MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Cara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Cara Membuat Sarana Persembahyangan Sederhana |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menirukan langkah-langkah membuat sarana persembahyangan sederhana sesuai demonstrasi guru
- Murid dapat menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sarana persembahyangan sederhana
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Anak-anak, sarana persembahyangan apa saja yang pernah kalian lihat saat sembahyang?
- Apakah kalian tahu bagaimana cara membuat kwangen atau banten sederhana?
- Mengapa kita perlu belajar membuat sarana persembahyangan sendiri?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan memimpin doa Tri Sandya bersama-sama
- Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan menanyakan kabar mereka
- Guru menampilkan beberapa jenis sarana persembahyangan sederhana (kwangen, bija, tirta) sebagai apersepsi
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar membuat sarana persembahyangan sederhana
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid melihat atau membantu membuat sarana persembahyangan di rumah
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan video singkat tentang cara membuat kwangen dari daun pisang
- Guru menunjukkan bahan-bahan yang dibutuhkan: daun pisang segar, pisau (aman untuk anak), semat, bunga, porosan, dan bahan lainnya
- Guru menjelaskan fungsi setiap bahan dengan bahasa sederhana dan menyenangkan
- Murid mengamati dengan seksama sambil guru menanyakan: 'Apa yang kalian lihat dari bahan-bahan ini?'
- Guru meminta murid menyebutkan bahan-bahan yang sudah ditunjukkan secara bergantian
- Guru memberikan apresiasi atas setiap jawaban murid untuk membangun rasa percaya diri
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mendemonstrasikan langkah demi langkah membuat kwangen sederhana: memotong daun pisang, membuat kojong, menyusun bunga dan porosan
- Murid menirukan setiap langkah yang didemonstrasikan guru secara perlahan dan hati-hati
- Guru berkeliling membimbing murid satu per satu, memberikan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing
- Murid berlatih membuat kojong dari daun pisang dengan bimbingan guru
- Murid menyusun bunga, porosan, dan bahan lainnya ke dalam kojong yang telah dibuat
- Guru mengajak murid merasakan kegembiraan saat berhasil membuat sarana persembahyangan sendiri
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan menunjukkan hasil karya masing-masing
- Murid menceritakan pengalaman mereka saat membuat sarana persembahyangan: apa yang mudah, apa yang sulit
- Guru bertanya: 'Bagaimana perasaan kalian setelah bisa membuat kwangen sendiri?'
- Murid merefleksi mengapa membuat sarana persembahyangan sendiri penting sebagai wujud bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
- Guru memberikan penguatan bahwa membuat sarana persembahyangan dengan tangan sendiri adalah cara menunjukkan rasa syukur dan bhakti
- Murid mengisi lembar refleksi sederhana dengan memberi tanda centang pada kolom setuju/tidak setuju tentang pentingnya membuat sarana persembahyangan
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: bahan-bahan dan langkah-langkah membuat kwangen
- Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha dan hasil karya mereka
- Guru memberikan tugas rumah: berdiskusi dengan orang tua tentang sarana persembahyangan khas daerah masing-masing
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama
- Guru mengingatkan murid untuk berlatih membuat sarana persembahyangan di rumah bersama keluarga
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah terbiasa membuat sarana persembahyangan dapat diminta membuat variasi lebih rumit, sementara murid pemula fokus pada kwangen sederhana
- Proses: Murid yang kesulitan motorik halus mendapat bimbingan ekstra dan boleh bekerja lebih lambat, murid yang cepat dapat membantu teman atau membuat sarana tambahan
- Produk: Murid dapat memilih membuat kwangen, bija sederhana, atau menyusun bunga sesuai kemampuan dan minat masing-masing
ASESMENAwal:- Guru menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah melihat atau membantu membuat sarana persembahyangan di rumah?'
- Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang jenis-jenis sarana persembahyangan sederhana
Proses:- Observasi kemampuan murid menyebutkan bahan-bahan yang ditunjukkan guru
- Pengamatan keterampilan murid saat menirukan langkah-langkah membuat kwangen
- Tanya jawab informal selama praktik untuk memastikan pemahaman murid
- Checklist keterampilan: memotong daun pisang, membuat kojong, menyusun bahan
Akhir:- Penilaian hasil karya sarana persembahyangan yang dibuat murid menggunakan rubrik
- Lembar refleksi: murid memberi tanda centang pada pernyataan tentang pentingnya membuat sarana persembahyangan
- Penilaian sikap: kesungguhan, kehati-hatian, dan rasa syukur selama pembelajaran
Formatif:- Observasi saat murid menirukan langkah-langkah membuat sarana persembahyangan
- Tanya jawab lisan tentang bahan-bahan yang dibutuhkan
- Pengamatan sikap kehati-hatian dan kesungguhan murid saat praktik
Sumatif:- Penilaian produk sarana persembahyangan yang dihasilkan murid
- Lembar refleksi dengan tanda centang setuju/tidak setuju
- Laporan diskusi dengan orang tua tentang sarana persembahyangan daerah
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menyebutkan bahan-bahan | Murid belum dapat menyebutkan bahan-bahan yang dibutuhkan meskipun dengan bantuan | Murid dapat menyebutkan 1-2 bahan dengan bantuan guru | Murid dapat menyebutkan 3-4 bahan dengan sedikit bantuan | Murid dapat menyebutkan semua bahan (daun pisang, semat, bunga, porosan) tanpa bantuan | | Keterampilan menirukan langkah-langkah | Murid belum dapat menirukan langkah-langkah meskipun dengan bimbingan penuh | Murid dapat menirukan 1-2 langkah dasar dengan bimbingan penuh guru | Murid dapat menirukan sebagian besar langkah dengan bimbingan minimal | Murid dapat menirukan semua langkah membuat kwangen dengan mandiri dan hasil rapi | | Sikap bhakti dan kesungguhan | Murid kurang serius dan tidak menunjukkan sikap kehati-hatian saat praktik | Murid mulai menunjukkan kesungguhan namun masih perlu diingatkan | Murid menunjukkan kesungguhan dan kehati-hatian dalam membuat sarana persembahyangan | Murid sangat sungguh-sungguh, hati-hati, dan menunjukkan pemahaman bahwa ini adalah wujud bhakti | | Hasil karya sarana persembahyangan | Hasil karya belum terbentuk atau tidak menyerupai sarana persembahyangan | Hasil karya terbentuk namun masih kurang rapi dan belum lengkap | Hasil karya cukup rapi dengan sebagian besar komponen lengkap | Hasil karya rapi, lengkap, dan dapat digunakan untuk persembahyangan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mengikuti demonstrasi dengan baik?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik perhatian murid?
- Murid mana yang memerlukan bimbingan tambahan dalam keterampilan motorik halus?
- Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk praktik membuat sarana persembahyangan?
- Bagaimana cara meningkatkan pemahaman murid tentang makna bhakti melalui pembuatan sarana persembahyangan?
Refleksi Murid:- Apa yang paling kamu sukai dari pelajaran hari ini?
- Bagian mana yang menurutmu sulit saat membuat kwangen?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil membuat sarana persembahyangan sendiri?
- Apa yang akan kamu lakukan dengan kwangen yang sudah kamu buat?
- Apakah kamu ingin belajar membuat sarana persembahyangan lainnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2
- Video tutorial membuat kwangen sederhana
- Daun pisang segar, pisau aman anak, semat, bunga warna-warni, porosan, uang kepeng
- Gambar-gambar sarana persembahyangan
- Lembar kerja refleksi murid
|