Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Analisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Analisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Analisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Analisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikAnalisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model problem based learning, murid mampu menganalisis faktor-faktor kemajuan dan kemunduran Daulah Usmani berdasarkan sumber yang relevan.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid mampu mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani seperti amanah, kerja keras, dan bersyukur kepada Allah Swt. yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa sebuah kerajaan atau peradaban besar bisa mengalami kemunduran setelah sekian lama berjaya — apa yang bisa kita pelajari dari kejadian itu?
  2. Dari kisah para sultan Daulah Usmani yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, nilai-nilai apa yang kira-kira membuat mereka begitu kuat?
  3. Jika kamu adalah seorang pemimpin muda di masa Daulah Usmani sedang melemah, langkah apa yang akan kamu ambil untuk membangkitkannya kembali?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (1 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengkondisikan suasana belajar yang tertib dan hangat (1 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menjawab secara lisan dua pertanyaan singkat — (1) 'Sebutkan satu tokoh atau sultan Daulah Usmani yang kamu ingat!' dan (2) 'Menurut kamu, Daulah Usmani itu sedang jaya atau sudah mundur saat akhir berdirinya?' — untuk memetakan pengetahuan awal (2 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid, kemudian menghubungkan jawaban murid dengan topik pertemuan hari ini (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 9.5.3.1 dan 9.5.3.2 secara singkat dan jelas (1 menit).
  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang) secara heterogen (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membacakan sebuah narasi singkat berjudul 'Potret Daulah Usmani: Dari Puncak Kejayaan ke Ambang Keruntuhan' yang memuat fakta-fakta kunci: penaklukan Konstantinopel 1453 oleh Sultan Muhammad II, puncak kekuasaan di tiga benua, lalu faktor-faktor internal (konflik perebutan takhta, korupsi, melemahnya militer) dan faktor eksternal (tekanan bangsa Eropa, gerakan nasionalisme) yang menyebabkan kemunduran (5 menit).
  • Murid diminta membaca teks tersebut secara mandiri sambil menandai — dengan pensil atau dalam pikirannya — kata kunci yang menurut mereka paling penting. Ini melatih kesadaran membaca aktif (Berkesadaran) (3 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab singkat: 'Kata kunci apa yang kalian tandai? Mengapa itu penting?' untuk memastikan pemahaman awal sebelum berlanjut ke analisis (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menyajikan sebuah permasalahan berbasis Problem Based Learning: 'Bayangkan kalian adalah tim sejarawan muda yang diminta pemerintah untuk membuat laporan singkat: APA saja faktor kemajuan Daulah Usmani, APA saja faktor kemundurannya, dan NILAI KETELADANAN apa yang bisa diambil bangsa kita hari ini?' (1 menit).
  • Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan tersebut dan mengisi Lembar Kerja Kelompok (LKK) berbentuk tabel tiga kolom: Faktor Kemajuan | Faktor Kemunduran | Nilai Keteladanan yang Relevan untuk Kehidupan Kita. Setiap kolom diisi minimal 2 poin (8 menit).
  • Selama diskusi, guru berkeliling memantau, memberi umpan balik lisan singkat ('Bagus, coba kaitkan dengan nilai amanah dalam Islam'), dan mencatat kelompok yang membutuhkan bantuan lebih — ini menjadi data asesmen proses (Formatif) (bagian dari 8 menit di atas).
  • Perwakilan 2 kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergantian. Kelompok lain menyimak dan boleh menambahkan atau menanggapi dengan kalimat 'Kami setuju / menambahkan ...' (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap poin-poin yang kurang tepat, serta mengaitkan nilai-nilai keteladanan (amanah, kerja keras, bersyukur) dengan ayat atau hadis yang relevan secara singkat, misalnya Q.S. Ibrahim [14]: 7 tentang bersyukur (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan kartu refleksi kecil (bisa berupa potongan kertas) kepada setiap murid. Kartu berisi dua pertanyaan: (1) 'Satu nilai keteladanan dari Daulah Usmani yang paling ingin kamu terapkan dalam hidupmu adalah... karena...'; (2) 'Apa yang akan kamu lakukan berbeda setelah belajar materi ini?' (Berkesadaran) (3 menit).
