Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Perkembangan Seni dan Peran Bait al-Ḥikmah di Era Daulah Bani Abbasiyah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Perkembangan Seni dan Peran Bait al-Ḥikmah di Era Daulah Bani Abbasiyah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Perkembangan Seni dan Peran Bait al-Ḥikmah di Era Daulah Bani Abbasiyah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Perkembangan Seni dan Peran Bait al-Ḥikmah di Era Daulah Bani Abbasiyah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPerkembangan Seni dan Peran Bait al-Ḥikmah di Era Daulah Bani Abbasiyah
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui metode information search, murid dapat menjelaskan berbagai bentuk perkembangan seni (arsitektur, kaligrafi, musik, dan sastra) pada masa Daulah Bani Abbasiyah dengan benar
  2. Melalui metode information search, murid dapat menjelaskan peran Bait al-Ḥikmah sebagai pusat penerjemahan, perpustakaan, dan lembaga pendidikan yang mengembangkan tradisi literasi pada masa Daulah Bani Abbasiyah dengan tepat
  3. Murid menunjukkan sikap kecintaan terhadap seni dan pengetahuan Islam serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk mendalami warisan intelektual peradaban Islam

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Karya seni apa saja yang berkembang pesat pada masa keemasan Islam di era Daulah Bani Abbasiyah?
  2. Mengapa Bait al-Ḥikmah dijuluki sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia pada zamannya?
  3. Bagaimana tradisi literasi umat Islam pada masa Daulah Bani Abbasiyah dapat menginspirasi kita sebagai pelajar masa kini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang masa keemasan Islam?' dan mencatat respons untuk memahami pengetahuan awal murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan kehidupan murid: pentingnya semangat literasi dan berkarya dalam seni
  • Guru menampilkan gambar ilustrasi Baghdad pada masa Daulah Bani Abbasiyah dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi 5 kelompok kecil secara heterogen (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok mendapat tugas information search dengan tema berbeda: Kelompok 1-2 (perkembangan seni arsitektur dan kaligrafi), Kelompok 3 (musik dan sastra), Kelompok 4-5 (Bait al-Ḥikmah sebagai pusat literasi)
  • Murid membaca sumber belajar yang disediakan (buku siswa hal. 110-114, artikel, atau infografis) secara kolaboratif dalam kelompok
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan mencatat poin-poin penting dari hasil pencarian informasi menggunakan lembar kerja yang disediakan guru
  • Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan scaffolding pada kelompok yang membutuhkan, dan mengajukan pertanyaan pemandu untuk mendalami pemahaman

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil information search mereka di depan kelas (5-7 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau tambahan informasi untuk memperkaya pemahaman bersama
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan mengaitkan berbagai bentuk seni dan peran Bait al-Ḥikmah dalam konteks yang lebih luas: bagaimana tradisi literasi dan produktivitas seni tersebut menjadi teladan bagi umat Islam
  • Murid secara individu membuat mind map atau catatan kreatif yang mengintegrasikan seluruh informasi tentang perkembangan seni dan peran Bait al-Ḥikmah
  • Guru memberikan penguatan dengan menambahkan fakta menarik dan mengapresiasi kecintaan murid terhadap warisan peradaban Islam

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Nilai-nilai apa yang dapat kita teladani dari semangat literasi dan produktivitas seni pada masa Daulah Bani Abbasiyah?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku tugas: komitmen konkret untuk menerapkan semangat literasi dan berkarya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya meningkatkan waktu membaca, mengembangkan hobi seni islami)
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksi mereka kepada kelas
  • Guru memberikan apresiasi atas refleksi murid dan menegaskan pentingnya meneladani warisan intelektual Islam

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: berbagai bentuk perkembangan seni dan peran strategis Bait al-Ḥikmah dalam memajukan peradaban Islam
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan kuis singkat (5 pertanyaan pilihan ganda/uraian singkat) untuk mengukur pemahaman murid
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil asesmen
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta membaca artikel tambahan tentang ilmuwan muslim dari Bait al-Ḥikmah untuk pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan tinggi diberikan sumber bacaan tambahan tentang tokoh-tokoh spesifik Bait al-Ḥikmah (Al-Khawarizmi, Hunayn ibn Ishaq). Murid dengan kemampuan rendah diberikan infografis bergambar dengan poin-poin sederhana
  • Proses: Kelompok dibentuk secara heterogen agar terjadi peer learning. Murid yang cepat memahami dapat menjadi tutor sebaya. Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang membutuhkan dengan pertanyaan pemandu terstruktur
  • Produk: Murid dapat memilih format output tahap Mengaplikasi: mind map visual, catatan terstruktur, atau diagram timeline sesuai gaya belajar masing-masing. Murid dengan minat seni dapat menambahkan sketsa arsitektur atau kaligrafi sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang masa keemasan Islam di era Daulah Bani Abbasiyah?'
  • Pengamatan respons murid terhadap gambar ilustrasi Baghdad untuk mengidentifikasi baseline pengetahuan

Proses:

  • Observasi partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi
  • Penilaian lembar kerja information search kelompok: kelengkapan dan ketepatan informasi
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan, ketepatan konten, kemampuan menjawab pertanyaan
  • Penilaian mind map atau catatan kreatif individu: pemahaman konseptual dan kemampuan sintesis
  • Pengamatan sikap kecintaan terhadap seni dan pengetahuan Islam melalui antusiasme dan kualitas pertanyaan yang diajukan

Akhir:

  • Kuis tertulis 5 soal: 3 pilihan ganda (perkembangan seni arsitektur, kaligrafi, musik, sastra) dan 2 uraian singkat (peran Bait al-Ḥikmah sebagai pusat penerjemahan dan perpustakaan, kontribusi Bait al-Ḥikmah terhadap tradisi literasi)
  • Penilaian refleksi tertulis individu menggunakan rubrik: kedalaman refleksi, relevansi dengan kehidupan, komitmen konkret untuk meneladani semangat literasi

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok menggunakan checklist partisipasi
  • Penilaian proses information search melalui lembar kerja kelompok
  • Tanya jawab selama presentasi untuk mengecek pemahaman
  • Penilaian mind map atau catatan kreatif individu

Sumatif:

  • Kuis tertulis (5 soal kombinasi pilihan ganda dan uraian singkat) tentang perkembangan seni dan peran Bait al-Ḥikmah
  • Penilaian refleksi tertulis menggunakan rubrik sikap kecintaan terhadap ilmu dan seni Islam

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman perkembangan seni (arsitektur, kaligrafi, musik, sastra)Tidak dapat menyebutkan bentuk-bentuk perkembangan seni atau menyebutkan dengan banyak kesalahanDapat menyebutkan 1-2 bentuk perkembangan seni dengan penjelasan yang kurang lengkapDapat menjelaskan 3 bentuk perkembangan seni dengan cukup tepat dan memberikan contoh sederhanaDapat menjelaskan 4 bentuk perkembangan seni secara komprehensif dengan contoh konkret dan mengaitkannya dengan konteks sejarah
Pemahaman peran Bait al-ḤikmahTidak dapat menjelaskan peran Bait al-Ḥikmah atau penjelasan tidak relevanDapat menyebutkan 1 peran Bait al-Ḥikmah (penerjemahan/perpustakaan/lembaga pendidikan) tanpa penjelasan rinciDapat menjelaskan 2 peran Bait al-Ḥikmah dengan cukup jelas dan mengaitkan dengan pengembangan tradisi literasiDapat menjelaskan 3 peran Bait al-Ḥikmah secara komprehensif, mengaitkan dengan kontribusi terhadap peradaban dunia, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang tradisi literasi Islam
Sikap kecintaan terhadap seni dan pengetahuan IslamTidak menunjukkan antusiasme atau rasa ingin tahu selama pembelajaran; refleksi sangat minimal atau tidak relevanMenunjukkan sedikit antusiasme; mengajukan 1 pertanyaan sederhana; refleksi singkat tanpa komitmen konkretMenunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu yang baik; aktif berdiskusi; refleksi menunjukkan apresiasi dengan komitmen umum untuk meningkatkan literasiSangat antusias dan proaktif dalam mencari tahu lebih dalam; mengajukan pertanyaan kritis; refleksi mendalam dengan komitmen konkret dan realistis untuk meneladani semangat literasi dan produktivitas seni Islam
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompokPasif dalam diskusi kelompok; tidak berkontribusi pada tugas information search; tidak berkomunikasi dengan anggota kelompokBerkontribusi minimal dalam diskusi; komunikasi terbatas; sesekali membantu kelompokAktif berdiskusi dan berkontribusi pada tugas kelompok; berkomunikasi dengan baik; menghargai pendapat anggota lainSangat aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi; berkontribusi signifikan pada hasil kelompok; komunikasi efektif dan konstruktif; membantu anggota kelompok yang kesulitan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode information search efektif membantu murid memahami perkembangan seni dan peran Bait al-Ḥikmah?
  • Bagaimana respons murid terhadap pembelajaran hari ini? Apakah mereka menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi?
  • Diferensiasi apa yang paling efektif mendukung pembelajaran murid dengan kebutuhan beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki atau tingkatkan untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang masa keemasan Islam di era Daulah Bani Abbasiyah?
  • Nilai-nilai apa dari semangat literasi dan produktivitas seni Bait al-Ḥikmah yang ingin kamu terapkan dalam hidupmu?
  • Apa yang masih membuatmu penasaran atau ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang peradaban Islam?
  • Bagaimana kamu akan meningkatkan budaya literasi dan produktivitasmu sebagai pelajar muslim?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII (Tatik Pudjiani, Bagus Mustaki), halaman 110-114
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII, halaman 90
  3. Artikel: 'Belajar dari Baitul Hikmah' dari https://www.republika.co.id/berita/qr8r8a313/belajar-dari-baitul-hikmah
  4. Infografis perkembangan seni Islam pada masa Daulah Bani Abbasiyah (disiapkan guru)
  5. Gambar ilustrasi: Arsitektur Baghdad, contoh kaligrafi Islam, ilustrasi Bait al-Ḥikmah
  6. Philip K. Hitti, History of The Arabs: From The Earliest Times to The Present (sebagai referensi guru)
  7. Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk information search
  8. Papan tulis/whiteboard, spidol, proyektor (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.