan bergotong royong?
- Apa yang dilakukan para tokoh bangsa ketika pendapat pribadi mereka berbeda demi kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia?
- Bagaimana caramu bertindak jika kepentingan bermain pribadimu berbenturan dengan kegiatan kerja bakti di lingkungan tempat tinggal?
- Bagaimana nilai-nilai Pancasila menjadi landasan dasar hukum dan penuntun hidup kita sehari-hari?
- Sikap teladan apa dari para perumus Pancasila yang telah berhasil kalian terapkan di lingkungan masyarakat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menguraikan Makna Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan dalam Pancasila sebagai Dasar Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menguraikan makna nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan dalam Pancasila sebagai dasar negara (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat menanyakan kedudukan Pancasila: 'Sebagai apa Pancasila ketika menjadi landasan utama pembuatan aturan perundang-undangan di Indonesia?' (acuan jawaban: Pancasila sebagai dasar negara) dan 'Sebutkan 2 nilai yang terdapat pada sila ke-1 dan ke-2!' (acuan jawaban: nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui analogi pondasi bangunan: dasar negara adalah fondasi kokoh tempat berdirinya hukum dan tata pemerintahan Republik Indonesia, di mana Pembukaan UUD NRI 1945 alinea keempat menegaskan negara berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang adil dan beradab (7 menit).
- Murid membaca teks ringkas tentang makna nilai ketuhanan (negara menjamin kebebasan beragama dan hukum tidak boleh bertentangan dengan norma agama) dan nilai kemanusiaan (negara mengakui persamaan harkat, martabat, hak asasi, serta melarang diskriminasi dalam hukum) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan edukatif 'Tebak Kantong Sila Dasar Negara' secara berpasangan, di mana setiap meja menerima 4 kartu pernyataan untuk diklasifikasikan ke dalam 2 kantong (Kantong Nilai Ketuhanan vs Kantong Nilai Kemanusiaan) dengan kartu: (1) Negara menjamin kebebasan tiap warga menjalankan ibadah sesuai agama; (2) Hukum melindungi setiap warga negara dari perlakuan sewenang-wenang tanpa memandang suku atau ras; (3) Peraturan perundang-undangan di Indonesia dilarang memuat ajaran yang mengingkari adanya Tuhan; (4) Penegakan keadilan hukum memberikan perlindungan hak asasi manusia yang sederajat (acuan: kartu 1 dan 3 = Kantong Nilai Ketuhanan; kartu 2 dan 4 = Kantong Nilai Kemanusiaan) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Uraian Makna Dasar Negara berisi 2 tugas: (Tugas A) Menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara; (Tugas B) Menguraikan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara (acuan uraian Tugas A: negara berlandaskan keyakinan pada Tuhan, menjamin kemerdekaan beribadah, dan aturan hukum selaras dengan nilai keagamaan; acuan uraian Tugas B: negara menjunjung harkat martabat manusia, menjamin persamaan derajat di depan hukum, dan menolak diskriminasi atau kezaliman) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dengan mencocokkan uraian makna yang dibuat terhadap acuan pokok nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai fondasi negara (10 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi pada secarik kertas tentang kesadaran pentingnya memiliki dasar negara yang menjunjung nilai ketuhanan dan kemanusiaan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bahwa nilai ketuhanan menjadikan negara beriman dan menjamin kemerdekaan beragama, sedangkan nilai kemanusiaan memastikan seluruh tata hukum negara memperlakukan warga dengan adil dan bermartabat (3 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca sila ketiga, keempat, dan kelima untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu kata kunci makna (misalnya: fondasi hukum, jaminan ibadah, martabat manusia, anti-diskriminasi) bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konsep.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan terarah melalui pertanyaan pemandu uraian makna per butir, sedangkan murid yang cepat mengurai secara mandiri dengan elaborasi contoh aturan perlindungan hak warga.
- Produk: Uraian makna dapat dituangkan dalam bentuk bagan peta pikiran berpenjelasan atau teks uraian paragraf terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Sebagai apa Pancasila ketika menjadi pedoman pokok dan fondasi penyusunan peraturan perundang-undangan di Indonesia?' (acuan: sebagai dasar negara); (2) 'Sebutkan 2 nilai Pancasila yang terdapat pada sila pertama dan kedua!' (acuan: nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan/keberadaban).
Proses:- Pengamatan klasifikasi 4 kartu pernyataan: Kartu 1: 'Negara menjamin kebebasan tiap warga menjalankan ibadah sesuai agama' (Kunci: Nilai Ketuhanan); Kartu 2: 'Hukum melindungi setiap warga negara dari perlakuan sewenang-wenang tanpa memandang suku atau ras' (Kunci: Nilai Kemanusiaan); Kartu 3: 'Peraturan perundang-undangan di Indonesia dilarang memuat ajaran yang mengingkari adanya Tuhan' (Kunci: Nilai Ketuhanan); Kartu 4: 'Penegakan keadilan hukum memberikan perlindungan hak asasi manusia yang sederajat' (Kunci: Nilai Kemanusiaan). Kriteria: tepat menempatkan 4 dari 4 kartu sesuai kunci.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Uraian: Menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara (acuan: negara berlandaskan kepercayaan pada Tuhan, menjamin kebebasan memeluk agama/beribadah, hukum tidak boleh bertentangan dengan norma agama) dan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara (acuan: negara menjunjung martabat manusia, menjamin perlakuan adil di depan hukum, dan menolak diskriminasi/penindasan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar) berisi 2 pertanyaan: (1) 'Jelaskan 1 makna utama nilai ketuhanan sebagai dasar negara!' (acuan: negara mengakui adanya Tuhan / menjamin kebebasan warga memeluk agama dan beribadah / hukum bersumber dari nilai ketuhanan); (2) 'Jelaskan 1 makna utama nilai kemanusiaan sebagai dasar negara!' (acuan: negara memperlakukan setiap warga secara adil dan bermartabat tanpa diskriminasi / hukum melindungi hak asasi manusia).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal kesiapan materi nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai dasar negara.
- Penilaian kinerja klasifikasi 4 kartu pernyataan ke dalam Kantong Nilai Ketuhanan dan Kantong Nilai Kemanusiaan.