  • Murid menulis jawaban secara jujur dan mandiri, bukan didiskusikan. Guru mengingatkan bahwa tidak ada jawaban benar atau salah — ini tentang diri sendiri (1 menit).
  • 2–3 murid diminta sukarela berbagi isi kartu refleksinya. Guru merespons dengan apresiasi hangat dan mengaitkan dengan nilai bersyukur kepada Allah Swt. sebagai penutup tahap inti (2 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: faktor kemajuan, faktor kemunduran, dan nilai keteladanan Daulah Usmani secara singkat (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir melalui pertanyaan lisan acak kepada 2–3 murid: 'Sebutkan satu faktor kemunduran Daulah Usmani!' dan 'Nilai keteladanan apa yang bisa kita tiru dari pemimpin Daulah Usmani?' (2 menit).
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang menginspirasi: bahwa belajar sejarah bukan sekadar menghapal tanggal, tetapi mengambil hikmah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, beramanah, dan bersyukur kepada Allah Swt. (1 menit).
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang materi pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, guru menyediakan teks narasi dengan kosakata yang lebih sederhana dan poin-poin yang sudah diberi penomoran. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan satu pertanyaan pengayaan: 'Bandingkan faktor kemunduran Daulah Usmani dengan faktor kemunduran Daulah Abbasiyah — adakah kesamaan polanya?'
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan mendapat pendampingan lebih intensif dari guru saat pengisian LKK. Kelompok yang sudah cepat menyelesaikan LKK diminta menambahkan kolom keempat: 'Relevansi nilai keteladanan ini dalam konteks Indonesia hari ini'.
  • Produk: Murid dengan gaya belajar visual dapat menggambar diagram sebab-akibat sederhana (naik-turun) pada LKK mereka alih-alih menulis poin-poin teks. Murid yang lebih verbal dapat menuliskan narasi singkat satu paragraf sebagai alternatif pengisian tabel.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di kegiatan pendahuluan: 'Sebutkan satu tokoh atau sultan Daulah Usmani yang kamu ingat!' — untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang tokoh sejarah.
  • Pertanyaan pendapat: 'Menurut kamu, Daulah Usmani itu sedang jaya atau sudah mundur saat akhir berdirinya?' — untuk memetakan pemahaman awal tentang kondisi Daulah Usmani sebelum materi disampaikan.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (kriteria: aktif bertanya, menyumbang ide, menghargai pendapat teman).
  • Pemantauan pengisian LKK saat guru berkeliling: guru menilai ketepatan dan kedalaman isian tabel faktor kemajuan, kemunduran, dan keteladanan.
  • Umpan balik lisan langsung saat presentasi kelompok untuk mendorong perbaikan pemahaman secara real-time.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan acak kepada murid di kegiatan penutup untuk mengukur pemahaman individu terhadap TP 9.5.3.1 (faktor kemajuan dan kemunduran) dan TP 9.5.3.2 (nilai keteladanan).
  • Pengumpulan LKK kelompok yang dinilai menggunakan rubrik dengan 4 level: Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang.
  • Kartu refleksi individual sebagai bukti kemampuan murid menghubungkan nilai keteladanan sejarah dengan kehidupan pribadinya.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: guru mencatat partisipasi, ketepatan analisis, dan kemampuan mengaitkan nilai keteladanan dengan kehidupan nyata menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok: guru memberi komentar konstruktif langsung terhadap hasil diskusi yang dipaparkan.
  • Kartu refleksi murid: dikumpulkan sebagai bukti proses berpikir dan kesadaran diri murid.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan di akhir pertemuan kepada 2–3 murid secara acak untuk mengukur capaian TP 9.5.3.1 dan 9.5.3.2.
  • Lembar Kerja Kelompok (LKK) tabel tiga kolom yang dikumpulkan di akhir pertemuan sebagai produk asesmen tertulis kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Faktor Kemajuan Daulah Usmani (TP 9.5.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan faktor kemajuan Daulah Usmani, atau jawaban tidak relevan dengan materi.Murid dapat menyebutkan 1 faktor kemajuan Daulah Usmani namun belum disertai penjelasan atau alasan.Murid dapat menyebutkan 2 faktor kemajuan Daulah Usmani disertai penjelasan singkat yang relevan.Murid dapat menyebutkan minimal 3 faktor kemajuan Daulah Usmani dengan penjelasan yang akurat, rinci, dan berdasarkan sumber yang relevan.
