MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 4 — Sarana Persembahyangan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Sarana Persembahyangan |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.4.1 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam persembahyangan agama Hindu
- TP 2.4.2 Mengidentifikasi sarana persembahyangan melalui pengamatan gambar atau wujud fisiknya
- TP 2.4.3 Memasangkan nama sarana persembahyangan dengan gambar sarana yang sesuai
- TP 2.4.4 Mengelompokkan sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Benda apa saja yang biasanya kalian lihat dan bawa saat diajak bersembahyang di pura atau tempat suci?
- Apakah kalian tahu apa nama benda wangi dan benda berair yang dipakai saat sembahyang?
- Selain bunga, dupa, dan tirta yang sudah kita pelajari sebelumnya, sarana apa lagi yang ditempelkan di dahi setelah sembahyang?
- Pernahkah kalian melihat sarana persembahyangan berbentuk kerucut dari janur yang berisi bunga dan uang kepeng bernama kuangen?
- Benda apa saja yang kalian lihat di atas meja persembahyangan saat kita bersembahyang?
- Bagaimana bentuk dan aroma dari bunga, dupa, serta tirta yang biasa dipakai bersembahyang?
- Pernahkah kalian melihat butiran beras putih atau kuning yang ditempelkan di dahi setelah sembahyang?
- Bagaimana bentuk gulungan janur atau daun pisang yang di dalamnya ada bunga dan uang kepeng saat sembahyang?
- Jika Ibu Guru menunjukkan kartu bertuliskan 'Bunga', gambar sarana manakah yang harus kita pasangkan?
- Bagaimana cara kita mencocokkan kartu nama dupa dan tirta agar tidak tertukar dengan gambarnya?
- Pernahkah kalian melihat butiran beras kuning atau putih dan wadah janur berisi bunga dan uang kepeng saat sembahyang?
- Manakah di antara gambar di papan tulis yang bernama bija dan manakah yang bernama kuangen?
- Jika kita memiliki bunga, dupa, tirta, bija, dan kuangen di atas meja, manakah yang berwujud cair?
- Manakah sarana persembahyangan yang memiliki wujud padat dan harum atau berbentuk butiran?
- Apakah kamu bisa memisahkan sarana persembahyangan yang berupa benda cair dan benda padat?
- Bagaimana caramu mengelompokkan bunga, dupa, tirta, bija, dan kuangen berdasarkan wujud fisiknya?
- Apa saja sarana yang biasa kita siapkan saat akan bersembahyang ke hadapan Hyang Widhi Wasa?
- Bagaimana caramu membedakan sarana persembahyangan seperti bunga, dupa, tirta, bija, dan kuangen berdasarkan bentuk fisiknya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Sarana Persembahyangan Bunga, Dupa, dan Tirta dalam Persembahyangan Agama Hindu secara Terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam persembahyangan agama Hindu
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam panganjali Om Swastyastu, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kelas agar tertib dan siap belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 benda nyata: bunga kamboja segar, dupa belum dinyalakan, dan air tirta dalam wadah sangku kecil, lalu mengajukan pertanyaan lisan kepada murid: 'Sebutkan nama 3 benda yang Bapak bawa ini!' (acuan jawaban: 1. bunga, 2. dupa, 3. tirta/air suci) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyebutkan sarana persembahyangan bunga, dupa, dan tirta dalam agama Hindu secara terbimbing (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan 3 sarana persembahyangan asli di meja depan kelas: bunga kamboja/canang sari, batang dupa harum, dan tirta di dalam wadah sangku/gelas kecil (3 menit).
- Guru memperkenalkan dan melafalkan dengan jelas nama ketiga sarana satu per satu secara bergantian: 'bunga', 'dupa', dan 'tirta' (3 menit).
- Guru membimbing seluruh murid melafalkan dan menyebutkan bersama-sama nama ketiga sarana tersebut: (1) bunga, (2) dupa, dan (3) tirta sebanyak tiga kali pengulangan terpandu (4 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi 3 kelompok kecil dan memberikan permainan tebak nama 'Kotak Misteri Sarana', di mana perwakilan kelompok meraba/melihat satu benda nyata dari dalam kotak lalu menyebutkan namanya di hadapan teman-temannya (acuan benda: bunga, dupa, tirta) (10 menit).