- Penilaian tertulis lembar kerja uraian makna nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai dasar negara menggunakan rubrik analitik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara | Belum mampu menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara (uraian tidak memuat unsur pengakuan adanya Tuhan, jaminan beribadah, atau hukum berlandaskan moral agama). | Menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara dengan memuat 1 unsur acuan secara tepat (antara: negara berlandaskan Ketuhanan, menjamin kebebasan beribadah, atau hukum tidak bertentangan dengan nilai agama) dengan bantuan guru. | Menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara secara mandiri dengan memuat minimal 2 unsur acuan secara tepat (negara mengakui keyakinan pada Tuhan dan menjamin kebebasan beribadah warga negara dalam hukum). | Menguraikan makna nilai ketuhanan sebagai dasar negara secara mandiri dan lengkap memuat seluruh 3 unsur acuan secara tepat (negara berlandaskan keyakinan pada Tuhan, menjamin perlindungan hukum kemerdekaan memeluk agama/beribadah, serta tata aturan negara tidak boleh bertentangan dengan norma keagamaan). | | Menguraikan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara | Belum mampu menguraikan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara (uraian tidak memuat unsur penghormatan martabat, persamaan derajat di mata hukum, atau perlindungan dari diskriminasi). | Menguraikan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara dengan memuat 1 unsur acuan secara tepat (antara: penghormatan martabat manusia, persamaan di mata hukum, atau anti-diskriminasi) dengan bimbingan guru. | Menguraikan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara secara mandiri dengan memuat minimal 2 unsur acuan secara tepat (negara menjunjung martabat manusia dan menjamin kesetaraan warga di hadapan hukum). | Menguraikan makna nilai kemanusiaan sebagai dasar negara secara mandiri dan lengkap memuat seluruh 3 unsur acuan secara tepat (penghormatan martabat kodrat manusia, jaminan hak asasi dan persamaan perlakuan hukum, serta penegakan hukum negara yang menolak segala bentuk perlakuan sewenang-wenang/diskriminasi). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan analogi pondasi bangunan efektif membantu murid memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar negara?
- Bagian mana dari uraian murid mengenai nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang masih membutuhkan penegasan konsep pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya pahami tentang arti nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai fondasi berdirinya negara Indonesia?
- Bagian penjelasan mana yang paling membantu saya menguraikan makna dasar negara hari ini?
Pertemuan 2 — Menguraikan Makna Nilai Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial sebagai Dasar Negara — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada kelanjutan materi dasar negara (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 3 nilai dasar yang terkandung dalam sila ke-3, ke-4, dan ke-5 Pancasila!' (acuan: Sila 3 = Persatuan, Sila 4 = Kerakyatan/Musyawarah, Sila 5 = Keadilan sosial) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguraikan makna nilai Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial dalam kedudukannya sebagai dasar negara Republik Indonesia (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks ringkas tentang makna nilai Sila ke-3 (dasar menjaga keutuhan bangsa di atas perbedaan), Sila ke-4 (dasar kedaulatan rakyat dan pengambilan keputusan melalui musyawarah), dan Sila ke-5 (dasar penyelenggaraan negara demi kesejahteraan dan keadilan seluruh rakyat) (10 menit).
- Murid menjawab tanya jawab terpimpin untuk mengonstruksi pemahaman mengenai kedudukan ketiga nilai tersebut sebagai fondasi hukum dan pedoman penyelenggaraan negara (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi menjadi pasangan untuk mengikuti permainan tantangan mencocokkan kartu kasus kenegaraan dengan sila yang mendasarinya (Menggembirakan): Kartu 1: 'Pemerintah membangun jembatan penghubung antarpulau agar seluruh warga merasakan kemakmuran yang merata' -> Sila 5 (Keadilan Sosial); Kartu 2: 'DPR bersama Presiden berembuk dan menyepakati undang-undang demi kepentingan bersama' -> Sila 4 (Kerakyatan); Kartu 3: 'TNI bersama masyarakat menjaga kedaulatan wilayah perbatasan dari ancaman perpecahan' -> Sila 3 (Persatuan) (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengerjakan lembar kerja 'Uraian Fondasi Negara' untuk menguraikan secara tertulis makna dari 3 nilai dasar negara: (1) Makna nilai Persatuan sebagai dasar negara; (2) Makna nilai Kerakyatan sebagai dasar negara; (3) Makna nilai Keadilan Sosial sebagai dasar negara (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis uraian dengan kunci acuan konsep dasar negara dan memeriksa bagian uraian yang telah tepat atau masih memerlukan pelurusan (10 menit).
Penutup:- Murid menyampaikan kesimpulan mengenai pentingnya nilai persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai penopang kehidupan bernegara (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas Pancasila dalam fungsinya sebagai pandangan hidup bangsa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kasus dengan teks berhuruf tebal dan gambar pendukung untuk murid yang membutuhkan penguatan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terstruktur berupa panduan kata kunci uraian bagi murid yang lambat; memberikan tantangan menganalisis 1 kasus regulasi tambahan bagi murid berkemampuan cepat.
- Produk: Uraian makna dapat dituangkan dalam bentuk peta konsep berstruktur atau paragraf uraian analitis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 nilai dasar yang terkandung dalam sila ke-3, ke-4, dan ke-5 Pancasila!' (Acuan jawaban: Sila ke-3 = Persatuan/kebangsaan, Sila ke-4 = Kerakyatan/musyawarah mufakat, Sila ke-5 = Keadilan sosial/kesejahteraan bersama).
Proses:- Observasi ketepatan murid memasangkan 3 kartu kasus kenegaraan: Kartu 1 (pembangunan jembatan penghubung kemakmuran merata) -> Sila 5; Kartu 2 (DPR & Presiden bermusyawarah menyusun UU) -> Sila 4; Kartu 3 (menjaga perbatasan dari perpecahan) -> Sila 3.
- Penilaian lembar kerja uraian 3 makna nilai dasar negara dengan kriteria acuan: Nilai Persatuan (sebagai dasar menjaga keutuhan NKRI dan mencegah disintegrasi), Nilai Kerakyatan (sebagai dasar sistem pemerintahan berkedaulatan rakyat melalui musyawarah perwakilan), Nilai Keadilan Sosial (sebagai dasar penyelenggaraan negara guna mewujudkan pemerataan kemakmuran bagi seluruh warga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menuliskan satu kalimat uraian makna mengapa nilai keadilan sosial wajib menjadi dasar pembentukan hukum di Indonesia (Kriteria penerimaan: uraian menyebutkan fungsi nilai keadilan sosial sebagai dasar agar hukum melindungi hak semua warga tanpa diskriminasi atau mewujudkan kemakmuran yang merata).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan pencocokan kartu kasus kenegaraan
- Pemeriksaan lembar kerja uraian makna nilai persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai dasar negara
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan makna nilai Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial sebagai dasar negara | Belum mampu menguraikan makna ketiga nilai sebagai dasar negara dengan tepat, atau hanya menyebutkan nama sila tanpa penjelasan fungsi dasar negara. | Mampu menguraikan dengan tepat makna 1 dari 3 nilai (Persatuan, Kerakyatan, atau Keadilan Sosial) dalam fungsinya sebagai dasar negara sesuai acuan. | Mampu menguraikan dengan tepat makna 2 dari 3 nilai (Persatuan, Kerakyatan, atau Keadilan Sosial) dalam fungsinya sebagai dasar negara sesuai acuan. | Mampu menguraikan secara lengkap dan tepat makna seluruh 3 nilai (Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial) dalam fungsinya sebagai dasar negara sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan analogi dan pencocokan kartu kasus efektif membantu murid menguraikan nilai sila 3, 4, dan 5 sebagai dasar negara?
