Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Cara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Cara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Cara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Cara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikCara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menirukan langkah-langkah membuat sarana persembahyangan sederhana sesuai demonstrasi guru
  2. Murid dapat menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sarana persembahyangan sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Anak-anak, sarana persembahyangan apa saja yang pernah kalian lihat saat sembahyang?
  2. Apakah kalian tahu bagaimana cara membuat kwangen atau banten sederhana?
  3. Mengapa kita perlu belajar membuat sarana persembahyangan sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan memimpin doa Tri Sandya bersama-sama
  • Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan menanyakan kabar mereka
  • Guru menampilkan beberapa jenis sarana persembahyangan sederhana (kwangen, bija, tirta) sebagai apersepsi
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar membuat sarana persembahyangan sederhana
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid melihat atau membantu membuat sarana persembahyangan di rumah

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan video singkat tentang cara membuat kwangen dari daun pisang
  • Guru menunjukkan bahan-bahan yang dibutuhkan: daun pisang segar, pisau (aman untuk anak), semat, bunga, porosan, dan bahan lainnya
  • Guru menjelaskan fungsi setiap bahan dengan bahasa sederhana dan menyenangkan
  • Murid mengamati dengan seksama sambil guru menanyakan: 'Apa yang kalian lihat dari bahan-bahan ini?'
  • Guru meminta murid menyebutkan bahan-bahan yang sudah ditunjukkan secara bergantian
  • Guru memberikan apresiasi atas setiap jawaban murid untuk membangun rasa percaya diri

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan langkah demi langkah membuat kwangen sederhana: memotong daun pisang, membuat kojong, menyusun bunga dan porosan
  • Murid menirukan setiap langkah yang didemonstrasikan guru secara perlahan dan hati-hati
  • Guru berkeliling membimbing murid satu per satu, memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing
  • Murid berlatih membuat kojong dari daun pisang dengan bimbingan guru
  • Murid menyusun bunga, porosan, dan bahan lainnya ke dalam kojong yang telah dibuat
  • Guru mengajak murid merasakan kegembiraan saat berhasil membuat sarana persembahyangan sendiri

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan menunjukkan hasil karya masing-masing
  • Murid menceritakan pengalaman mereka saat membuat sarana persembahyangan: apa yang mudah, apa yang sulit
  • Guru bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian setelah bisa membuat kwangen sendiri?'
  • Murid merefleksi mengapa membuat sarana persembahyangan sendiri penting sebagai wujud bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru memberikan penguatan bahwa membuat sarana persembahyangan dengan tangan sendiri adalah cara menunjukkan rasa syukur dan bhakti
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana dengan memberi tanda centang pada kolom setuju/tidak setuju tentang pentingnya membuat sarana persembahyangan

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: bahan-bahan dan langkah-langkah membuat kwangen
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha dan hasil karya mereka
  • Guru memberikan tugas rumah: berdiskusi dengan orang tua tentang sarana persembahyangan khas daerah masing-masing
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama
  • Guru mengingatkan murid untuk berlatih membuat sarana persembahyangan di rumah bersama keluarga

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah terbiasa membuat sarana persembahyangan dapat diminta membuat variasi lebih rumit, sementara murid pemula fokus pada kwangen sederhana
  • Proses: Murid yang kesulitan motorik halus mendapat bimbingan ekstra dan boleh bekerja lebih lambat, murid yang cepat dapat membantu teman atau membuat sarana tambahan
  • Produk: Murid dapat memilih membuat kwangen, bija sederhana, atau menyusun bunga sesuai kemampuan dan minat masing-masing

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah melihat atau membantu membuat sarana persembahyangan di rumah?'
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang jenis-jenis sarana persembahyangan sederhana

Proses:

  • Observasi kemampuan murid menyebutkan bahan-bahan yang ditunjukkan guru
  • Pengamatan keterampilan murid saat menirukan langkah-langkah membuat kwangen
  • Tanya jawab informal selama praktik untuk memastikan pemahaman murid
  • Checklist keterampilan: memotong daun pisang, membuat kojong, menyusun bahan

Akhir:

  • Penilaian hasil karya sarana persembahyangan yang dibuat murid menggunakan rubrik
  • Lembar refleksi: murid memberi tanda centang pada pernyataan tentang pentingnya membuat sarana persembahyangan
  • Penilaian sikap: kesungguhan, kehati-hatian, dan rasa syukur selama pembelajaran

Formatif:

  • Observasi saat murid menirukan langkah-langkah membuat sarana persembahyangan
  • Tanya jawab lisan tentang bahan-bahan yang dibutuhkan
  • Pengamatan sikap kehati-hatian dan kesungguhan murid saat praktik

Sumatif:

  • Penilaian produk sarana persembahyangan yang dihasilkan murid
  • Lembar refleksi dengan tanda centang setuju/tidak setuju
  • Laporan diskusi dengan orang tua tentang sarana persembahyangan daerah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyebutkan bahan-bahanMurid belum dapat menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan meskipun dengan bantuanMurid dapat menyebutkan 1-2 bahan dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 3-4 bahan dengan sedikit bantuanMurid dapat menyebutkan semua bahan (daun pisang, semat, bunga, porosan) tanpa bantuan
Keterampilan menirukan langkah-langkahMurid belum dapat menirukan langkah-langkah meskipun dengan bimbingan penuhMurid dapat menirukan 1-2 langkah dasar dengan bimbingan penuh guruMurid dapat menirukan sebagian besar langkah dengan bimbingan minimalMurid dapat menirukan semua langkah membuat kwangen dengan mandiri dan hasil rapi
Sikap bhakti dan kesungguhanMurid kurang serius dan tidak menunjukkan sikap kehati-hatian saat praktikMurid mulai menunjukkan kesungguhan namun masih perlu diingatkanMurid menunjukkan kesungguhan dan kehati-hatian dalam membuat sarana persembahyanganMurid sangat sungguh-sungguh, hati-hati, dan menunjukkan pemahaman bahwa ini adalah wujud bhakti
Hasil karya sarana persembahyanganHasil karya belum terbentuk atau tidak menyerupai sarana persembahyanganHasil karya terbentuk namun masih kurang rapi dan belum lengkapHasil karya cukup rapi dengan sebagian besar komponen lengkapHasil karya rapi, lengkap, dan dapat digunakan untuk persembahyangan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti demonstrasi dengan baik?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid?
  • Murid mana yang memerlukan bimbingan tambahan dalam keterampilan motorik halus?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk praktik membuat sarana persembahyangan?
  • Bagaimana cara meningkatkan pemahaman murid tentang makna bhakti melalui pembuatan sarana persembahyangan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari pelajaran hari ini?
  • Bagian mana yang menurutmu sulit saat membuat kwangen?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membuat sarana persembahyangan sendiri?
  • Apa yang akan kamu lakukan dengan kwangen yang sudah kamu buat?
  • Apakah kamu ingin belajar membuat sarana persembahyangan lainnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2
  3. Video tutorial membuat kwangen sederhana
  4. Daun pisang segar, pisau aman anak, semat, bunga warna-warni, porosan, uang kepeng
  5. Gambar-gambar sarana persembahyangan
  6. Lembar kerja refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.