Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Ketentuan dan Tata Cara Salat Gerhana dan Istiska

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Ketentuan dan Tata Cara Salat Gerhana dan Istiska". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Ketentuan dan Tata Cara Salat Gerhana dan Istiska

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Ketentuan dan Tata Cara Salat Gerhana dan Istiska

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikKetentuan dan Tata Cara Salat Gerhana dan Istiska
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui metode karya kunjung, murid dapat menjelaskan pengertian, ketentuan, dan tata cara pelaksanaan salat gerhana (kusuf dan khusuf) serta salat istiska sesuai syariat dengan benar.
  2. Melalui metode karya kunjung, murid dapat menunjukkan sikap disiplin dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam mempelajari ketentuan salat gerhana dan istiska sebagai bentuk kepatuhan terhadap syariat Islam.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menyaksikan gerhana matahari atau gerhana bulan? Apa yang kalian rasakan dan apa yang biasanya dilakukan umat Islam saat peristiwa itu terjadi?
  2. Bayangkan musim kemarau panjang melanda daerahmu dan air mulai langka — tindakan spiritual apa yang bisa dilakukan seorang Muslim untuk memohon pertolongan Allah Swt.?
  3. Mengapa Islam mengatur tata cara ibadah secara rinci, termasuk salat-salat sunnah khusus seperti salat gerhana dan istiska? Apa hikmah di balik keteraturan itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan membaca satu ayat Al-Qur'an pilihan (Q.S. Ghafir: 60 tentang doa).
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapihan, dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar — gerhana matahari dan suasana kemarau panjang — lalu meminta murid menuliskan di sticky note atau kertas kecil: (a) apa yang mereka ketahui tentang salat gerhana/istiska, dan (b) satu pertanyaan yang ingin mereka jawab hari ini. Guru mengumpulkan dan membaca sekilas untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk memancing rasa ingin tahu dan diskusi singkat (3–4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan hari ini (karya kunjung), dan kesepakatan kelas selama proses pembelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mendapat tugas menyusun 'karya' berupa poster/infografis ringkas pada kertas karton A3 dengan tema: Kelompok 1 → Pengertian & Hukum Salat Gerhana (Kusuf & Khusuf); Kelompok 2 → Ketentuan & Syarat Salat Gerhana; Kelompok 3 → Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana Langkah demi Langkah; Kelompok 4 → Pengertian, Ketentuan, dan Tata Cara Salat Istiska.
  • Setiap kelompok membaca dan menelaah bahan ajar (buku siswa halaman 84–dst, bahan cetak/digital yang disiapkan guru) secara mandiri selama ±10 menit, kemudian berdiskusi untuk menyusun isi karya mereka.
  • Murid menuliskan poin-poin utama secara terstruktur di karya mereka: definisi, dasar hukum, syarat/ketentuan, dan tata cara secara berurutan.
  • Guru berkeliling, mengajukan pertanyaan pendalaman kepada tiap kelompok ('Apa bedanya kusuf dan khusuf?', 'Kapan tepatnya salat istiska dilaksanakan?') untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam — bukan sekadar menyalin.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Setelah karya selesai (±10 menit), setiap kelompok menempelkan karyanya di dinding/papan yang berbeda. Satu orang dari tiap kelompok tetap berjaga sebagai 'pemandu' di karya mereka, sementara anggota lainnya berpencar mengunjungi karya kelompok lain (metode karya kunjung).
  • Pengunjung membaca, mencatat poin penting, dan memberikan umpan balik tertulis pada sticky note yang ditempel di karya yang dikunjungi: satu poin yang sudah bagus dan satu pertanyaan atau saran.