- Bagian uraian nilai manakah yang paling banyak mengalami miskonsepsi pada murid?
Murid:- Nilai dasar negara manakah di antara persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial yang maknanya paling mudah saya uraikan?
- Mengapa aturan hukum di Indonesia tidak boleh melanggar nilai persatuan dan keadilan sosial?
Pertemuan 3 — Menguraikan Makna Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa dalam Hubungan Antarsesama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan perlengkapan belajar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti pandangan hidup bangsa?' (acuan: pedoman, petunjuk arah, atau cara pandang bangsa dalam bersikap sehari-hari) dan (2) 'Sebutkan 1 contoh sikap menghargai sesama yang mencerminkan pandangan hidup Pancasila!' (acuan: menolong teman tanpa membeda-bedakan/menghormati teman yang beribadah) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam hubungan antarsesama (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca teks narasi singkat tentang konsep pandangan hidup bangsa (weltanschauung) sebagai pedoman bersikap terhadap sesama manusia (7 menit).
- Guru memandu diskusi kelas mengenai makna nilai Pancasila sebagai kompas moral dan pedoman perilaku dalam interaksi antarsesama (sila 1 s.d. 5) dengan penuh kesadaran dan ketertiban (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan kartu tantangan 'Kompas Nilai Antarsesama' (prinsip menggembirakan): setiap pasangan mencocokkan 4 kartu studi kasus perilaku antarsesama dengan uraian makna nilai sila Pancasila yang tepat. Kasus 1: Membantu teman yang terjatuh tanpa melihat latar belakang sukunya (makna: Sila 2, menjunjung tinggi harkat martabat manusia dan rasa welas asih antarsesama). Kasus 2: Menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah saat belajar kelompok (makna: Sila 1, toleransi dan kebebasan memeluk keyakinan). Kasus 3: Membagi tugas piket kebersihan kelas secara adil tanpa pilih kasih (makna: Sila 5, keadilan dan perlakuan setara bagi sesama). Kasus 4: Menjaga kerukunan dan tidak mengejek perbedaan dialek teman sekelas (makna: Sila 3, persatuan dan keharmonisan antarsesama) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Uraian Kompas Pancasila' untuk menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa pada 3 situasi hubungan antarsesama di lingkungan sekitar: (1) Sikap saat tetangga berbeda agama tertimpa musibah (acuan uraian: memuat makna nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yaitu gotong royong dan kasih sayang antarsesama tanpa membedakan agama); (2) Sikap ketika terjadi perselisihan pendapat antarteman (acuan uraian: memuat makna nilai Kerakyatan/Persatuan yaitu menahan ego, saling menghargai, dan mendamaikan); (3) Sikap terhadap teman yang belum mendapatkan giliran fasilitas belajar (acuan uraian: memuat makna nilai Keadilan Sosial yaitu memberikan hak yang setara dan tidak mementingkan diri sendiri) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil uraian pada lembar kerja dan memberikan tanggapan berdasarkan kelengkapan uraian makna nilai Pancasila yang telah dirumuskan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap uraian murid dan membimbing murid menyimpulkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup membimbing setiap tindakan nyata kita terhadap sesama (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai pentingnya memiliki pedoman nilai dalam bergaul dengan sesama (5 menit).
- Guru memberikan informasi rencana pembelajaran pertemuan berikutnya (pengambilan keputusan bersama) dan menutup kegiatan pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan kata kunci makna tiap sila; murid yang berpencapaian tinggi diberikan teks kasus relasi sosial yang lebih kompleks dengan konflik antarteman yang berlapis.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan berdiskusi dalam bimbingan intensif guru (scaffolding langkah demi langkah), sedangkan murid yang cepat bekerja mandiri.
- Produk: Uraian makna pada lembar kerja dapat berupa poin-poin terstruktur atau paragraf analitis komparatif sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Apa arti pandangan hidup bangsa?' (kriteria acuan jawaban benar: menyebutkan bahwa pandangan hidup adalah pedoman/petunjuk arah/cara pandang hidup suatu bangsa dalam bersikap dan bertindak); (2) 'Sebutkan 1 contoh perlakuan baik kepada teman yang mencerminkan Pancasila sebagai pandangan hidup!' (kriteria acuan jawaban benar: menyebutkan perlakuan adil, tolong-menolong tanpa diskriminasi, atau toleransi beribadah).
Proses:- Formatif proses melalui Lembar Kerja 'Uraian Kompas Pancasila' dengan 3 situasi relasi antarsesama. Acuan ketepatan uraian: Situasi 1 (tetangga beda agama kena musibah) = menguraikan makna kepedulian kemanusiaan dan toleransi beragama; Situasi 2 (perselisihan antarteman) = menguraikan makna menjaga kerukunan persatuan dan saling menghargai pendapat; Situasi 3 (pembagian fasilitas belajar) = menguraikan makna keadilan sosial dan penghormatan atas hak sesama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup (lisan/tertulis singkat 1 butir): 'Mengapa Pancasila disebut sebagai pandangan hidup bangsa dalam memperlakukan teman yang berbeda latar belakang?' (Kriteria acuan jawaban benar: karena sila-sila Pancasila memberikan arahan dan nilai moral agar sesama warga bangsa saling menghormati, hidup rukun, bersikap adil, dan tidak membeda-bedakan martabat manusia).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal mengenai pengertian pandangan hidup bangsa dan contoh sikap terhadap sesama.
- Observasi unjuk kerja permainan pencocokan kartu 'Kompas Nilai Antarsesama'.