- Guru membimbing tiap murid secara bergiliran menyebutkan nama sarana saat ditunjukkan salah satu benda fisik oleh guru: (1) saat guru memegang bunga, murid menyebutkan 'bunga'; (2) saat guru memegang dupa, murid menyebutkan 'dupa'; (3) saat guru menunjuk air suci, murid menyebutkan 'tirta' (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengondisikan murid untuk duduk tenang dan bersama-sama mengingat kembali apa saja 3 nama sarana persembahyangan yang telah dipelajari hari ini (3 menit).
- Murid dengan bimbingan guru menyimpulkan perasaan dan pengalamannya saat menyebutkan nama bunga, dupa, dan tirta (4 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara klasikal dan acak kepada 3 murid untuk menyebutkan kembali 3 sarana persembahyangan yang telah dipelajari (acuan: bunga, dupa, tirta) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif atas partisipasi murid dan menyampaikan materi pertemuan berikutnya yaitu sarana bija dan kuangen (3 menit).
- Guru menutup pembelajaran dengan doa penutup dan mengucapkan parama santih: Om Santih, Santih, Santih Om (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan objek fisik nyata bunga, dupa, dan tirta untuk dilihat langsung secara dekat, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu gambar tambahan dari ketiga sarana tersebut.
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing secara bertahap menirukan ucapan guru kata demi kata, sedangkan murid yang sudah lancar diminta langsung menyebutkan ketiga sarana secara berurutan tanpa jeda.
- Produk: Murid menyebutkan 3 sarana secara lisan dengan bimbingan penuh atau menyebutkannya secara mandiri dan runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di pendahuluan dengan menunjukkan 3 benda nyata: bunga, dupa, dan tirta. Guru menanyakan: 'Sebutkan nama 3 benda persembahyangan ini!' (acuan: 1. bunga, 2. dupa, 3. tirta).
Proses:- Pengamatan lisan terbimbing pada tahap Mengaplikasi saat guru menunjuk satu per satu sarana nyata. Indikator ketercapaian: murid tepat menyebutkan (1) 'bunga' saat ditunjukkan bunga, (2) 'dupa' saat ditunjukkan dupa, dan (3) 'tirta' saat ditunjukkan wadah air suci (acuan: 3 dari 3 sarana tepat disebutkan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di penutup: Murid diminta menyebutkan secara lengkap 3 nama sarana persembahyangan yang dipelajari hari ini tanpa membaca teks (acuan: bunga, dupa, tirta; kriteria: tepat menyebutkan minimal 2 dari 3 sarana).
Formatif:- Observasi unjuk kerja lisan menyebutkan 3 sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta) secara terbimbing menggunakan lembar ceklis pengamatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta) | Belum mampu menyebutkan nama sarana persembahyangan (hanya mampu menyebutkan 0 atau 1 sarana dengan benar walau dibimbing penuh guru; acuan: bunga, dupa, tirta). | Mampu menyebutkan 2 sarana persembahyangan (bunga, dupa, atau tirta) dengan bimbingan terpandu dari guru. | Mampu menyebutkan seluruh (3) sarana persembahyangan (bunga, dupa, dan tirta) dengan tepat secara terbimbing sesuai acuan. | Mampu menyebutkan seluruh (3) sarana persembahyangan (bunga, dupa, dan tirta) dengan tepat, lancar, dan tanpa memerlukan bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media benda nyata (bunga, dupa, wadah tirta) efektif membantu murid fase A mengenali dan menyebutkan nama sarana persembahyangan?
- Berapa orang murid yang masih membutuhkan bimbingan intensif dalam melafalkan dan mengingat sebutan bunga, dupa, dan tirta?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah bermain tebak benda dan menyebutkan sarana sembahyang hari ini?
