Modul AjarPertemuan 1Bab 10Fase DSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Peran Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah dalam Menginspirasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Peran Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah dalam Menginspirasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8: Peran Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah dalam Menginspirasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 10 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Peran Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah dalam Menginspirasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPeran Ilmuwan Muslim Masa Bani Abbasiyah dalam Menginspirasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui discovery learning, murid dapat menjelaskan minimal tiga peran ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah dalam menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemanusiaan dan peradaban dengan benar.
  2. Melalui discovery learning, murid dapat mengaitkan semangat keilmuan ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah dengan ayat Al-Qur'an dan hadis tentang pentingnya mencari ilmu, sehingga termotivasi menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu menggunakan angka 0, 1, 2, 3 dalam kehidupan sehari-hari? Tahukah kamu siapa yang pertama kali memperkenalkan sistem angka itu ke dunia?
  2. Menurutmu, apa yang mendorong para ilmuwan Muslim di masa Bani Abbasiyah untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan, padahal fasilitas zaman itu jauh lebih terbatas dibanding sekarang?
  3. Jika ada seorang ilmuwan Muslim dari abad ke-9 bisa bertemu denganmu hari ini, kira-kira nasihat apa yang akan ia berikan tentang pentingnya menuntut ilmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid. (5 menit)
  • Guru menampilkan foto atau gambar singkat (slide/poster) tokoh ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Biruni tanpa menyebutkan nama — murid diminta menebak siapa mereka. (Asesmen Awal Diagnostik — guru mengamati sejauh mana pengetahuan awal murid tentang topik ini.)
  • Guru membacakan Pantun Pemantik dari buku siswa bab 10, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik kepada kelas: 'Siapa yang tahu hubungan antara ilmuwan Muslim ini dengan ilmu yang kalian pelajari hari ini di sekolah?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: murid akan menemukan minimal tiga peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah dan mengaitkannya dengan ayat Al-Qur'an serta hadis tentang menuntut ilmu. (2 menit)
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4–5 orang), masing-masing mendapat kartu nama ilmuwan yang berbeda (Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Al-Farabi, Jabir ibn Hayyan). (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan tantangan discovery: 'Setiap kelompok adalah tim peneliti yang bertugas mengungkap misteri kontribusi ilmuwan Muslim pada kartu kalian. Gali informasinya dari buku siswa halaman 250–265, dan sumber lain yang guru sediakan (lembar ringkasan/handout).' (Berkesadaran: murid diajak hadir penuh dan fokus pada tugas eksplorasi.)
  • Masing-masing kelompok membaca, mendiskusikan, dan mencatat: (a) bidang ilmu yang dikembangkan ilmuwan mereka, (b) minimal tiga kontribusi konkret untuk kemanusiaan dan peradaban, (c) bagaimana kontribusi itu masih terasa dampaknya sampai sekarang.
  • Guru berkeliling, mengajukan pertanyaan menggali seperti: 'Kalau tidak ada Al-Khawarizmi, kira-kira matematika kita seperti apa?' — untuk mendorong penalaran kritis, bukan sekadar mencatat fakta. (Berkesadaran)
  • Setelah eksplorasi materi selesai, guru menayangkan satu ayat Al-Qur'an (QS. Al-Mujadilah: 11) dan satu hadis tentang menuntut ilmu. Kelompok diminta mendiskusikan: 'Bagaimana ayat dan hadis ini mencerminkan semangat yang dimiliki ilmuwan yang kalian teliti?'
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat (2–3 kelompok berbagi temuan awal) untuk membangun pemahaman bersama sebelum masuk ke tahap aplikasi. (Bermakna: murid menghubungkan fakta sejarah dengan nilai keimanan.)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mengisi Lembar Kerja Murid (LKPD) yang memuat tabel: Nama Ilmuwan | Bidang Ilmu | Minimal 3 Peran/Kontribusi | Dampak bagi Kemanusiaan hingga Kini | Kaitannya dengan Nilai Islam (ayat/hadis). (Bermakna: murid menggunakan temuan mereka untuk mengisi konteks nyata.)
