Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Bentuk Ekspresi Seni Islami dan Tokoh Dakwah melalui Seni

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Bentuk Ekspresi Seni Islami dan Tokoh Dakwah melalui Seni". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Bentuk Ekspresi Seni Islami dan Tokoh Dakwah melalui Seni

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bentuk Ekspresi Seni Islami dan Tokoh Dakwah melalui Seni

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBentuk Ekspresi Seni Islami dan Tokoh Dakwah melalui Seni
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan bentuk-bentuk ekspresi seni islami (nasyid, qasidah, hadrah, seni kaligrafi, arsitektur masjid, dan lain-lain) beserta contoh nyatanya.
  2. Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan peran tokoh-tokoh yang menggunakan seni sebagai media dakwah Islam dalam sejarah peradaban Islam.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengarkan nasyid atau melihat kaligrafi indah di masjid? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Menurut kalian, apakah seni bisa menjadi cara yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam? Mengapa?
  3. Siapa tokoh yang kalian kenal yang pernah menggunakan seni untuk berdakwah, dan bagaimana cara beliau melakukannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru membacakan atau meminta murid membaca hadis pemantik: 'Innallaha jamiilun yuhibbul jamal' (Sesungguhnya Allah Mahaindah dan mencintai keindahan — HR. Muslim dari Ibnu Mas'ud), lalu menanyakan makna hadis tersebut bagi kehidupan sehari-hari murid.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan dua pertanyaan lisan: (1) Sebutkan satu bentuk seni islami yang pernah kamu lihat atau dengar! (2) Sebutkan satu tokoh yang kamu tahu menggunakan seni untuk berdakwah! Guru mencatat pola jawaban untuk menyesuaikan kedalaman materi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan mengajak murid berpikir sejenak (think) sebelum berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan jelas, serta menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis atau gambar beberapa bentuk ekspresi seni islami: kaligrafi, arsitektur masjid, pertunjukan nasyid/qasidah/hadrah, MTQ, dan gambus. Murid diminta mengamati selama 2 menit secara mindful (perhatian penuh, tanpa berbicara).
  • Guru membagi murid menjadi 5 kelompok (4–5 orang per kelompok). Setiap kelompok mendapat satu 'stan materi' berisi kartu informasi tentang satu bentuk seni islami beserta satu tokoh dakwah yang terkait: (1) Nasyid & Opick, (2) Qasidah/Hadrah & Sunan Kalijaga, (3) Kaligrafi & Syekh Hamzah Fansuri, (4) Arsitektur Masjid & dinasti Abbasiyyah/Umayyah, (5) Wayang/Drama Islami & Sunan Bonang.
  • Tiap kelompok membaca kartu informasi, berdiskusi, lalu mencatat poin-poin penting: definisi bentuk seni tersebut, ciri khasnya, contoh nyata, dan peran tokohnya sebagai juru dakwah.
  • Setelah 8 menit, kelompok berputar (market place activity): dua anggota tetap di stan sebagai 'penjual informasi', tiga anggota lainnya 'berbelanja' ke stan kelompok lain untuk mencatat informasi baru. Putaran dilakukan dua kali (masing-masing 4 menit) agar setiap murid mendapat informasi dari minimal 3 stan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid kembali ke kelompok asal. Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja (LK) berisi dua kolom: (A) Tabel Bentuk Ekspresi Seni Islami dan (B) Profil Singkat Tokoh Dakwah melalui Seni.
