Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Ketentuan dan Tata Cara Salat Jenazah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Ketentuan dan Tata Cara Salat Jenazah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Ketentuan dan Tata Cara Salat Jenazah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Ketentuan dan Tata Cara Salat Jenazah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikKetentuan dan Tata Cara Salat Jenazah
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui metode kunjung karya, murid dapat menjelaskan pengertian, ketentuan, dan tata cara pelaksanaan salat jenazah (niat, takbir empat kali, bacaan, dan salam) sesuai syariat dengan benar.
  2. Melalui metode kunjung karya, murid dapat menunjukkan sikap peduli terhadap sesama dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam mempelajari kewajiban melaksanakan salat jenazah bagi muslim.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menghadiri salat jenazah? Apa yang kalian rasakan dan amati saat itu?
  2. Mengapa salat jenazah dihukumi fardu kifayah — apa artinya bagi kita sebagai anggota komunitas muslim?
  3. Apa yang akan terjadi pada komunitas muslim jika tidak ada seorang pun yang mau melaksanakan salat jenazah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memimpin doa pembuka, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan murid (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: guru mengajukan pertanyaan lisan singkat — 'Siapa yang pernah ikut salat jenazah? Sebutkan satu hal yang kalian ingat dari pelaksanaannya.' Guru mencatat respons untuk mengetahui titik awal pemahaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan dan memberi ruang murid merespons secara spontan untuk membangun rasa ingin tahu (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (kode 8.4.2.1 dan 8.4.2.2), alur kegiatan, dan model kunjung karya yang akan digunakan secara ringkas (3 menit).
  • Guru memberikan motivasi singkat: menghubungkan salat jenazah dengan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif umat Islam (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 4 kelompok (5–6 orang). Tiap kelompok menerima satu lembar karya (poster/karton berisi konten berbeda): Kelompok 1 — Pengertian dan hukum salat jenazah; Kelompok 2 — Syarat dan ketentuan pelaksanaan; Kelompok 3 — Urutan tata cara (niat, takbir 1–4, bacaan doa, salam); Kelompok 4 — Hikmah dan nilai kepedulian sosial dalam salat jenazah. (5 menit untuk persiapan dan pembagian)
  • Setiap kelompok membaca, mendiskusikan, dan melengkapi karya milik mereka menggunakan buku siswa halaman 84–86 serta sumber yang disediakan guru. Perwakilan kelompok menyiapkan penjelasan singkat untuk tamu kunjung. (10 menit) [Berkesadaran: murid diajak fokus dan sadar akan tanggung jawab menjadi 'narasumber' kelompok]
  • Kunjung karya putaran pertama: satu anggota tetap sebagai penjaga karya (narasumber), tiga–empat anggota lainnya berkunjung ke karya kelompok lain secara bergilir. Pengunjung mencatat poin penting di lembar kunjung masing-masing. (10 menit) [Menggembirakan: suasana aktif bergerak, saling berbagi pengetahuan]
  • Semua anggota kembali ke kelompok asal. Penjaga karya merangkum pertanyaan atau masukan yang diterima selama kunjungan. Kelompok mendiskusikan temuan dari kunjungan dan melengkapi catatan mereka. (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memandu diskusi kelas singkat: setiap kelompok menyampaikan satu poin utama dari karya mereka — guru meluruskan miskonsepsi dan melengkapi penjelasan tata cara salat jenazah secara sistematis (niat, takbir pertama + Al-Fatihah, takbir kedua + salawat, takbir ketiga + doa jenazah, takbir keempat + doa, salam). (7 menit) [Bermakna: murid mengonstruksi pemahaman utuh dari potongan-potongan informasi yang sudah dikumpulkan]
