Modul AjarPertemuan 3Bab 10Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Keteladanan dari Peradaban Daulah Syafawi dan Mughal serta Islam sebagai Rahmatan Lil-'Alamin

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Keteladanan dari Peradaban Daulah Syafawi dan Mughal serta Islam sebagai Rahmatan Lil-'Alamin". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Keteladanan dari Peradaban Daulah Syafawi dan Mughal serta Islam sebagai Rahmatan Lil-'Alamin

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 10 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Keteladanan dari Peradaban Daulah Syafawi dan Mughal serta Islam sebagai Rahmatan Lil-'Alamin

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKeteladanan dari Peradaban Daulah Syafawi dan Mughal serta Islam sebagai Rahmatan Lil-'Alamin
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan nilai-nilai keteladanan dari sejarah peradaban Daulah Syafawi dan Daulah Mughal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (elemen: Akhlak)
  2. Murid dapat meyakini bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil-'alamin berdasarkan bukti kemajuan peradaban Daulah Syafawi dan Daulah Mughal (elemen: Akidah)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian bisa belajar satu hal dari pemimpin Daulah Syafawi atau Mughal, hal apa yang ingin kalian tiru dan mengapa?
  2. Menurut kalian, bagaimana sebuah kerajaan Islam di masa lalu bisa membuktikan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya bagi umat Islam?
  3. Nilai-nilai apa dari peradaban Syafawi dan Mughal yang masih relevan dan bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar Muslim?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama (±2 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengkondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat — 'Nilai apa yang paling kalian ingat dari peradaban Syafawi?' dan 'Apa yang dimaksud rahmatan lil-'alamin?' — murid menjawab secara spontan untuk mengukur pengetahuan awal (±3 menit).
  • Guru mengaitkan jawaban murid dengan materi pertemuan sebelumnya (sejarah dan kemajuan Daulah Syafawi dan Mughal) lalu menyampaikan bahwa hari ini fokus pada keteladanan dan relevansinya bagi kehidupan sehari-hari (±2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 9.10.3.1 dan 9.10.3.2 secara ringkas dan jelas.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik pertama untuk memancing rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis ringkas (slide/poster) yang memuat tokoh-tokoh kunci Daulah Syafawi (Abbas I) dan Mughal (Akbar, Aurangzeb) beserta satu nilai keteladanan utama masing-masing. Murid diminta mengamati dengan cermat selama 2 menit (Berkesadaran).
  • Guru membacakan narasi singkat tentang kebijakan toleransi Akbar dan keberanian Abbas I, lalu mengajukan pertanyaan: 'Apa kesamaan nilai yang ditunjukkan kedua pemimpin ini?' Murid merespons secara lisan (Bermakna).
  • Guru menyajikan peta konsep sederhana di papan tulis yang menghubungkan: Kemajuan Peradaban → Nilai Keteladanan → Bukti Islam Rahmatan Lil-'Alamin. Murid menyalin dan melengkapi satu kolom kosong di peta konsep tersebut di buku catatan masing-masing (±7 menit total tahap Memahami).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 4 kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok menerima kartu situasi yang berisi skenario kehidupan nyata remaja (contoh: 'Temanmu berbeda pendapat soal cara ibadah, bagaimana sikapmu?' / 'Kamu ingin berprestasi di sekolah seperti ilmuwan Mughal, apa yang akan kamu lakukan?').
