MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D) Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif Bab 3: Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami |
|---|
| Alokasi Waktu | 1x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang etika pergaulan dan komunikasi Islami melalui tes tertulis yang mencakup pengertian, jenis, contoh perilaku, dan hikmahnya
- Murid dapat melakukan refleksi diri (muhasabah) terkait kebiasaan pergaulan dan komunikasi Islami yang telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud penguatan iman kepada perintah Allah Swt
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana perasaanmu saat menerapkan etika pergaulan Islami dalam kehidupan sehari-hari selama mempelajari bab ini?
- Menurutmu, apa tantangan terbesar dalam menerapkan komunikasi Islami di era digital saat ini?
- Sejauh mana kamu sudah menerapkan etika pergaulan dan komunikasi Islami yang telah dipelajari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid mengikuti asesmen sumatif
- Guru menyampaikan tujuan asesmen: mengukur pemahaman menyeluruh tentang etika pergaulan dan komunikasi Islami serta melakukan refleksi diri
- Guru memberikan penguatan motivasi bahwa asesmen adalah kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar dan memperbaiki diri
- Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan asesmen: tes tertulis dan lembar muhasabah, serta durasi pengerjaan
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kesiapan murid dan memberikan kesempatan bertanya tentang prosedur asesmen
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima soal tes tertulis yang mencakup: pengertian etika pergaulan dan komunikasi Islami, jenis-jenisnya, contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, dan hikmah menerapkannya
- Murid membaca dan memahami setiap butir soal dengan tenang dan penuh kesadaran
- Guru berkeliling memastikan setiap murid memahami instruksi soal tanpa memberikan petunjuk jawaban
- Murid mengerjakan soal tes tertulis secara mandiri dengan jujur dan penuh tanggung jawab (20 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Setelah menyelesaikan tes tertulis, murid menerima lembar muhasabah (refleksi diri)
- Murid mengidentifikasi dan menuliskan kebiasaan pergaulan dan komunikasi Islami yang sudah dan belum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
- Murid memberikan contoh konkret situasi ketika mereka menerapkan atau belum menerapkan etika pergaulan Islami di sekolah, rumah, atau media sosial
- Murid menuliskan rencana perbaikan diri untuk meningkatkan praktik pergaulan dan komunikasi Islami ke depan (10 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid merefleksikan proses pengerjaan asesmen: apakah mereka sudah mengerjakan dengan jujur dan optimal
- Murid menuliskan komitmen pribadi untuk terus memperbaiki etika pergaulan dan komunikasi Islami sebagai wujud keimanan kepada Allah Swt
- Murid menghubungkan hasil muhasabah dengan penguatan iman: menyadari bahwa etika pergaulan adalah perintah Allah yang harus dipatuhi
- Guru memberikan kesempatan 2-3 murid secara sukarela untuk berbagi refleksi singkat (opsional, jika waktu memungkinkan)
Penutup:- Guru mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis dan lembar muhasabah dari murid
- Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kejujuran murid dalam mengerjakan asesmen
- Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan digunakan untuk mengetahui pencapaian belajar dan memberikan umpan balik konstruktif
- Guru mengingatkan murid untuk terus menerapkan etika pergaulan dan komunikasi Islami dalam kehidupan sehari-hari
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten karena ini adalah asesmen sumatif yang mengukur pencapaian standar yang sama untuk semua murid
- Proses: Murid dengan kebutuhan khusus (misalnya kesulitan membaca) dapat diberikan waktu tambahan 5-10 menit atau pendampingan guru dalam memahami instruksi soal tanpa memberikan jawaban. Murid yang selesai lebih cepat dapat menggunakan waktu tersisa untuk memperdalam refleksi muhasabah atau membaca materi pengayaan
- Produk: Lembar muhasabah dapat disesuaikan: murid dengan kemampuan menulis terbatas dapat menggunakan poin-poin singkat, sedangkan murid dengan kemampuan tinggi didorong menulis refleksi lebih mendalam dengan contoh konkret dan rencana aksi spesifik
ASESMENAwal:- Guru menanyakan kesiapan fisik dan mental murid mengikuti asesmen
- Guru memberikan kesempatan murid bertanya tentang prosedur asesmen untuk memastikan pemahaman
Proses:- Observasi sikap jujur, mandiri, dan tanggung jawab murid saat mengerjakan tes tertulis
- Pemantauan proses pengisian lembar muhasabah: apakah murid melakukan refleksi dengan serius dan jujur