  • Latihan tertulis terbimbing: murid secara individu mengisi lembar kerja yang memuat urutan tata cara salat jenazah (soal urutan langkah, soal isian bacaan singkat per takbir, dan soal hukum fardu kifayah). (8 menit)
  • Pasangkan dan bandingkan (pair-check): murid menukar lembar kerja dengan teman sebangku, saling mengoreksi, dan mendiskusikan perbedaan jawaban. Guru memfasilitasi klarifikasi jika ada perbedaan. (5 menit) [Menggembirakan: umpan balik sejawat yang positif dan saling menghargai]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan kepada kelas: 'Nilai kepedulian apa yang kamu temukan dalam salat jenazah? Bagaimana ini terhubung dengan kehidupanmu sehari-hari di lingkungan sekitar?' Murid diberi waktu berpikir sebelum beberapa sukarelawan menjawab. (5 menit) [Bermakna: menghubungkan materi fikih dengan kehidupan nyata]
  • Murid menuliskan refleksi singkat (3–5 kalimat) di buku catatan: apa yang baru dipahami hari ini, satu hal yang ingin diperdalam, dan satu niat konkret sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama (misalnya: berencana menghadiri salat jenazah jika ada kesempatan). (5 menit) [Berkesadaran: murid mengelola proses belajarnya sendiri]
  • Dua–tiga murid berbagi refleksi mereka secara sukarela. Guru memberikan apresiasi dan penguatan nilai. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: pengertian, hukum, syarat, dan urutan tata cara salat jenazah secara ringkas. (3 menit)
  • Asesmen akhir: guru membagikan kuis mini 3 soal (pilihan ganda atau isian singkat) tentang urutan tata cara dan hukum salat jenazah. Murid mengerjakan secara mandiri dan mengumpulkan. (5 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati atau bertanya kepada orang tua/tokoh masyarakat tentang pengalaman mereka dalam pelaksanaan salat jenazah sebagai tugas observasi ringan.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya dan menutup kelas dengan doa penutup serta salam. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memiliki pengetahuan awal kuat (teridentifikasi dari asesmen diagnostik) diberikan kartu tantangan berisi soal analisis: membandingkan tata cara salat jenazah untuk jenazah laki-laki dan perempuan, serta menjelaskan hikmahnya. Murid yang masih membutuhkan dukungan diberikan lembar bantu bergambar berisi urutan tata cara salat jenazah yang disederhanakan dengan ilustrasi langkah demi langkah.
  • Proses: Saat kunjung karya, murid yang membutuhkan dukungan dapat berpasangan dengan teman sebaya yang lebih paham (tutor sebaya). Guru memberikan bimbingan lebih pada kelompok yang mengalami kesulitan memahami bacaan-bacaan doa dalam salat jenazah.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman mereka melalui pilihan: (1) mengisi lembar kerja urutan tata cara secara tertulis, atau (2) menjelaskan urutan tata cara secara lisan kepada guru atau teman saat sesi pair-check, bagi yang mengalami kesulitan menulis.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Siapa yang pernah ikut salat jenazah? Sebutkan satu hal yang kalian ingat.' Guru mengidentifikasi murid yang sudah familiar dan yang belum pernah mengetahui sama sekali untuk menentukan pengelompokan dan kebutuhan scaffold.
  • Respons terhadap pertanyaan pemantik sebagai indikator pemahaman awal tentang hukum fardu kifayah dan nilai kepedulian sosial.

