MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Jenis-Jenis Sarana Persembahyangan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Jenis-Jenis Sarana Persembahyangan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyebutkan jenis-jenis sarana persembahyangan seperti dupa, kwangen, bija, dan tirta
- Murid dapat mengenali sarana persembahyangan melalui gambar atau benda nyata dengan benar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kenapa kita menggunakan sarana dalam persembahyangan?
- Apa saja sarana yang kalian lihat saat sembahyang di rumah?
- Apakah semua sarana persembahyangan sama di setiap daerah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan sembahyang bersama (5 menit)
- Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar-gambar sarana persembahyangan yang sudah dikenal murid (5 menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal jenis-jenis sarana persembahyangan (2 menit)
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan sarana apa saja yang murid tahu atau pernah lihat saat sembahyang (3 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar atau benda nyata sarana persembahyangan: bunga, dupa, air (tirta), dan bija secara satu per satu
- Guru menjelaskan nama dan ciri-ciri setiap sarana dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami murid kelas 2
- Guru mengajak murid mengamati gambar sarana persembahyangan di buku siswa halaman 100-101 dengan seksama
- Murid diminta menyebutkan nama sarana yang mereka kenali dari gambar
- Guru menjelaskan bahwa di Jawa ada sarana tambahan seperti kemenyan, tamih, pasepan, dan kembang telon
- Guru menjelaskan bahwa di Kalimantan Tengah (Hindu Kaharingan) ada sarana tambahan seperti beras, rokok, telur, minyak, daun sirih, buah pinang, benang, uang, dan tepung tawar
- Guru menekankan bahwa meskipun berbeda daerah, semua sarana memiliki tujuan yang sama: untuk persembahyangan kepada Hyang Widhi
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang)
- Setiap kelompok diberi beberapa gambar sarana persembahyangan yang diacak
- Murid diminta mengelompokkan dan menempelkan gambar di kertas besar sambil menyebutkan namanya
- Guru berkeliling memfasilitasi dan memberikan umpan balik langsung kepada setiap kelompok
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas dengan menyebutkan nama-nama sarana yang mereka kelompokkan
- Murid lain diminta memberikan tanggapan atau menambahkan sarana yang belum disebutkan
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar untuk refleksi bersama
- Guru menanyakan: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang sarana persembahyangan?
- Guru menanyakan: Sarana mana yang paling sering kalian lihat di rumah?
- Murid diminta menceritakan pengalaman mereka melihat atau membantu menyiapkan sarana persembahyangan di rumah
- Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya menghormati sarana persembahyangan sebagai wujud bhakti kepada Hyang Widhi
- Murid diminta mengisi refleksi sederhana di buku: menggambar 3 sarana persembahyangan yang mereka ingat dan menuliskan namanya
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan minimal 4 jenis sarana persembahyangan (5 menit)
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memahami dan menghormati sarana persembahyangan (3 menit)
- Guru memberikan tugas rumah: berdiskusi dengan orang tua tentang sarana persembahyangan yang digunakan di rumah sesuai daerah masing-masing (2 menit)
- Guru menutup pembelajaran dengan sembahyang bersama (5 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat diberi tantangan mengenal sarana persembahyangan dari daerah lain di Indonesia. Murid yang lambat difokuskan pada 4 sarana utama: bunga, dupa, tirta, dan bija
- Proses: Murid yang cepat dapat bekerja mandiri mengelompokkan sarana. Murid yang lambat didampingi guru atau teman sebaya dalam kelompok
- Produk: Murid yang cepat membuat poster sarana persembahyangan dengan keterangan lengkap. Murid yang lambat cukup menggambar dan memberi nama 4 sarana utama
ASESMENAwal:- Tanya jawab: Sarana apa saja yang kalian tahu atau pernah lihat saat sembahyang?
- Observasi pengetahuan awal murid tentang nama-nama sarana persembahyangan
Proses:- Observasi partisipasi murid saat mengamati gambar dan benda nyata sarana persembahyangan
- Penilaian kemampuan murid menyebutkan nama sarana saat kegiatan kelompok
- Observasi kemampuan murid mengenali sarana melalui gambar saat mengelompokkan
- Penilaian presentasi kelompok: ketepatan menyebutkan nama sarana
Akhir:- Tes lisan individu: menyebutkan minimal 4 jenis sarana persembahyangan (dupa, kwangen/bunga, bija, tirta)
- Tes tertulis: mencocokkan 5 gambar sarana dengan namanya
- Penilaian produk: gambar dan tulisan nama 3 sarana persembahyangan di buku refleksi
Formatif:- Observasi saat murid menyebutkan dan mengelompokkan sarana persembahyangan
- Tanya jawab selama kegiatan memahami dan mengaplikasi
- Penilaian hasil kerja kelompok dalam mengelompokkan gambar sarana
Sumatif:- Tes lisan: murid diminta menyebutkan minimal 4 jenis sarana persembahyangan
- Tes tertulis sederhana: mencocokkan gambar sarana dengan namanya
- Penilaian hasil refleksi: gambar dan tulisan nama 3 sarana persembahyangan
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan jenis sarana persembahyangan | Murid belum dapat menyebutkan satupun jenis sarana persembahyangan dengan tepat | Murid dapat menyebutkan 1-2 jenis sarana persembahyangan dengan tepat | Murid dapat menyebutkan 3-4 jenis sarana persembahyangan dengan tepat | Murid dapat menyebutkan lebih dari 4 jenis sarana persembahyangan dengan tepat, termasuk sarana dari daerah tertentu | | Mengenali sarana persembahyangan melalui gambar/benda nyata | Murid belum dapat mengenali sarana persembahyangan dari gambar atau benda nyata | Murid dapat mengenali 1-2 sarana persembahyangan dari gambar atau benda nyata dengan bantuan | Murid dapat mengenali 3-4 sarana persembahyangan dari gambar atau benda nyata secara mandiri | Murid dapat mengenali lebih dari 4 sarana persembahyangan dari gambar atau benda nyata secara mandiri dan menjelaskan ciri-cirinya | | Partisipasi dalam kegiatan pembelajaran | Murid pasif dan tidak terlibat dalam kegiatan kelompok maupun diskusi | Murid sesekali terlibat dalam kegiatan kelompok atau menjawab pertanyaan jika diminta | Murid aktif terlibat dalam kegiatan kelompok dan diskusi kelas | Murid sangat aktif, membantu teman, dan memberikan kontribusi bermakna dalam kegiatan kelompok dan diskusi |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini?
- Strategi atau metode apa yang paling efektif untuk membantu murid mengenal sarana persembahyangan?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran berikutnya tentang fungsi sarana persembahyangan?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang sarana persembahyangan?
- Sarana persembahyangan apa yang paling mudah kamu ingat? Mengapa?
- Apa yang masih sulit bagimu tentang pembelajaran hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang jenis-jenis sarana persembahyangan?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 halaman 100-101
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 halaman 148-150
- Gambar sarana persembahyangan: bunga, dupa, air (tirta), bija, kemenyan, pasepan, kembang telon
- Benda nyata sarana persembahyangan yang dibawa guru atau murid dari rumah
- Kertas besar dan lem untuk kegiatan kelompok
- Video atau foto dokumentasi persembahyangan (opsional)
|