Akhir:- Penilaian hasil tes tertulis dengan kunci jawaban dan rubrik penskoran
- Penilaian lembar muhasabah menggunakan rubrik sikap: kejujuran refleksi, identifikasi perilaku konkret, dan komitmen perbaikan diri
- Penentuan tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran berdasarkan hasil tes tertulis dan muhasabah
Formatif:- Observasi guru terhadap sikap jujur dan mandiri murid saat mengerjakan tes
- Penilaian proses pengisian lembar muhasabah: kejujuran dan kedalaman refleksi diri
Sumatif:- Tes tertulis pilihan ganda dan uraian tentang pengertian, jenis, contoh, dan hikmah etika pergaulan dan komunikasi Islami
- Lembar muhasabah tertulis sebagai penilaian sikap dan refleksi praktik etika pergaulan Islami dalam kehidupan sehari-hari
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami | Murid belum dapat menjelaskan pengertian, jenis, dan contoh etika pergaulan Islami dengan benar (skor tes <60) | Murid dapat menjelaskan sebagian pengertian dan jenis etika pergaulan Islami namun masih terbatas dan kurang contoh konkret (skor tes 60-74) | Murid dapat menjelaskan pengertian, jenis, dan memberikan contoh etika pergaulan Islami dengan cukup baik (skor tes 75-89) | Murid dapat menjelaskan dengan lengkap dan mendalam pengertian, jenis, contoh, dan hikmah etika pergaulan Islami serta mengaitkannya dengan kehidupan nyata (skor tes 90-100) | | Muhasabah dan Refleksi Diri | Murid belum menunjukkan kejujuran dalam refleksi diri, tidak mengidentifikasi perilaku konkret, dan tidak membuat rencana perbaikan | Murid melakukan refleksi namun masih umum, belum mengidentifikasi perilaku konkret dalam kehidupan sehari-hari, rencana perbaikan belum spesifik | Murid melakukan refleksi dengan jujur, mengidentifikasi beberapa perilaku konkret yang sudah dan belum diterapkan, serta membuat rencana perbaikan yang cukup spesifik | Murid melakukan muhasabah mendalam dengan jujur, mengidentifikasi perilaku konkret dengan contoh situasi nyata, menganalisis faktor penghambat dan pendukung, serta membuat komitmen perbaikan diri yang spesifik dan terukur | | Penguatan Keimanan (Akidah) | Murid belum menunjukkan kesadaran bahwa etika pergaulan adalah perintah Allah Swt dalam refleksinya | Murid menyebutkan bahwa etika pergaulan adalah perintah Allah namun belum menghubungkannya dengan penguatan iman pribadi | Murid menunjukkan kesadaran bahwa etika pergaulan adalah perintah Allah dan menyatakan komitmen untuk menguatkan iman melalui praktik pergaulan Islami | Murid menunjukkan kesadaran mendalam tentang hubungan etika pergaulan dengan keimanan kepada Allah, menyatakan komitmen kuat untuk menjadikan etika pergaulan sebagai wujud ketakwaan, dan merencanakan langkah konkret penguatan iman | | Sikap Jujur dan Mandiri | Murid tidak menunjukkan sikap jujur dan mandiri saat mengerjakan asesmen (terlihat mencontek atau tidak serius) | Murid menunjukkan sikap jujur dan mandiri namun masih perlu diingatkan guru | Murid menunjukkan sikap jujur dan mandiri dengan baik saat mengerjakan asesmen tanpa pengawasan ketat | Murid menunjukkan sikap jujur, mandiri, dan penuh tanggung jawab selama asesmen, serta menjadi teladan bagi teman sebaya |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah soal tes tertulis sudah mengukur semua aspek pemahaman tentang etika pergaulan dan komunikasi Islami secara komprehensif?
- Bagaimana tingkat kejujuran dan keseriusan murid dalam mengerjakan asesmen dan mengisi lembar muhasabah?
- Dari hasil asesmen, materi atau kompetensi apa yang perlu diperkuat pada pembelajaran berikutnya?
- Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk murid menyelesaikan tes tertulis dan muhasabah dengan optimal?
- Bagaimana saya dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan memotivasi murid untuk terus memperbaiki diri?
Refleksi Murid:- Apakah saya sudah mengerjakan asesmen dengan jujur dan menunjukkan kemampuan terbaik saya?
- Apa yang saya rasakan setelah melakukan muhasabah tentang kebiasaan pergaulan dan komunikasi Islami saya?
- Dari materi etika pergaulan dan komunikasi Islami, mana yang paling sulit saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa?
- Apa komitmen konkret yang akan saya lakukan mulai hari ini untuk memperbaiki etika pergaulan dan komunikasi Islami saya?
- Bagaimana saya dapat menjadikan etika pergaulan Islami sebagai wujud keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum Merdeka, Bab III: Indahnya Etika Pergaulan dan Komunikasi Islami
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum Merdeka
- Al-Qur'an dan terjemahan
- Lembar soal tes tertulis asesmen sumatif
- Lembar muhasabah (refleksi diri) murid
- Papan tulis/whiteboard dan spidol
|