Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Bukti Beriman kepada Qada dan Qadar: Perilaku Optimis, Sabar, dan Tawakal

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Bukti Beriman kepada Qada dan Qadar: Perilaku Optimis, Sabar, dan Tawakal". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Bukti Beriman kepada Qada dan Qadar: Perilaku Optimis, Sabar, dan Tawakal

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bukti Beriman kepada Qada dan Qadar: Perilaku Optimis, Sabar, dan Tawakal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBukti Beriman kepada Qada dan Qadar: Perilaku Optimis, Sabar, dan Tawakal
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan bukti-bukti beriman kepada qada dan qadar yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari
  2. Murid dapat menunjukkan perilaku optimis, sabar, dan tawakal sebagai wujud hikmah iman kepada qada dan qadar dalam kehidupan nyata

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami kejadian yang tidak sesuai harapan? Bagaimana sikap kalian menghadapinya?
  2. Mengapa ada orang yang mudah putus asa saat menghadapi kegagalan, sementara yang lain tetap optimis?
  3. Apa hubungan antara iman kepada qada dan qadar dengan ketenangan jiwa seseorang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid menghadapi situasi sulit (diagnostik singkat)
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta merenung sejenak (1 menit) mengingat satu peristiwa dalam hidupnya yang tidak sesuai harapan, lalu menuliskan perasaan yang muncul saat itu
  • Murid membaca Q.S. Ar-Ra'd ayat 11 secara bersama-sama dan guru membimbing pemahaman makna ayat
  • Guru menjelaskan konsep qada dan qadar serta bukti-bukti beriman kepada qada dan qadar: perilaku optimis, sabar, dan tawakal
  • Murid mendengarkan cerita inspiratif tentang tokoh yang menunjukkan sikap sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan hidup
  • Murid berdiskusi kelompok kecil (3-4 orang) untuk mengidentifikasi ciri-ciri perilaku optimis, sabar, dan tawakal dalam kehidupan sehari-hari

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mengerjakan Aktivitas 6 dari buku siswa: mengevaluasi diri sendiri dengan mengisi tabel kondisi (kepandaian, kesehatan, kekayaan, cita-cita) dan menuliskan sikap ikhtiar, doa/syukur/sabar, dan tawakal yang sudah dilakukan
  • Murid membuat skenario mini bermain peran (role play) sederhana yang menggambarkan situasi nyata (misalnya: tidak lulus seleksi tim, nilai ujian tidak sesuai harapan, sakit mendadak) dan bagaimana respons yang mencerminkan iman kepada qada dan qadar
  • Setiap kelompok mempraktikkan skenario bermain peran di depan kelas (maksimal 3 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan mengidentifikasi perilaku optimis, sabar, dan tawakal yang ditampilkan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tulisan awal (peristiwa tidak sesuai harapan) dan merefleksikan: Apakah sikap yang ditunjukkan saat itu sudah mencerminkan iman kepada qada dan qadar? Apa yang bisa diperbaiki?
  • Murid menuliskan satu komitmen nyata untuk menerapkan perilaku optimis, sabar, dan tawakal dalam satu minggu ke depan
  • Beberapa murid berbagi refleksi dan komitmennya secara sukarela
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap refleksi murid

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pembelajaran hari ini
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan satu bukti beriman kepada qada dan qadar yang paling bermakna bagi mereka
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat membaca artikel atau menonton video inspiratif tambahan tentang tokoh Muslim yang menunjukkan sikap tawakal luar biasa. Murid yang membutuhkan penguatan diberikan infografis sederhana dan konkret tentang perbedaan sikap optimis vs pesimis, sabar vs mengeluh, tawakal vs pasrah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih dapat bekerja dalam kelompok dengan pendampingan guru lebih intensif saat mengisi tabel evaluasi diri. Murid yang mandiri dapat langsung mengerjakan dan mengembangkan skenario role play dengan lebih kreatif.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk komitmen: tulisan narasi, poin-poin aksi, atau diagram sederhana. Murid yang lebih percaya diri dapat mempresentasikan komitmennya, yang lain cukup menyerahkan tulisan kepada guru.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan dan bagaimana sikap mereka saat itu