- Penilaian Lembar Kerja 'Uraian Kompas Pancasila' yang mengukur kemampuan menguraikan makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam 3 situasi hubungan antarsesama.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam hubungan antarsesama | Belum mampu menguraikan makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup pada situasi hubungan antarsesama (hanya menyebutkan nama sila tanpa menghubungkan dengan makna pedoman sikap). | Mampu menguraikan makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup pada 1 dari 3 situasi hubungan antarsesama secara tepat sesuai acuan materi. | Mampu menguraikan makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup pada 2 dari 3 situasi hubungan antarsesama secara tepat sesuai acuan materi. | Mampu menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa pada seluruh 3 situasi hubungan antarsesama secara tepat, komprehensif, dan mandiri sesuai acuan materi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permainan kartu 'Kompas Nilai Antarsesama' efektif membantu murid mengonstruksi pemahaman tentang Pancasila sebagai pandangan hidup?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menguraikan makna nilai pada lembar kerja mandiri, dan apakah diferensiasi bimbingan sudah berjalan optimal?
Murid:- Apa hal baru yang saya pahami tentang arti Pancasila sebagai petunjuk hidup dalam bergaul dengan teman?
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantu saya memahami cara memperlakukan sesama dengan adil dan rukun?
Pertemuan 4 — Menguraikan Makna Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa dalam Pengambilan Keputusan Bersama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam proses pengambilan keputusan bersama (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 1 contoh sikap dalam musyawarah yang sesuai dengan nilai Pancasila!' (acuan: mendengarkan pendapat orang lain, tidak memaksakan kehendak, menerima hasil mufakat, bersikap santun, mengutamakan kepentingan bersama) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks studi kasus singkat tentang musyawarah pemilihan ketua regu karya wisata kelas VI yang menemui perbedaan pendapat (acuan konsep: Pancasila sebagai pandangan hidup menjadi pedoman etika dalam musyawarah agar mufakat tercapai secara adil, tidak egois, menghargai sesama, dan berlandaskan kejujuran) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi untuk mengidentifikasi 3 tindakan dalam teks yang mencerminkan Pancasila sebagai pedoman hidup saat mengambil keputusan (acuan tindakan: 1. Memberi kesempatan bicara kepada semua anggota; 2. Tidak memotong pembicaraan orang lain; 3. Menerima keputusan hasil voting/mufakat dengan lapang dada) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan aktivitas interaktif yang menggembirakan berupa permainan kartu 'Tepat Menilai Musyawarah': tiap kelompok menerima 4 kartu kasus situasi pengambilan keputusan bersama, lalu murid menguraikan makna nilai Pancasila yang terkandung atau yang dilanggar di dalamnya (Isi 4 kartu: Kartu 1: 'Ketua kelas memutuskan tempat wisata sendiri tanpa bertanya kepada teman-teman' -> melanggar sila ke-4 karena memaksakan kehendak sepihak; Kartu 2: 'Regu piket membagi tugas menyapu dan mengepel secara merata melalui rembuk bersama' -> mencerminkan sila ke-4 dan ke-5 karena adil dan bermusyawarah; Kartu 3: 'Doni mengejek usulan Beni yang kurang disetujuinya' -> melanggar sila ke-2 dan ke-4 karena tidak menghormati pendapat sesama; Kartu 4: 'Semua murid menyepakati jadwal latihan senam bersama demi kesuksesan kelas' -> mencerminkan sila ke-3 dan ke-4 karena mengutamakan persatuan dan keputusan bersama) (15 menit).
- Setiap murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Penguraian: murid menuliskan uraian 2 paragraf tentang makna nilai Pancasila (khususnya nilai kerakyatan/musyawarah dan persatuan) sebagai pandangan hidup ketika menghadapi perbedaan pendapat dalam musyawarah (acuan: uraian mencakup pentingnya saling menghargai pendapat, tujuan mencapai mufakat untuk kebaikan bersama, dan larangan memaksakan kehendak) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak meninjau kembali apa yang dirasakan ketika pendapat mereka tidak diterima dalam musyawarah dan bagaimana nilai Pancasila membimbing mereka untuk tetap berjiwa besar (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan bersama bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa menuntun kita dalam pengambilan keputusan bersama agar mengutamakan musyawarah untuk mufakat, saling menghargai, dan menjunjung tinggi keadilan (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil lembar kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kasus dengan kata kunci pemandu (misal: 'menghargai', 'memaksakan'), sedangkan murid yang mahir diberikan kasus dilematis musyawarah tingkat warga desa.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menguraikan difasilitasi guru dengan pertanyaan penuntun bertahap, sementara murid mahir menguraikan secara mandiri dengan menghubungkan minimal dua sila Pancasila.
- Produk: Uraian pemahaman dapat dituliskan dalam bentuk paragraf terstruktur atau bagan alur sebab-akibat pengamalan nilai musyawarah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 contoh sikap dalam musyawarah yang sesuai dengan nilai Pancasila!' (Kriteria/acuan jawaban benar: menyebutkan minimal 1 dari sikap berikut: mendengarkan pendapat orang lain, tidak memotong pembicaraan, tidak memaksakan kehendak, menerima hasil mufakat dengan ikhlas, mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi).
Proses:- Observasi keterlibatan diskusi dan ketepatan murid mengidentifikasi makna nilai Pancasila pada 4 kartu kasus: Kartu 1 (pelanggaran sila 4: pemaksaan kehendak sepihak), Kartu 2 (pengamalan sila 4 & 5: pembagian adil via rembuk), Kartu 3 (pelanggaran sila 2 & 4: tidak menghargai pendapat orang lain), Kartu 4 (pengamalan sila 3 & 4: mufakat demi persatuan dan kebaikan bersama).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar kerja individu berupa uraian tertulis tentang makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam musyawarah (Kriteria ketercapaian: menguraikan dengan tepat 3 unsur inti: fungsi Pancasila sebagai pedoman bersikap saling menghargai saat berbeda pendapat, pengambilan keputusan berorientasi pada mufakat/kebaikan bersama, dan kesediaan menerima kesepakatan bersama secara bertanggung jawab).
Formatif:- Penilaian proses pengerjaan analisis 4 kartu situasi musyawarah pada aktivitas kelompok.
- Penilaian lembar kerja tertulis individu: penguraian makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam pengambilan keputusan bersama.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan Makna Nilai Pancasila dalam Pengambilan Keputusan Bersama | Belum mampu menguraikan makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dalam pengambilan keputusan bersama, atau hanya menyebutkan nama sila tanpa penjelasan makna. | Mampu menguraikan 1 unsur makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dalam pengambilan keputusan bersama dengan bantuan panduan guru. | Mampu menguraikan 2 dari 3 unsur makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dalam pengambilan keputusan bersama (menghargai perbedaan pendapat, tujuan mufakat bersama, atau tanggung jawab melaksanakan hasil) secara mandiri. | Mampu menguraikan seluruh 3 unsur makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dalam pengambilan keputusan bersama secara runtut, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah memahami secara mendalam bahwa musyawarah bukan sekadar adu suara, melainkan cerminan pandangan hidup bangsa Indonesia yang memuliakan persatuan dan keadilan?