Analisis Faktor Kemunduran Daulah Usmani (TP 9.5.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan faktor kemunduran Daulah Usmani, atau jawaban tidak relevan dengan materi.Murid dapat menyebutkan 1 faktor kemunduran Daulah Usmani namun belum disertai penjelasan atau alasan.Murid dapat menyebutkan 2 faktor kemunduran Daulah Usmani (internal maupun eksternal) disertai penjelasan singkat.Murid dapat menyebutkan minimal 3 faktor kemunduran Daulah Usmani (mencakup faktor internal dan eksternal) dengan penjelasan yang akurat dan rinci berdasarkan sumber yang relevan.
Identifikasi Nilai Keteladanan dan Relevansinya (TP 9.5.3.2)Murid tidak dapat mengidentifikasi nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani, atau jawaban tidak berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan 1 nilai keteladanan (misalnya amanah, kerja keras, atau bersyukur) namun belum mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan 2 nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani, menjelaskan makna masing-masing, dan memberikan contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan kaitannya kepada nilai-nilai Islam.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi, tidak menyumbangkan ide, dan tidak merespons pendapat anggota kelompok lain.Murid sesekali terlibat dalam diskusi namun lebih banyak diam dan hanya merespons jika diminta.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan ide sendiri, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain.Murid sangat aktif memimpin atau mendorong diskusi, menyampaikan ide yang relevan dan mendalam, secara konsisten menghargai pendapat orang lain, dan membantu anggota kelompok yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk ketiga tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi? Bagian mana yang perlu dipadatkan atau diperluas pada pertemuan serupa berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu antusiasme dan rasa ingin tahu murid, atau perlu diubah agar lebih relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari?
  • Apakah semua kelompok berhasil mengisi LKK dengan cukup mendalam, dan apakah murid yang membutuhkan dukungan tambahan terlayani dengan baik melalui strategi diferensiasi yang saya terapkan?
  • Apakah penghubungan nilai keteladanan (amanah, kerja keras, bersyukur) dengan ayat Al-Qur'an terasa natural dan tidak dipaksakan dalam alur pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang Daulah Usmani adalah ..., dan hal ini membuatku berpikir ...
  • Dari nilai-nilai keteladanan yang aku temukan hari ini (amanah, kerja keras, bersyukur), nilai yang paling ingin aku terapkan dalam hidupku adalah ... karena ...
  • Bagaimana perasaanku saat berdiskusi dalam kelompok hari ini? Apakah aku sudah menyumbangkan ide dengan baik? Apa yang akan aku lakukan lebih baik pada diskusi berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Iis Suryatini dan Hasyim, PAI dan Budi Pekerti Kelas 9, Kemdikbud RI, 2020 — Bab V: Mengapresiasi Peradaban Daulah Usmani (halaman 116 dst.).
  2. Al-Qur'an dan Terjemah, Kementerian Agama Republik Indonesia, 2017 — khususnya Q.S. Ibrahim [14]: 7 tentang bersyukur.
  3. Lembar Kerja Kelompok (LKK) tabel tiga kolom buatan guru: Faktor Kemajuan | Faktor Kemunduran | Nilai Keteladanan.
  4. Kartu refleksi individual (potongan kertas atau kartu kecil yang disiapkan guru).
  5. Narasi singkat 'Potret Daulah Usmani: Dari Puncak Kejayaan ke Ambang Keruntuhan' — rangkuman faktual yang disiapkan guru berdasarkan buku teks dan sumber sejarah.
  6. Papan tulis atau media presentasi sederhana untuk menampilkan pertanyaan pemantik dan poin penguatan materi.
  7. Sumber pengayaan digital (opsional untuk murid cepat): artikel atau video pendek tentang Daulah Usmani yang dapat diakses melalui perangkat sekolah.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.