  • Pemandu menjelaskan isi karya kepada pengunjung secara singkat dan menjawab pertanyaan yang diajukan.
  • Setelah semua kelompok selesai berkunjung (rotasi ±15 menit), seluruh anggota kembali ke karya masing-masing dan mendiskusikan umpan balik yang diterima.
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan satu poin utama yang paling menarik dari hasil kunjungan mereka ke depan kelas (masing-masing ±2 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memimpin diskusi kelas singkat: 'Dari semua karya yang kalian kunjungi, apa satu hal paling penting yang kalian pelajari hari ini tentang salat gerhana dan istiska?'
  • Guru meluruskan miskonsepsi yang muncul selama presentasi dan kunjung karya (misalnya perbedaan kusuf dan khusuf, jumlah rakaat salat gerhana, dll.) dengan penjelasan singkat dan referensi ke buku siswa.
  • Murid secara individu mengisi 'Jurnal Refleksi' singkat di buku catatan mereka dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Apa yang sudah saya pahami? (2) Apa yang masih membingungkan saya? (3) Bagaimana saya akan menerapkan disiplin belajar syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari?
  • Guru menghubungkan materi dengan nilai kehidupan: salat gerhana dan istiska adalah wujud nyata tawakal sekaligus disiplin spiritual seorang Muslim yang tidak menyerah pada keadaan.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran hari ini: pengertian, ketentuan, dan tata cara salat gerhana (kusuf & khusuf) serta salat istiska.
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan kuis lisan/tertulis singkat (5 soal pilihan ganda atau isian singkat) yang dikerjakan secara individual untuk mengukur ketercapaian TP 8.4.1.1.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja sama murid selama karya kunjung.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum mencapai target diminta membaca ulang buku siswa bab 4, sedangkan murid yang sudah paham dapat mulai mengeksplorasi perbedaan pendapat mazhab tentang hukum salat istiska.
  • Guru menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya (salat jenazah) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih disediakan lembar ringkasan berstruktur (scaffolding) berisi poin-poin utama salat gerhana dan istiska beserta diagram alur tata cara. Murid yang sudah mahir diberikan teks bacaan tambahan tentang perbedaan pendapat ulama mazhab (Hanafi, Syafi'i, dst.) mengenai tata cara dan hukum salat istiska.
  • Proses: Saat karya kunjung, murid yang memerlukan dukungan ditempatkan bersama teman sebaya yang lebih percaya diri sebagai pemandu, sehingga belajar melalui modeling. Murid yang cepat diberi peran sebagai 'narasumber ahli' yang tidak hanya menjelaskan karya sendiri tetapi juga membantu merangkum pertanyaan dari kelompok lain.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup melengkapi karya berupa tabel terstruktur (isi kolom yang sudah tersedia). Murid yang mahir didorong membuat infografis yang lebih kreatif dan dapat menambahkan dalil (ayat/hadis) pendukung serta hikmah dari setiap ibadah.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di sticky note: satu hal yang mereka ketahui tentang salat gerhana atau istiska dan satu pertanyaan yang ingin mereka jawab. Guru membaca sekilas untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan penekanan pembelajaran.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru saat kelompok menyusun karya: apakah murid mampu mengidentifikasi perbedaan kusuf dan khusuf, menyebutkan syarat, dan mengurutkan tata cara dengan benar.
  • Pertanyaan lisan oleh guru kepada tiap kelompok saat berkeliling ('Apa bedanya kusuf dan khusuf?', 'Berapa rakaat salat gerhana?') untuk mengecek pemahaman secara real-time.
  • Kualitas penjelasan pemandu saat sesi kunjung karya dinilai guru menggunakan lembar observasi sederhana (aspek: kelengkapan informasi, kejelasan, kepercayaan diri).

