Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Membuat Infografis Timeline Diturunkannya Kitab-Kitab Allah kepada Para Nabi dan Rasul

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Membuat Infografis Timeline Diturunkannya Kitab-Kitab Allah kepada Para Nabi dan Rasul". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Membuat Infografis Timeline Diturunkannya Kitab-Kitab Allah kepada Para Nabi dan Rasul

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Membuat Infografis Timeline Diturunkannya Kitab-Kitab Allah kepada Para Nabi dan Rasul

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMembuat Infografis Timeline Diturunkannya Kitab-Kitab Allah kepada Para Nabi dan Rasul
Alokasi Waktu1x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model pembelajaran berbasis produk, murid dapat membuat infografis timeline yang memuat urutan diturunkannya kitab-kitab Allah kepada para nabi dan rasul secara kronologis dan kreatif.
  2. Melalui model pembelajaran berbasis produk, murid menunjukkan sikap mencintai Al-Qur'an sebagai kitab penyempurna dan menghargai kitab suci agama lain sebagai bagian dari sikap toleran.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Allah menurunkan empat kitab suci kepada nabi yang berbeda pada zaman yang berbeda — menurutmu, mengapa Allah tidak langsung menurunkan satu kitab saja?
  2. Jika kamu harus membuat sebuah peta perjalanan sejarah kitab-kitab Allah, informasi apa saja yang paling penting untuk ditampilkan agar orang langsung paham?
  3. Sebagai muslim yang hidup di Indonesia yang beragam agamanya, bagaimana sikapmu terhadap kitab suci yang dimiliki teman yang berbeda agama denganmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan membaca satu ayat Al-Qur'an pilihan (misalnya Q.S. Al-Maidah/5:48 tentang Al-Qur'an sebagai penyempurna).
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid secara singkat.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan empat nama kitab suci di papan tulis (Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur'an) dan meminta murid menuliskan pada secarik kertas: nama nabi penerima masing-masing kitab dan urutannya menurut pengetahuan mereka saat ini. Kertas dikumpulkan guru sebagai peta awal pemahaman.
  • Guru membacakan pantun pemantik dari Buku Siswa: 'Empat Kitab suci Allah turunkan / Pada Nabi dan zaman yang berlainan' untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membuat infografis timeline kitab-kitab Allah dan merefleksikan sikap toleran terhadap kitab suci agama lain.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan memberi waktu 2 menit bagi murid untuk berpikir sebelum menjawab secara lisan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan infografis contoh timeline sederhana di layar proyektor (atau di papan tulis jika tidak ada proyektor) yang memperlihatkan alur kronologis empat kitab Allah: Taurat (Nabi Musa a.s.) → Zabur (Nabi Dawud a.s.) → Injil (Nabi Isa a.s.) → Al-Qur'an (Nabi Muhammad saw.).
  • Murid mengamati infografis tersebut dengan seksama, lalu guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Informasi apa yang sudah ada di sini? Apa yang masih kurang atau bisa ditambahkan?' — mendorong murid berpikir kritis tentang kelengkapan data. [Berkesadaran]
  • Guru memberikan penjelasan singkat (5 menit) tentang data penting yang harus ada dalam infografis: nama kitab, nama nabi penerima, umat/kaum yang dituju, dan posisi Al-Qur'an sebagai kitab penyempurna. Murid mencatat poin-poin kunci di buku tulis mereka.
  • Guru membuka sesi tanya jawab singkat (2 menit) untuk memastikan semua murid memahami data dasar sebelum masuk ke tahap produksi. [Bermakna]

