Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dan Q.S. Az-Zumar [39]:9 serta Hadis tentang Keutamaan Mencari Ilmu

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dan Q.S. Az-Zumar [39]:9 serta Hadis tentang Keutamaan Mencari Ilmu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 9: Membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dan Q.S. Az-Zumar [39]:9 serta Hadis tentang Keutamaan Mencari Ilmu

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dan Q.S. Az-Zumar [39]:9 serta Hadis tentang Keutamaan Mencari Ilmu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMembaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dan Q.S. Az-Zumar [39]:9 serta Hadis tentang Keutamaan Mencari Ilmu
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dan Q.S. Az-Zumar [39]:9 sesuai kaidah tajwid, khususnya hukum bacaan waqf, dengan benar
  2. Murid dapat membaca hadis tentang keutamaan mencari ilmu dengan makhraj yang benar
  3. Murid terbiasa membaca Al-Qur'an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari dengan benar sebagai wujud semangat mencari ilmu

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Allah Swt. menjanjikan akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu?
  2. Bagaimana cara kita membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid?
  3. Apa hubungan antara semangat mencari ilmu dengan keimanan kita kepada Allah Swt.?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran murid dan kesiapan belajar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid dalam membaca Al-Qur'an dan pengetahuan tentang hukum bacaan waqf
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari murid
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan hukum bacaan waqf (berhenti) dalam tajwid dengan contoh sederhana yang mudah dipahami
  • Guru membacakan Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 dengan tartil dan memperhatikan hukum bacaan waqf, murid menyimak dengan penuh perhatian
  • Guru membacakan Q.S. Az-Zumar [39]:9 dengan tartil dan memperhatikan hukum bacaan waqf, murid menyimak dengan penuh perhatian
  • Guru membacakan hadis tentang keutamaan mencari ilmu dengan makhraj yang benar, murid menyimak
  • Guru mengidentifikasi beberapa kata yang mengandung hukum bacaan waqf dalam kedua ayat tersebut dan menjelaskannya
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang hukum bacaan waqf dan contohnya dalam ayat

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 5 kelompok kecil
  • Setiap kelompok memilih satu anggota yang paling fasih bacaan Al-Qur'annya untuk menjadi tutor sebaya
  • Tutor sebaya membacakan Q.S. Al-Mujādilah [58]:11, Q.S. Az-Zumar [39]:9, dan hadis dengan memperhatikan hukum bacaan waqf, kemudian diikuti oleh seluruh anggota kelompok
  • Setiap anggota kelompok membaca kedua ayat dan hadis secara bergantian dengan bimbingan tutor, yang lain menyimak dan memberikan koreksi
  • Tutor sebaya mencatat perkembangan bacaan setiap anggota dalam tabel penilaian (lancar, belum lancar, tidak bisa)
  • Guru berkeliling ke setiap kelompok untuk memberikan bimbingan dan umpan balik
  • Murid berlatih membaca berulang-ulang hingga lancar dengan penuh semangat

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta beberapa murid maju secara sukarela untuk membacakan Q.S. Al-Mujādilah [58]:11, Q.S. Az-Zumar [39]:9, atau hadis di depan kelas
  • Murid lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif terhadap bacaan temannya
  • Guru memberikan umpan balik positif dan korektif terhadap bacaan murid
  • Murid merenungkan proses belajar mereka: apa yang sudah dikuasai, apa yang masih perlu diperbaiki, dan strategi apa yang membantu mereka belajar
  • Murid menuliskan komitmen pribadi untuk terus berlatih membaca Al-Qur'an dengan benar dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru mengajak murid merefleksikan kaitan antara membaca Al-Qur'an dengan benar dan semangat mencari ilmu sebagai bentuk ketakwaan

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran tentang hukum bacaan waqf dan pentingnya membaca Al-Qur'an dengan benar
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid membaca ayat atau hadis secara individual
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya semangat mencari ilmu sebagai implementasi dari ayat-ayat yang telah dipelajari
  • Guru memberikan tugas rumah untuk terus berlatih membaca kedua ayat dan hadis di rumah
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang mengartikan ayat dan hadis
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar membaca dapat langsung fokus pada penerapan hukum waqf secara detail, sementara yang masih kesulitan dapat fokus pada kelancaran bacaan dasar terlebih dahulu
  • Proses: Murid yang cepat belajar dapat menjadi tutor sebaya dan membantu teman yang membutuhkan bimbingan lebih. Murid yang lambat mendapat pendampingan intensif dari tutor sebaya atau guru
  • Produk: Murid yang sudah sangat lancar dapat diminta membaca dengan tartil di depan kelas atau merekam bacaan mereka sebagai model. Murid yang masih belajar cukup menunjukkan kemajuan dari kondisi awal mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid dalam membaca Al-Qur'an di rumah atau TPA
  • Guru menanyakan pemahaman awal murid tentang hukum bacaan waqf melalui tanya jawab lisan
  • Guru mengidentifikasi tingkat kemampuan membaca Al-Qur'an murid sebagai dasar pengelompokan

