MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D) Topik: Sejarah dan Peradaban Islam pada Masa Daulah Syafawi di Persia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Sejarah dan Peradaban Islam pada Masa Daulah Syafawi di Persia |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mendeskripsikan sejarah lahir, berkembang, dan runtuhnya Daulah Syafawi di Persia beserta kemajuan peradaban Islam yang dicapainya
- Murid dapat membuat timeline perkembangan Daulah Syafawi secara kronologis sebagai bentuk apresiasi terhadap peradaban Islam
- Murid terbiasa menampilkan perilaku gigih dalam berjuang dan menghargai perbedaan sebagai keteladanan dari sejarah Daulah Syafawi
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian mendengar tentang Persia? Di mana letaknya dan bagaimana Islam berkembang di sana?
- Apa yang kalian ketahui tentang perbedaan mazhab dalam Islam? Bagaimana sikap kita terhadap perbedaan tersebut?
- Mengapa penting bagi kita sebagai generasi muslim untuk mempelajari sejarah peradaban Islam di berbagai belahan dunia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh keberkahan
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid untuk belajar
- Guru mengajak murid mengamati infografis Bab 10 tentang Daulah Syafawi dan Mughal yang ditayangkan melalui LCD proyektor
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang peradaban Islam di Persia
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan materi sebelumnya tentang peradaban Islam
- Guru mengondisikan murid untuk duduk berkelompok (4-5 orang per kelompok)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membaca pantun Islami pada rubrik pembuka dan merespons makna pantun tersebut melalui Aktivitas 1 secara berkelompok
- Murid membaca rubrik Tafakur tentang pentingnya mempelajari sejarah peradaban Islam dan mengerjakan Aktivitas 2 sebagai respons reflektif
- Guru menyampaikan kata kunci pembelajaran yang terdapat pada rubrik Titik Fokus: Daulah Syafawi, Persia, Ismail I, Mazhab Syiah, Peradaban Islam
- Murid mengamati peta wilayah kekuasaan Daulah Syafawi (Gambar 10.3) dan ilustrasi Ismail I (Gambar 10.4) untuk memahami konteks geografis dan historis
- Guru menjelaskan sejarah lahirnya Daulah Syafawi (1502 M) yang didirikan oleh Ismail I di Persia dengan mazhab Syiah sebagai dasar negara
- Murid mendengarkan penjelasan guru tentang masa perkembangan, kemajuan, kemunduran, hingga kehancuran Daulah Syafawi dengan menggunakan media CD pembelajaran interaktif atau video dokumenter
- Murid mencatat poin-poin penting tentang para pemimpin Daulah Syafawi: Ismail I, Tahmasp I, Ismail II, Muhammad I, Abbas I, Safi, Abbas II, Sulaiman I, Husayn, Tahmasp II, Abbas III
- Murid mengidentifikasi kemajuan peradaban Islam pada masa Daulah Syafawi dalam bidang seni, arsitektur, perdagangan, dan keilmuan
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid melakukan Aktivitas 3: menggunakan aplikasi pencarian lokasi di gawai atau scan QR code untuk menjelajah wilayah bersejarah Daulah Syafawi secara virtual
- Setiap kelompok menemukan dan mendokumentasikan gambar tempat-tempat bersejarah Daulah Syafawi yang masih ada hingga saat ini (masjid, istana, monumen)
- Murid dalam kelompok membuat timeline perkembangan Daulah Syafawi secara kronologis menggunakan kertas karton atau media digital, mencantumkan: tahun berdiri (1502 M), nama-nama pemimpin, peristiwa penting, masa kejayaan, dan masa kehancuran
- Setiap kelompok menghias timeline dengan gambar-gambar yang telah mereka temukan dari eksplorasi virtual sebelumnya
- Murid menambahkan catatan tentang kemajuan peradaban dan keteladanan yang dapat diambil dari sejarah Daulah Syafawi pada timeline mereka
