Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 serta Hadis tentang Khalifatullah Fil Ardh Penebar Kasih Sayang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 serta Hadis tentang Khalifatullah Fil Ardh Penebar Kasih Sayang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 serta Hadis tentang Khalifatullah Fil Ardh Penebar Kasih Sayang

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 serta Hadis tentang Khalifatullah Fil Ardh Penebar Kasih Sayang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 serta Hadis tentang Khalifatullah Fil Ardh Penebar Kasih Sayang
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 secara per kata (mufradat) maupun keseluruhan ayat dengan benar melalui metode Pair Check
  2. Murid dapat mengartikan hadis tentang khalifah Allah yang saling menyayangi sesama manusia dengan benar melalui metode Pair Check
  3. Murid terbiasa mengartikan Al-Qur'an dan hadis dengan benar dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan perilaku kasih sayang kepada sesama dan lingkungan alam

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa manusia disebut sebagai khalifah di muka bumi menurut Al-Qur'an?
  2. Bagaimana cara kita mewujudkan kasih sayang kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Apa hubungan antara tugas manusia sebagai khalifah dengan perintah berbuat baik dan tidak merusak bumi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran murid dan kesiapan belajar
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30, Q.S. Al-Qasas [28]: 77, dan hadis terkait khalifatullah fil ardh
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat bacaan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 yang sudah dipelajari pertemuan lalu?' dan meminta 2-3 murid membacakan ayat tersebut
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang makna khalifah dan kasih sayang dalam Al-Qur'an

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 di papan tulis/proyektor lengkap dengan terjemahan per kata (mufradat)
  • Murid membaca ayat secara bersama-sama dengan penuh kesadaran bahwa mereka sedang mempelajari firman Allah (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan makna per kata (mufradat) kunci: khalifah, fil ardh, yufsidu fiha, yasfiku ad-dima'a, dengan contoh kontekstual yang dekat dengan kehidupan murid (Bermakna)
  • Murid mencatat mufradat penting dalam buku catatan masing-masing
  • Guru menampilkan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 dan menjelaskan mufradat kunci: ad-dunya, al-akhirah, la tansa, nashibaka, min ad-dunya, la tabghi al-fasada
  • Guru menyajikan teks hadis riwayat At-Tirmidzi tentang khalifah Allah yang saling menyayangi dan menjelaskan makna per kata: rahmah, tarahum, saling kasih sayang antar sesama
  • Murid diajak memahami bahwa ketiga teks ini saling berkaitan dalam tema khalifah yang penuh kasih sayang (Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan (metode Pair Check) secara heterogen berdasarkan kemampuan
  • Setiap pasangan menerima lembar kerja yang berisi Q.S. Al-Baqarah [2]: 30, Q.S. Al-Qasas [28]: 77, dan hadis terkait tanpa terjemahan
  • Pasangan pertama (partner A) mengartikan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 per kata dan keseluruhan ayat, sementara partner B mengecek kebenaran menggunakan catatan atau rujukan
  • Partner B memberikan feedback dan koreksi jika diperlukan dengan sikap saling menghargai (Menggembirakan)
  • Kedua partner bertukar peran: partner B mengartikan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 dan hadis, sementara partner A mengecek
  • Pasangan mendiskusikan makna keseluruhan dari ketiga teks dan mencari hubungan antara konsep khalifah, tidak berbuat kerusakan, keseimbangan dunia-akhirat, dan kasih sayang
  • Setiap pasangan menuliskan satu contoh nyata dari kehidupan sehari-hari yang mencerminkan perilaku khalifah penebar kasih sayang (misalnya: menjaga kebersihan lingkungan sekolah, membantu teman yang kesulitan, berbagi dengan yang membutuhkan) (Bermakna)
  • Guru berkeliling memfasilitasi dan memberikan asesmen formatif melalui observasi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Beberapa pasangan mempresentasikan hasil terjemahan dan contoh aplikasi di kehidupan sehari-hari
  • Murid lain memberikan tanggapan dan tambahan contoh
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa tantangan menjadi khalifah penebar kasih sayang di zaman sekarang?' (Berkesadaran)
  • Murid merefleksikan secara pribadi: 'Sudahkah saya mengartikan Al-Qur'an dan hadis dengan benar? Apa yang perlu saya perbaiki dalam memahami firman Allah?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan tentang komitmen menjadi khalifah yang penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya mengartikan Al-Qur'an dengan benar sebagai landasan beramal dan berakhlak mulia