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan kertas karton, spidol warna, penggaris, dan lembar data referensi singkat berisi nama kitab, nabi, dan umat yang dituju.
  • Setiap kelompok bertugas merancang dan membuat infografis timeline di kertas karton secara manual. Infografis wajib memuat: (a) garis waktu kronologis dari Taurat hingga Al-Qur'an, (b) nama kitab dan nabi penerimanya, (c) umat yang menjadi sasaran turunnya kitab, (d) keterangan singkat posisi Al-Qur'an sebagai penyempurna, dan (e) elemen visual kreatif (gambar, warna, simbol) yang dibuat sendiri oleh kelompok. [Menggembirakan]
  • Guru berkeliling memantau proses kerja kelompok, memberikan umpan balik formatif singkat (misal: 'Kronologisnya sudah benar, coba tambahkan keterangan umat yang dituju'), dan memastikan setiap anggota kelompok berkontribusi aktif.
  • Jika ada kelompok yang lebih cepat selesai, mereka diminta menambahkan kolom 'Pesan Moral' — satu kalimat sikap toleran yang mereka simpulkan dari materi ini. [Bermakna]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok menempelkan infografisnya di dinding kelas (gallery walk). Murid diberi waktu 3 menit untuk berjalan dan mengamati karya kelompok lain, kemudian menuliskan satu komentar positif dan satu saran pada sticky note (atau kertas kecil) yang ditempel di samping karya tersebut. [Berkesadaran]
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat (3 menit): 'Dari semua timeline yang kalian buat, apa yang paling membuat kalian kagum tentang perjalanan kitab-kitab Allah ini? Apa yang terasa berbeda antara kitab-kitab sebelumnya dengan Al-Qur'an?'
  • Guru memperkuat nilai toleransi: 'Kita beriman kepada semua kitab Allah. Meski kita hanya mengamalkan Al-Qur'an, kita menghargai kitab suci agama lain karena semuanya berasal dari Allah.' Murid diminta menyebutkan satu contoh nyata sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari. [Bermakna]
  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan): (1) Apa yang baru kamu ketahui hari ini? (2) Bagaimana perasaanmu saat membuat infografis bersama kelompok? (3) Satu sikap apa yang akan kamu terapkan setelah belajar tentang kitab-kitab Allah? [Berkesadaran]

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan materi bersama: urutan kitab-kitab Allah secara kronologis dan posisi Al-Qur'an sebagai penyempurna.
  • Guru memberikan apresiasi atas karya infografis semua kelompok dan menyebutkan satu keunggulan dari beberapa karya secara spesifik untuk memotivasi.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta membaca Al-Qur'an setiap hari dan mencatatnya di buku catatan pribadi (sesuai kegiatan 'Siap Berkreasi' di Buku Siswa).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan lembar data terstruktur yang sudah memuat nama kitab, nabi, dan umat yang dituju — mereka tinggal menyusun dan menghias timeline. Murid yang sudah menguasai materi diminta mencari informasi tambahan tentang isi pokok masing-masing kitab untuk dicantumkan dalam infografis.
  • Proses: Kelompok yang mengalami kesulitan mendapat bimbingan langsung dari guru dengan panduan langkah per langkah. Kelompok yang sudah mandiri dibiarkan berkreasi lebih bebas dalam menentukan tata letak dan gaya visual infografis mereka.
  • Produk: Murid yang lebih cepat selesai diminta menambahkan kolom 'Pesan Toleransi' — satu kutipan ayat atau hadis tentang toleransi — dan menjelaskan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari di Indonesia yang beragam agama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru membagikan secarik kertas di awal pembelajaran dan meminta murid menuliskan: nama keempat kitab Allah, nama nabi penerimanya, dan urutan turunnya menurut pengetahuan mereka saat ini.
  • Guru membaca jawaban secara cepat untuk memetakan mana murid yang sudah memiliki pengetahuan dasar dan mana yang memerlukan scaffolding lebih dalam tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru saat kelompok mengerjakan infografis: apakah data kronologis yang dimasukkan sudah tepat, apakah semua anggota berkontribusi, dan apakah nilai toleransi sudah tercermin dalam produk.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan pada setiap kelompok saat berkeliling: 'Mengapa kalian menempatkan kitab ini di posisi ini?' untuk mengecek pemahaman konseptual, bukan sekadar menyalin.
  • Peer assessment gallery walk: murid menuliskan satu hal positif dan satu saran perbaikan pada sticky note yang ditempel di karya kelompok lain.

Akhir:

  • Penilaian produk infografis timeline menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada 4 aspek: ketepatan data kronologis, kreativitas visual, kejelasan komunikasi, dan refleksi nilai toleransi.
  • Lembar refleksi individu 3 pertanyaan yang diisi murid di akhir pembelajaran sebagai bukti proses berpikir dan internalisasi nilai.

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik: murid menuliskan nama nabi penerima kitab dan urutannya di secarik kertas untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Observasi proses kerja kelompok: guru mengamati keterlibatan aktif setiap anggota, ketepatan data kronologis, dan dinamika kolaborasi menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Umpan balik lisan saat guru berkeliling: guru memberikan komentar langsung pada proses pembuatan infografis.
  • Gallery walk dengan sticky note: murid saling memberikan komentar tertulis pada karya kelompok lain sebagai peer assessment.