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelompok mengidentifikasi ciri-ciri perilaku optimis, sabar, dan tawakal
  • Cek pemahaman melalui hasil pengisian tabel evaluasi diri (Aktivitas 6)
  • Observasi praktik role play dan kemampuan memberikan tanggapan terhadap penampilan kelompok lain
  • Penilaian diri dan penilaian sejawat terhadap keterlibatan dalam kegiatan kelompok

Akhir:

  • Murid menuliskan satu bukti beriman kepada qada dan qadar yang paling bermakna dan bagaimana akan menerapkannya
  • Penilaian tulisan refleksi dan komitmen nyata yang dibuat murid

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian proses saat mengisi tabel evaluasi diri (Aktivitas 6)
  • Observasi kualitas role play dan kemampuan mengidentifikasi perilaku iman kepada qada dan qadar

Sumatif:

  • Penilaian tulisan refleksi akhir dan komitmen nyata murid
  • Penilaian pemahaman konseptual melalui jawaban tertulis di akhir pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep bukti beriman kepada qada dan qadarBelum mampu menjelaskan bukti beriman kepada qada dan qadar dengan tepatMampu menyebutkan minimal satu bukti beriman kepada qada dan qadar namun penjelasan masih terbatasMampu mendeskripsikan 2-3 bukti beriman kepada qada dan qadar (optimis, sabar, tawakal) dengan contoh sederhanaMampu mendeskripsikan bukti beriman kepada qada dan qadar secara lengkap dengan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari dan mengaitkannya dengan dalil naqli
Penerapan perilaku optimis, sabar, dan tawakalBelum mampu menunjukkan penerapan perilaku optimis, sabar, dan tawakal dalam simulasi atau refleksiMampu menunjukkan salah satu perilaku (optimis/sabar/tawakal) namun masih memerlukan bimbinganMampu menunjukkan 2-3 perilaku (optimis, sabar, tawakal) dalam role play atau refleksi dengan cukup baikMampu menunjukkan perilaku optimis, sabar, dan tawakal secara konsisten dalam role play, refleksi, dan berkomitmen menerapkannya dalam kehidupan nyata
Kemampuan refleksi diriBelum mampu merefleksikan sikap diri terhadap peristiwa yang dialamiMampu merefleksikan sikap diri namun masih sangat umum dan kurang mendalamMampu merefleksikan sikap diri dengan jujur dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaikiMampu merefleksikan sikap diri secara mendalam, mengidentifikasi area perbaikan, dan membuat komitmen konkret untuk perubahan
Kolaborasi dalam kegiatan kelompokPasif dalam kegiatan kelompok dan tidak berkontribusiBerpartisipasi dalam kegiatan kelompok namun kontribusi masih minimalAktif berpartisipasi, mendengarkan teman, dan memberikan kontribusi ide dalam kelompokSangat aktif, memfasilitasi diskusi kelompok, menghargai pendapat teman, dan memberikan kontribusi bermakna untuk hasil kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan pembelajaran hari ini berhasil memfasilitasi murid memahami bukti beriman kepada qada dan qadar secara bermakna?
  • Apakah metode role play efektif untuk membantu murid mengaplikasikan perilaku optimis, sabar, dan tawakal?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Sikap apa (optimis, sabar, atau tawakal) yang paling sulit untuk diterapkan dalam hidupmu? Mengapa?
  • Bagaimana iman kepada qada dan qadar bisa membantumu menghadapi tantangan hidup?
  • Apa komitmen nyata yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai bukti imanmu kepada qada dan qadar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022), Bab 7 hal. 172-184
  2. Al-Qur'an dan terjemahan, khususnya Q.S. Ar-Ra'd ayat 11
  3. Video inspiratif tentang tokoh Muslim yang menunjukkan sikap tawakal (opsional, dapat diakses dari platform edukasi)
  4. Lembar kerja evaluasi diri (Aktivitas 6)
  5. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk mencatat hasil diskusi
  6. Kertas dan alat tulis untuk refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.