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: makna Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 tentang manusia sebagai khalifah, Q.S. Al-Qasas [28]: 77 tentang keseimbangan dunia-akhirat dan larangan berbuat kerusakan, serta hadis tentang kasih sayang sesama
  • Guru melakukan asesmen akhir tertulis singkat: murid mengartikan ayat pilihan (3-5 kata kunci) dan hadis secara individu
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil asesmen
  • Murid mengumpulkan lembar kerja Pair Check dan catatan refleksi
  • Guru memberikan penugasan: menghafalkan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 untuk pertemuan selanjutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah fasih, diberikan tambahan mufradat lanjutan dan diminta menganalisis perbedaan nuansa makna antar kata. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, diberikan daftar mufradat lengkap dengan terjemahan sebagai panduan.
  • Proses: Murid yang cepat dapat ditugaskan menjadi tutor sebaya dalam pasangan, sementara murid yang membutuhkan waktu lebih mendapat pendampingan intensif dari guru. Pasangan dibentuk heterogen agar terjadi peer learning.
  • Produk: Murid dengan kemampuan tinggi diminta membuat infografik sederhana yang menghubungkan ketiga teks (ayat dan hadis) dengan konteks kehidupan modern. Murid lain cukup menuliskan terjemahan lengkap dan 1-2 contoh aplikasi.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan untuk mengecek kemampuan membaca Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dari pertemuan sebelumnya
  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang makna khalifah fil ardh?'

Proses:

  • Observasi aktivitas Pair Check: akurasi terjemahan, kemampuan koreksi pasangan, dan kolaborasi
  • Tanya jawab selama diskusi kelas: pemahaman hubungan antar teks dan aplikasi kontekstual
  • Penilaian lembar kerja: ketepatan mufradat, terjemahan keseluruhan ayat, dan relevansi contoh kehidupan nyata

Akhir:

  • Tes tertulis individu: mengartikan mufradat kunci dan satu ayat pilihan secara lengkap
  • Penilaian refleksi pribadi: kedalaman pemahaman tentang tugas khalifah dan komitmen berakhlak kasih sayang
  • Evaluasi portofolio: kumpulan catatan, lembar kerja, dan refleksi

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan Pair Check: kemampuan mengartikan per kata dan keseluruhan ayat/hadis
  • Tanya jawab lisan tentang mufradat kunci
  • Penilaian lembar kerja pasangan: ketepatan terjemahan dan relevansi contoh aplikasi

Sumatif:

  • Tes tertulis individu: mengartikan 5 mufradat kunci dan 1 ayat lengkap dari Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 atau Q.S. Al-Qasas [28]: 77
  • Penilaian catatan refleksi pribadi: pemahaman dan komitmen aplikasi nilai kasih sayang

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan mengartikan mufradat (per kata)Mengartikan kurang dari 50% mufradat dengan benar atau banyak kesalahan maknaMengartikan 50-70% mufradat dengan benar, ada beberapa kesalahan maknaMengartikan 70-90% mufradat dengan benar dan sesuai konteksMengartikan lebih dari 90% mufradat dengan tepat, akurat, dan sesuai konteks ayat/hadis
Ketepatan mengartikan keseluruhan ayat/hadisTerjemahan tidak koheren, banyak kesalahan makna, atau tidak sesuai dengan maksud ayat/hadisTerjemahan cukup koheren namun masih ada kesalahan makna yang mengganggu pemahamanTerjemahan koheren, makna tepat, dengan sedikit kesalahan yang tidak mengganggu pemahamanTerjemahan sangat koheren, makna tepat dan utuh, serta sesuai dengan tafsir yang benar
Kemampuan menghubungkan makna ayat/hadis dengan kehidupan nyataTidak dapat memberikan contoh aplikasi atau contoh tidak relevan dengan makna ayat/hadisMemberikan contoh aplikasi namun masih umum dan kurang spesifikMemberikan contoh aplikasi yang relevan dan spesifik dari kehidupan sehari-hariMemberikan contoh aplikasi yang sangat relevan, spesifik, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep khalifah penebar kasih sayang
Kolaborasi dalam Pair CheckTidak aktif dalam pasangan, tidak memberikan feedback atau koreksi kepada partnerCukup aktif namun feedback yang diberikan kurang konstruktif atau kurang teliti dalam mengecekAktif berkolaborasi, memberikan feedback yang konstruktif dan saling membantuSangat aktif berkolaborasi, memberikan feedback yang konstruktif dan mendalam, serta menunjukkan sikap saling menghargai dan mendukung

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode Pair Check efektif untuk membantu murid mengartikan ayat dan hadis dengan tepat?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menantang bagi murid dan bagaimana saya bisa memperbaikinya?
  • Apakah murid mampu menghubungkan makna ayat/hadis dengan kehidupan nyata mereka?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan belajar murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini tentang makna khalifah dalam Al-Qur'an?
  • Bagian mana dari mengartikan ayat/hadis yang masih terasa sulit bagiku?
  • Apa tindakan nyata yang akan aku lakukan untuk menjadi khalifah penebar kasih sayang?
  • Bagaimana perasaanku saat bekerja dengan pasangan dalam mengartikan Al-Qur'an dan hadis?

SUMBER BELAJAR

  1. Al-Qur'an dan terjemahan (Kementerian Agama RI)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX (Kemendikbudristek)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX (Kemendikbudristek)
  4. Kumpulan hadis shahih (Riyadhus Shalihin, Shahih At-Tirmidzi)
  5. Lembar kerja Pair Check (disiapkan guru)
  6. Papan tulis/proyektor untuk menampilkan ayat dan terjemahan
  7. Kamus mufradat Al-Qur'an atau aplikasi digital (misalnya: Quranic, iQuran)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.