  • Kelompok kemudian membuat 'Kartu Inspirasi' sederhana (bisa di kertas HVS ukuran setengah folio): di satu sisi menuliskan profil singkat ilmuwan beserta tiga perannya, di sisi lain menuliskan satu ayat Al-Qur'an atau hadis yang paling relevan dengan semangat keilmuan ilmuwan tersebut, dilengkapi penjelasan singkat kaitan keduanya. (Menggembirakan: produk visual sederhana yang konkret dan bisa dipajang.)
  • Guru memantau proses pengerjaan LKPD dan Kartu Inspirasi; guru memberikan umpan balik singkat dan korektif kepada kelompok yang mengalami kesulitan mengaitkan semangat ilmuwan dengan nilai Islam. (Asesmen Proses — guru mengamati ketepatan isi LKPD dan kemampuan mengaitkan.)
  • Perwakilan tiap kelompok melakukan presentasi mini (masing-masing 2 menit) memaparkan isi Kartu Inspirasi di depan kelas. Kelompok lain boleh mengajukan satu pertanyaan atau tanggapan. (Menggembirakan: suasana berbagi yang aktif dan apresiatif.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memimpin refleksi terbimbing dengan pertanyaan: 'Dari ilmuwan yang kalian pelajari hari ini, satu nilai apa yang paling ingin kalian teladani? Mengapa?' — murid menjawab secara lisan atau menuliskannya di sticky note/selembar kertas. (Berkesadaran: murid merenungkan makna personal dari pembelajaran.)
  • Murid secara individu menulis komitmen singkat (2–3 kalimat) di bagian bawah LKPD mereka: 'Satu langkah nyata yang akan aku lakukan minggu ini sebagai wujud semangat menuntut ilmu seperti ilmuwan Muslim yang kupelajari.' (Bermakna: refleksi dihubungkan ke tindakan kehidupan nyata.)
  • Guru mengajak murid membaca bersama-sama QS. Al-Mujadilah: 11 atau hadis tentang menuntut ilmu yang telah dipelajari, sebagai penutup tahap inti yang bermakna dan memperkuat dimensi keimanan.

Penutup:

  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela menyebutkan satu fakta menarik yang mereka temukan hari ini tentang ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah. (2 menit)
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses pembelajaran: mengapresiasi partisipasi aktif dan menyoroti koneksi penting antara semangat keilmuan Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan global.
  • Guru menampilkan rubrik Rangkuman (sesuai buku siswa) dan menyimpulkan poin-poin kunci bersama kelas secara lisan. (Asesmen Akhir — guru mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek pemahaman.)
  • Guru memberikan tugas mandiri ringan: murid diminta mencari satu fakta tambahan tentang ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah dari sumber terpercaya di rumah dan mencatatnya untuk dibagikan di pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat memahami dapat mengeksplorasi ilmuwan tambahan di luar lima yang disediakan (misalnya Al-Zahrawi atau Al-Idrisi) menggunakan handout pengayaan yang guru siapkan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan handout bergambar dengan poin-poin peran ilmuwan yang sudah disederhanakan, sehingga mereka dapat fokus pada pemahaman dan pengaitan dengan nilai Islam tanpa terbebani pencarian fakta.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai 'fasilitator kelompok' yang membantu rekannya merumuskan kaitan antara kontribusi ilmuwan dengan ayat/hadis. Murid yang membutuhkan pendampingan diberikan kartu petunjuk berisi pertanyaan pemandu bertahap: 'Apa yang dilakukan ilmuwan ini? Siapa yang terbantu? Ayat mana yang paling cocok?' untuk memandu proses berpikir mereka secara terstruktur.
