MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D) Topik: Analisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Analisis Kemajuan, Kemunduran, dan Keteladanan Daulah Usmani |
|---|
| Alokasi Waktu | 1x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui model problem based learning, murid mampu menganalisis faktor-faktor kemajuan dan kemunduran Daulah Usmani berdasarkan sumber yang relevan.
- Melalui diskusi kelompok, murid mampu mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani seperti amanah, kerja keras, dan bersyukur kepada Allah Swt. yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa sebuah kerajaan atau peradaban besar bisa mengalami kemunduran setelah sekian lama berjaya — apa yang bisa kita pelajari dari kejadian itu?
- Dari kisah para sultan Daulah Usmani yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, nilai-nilai apa yang kira-kira membuat mereka begitu kuat?
- Jika kamu adalah seorang pemimpin muda di masa Daulah Usmani sedang melemah, langkah apa yang akan kamu ambil untuk membangkitkannya kembali?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (1 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengkondisikan suasana belajar yang tertib dan hangat (1 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menjawab secara lisan dua pertanyaan singkat — (1) 'Sebutkan satu tokoh atau sultan Daulah Usmani yang kamu ingat!' dan (2) 'Menurut kamu, Daulah Usmani itu sedang jaya atau sudah mundur saat akhir berdirinya?' — untuk memetakan pengetahuan awal (2 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid, kemudian menghubungkan jawaban murid dengan topik pertemuan hari ini (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 9.5.3.1 dan 9.5.3.2 secara singkat dan jelas (1 menit).
- Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang) secara heterogen (1 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan atau membacakan sebuah narasi singkat berjudul 'Potret Daulah Usmani: Dari Puncak Kejayaan ke Ambang Keruntuhan' yang memuat fakta-fakta kunci: penaklukan Konstantinopel 1453 oleh Sultan Muhammad II, puncak kekuasaan di tiga benua, lalu faktor-faktor internal (konflik perebutan takhta, korupsi, melemahnya militer) dan faktor eksternal (tekanan bangsa Eropa, gerakan nasionalisme) yang menyebabkan kemunduran (5 menit).
- Murid diminta membaca teks tersebut secara mandiri sambil menandai — dengan pensil atau dalam pikirannya — kata kunci yang menurut mereka paling penting. Ini melatih kesadaran membaca aktif (Berkesadaran) (3 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab singkat: 'Kata kunci apa yang kalian tandai? Mengapa itu penting?' untuk memastikan pemahaman awal sebelum berlanjut ke analisis (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menyajikan sebuah permasalahan berbasis Problem Based Learning: 'Bayangkan kalian adalah tim sejarawan muda yang diminta pemerintah untuk membuat laporan singkat: APA saja faktor kemajuan Daulah Usmani, APA saja faktor kemundurannya, dan NILAI KETELADANAN apa yang bisa diambil bangsa kita hari ini?' (1 menit).
- Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan tersebut dan mengisi Lembar Kerja Kelompok (LKK) berbentuk tabel tiga kolom: Faktor Kemajuan | Faktor Kemunduran | Nilai Keteladanan yang Relevan untuk Kehidupan Kita. Setiap kolom diisi minimal 2 poin (8 menit).
- Selama diskusi, guru berkeliling memantau, memberi umpan balik lisan singkat ('Bagus, coba kaitkan dengan nilai amanah dalam Islam'), dan mencatat kelompok yang membutuhkan bantuan lebih — ini menjadi data asesmen proses (Formatif) (bagian dari 8 menit di atas).
- Perwakilan 2 kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka secara bergantian. Kelompok lain menyimak dan boleh menambahkan atau menanggapi dengan kalimat 'Kami setuju / menambahkan ...' (4 menit).
- Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap poin-poin yang kurang tepat, serta mengaitkan nilai-nilai keteladanan (amanah, kerja keras, bersyukur) dengan ayat atau hadis yang relevan secara singkat, misalnya Q.S. Ibrahim [14]: 7 tentang bersyukur (2 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan kartu refleksi kecil (bisa berupa potongan kertas) kepada setiap murid. Kartu berisi dua pertanyaan: (1) 'Satu nilai keteladanan dari Daulah Usmani yang paling ingin kamu terapkan dalam hidupmu adalah... karena...'; (2) 'Apa yang akan kamu lakukan berbeda setelah belajar materi ini?' (Berkesadaran) (3 menit).