- Dapatkah kamu mengingat dan menyebutkan kembali 3 sarana sembahyang yang tadi kita pelajari?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Sarana Persembahyangan Bija dan Kuangen dalam Persembahyangan Agama Hindu secara Mandiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam persembahyangan agama Hindu
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi pertemuan 1 (bunga, dupa, tirta) dan menyampaikan tujuan pertemuan ini: menyebutkan sarana persembahyangan bija dan kuangen secara mandiri (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan memperlihatkan mangkuk berisi beras kuning dan menanyakan namanya kepada murid secara klasikal (acuan: bija/gandrung) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati wujud fisik beras bersih/kuning dan rangkaian janur berisi bunga untuk mengenal sebutan sarana persembahyangan 'bija' dan 'kuangen' (15 menit).
- Murid menirukan pelafalan nama sarana persembahyangan 'bija' dan 'kuangen' secara bersama-sama dan bergantian hingga fasih menyebutkannya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Cepat Sarana': guru mengangkat bendera bergambar bija atau kuangen, murid secara spontan dan serentak menyebutkan nama sarana tersebut dengan lantang (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menyebutkan nama sarana: murid melihat 2 gambar (Gambar A: beras suci dalam wadah; Gambar B: wadah janur berbentuk kojong berisi bunga dan uang kepeng) lalu menuliskan/menyebutkan nama sarana tersebut secara mandiri (acuan: Gambar A = bija; Gambar B = kuangen) (15 menit).
- Guru memanggil setiap murid secara mandiri ke meja guru untuk menunjukkan kartu dan meminta murid menyebutkan nama sarana persembahyangan yang ditunjuk (Kartu 1: beras bija; Kartu 2: kuangen; acuan: Kartu 1 = bija, Kartu 2 = kuangen) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereview kembali 2 nama sarana persembahyangan yang telah dipelajari hari ini (bija dan kuangen) dengan menyebutkannya bersama-sama secara sadar dan tertib (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan nama sarana persembahyangan yang dipelajari hari ini yaitu bija dan kuangen (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kemandirian murid dalam menyebutkan sarana persembahyangan, lalu menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata bertuliskan 'bija' dan 'kuangen' dengan gambar pendukung yang jelas, sedangkan murid cepat diberikan kartu tantangan menyebutkan fungsi penempatan sarana tersebut (misal: dahi untuk bija).
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing guru secara individual dalam melafalkan kata 'kuangen', sedangkan murid yang sudah mahir menyebutkan nama sarana secara mandiri tanpa jeda.
- Produk: Penyebutan nama sarana dapat dilakukan secara lisan langsung bagi murid yang belum lancar menulis, atau menuliskan nama sarana pada lembar kerja bagi yang sudah lancar menulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan memperlihatkan mangkuk berisi beras kuning/bija: 'Anak-anak, apa nama sarana beras yang biasanya kita tempelkan di dahi setelah sembahyang ini?' (acuan: bija / gandrung / beras suci).
Proses:- Pengamatan lisan saat permainan 'Tebak Cepat Sarana' dan unjuk kerja mandiri di meja guru: meminta setiap murid menyebutkan nama sarana pada 2 kartu yang ditunjukkan (Kartu 1: gambar mangkuk beras persembahyangan, acuan: bija; Kartu 2: gambar kojong janur berisi bunga dan sesari, acuan: kuangen).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan mandiri di akhir sesi: Guru menunjuk secara acak salah satu sarana (bija atau kuangen) dan meminta murid menyebutkan namanya secara mandiri tanpa bantuan (acuan: tepat menyebut 'bija' untuk beras suci dan 'kuangen' untuk sarana kojong janur bertabur bunga).
