Modul AjarPertemuan 8Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Membuat Sarana Persembahyangan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Praktik Membuat Sarana Persembahyangan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Membuat Sarana Persembahyangan

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Praktik Membuat Sarana Persembahyangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPraktik Membuat Sarana Persembahyangan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat sarana persembahyangan sederhana (kwangen) secara mandiri dengan bimbingan guru
  2. Murid dapat menunjukkan sikap tekun dan penuh rasa bhakti saat membuat sarana persembahyangan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Sarana persembahyangan apa saja yang kalian tahu untuk bersembahyang kepada Hyang Widhi Wasa?
  2. Pernahkah kalian melihat atau membantu membuat kwangen di rumah?
  3. Mengapa kita perlu membuat sarana persembahyangan dengan sikap tekun dan penuh bhakti?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama untuk memulai kegiatan dengan penuh rasa syukur
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang sarana persembahyangan yang pernah dilihat atau digunakan di rumah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar membuat kwangen sebagai sarana persembahyangan
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang proses membuat kwangen

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan gambar kwangen yang sudah jadi dan menjelaskan fungsinya dalam persembahyangan (bermakna: menghubungkan materi dengan konteks kehidupan beragama)
  • Guru memperlihatkan bahan-bahan yang diperlukan: daun pisang segar, janur, bunga warna-warni, porosan, uang kepeng, pisau, dan semat
  • Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-langkah membuat kwangen dengan jelas: memotong daun pisang, membuat kojong, membuat seroja dan reringgitan dari janur, serta menyusun bahan ke dalam kojong
  • Murid mengamati demonstrasi guru dengan penuh perhatian sambil mengidentifikasi setiap langkah yang ditunjukkan (berkesadaran: fokus dan penuh perhatian)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyiapkan bahan-bahan yang telah disediakan di meja masing-masing dengan sikap hati-hati dan penuh rasa tanggung jawab
  • Murid mulai membuat kwangen dengan mengikuti langkah-langkah yang telah didemonstrasikan guru: memotong daun pisang sesuai ukuran, membuat kojong, membuat seroja dari janur
  • Guru membimbing murid secara individual sambil berkeliling, memberikan arahan dan dorongan agar bekerja dengan tekun dan penuh bhakti (menggembirakan: dukungan positif dari guru)
  • Murid menata bunga, porosan, dan uang kepeng ke dalam kojong dengan kreativitas masing-masing, menunjukkan keunikan karya mereka
  • Murid menyelesaikan kwangen dengan penuh kesabaran dan ketekunan, merasakan proses berkarya sebagai bentuk pengabdian kepada Hyang Widhi Wasa (bermakna: memaknai aktivitas sebagai wujud bhakti)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menunjukkan hasil karya kwangen yang telah dibuat kepada teman-teman dan guru
  • Guru mengajak murid merefleksikan proses pembuatan: Apa yang paling sulit? Apa yang paling menyenangkan? Bagaimana perasaan saat membuat sarana persembahyangan?
  • Murid berbagi pengalaman dan perasaan mereka selama membuat kwangen dengan teman sekelas (berkesadaran: menyadari proses belajar dan perasaan diri)
  • Guru memberikan apresiasi terhadap sikap tekun dan penuh bhakti yang ditunjukkan murid selama kegiatan
  • Murid menyimpulkan bahwa membuat sarana persembahyangan adalah wujud bhakti dan dapat dilakukan dengan kreativitas masing-masing

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan dan menjelaskan hasil karya kwangen mereka
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap tekun dan penuh bhakti dalam membuat sarana persembahyangan
  • Murid diminta membawa pulang kwangen yang telah dibuat untuk digunakan dalam persembahyangan di rumah
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan rasa syukur atas ilmu yang diperoleh

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan sarana persembahyangan diberikan penjelasan tambahan melalui gambar dan video sederhana
  • Proses: Murid yang kesulitan motorik halus didampingi lebih intensif oleh guru atau diberi tugas yang lebih sederhana seperti menata bunga. Murid yang lebih cepat dapat membuat variasi kwangen dengan tambahan hiasan
  • Produk: Murid dapat membuat kwangen dengan tingkat kerumitan berbeda: sederhana (kojong dengan bunga), menengah (dengan seroja), atau lebih detail (dengan reringgitan dan uang kepeng)

