Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Waktu dan Tata Cara Persembahyangan (Dainika Upasana)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Waktu dan Tata Cara Persembahyangan (Dainika Upasana)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Waktu dan Tata Cara Persembahyangan (Dainika Upasana)

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Waktu dan Tata Cara Persembahyangan (Dainika Upasana)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikWaktu dan Tata Cara Persembahyangan (Dainika Upasana)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan waktu-waktu pelaksanaan persembahyangan sehari-hari (Dainika Upasana) dalam agama Hindu
  2. Murid dapat menjelaskan pentingnya melaksanakan persembahyangan secara rutin sebagai bentuk bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
  3. Murid dapat mempraktikkan sikap bhakti melalui pembiasaan persembahyangan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Berapa kali kalian sembahyang dalam satu hari?
  2. Kapan saja waktu kalian sembahyang di rumah?
  3. Mengapa kita perlu sembahyang setiap hari kepada Hyang Widhi Wasa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang kebiasaan sembahyang di rumah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang waktu dan pentingnya persembahyangan rutin
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Berapa kali kalian sembahyang dalam satu hari? Kapan saja waktunya?
  • Guru menampilkan gambar keluarga yang sedang sembahyang di berbagai waktu (pagi, siang, sore) untuk menarik perhatian murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita tentang Ayu yang rajin sembahyang tiga kali sehari (dari Buku Siswa hal 97-98) dengan intonasi menarik
  • Murid menyimak cerita dengan penuh perhatian dan mencatat waktu-waktu Ayu sembahyang
  • Guru menjelaskan bahwa dalam agama Hindu, persembahyangan sehari-hari disebut Dainika Upasana yang dilakukan tiga kali: pagi (Surya Sewana), siang (Sayang Sewana), dan sore/malam (Sandhya Sewana)
  • Murid mengamati gambar atau video singkat tentang keluarga Hindu yang melaksanakan persembahyangan di waktu-waktu tersebut
  • Guru menjelaskan bahwa sembahyang adalah wujud bhakti (bakti) kepada Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta dan sumber hidup
  • Murid diberi kesempatan bertanya tentang waktu dan makna persembahyangan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk berdiskusi tentang kebiasaan sembahyang mereka
  • Setiap kelompok mengisi tabel sederhana: Waktu Sembahyang (Pagi/Siang/Sore), Di Mana (Rumah/Sekolah/Pura), dan Perasaan Setelah Sembahyang
  • Murid menggambar atau menuliskan jadwal sembahyang mereka sehari-hari di kertas yang disediakan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas
  • Guru memfasilitasi murid untuk menghubungkan pengalaman pribadi dengan pentingnya rutin sembahyang sebagai bentuk disiplin spiritual
  • Murid membuat komitmen sederhana untuk melaksanakan Dainika Upasana dengan menuliskan di kartu komitmen

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang waktu sembahyang?
  • Murid menuliskan atau menyampaikan secara lisan: satu hal baru yang mereka pelajari dan satu hal yang akan mereka lakukan untuk memperbaiki kebiasaan sembahyang
  • Guru menanyakan: Bagaimana perasaan kalian setelah tahu pentingnya sembahyang rutin untuk bhakti kepada Hyang Widhi Wasa?
  • Murid saling berbagi refleksi dalam pasangan (think-pair-share)
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengingatkan bahwa sembahyang yang dilakukan dengan tulus akan membawa kedamaian dan berkah dari Hyang Widhi Wasa
  • Murid menempelkan kartu komitmen mereka di papan kelas sebagai pengingat

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menyebutkan kembali waktu-waktu persembahyangan Dainika Upasana
  • Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya sembahyang rutin sebagai wujud bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru memberikan tugas rumah: murid meminta orang tua mendampingi dan mencatat kegiatan sembahyang mereka selama seminggu
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani Hindu pendek tentang sembahyang
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam Om Shanti Shanti Shanti Om

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menangkap materi, guru memberikan bacaan tambahan tentang jenis-jenis persembahyangan (Nitya Karma, Naimittika Karma). Untuk murid yang membutuhkan pendampingan lebih, guru menyediakan gambar visual urutan waktu sembahyang dengan jam analog sederhana.
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat membantu teman yang kesulitan dalam mengisi tabel waktu sembahyang. Murid yang masih kesulitan menulis boleh menggambar atau menyampaikan secara lisan dengan didampingi guru.
  • Produk: Murid yang lebih kreatif dapat membuat poster jadwal sembahyang dengan dekorasi. Murid yang lebih sederhana cukup mengisi tabel atau membuat daftar checklist sederhana untuk ditempel di rumah.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Siapa yang sembahyang tadi pagi sebelum berangkat sekolah? Berapa kali kalian biasa sembahyang dalam sehari?
  • Guru meminta 2-3 murid bercerita singkat tentang kapan mereka biasa sembahyang di rumah
  • Guru mencatat tingkat pemahaman awal murid tentang frekuensi dan waktu persembahyangan

