Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikKeteladanan Nabi dan Rasul dalam Kehidupan Generasi Digital
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model pembelajaran berbasis masalah, murid dapat memberikan contoh penerapan keteladanan sifat-sifat Nabi dan Rasul (sidiq, amanah, tabligh, fatanah) dalam kehidupan generasi digital dengan benar
  2. Melalui model pembelajaran berbasis masalah, murid dapat menunjukkan sikap bertanggung jawab, jujur, dan dapat dipercaya sebagai cerminan keteladanan Nabi dan Rasul di era digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kalian menggunakan media sosial sehari-hari? Apakah selalu jujur dalam berinteraksi di dunia digital?
  2. Pernahkah kalian melihat konten bohong atau fitnah di internet? Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai Muslim?
  3. Sifat-sifat apa yang dimiliki Nabi dan Rasul yang bisa kita terapkan saat menggunakan gawai dan internet?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan kesiapan belajar
  • Guru menayangkan pantun pemantik: 'Gajah Sumatera nyaris punah / Karena itu jangan ditangkap / Sidiq, amanah, tabligh, fatonah / Jadi pedoman dalam bersikap'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang hari ini sudah menggunakan media sosial? Untuk apa?' dan mencatat respons murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan kehidupan digital murid sebagai digital native
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan infografis tentang tantangan generasi digital (hoaks, cyberbullying, ujaran kebencian, kecanduan gawai)
  • Murid mengamati dan mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi di dunia digital
  • Guru membimbing murid membaca rubrik 'Mari Bertafakur' tentang pentingnya keteladanan di era digital
  • Murid mencermati penjelasan guru tentang empat sifat wajib Rasul: sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan dengan benar), fatanah (cerdas)
  • Murid menuliskan pemahaman mereka tentang makna setiap sifat Rasul dalam buku catatan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 4 kelompok kecil, setiap kelompok menganalisis penerapan satu sifat Rasul
  • Setiap kelompok mendapat kartu masalah digital (contoh: menerima informasi viral yang belum jelas kebenarannya, diminta menyebarkan pesan berantai, melihat teman di-bully di grup WA, mendapat tawaran bisnis online mencurigakan)
  • Murid berdiskusi menggunakan model pembelajaran berbasis masalah: mengidentifikasi masalah, menganalisis kaitannya dengan sifat Rasul, dan merumuskan solusi konkret
  • Setiap kelompok membuat mind map atau diagram sederhana yang menunjukkan penerapan sifat Rasul untuk menyelesaikan masalah digital tersebut
  • Murid menuliskan 3 contoh penerapan sifat Rasul dalam aktivitas digital mereka (misalnya: sidiq = tidak menyebarkan hoaks, amanah = menjaga privasi teman, tabligh = membagikan konten positif, fatanah = memverifikasi informasi sebelum share)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka (5 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan menambahkan contoh lain dari pengalaman mereka
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Dari keempat sifat Rasul, mana yang paling sulit kalian terapkan di dunia digital? Mengapa?'
  • Murid menuliskan komitmen pribadi: 'Saya akan meneladani sifat... (pilih salah satu sifat Rasul) dengan cara... (tuliskan tindakan konkret) dalam penggunaan media sosial saya'
  • Murid berbagi komitmen mereka dengan teman sebangku dan saling memberikan dukungan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menyampaikan contoh penerapan sifat Rasul yang paling berkesan
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya meneladani sifat-sifat Rasul untuk menjadi generasi digital yang berkarakter
  • Murid mengisi lembar refleksi diri tentang pembelajaran hari ini
  • Guru memberikan tugas: mengamati aktivitas digital sendiri selama 3 hari dan mencatat kapan mereka berhasil menerapkan sifat-sifat Rasul
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat tangkap diberi artikel tambahan tentang tokoh Muslim inspiratif di dunia digital. Murid yang membutuhkan penguatan diberi infografis sederhana dengan visual lebih banyak.
  • Proses: Murid visual dapat membuat poster digital atau komik strip. Murid yang lebih verbal dapat menulis narasi atau dialog. Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang kesulitan menganalisis masalah.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk komitmen: mind map, poster, video pendek 30 detik, atau tulisan reflektif. Semua produk harus menunjukkan pemahaman penerapan sifat Rasul di era digital.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman penggunaan media sosial murid
  • Mengidentifikasi pemahaman awal tentang sifat-sifat Rasul
  • Menggali pengalaman murid dengan masalah di dunia digital