  • Kelompok mengisi LK berdasarkan informasi yang sudah dikumpulkan dari seluruh stan: mengidentifikasi minimal 4 bentuk ekspresi seni islami dengan deskripsi dan contoh nyatanya, serta menuliskan minimal 2 tokoh dakwah dengan penjelasan peran mereka.
  • Setiap kelompok memilih satu bentuk ekspresi seni islami yang paling menarik bagi mereka, lalu membuat 'poster mini' (bisa di kertas A4 atau papan tulis kelompok) yang memuat: nama seni, ciri khas, contoh nyata, dan pesan dakwah yang terkandung di dalamnya.
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan poster mini mereka dalam waktu 2–3 menit per kelompok. Kelompok lain boleh mengajukan satu pertanyaan singkat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu sesi refleksi singkat dengan metode 'Reflective Thinking'. Murid secara individu menuliskan jawaban atas tiga pertanyaan di selembar kertas (3 menit): (1) Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang seni islami? (2) Tokoh mana yang paling menginspirasi aku dan mengapa? (3) Bagaimana aku bisa mengekspresikan nilai-nilai Islam melalui seni dalam kehidupan sehari-hariku?
  • Guru mengajak 3–4 murid secara sukarela untuk berbagi refleksi mereka. Guru memberikan apresiasi dan penguatan nilai: bahwa seni islami adalah salah satu cara mengagumi keagungan Allah sekaligus meneladani para ulama dakwah.
  • Guru meluruskan miskonsepsi atau melengkapi informasi yang kurang tepat dari hasil presentasi dan refleksi, serta mengaitkan materi dengan CP Sejarah Peradaban Islam (peradaban Abbasiyyah, Umayyah, dll.) sebagai konteks historis.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: bentuk-bentuk ekspresi seni islami dan peran tokoh-tokoh dakwah melalui seni.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid mengerjakan 3 soal tertulis (pilihan ganda + uraian singkat) selama 5 menit di kertas selembar.
  • Guru memberikan umpan balik singkat terhadap proses pembelajaran hari ini dan mengapresiasi partisipasi murid.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya (perilaku muslim dalam mengekspresikan seni sesuai nilai-nilai Islam).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu informasi yang lebih ringkas dengan poin-poin utama sudah ditandai (highlight). Murid yang sudah memiliki pengetahuan awal kuat diberikan kartu informasi yang lebih kaya dengan nama tokoh dan konteks sejarah yang lebih lengkap untuk dieksplorasi.
  • Proses: Saat market place activity, murid yang memerlukan dukungan dipasangkan bersama teman yang lebih siap dalam satu kelompok agar dapat saling membantu. Murid yang cepat selesai diminta membuat koneksi antara seni islami yang dipelajari dengan pengalaman pribadi atau budaya lokal mereka.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan boleh membuat poster mini dalam bentuk poin-poin sederhana dengan gambar. Murid yang siap lebih bisa membuat poster mini yang lebih detail dilengkapi kutipan hadis atau ayat Al-Qur'an yang relevan dengan bentuk seni yang mereka pilih.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Sebutkan satu bentuk seni islami yang pernah kamu lihat atau dengar!' — untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang bentuk seni islami.
  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan satu tokoh yang kamu tahu menggunakan seni untuk berdakwah!' — untuk mengidentifikasi prior knowledge murid tentang tokoh dakwah melalui seni.

