Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab 5: Meneladani Semangat Literasi, Produktivitas Seni, dan Bait al-Ḥikmah Era Daulah Bani Abbasiyah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 5: Meneladani Semangat Literasi, Produktivitas Seni, dan Bait al-Ḥikmah Era Daulah Bani Abbasiyah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Asesmen Sumatif Bab 5: Meneladani Semangat Literasi, Produktivitas Seni, dan Bait al-Ḥikmah Era Daulah Bani Abbasiyah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 5: Meneladani Semangat Literasi, Produktivitas Seni, dan Bait al-Ḥikmah Era Daulah Bani Abbasiyah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikAsesmen Sumatif Bab 5: Meneladani Semangat Literasi, Produktivitas Seni, dan Bait al-Ḥikmah Era Daulah Bani Abbasiyah
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen sumatif, murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang sejarah keemasan Islam era Daulah Bani Abbasiyah, perkembangan seni, peran Bait al-Ḥikmah, dan nilai-nilai literasi serta toleransi yang dapat diteladani.
  2. Melalui asesmen sumatif, murid dapat mengaitkan semangat keilmuan dan produktivitas intelektual pada masa Daulah Bani Abbasiyah dengan ayat Al-Qur'an dan hadis tentang pentingnya semangat keilmuan sebagai bagian dari iman.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang paling berkesan dari perjalanan peradaban Daulah Bani Abbasiyah yang sudah kalian pelajari — dan mengapa itu terasa penting bagi kalian sebagai pelajar muslim hari ini?
  2. Jika Bait al-Ḥikmah hadir di zaman sekarang, kira-kira seperti apa wujudnya dan apa yang akan kalian pelajari di sana?
  3. Bagaimana ayat Al-Qur'an dan hadis tentang semangat keilmuan menginspirasi kalian untuk belajar lebih sungguh-sungguh?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (1 menit).
  • Guru mengingatkan suasana: 'Hari ini kita menutup Bab 5 dengan asesmen sumatif. Ini bukan ajang menghafal, melainkan kesempatan menunjukkan seberapa dalam kalian memahami peradaban hebat yang pernah ada.' (1 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik lisan singkat sebagai asesmen awal sekaligus pemanasan kognitif: 'Sebutkan satu tokoh atau satu fakta dari Bait al-Ḥikmah yang paling kalian ingat!' — jawaban lisan spontan beberapa siswa, tanpa penilaian benar/salah (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mekanisme asesmen: jenis soal, alokasi waktu pengerjaan, dan cara pengumpulan lembar jawaban (1 menit).
  • Guru memastikan kondisi ruang kelas kondusif: meja rapi, buku catatan ditutup, alat tulis siap (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif yang terdiri dari: (a) 10 soal pilihan ganda terkait sejarah Daulah Bani Abbasiyah, perkembangan seni, dan Bait al-Ḥikmah; (b) 3 soal isian singkat tentang tokoh-tokoh kunci dan peran Bait al-Ḥikmah; (c) 2 soal uraian — satu meminta murid menjelaskan nilai literasi dan toleransi dari era Abbasiyah, satu meminta murid mengaitkan semangat keilmuan masa Abbasiyah dengan minimal satu ayat Al-Qur'an atau hadis yang relevan beserta penjelasannya.
  • Guru membacakan petunjuk pengerjaan secara jelas dan memastikan semua murid memahami instruksi sebelum mulai mengerjakan.
  • Murid mengerjakan soal pilihan ganda dan isian secara mandiri dan tenang — bagian ini mengukur pemahaman faktual dan konseptual tentang materi Bab 5 (TP 8.5.4.1).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan soal uraian pertama: menjelaskan nilai-nilai literasi dan toleransi yang dapat diteladani dari era Daulah Bani Abbasiyah dalam konteks kehidupan pelajar muslim masa kini.
  • Murid mengerjakan soal uraian kedua: mengaitkan semangat keilmuan dan produktivitas intelektual era Abbasiyah dengan ayat Al-Qur'an dan/atau hadis yang relevan, disertai penjelasan mengapa keterkaitan itu penting sebagai bagian dari iman (TP 8.5.4.2).
  • Murid menulis jawaban uraian dengan kalimat sendiri — bukan menyalin — sehingga menunjukkan pemahaman yang autentik dan bermakna.

