Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 8: Menjadi Garam dan Terang melalui Pemanfaatan Media Sosial secara Bertanggung Jawab

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Menjadi Garam dan Terang melalui Pemanfaatan Media Sosial secara Bertanggung Jawab". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 8: Menjadi Garam dan Terang melalui Pemanfaatan Media Sosial secara Bertanggung Jawab

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menjadi Garam dan Terang melalui Pemanfaatan Media Sosial secara Bertanggung Jawab

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenjadi Garam dan Terang melalui Pemanfaatan Media Sosial secara Bertanggung Jawab
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan cara memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab untuk kemuliaan Tuhan sesuai prinsip menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16)
  2. Murid dapat menunjukkan sikap peduli terhadap sesama melalui tindakan nyata di media sosial yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani dalam pergaulan masa kini

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana media sosial yang kalian gunakan setiap hari dapat menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan?
  2. Apa saja tantangan yang kalian hadapi saat menggunakan media sosial sebagai remaja Kristen?
  3. Bagaimana kalian dapat menjadi garam dan terang bagi teman-teman di media sosial?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan doa singkat memohon hikmat dalam menggunakan teknologi untuk kemuliaan Tuhan (2 menit)
  • Guru menayangkan/menceritakan contoh postingan media sosial yang positif dan negatif, meminta murid mengamati perbedaannya (3 menit)
  • Asesmen awal: Guru menanyakan kepada murid platform media sosial apa yang mereka gunakan dan berapa lama rata-rata menggunakannya per hari (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik tentang penggunaan media sosial untuk kemuliaan Tuhan (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid membaca dan merenungkan Matius 5:13-16 tentang menjadi garam dan terang dunia secara berpasangan (3 menit)
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mengidentifikasi makna menjadi garam dan terang dalam konteks penggunaan media sosial masa kini (4 menit)
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi, guru memfasilitasi dan meluruskan pemahaman dengan memberikan contoh konkret: membagikan konten positif, tidak menyebarkan hoaks, memberikan dukungan kepada yang sedih, dan menolak konten negatif (4 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid membuat rancangan konten media sosial (caption/status/story) yang mencerminkan nilai Kristiani: kesaksian hidup, ayat alkitab favorit, atau pesan kepedulian terhadap sesama (7 menit)
  • Murid saling memberikan umpan balik terhadap rancangan konten teman sebangku dengan mengecek: apakah konten memuliakan Tuhan, membangun sesama, dan sesuai nilai Kristiani (3 menit)
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela membagikan rancangan kontennya dan menjelaskan bagaimana konten tersebut menjadi garam dan terang (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid merefleksikan kebiasaan mereka di media sosial: apakah sudah mencerminkan nilai Kristiani atau masih perlu diperbaiki (2 menit)
  • Murid menuliskan satu komitmen konkret tentang bagaimana mereka akan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab minggu ini (contoh: tidak menyebarkan gosip, membagikan ayat alkitab setiap hari, atau memberikan komentar positif kepada teman) (3 menit)
  • Beberapa murid membagikan komitmennya secara sukarela sebagai bentuk pertanggungjawaban bersama (2 menit)

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: media sosial adalah alat yang netral, namun dapat menjadi sarana memuliakan Tuhan jika digunakan dengan bertanggung jawab sesuai prinsip garam dan terang (2 menit)
  • Asesmen akhir: Guru memberikan kuis singkat lisan tentang cara memanfaatkan media sosial untuk kemuliaan Tuhan (1 menit)
  • Guru menutup dengan doa syukur dan meminta Tuhan memberkati murid menjadi garam dan terang di media sosial (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diminta menganalisis kasus nyata viral di media sosial dan memberikan respons Kristiani, sedangkan murid yang lambat cukup fokus pada pembuatan satu konten positif sederhana
  • Proses: Murid visual dapat menggambar atau membuat desain konten, murid verbal dapat menulis caption atau status, murid kinestetik dapat mempraktikkan simulasi mengunggah konten
  • Produk: Murid dapat memilih output: caption Instagram, status Facebook, thread Twitter, atau story WhatsApp sesuai platform yang mereka kuasai