Sumatif:

  • Penilaian produk infografis timeline berdasarkan rubrik 4 aspek: kelengkapan dan ketepatan data kronologis, kreativitas visual, kejelasan penyampaian informasi, dan pencantuman nilai toleransi.
  • Lembar refleksi individu murid yang dinilai dari kedalaman jawaban dan kesesuaian dengan materi pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Data KronologisData kitab dan nabi tidak lengkap atau terdapat kesalahan urutan yang signifikan (lebih dari 2 kesalahan).Data kitab dan nabi sebagian besar ada namun terdapat 1–2 kesalahan pada urutan atau pasangan nabi-kitab.Data kitab, nabi, dan umat yang dituju lengkap dan urutan kronologis sudah benar tanpa kesalahan.Data lengkap dan benar, disertai keterangan tambahan yang relevan (misalnya isi pokok kitab atau konteks sejarah turunnya) yang memperkaya infografis.
Kreativitas VisualInfografis hanya berupa tulisan tanpa elemen visual; tampilan tidak terstruktur dan sulit dibaca.Terdapat beberapa elemen visual (garis waktu, kotak, warna) namun penataan masih kurang rapi dan kurang menarik.Infografis memiliki garis waktu yang jelas, penggunaan warna yang konsisten, simbol atau gambar yang mendukung, dan tata letak yang rapi dan mudah dibaca.Infografis sangat menarik secara visual dengan tata letak kreatif, penggunaan warna dan simbol yang bermakna, serta elemen estetis yang mencerminkan identitas kelompok secara unik.
Kejelasan Komunikasi InformasiInformasi dalam infografis sulit dipahami oleh pembaca; tidak ada hierarki atau alur yang jelas.Informasi dapat dipahami sebagian, namun alur atau hierarki informasi masih membingungkan pada beberapa bagian.Informasi disampaikan dengan alur yang jelas, mudah diikuti dari awal hingga akhir timeline, dan dapat dipahami oleh pembaca tanpa penjelasan tambahan.Informasi dikomunikasikan dengan sangat efektif; pembaca dapat langsung memahami keseluruhan kronologi dan pesan utama hanya dalam sekali pandang.
Refleksi Nilai ToleransiTidak terdapat elemen atau keterangan apapun yang mencerminkan sikap toleran atau penghargaan terhadap kitab suci agama lain.Terdapat keterangan toleransi namun bersifat umum dan hanya disalin dari buku tanpa pemahaman yang terlihat.Terdapat keterangan atau elemen yang menunjukkan pemahaman tentang posisi Al-Qur'an sebagai penyempurna dan sikap menghargai kitab suci agama lain secara tulus.Refleksi nilai toleransi dituangkan secara kreatif dan mendalam — disertai contoh nyata penerapan sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari yang relevan dengan konteks murid Indonesia.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh tahap Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi? Bagian mana yang perlu dipercepat atau diperlambat?
  • Seberapa efektif asesmen awal diagnostik dalam membantu saya menyesuaikan scaffolding untuk murid yang membutuhkan dukungan?
  • Apakah semua murid berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok? Murid mana yang perlu perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah nilai toleransi benar-benar terinternalisasi oleh murid, atau sekadar menjadi teks di infografis? Apa buktinya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang kitab-kitab Allah?
  • Bagian mana dari proses membuat infografis yang paling menantang bagimu? Bagaimana cara kamu mengatasinya?
  • Setelah belajar tentang kitab-kitab Allah, sikap apa yang ingin kamu terapkan dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda agama?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII (Kurikulum Merdeka) — terutama Bab 2 dan bagian 'Siap Berkreasi'
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VIII (Kurikulum Merdeka) — panduan Pekan Ketiga Bab 2
  3. Kertas karton ukuran A3 atau lebih besar (1 lembar per kelompok)
  4. Spidol warna-warni, penggaris, pensil warna
  5. Lembar data referensi singkat (dibuat guru) berisi: nama kitab, nabi penerima, umat yang dituju, dan ayat kunci
  6. LCD Proyektor dan laptop/notebook untuk menampilkan contoh infografis (bila tersedia)
  7. Sticky note atau kertas kecil untuk kegiatan gallery walk peer assessment
  8. Q.S. Al-Maidah/5:48 sebagai ayat pembuka dan penguat materi Al-Qur'an sebagai penyempurna

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.