Formatif:- Tes lisan dan pengamatan unjuk kerja mandiri menyebutkan nama sarana persembahyangan (bija dan kuangen) saat guru menunjukkan benda konkret atau kartu bergambar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan sarana persembahyangan (bija dan kuangen) secara mandiri | Belum mampu menyebutkan nama sarana persembahyangan bija maupun kuangen meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menyebutkan 1 dari 2 nama sarana persembahyangan (bija atau kuangen) secara tepat dengan bimbingan dan bantuan guru (acuan: Kartu 1 = bija; Kartu 2 = kuangen). | Mampu menyebutkan kedua sarana persembahyangan (bija dan kuangen) secara tepat dengan sedikit arahan guru (acuan: Kartu 1 = bija; Kartu 2 = kuangen). | Mampu menyebutkan kedua sarana persembahyangan (bija dan kuangen) secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa ragu atau bantuan guru (acuan: Kartu 1 = bija; Kartu 2 = kuangen). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan dan menyebutkan nama sarana persembahyangan bija dan kuangen secara tepat?
- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memberikan giliran mandiri kepada setiap murid?
Murid:- Apakah kamu sekarang sudah bisa menyebutkan nama sarana bija dan kuangen sendiri tanpa dibantu guru?
- Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu senangi?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Sarana Persembahyangan melalui Pengamatan Wujud Fisik Bunga, Dupa, dan Tirta secara Langsung — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Mengidentifikasi sarana persembahyangan melalui pengamatan gambar atau wujud fisiknya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan wujud fisik sarana persembahyangan nyata di meja peraga (bunga kamboja/jepun segar, dupa batangan beraroma, dan tirta/air bersih dalam wadah sangku kecil) (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 3 wujud fisik benda satu per satu (bunga kamboja, sebatang dupa, dan sewadah tirta) lalu meminta murid secara acak menunjuk atau menyebutkan ciri fisik benda tersebut (acuan: benda 1 adalah bunga yang memiliki kelopak harum; benda 2 adalah dupa yang berupa batang wangi; benda 3 adalah tirta yang berupa cairan bening) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati secara langsung wujud fisik tiga sarana persembahyangan di meja peraga: bunga segar (mawar/kamboja), dupa batangan beraroma, dan tirta bening di dalam mangkuk sangku (8 menit).
- Guru memandu murid mencermati ciri-ciri fisik setiap sarana secara mendalam: bunga berwujud padat, memiliki mahkota beraneka warna dan harum; dupa berwujud padat silinder/batang kering dengan aroma wangi; tirta berwujud cair, jernih, dan tidak berwarna (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan sensorik ceria 'Tebak Raba dan Aroma': perwakilan murid ditutup matanya untuk menyentuh/mencium salah satu benda asli di meja, kemudian mengidentifikasi apakah benda itu bunga, dupa, atau tirta berdasarkan tekstur dan aromanya (acuan: tekstur kelopak halus/harum = bunga; stik kering aromatik = dupa; cairan dingin basah = tirta) (15 menit).
- Setiap murid menerima Lembar Kerja Pengamatan yang memuat 3 kotak benda fisik nyata yang dibawa ke meja masing-masing: Kotak A (bunga segar), Kotak B (batang dupa), Kotak C (gelas kecil tirta); murid mengidentifikasi wujud fisik ketiganya dengan memberi tanda centang pada tabel ciri: (1) Bunga -> wujud padat bermahkota, (2) Dupa -> wujud batang padat harum, (3) Tirta -> wujud cairan bening (acuan kunci: Kotak A = Bunga; Kotak B = Dupa; Kotak C = Tirta) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja pengamatan dan memastikan ketepatan identifikasi ciri wujud fisik bunga, dupa, dan tirta (5 menit).
- Murid menyampaikan kesan tentang pengalaman mengamati wujud fisik sarana secara langsung dan menyadari bahwa Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sarana suci yang indah serta harum (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap identifikasi 3 sarana persembahyangan berdasarkan wujud fisiknya: bunga (padat, kelopak harum), dupa (batang beraroma), dan tirta (cairan jernih) (3 menit).
- Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan identifikasi pada sarana lainnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kesempatan meraba dan mencium wujud fisik sarana secara berulang dengan panduan langsung guru; murid yang lebih cepat diberikan benda dengan variasi jenis bunga (misal: canang sari berisi bunga telang dan cempaka) untuk mengidentifikasi ciri fisiknya.