  • Produk: Murid cepat dapat membuat Kartu Inspirasi dengan desain yang lebih kaya: menambahkan ilustrasi, peta lokasi, atau garis waktu mini kontribusi ilmuwan. Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi template Kartu Inspirasi yang telah disediakan guru dengan kolom-kolom yang sudah berlabel, sehingga mereka tetap dapat menyelesaikan produk dengan percaya diri.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, guru menampilkan gambar tiga ilmuwan Muslim tanpa keterangan nama dan meminta murid menebak serta menyebutkan apa yang mereka ketahui tentang tokoh-tokoh tersebut. Respons murid digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal: apakah murid sudah familiar dengan nama, bidang ilmu, atau kontribusi ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah.
  • Guru mengajukan satu pertanyaan lisan kepada kelas: 'Sebutkan satu ilmuwan Muslim yang pernah kalian dengar namanya!' — jawaban murid membantu guru menyesuaikan kedalaman eksplorasi selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi aktif selama diskusi kelompok di tahap Memahami: guru menggunakan lembar observasi untuk menandai apakah setiap kelompok dapat mengidentifikasi bidang ilmu dan kontribusi ilmuwan dengan benar.
  • Pemeriksaan LKPD di tahap Mengaplikasi: guru meninjau tabel yang diisi murid dan memberikan umpan balik langsung (lisan) kepada kelompok yang belum tepat dalam mengaitkan semangat keilmuan dengan ayat/hadis.
  • Penilaian presentasi mini Kartu Inspirasi: guru menggunakan rubrik 4 level untuk menilai ketepatan isi (minimal tiga peran ilmuwan) dan kualitas kaitan dengan nilai Islam.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan penutup kepada 3–4 murid secara acak: 'Sebutkan minimal tiga peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah yang kamu pelajari hari ini!' dan 'Ayat atau hadis mana yang paling kamu ingat kaitannya dengan semangat keilmuan?'
  • Komitmen tertulis di LKPD dinilai berdasarkan kemampuan murid menghubungkan pelajaran hari ini dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud motivasi menjalankan ajaran agama.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi peran ilmuwan dan mengaitkannya dengan nilai Islam menggunakan lembar observasi sederhana (checklist per kelompok).
  • Pemantauan pengisian LKPD: guru memeriksa kelengkapan dan ketepatan tabel peran ilmuwan serta kualitas keterkaitan dengan ayat/hadis yang dituliskan murid.
  • Presentasi mini Kartu Inspirasi: guru menilai kejelasan penyampaian, ketepatan informasi, dan kemampuan menjawab pertanyaan dari kelompok lain.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan di penutup (2 pertanyaan acak): murid diminta menyebutkan minimal tiga peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah dan menjelaskan satu kaitannya dengan ayat Al-Qur'an atau hadis.
  • Komitmen tertulis di LKPD: guru menilai apakah murid mampu merumuskan keterkaitan antara nilai keilmuan Islam dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Peran Ilmuwan Muslim (TP 8.10.1.1)Murid belum dapat menyebutkan satu pun peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah secara benar, atau jawaban tidak relevan dengan topik.Murid dapat menyebutkan satu atau dua peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah, namun penjelasan masih sangat umum dan kurang tepat.Murid dapat menjelaskan minimal tiga peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah dengan benar dan menyebutkan dampaknya bagi kemanusiaan atau peradaban.Murid dapat menjelaskan lebih dari tiga peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah dengan tepat, disertai contoh konkret dampaknya bagi kemanusiaan dan peradaban, serta mampu menghubungkan kontribusi tersebut dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini.