- Murid menulis jawaban secara jujur dan mandiri, bukan didiskusikan. Guru mengingatkan bahwa tidak ada jawaban benar atau salah — ini tentang diri sendiri (1 menit).
- 2–3 murid diminta sukarela berbagi isi kartu refleksinya. Guru merespons dengan apresiasi hangat dan mengaitkan dengan nilai bersyukur kepada Allah Swt. sebagai penutup tahap inti (2 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: faktor kemajuan, faktor kemunduran, dan nilai keteladanan Daulah Usmani secara singkat (2 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir melalui pertanyaan lisan acak kepada 2–3 murid: 'Sebutkan satu faktor kemunduran Daulah Usmani!' dan 'Nilai keteladanan apa yang bisa kita tiru dari pemimpin Daulah Usmani?' (2 menit).
- Guru menyampaikan pesan penutup yang menginspirasi: bahwa belajar sejarah bukan sekadar menghapal tanggal, tetapi mengambil hikmah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, beramanah, dan bersyukur kepada Allah Swt. (1 menit).
- Guru menyampaikan informasi singkat tentang materi pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri (1 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, guru menyediakan teks narasi dengan kosakata yang lebih sederhana dan poin-poin yang sudah diberi penomoran. Untuk murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan satu pertanyaan pengayaan: 'Bandingkan faktor kemunduran Daulah Usmani dengan faktor kemunduran Daulah Abbasiyah — adakah kesamaan polanya?'
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan mendapat pendampingan lebih intensif dari guru saat pengisian LKK. Kelompok yang sudah cepat menyelesaikan LKK diminta menambahkan kolom keempat: 'Relevansi nilai keteladanan ini dalam konteks Indonesia hari ini'.
- Produk: Murid dengan gaya belajar visual dapat menggambar diagram sebab-akibat sederhana (naik-turun) pada LKK mereka alih-alih menulis poin-poin teks. Murid yang lebih verbal dapat menuliskan narasi singkat satu paragraf sebagai alternatif pengisian tabel.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan diagnostik di kegiatan pendahuluan: 'Sebutkan satu tokoh atau sultan Daulah Usmani yang kamu ingat!' — untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang tokoh sejarah.
- Pertanyaan pendapat: 'Menurut kamu, Daulah Usmani itu sedang jaya atau sudah mundur saat akhir berdirinya?' — untuk memetakan pemahaman awal tentang kondisi Daulah Usmani sebelum materi disampaikan.
Proses:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (kriteria: aktif bertanya, menyumbang ide, menghargai pendapat teman).
- Pemantauan pengisian LKK saat guru berkeliling: guru menilai ketepatan dan kedalaman isian tabel faktor kemajuan, kemunduran, dan keteladanan.
- Umpan balik lisan langsung saat presentasi kelompok untuk mendorong perbaikan pemahaman secara real-time.
Akhir:- Pertanyaan lisan acak kepada murid di kegiatan penutup untuk mengukur pemahaman individu terhadap TP 9.5.3.1 (faktor kemajuan dan kemunduran) dan TP 9.5.3.2 (nilai keteladanan).
- Pengumpulan LKK kelompok yang dinilai menggunakan rubrik dengan 4 level: Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang.
- Kartu refleksi individual sebagai bukti kemampuan murid menghubungkan nilai keteladanan sejarah dengan kehidupan pribadinya.
Formatif:- Observasi guru selama diskusi kelompok: guru mencatat partisipasi, ketepatan analisis, dan kemampuan mengaitkan nilai keteladanan dengan kehidupan nyata menggunakan lembar observasi sederhana.
- Umpan balik lisan saat presentasi kelompok: guru memberi komentar konstruktif langsung terhadap hasil diskusi yang dipaparkan.
- Kartu refleksi murid: dikumpulkan sebagai bukti proses berpikir dan kesadaran diri murid.
Sumatif:- Pertanyaan lisan di akhir pertemuan kepada 2–3 murid secara acak untuk mengukur capaian TP 9.5.3.1 dan 9.5.3.2.