  • Setiap kelompok berdiskusi selama 5 menit: mengidentifikasi nilai keteladanan dari Syafawi atau Mughal yang relevan dengan skenario, lalu merumuskan satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan sebagai pelajar Muslim (Bermakna).
  • Perwakilan tiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dalam waktu 1,5 menit per kelompok. Kelompok lain boleh memberikan satu tanggapan singkat. Guru mencatat poin-poin penting di papan tulis (Menggembirakan).
  • Guru memberikan umpan balik langsung dan mengaitkan jawaban kelompok dengan konsep Islam sebagai rahmatan lil-'alamin: 'Ketika kalian berbuat baik kepada siapapun, itulah wujud nyata Islam sebagai rahmat' (±12 menit total tahap Mengaplikasi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengisi lembar refleksi singkat (bisa di buku catatan) dengan dua pertanyaan: (1) 'Satu nilai keteladanan dari Syafawi/Mughal yang paling bermakna bagiku adalah… karena…' dan (2) 'Satu hal konkret yang akan aku lakukan minggu ini sebagai wujud Islam rahmatan lil-'alamin adalah…' (Berkesadaran).
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi refleksinya secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan keyakinan bahwa nilai-nilai tersebut adalah bagian dari akidah dan akhlak Islam yang hidup (Bermakna).
  • Guru menutup tahap inti dengan menegaskan: 'Keteladanan para pemimpin Syafawi dan Mughal bukan sekadar sejarah — itu adalah cermin bagaimana kita hidup hari ini sebagai Muslim yang membawa rahmat.' (±6 menit total tahap Merefleksi)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan: nilai-nilai keteladanan (gigih, toleran, cinta ilmu, adil) dari Daulah Syafawi dan Mughal merupakan bukti nyata Islam rahmatan lil-'alamin (±3 menit).
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 1 pertanyaan tertulis singkat di selembar kertas kecil (exit ticket): 'Sebutkan 2 nilai keteladanan dari Syafawi/Mughal dan jelaskan satu bukti bahwa Islam adalah rahmatan lil-'alamin.' Murid mengerjakan dalam 3 menit lalu mengumpulkan.
  • Guru menginformasikan tindak lanjut: murid diminta mencatat satu perilaku nyata yang mencerminkan nilai keteladanan tersebut di Tabel Mari Membiasakan Diri (buku siswa) selama seminggu ke depan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majlis dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra diberikan kartu kosakata bergambar yang memuat definisi singkat 'rahmatan lil-'alamin', nama tokoh, dan nilai keteladanan mereka. Murid yang sudah mahir diarahkan membaca narasi lebih panjang tentang kebijakan Akbar atau Abbas I dari buku siswa halaman relevan.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang membutuhkan dukungan dapat menjawab pertanyaan kartu situasi secara lisan kepada anggota kelompok, sementara murid cepat berperan sebagai juru tulis sekaligus menganalisis lebih dari satu nilai keteladanan untuk skenario yang sama.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan mengisi lembar refleksi dengan jawaban singkat (satu kalimat per pertanyaan). Murid yang lebih cepat diminta menuliskan refleksi yang menghubungkan nilai keteladanan dengan ayat Al-Qur'an atau hadis yang mereka ketahui.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan di awal pendahuluan: 'Nilai apa yang paling kalian ingat dari peradaban Syafawi?' — untuk mengukur retensi materi pertemuan sebelumnya.
  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian pahami tentang istilah rahmatan lil-'alamin?' — untuk mengukur pengetahuan awal konsep akidah yang akan dikembangkan.