Mengaitkan Semangat Keilmuan dengan Ayat Al-Qur'an dan Hadis (TP 8.10.1.2)Murid belum dapat mengaitkan semangat keilmuan ilmuwan Muslim dengan ayat Al-Qur'an atau hadis, atau kaitan yang dibuat tidak relevan.Murid dapat menyebutkan satu ayat atau hadis tentang menuntut ilmu, namun penjelasan kaitannya dengan semangat ilmuwan Muslim masih lemah atau tidak spesifik.Murid dapat mengaitkan semangat keilmuan ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah dengan satu ayat Al-Qur'an dan/atau hadis tentang menuntut ilmu secara tepat dan logis.Murid dapat mengaitkan semangat keilmuan ilmuwan Muslim dengan lebih dari satu ayat Al-Qur'an dan/atau hadis secara tepat, disertai penjelasan yang mendalam dan refleksi personal tentang motivasi menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kualitas Diskusi dan Kolaborasi KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak berkontribusi dalam pengisian LKPD maupun pembuatan Kartu Inspirasi.Murid terlibat dalam diskusi namun kontribusinya minimal; sebagian besar pekerjaan diselesaikan oleh anggota kelompok lain.Murid aktif berdiskusi, berkontribusi dalam pengisian LKPD dan pembuatan Kartu Inspirasi, serta mampu menyampaikan hasil kerja kelompok saat presentasi mini.Murid berperan aktif sebagai penggerak diskusi, memberikan kontribusi substantif, membantu rekan yang kesulitan, dan menyampaikan hasil kerja dengan jelas serta percaya diri saat presentasi.
Refleksi dan Komitmen PersonalMurid tidak dapat merumuskan refleksi personal atau komitmen tindakan yang relevan dengan pembelajaran.Murid menuliskan refleksi atau komitmen yang sangat umum tanpa keterkaitan yang jelas dengan nilai keilmuan Islam yang dipelajari.Murid menuliskan refleksi yang relevan dan komitmen tindakan nyata yang menunjukkan motivasi untuk menjalankan ajaran agama dalam menuntut ilmu.Murid menuliskan refleksi yang mendalam dan personal, serta merumuskan komitmen tindakan yang spesifik, terukur, dan mencerminkan internalisasi nilai keilmuan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal tiga peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah? Kelompok mana yang masih membutuhkan dukungan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan tantangan discovery yang saya rancang berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (konten, proses, produk) sudah menjangkau murid yang belajar lebih lambat maupun lebih cepat secara efektif?
  • Seberapa dalam murid mampu mengaitkan semangat keilmuan ilmuwan Muslim dengan ayat Al-Qur'an dan hadis? Apakah pendekatan saya sudah cukup memfasilitasi koneksi nilai keimanan ini?

Refleksi Murid:

  • Dari ilmuwan Muslim yang kamu pelajari hari ini, siapa yang paling menginspirasimu dan mengapa?
  • Satu hal baru apa yang kamu ketahui tentang peran ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya?
  • Bagaimana ayat Al-Qur'an atau hadis tentang menuntut ilmu yang kamu pelajari hari ini bisa kamu hubungkan dengan kegiatan belajarmu sehari-hari?
  • Komitmen apa yang sudah kamu tulis tadi? Apakah kamu yakin bisa melakukannya? Apa yang bisa membantumu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII (Tatik Pudjiani & Bagus Mustakim, Kemdikbudristek 2021), Bab 10 halaman 250–265.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII (Kemdikbudristek 2021), Bab 10 halaman 166–175.
  3. Handout ringkasan profil lima ilmuwan Muslim masa Bani Abbasiyah (Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Al-Farabi, Jabir ibn Hayyan) yang disiapkan guru.
  4. Kartu nama ilmuwan (5 set kartu fisik atau cetak untuk dibagikan ke tiap kelompok).
  5. LKPD (Lembar Kerja Murid) dan template Kartu Inspirasi yang disiapkan guru.
  6. Slide presentasi atau poster bergambar tokoh ilmuwan Muslim untuk pemantik visual di awal pembelajaran.
  7. QS. Al-Mujadilah ayat 11 dan hadis riwayat Ibnu Majah tentang kewajiban menuntut ilmu (ditayangkan via slide atau dicetak pada kartu ayat).
  8. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk mencatat temuan kelas bersama.
  9. Sticky note atau kertas untuk menulis refleksi personal (bila tersedia).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.