- Bagian mana dari kegiatan permainan kartu situasi musyawarah yang paling efektif mendorong daya nalar kritis murid?
Murid:- Apa yang akan kamu lakukan jika dalam musyawarah kelas usulanmu tidak terpilih menjadi keputusan bersama?
- Sikap Pancasila apa yang menurutmu paling menantang untuk dipraktikkan saat berdiskusi menentukan kegiatan kelompok?
Pertemuan 5 — Menerapkan Teladan Sikap Toleransi dan Menghargai Perbedaan Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Menerapkan teladan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan teladan sikap toleransi dan menghargai perbedaan dari para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang sikap teladan perumus Pancasila (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak ulasan ringkas dan membaca teks situasi tentang keteladanan para perumus Pancasila yang saling menghormati perbedaan suku, agama, dan pandangan demi keutuhan bangsa (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 wujud sikap teladan toleransi para perumus Pancasila yang relevan diterapkan dalam pergaulan masyarakat (acuan: (1) Menghormati pelaksanaan ibadah tetangga berbeda agama; (2) Tidak mencela tradisi, logat, atau asal daerah orang lain; (3) Memberi kesempatan yang sama kepada semua warga tanpa membeda-bedakan latar belakang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid mengikuti 'Tantangan Solusi Toleransi': murid menerima lembar kerja yang memuat 3 studi kasus situasi masyarakat berikut dan menentukan tindakan penerapan toleransi yang tepat: (Kasus 1) Tetangga sedang merayakan hari besar agamanya di rumah sehingga jalanan agak padat; (Kasus 2) Ada warga baru yang berasal dari daerah lain dan memiliki logat bicara yang berbeda saat arisan RT; (Kasus 3) Kerja bakti lingkungan membersihkan selokan melibatkan warga dari latar belakang yang majemuk (acuan tindakan: Kasus 1 = bersikap maklum, tidak membuat kegaduhan, dan memberi ucapan selamat atau bantuan parkir; Kasus 2 = menyapa ramah, mengajak berbaur, dan tidak menertawakan atau meniru logatnya; Kasus 3 = bergotong royong bersama tanpa mengelompokkan diri hanya dengan warga sesuku) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri menuliskan 1 rencana tindakan penerapan konkret sikap toleransi dan menghargai perbedaan yang akan dilakukannya di lingkungan rukun tetangga/tempat tinggalnya sendiri (acuan kriteria: tindakan realistis, memuat interaksi dengan warga masyarakat yang berbeda latar belakang, serta menunjukkan penghormatan tanpa diskriminasi) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening dengan berkesadaran untuk merenungkan dan mengecek kembali apakah rencana tindakan penerapan toleransi yang disusun sudah benar-benar mencerminkan keteladanan para perumus Pancasila (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pentingnya menerapkan teladan sikap toleransi para perumus Pancasila dalam menjaga kerukunan hidup bermasyarakat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil pengerjaan lembar kerja penerapan toleransi serta menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan berisi contoh kata kunci tindakan toleransi bagi murid yang membutuhkan bantuan pemahaman situasi sosial.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah saat menganalisis studi kasus 1, sedangkan murid yang mahir diminta merumuskan 2 alternatif tindakan penerapan toleransi pada kasus yang sama.
- Produk: Format penulisan rencana penerapan dapat berupa daftar poin tindakan singkat terstruktur maupun narasi rencana aksi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai sikap perumus: 'Sebutkan 1 contoh peristiwa yang menunjukkan para perumus Pancasila saling menghargai perbedaan!' (acuan: Kesepakatan perubahan sila pertama dalam Piagam Jakarta demi persatuan bangsa Indonesia dari beragam latar belakang keyakinan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam pengerjaan 'Tantangan Solusi Toleransi' dan pemeriksaan ketepatan penerapan sikap pada 3 kasus: Kasus 1 (tetangga beda agama rayakan hari besar), Kasus 2 (warga baru beda logat/daerah), Kasus 3 (kerja bakti warga majemuk).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk rencana tindakan penerapan sikap toleransi di lingkungan masyarakat dengan kriteria penerimaan: menyebutkan pihak masyarakat yang dihadapi, tindakan konkret penghormatan perbedaan yang dilakukan, dan keselarasan dengan nilai teladan perumus Pancasila.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja LKPD studi kasus pemecahan masalah toleransi di lingkungan masyarakat dan penilaian rencana aksi penerapan toleransi mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan teladan sikap toleransi dan menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat | Belum mampu menentukan tindakan penerapan toleransi pada ketiga kasus situasi masyarakat yang disajikan. | Mampu menentukan tindakan penerapan toleransi secara tepat pada 1 dari 3 kasus situasi masyarakat yang disajikan (Kasus 1, 2, atau 3). | Mampu menentukan tindakan penerapan toleransi secara tepat pada 2 dari 3 kasus situasi masyarakat yang disajikan. | Mampu menentukan tindakan penerapan toleransi secara tepat pada seluruh 3 kasus situasi masyarakat yang disajikan serta menyusun rencana aksi penerapan toleransi mandiri yang realistis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran kontekstual berhasil membantu murid menghubungkan sikap perumus Pancasila dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitarnya?
- Bagian mana dari kegiatan pemecahan studi kasus yang memerlukan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya teladani dari para perumus Pancasila saat mereka menghadapi perbedaan?
- Sikap toleransi apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya terapkan di lingkungan tetangga saya?
Pertemuan 6 — Menerapkan Teladan Sikap Musyawarah dan Gotong Royong Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Menerapkan teladan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan teladan sikap musyawarah dan gotong royong para perumus Pancasila dalam situasi kehidupan bermasyarakat (3 menit).
- Guru memberikan asesmen awal berupa kuis lisan 2 butir singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam menerapkan sikap musyawarah dan gotong royong: (1) Tindakan apa yang mencerminkan musyawarah saat warga berbeda pilihan jadwal kerja bakti? (acuan: mendiskusikan bersama untuk mencapai mufakat); (2) Tindakan apa yang mencerminkan gotong royong saat saluran air lingkungan tersumbat? (acuan: bekerja bersama-sama membersihkan saluran air tanpa pamrih) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan singkat guru tentang keteladanan tokoh perumus Pancasila (seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan Mr. Mohammad Yamin) yang selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat serta semangat gotong royong demi persatuan bangsa (5 menit).