- Proses: Pada tahap pengamatan, murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru menunjukkan perbedaan fisik padat (bunga/dupa) dan cair (tirta); murid yang mandiri langsung mengisi lembar kerja identifikasi ciri.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti belajar yang sama yaitu lembar kerja identifikasi wujud fisik 3 sarana (bunga, dupa, tirta).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 3 wujud fisik nyata: Bunga kamboja, sebatang dupa, dan sewadah tirta. Murid mengidentifikasi wujud fisik benda yang ditunjukkan guru (Acuan: benda bermahkota harum = bunga; benda batang kering aromatik = dupa; cairan bening sejuk = tirta).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid mengidentifikasi wujud fisik saat permainan 'Tebak Raba dan Aroma' serta pengisian lembar kerja identifikasi ciri wujud 3 sarana persembahyangan nyata (acuan: Bunga = padat bermahkota harum; Dupa = batang kering wangi; Tirta = cairan bening tak berwarna).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan/tunjuk pada akhir sesi: Murid mengidentifikasi sarana fisik yang diangkat guru (bunga, dupa, atau tirta) dengan tepat (acuan: ketika guru mengangkat dupa, murid mengidentifikasi sebagai dupa; ketika mengangkat mangkuk air, diidentifikasi sebagai tirta; ketika mengangkat kuntum kamboja, diidentifikasi sebagai bunga).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja identifikasi wujud fisik sarana nyata melalui tebak raba/aroma dan lembar kerja pengamatan 3 sarana (bunga, dupa, tirta)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi wujud fisik sarana persembahyangan (bunga, dupa, dan tirta) | Belum mampu mengidentifikasi wujud fisik ketiga sarana (bunga, dupa, tirta) meski dengan bimbingan penuh (0 dari 3 sarana tepat). | Mampu mengidentifikasi wujud fisik 1 dari 3 sarana persembahyangan secara tepat (acuan: tepat mengidentifikasi salah satu antara bunga/dupa/tirta). | Mampu mengidentifikasi wujud fisik 2 sampai 3 sarana persembahyangan secara tepat dengan sedikit bimbingan (acuan: bunga = padat bermahkota; dupa = batang beraroma; tirta = cairan bening). | Mampu mengidentifikasi wujud fisik ketiga sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta) secara tepat dan mandiri tanpa bimbingan (acuan: bunga = padat bermahkota; dupa = batang beraroma; tirta = cairan bening). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan wujud fisik sarana nyata (bunga, dupa, tirta) mempermudah murid Fase A dalam mengidentifikasi ciri fisiknya?
- Bagian kegiatan mana dari permainan tebak raba/aroma yang paling efektif meningkatkan antusiasme dan pemahaman murid?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mencium dan meraba wujud bunga, dupa, dan tirta hari ini?
- Ciri fisik apa yang paling mudah kamu kenali dari bunga, dupa, dan tirta?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Sarana Persembahyangan melalui Pengamatan Gambar Bija dan Kuangen secara Mandiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.2 Mengidentifikasi sarana persembahyangan melalui pengamatan gambar atau wujud fisiknya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan ruang kelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan dua gambar (Gambar A: butiran beras bersih dalam wadah kecil; Gambar B: rangkaian gulungan janur berbentuk kerucut berisi bunga dan pis bolong) lalu meminta murid secara acak menunjuk dan menyebutkan nama sarana tersebut (acuan jawaban: Gambar A adalah bija/gandrong; Gambar B adalah kuangen) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan dan membagikan gambar rincian sarana sembahyang: Gambar 1 (bija: butiran beras bersih, utuh/tidak patah, ada yang putih bersih dan ada yang diberi warna kuning cendana/kunyit) dan Gambar 2 (kuangen: daun pisang/janur berbentuk kojong/kerucut, berisi kembang payasan/bunga, daun cemara/porosan, dan uang kepeng/pis bolong di bagian tengah/depannya) (12 menit).
