MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D) Topik: Sikap Penuh Harap kepada Allah Swt. dan Kepedulian Sosial dalam Salat Gerhana, Istiska, dan Jenazah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Sikap Penuh Harap kepada Allah Swt. dan Kepedulian Sosial dalam Salat Gerhana, Istiska, dan Jenazah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui model pembelajaran inkuiri, murid dapat menemukan nilai-nilai sikap penuh harap kepada Allah Swt. (husnuzan dan ikhlas) yang terkandung dalam pelaksanaan salat gerhana, istiska, dan jenazah dengan baik.
- Melalui model pembelajaran inkuiri, murid dapat menganalisis bentuk kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap sesama yang terwujud melalui pelaksanaan salat gerhana, istiska, dan jenazah berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Ketika terjadi gerhana matahari atau kemarau panjang, apa yang biasanya kamu rasakan dan lakukan? Mengapa manusia cenderung berdoa saat menghadapi peristiwa besar seperti itu?
- Bayangkan seseorang yang kamu kenal meninggal dunia — apa yang kamu rasakan, dan apa yang ingin kamu lakukan untuk keluarganya? Apa hubungan perasaan itu dengan salat jenazah?
- Menurut kamu, apa bedanya orang yang salat karena takut dihukum dengan orang yang salat karena penuh harap kepada Allah Swt.? Sikap mana yang lebih kuat dan mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, membaca basmalah bersama, dan memastikan kondisi kelas kondusif (± 5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang pernah melihat gerhana? Apa yang kamu lakukan saat itu?' dan 'Apakah kamu tahu mengapa kita perlu salat saat gerhana atau kemarau?' — untuk mengukur pengetahuan awal dan pengalaman murid.
- Guru menyampaikan apersepsi: menghubungkan fenomena alam (gerhana, kemarau panjang, kematian anggota keluarga tetangga) dengan keseharian murid dan respon spiritual yang dianjurkan Islam.
- Murid diajak membaca pantun pemantik dari buku siswa bab 4 secara bersama-sama, kemudian guru mengajukan tiga pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menemukan nilai husnuzan dan ikhlas serta kepedulian sosial dalam salat gerhana, istiska, dan jenazah melalui model inkuiri.
- Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid memahami apa yang akan mereka lakukan selama 80 menit ke depan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan pertanyaan inkuiri pemandu di papan tulis: (1) Nilai-nilai apa yang mencerminkan sikap penuh harap kepada Allah Swt. dalam salat gerhana, istiska, dan jenazah? (2) Bagaimana ketiga salat tersebut mewujudkan kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap sesama?
- Murid secara mandiri membaca teks materi di buku siswa halaman terkait bab 4 selama ± 7 menit, dengan fokus pada bagian nilai-nilai sikap (husnuzan, ikhlas) dan makna kepedulian sosial.
- Guru meminta murid mencatat minimal 3 poin penting yang mereka temukan dari bacaan pada lembar kerja 'Catatan Temuan Awal' (lembar disediakan guru).
- Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (± 5 menit): murid berbagi poin temuan awal mereka; guru memberi penguatan konsep husnuzan (berprasangka baik kepada Allah) dan ikhlas (tulus dalam beribadah) tanpa memberikan jawaban lengkap agar inkuiri tetap berjalan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):- Kelas dibagi menjadi 3 kelompok (masing-masing ± 8–10 orang). Setiap kelompok mendapat topik berbeda: Kelompok A → Salat Gerhana, Kelompok B → Salat Istiska, Kelompok C → Salat Jenazah.
- Setiap kelompok mengumpulkan dan menganalisis data dari dua sumber: (a) buku teks pelajaran, dan (b) potongan berita atau artikel pendek (disiapkan guru) tentang peristiwa gerhana, kemarau, atau kematian yang nyata terjadi di masyarakat.