Proses:

  • Lembar ceklis observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok dan market place activity: aktif bertanya, aktif mencatat, aktif berbagi informasi.
  • Penilaian hasil Lembar Kerja kelompok: kelengkapan identifikasi bentuk seni islami (minimal 4 bentuk) dan tokoh dakwah (minimal 2 tokoh).
  • Guru memberikan umpan balik langsung (verbal) saat kelompok mempresentasikan poster mini.

Akhir:

  • Soal tertulis: (1) Pilihan ganda — 'Berikut yang termasuk bentuk ekspresi seni islami dalam bidang musik adalah... (a) dangdut, (b) nasyid, (c) rock, (d) jazz)'; (2) Pilihan ganda — 'Tokoh yang menggunakan wayang sebagai media dakwah Islam di Jawa adalah... (a) Imam Al-Ghazali, (b) Sunan Kalijaga, (c) Walisongo secara kolektif tanpa spesifikasi, (d) Ibnu Rusyd)'; (3) Uraian singkat — 'Jelaskan peran satu tokoh yang menggunakan seni sebagai media dakwah Islam!'
  • Refleksi tertulis individu dinilai berdasarkan kedalaman pemaknaan: apakah murid mampu mengaitkan seni islami dengan nilai-nilai ketauhidan dan keteladanan tokoh dakwah.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid selama diskusi kelompok market place activity menggunakan lembar ceklis partisipasi.
  • Penilaian Lembar Kerja kelompok (pengisian tabel bentuk ekspresi seni islami dan profil tokoh dakwah).
  • Penilaian presentasi poster mini kelompok: keakuratan informasi, kelengkapan isi, dan kemampuan menjawab pertanyaan.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis akhir pertemuan: 2 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian singkat tentang bentuk ekspresi seni islami dan peran tokoh dakwah.
  • Penilaian jawaban refleksi individu tertulis (3 pertanyaan refleksi) sebagai bukti pemahaman dan pemaknaan murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan bentuk-bentuk ekspresi seni islamiMurid tidak dapat menyebutkan atau mendeskripsikan bentuk ekspresi seni islami sama sekali, atau jawabannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1–2 bentuk ekspresi seni islami tetapi deskripsinya sangat singkat dan tidak disertai contoh nyata.Murid dapat mendeskripsikan 3–4 bentuk ekspresi seni islami dengan deskripsi yang cukup jelas dan disertai contoh nyata yang tepat.Murid dapat mendeskripsikan 5 bentuk ekspresi seni islami atau lebih dengan deskripsi yang lengkap, jelas, disertai contoh nyata yang spesifik dan relevan, serta mampu menjelaskan ciri khas masing-masing bentuk seni.
Menjelaskan peran tokoh dakwah melalui seniMurid tidak dapat menyebutkan tokoh dakwah melalui seni, atau menyebutkan nama tanpa penjelasan peran sama sekali.Murid dapat menyebutkan 1 tokoh dakwah melalui seni tetapi penjelasan perannya sangat umum atau tidak tepat.Murid dapat menyebutkan 2 tokoh dakwah melalui seni dengan penjelasan peran yang cukup jelas dan relevan dengan konteks sejarah.Murid dapat menyebutkan 2 tokoh atau lebih dengan penjelasan peran yang mendalam, akurat secara historis, dan mampu mengaitkan kontribusi tokoh tersebut dengan perkembangan seni islami dalam peradaban Islam.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid pasif selama diskusi kelompok, tidak berkontribusi dalam pengumpulan informasi maupun pengerjaan LK.Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi tetapi kontribusinya minimal; lebih banyak mengandalkan anggota kelompok lain.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, berkontribusi dalam pengisian LK dan penyusunan poster mini, serta mendengarkan pendapat anggota lain.Murid sangat aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memberi kontribusi substantif, merespons pendapat teman secara kritis dan konstruktif, serta membantu anggota kelompok yang kesulitan.
Pemaknaan dan refleksi personalMurid tidak dapat menuliskan refleksi yang bermakna, atau refleksinya tidak berkaitan dengan materi yang dipelajari.Murid menuliskan refleksi singkat yang menunjukkan pemahaman permukaan tentang seni islami, tanpa mengaitkan dengan nilai-nilai keimanan atau kehidupan nyata.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan pemahaman yang cukup mendalam dan mampu mengaitkan seni islami dengan nilai-nilai Islam serta kehidupan sehari-hari.Murid menuliskan refleksi yang mendalam, personal, dan autentik: mampu mengaitkan seni islami dengan nilai ketauhidan, meneladani tokoh dakwah, dan merumuskan langkah konkret untuk mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode market place activity berjalan efektif dan semua murid mendapat kesempatan berpartisipasi aktif hari ini?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah murid yang membutuhkan dukungan tambahan sudah terfasilitasi dengan baik melalui diferensiasi yang diterapkan?
  • Sejauh mana murid berhasil mengaitkan materi seni islami dengan nilai-nilai keimanan dan keteladanan tokoh dakwah?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling menarik yang aku pelajari hari ini tentang seni islami?
  • Tokoh dakwah melalui seni mana yang paling menginspirasi aku, dan apa yang bisa aku teladani dari tokoh tersebut?
  • Bagaimana aku bisa mengekspresikan nilai-nilai Islam melalui seni dalam kehidupan sehari-hariku?

SUMBER BELAJAR

  1. Iis Suryatini dan Hasyim Asy'ari, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemdikbud RI, 2022 (Buku Siswa).
  2. Iis Suryatini dan Hasyim Asy'ari, Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemdikbud RI, 2022.
  3. Kartu informasi cetak (teacher-made) tentang 5 bentuk ekspresi seni islami dan tokoh dakwah terkait untuk kegiatan market place activity.
  4. Infografis visual bentuk-bentuk ekspresi seni islami (kaligrafi, arsitektur masjid, nasyid, hadrah, MTQ) — bisa ditampilkan via proyektor atau dicetak.
  5. Lembar Kerja (LK) kelompok: tabel bentuk ekspresi seni islami dan profil tokoh dakwah.
  6. Kertas A4 atau karton kecil dan alat tulis/spidol warna untuk pembuatan poster mini kelompok.
  7. Video pendek (opsional, 2–3 menit) contoh penampilan nasyid atau kaligrafi — dapat diakses dari YouTube jika tersedia proyektor dan internet.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.