Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Sejarah Keemasan Islam pada Era Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Sejarah Keemasan Islam pada Era Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Sejarah Keemasan Islam pada Era Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Sejarah Keemasan Islam pada Era Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikSejarah Keemasan Islam pada Era Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model discovery learning, murid dapat menjelaskan latar belakang berdiri dan berkembangnya Daulah Bani Abbasiyah serta faktor-faktor yang mendorong masa keemasan Islam (750–1258 M) dengan benar
  2. Melalui model discovery learning, murid dapat meyakini bahwa semangat mencari ilmu pada masa Daulah Bani Abbasiyah merupakan wujud pengamalan ajaran Islam dan termotivasi untuk meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Daulah Bani Abbasiyah dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam?
  2. Apa hubungan antara semangat mencari ilmu dengan kemajuan peradaban pada masa Daulah Bani Abbasiyah?
  3. Bagaimana kita dapat meneladani semangat literasi umat Islam pada masa keemasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Daulah Bani Abbasiyah?' dan mencatat respons murid di papan tulis
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan manfaat mempelajari sejarah keemasan Islam
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Daulah Bani Abbasiyah dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam?'
  • Guru menjelaskan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan menggunakan model discovery learning

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta wilayah kekuasaan Daulah Bani Abbasiyah dan gambar kota Baghdad sebagai stimulus awal
  • Murid mengamati stimulus dan mengidentifikasi informasi yang terlihat (lokasi, luas wilayah, pusat pemerintahan)
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja berisi pertanyaan pemandu: a) Kapan Daulah Bani Abbasiyah berdiri dan siapa pendirinya? b) Apa faktor-faktor yang mendorong kemajuan pada masa ini? c) Apa kontribusi para khalifah dalam membangun peradaban?
  • Murid membaca sumber belajar (buku siswa halaman 114-117) dan sumber tambahan yang disediakan guru
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan jawaban atas pertanyaan pemandu
  • Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, mengajukan pertanyaan penggalian pemahaman, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat aktif

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka tentang latar belakang berdiri dan berkembangnya Daulah Bani Abbasiyah
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau tambahan informasi
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyimpulkan faktor-faktor kunci keemasan Islam: a) Khalifah yang visioner (Al-Manshur, Harun ar-Rasyid, Al-Ma'mun), b) Semangat menerjemahkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, c) Berdirinya Bayt al-Hikmah sebagai pusat ilmu, d) Keterbukaan terhadap ilmu dari berbagai peradaban
  • Murid menganalisis ayat Al-Qur'an atau hadis tentang keutamaan mencari ilmu yang disediakan guru (misalnya QS. Al-Mujadilah: 11 atau hadis 'Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim')
  • Murid menghubungkan semangat mencari ilmu pada masa Daulah Bani Abbasiyah dengan ajaran Islam yang mereka pelajari
  • Murid secara individu membuat catatan reflektif: 'Tiga hal yang saya pelajari hari ini tentang keemasan Islam dan hubungannya dengan ajaran agama'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Bagaimana semangat literasi dan mencari ilmu pada masa Daulah Bani Abbasiyah dapat kita teladani saat ini?'
  • Murid secara sukarela berbagi refleksi mereka di depan kelas
  • Murid menulis komitmen pribadi: 'Satu tindakan konkret yang akan saya lakukan untuk meningkatkan semangat literasi saya' pada lembar refleksi
  • Guru memberikan penguatan bahwa mencari ilmu adalah ibadah dan meneladani semangat masa keemasan Islam adalah bagian dari pengamalan iman
  • Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan topik selanjutnya (perkembangan seni dan Bayt al-Hikmah) untuk membangun rasa ingin tahu murid

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pembelajaran hari ini secara lisan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan tiga poin penting yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui
  • Guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang aktif dan memberikan motivasi kepada semua murid
  • Guru memberikan tugas mandiri: membaca lebih lanjut tentang Bayt al-Hikmah sebagai persiapan pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham dapat diberikan sumber bacaan tambahan tentang tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Abbasiyah. Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan ringkasan poin-poin utama dan gambar ilustrasi yang lebih banyak
  • Proses: Murid yang cepat dapat diberi peran sebagai fasilitator diskusi kelompok. Murid yang lambat diberi waktu lebih banyak dan pendampingan intensif dari guru saat diskusi kelompok. Kelompok dibentuk secara heterogen agar terjadi peer learning
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat timeline visual keemasan Daulah Bani Abbasiyah dengan ilustrasi. Murid yang lambat cukup membuat catatan poin-poin kunci dalam bentuk peta konsep sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Daulah Bani Abbasiyah?' untuk menggali pengetahuan awal
  • Mencatat respons murid di papan tulis untuk mengidentifikasi titik awal pembelajaran