- Murid secara mindful (berkesadaran) mengamati detail visual pada gambar bija dan kuangen untuk mengenali ciri-ciri khas fisik masing-masing sarana (13 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Mandiri yang memuat 4 gambar sarana berbeda: (1) Gambar mangkuk kecil berisi butiran beras (bija); (2) Gambar kojong janur berhias bunga dan uang kepeng (kuangen); (3) Gambar dupa menyala berasap; (4) Gambar bunga melati segar. Murid diberi instruksi melingkari dan memberi tanda centang hanya pada gambar yang merupakan Bija dan Kuangen secara mandiri (acuan kunci: murid mencentang nomor 1 untuk Bija dan nomor 2 untuk Kuangen, serta tidak mencentang nomor 3 dan 4) (15 menit).
- Murid memainkan kuis visual seru 'Tebak Ciri Gambar': guru mengangkat satu dari 4 kartu foto detail bagian sarana: Kartu 1 (foto zoom-in butiran beras putih bersih), Kartu 2 (foto zoom-in uang kepeng/pis bolong di atas janur), Kartu 3 (foto zoom-in beras kuning), Kartu 4 (foto zoom-in hiasan bunga dalam kojong daun). Murid serempak mengangkat papan mini huruf 'B' untuk Bija atau 'K' untuk Kuangen secara tepat dan gembira (acuan: Kartu 1 = B/Bija; Kartu 2 = K/Kuangen; Kartu 3 = B/Bija; Kartu 4 = K/Kuangen) (15 menit).
- Murid mengerjakan latihan mandiri memasangkan 4 potongan gambar ciri fisik ke kolom yang tepat pada lembar kerja: Gambar A (beras putih tanpa patah), Gambar B (gulungan daun janur berbentuk kerucut), Gambar C (beras kuning halus), Gambar D (uang kepeng logam dalam susunan bunga) ke Kolom Bija (kunci: Gambar A dan C) atau Kolom Kuangen (kunci: Gambar B dan D) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil kerjanya secara teliti, lalu mengungkapkan ciri fisik gambar yang paling mudah dikenali dari bija dan kuangen (acuan: bija mudah dikenali dari wujud beras/butiran, sedangkan kuangen mudah dikenali dari wadah daun janur/kerucut dan uang kepengnya) (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri wujud fisik sarana sembahyang bija (beras bersih utuh/kuning) dan kuangen (wadah kerucut janur berisi bunga dan uang kepeng) dari gambar yang dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan/tunjuk cepat: menunjukkan 1 gambar kuangen dan 1 gambar bija di papan tulis, lalu meminta murid menunjukkan mana yang bija dan mana yang kuangen secara mandiri (acuan kunci: tepat menunjuk gambar beras sebagai bija dan gambar rangkaian janur beruang kepeng sebagai kuangen) (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar berukuran besar dengan penanda warna mencolok pada ciri utama (lingkaran merah pada butiran beras, lingkaran biru pada uang kepeng kuangen).
- Proses: Murid yang cepat mengidentifikasi diberi kartu gambar variasi bija warna-warni dan kuangen berbagai bentuk tradisi untuk diidentifikasi secara mandiri; murid yang lambat didampingi guru dengan panduan pertanyaan berarah.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar kerja mandiri identifikasi gambar bija dan kuangen; murid berkemampuan tinggi melengkapi identifikasi seluruh 4 gambar ciri fisik tanpa bantuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual (7 menit di Pendahuluan): Guru menunjukkan Gambar A (semangkuk kecil butiran beras bersih) dan Gambar B (kojong janur berisi bunga dan pis bolong/uang kepeng), lalu murid diminta mengidentifikasi nama sarananya (acuan jawaban: Gambar A = bija; Gambar B = kuangen).
Proses:- Lembar Kerja Mandiri Identifikasi Gambar: Murid memilih dan menandai gambar Bija dan Kuangen dari 4 pilihan gambar: (1) beras dalam wadah, (2) kuangen beruang kepeng, (3) dupa menyala, (4) bunga melati segar (acuan kunci benar: mencentang nomor 1 untuk Bija dan nomor 2 untuk Kuangen).