Akhir:

  • Kuis tertulis individual 5 soal isian singkat: (1) Definisi salat kusuf dan khusuf, (2) Hukum salat gerhana, (3) Jumlah rakaat salat gerhana, (4) Pengertian salat istiska, (5) Waktu pelaksanaan salat istiska. Skor ≥80 = Sangat Berkembang, 65–79 = Berkembang, 50–64 = Mulai, <50 = Belum Berkembang.
  • Penilaian karya kelompok (poster/infografis) dengan rubrik 4 level berdasarkan aspek kelengkapan konten, ketepatan informasi, dan kerapihan penyajian.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi dalam kelompok: kualitas pertanyaan, keaktifan, dan ketepatan informasi yang disampaikan.
  • Telaah umpan balik tertulis (sticky note) yang diberikan saat kunjung karya: mencerminkan pemahaman dan kemampuan analisis.
  • Jurnal refleksi individu yang diisi murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat 5 soal (isian singkat/pilihan ganda) tentang pengertian, ketentuan, dan tata cara salat gerhana serta istiska, dikerjakan secara individual di akhir pertemuan.
  • Penilaian kualitas karya (poster/infografis) kelompok berdasarkan rubrik: kelengkapan isi, kejelasan penyajian, dan ketepatan informasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep (Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Salat Gerhana & Istiska)Murid tidak dapat menjelaskan pengertian salat gerhana dan istiska, atau memberikan informasi yang keliru secara mendasar.Murid dapat menyebutkan nama salat gerhana dan istiska tetapi penjelasan pengertian, hukum, atau ketentuannya masih tidak lengkap dan terdapat beberapa kesalahan.Murid dapat menjelaskan pengertian dan hukum salat gerhana (kusuf & khusuf) serta istiska dengan benar, meskipun penjelasan ketentuan detailnya masih kurang lengkap.Murid dapat menjelaskan secara lengkap dan tepat pengertian, hukum, syarat, dan ketentuan salat gerhana (kusuf & khusuf) serta istiska sesuai syariat, disertai kemampuan membedakan keduanya dengan jelas.
Penguasaan Tata Cara Pelaksanaan Salat Gerhana dan IstiskaMurid tidak dapat menyebutkan urutan tata cara salat gerhana maupun istiska, atau urutannya salah secara keseluruhan.Murid dapat menyebutkan sebagian langkah tata cara salat gerhana atau istiska, tetapi urutan atau detailnya masih banyak yang keliru.Murid dapat menjelaskan tata cara salat gerhana dan istiska secara berurutan dengan benar, meskipun masih terdapat 1–2 detail yang terlewat.Murid dapat menjelaskan tata cara salat gerhana dan istiska secara berurutan, lengkap, dan tepat — termasuk perbedaan jumlah rakaat dan bacaan — tanpa kesalahan yang berarti.
Sikap Disiplin dan Rasa Ingin Tahu dalam Proses PembelajaranMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok maupun karya kunjung, dan tidak menunjukkan minat mempelajari materi.Murid sesekali terlibat dalam diskusi kelompok tetapi perlu dorongan dari guru atau teman untuk berpartisipasi. Rasa ingin tahu belum tampak dalam pertanyaan atau catatan.Murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan, dan memberikan umpan balik selama sesi kunjung karya secara mandiri.Murid konsisten menunjukkan disiplin tinggi (mengerjakan tugas tepat waktu, mencatat secara terstruktur) dan rasa ingin tahu yang kuat — terbukti dari pertanyaan bermutu, umpan balik bermakna untuk kelompok lain, dan inisiatif mencari informasi tambahan.
Kualitas Karya (Poster/Infografis Kelompok)Karya tidak lengkap atau informasi yang disajikan tidak relevan dan banyak kesalahan fakta.Karya memuat sebagian informasi yang relevan tetapi penyajiannya tidak terstruktur, sulit dibaca, dan terdapat beberapa kesalahan fakta.Karya memuat informasi yang lengkap dan sebagian besar benar, disajikan dengan cukup terstruktur dan mudah dipahami pembaca.Karya memuat informasi yang lengkap, akurat, dan disajikan secara kreatif, terstruktur, serta menarik — memudahkan kelompok lain memahami materi saat kunjung karya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode karya kunjung yang diterapkan hari ini berhasil mendorong seluruh murid memahami ketentuan dan tata cara salat gerhana serta istiska secara aktif?
  • Kelompok mana yang mengalami kesulitan, dan apakah scaffolding yang diberikan sudah cukup untuk mendukung mereka?
  • Apakah alokasi waktu antar-tahap (menyusun karya, kunjung, diskusi, kuis) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pembelajaran berikutnya?
  • Sejauh mana murid mampu mengaitkan nilai disiplin dan kepatuhan syariat dengan kehidupan nyata mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling penting yang saya pelajari hari ini tentang salat gerhana dan istiska yang belum pernah saya ketahui sebelumnya?
  • Bagian mana dari materi ini yang masih membingungkan saya dan ingin saya pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana proses karya kunjung membantu saya memahami materi dengan lebih baik dibandingkan hanya membaca sendiri?
  • Nilai disiplin dan kepatuhan pada syariat seperti apa yang bisa saya terapkan dalam kebiasaan ibadah saya sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Tatik Pudjiani & Bagus Mustakim, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021) — Bab 4, halaman 84 dan seterusnya.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021).
  3. Al-Qur'an dan terjemahan (Q.S. Ghafir: 60 sebagai rujukan doa dan tawakal).
  4. Kertas karton A3 atau HVS besar untuk pembuatan karya kelompok (poster/infografis).
  5. Spidol warna-warni, sticky note, dan selotip/perekat untuk menempel karya di dinding.
  6. LCD Proyektor dan laptop/HP untuk menampilkan gambar gerhana matahari/bulan dan suasana kemarau sebagai pemantik visual.
  7. Lembar ringkasan berstruktur (scaffolding) yang disiapkan guru untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan.
  8. Lembar observasi guru untuk penilaian proses karya kunjung.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.