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang platform media sosial yang digunakan murid dan durasi penggunaannya
  • Pengamatan respons murid terhadap contoh postingan positif dan negatif yang ditayangkan

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok saat mengidentifikasi makna garam dan terang di media sosial
  • Pemantauan proses pembuatan rancangan konten media sosial
  • Penilaian umpan balik yang diberikan murid kepada teman sebangku
  • Catatan anekdot terhadap keterlibatan dan pemahaman murid selama pembelajaran

Akhir:

  • Penilaian produk rancangan konten media sosial menggunakan rubrik
  • Evaluasi komitmen tertulis murid tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab
  • Kuis lisan singkat untuk mengecek pemahaman murid tentang konsep garam dan terang di media sosial

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok tentang makna garam dan terang
  • Penilaian proses pembuatan rancangan konten media sosial
  • Umpan balik sejawat terhadap kualitas konten yang dibuat

Sumatif:

  • Penilaian produk: rancangan konten media sosial yang mencerminkan nilai Kristiani
  • Penilaian komitmen tertulis penggunaan media sosial secara bertanggung jawab
  • Kuis lisan tentang cara memanfaatkan media sosial untuk kemuliaan Tuhan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep garam dan terang di media sosialMurid belum dapat menjelaskan makna garam dan terang dalam konteks media sosialMurid dapat menjelaskan makna garam dan terang secara umum tetapi belum mengaitkan dengan media sosialMurid dapat menjelaskan makna garam dan terang dan memberikan 1-2 contoh penerapannya di media sosialMurid dapat menjelaskan makna garam dan terang secara mendalam dan memberikan 3 atau lebih contoh konkret penerapannya di media sosial
Kualitas rancangan konten media sosialKonten yang dirancang belum mencerminkan nilai Kristiani atau belum sesuai prinsip garam dan terangKonten yang dirancang mulai mencerminkan nilai Kristiani tetapi masih kurang jelas atau kurang menarikKonten yang dirancang mencerminkan nilai Kristiani dengan jelas dan cukup menarik untuk dibagikanKonten yang dirancang mencerminkan nilai Kristiani dengan sangat jelas, menarik, dan menginspirasi orang lain untuk memuliakan Tuhan
Sikap peduli terhadap sesama di media sosialMurid belum menunjukkan sikap peduli dalam rancangan konten atau komitmennyaMurid mulai menunjukkan sikap peduli tetapi masih bersifat umum dan belum spesifikMurid menunjukkan sikap peduli dengan tindakan konkret seperti memberikan dukungan atau berbagi konten positifMurid menunjukkan sikap peduli yang mendalam dengan tindakan nyata dan berkomitmen untuk konsisten menolong sesama melalui media sosial
Komitmen penggunaan media sosial secara bertanggung jawabMurid belum membuat komitmen atau komitmen yang dibuat tidak realistisMurid membuat komitmen tetapi masih bersifat umum dan kurang spesifikMurid membuat komitmen yang spesifik, terukur, dan realistis untuk dilakukanMurid membuat komitmen yang spesifik, terukur, realistis, dan menunjukkan kesungguhan untuk mengubah kebiasaan di media sosial

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah waktu 40 menit cukup untuk murid memahami dan mengaplikasikan konsep garam dan terang di media sosial?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid dan mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Bagaimana saya dapat memfasilitasi murid untuk benar-benar menerapkan komitmen mereka di kehidupan nyata?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang penggunaan media sosial sebagai orang Kristen?
  • Bagaimana saya akan menerapkan prinsip garam dan terang di media sosial saya mulai sekarang?
  • Tantangan apa yang mungkin saya hadapi saat mencoba menjadi garam dan terang di media sosial?
  • Siapa yang dapat mendukung saya untuk konsisten menerapkan komitmen yang telah saya buat?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Matius 5:13-16)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VIII (Christina Metallica Samosir)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VIII (Christina Metallica Samosir)
  4. Contoh postingan media sosial (positif dan negatif) yang disiapkan guru
  5. Kertas/buku tugas murid untuk menulis rancangan konten dan komitmen
  6. Papan tulis/LCD proyektor untuk menampilkan materi dan contoh
  7. Pengalaman hidup murid dalam menggunakan media sosial

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.