MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D) Topik: Hikmah Iman kepada Qada dan Qadar: Mewujudkan Ketenangan Jiwa melalui Tawakal INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Hikmah Iman kepada Qada dan Qadar: Mewujudkan Ketenangan Jiwa melalui Tawakal |
|---|
| Alokasi Waktu | 1x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan hikmah beriman kepada qada dan qadar sebagai landasan mewujudkan ketenangan jiwa dengan tawakal kepada Allah Swt.
- Murid dapat membuat bagan atau infografis yang menggambarkan konsep iman kepada qada dan qadar, hubungannya dengan ikhtiar, syukur, sabar, dan tawakal secara sistematis.
- Murid terbiasa membiasakan sikap tawakal atas qada dan qadar Allah Swt. sebagai upaya mewujudkan ketenangan jiwa dalam keseharian.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian merasa cemas atau gelisah ketika menghadapi ujian atau masalah? Bagaimana cara kalian menenangkan diri?
- Apa hubungan antara ikhtiar maksimal dengan sikap tawakal? Apakah keduanya bertentangan?
- Bagaimana iman kepada qada dan qadar bisa membuat jiwa kita tenang dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru memimpin pembacaan ayat Al-Qur'an pendek (Q.S. Ar-Ra'd: 11) secara bersama-sama.
- Guru mengecek kehadiran, kerapian, dan kesiapan fisik serta mental murid.
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah merasa cemas saat ujian? Apa yang kalian rasakan?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi tentang hikmah iman kepada qada dan qadar.
- Guru mengondisikan murid untuk duduk berkelompok (4-5 orang per kelompok).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan infografis tentang konsep qada dan qadar serta hubungannya dengan ikhtiar, syukur, sabar, dan tawakal.
- Murid mengamati infografis dan mencatat poin-poin penting yang mereka pahami.
- Guru menjelaskan secara singkat hikmah beriman kepada qada dan qadar, khususnya dalam mewujudkan ketenangan jiwa.
- Murid membaca Q.S. Ar-Ra'd ayat 11 dan mendiskusikan makna ayat tersebut dalam kelompok kecil.
- Setiap kelompok mengidentifikasi minimal 3 hikmah iman kepada qada dan qadar berdasarkan pemahaman mereka.
- Guru memberikan penguatan dengan menghubungkan konsep qada dan qadar dengan pengalaman nyata murid (misalnya: menghadapi ujian, kompetisi, atau musibah).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat bagan atau infografis yang menggambarkan konsep iman kepada qada dan qadar.
- Infografis harus mencakup: definisi qada dan qadar, hubungannya dengan ikhtiar, syukur, sabar, tawakal, dan hikmahnya bagi ketenangan jiwa.
- Murid bekerja secara kolaboratif dalam kelompok menggunakan kertas plano, spidol warna, atau alat digital (jika tersedia).
- Guru berkeliling untuk memfasilitasi dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang membutuhkan.
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil produk infografis mereka di depan kelas secara bergantian.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, saran, atau pertanyaan terhadap presentasi temannya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid untuk mengevaluasi pengalaman saat membuat produk: apa yang mudah, apa yang sulit, dan apa yang dipelajari.
- Murid melakukan refleksi diri dengan menjawab pertanyaan: 'Bagaimana saya bisa menerapkan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari?'
- Setiap murid menuliskan satu komitmen konkret untuk membiasakan sikap tawakal dalam menghadapi tantangan atau masalah.
- Beberapa murid diminta berbagi refleksi dan komitmen mereka secara sukarela.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap refleksi murid, mengingatkan bahwa tawakal harus dibarengi dengan ikhtiar maksimal.
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi pembelajaran tentang hikmah iman kepada qada dan qadar.
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan 3 hikmah iman kepada qada dan qadar secara individu.
- Guru memberikan penguatan dengan mengajak murid untuk senantiasa optimis, sabar, dan tawakal dalam menghadapi segala situasi.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan penguatan dapat diberikan materi tambahan berupa video atau artikel singkat tentang kisah nyata orang yang tenang karena tawakal.
- Proses: Murid yang cepat belajar dapat diminta membuat infografis dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi (menggunakan aplikasi digital atau menambahkan dalil naqli dan aqli). Murid yang membutuhkan dukungan dapat membuat bagan sederhana dengan bimbingan guru secara langsung.
- Produk: Murid dapat memilih format produk: bagan manual di kertas plano, infografis digital menggunakan Canva/PowerPoint, atau mind map konseptual sesuai kemampuan dan preferensi mereka.