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok menggunakan checklist (partisipasi, kerjasama, pemahaman konsep)
  • Pertanyaan lisan saat berkeliling ke setiap kelompok
  • Memeriksa catatan dan mind map murid
  • Menilai kemampuan memberikan contoh konkret penerapan sifat Rasul
  • Mengamati kemampuan murid menganalisis masalah digital

Akhir:

  • Menilai presentasi kelompok (kejelasan, relevansi, pemahaman konsep)
  • Membaca dan menilai komitmen pribadi yang ditulis murid
  • Lembar refleksi diri dengan pertanyaan terbuka
  • Penilaian tugas pengamatan 3 hari (kejujuran, ketepatan identifikasi sifat Rasul, refleksi mendalam)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran
  • Pemeriksaan mind map atau diagram yang dibuat kelompok
  • Catatan hasil diskusi dan contoh penerapan sifat Rasul

Sumatif:

  • Penilaian komitmen tertulis murid
  • Penilaian presentasi kelompok
  • Lembar refleksi diri
  • Tugas pengamatan aktivitas digital selama 3 hari

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman sifat-sifat Rasul (sidiq, amanah, tabligh, fatanah)Belum dapat menjelaskan makna sifat-sifat Rasul dengan benarDapat menyebutkan sifat-sifat Rasul tetapi penjelasan masih kurang tepatDapat menjelaskan makna sifat-sifat Rasul dengan tepat dan memberikan 1-2 contohDapat menjelaskan makna sifat-sifat Rasul dengan lengkap, memberikan contoh beragam, dan mengaitkan dengan konteks digital
Kemampuan memberikan contoh penerapan keteladanan Rasul di era digitalBelum dapat memberikan contoh penerapan yang relevan dengan kehidupan digitalDapat memberikan 1 contoh penerapan tetapi masih umum dan kurang spesifikDapat memberikan 2-3 contoh penerapan yang spesifik dan relevan dengan aktivitas digitalDapat memberikan lebih dari 3 contoh penerapan yang spesifik, relevan, dan menunjukkan analisis mendalam terhadap tantangan digital
Sikap bertanggung jawab, jujur, dan dapat dipercayaBelum menunjukkan kesadaran tentang pentingnya sikap jujur dan bertanggung jawab di dunia digitalMulai menunjukkan kesadaran tetapi belum konsisten dalam komitmen pribadiMenunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab dengan membuat komitmen pribadi yang realistisMenunjukkan sikap jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya dengan komitmen yang spesifik, terukur, dan menginspirasi teman
Kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis masalah digitalBelum dapat mengidentifikasi masalah dalam kasus digital yang disajikanDapat mengidentifikasi masalah tetapi belum dapat menganalisis solusi yang tepatDapat mengidentifikasi masalah dan menganalisis solusi berdasarkan sifat-sifat Rasul dengan bimbinganDapat mengidentifikasi masalah, menganalisis akar masalah, dan merumuskan solusi komprehensif berdasarkan keteladanan Rasul secara mandiri

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat mengaitkan sifat-sifat Rasul dengan kehidupan digital mereka secara konkret?
  • Metode pembelajaran berbasis masalah sudah efektif memicu analisis kritis murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah mengakomodasi keberagaman murid?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Dari empat sifat Rasul (sidiq, amanah, tabligh, fatanah), mana yang paling mudah dan mana yang paling sulit saya terapkan di dunia digital? Mengapa?
  • Apa komitmen konkret yang akan saya lakukan untuk meneladani Rasul dalam penggunaan media sosial?
  • Bagaimana pembelajaran ini mengubah cara saya melihat aktivitas digital saya?
  • Apa tantangan yang mungkin saya hadapi dalam menerapkan sifat-sifat Rasul di dunia digital dan bagaimana saya akan mengatasinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII (Bab 7: Meyakini Nabi dan Rasul Allah)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII
  3. Al-Quran dan terjemahan (ayat-ayat tentang keteladanan Rasul)
  4. Infografis tentang tantangan generasi digital
  5. Kartu masalah digital (skenario kasus)
  6. Kertas karton atau kertas plano untuk mind map
  7. Spidol warna
  8. LCD Projector dan laptop
  9. Gawai murid (untuk mencatat dan dokumentasi)
  10. Lembar kerja diskusi kelompok
  11. Lembar refleksi diri
  12. Video pendek tentang digital ethics (opsional, durasi 2-3 menit)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.