Proses:

  • Observasi guru saat murid menyimak cerita: apakah murid fokus dan dapat menjawab pertanyaan terkait cerita
  • Penilaian diskusi kelompok: apakah murid aktif berbagi pengalaman dan mengisi tabel dengan benar
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik langsung saat murid membuat jadwal atau gambar sembahyang
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian dan kesesuaian isi dengan materi
  • Observasi sikap: kesungguhan murid saat membuat komitmen pribadi

Akhir:

  • Guru meminta murid secara acak menyebutkan 3 waktu persembahyangan Dainika Upasana (pagi/siang/sore)
  • Guru memberikan pertanyaan sederhana: Mengapa kita harus sembahyang setiap hari? Murid menjawab secara lisan atau tertulis
  • Penilaian kartu komitmen: apakah murid menuliskan komitmen yang realistis dan sesuai materi
  • Pemberian tugas pengamatan: murid mencatat kegiatan sembahyang mereka selama seminggu untuk dinilai pada pertemuan berikutnya

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok dan presentasi
  • Tanya jawab lisan tentang waktu-waktu persembahyangan Dainika Upasana
  • Penilaian hasil karya jadwal atau gambar waktu sembahyang murid
  • Penilaian sikap bhakti dan keseriusan murid saat kegiatan pembelajaran

Sumatif:

  • Tes lisan individu: menyebutkan minimal 3 waktu persembahyangan sehari-hari
  • Tugas tertulis sederhana: menjelaskan dengan kalimat sendiri mengapa kita perlu sembahyang rutin
  • Penilaian produk: kelengkapan dan kerapian kartu komitmen dan jadwal sembahyang
  • Laporan kegiatan sembahyang selama seminggu di rumah (dicatat bersama orang tua)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengetahuan tentang waktu Dainika UpasanaMurid belum dapat menyebutkan waktu-waktu persembahyangan sehari-hariMurid dapat menyebutkan 1 waktu persembahyangan dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 waktu persembahyangan (pagi, siang, sore) dengan benarMurid dapat menyebutkan 3 waktu persembahyangan dengan benar dan menjelaskan nama atau konteksnya (pagi hari sebelum aktivitas, siang setelah makan, sore sebelum tidur)
Pemahaman pentingnya persembahyangan rutinMurid belum dapat menjelaskan mengapa perlu sembahyang rutinMurid dapat menyebutkan bahwa sembahyang itu penting tetapi belum bisa menjelaskan alasannyaMurid dapat menjelaskan bahwa sembahyang adalah bentuk bhakti kepada Hyang Widhi WasaMurid dapat menjelaskan bahwa sembahyang rutin adalah wujud bhakti dan rasa syukur kepada Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta dan sumber hidup, serta membawa kedamaian
Keterampilan menyusun jadwal sembahyangMurid belum mampu membuat atau mengisi tabel/jadwal sembahyangMurid dapat mengisi sebagian tabel dengan banyak bantuan guruMurid dapat membuat jadwal atau tabel sembahyang sederhana dengan lengkapMurid dapat membuat jadwal sembahyang yang lengkap, rapi, dan kreatif (dengan gambar atau warna)
Sikap bhakti dan komitmenMurid belum menunjukkan keseriusan dalam kegiatan dan tidak membuat komitmenMurid mengikuti kegiatan tetapi komitmen masih perlu dorongan guruMurid menunjukkan sikap serius dan membuat komitmen pribadi untuk sembahyang rutinMurid sangat antusias, membuat komitmen yang jelas dan realistis, serta menunjukkan tekad kuat untuk melaksanakan Dainika Upasana

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep Dainika Upasana dan waktu-waktunya?
  • Apakah metode bercerita dan diskusi kelompok efektif untuk menyampaikan materi?
  • Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih dalam memahami pentingnya sembahyang rutin?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang waktu sembahyang?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang pentingnya sembahyang rutin?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi lebih rajin sembahyang setiap hari?
  • Hal apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas II (halaman 96-98)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas II
  3. Gambar atau poster keluarga Hindu yang sedang sembahyang di berbagai waktu
  4. Video singkat tentang tata cara persembahyangan (Dainika Upasana) di rumah
  5. Kertas gambar, pensil warna, spidol untuk membuat jadwal sembahyang
  6. Kartu komitmen (karton kecil untuk murid menulis komitmen pribadi)
  7. Lagu rohani Hindu sederhana tentang sembahyang

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.