- Lembar Kerja Kelompok (LKK) tabel tiga kolom yang dikumpulkan di akhir pertemuan sebagai produk asesmen tertulis kelompok.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Faktor Kemajuan Daulah Usmani (TP 9.5.3.1) | Murid tidak dapat menyebutkan faktor kemajuan Daulah Usmani, atau jawaban tidak relevan dengan materi. | Murid dapat menyebutkan 1 faktor kemajuan Daulah Usmani namun belum disertai penjelasan atau alasan. | Murid dapat menyebutkan 2 faktor kemajuan Daulah Usmani disertai penjelasan singkat yang relevan. | Murid dapat menyebutkan minimal 3 faktor kemajuan Daulah Usmani dengan penjelasan yang akurat, rinci, dan berdasarkan sumber yang relevan. | | Analisis Faktor Kemunduran Daulah Usmani (TP 9.5.3.1) | Murid tidak dapat menyebutkan faktor kemunduran Daulah Usmani, atau jawaban tidak relevan dengan materi. | Murid dapat menyebutkan 1 faktor kemunduran Daulah Usmani namun belum disertai penjelasan atau alasan. | Murid dapat menyebutkan 2 faktor kemunduran Daulah Usmani (internal maupun eksternal) disertai penjelasan singkat. | Murid dapat menyebutkan minimal 3 faktor kemunduran Daulah Usmani (mencakup faktor internal dan eksternal) dengan penjelasan yang akurat dan rinci berdasarkan sumber yang relevan. | | Identifikasi Nilai Keteladanan dan Relevansinya (TP 9.5.3.2) | Murid tidak dapat mengidentifikasi nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani, atau jawaban tidak berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari. | Murid dapat menyebutkan 1 nilai keteladanan (misalnya amanah, kerja keras, atau bersyukur) namun belum mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. | Murid dapat menyebutkan 2 nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. | Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 nilai keteladanan dari sejarah Daulah Usmani, menjelaskan makna masing-masing, dan memberikan contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan kaitannya kepada nilai-nilai Islam. | | Partisipasi dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak aktif dalam diskusi, tidak menyumbangkan ide, dan tidak merespons pendapat anggota kelompok lain. | Murid sesekali terlibat dalam diskusi namun lebih banyak diam dan hanya merespons jika diminta. | Murid aktif berdiskusi, menyampaikan ide sendiri, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain. | Murid sangat aktif memimpin atau mendorong diskusi, menyampaikan ide yang relevan dan mendalam, secara konsisten menghargai pendapat orang lain, dan membantu anggota kelompok yang kesulitan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk ketiga tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi? Bagian mana yang perlu dipadatkan atau diperluas pada pertemuan serupa berikutnya?
- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu antusiasme dan rasa ingin tahu murid, atau perlu diubah agar lebih relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari?
- Apakah semua kelompok berhasil mengisi LKK dengan cukup mendalam, dan apakah murid yang membutuhkan dukungan tambahan terlayani dengan baik melalui strategi diferensiasi yang saya terapkan?
- Apakah penghubungan nilai keteladanan (amanah, kerja keras, bersyukur) dengan ayat Al-Qur'an terasa natural dan tidak dipaksakan dalam alur pembelajaran?
Refleksi Murid:- Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang Daulah Usmani adalah ..., dan hal ini membuatku berpikir ...
- Dari nilai-nilai keteladanan yang aku temukan hari ini (amanah, kerja keras, bersyukur), nilai yang paling ingin aku terapkan dalam hidupku adalah ... karena ...
- Bagaimana perasaanku saat berdiskusi dalam kelompok hari ini? Apakah aku sudah menyumbangkan ide dengan baik? Apa yang akan aku lakukan lebih baik pada diskusi berikutnya?
SUMBER BELAJAR- Iis Suryatini dan Hasyim, PAI dan Budi Pekerti Kelas 9, Kemdikbud RI, 2020 — Bab V: Mengapresiasi Peradaban Daulah Usmani (halaman 116 dst.).
- Al-Qur'an dan Terjemah, Kementerian Agama Republik Indonesia, 2017 — khususnya Q.S. Ibrahim [14]: 7 tentang bersyukur.
- Lembar Kerja Kelompok (LKK) tabel tiga kolom buatan guru: Faktor Kemajuan | Faktor Kemunduran | Nilai Keteladanan.
- Kartu refleksi individual (potongan kertas atau kartu kecil yang disiapkan guru).
- Narasi singkat 'Potret Daulah Usmani: Dari Puncak Kejayaan ke Ambang Keruntuhan' — rangkuman faktual yang disiapkan guru berdasarkan buku teks dan sumber sejarah.
- Papan tulis atau media presentasi sederhana untuk menampilkan pertanyaan pemantik dan poin penguatan materi.
- Sumber pengayaan digital (opsional untuk murid cepat): artikel atau video pendek tentang Daulah Usmani yang dapat diakses melalui perangkat sekolah.
|