- Kuis visual kartu ciri fisik: Murid mengidentifikasi 4 kartu zoom-in wujud fisik: Kartu 1 (beras putih), Kartu 2 (uang kepeng/pis bolong), Kartu 3 (beras kuning), Kartu 4 (bunga dalam kojong daun) (acuan kunci: Kartu 1 dan 3 = Bija; Kartu 2 dan 4 = Kuangen).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi (5 menit): Guru memperlihatkan 2 gambar sarana di papan tulis (Gambar X: kuangen dengan hiasan bunga dan koin kepeng; Gambar Y: piring kecil berisi beras bija kuning bersih) dan meminta setiap murid menunjukkan dengan benar: 'Tunjukkan mana gambar Kuangen dan mana gambar Bija!' (acuan kunci jawaban: Gambar X adalah Kuangen; Gambar Y adalah Bija).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab dan tunjuk gambar bija dan kuangen.
- Observasi unjuk kerja mandiri identifikasi ciri sarana sembahyang pada Lembar Kerja Mandiri 4 gambar.
- Asesmen proses melalui kuis visual kartu ciri fisik Bija dan Kuangen.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi sarana persembahyangan (bija dan kuangen) melalui pengamatan gambar | Belum mampu mengidentifikasi gambar bija dan kuangen (hanya 0 atau 1 gambar dari 4 kartu ciri gambar yang teridentifikasi dengan tepat) meski telah diberi bimbingan penuh. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 kartu ciri wujud fisik gambar bija dan kuangen secara tepat (acuan: kartu beras putih, uang kepeng, beras kuning, bunga dalam kojong) dengan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 kartu ciri wujud fisik gambar bija dan kuangen secara tepat dan mandiri sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 dari 4 kartu ciri wujud fisik gambar bija dan kuangen secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan sesuai seluruh acuan kunci jawaban. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar bija dan kuangen yang digunakan cukup jelas dan detail sehingga memudahkan murid mengidentifikasi ciri fisiknya?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid kelas 2 dalam mengidentifikasi wujud fisik sarana persembahyangan melalui gambar?
- Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk membantu murid yang masih tertukar antara ciri fisik bija dan sarana lainnya?
Murid:- Bagian gambar mana yang paling cepat membantumu mengenali bija?
- Ciri apa pada gambar yang membuatmu langsung tahu bahwa itu adalah kuangen?
- Apakah kamu senang belajar mengenali gambar bija dan kuangen hari ini?
Pertemuan 5 — Memasangkan Nama Sarana Persembahyangan Bunga, Dupa, dan Tirta dengan Gambar Sarana yang Sesuai secara Terbimbing — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Memasangkan nama sarana persembahyangan dengan gambar sarana yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 3 kartu nama: 'Bunga', 'Dupa', dan 'Tirta' serta meminta murid secara lisan atau tunjuk jari memasangkan dengan 3 gambar sarana di papan (acuan pasangan benar: kartu kata 'Bunga' -> gambar bunga segar kamboja/mawar, kartu kata 'Dupa' -> gambar dupa menyala berasap, kartu kata 'Tirta' -> gambar air suci di dalam sangku/mangkuk kecil bertangkai) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih memasangkan nama sarana persembahyangan bunga, dupa, dan tirta dengan gambar sarana yang sesuai secara terbimbing (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menempelkan 3 kartu gambar berukuran besar di papan tulis: (1) gambar kuntum bunga kamboja merah muda, (2) gambar tiga batang dupa wangi menyala berasap, dan (3) gambar tirta/air jernih di wadah sangku bertangkai (10 menit).
- Guru membimbing murid mengeja dan membaca bersama-sama 3 kartu nama sarana: 'Bunga', 'Dupa', dan 'Tirta' seraya mengamati ciri visual pada masing-masing gambar pasangan (acuan: kartu nama 'Bunga' cirinya memiliki kelopak warna-warni, 'Dupa' batangnya terbakar dan berasap, 'Tirta' air suci di cawan/sangku) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid melakukan permainan memasangkan cepat di papan flanel secara bergantian: murid mengambil 1 kartu nama sarana ('Bunga', 'Dupa', atau 'Tirta') lalu menempelkannya di samping gambar yang tepat dengan bimbingan guru (15 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Memasangkan Terbimbing yang memuat 3 butir garis jodoh: lajur kiri berisi kartu nama (1. 'Bunga', 2. 'Dupa', 3. 'Tirta') dan lajur kanan berisi kartu gambar acak (A. gambar dupa berasap, B. gambar air tirta dalam sangku, C. gambar setangkai bunga mawar merah) (acuan kunci pasangan: 1 -> C, 2 -> A, 3 -> B) (15 menit).