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok menggunakan lembar observasi (keaktifan bertanya, kemampuan menemukan informasi, kerja sama)
  • Tanya jawab saat presentasi kelompok untuk mengukur pemahaman
  • Penilaian catatan reflektif individu tentang tiga hal yang dipelajari
  • Pertanyaan penggalian pemahaman saat guru berkeliling memfasilitasi diskusi

Akhir:

  • Tes tertulis individu: Jelaskan latar belakang berdiri dan tiga faktor utama yang mendorong masa keemasan Islam pada era Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)
  • Penilaian komitmen pribadi tertulis: 'Satu tindakan konkret yang akan saya lakukan untuk meningkatkan semangat literasi saya'
  • Teknik 3-2-1: Tuliskan 3 hal yang dipelajari, 2 hal menarik, 1 pertanyaan yang masih ingin dijawab

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok (keaktifan, kemampuan menemukan informasi, kolaborasi)
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil diskusi kelompok dan presentasi
  • Catatan reflektif individu

Sumatif:

  • Tes tertulis singkat: menjelaskan latar belakang berdiri dan faktor keemasan Daulah Bani Abbasiyah
  • Penilaian komitmen pribadi yang ditulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan latar belakang dan faktor keemasan Daulah Bani AbbasiyahTidak dapat menjelaskan latar belakang atau faktor keemasan dengan benarDapat menjelaskan latar belakang atau satu faktor keemasan dengan bantuan guruDapat menjelaskan latar belakang dan minimal dua faktor keemasan dengan benarDapat menjelaskan latar belakang dan minimal tiga faktor keemasan dengan rinci, lengkap, dan akurat
Kemampuan menghubungkan semangat mencari ilmu dengan ajaran IslamTidak dapat menghubungkan semangat mencari ilmu dengan ajaran IslamDapat menyebutkan bahwa mencari ilmu adalah ajaran Islam tetapi belum menjelaskan hubungannya dengan peradaban AbbasiyahDapat menjelaskan hubungan antara ajaran Islam tentang mencari ilmu dengan kemajuan peradaban Abbasiyah dengan contoh sederhanaDapat menjelaskan dengan detail hubungan antara ajaran Islam tentang mencari ilmu dengan kemajuan peradaban Abbasiyah disertai dalil dan contoh konkret, serta menunjukkan motivasi untuk meneladaninya
Partisipasi dalam diskusi kelompokPasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMengikuti diskusi tetapi kontribusi masih minimalAktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan bekerja sama dengan anggota kelompokSangat aktif memimpin diskusi, memberikan ide kreatif, membantu teman, dan memastikan semua anggota terlibat
Refleksi dan komitmen meneladani semangat literasiTidak membuat refleksi atau komitmenMembuat refleksi dan komitmen tetapi masih umum dan tidak spesifikMembuat refleksi yang menunjukkan pemahaman dan komitmen yang spesifik dan dapat dilakukanMembuat refleksi mendalam yang menunjukkan pemahaman utuh dan komitmen yang spesifik, terukur, realistis, dan menunjukkan motivasi tinggi untuk meneladani semangat literasi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menemukan informasi secara mandiri melalui proses discovery learning?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik minat murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah memenuhi kebutuhan belajar semua murid?
  • Apakah murid menunjukkan motivasi untuk meneladani semangat mencari ilmu setelah pembelajaran ini?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa tiga hal penting yang saya pelajari hari ini tentang Daulah Bani Abbasiyah?
  • Bagaimana semangat mencari ilmu pada masa Daulah Bani Abbasiyah menginspirasi saya?
  • Apa tindakan konkret yang akan saya lakukan untuk meningkatkan semangat literasi saya?
  • Apa yang masih ingin saya ketahui lebih dalam tentang topik ini?
  • Bagaimana perasaan saya selama belajar hari ini? Apa yang membuat saya senang atau tertantang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII, Kemdikbudristek 2021, halaman 110-117
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII, Kemdikbudristek 2021
  3. Al-Qur'an dan terjemahan (QS. Al-Mujadilah: 11)
  4. Artikel: Arief Nur Rachman Al-Aziiz, Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada Masa Daulah Abbasiyah
  5. Artikel online: https://www.republika.co.id/berita/qr8r8a313/belajar-dari-baitul-hikmah
  6. Peta wilayah Daulah Bani Abbasiyah (gambar/poster)
  7. Video dokumenter tentang kota Baghdad dan Bayt al-Hikmah (jika tersedia)
  8. Lembar kerja diskusi kelompok
  9. Lembar refleksi individu
  10. Papan tulis/whiteboard dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.