- Kelompok mengisi Lembar Kerja Inkuiri yang memuat kolom: (1) Nilai husnuzan/ikhlas yang ditemukan, (2) Bentuk kepedulian sosial yang terwujud, (3) Dalil Al-Qur'an atau hadis yang mendukung, (4) Kaitan dengan kehidupan nyata sehari-hari.
- Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis singkat (± 3 menit per kelompok) kepada seluruh kelas; kelompok lain menyimak dan boleh mengajukan satu pertanyaan klarifikasi.
- Guru membimbing murid mengaitkan temuan dengan dalil Al-Qur'an dan hadis relevan (misal: QS. Al-Baqarah: 45–46 tentang sabar dan salat; QS. Ghafir: 60 tentang berdoa; hadis tentang salat jenazah sebagai hak Muslim).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap murid menuliskan secara individu pada 'Kartu Refleksi' (ukuran setengah HVS): (1) Satu nilai husnuzan atau ikhlas yang paling berkesan dari hasil inkuiri hari ini beserta alasannya, dan (2) Satu bentuk kepedulian sosial konkret yang ingin mereka wujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan nilai dari ketiga salat tersebut.
- Guru mempersilakan 3–4 murid secara sukarela membacakan isi kartu refleksi mereka di depan kelas untuk memperkaya perspektif bersama.
- Guru memberikan penguatan akhir: merangkum kaitan antara nilai-nilai ibadah (husnuzan, ikhlas, kepedulian sosial) dengan pesan Al-Qur'an dan hadis, serta menegaskan relevansinya dalam konteks kehidupan nyata murid.
- Murid mengumpulkan Lembar Kerja Inkuiri dan Kartu Refleksi sebagai bukti proses belajar.
Penutup:- Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: nilai husnuzan dan ikhlas dalam salat gerhana, istiska, dan jenazah, serta wujud kepedulian sosial yang terkandung di dalamnya.
- Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis di selembar kertas (lihat bagian asesmenAkhir) dan mengumpulkannya sebelum keluar kelas.
- Guru menyampaikan pesan moral: bahwa ibadah bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata sikap penuh harap kepada Allah Swt. dan kasih sayang terhadap sesama makhluk-Nya.
- Guru menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya (pertemuan ke-4) adalah praktik demonstrasi salat gerhana, istiska, dan jenazah — murid diminta mempelajari tata cara pelaksanaannya di rumah.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah memiliki pemahaman lebih (cepat) dapat membaca tambahan dalil Al-Qur'an dan hadis yang lebih kompleks dari buku referensi lanjutan atau artikel yang disiapkan guru. Murid yang masih butuh dukungan (lambat) diberikan teks ringkasan bergambar (infografis bab 4 buku siswa) sebagai scaffolding sebelum membaca teks penuh.
- Proses: Kelompok murid cepat dapat diminta menganalisis perbandingan ketiga salat sekaligus (gerhana, istiska, jenazah) dalam satu lembar kerja terintegrasi. Murid lambat difasilitasi dengan pertanyaan panduan yang lebih terstruktur di lembar kerja, dan guru atau teman sebaya (peer tutor) mendampingi selama diskusi kelompok.
- Produk: Murid cepat dapat menyajikan hasil analisis dalam bentuk tulisan argumentatif singkat yang menyertakan minimal 2 dalil. Murid lambat cukup mengisi tabel lembar kerja dengan kalimat sederhana dan poin-poin singkat.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Siapa yang pernah menyaksikan gerhana atau kemarau panjang? Apa yang kamu lakukan saat itu?'
- Pertanyaan lisan: 'Apa yang kamu tahu tentang husnuzan dan ikhlas? Bisakah kamu beri contoh dalam kehidupan sehari-hari?' — untuk mengukur pengetahuan awal tentang nilai-nilai akhlak sebelum pembelajaran dimulai.
- Guru mencatat respons murid secara cepat untuk mengelompokkan: sudah paham konsep dasar / belum, sebagai dasar diferensiasi proses belajar.