- Murid secara berpasangan mencocokkan kartu studi kasus dengan bentuk tindakan penerapan teladan di masyarakat melalui permainan tantangan cepat 'Pasangan Teladan': Disediakan 4 kartu masalah masyarakat berikut: (1) Warga berselisih menentukan hari ronda malam; (2) Lapangan desa kotor setelah perayaan hari kemerdekaan; (3) Penentuan pembagian giliran air irigasi warga; (4) Perbaikan jembatan penyeberangan kampung yang rusak. Murid memasangkan kartu tersebut dengan kartu tindakan: (A) Musyawarah mufakat menentukan jadwal ronda bersama; (B) Kerja bakti gotong royong menyapu dan mengumpulkan sampah lapangan; (C) Musyawarah rembug desa membagi air secara adil; (D) Gotong royong menyumbang tenaga dan material memperbaiki jembatan. Kunci acuan: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Penerapan Sikap yang memuat 2 situasi nyata di lingkungan masyarakat: Situasi 1: Di lingkungan RW terjadi perbedaan usulan perbaikan jalan atau pembuatan pos ronda; Situasi 2: Saluran selokan warga tersumbat menjelang musim hujan sehingga butuh aksi serentak (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan rencana tindakan penerapan konkret sikap musyawarah dan gotong royong pada kedua situasi tersebut pada Lembar Kerja: untuk Situasi 1 (acuan penerapan: mengusulkan rapat musyawarah warga RT/RW, mendengarkan semua usulan secara tertib, dan menyepakati prioritas bersama tanpa memaksakan kehendak), untuk Situasi 2 (acuan penerapan: ikut serta gotong royong kerja bakti membersihkan selokan, berbagi tugas membawa alat/membersihkan kotoran bersama warga lain) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali tindakan yang telah mereka rancang menggunakan daftar periksa keterlaksanaan nilai musyawarah (mencari kesepakatan bersama) dan gotong royong (bekerja sama sukarela untuk kepentingan bersama) (10 menit).
- Murid menyimpulkan manfaat nyata bila teladan musyawarah dan gotong royong para perumus Pancasila dijalankan secara konsisten di lingkungan tempat tinggal (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap tindakan penerapan sikap musyawarah dan gotong royong yang ditulis murid (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa menutup materi bab karena masih ada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu pilihan tindakan konkret yang tinggal dipilih dan disesuaikan dengan situasi masyarakat; murid mahir diberikan situasi konflik perbedaan pendapat yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam mengidentifikasi langkah musyawarah bertahap; murid mahir menyelesaikan secara mandiri.
- Produk: Rencana tindakan dapat dituliskan dalam bentuk daftar langkah praktis 3 poin utama atau uraian paragraf solutif terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab lisan kesiapan penerapan: (1) Tindakan mencerminkan musyawarah saat penentuan jadwal ronda berbeda (acuan: mengadakan pertemuan/musyawarah untuk menyepakati jadwal bersama); (2) Tindakan mencerminkan gotong royong saat selokan tersumbat kotoran (acuan: bekerja sama membersihkan selokan secara sukarela).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam tantangan berpasangan memasangkan 4 kartu masalah masyarakat dengan kartu tindakan teladan para perumus (acuan kunci: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Penerapan Sikap pada Situasi 1 (musyawarah) dan Situasi 2 (gotong royong) dengan kriteria ketepatan wujud aksi di masyarakat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir singkat di akhir sesi: Tuliskan 1 contoh penerapan musyawarah di lingkungan tempat tinggalmu (kriteria penerimaan: menyebut tindakan konkret berdiskusi/mufakat bersama warga/keluarga tanpa memaksakan kehendak) dan 1 contoh penerapan gotong royong di lingkungan tempat tinggalmu (kriteria penerimaan: menyebut tindakan nyata bekerja sama sukarela membantu kepentingan umum seperti kerja bakti/kebersihan).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja pencocokan kartu 'Pasangan Teladan'
- Penilaian tertulis lembar kerja penerapan teladan sikap musyawarah dan gotong royong
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan teladan sikap musyawarah para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat | Belum mampu menentukan tindakan penerapan sikap musyawarah yang tepat pada situasi masyarakat yang diberikan. | Mampu menentukan 1 tindakan penerapan sikap musyawarah di masyarakat namun masih memerlukan bimbingan guru agar sesuai acuan kesepakatan bersama. | Mampu menentukan tindakan penerapan sikap musyawarah secara tepat pada situasi masyarakat secara mandiri (acuan: merumuskan rapat/dialog bersama untuk mencapai mufakat). | Mampu menentukan tindakan penerapan sikap musyawarah secara lengkap, terperinci, dan mandiri pada berbagai situasi permasalahan warga di masyarakat. | | Penerapan teladan sikap gotong royong para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat | Belum mampu menentukan tindakan penerapan sikap gotong royong yang tepat pada situasi masyarakat yang diberikan. | Mampu menentukan 1 tindakan gotong royong di masyarakat namun wujud tindakannya masih bersifat individual/belum menunjukkan kerja sama bersama warga. | Mampu menentukan tindakan penerapan sikap gotong royong secara tepat pada situasi masyarakat secara mandiri (acuan: bekerja sama secara sukarela demi kepentingan bersama). | Mampu menentukan tindakan penerapan sikap gotong royong secara lengkap, terperinci, dan mandiri beserta pembagian peran kerja bersama di masyarakat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengaitkan teladan musyawarah dan gotong royong para perumus Pancasila dengan tindakan nyata di lingkungan sekitarnya?
- Bagian mana dari langkah simulasi atau lembar kerja kasus yang memerlukan pendampingan lebih intensif?
Murid:- Sikap teladan apa dari perumus Pancasila yang sudah berhasil saya terapkan di rumah atau masyarakat?
- Apa kesulitan yang saya temui saat membayangkan pemecahan masalah bersama warga secara musyawarah dan gotong royong?
Pertemuan 7 — Menerapkan Teladan Sikap Mengutamakan Kepentingan Bersama Para Perumus Pancasila di Lingkungan Masyarakat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Menerapkan teladan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menerapkan teladan sikap mengutamakan kepentingan bersama para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan saat perumus Pancasila mengalah demi kepentingan bangsa, dan 1 contoh tindakan anak di RT ketika ada jadwal ronda atau kerja bakti' (acuan: perumus rela mengubah kalimat dalam Piagam Jakarta/menerima kesepakatan bersama; anak ikut membantu kerja bakti daripada bermain sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati narasi keteladanan para perumus Pancasila (seperti Mohammad Hatta dan tokoh lainnya) yang rela menomorduakan kepentingan golongan demi persatuan seluruh rakyat Indonesia (8 menit).