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: Siapa yang pernah melihat kwangen? Apa saja bahan untuk membuat kwangen?
  • Guru mengamati respons dan pengalaman awal murid terkait sarana persembahyangan

Proses:

  • Observasi langsung saat murid membuat kwangen: apakah mereka mengikuti langkah-langkah dengan benar
  • Mengamati sikap tekun, sabar, dan penuh bhakti selama proses pembuatan
  • Memberikan umpan balik segera saat murid mengalami kesulitan atau menunjukkan kemajuan

Akhir:

  • Murid menunjukkan hasil karya kwangen dan menjelaskan proses pembuatannya
  • Guru menilai hasil karya berdasarkan kelengkapan bahan (kojong, seroja/reringgitan, bunga, porosan, uang kepeng) dan kerapian
  • Penilaian sikap berdasarkan rubrik: ketekunan, kreativitas, dan rasa bhakti yang ditunjukkan selama kegiatan

Formatif:

  • Observasi sikap tekun dan penuh bhakti murid selama proses membuat kwangen
  • Pengamatan keterampilan murid dalam mengikuti langkah-langkah pembuatan kwangen

Sumatif:

  • Penilaian hasil karya kwangen yang dibuat murid berdasarkan kelengkapan komponen dan kerapian
  • Penilaian sikap melalui rubrik yang mencakup ketekunan, kreativitas, dan rasa bhakti

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan membuat kwangenBelum mampu membuat kwangen meskipun dengan bantuan penuh guru, bahan tidak tersusun dengan baikMampu membuat kwangen sederhana dengan bantuan guru, namun hanya beberapa komponen yang lengkap (kojong dan bunga saja)Mampu membuat kwangen dengan bimbingan minimal, komponen cukup lengkap (kojong, bunga, porosan) dan cukup rapiMampu membuat kwangen secara mandiri dengan komponen lengkap (kojong, seroja/reringgitan, bunga, porosan, uang kepeng), rapi, dan kreatif
Sikap tekun dan penuh bhaktiBelum menunjukkan ketekunan, mudah menyerah, dan tidak serius dalam membuat sarana persembahyanganMulai menunjukkan ketekunan namun masih perlu sering diingatkan, sesekali tidak fokusMenunjukkan ketekunan yang cukup baik, bekerja dengan sabar, dan menyadari pentingnya sikap bhakti saat membuat sarana persembahyanganSangat tekun dan sabar dalam bekerja, menunjukkan sikap penuh bhakti dan menghayati pembuatan sarana persembahyangan sebagai pengabdian kepada Hyang Widhi Wasa
KreativitasBelum mampu menata bahan secara kreatif, hanya meniru tanpa variasiMulai menunjukkan kreativitas sederhana dalam menata bunga atau bahan lainnyaMenunjukkan kreativitas dalam menata dan menyusun bahan dengan kombinasi warna dan pola yang menarikSangat kreatif dalam menata bahan, menghasilkan kwangen yang unik, menarik, dan mencerminkan ekspresi pribadi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti langkah-langkah pembuatan kwangen dengan baik?
  • Bagaimana saya dapat lebih efektif dalam membimbing murid yang mengalami kesulitan motorik halus?
  • Apakah suasana pembelajaran sudah menggembirakan dan bermakna bagi murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam demonstrasi dan pendampingan pada pembelajaran praktik berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling saya sukai saat membuat kwangen hari ini?
  • Bagian mana yang paling sulit saat membuat kwangen? Bagaimana saya mengatasinya?
  • Apa yang saya rasakan saat membuat sarana persembahyangan untuk Hyang Widhi Wasa?
  • Apa yang akan saya lakukan dengan kwangen yang sudah saya buat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 halaman 112-113
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 halaman 148-168
  3. Bahan praktik: daun pisang segar, janur, bunga warna-warni, porosan, uang kepeng, pisau (untuk guru), semat
  4. Gambar dan video proses pembuatan kwangen
  5. Contoh kwangen yang sudah jadi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.