Proses:- Observasi terstruktur selama kerja kelompok: guru menggunakan lembar checklist untuk mencatat apakah setiap kelompok mampu mengidentifikasi minimal 1 nilai husnuzan/ikhlas dan 1 bentuk kepedulian sosial dari salat yang dikaji.
- Guru memberi umpan balik lisan saat presentasi kelompok: menanyakan 'Dalil apa yang mendukung temuan kalian?' untuk mendorong penalaran berbasis sumber.
- Penilaian Lembar Kerja Inkuiri: guru mengecek kelengkapan dan kedalaman isian sebelum sesi penutup dimulai, dan memberi catatan perbaikan singkat bila ada kolom yang masih kosong atau dangkal.
Akhir:- Soal 1 (mengukur TP 8.4.3.1): Jelaskan dua nilai sikap penuh harap kepada Allah Swt. (husnuzan dan ikhlas) yang terkandung dalam salah satu dari ketiga salat berikut: salat gerhana, istiska, atau jenazah. Berikan penjelasan dengan bahasamu sendiri.
- Soal 2 (mengukur TP 8.4.3.2): Sebutkan minimal dua bentuk kepedulian sosial yang terwujud melalui pelaksanaan salat jenazah atau salat istiska, dan dukung jawabanmu dengan satu dalil Al-Qur'an atau hadis yang relevan.
Formatif:- Observasi partisipasi aktif murid selama diskusi kelompok (keberanian bertanya, kualitas argumen, dan kemampuan mengaitkan dengan dalil).
- Penilaian Lembar Kerja Inkuiri kelompok: kelengkapan isian empat kolom (nilai husnuzan/ikhlas, kepedulian sosial, dalil, kaitan kehidupan nyata).
- Penilaian Kartu Refleksi individu: kedalaman refleksi dan relevansi rencana aksi konkret yang ditulis murid.
Sumatif:- Tes tertulis singkat akhir pertemuan: 2 pertanyaan esai pendek (lihat asesmenAkhir) yang mengukur ketercapaian TP 8.4.3.1 dan 8.4.3.2.
- Akumulasi hasil Lembar Kerja Inkuiri dan Kartu Refleksi sebagai portofolio proses pertemuan ini.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan nilai husnuzan dan ikhlas dalam salat (TP 8.4.3.1) | Murid belum dapat menyebutkan nilai husnuzan atau ikhlas dari ketiga salat, atau jawaban tidak relevan dengan materi. | Murid menyebutkan salah satu nilai (husnuzan atau ikhlas) dari satu salat, namun penjelasannya masih sangat umum dan belum terhubung dengan konteks ibadah. | Murid menyebutkan kedua nilai (husnuzan dan ikhlas) dari minimal satu salat dengan penjelasan yang cukup jelas dan terhubung dengan praktik ibadah, meski belum didukung dalil. | Murid menjelaskan kedua nilai (husnuzan dan ikhlas) dari minimal dua salat secara rinci, dengan kaitan yang kuat terhadap konteks pelaksanaan ibadah dan didukung pemahaman yang mendalam. | | Menganalisis kepedulian sosial berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadis (TP 8.4.3.2) | Murid belum dapat mengidentifikasi bentuk kepedulian sosial dari ketiga salat, dan tidak menyertakan dalil apapun. | Murid menyebutkan satu bentuk kepedulian sosial dari satu salat, namun belum mengaitkannya dengan dalil Al-Qur'an atau hadis. | Murid menyebutkan minimal dua bentuk kepedulian sosial dari dua salat berbeda dan menyertakan satu dalil Al-Qur'an atau hadis yang relevan, meski kaitan antara dalil dan analisis belum sepenuhnya kuat. | Murid menganalisis bentuk kepedulian sosial dari minimal dua salat secara mendalam, menyertakan minimal dua dalil Al-Qur'an dan/atau hadis yang tepat, serta mampu menjelaskan kaitan antara dalil dengan wujud kepedulian sosial secara logis. | | Partisipasi dalam diskusi kelompok inkuiri | Murid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada pengisian lembar kerja. | Murid hadir dalam kelompok