ASESMENAwal:- Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka menghadapi situasi yang membuat cemas atau gelisah.
- Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal mereka tentang tawakal dan qada qadar.
Proses:- Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid aktif berdiskusi dan berkontribusi.
- Penilaian proses pembuatan infografis: apakah konsep yang digambarkan tepat dan sistematis.
- Tanya jawab lisan saat guru berkeliling: menanyakan pemahaman murid tentang hubungan ikhtiar dengan tawakal.
- Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian dan kemampuan menjawab pertanyaan.
Akhir:- Tes tertulis individu: murid menuliskan minimal 3 hikmah iman kepada qada dan qadar dalam mewujudkan ketenangan jiwa.
- Penilaian produk infografis menggunakan rubrik yang mencakup kelengkapan konsep, kreativitas, estetika, dan ketepatan informasi.
- Penilaian refleksi tertulis: murid menuliskan komitmen konkret untuk menerapkan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari.
Formatif:- Observasi aktivitas diskusi kelompok dan partisipasi murid
- Penilaian proses pembuatan infografis: kerja sama, kreativitas, dan ketepatan konsep
- Tanya jawab lisan selama pembelajaran
Sumatif:- Penilaian produk infografis berdasarkan rubrik (kelengkapan, kreativitas, ketepatan konsep, estetika)
- Tes tertulis individu: menjelaskan 3 hikmah iman kepada qada dan qadar
- Penilaian refleksi tertulis tentang komitmen menerapkan sikap tawakal
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep Qada dan Qadar | Belum mampu menjelaskan konsep qada dan qadar serta hikmahnya. | Mampu menjelaskan konsep qada dan qadar tetapi belum mampu menghubungkan dengan hikmahnya. | Mampu menjelaskan konsep qada dan qadar serta menjelaskan hikmahnya dengan cukup baik. | Mampu menjelaskan konsep qada dan qadar, hikmahnya, dan menghubungkan dengan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari secara komprehensif. | | Kreativitas dan Kelengkapan Infografis | Infografis tidak lengkap, hanya memuat 1-2 komponen, dan tidak menarik secara visual. | Infografis memuat 3 komponen (qada, qadar, hikmah) tetapi penyajian kurang sistematis dan kurang menarik. | Infografis memuat semua komponen (qada, qadar, ikhtiar, syukur, sabar, tawakal, hikmah) dengan penyajian cukup sistematis dan menarik. | Infografis memuat semua komponen secara lengkap, sistematis, kreatif, menarik secara visual, dan mudah dipahami. | | Kerja Sama Kelompok | Pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi dan pembuatan produk kelompok. | Berpartisipasi dalam diskusi tetapi kontribusi masih minimal. | Aktif berdiskusi dan berkontribusi dalam pembuatan produk kelompok. | Sangat aktif berdiskusi, memimpin atau memfasilitasi kelompok, dan memberikan kontribusi signifikan dalam pembuatan produk. | | Refleksi dan Komitmen Tawakal | Belum mampu merefleksikan pembelajaran dan belum membuat komitmen konkret. | Mampu merefleksikan pembelajaran tetapi komitmen yang dibuat masih abstrak atau tidak konkret. | Mampu merefleksikan pembelajaran dan membuat komitmen konkret untuk menerapkan sikap tawakal. | Mampu merefleksikan pembelajaran secara mendalam, membuat komitmen konkret, dan menjelaskan strategi untuk mewujudkan komitmen tersebut. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Indikator apa yang menunjukkan keberhasilan atau kekurangan?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
- Bagaimana saya bisa meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran berikutnya?
- Apakah waktu yang dialokasikan cukup untuk setiap tahap pembelajaran?
Refleksi Murid:- Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
- Apa yang sudah saya pahami dengan baik tentang hikmah iman kepada qada dan qadar?
- Apa yang masih saya bingungkan atau ingin saya pelajari lebih lanjut?
- Bagaimana saya bisa menerapkan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari?
- Apa komitmen konkret yang akan saya lakukan mulai hari ini?
SUMBER BELAJAR- Al-Qur'an dan Terjemahan (Q.S. Ar-Ra'd: 11)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX Kemendikbudristek 2022
- Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX Kemendikbudristek 2022
- Kertas plano, spidol warna, penggaris untuk membuat infografis
- Laptop/tablet dan aplikasi desain (Canva, PowerPoint, atau sejenisnya) jika tersedia
- Video inspiratif tentang tawakal dan ketenangan jiwa (opsional)
- Papan tulis, spidol boardmarker
|