Proses:

  • Observasi oleh guru selama kunjung karya: apakah murid (sebagai narasumber) mampu menjelaskan konten kartanya dengan benar dan percaya diri.
  • Catatan lembar kunjung murid: diperiksa guru secara sekilas untuk melihat kelengkapan dan keakuratan informasi yang dicatat.
  • Pair-check lembar kerja: guru berkeliling dan mencatat nama murid yang masih keliru dalam urutan takbir atau bacaan — sebagai dasar umpan balik langsung.
  • Kualitas respons refleksi lisan: guru menilai apakah murid dapat menghubungkan nilai kepedulian dengan kehidupan nyata.

Akhir:

  • Kuis mini 3 soal tertulis: (1) Sebutkan urutan tata cara salat jenazah dari takbir pertama hingga salam, (2) Apa hukum melaksanakan salat jenazah bagi umat Islam?, (3) Doa apa yang dibaca pada takbir ketiga dalam salat jenazah? Dinilai dengan pedoman skor sederhana.
  • Lembar refleksi tertulis: dinilai dengan rubrik aspek sikap peduli — apakah murid dapat mengidentifikasi nilai kepedulian sosial dari salat jenazah dan merumuskan niat konkret yang berkaitan.

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan penjelasan saat menjadi narasumber kunjung karya
  • Pair-check lembar kerja tata cara salat jenazah — guru mencatat murid yang membutuhkan klarifikasi
  • Kualitas pertanyaan dan respons murid selama diskusi kelas dan sesi refleksi

Sumatif:

  • Kuis mini 3 soal di akhir pertemuan: mengidentifikasi urutan tata cara salat jenazah (takbir dan bacaannya) serta hukum pelaksanaannya
  • Lembar refleksi tertulis murid sebagai bukti ketercapaian dimensi sikap peduli (8.4.2.2)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan ketentuan salat jenazah (8.4.2.1)Murid tidak dapat menjelaskan pengertian salat jenazah dan tidak dapat menyebutkan ketentuannya.Murid dapat menyebutkan pengertian salat jenazah secara sederhana, namun belum dapat menjelaskan ketentuan-ketentuannya secara lengkap.Murid dapat menjelaskan pengertian dan sebagian besar ketentuan salat jenazah (syarat, hukum) dengan benar, meski penjelasannya belum sistematis.Murid dapat menjelaskan pengertian, hukum, dan seluruh ketentuan salat jenazah secara sistematis dan benar sesuai syariat, disertai alasan yang tepat.
Menjelaskan tata cara pelaksanaan salat jenazah (niat, takbir, bacaan, salam) (8.4.2.1)Murid tidak dapat menyebutkan urutan tata cara salat jenazah.Murid dapat menyebutkan sebagian urutan tata cara (misalnya hanya 1–2 takbir), namun belum dapat mengaitkan bacaan yang sesuai.Murid dapat menjelaskan urutan tata cara salat jenazah (4 takbir dan salam) beserta bacaan di tiap takbir, meski ada 1–2 kekeliruan minor.Murid dapat menjelaskan urutan tata cara salat jenazah secara lengkap dan benar (niat, takbir pertama + Al-Fatihah, takbir kedua + salawat, takbir ketiga + doa jenazah, takbir keempat + doa, salam) tanpa kekeliruan.
Menunjukkan sikap peduli dan rasa ingin tahu dalam mempelajari salat jenazah (8.4.2.2)Murid tidak menunjukkan keterlibatan aktif selama pembelajaran dan tidak dapat mengungkapkan nilai kepedulian dari salat jenazah.Murid menunjukkan keterlibatan terbatas; dapat menyebutkan bahwa salat jenazah adalah bentuk kepedulian, namun belum dapat menjelaskan alasannya.Murid aktif dalam kunjung karya, dapat menjelaskan nilai kepedulian sosial dalam salat jenazah, dan menunjukkan rasa ingin tahu melalui pertanyaan atau catatan yang dibuat.Murid sangat aktif, dapat menjelaskan secara mendalam nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab kolektif dalam salat jenazah, serta mampu merumuskan niat konkret untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode kunjung karya berjalan efektif dalam membantu murid memahami seluruh aspek tata cara salat jenazah? Jika tidak, apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid terlibat aktif selama kunjungan? Siapa saja yang tampak pasif dan membutuhkan strategi pendampingan berbeda?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Sejauh mana murid berhasil menghubungkan nilai kepedulian sosial dalam salat jenazah dengan kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang salat jenazah yang belum kamu ketahui sebelumnya?
  • Bagian mana dari tata cara salat jenazah yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu? Apa yang akan kamu lakukan untuk memahaminya lebih dalam?
  • Nilai kepedulian apa yang kamu temukan dari salat jenazah? Bagaimana kamu bisa mewujudkan kepedulian itu dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Penulis: Tatik Pudjiani & Bagus Mustakim, Kemdikbudristek 2021) — Bab 4, halaman 84–86
  2. Kertas karton/poster (4 lembar) untuk media kunjung karya per kelompok, spidol warna-warni
  3. Lembar kerja murid (LKPD) berisi urutan tata cara salat jenazah dan soal isian
  4. Lembar bantu bergambar (scaffold) untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan
  5. Kartu tantangan analisis untuk murid yang sudah menguasai materi dasar
  6. Lembar kunjung (recording sheet) untuk mencatat temuan saat mengunjungi karya kelompok lain
  7. Al-Qur'an / Juz Amma
  8. LCD Proyektor atau papan tulis untuk klarifikasi dan penguatan materi oleh guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.