Proses:

  • Observasi guru terhadap aktivitas murid dalam kelompok (keaktifan, kerja sama, keseriusan berlatih)
  • Penilaian sejawat menggunakan tabel checklist yang diisi oleh tutor sebaya untuk setiap anggota kelompok
  • Umpan balik formatif dari guru saat mendampingi kelompok: koreksi bacaan, penguatan tajwid, motivasi
  • Penilaian diri murid tentang kemajuan bacaan mereka selama kegiatan kelompok

Akhir:

  • Tes praktik individu: murid membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11 atau Q.S. Az-Zumar [39]:9 atau hadis (dipilih secara acak oleh guru)
  • Penilaian menggunakan rubrik dengan aspek: kelancaran, ketepatan tajwid, penerapan hukum waqf, dan makhraj
  • Refleksi tertulis singkat: murid menuliskan apa yang sudah mereka kuasai dan apa yang masih perlu ditingkatkan

Formatif:

  • Observasi guru terhadap partisipasi dan keseriusan murid dalam menyimak bacaan guru
  • Penilaian sejawat oleh tutor sebaya menggunakan tabel checklist (lancar, belum lancar, tidak bisa)
  • Umpan balik langsung dari guru saat berkeliling ke setiap kelompok

Sumatif:

  • Tes praktik membaca Q.S. Al-Mujādilah [58]:11, Q.S. Az-Zumar [39]:9, dan hadis secara individual dengan memperhatikan kaidah tajwid dan hukum bacaan waqf
  • Penilaian menggunakan rubrik bacaan Al-Qur'an (kelancaran, tajwid, hukum waqf, makhraj)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran membacaMembaca terputus-putus, sering berhenti, dan tidak lancarMembaca dengan beberapa jeda, kadang tersendat, tetapi masih dapat melanjutkanMembaca cukup lancar dengan sedikit jeda, tidak banyak kesalahanMembaca dengan sangat lancar, tartil, tanpa jeda yang tidak perlu
Ketepatan tajwidBanyak kesalahan dalam menerapkan hukum tajwid, tidak memperhatikan panjang pendekBeberapa hukum tajwid sudah diterapkan, tetapi masih banyak yang terlewatSebagian besar hukum tajwid diterapkan dengan benar, hanya sedikit kesalahanSemua hukum tajwid diterapkan dengan tepat dan konsisten
Penerapan hukum waqfTidak memperhatikan hukum waqf, berhenti sembaranganMulai memperhatikan hukum waqf tetapi masih sering salah tempat berhentiMenerapkan hukum waqf dengan cukup baik, sesekali masih keliruMenerapkan hukum waqf dengan sangat tepat dan konsisten
Makhraj (tempat keluar huruf)Banyak huruf yang tidak keluar dari makhraj yang benarBeberapa huruf sudah keluar dari makhraj yang benar, tetapi masih banyak yang belumSebagian besar huruf keluar dari makhraj yang benarSemua huruf keluar dari makhraj yang benar dan jelas

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode tutor sebaya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menantang bagi murid dan perlu diperbaiki?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua murid berlatih dan menguasai materi?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling sulit bagiku saat belajar membaca ayat dan hadis hari ini?
  • Apa strategi yang paling membantu aku dalam belajar membaca Al-Qur'an dengan benar?
  • Bagaimana perasaanku setelah bisa membaca ayat dan hadis dengan lebih baik?
  • Apa komitmenku untuk terus berlatih membaca Al-Qur'an di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Al-Qur'an dan Terjemah, Kementerian Agama Republik Indonesia, 2017
  2. Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti Kelas 9, Kemdikbud RI, 2020
  3. Buku Guru PAI dan Budi Pekerti Kelas 9, Kemdikbud RI, 2020
  4. Panduan Tajwid (cetak atau digital)
  5. Aplikasi Al-Qur'an digital (opsional untuk referensi audio)
  6. Papan tulis/whiteboard untuk menuliskan contoh hukum waqf
  7. Lembar kerja/tabel checklist untuk penilaian sejawat

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.