- Murid bersama teman sebangku menelaah 3 skenario situasi di lingkungan masyarakat: Skenario 1: Antre air bersih di posko warga saat kemarau; Skenario 2: Kerja bakti membersihkan selokan kampung menjelang musim hujan; Skenario 3: Penataan kendaraan warga saat ada acara bersama di balai RT (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan berpasangan 'Aksi Mengutamakan Kepentingan Bersama' dengan memilih 3 kartu tindakan nyata dari 4 kartu yang tersedia untuk menyelesaikan masalah warga secara adil dan tertib (Kartu 1: Membantu membagikan ember secara bergantian; Kartu 2: Mengambil air sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri dulu [pengalih]; Kartu 3: Ikut mengumpulkan sampah plastik di selokan bersama warga; Kartu 4: Memarkir sepeda di tempat yang telah ditentukan agar tidak menutup jalan) (acuan kartu tepat: Kartu 1, Kartu 3, Kartu 4) (15 menit).
- Secara mandiri, murid menyusun lembar rencana penerapan teladan mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan rukun tetangga/tempat tinggal dengan mengisi 3 tindakan nyata yang akan dilakukan saat: (1) Kegiatan kerja bakti lingkungan, (2) Penggunaan fasilitas umum/lapangan warga, (3) Pembagian giliran kegiatan warga (acuan: tindakan mendahulukan kepentingan warga/orang banyak di atas kenyamanan diri sendiri) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rencana tindakan yang telah dibuat dengan panduan pertanyaan: 'Apakah tindakan yang saya pilih benar-benar membawa kebaikan bagi banyak orang dan meneladani para pendiri bangsa?' (5 menit).
- Murid saling menukar lembar rencana dengan rekan sebangku untuk saling memeriksa keselarasan tindakan dengan sikap mengutamakan kepentingan bersama di masyarakat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap hasil pengerjaan lembar penerapan murid (3 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat sebagaimana teladan para perumus Pancasila, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar situasi nyata di masyarakat; murid yang mahir diberikan skenario konflik kepentingan warga yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing dalam merumuskan tindakan bertahap pada lembar tugas; murid yang cepat bekerja secara mandiri merumuskan 4 rencana tindakan nyata.
- Produk: Format penulisan rencana aksi dapat berupa daftar poin berurutan atau tabel jadwal tindakan di masyarakat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan 1 contoh sikap perumus Pancasila saat mengutamakan kepentingan bangsa dan 1 contoh sikap anak di lingkungan masyarakat yang mendahulukan kepentingan bersama' (acuan kunci: menerima perubahan rumusan dasar negara demi persatuan bangsa; mendahulukan kerja bakti warga daripada bermain game).
Proses:- Observasi ketepatan murid memilah 3 tindakan yang mengutamakan kepentingan bersama dari 4 kartu tantangan (acuan benar: Kartu 1 [antre air bersama], Kartu 3 [membersihkan selokan], Kartu 4 [parkir sepeda tertib]; pengalih: Kartu 2 [mengambil air sebanyak-banyaknya untuk diri sendiri]).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar rencana penerapan teladan: murid menuliskan 3 tindakan konkret mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat pada 3 situasi (kerja bakti warga, fasilitas umum, giliran kegiatan RT) sesuai kriteria: mendahulukan manfaat bersama di atas kepentingan individu tanpa memilih opsi mementingkan diri sendiri.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pemilihan kartu tindakan pada tantangan berpasangan
- Penilaian lembar rencana penerapan teladan sikap mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan teladan sikap mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat | Belum mampu menuliskan tindakan nyata yang mencerminkan sikap mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat atau seluruh pilihan masih mementingkan diri sendiri. | Mampu menuliskan 1 dari 3 tindakan nyata yang mencerminkan sikap mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat sesuai acuan situasi dengan bimbingan guru. | Mampu menuliskan 2 dari 3 tindakan nyata yang mencerminkan sikap mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat sesuai acuan situasi secara mandiri. | Mampu menuliskan seluruh 3 tindakan nyata yang mencerminkan sikap mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat (pada situasi kerja bakti, fasilitas umum, dan giliran kegiatan RT) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan tindakan yang mementingkan diri sendiri dan tindakan yang mengutamakan kepentingan bersama di lingkungan masyarakat?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan berpasangan dan penyusunan rencana aksi mandiri?
Murid:- Apa contoh tindakan mengutamakan kepentingan bersama yang paling mudah kamu terapkan di lingkungan rumahmu minggu ini?
- Mengapa kita harus rela mendahulukan kepentingan orang banyak seperti para perumus Pancasila?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara
- TP 6.2.2 Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
- TP 6.2.3 Menerapkan teladan sikap para perumus Pancasila di lingkungan masyarakat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 yang mencakup tiga tugas: tes tertulis uraian (TP 1), presentasi paparan kelompok (TP 2), dan pengumpulan jurnal refleksi portofolio (TP 3) (3 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen, menjaga ketenangan, serta membagikan lembar tes tertulis uraian kepada setiap murid (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis uraian yang memuat 3 butir soal: Soal 1: Menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara (Acuan: landasan hukum tertinggi dan pedoman pembentukan segala peraturan perundang-undangan di Indonesia); Soal 2: Menguraikan makna nilai ketuhanan dan kemanusiaan sebagai dasar negara (Acuan: negara menjamin kemerdekaan beragama dan mengakui persamaan derajat serta hak asasi manusia); Soal 3: Menguraikan makna nilai persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial sebagai dasar negara (Acuan: negara melindungi segenap bangsa, kedaulatan di tangan rakyat melalui musyawarah perwakilan, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan mandiri mengerjakan tes tertulis uraian serentak mengenai makna Pancasila sebagai dasar negara selama waktu yang ditentukan lalu lembar jawaban dikumpulkan (20 menit).
- Secara bergantian, 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) melakukan paparan lisan menyajikan penjelasan makna nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa beserta contoh penerapannya (Acuan materi: Sila 1: saling menghormati peribadatan; Sila 2: gemar menolong sesama; Sila 3: menjaga kerukunan antarwarga; Sila 4: mengutamakan musyawarah mufakat; Sila 5: bersikap adil dan menghormati hak orang lain) dengan durasi 5 menit per kelompok (30 menit).
- Murid menyerahkan laporan tertulis lembar jurnal refleksi diri yang memuat catatan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila (toleransi, musyawarah, gotong royong) di lingkungan masyarakat yang telah dilengkapi tanda tangan/pengesahan orang tua atau wali (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh dokumen portofolio dan lembar asesmen yang telah diselesaikan (2 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum perjalanan belajar sepanjang Bab 2 tentang pengamalan Pancasila untuk kebahagiaan bersama (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid selama asesmen, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks soal tertulis dicetak dengan huruf yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, tanpa mengubah substansi pertanyaan.