Proses:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok kartu situasi: apakah murid mampu mengidentifikasi nilai keteladanan yang relevan dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata.
  • Umpan balik lisan guru setelah tiap kelompok presentasi untuk mengoreksi miskonsepsi dan memperkuat pemahaman.
  • Lembar refleksi yang diisi murid di akhir kegiatan inti sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Akhir:

  • Exit ticket: pertanyaan tertulis singkat — 'Sebutkan 2 nilai keteladanan dari Daulah Syafawi atau Mughal, dan jelaskan satu bukti bahwa Islam adalah rahmatan lil-'alamin.' Dikerjakan individu dalam 3 menit.
  • Guru membaca exit ticket setelah kelas untuk menentukan siapa yang perlu penguatan dan siapa yang siap pengayaan pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi aktif murid saat tanya jawab dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (checklist: aktif bertanya, memberikan pendapat, merespons kelompok lain).
  • Penilaian sejawat ringan saat presentasi kelompok: anggota kelompok lain memberikan satu kalimat apresiasi atau satu pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.
  • Peta konsep yang dilengkapi murid di buku catatan sebagai bukti pemahaman tahap Memahami.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis: murid menyebutkan 2 nilai keteladanan dari Daulah Syafawi dan/atau Mughal serta menjelaskan satu bukti konkret bahwa Islam adalah rahmatan lil-'alamin.
  • Lembar refleksi mandiri yang berisi komitmen tindakan nyata sebagai pelajar Muslim.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan nilai keteladanan Daulah Syafawi dan Mughal (TP 9.10.3.1)Murid tidak dapat menyebutkan nilai keteladanan dari kedua daulah, atau jawaban tidak relevan dengan materi.Murid dapat menyebutkan 1 nilai keteladanan dari salah satu daulah, namun belum dapat menjelaskan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan minimal 2 nilai keteladanan dari Syafawi dan/atau Mughal serta menjelaskan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cukup jelas.Murid dapat menyebutkan lebih dari 2 nilai keteladanan dari kedua daulah, menjelaskan penerapan konkretnya dalam kehidupan sehari-hari, dan mengaitkannya dengan ajaran Al-Qur'an atau hadis secara tepat.
Meyakini Islam sebagai rahmatan lil-'alamin berdasarkan bukti peradaban (TP 9.10.3.2)Murid tidak dapat mengaitkan kemajuan peradaban Syafawi/Mughal dengan konsep Islam rahmatan lil-'alamin, atau jawaban menunjukkan miskonsepsi.Murid menyebutkan bahwa Islam adalah rahmatan lil-'alamin tetapi hanya mengulang pernyataan tanpa menyertakan bukti dari peradaban Syafawi atau Mughal.Murid dapat menjelaskan keyakinannya bahwa Islam adalah rahmatan lil-'alamin dengan menyertakan minimal 1 bukti konkret dari kemajuan atau kebijakan Daulah Syafawi atau Mughal.Murid dapat menjelaskan keyakinannya secara argumentatif dengan menyertakan lebih dari 1 bukti dari kedua daulah, mengaitkannya dengan dampak positif Islam bagi masyarakat luas (non-Muslim sekalipun), dan menunjukkan refleksi personal yang mendalam.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi dan tidak memberikan kontribusi pada kelompok.Murid terlibat dalam diskusi tetapi hanya mendengarkan; kontribusi gagasan sangat minimal.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan minimal 1 gagasan yang relevan, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain.Murid sangat aktif, memimpin atau memfasilitasi diskusi, menyampaikan gagasan yang relevan dan orisinal, serta mendorong anggota kelompok yang pasif untuk turut berkontribusi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya berikan berhasil memancing rasa ingin tahu dan respons yang beragam dari murid?
  • Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk menyelesaikan tiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) secara bermakna?
  • Apakah kartu situasi yang saya siapkan cukup kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata murid kelas 9?
  • Murid mana yang tampak belum memahami konsep rahmatan lil-'alamin? Apa tindak lanjut yang perlu saya lakukan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang beragam, baik yang cepat maupun yang memerlukan dukungan?

Refleksi Murid:

  • Nilai keteladanan apa dari Daulah Syafawi atau Mughal yang paling berkesan bagimu hari ini, dan mengapa nilai itu bermakna untukmu secara pribadi?
  • Setelah belajar hari ini, bagaimana pemahamanmu tentang Islam sebagai rahmatan lil-'alamin berubah atau semakin kuat?
  • Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk mencerminkan nilai-nilai keteladanan yang telah kamu pelajari?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling mudah kamu pahami, dan bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas IX (Penulis: Iis Suryatini dan Hasyim Asy'ari, Kemdikbudristek 2022) — Bab X hal. 241 dst.
  2. Buku Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs Kelas IX — Panduan Bab X.
  3. Infografis Bab X: Mengapresiasi Peradaban Islam pada Masa Daulah Mughal India dan Safawi (tersedia di buku siswa, dapat diperbesar menjadi poster atau ditampilkan via LCD Projector).
  4. Kartu situasi buatan guru berisi skenario kehidupan nyata remaja (disiapkan guru sebelum pembelajaran).
  5. LCD Projector dan slide presentasi ringkas tentang tokoh dan nilai keteladanan Daulah Syafawi dan Mughal.
  6. Lembar kerja refleksi mandiri (dapat ditulis di buku catatan atau lembar tersendiri).
  7. Al-Qur'an dan terjemahannya (sebagai referensi pengayaan untuk murid yang lebih cepat).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.