Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan Hadis tentang Sikap Moderat dalam Beragama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan Hadis tentang Sikap Moderat dalam Beragama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan Hadis tentang Sikap Moderat dalam Beragama

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan Hadis tentang Sikap Moderat dalam Beragama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan Hadis tentang Sikap Moderat dalam Beragama
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui teknik pembelajaran the power of two, murid dapat menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis tentang sikap moderat dalam beragama dengan lancar.
  2. Melalui teknik pembelajaran the power of two, murid terbiasa menghafalkan al-Qur'an dengan penuh semangat sebagai wujud kecintaan terhadap ajaran Islam yang moderat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa arti 'Islam wasatiyah' menurutmu? Apa bedanya dengan sikap ekstrem atau pasif dalam beragama?
  2. Mengapa Allah Swt. menyebut umat Islam sebagai 'umat pertengahan' (ummatan wasathan)? Apa pesan utamanya untuk kehidupan kita sehari-hari?
  3. Bagaimana rasanya saat kamu berhasil menghafal ayat Al-Qur’an untuk pertama kali? Apa yang membuatmu semangat melanjutkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan menanyakan kabar secara personal untuk membangun suasana aman dan saling memuliakan.
  • Guru memperlihatkan infografis 'Beragama Secara Moderat' (hal. 139 Buku Siswa) dan memandu murid mengamati ciri-ciri sikap moderat melalui diskusi cepat (3 menit).
  • Diagnostik singkat: Murid menulis satu kata yang muncul di pikiran ketika mendengar 'menghafal Al-Qur’an' dan satu kata saat mendengar 'sikap moderat', lalu dibagikan secara sukarela — sebagai asesmen awal untuk memetakan sikap dan persepsi awal.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan makna Q.S. al-Baqarah/2:143 ('Dan demikian pula Kami jadikan kalian umat pertengahan...') dan hadis riwayat Abu Daud tentang pentingnya sikap pertengahan dalam ibadah dan akhlak, dengan menggunakan media kartu ayat & hadis berilustrasi sederhana.
  • Murid membaca bersama teks Arab, transliterasi, dan terjemahan dalam kelompok kecil (3–4 orang), lalu menyusun peta konsep sederhana: 'Ayat/Hadis → Makna Inti → Contoh Nyata di Sekolah/Rumah'.
  • Guru memfasilitasi refleksi berkesadaran: 'Apa perasaanmu saat membaca ayat ini? Apa bagian yang paling menyentuh hatimu?' — dilakukan secara tertulis singkat (1 menit), lalu dibagikan sukarela.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Penerapan teknik 'the power of two': setiap murid berpasangan (tutor sebaya), bergiliran menghafal ayat dan hadis secara lisan — satu membaca, satu mendengarkan & memberi umpan balik positif; kemudian bertukar peran.
  • Setiap pasangan menciptakan 'jingle hafalan' 4 baris (dengan irama sederhana atau lagu anak-anak) untuk Q.S. al-Baqarah/2:143 guna memperkuat daya ingat dan kegembiraan proses.
  • Murid mengisi kolom 'Semangat Menghafal' di lembar kerja: 'Hari ini aku berhasil menghafal... Aku bangga karena... Besok aku akan latih lagi dengan cara...'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap pasangan menyampaikan satu hal baru yang dipelajari hari ini dan satu komitmen konkret untuk menerapkan sikap moderat dalam interaksi dengan teman berbeda keyakinan.
  • Guru memandu praktik nafas sadar (3 tarikan napas dalam) sambil merenungkan: 'Allah Swt. memilihku menjadi bagian dari umat wasath — apa tanggung jawabku mulai hari ini?'
  • Murid menulis satu kalimat refleksi di stiker berwarna: 'Aku adalah umat pertengahan, maka aku akan...' dan menempelnya di 'Pohon Moderat' di dinding kelas.