Merefleksi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Setelah selesai mengerjakan soal, murid mengisi kolom refleksi singkat di bagian bawah lembar jawaban (disediakan 3–4 baris): 'Soal mana yang paling menantang? Nilai atau semangat apa dari era Abbasiyah yang ingin kamu terapkan dalam belajarmu sehari-hari?'
  • Murid mengumpulkan lembar jawaban beserta kolom refleksi kepada guru.
  • Guru mengamati ekspresi dan sikap murid setelah mengumpulkan — bila ada yang tampak cemas atau kecewa, guru memberikan kata penguatan singkat dan hangat.

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban dan memastikan semua murid telah mengumpulkan (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi verbal: 'Kalian sudah berusaha maksimal hari ini. Itulah semangat keilmuan yang sama seperti para ilmuwan di Bait al-Ḥikmah!' (1 menit)
  • Guru membacakan 2–3 pertanyaan refleksi lisan ringan untuk seluruh kelas (bukan dinilai): 'Apa satu hal baru yang kalian syukuri setelah mempelajari Bab 5 ini?' — beberapa siswa menjawab secara sukarela (2 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis, dan pembelajaran selanjutnya akan memasuki bab baru (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan, soal pilihan ganda dilengkapi petunjuk kecil berupa kata kunci di dalam soal (misalnya nama khalifah atau tahun penting) tanpa mengubah substansi pertanyaan. Untuk murid dengan kemampuan lebih tinggi, soal uraian diberikan instruksi tambahan opsional: 'Kembangkan jawabanmu dengan contoh kontemporer atau minimal dua dalil.'
  • Proses: Guru memberikan perpanjangan waktu hingga 5 menit bagi murid berkebutuhan khusus atau yang secara tertulis terbukti memiliki kecepatan menulis lebih lambat. Guru juga memperbolehkan murid yang mengalami hambatan membaca untuk bertanya secara berbisik tentang maksud soal.
  • Produk: Murid yang telah menyelesaikan soal lebih awal dapat menambahkan ilustrasi atau diagram sederhana di lembar jawaban untuk memperkuat uraian mereka — ini tidak diwajibkan tetapi diapresiasi dalam penilaian.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan spontan: 'Sebutkan satu tokoh atau satu fakta dari Bait al-Ḥikmah yang paling kalian ingat!' — diajukan sebelum soal dibagikan untuk mengaktifkan skema pengetahuan murid dan mengidentifikasi sejauh mana materi Bab 5 telah dipahami.

Proses:

  • Observasi guru selama pengerjaan soal: memantau apakah murid mengerjakan secara mandiri dan fokus, mencatat murid yang terlihat sangat kesulitan untuk diberikan penguatan setelah asesmen.
  • Kolom refleksi di lembar jawaban: memberikan informasi formatif tentang bagian mana dari materi yang dirasa paling sulit oleh murid, sebagai bahan umpan balik guru dan perencanaan remedial.

Akhir:

  • Nilai tes tertulis sumatif berdasarkan rubrik penilaian empat level untuk soal uraian, dan kunci jawaban untuk soal pilihan ganda dan isian singkat.
  • Guru memberikan umpan balik tertulis pada lembar jawaban yang dikembalikan — bukan hanya nilai angka, tetapi juga satu komentar penguat dan satu saran perbaikan spesifik per murid.

Formatif:

  • Pertanyaan lisan pemantik di pendahuluan untuk mengukur kesiapan awal dan memori jangka panjang tentang materi Bab 5.
  • Observasi sikap dan kemandirian murid selama mengerjakan soal (serius, tidak mencontek, tidak cemas berlebihan).
  • Kolom refleksi di lembar jawaban sebagai bukti proses metakognisi murid.

Sumatif:

  • Tes tertulis: 10 soal pilihan ganda tentang sejarah Daulah Bani Abbasiyah, perkembangan seni, dan Bait al-Ḥikmah (bobot 40%).
  • Tes tertulis: 3 soal isian singkat tentang tokoh kunci dan peran Bait al-Ḥikmah (bobot 20%).
  • Tes tertulis: 2 soal uraian — (1) menjelaskan nilai literasi dan toleransi yang dapat diteladani (bobot 20%), dan (2) mengaitkan semangat keilmuan era Abbasiyah dengan ayat Al-Qur'an atau hadis beserta penjelasannya (bobot 20%).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Sejarah Daulah Bani Abbasiyah, Seni, dan Bait al-Ḥikmah (TP 8.5.4.1 — Soal Uraian 1)Murid tidak dapat menjelaskan nilai literasi atau toleransi dari era Abbasiyah, atau jawaban tidak relevan dengan materi.Murid menyebutkan satu nilai (literasi atau toleransi) dari era Abbasiyah secara singkat tanpa penjelasan yang memadai.Murid menjelaskan nilai literasi dan toleransi dari era Abbasiyah dengan contoh konkret, meskipun kaitannya dengan konteks masa kini masih terbatas.Murid menjelaskan nilai literasi dan toleransi dari era Abbasiyah secara rinci dengan contoh konkret dan mengaitkannya secara logis dengan kehidupan pelajar muslim masa kini.
Kemampuan Mengaitkan Semangat Keilmuan Era Abbasiyah dengan Al-Qur'an dan Hadis (TP 8.5.4.2 — Soal Uraian 2)Murid tidak menyebutkan ayat Al-Qur'an atau hadis yang relevan, atau kaitan yang dibuat tidak logis.Murid menyebutkan satu ayat atau hadis yang relevan tetapi penjelasan kaitannya dengan semangat keilmuan era Abbasiyah sangat singkat atau kurang tepat.Murid menyebutkan satu ayat atau hadis yang relevan dan menjelaskan kaitannya dengan semangat keilmuan era Abbasiyah secara cukup logis.Murid menyebutkan minimal satu ayat Al-Qur'an dan/atau hadis yang relevan, menjelaskan makna dalil tersebut, dan mengaitkannya secara mendalam dengan produktivitas intelektual era Abbasiyah sebagai wujud iman.
Kemandirian dan Kejujuran Akademik selama AsesmenMurid terlihat tidak fokus, berusaha mencontek, atau tidak mengumpulkan lembar jawaban.Murid mengerjakan soal secara mandiri meskipun terlihat sering ragu dan tidak menyelesaikan semua bagian soal.Murid mengerjakan soal secara mandiri, fokus, dan menyelesaikan sebagian besar soal tepat waktu.Murid mengerjakan seluruh soal secara mandiri, fokus, jujur, dan menyelesaikan termasuk kolom refleksi dengan sungguh-sungguh sebelum waktu habis.
Refleksi Diri (Kolom Refleksi di Lembar Jawaban)Kolom refleksi tidak diisi atau diisi dengan kata-kata yang tidak bermakna.Murid mengisi kolom refleksi dengan kalimat yang sangat singkat dan umum tanpa menunjukkan kesadaran diri.Murid mengidentifikasi bagian soal yang menantang dan menyebutkan satu nilai dari era Abbasiyah yang ingin diterapkan.Murid mengidentifikasi dengan jelas bagian soal yang menantang, menyebutkan nilai konkret yang ingin diterapkan, dan menuliskan alasan yang menunjukkan kesadaran diri serta motivasi belajar yang autentik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah distribusi soal sudah mencakup seluruh cakupan materi Bab 5 secara proporsional — sejarah, seni, Bait al-Ḥikmah, literasi, toleransi, dan dalil Al-Qur'an/hadis?
  • Apakah alokasi 40 menit cukup untuk semua jenis soal, atau ada bagian yang perlu disesuaikan pada asesmen berikutnya?
  • Murid mana yang perlu mendapatkan program remedial, dan strategi apa yang paling tepat berdasarkan pola kesalahan yang terlihat di lembar jawaban?
  • Apakah pendekatan asesmen hari ini sudah mendorong murid menunjukkan pemahaman bermakna, bukan sekadar hafalan?

Refleksi Murid:

  • Soal mana yang paling mudah dan soal mana yang paling sulit bagimu hari ini? Apa yang menyebabkan perbedaan itu?
  • Nilai atau semangat apa dari era Daulah Bani Abbasiyah yang paling ingin kamu terapkan dalam cara belajarmu sehari-hari?
  • Apakah kamu merasa persiapanmu sudah cukup untuk mengerjakan asesmen hari ini? Apa yang akan kamu lakukan berbeda untuk mempersiapkan diri pada asesmen berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII (Tatik Pudjiani & Bagus Mustakim, Kemendikbudristek 2021), Bab 5 halaman 110–126.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII (Tatik Pudjiani & Bagus Mustakim, Kemendikbudristek 2021), Bab 5 halaman 88–107.
  3. Lembar soal asesmen sumatif Bab 5 yang disiapkan guru (berisi pilihan ganda, isian singkat, uraian, dan kolom refleksi).
  4. Al-Qur'an dan terjemahannya (sebagai referensi murid dalam menjawab soal uraian tentang dalil keilmuan).
  5. Catatan/ringkasan materi murid dari pertemuan 1–3 Bab 5 (bila guru mengizinkan open notes parsial, disesuaikan kebijakan sekolah).
  6. Alat tulis: pulpen/pensil dan papan/alas keras untuk menulis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.