- Proses: Akomodasi waktu/tata letak tempat duduk untuk murid yang memerlukan ketenangan lebih saat menulis, tanpa mengubah durasi kompetensi.
- Produk: Format penyerahan jurnal refleksi fisik diverifikasi kesesuaian tanda tangan pengesahan orang tua tanpa mengubah indikator penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi tertulis serentak dan portofolio jurnal refleksi tindakan nyata: Lembar jawaban uraian makna Pancasila sebagai dasar negara, naskah paparan presentasi nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, dan lembar jurnal refleksi penerapan teladan sikap perumus Pancasila di lingkungan masyarakat yang telah divalidasi
- tes tertulis uraian serentak: Lembar jawaban tertulis berisi uraian penjelasan makna nilai-nilai sila Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara Republik Indonesia yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tes tertulis uraian dan kunci pedoman penskoran)
- penilaian kinerja presentasi kelompok: Paparan lisan dalam kelompok beranggotakan 4-5 murid yang menyajikan penjelasan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (6 kelompok x 5 menit presentasi dan tanggapan) (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kejelasan isi, ketepatan contoh, artikulasi))
- penilaian portofolio jurnal refleksi diri: Laporan tertulis dalam lembar jurnal refleksi diri yang memuat catatan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila (seperti musyawarah, toleransi, gotong royong) di lingkungan masyarakat yang dilengkapi pengesahan orang tua/wali (15 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio refleksi diri dan lembar verifikasi orang tua)
Sumatif:- Asesmen kombinasi tertulis serentak dan portofolio jurnal refleksi tindakan nyata: Lembar jawaban uraian makna Pancasila sebagai dasar negara, naskah paparan presentasi nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, dan lembar jurnal refleksi penerapan teladan sikap perumus Pancasila di lingkungan masyarakat yang telah divalidasi
- tes tertulis uraian serentak: Lembar jawaban tertulis berisi uraian penjelasan makna nilai-nilai sila Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara Republik Indonesia yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tes tertulis uraian dan kunci pedoman penskoran)
- penilaian kinerja presentasi kelompok: Paparan lisan dalam kelompok beranggotakan 4-5 murid yang menyajikan penjelasan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (6 kelompok x 5 menit presentasi dan tanggapan) (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kejelasan isi, ketepatan contoh, artikulasi))
- penilaian portofolio jurnal refleksi diri: Laporan tertulis dalam lembar jurnal refleksi diri yang memuat catatan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila (seperti musyawarah, toleransi, gotong royong) di lingkungan masyarakat yang dilengkapi pengesahan orang tua/wali (15 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio refleksi diri dan lembar verifikasi orang tua)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan makna Pancasila sebagai dasar negara (Tes Tertulis Uraian) | Menguraikan makna nilai Pancasila sebagai dasar negara dengan tepat hanya pada 1 butir soal dari 3 butir acuan (Soal 1: landasan hukum; Soal 2: ketuhanan/kemanusiaan; Soal 3: persatuan/kerakyatan/keadilan). | Menguraikan makna nilai Pancasila sebagai dasar negara dengan tepat pada 2 butir soal dari 3 butir acuan. | Menguraikan makna nilai Pancasila sebagai dasar negara dengan tepat pada seluruh 3 butir soal acuan, namun uraian pada salah satu butir masih kurang lengkap. | Menguraikan makna nilai Pancasila sebagai dasar negara secara lengkap dan tepat pada seluruh 3 butir soal acuan. | | Menguraikan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (Paparan Presentasi Kelompok) | Menguraikan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa secara tepat hanya pada 1 sampai 2 sila dari 5 sila Pancasila (Acuan: Sila 1 s.d. Sila 5 beserta contohnya). | Menguraikan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa secara tepat pada 3 sampai 4 sila dari 5 sila Pancasila. | Menguraikan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa secara tepat pada seluruh 5 sila Pancasila namun contoh pada salah satu sila belum kontekstual. | Menguraikan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa beserta contoh penerapannya secara tepat dan lengkap pada seluruh 5 sila Pancasila. | | Menerapkan teladan sikap para perumus Pancasila di masyarakat (Jurnal Refleksi Portofolio) | Melaporkan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila di masyarakat hanya memuat 1 sikap dari 3 sikap target (Acuan: toleransi, musyawarah, gotong royong) dan belum diverifikasi orang tua. | Melaporkan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila di masyarakat yang memuat 2 dari 3 sikap target dan diverifikasi orang tua. | Melaporkan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila di masyarakat yang memuat seluruh 3 sikap target (toleransi, musyawarah, gotong royong) dan diverifikasi orang tua, namun deskripsi salah satu tindakan kurang terperinci. | Melaporkan tindakan nyata penerapan teladan sikap perumus Pancasila di masyarakat yang memuat seluruh 3 sikap target (toleransi, musyawarah, gotong royong) secara terperinci dan diverifikasi orang tua. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk masing-masing instrumen sumatif (tes uraian, presentasi lisan, portofolio) mencukupi untuk mengukur capaian seluruh murid secara objektif?
- Bagaimana capaian murid pada Bab 2 ini sebagai dasar perbaikan rancangan pembelajaran bab berikutnya?
Murid:- Tugas asesmen sumatif mana yang paling menunjukkan pemahaman terbaikmu tentang pengamalan nilai-nilai Pancasila?
- Bagaimana komitmenmu untuk terus menerapkan sikap teladan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023).
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 2.
- Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Kartu aktivitas 'Tebak Kantong Sila Dasar Negara'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 2)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023, Bab 2)
- Kartu kasus kenegaraan sila 3, 4, dan 5
- Lembar Kerja Murid: Uraian Fondasi Negara
- Set kartu tantangan studi kasus dan kartu uraian makna 'Kompas Nilai Antarsesama'.
- Lembar Kerja Murid 'Uraian Kompas Pancasila'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2023, Bab 2)
- Set kartu kasus 'Tepat Menilai Musyawarah' (4 skenario keputusan bersama)
- Lembar Kerja Penguraian Makna Nilai Musyawarah
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023).
- Lembar Kerja Siswa: Studi Kasus Toleransi di Lingkungan Masyarakat.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Set kartu kasus 'Pasangan Teladan' (permasalahan warga vs tindakan musyawarah & gotong royong)
- Lembar Kerja Murid: Penerapan Sikap Musyawarah dan Gotong Royong
- Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Pendidikan Pancasila SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023)
- Set Kartu Tantangan Skenario Kepentingan Bersama di Masyarakat
- Lembar Kerja Rencana Penerapan Tindakan Warga
- Lembar Soal Asesmen Tertulis Uraian Bab 2
- Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok
- Lembar Verifikasi Portofolio Jurnal Refleksi Diri
|