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan timeline yang telah dibuat di depan kelas, menjelaskan kronologi sejarah Daulah Syafawi dan kemajuan peradabannya
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau penguatan terhadap presentasi yang disampaikan
- Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang nilai-nilai keteladanan dari Daulah Syafawi: kegigihan Ismail I dalam mendirikan negara, toleransi dalam keberagaman, dan semangat memajukan peradaban
- Murid merefleksi sikap yang perlu ditampilkan sebagai pelajar muslim: gigih dalam berjuang mencapai tujuan dan menghargai perbedaan mazhab/paham dalam Islam
- Murid menuliskan refleksi pribadi dalam jurnal belajar: apa yang dipelajari hari ini, keteladanan apa yang akan diterapkan, dan bagaimana mengapresiasi perbedaan dalam kehidupan sehari-hari
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang sejarah dan peradaban Daulah Syafawi serta nilai keteladanan yang dapat diambil
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap gigih dalam berjuang dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari akhlak mulia
- Guru melakukan asesmen akhir melalui kuis singkat atau tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya tentang Daulah Mughal di India
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang lebih cepat dapat membaca sumber tambahan tentang kontribusi ilmuwan dan seniman pada masa Daulah Syafawi. Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat fokus pada timeline sederhana dengan peristiwa utama saja.
- Proses: Murid visual dapat membuat timeline berbentuk infografis berwarna. Murid kinestetik dapat membuat timeline 3 dimensi menggunakan kertas karton berlapis. Murid yang memerlukan scaffolding dapat menggunakan template timeline yang sudah disiapkan guru.
- Produk: Murid dapat memilih format presentasi timeline: poster fisik, presentasi digital (PowerPoint/Canva), atau video singkat. Kelompok yang lebih cepat dapat menambahkan perbandingan dengan peradaban Islam lainnya yang sezaman.
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai Persia dan perkembangan Islam di luar Arab
- Observasi respons murid terhadap infografis dan pertanyaan pemantik
- Pre-test singkat (5 pertanyaan pilihan ganda) tentang konsep dasar sejarah peradaban Islam
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam membaca dan merespons rubrik pantun dan Tafakur
- Penilaian proses pembuatan timeline: kelengkapan informasi, kesesuaian kronologi, kreativitas desain
- Monitoring saat murid melakukan eksplorasi virtual lokasi bersejarah
- Checklist keaktifan murid dalam diskusi kelompok
- Penilaian diri murid terhadap kontribusi mereka dalam kerja kelompok
Akhir:- Penilaian presentasi timeline dengan rubrik: pemahaman konten, kemampuan komunikasi, kerja sama kelompok
- Kuis individu (10 soal pilihan ganda dan 2 uraian singkat) tentang sejarah Daulah Syafawi
- Penilaian jurnal refleksi: kedalaman refleksi, kemampuan mengaitkan nilai keteladanan dengan kehidupan nyata
- Penilaian sikap melalui observasi: kegigihan dalam mengerjakan tugas dan sikap menghargai perbedaan saat diskusi
Formatif:- Observasi aktivitas murid saat diskusi kelompok dan membuat timeline
- Penilaian proses melalui lembar kerja Aktivitas 1, 2, dan 3
- Tanya jawab selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman
- Penilaian sejawat saat presentasi kelompok
Sumatif:- Penilaian produk timeline perkembangan Daulah Syafawi (kelompok)
- Penilaian presentasi kelompok dengan rubrik
- Kuis individu di akhir pembelajaran tentang sejarah Daulah Syafawi
- Penilaian jurnal refleksi pribadi murid