namun kontribusinya sangat terbatas; hanya menjawab jika ditanya langsung. | Murid aktif berdiskusi, berkontribusi dalam pengisian lembar kerja, dan mampu menyampaikan satu pendapat atau temuan saat presentasi. | Murid sangat aktif dalam diskusi, memimpin atau mendorong diskusi kelompok, berkontribusi signifikan pada lembar kerja, dan mampu merespons pertanyaan klarifikasi dari kelompok lain dengan argumen yang kuat. | | Refleksi dan rencana aksi konkret (Kartu Refleksi) | Kartu Refleksi kosong atau hanya berisi kalimat sangat umum tanpa kaitan dengan materi pembelajaran. | Murid menuliskan satu nilai yang berkesan, namun alasan dan rencana aksi masih sangat singkat dan tidak spesifik. | Murid menuliskan satu nilai yang berkesan beserta alasan yang jelas, dan menyertakan satu rencana aksi konkret yang realistis dalam kehidupan sehari-hari. | Murid menuliskan nilai yang berkesan beserta alasan yang mendalam dan personal, serta rencana aksi konkret yang spesifik, realistis, dan menunjukkan pemahaman yang terhubung antara nilai ibadah dengan kehidupan nyata. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan inkuiri yang saya sajikan cukup terbuka dan memancing murid untuk berpikir kritis, atau terlalu mengarahkan jawaban?
- Bagaimana tingkat partisipasi seluruh murid dalam diskusi kelompok — apakah ada yang dominan atau justru pasif, dan bagaimana saya bisa menyeimbangkannya di pertemuan berikutnya?
- Apakah murid berhasil menemukan kaitan antara nilai husnuzan/ikhlas dengan kepedulian sosial secara mandiri, atau perlu scaffolding yang lebih terstruktur?
- Apakah alokasi waktu 80 menit sudah efektif untuk tiga tahap inkuiri (Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi)? Bagian mana yang memerlukan penyesuaian waktu?
Refleksi Murid:- Nilai apa yang paling berkesan untukmu dari pembelajaran hari ini tentang sikap penuh harap kepada Allah Swt. dalam salat gerhana, istiska, dan jenazah? Mengapa nilai itu penting bagimu?
- Apakah ada bagian dari materi hari ini yang masih belum kamu pahami dengan baik? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
- Satu hal konkret apa yang ingin kamu lakukan setelah pelajaran ini sebagai wujud kepedulian sosialmu terhadap orang-orang di sekitarmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Tatik Pudjiani & Bagus Mustakim, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek, 2021 — Bab 4 (halaman 84–dst.)
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek, 2021 — panduan pertemuan ketiga (model inkuiri)
- Al-Qur'an dan terjemahannya — QS. Al-Baqarah: 45–46, QS. Ghafir: 60 sebagai dalil pendukung
- Hadis tentang salat jenazah sebagai hak Muslim (HR. Bukhari Muslim) dan hadis tentang salat istiska
- Infografis bab 4 dari buku siswa (halaman infografis) — sebagai media visual pemantik dan scaffolding
- Potongan berita/artikel pendek tentang peristiwa gerhana, kemarau panjang, atau berita duka dari koran atau sumber daring terpercaya (disiapkan guru sebagai sumber data inkuiri)
- Lembar Kerja Inkuiri (LKI) — dibuat dan dicetak guru sesuai format empat kolom yang tercantum dalam kegiatan inti
- Kartu Refleksi — kertas setengah HVS yang disiapkan guru untuk asesmen refleksi individu
- Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk pencatatan temuan kelas
- Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) 2025 — sebagai acuan prinsip pedagogis berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
|