Penutup:

  • Guru memimpin murid menyimpulkan tiga prinsip inti: (1) Menghafal Qur’an adalah ibadah yang menyatukan hati dan lidah, (2) Sikap moderat lahir dari kesadaran akan rahmat Allah, (3) Semangat belajar dimulai dari kolaborasi yang saling menguatkan.
  • Murid melakukan 'salaman reflektif': berjabat tangan dengan pasangan sambil mengucapkan satu apresiasi spesifik ('Aku mengapresiasi semangatmu saat menghafal tadi').
  • Guru memberikan tugas reflektif ringan: 'Catat satu momen hari ini ketika kamu bersikap moderat — bisa dalam berkata, mendengar, atau memilih sikap.'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kebutuhan khusus atau lambat belajar diberikan teks hafalan dalam font besar + audio pendek (QR code) dan opsi menghafal hanya 2–3 ayat pertama; murid cepat diberi tantangan tambahan: menghafal versi lengkap hadis + menyampaikan maknanya dalam 1 kalimat.
  • Proses: Murid lambat belajar dipasangkan dengan tutor yang telah menguasai materi; murid cepat diberi peran fasilitator mini: membimbing satu pasangan lain selama sesi 'power of two'.
  • Produk: Murid lambat belajar boleh menyampaikan hasil hafalan secara lisan privat ke guru atau rekaman suara; murid cepat membuat video pendek (≤60 detik) berjudul 'Mengapa Moderat Itu Indah' dengan contoh nyata dari lingkungan sekolah.

ASESMEN

Awal:

  • Menulis satu kata tentang 'menghafal Al-Qur’an' dan satu kata tentang 'sikap moderat' — untuk memetakan sikap awal dan mengidentifikasi miskonsepsi potensial.

Proses:

  • Checklist observasi: (1) Murid aktif berpasangan, (2) Memberi umpan balik positif kepada teman, (3) Menunjukkan antusiasme saat membuat jingle hafalan.

Akhir:

  • Uji hafalan lisan Q.S. al-Baqarah/2:143 dan satu hadis pilihan, dinilai berdasarkan kelancaran, kebenaran lafal, dan kepercayaan diri — menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi langsung guru terhadap keaktifan pasangan dalam teknik 'the power of two' (kelancaran, sikap saling mendukung, ketepatan bacaan)
  • Penilaian portofolio refleksi harian: stiker 'Pohon Moderat' dan kolom 'Semangat Menghafal'

Sumatif:

  • Uji hafalan lisan terstruktur: setiap murid menghafal Q.S. al-Baqarah/2:143 dan satu hadis pilihan (dari daftar yang disediakan) di depan pasangan atau guru, dinilai berdasarkan rubrik hafalan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran dan Keakuratan HafalanTidak mampu menghafal lebih dari 2 kata, banyak terhenti dan salah lafal.Mampu menghafal 50% ayat dengan beberapa kesalahan lafal dan jeda panjang.Mampu menghafal seluruh ayat dengan lancar namun masih ada 1–2 kesalahan kecil pada huruf atau tajwid.Menghafal seluruh ayat dan hadis dengan lancar, tepat lafal, tajwid, dan ekspresi penuh keyakinan.
Sikap dan Semangat MenghafalPasif, tidak berinisiatif, menghindari giliran, tidak responsif terhadap umpan balik teman.Mau berpartisipasi tapi butuh dorongan terus-menerus; memberi umpan balik sangat umum (misal: 'bagus').Aktif berpasangan, memberi umpan balik spesifik ('kamu pelafalan 'wasathan'-nya sudah bagus'), dan menunjukkan antusiasme saat membuat jingle.Memimpin pasangan dengan empati, mengajak teman berlatih ulang dengan sabar, serta menyampaikan komitmen pribadi untuk menghafal rutin di luar kelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah teknik 'the power of two' benar-benar membangun rasa aman dan kepercayaan diri murid dalam menghafal? Di mana saya melihat buktinya?
  • Bagaimana saya bisa memperkuat keterhubungan antara hafalan Qur’an dan penghayatan nilai moderat dalam kehidupan nyata murid?
  • Apa hambatan terbesar murid dalam menginternalisasi sikap moderat — dan bagaimana saya bisa menyikapinya secara pedagogis tanpa menghakimi?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian dari ayat ini yang paling mudah kuhafal — dan mengapa?
  • Ketika aku berlatih dengan temanku, sikap apa yang kuperlihatkan? Apa yang ingin kuperbaiki besok?
  • Jika ada teman yang berbeda agama, bagaimana sikap moderatku bisa terlihat nyata besok di kelas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII (hal. 138–140)
  2. Kartu ayat Q.S. al-Baqarah/2:143 dan hadis pilihan (versi cetak & digital)
  3. Audio hafalan standar (QR code terintegrasi di kartu)
  4. Lembar Kerja 'Semangat Menghafal' dan 'Peta Konsep Moderat'
  5. Stiker warna dan 'Pohon Moderat' (poster interaktif)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.