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Sejarah Daulah Syafawi | Belum dapat menjelaskan sejarah Daulah Syafawi dan masih keliru dalam menyebutkan tokoh atau peristiwa penting | Dapat menyebutkan beberapa informasi dasar tentang Daulah Syafawi tetapi masih memerlukan bantuan untuk menjelaskan secara runtut | Dapat mendeskripsikan sejarah lahir, berkembang, dan runtuhnya Daulah Syafawi dengan cukup lengkap dan kronologis | Dapat mendeskripsikan sejarah Daulah Syafawi secara lengkap, kronologis, dan mengaitkan dengan konteks peradaban Islam yang lebih luas | | Kemampuan Membuat Timeline | Timeline tidak lengkap, tidak kronologis, dan sulit dipahami | Timeline memuat beberapa informasi penting tetapi masih kurang lengkap dan belum tertata dengan baik | Timeline lengkap, kronologis, dan mudah dipahami dengan visualisasi yang cukup menarik | Timeline sangat lengkap, kronologis, disajikan dengan visualisasi kreatif dan informatif, serta dilengkapi dengan gambar dan catatan yang relevan | | Sikap Gigih dalam Berjuang | Belum menunjukkan ketekunan dalam mengerjakan tugas, mudah menyerah saat menghadapi kesulitan | Mulai menunjukkan usaha dalam mengerjakan tugas tetapi masih memerlukan banyak motivasi eksternal | Menunjukkan ketekunan dalam mengerjakan tugas kelompok, berusaha menyelesaikan hingga tuntas meski ada kesulitan | Sangat gigih dalam mengerjakan tugas, proaktif mencari solusi saat ada kendala, dan memotivasi anggota kelompok lain | | Sikap Menghargai Perbedaan | Belum menunjukkan sikap menghargai pendapat atau cara kerja anggota kelompok yang berbeda | Mulai menerima perbedaan pendapat tetapi masih pasif dalam merespons | Menghargai perbedaan pendapat dalam kelompok dan mampu berkolaborasi dengan baik | Sangat menghargai perbedaan, aktif mendengarkan berbagai pendapat, dan mampu menjembatani perbedaan untuk mencapai hasil terbaik | | Kemampuan Presentasi dan Komunikasi | Presentasi kurang jelas, tidak terstruktur, dan sulit dipahami oleh audiens | Presentasi cukup jelas tetapi masih terbata-bata dan belum terstruktur dengan baik | Presentasi jelas, terstruktur, dan mudah dipahami dengan bahasa yang komunikatif | Presentasi sangat jelas, terstruktur, komunikatif, dan mampu melibatkan audiens dengan baik |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tentang sejarah Daulah Syafawi tercapai dengan baik?
- Bagaimana respons dan keterlibatan murid dalam membuat timeline dan diskusi kelompok?
- Apakah strategi pembelajaran dengan eksplorasi virtual dan pembuatan timeline efektif untuk materi ini?
- Apa kendala yang dihadapi selama pembelajaran dan bagaimana solusinya?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan pembelajaran untuk membantu murid lebih menginternalisasi nilai kegigihan dan menghargai perbedaan?
Refleksi Murid:- Apa yang paling berkesan dari pembelajaran tentang Daulah Syafawi hari ini?
- Nilai keteladanan apa yang dapat saya ambil dari sejarah Daulah Syafawi?
- Bagaimana saya dapat menerapkan sikap gigih dalam berjuang dalam kehidupan sehari-hari?
- Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menghargai perbedaan dalam Islam?
- Apa yang masih ingin saya ketahui lebih lanjut tentang peradaban Islam di Persia?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek, 2022) Bab 10 hal. 240-248
- Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek, 2022) hal. 150-160
- Infografis Daulah Syafawi dan Mughal (terdapat dalam buku siswa)
- CD Pembelajaran Interaktif tentang Sejarah Peradaban Islam
- Aplikasi pencarian lokasi (Google Maps/Google Earth) untuk eksplorasi virtual wilayah Persia
- Video dokumenter tentang Daulah Syafawi (dapat diakses melalui YouTube atau platform edukasi)
- Kertas karton, spidol warna, penggaris untuk membuat timeline
- LCD Proyektor dan speaker aktif untuk menayangkan media pembelajaran
- Gawai/HP murid untuk aktivitas eksplorasi virtual
- Lembar Kerja Siswa (Aktivitas 1, 2, dan 3)
- Jurnal refleksi murid
|