- Murid menarik garis lurus menghubungkan kartu nama dengan kartu gambar pada lembar kerja masing-masing dengan arahan langkah demi langkah dari guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa hasil pemasangan pada lembar kerja dengan mencocokkan kembali ke kartu acuan di papan tulis (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penutup dan mengonfirmasi ketepatan pasangan nama dan gambar ketiga sarana (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan warna latar yang sama dengan kartu namanya (bantuan visual warna), sedangkan murid yang cepat diberikan variasi gambar bunga, dupa, dan tirta dengan sudut tampilan berbeda.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibimbing guru mengeja huruf awal kata ('B' untuk bunga, 'D' untuk dupa, 'T' untuk tirta), sedangkan murid yang sudah lancar langsung memasangkan mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja menghubungkan garis, murid cepat dapat membantu memverifikasi pasangannya di papan flanel.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab cepat menghubungkan 3 kartu nama ('Bunga', 'Dupa', 'Tirta') dengan 3 gambar sarana di depan kelas (acuan kunci pasangan: kartu 'Bunga' -> gambar bunga kamboja/mawar, kartu 'Dupa' -> gambar dupa menyala berasap, kartu 'Tirta' -> gambar air suci di dalam cawan sangku).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan saat murid maju memasangkan 1 dari 3 kartu nama dengan gambar di papan flanel (acuan: Bunga -> gambar bunga, Dupa -> gambar dupa, Tirta -> gambar air sangku).
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan lembar kerja 3 butir menjodohkan: butir 1 'Bunga' dipasangkan ke gambar bunga mawar merah (C), butir 2 'Dupa' dipasangkan ke gambar dupa berasap (A), dan butir 3 'Tirta' dipasangkan ke gambar air suci dalam sangku (B).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan langsung hasil penarikan garis 3 butir lembar kerja terbimbing (kriteria ketercapaian: tepat memasangkan minimal 2 dari 3 pasangan nama dan gambar sarana bunga, dupa, tirta; acuan kunci: 1 'Bunga' -> gambar bunga, 2 'Dupa' -> gambar dupa, 3 'Tirta' -> gambar tirta).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja memasangkan kartu nama dan gambar di papan flanel
- Pemeriksaan lembar kerja menarik garis menjodohkan nama dan gambar sarana bunga, dupa, dan tirta
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan memasangkan nama sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta) dengan gambar sarana yang sesuai | Belum tepat memasangkan satu pun dari 3 kartu nama sarana (bunga, dupa, tirta) dengan gambar yang sesuai kendati telah diberikan bimbingan penuh (0 dari 3 butir tepat). | Tepat memasangkan 1 dari 3 kartu nama sarana (bunga, dupa, tirta) dengan gambar yang sesuai dengan bimbingan guru (acuan: 1 dari pasangan Bunga-gambar bunga, Dupa-gambar dupa, Tirta-gambar tirta benar). | Tepat memasangkan 2 dari 3 kartu nama sarana (bunga, dupa, tirta) dengan gambar yang sesuai secara terbimbing (acuan: 2 dari pasangan Bunga-gambar bunga, Dupa-gambar dupa, Tirta-gambar tirta benar). | Tepat memasangkan seluruh (3 dari 3) kartu nama sarana (bunga, dupa, tirta) dengan gambar yang sesuai secara tepat dan konsisten (acuan: pasangan Bunga-gambar bunga, Dupa-gambar dupa, dan Tirta-gambar tirta seluruhnya benar). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi terbimbing dalam menghubungkan kartu nama dengan gambar sarana bunga, dupa, dan tirta dapat dipahami oleh seluruh murid fase A?
- Bagian mana dari kegiatan memasangkan yang paling membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid yang belum lancar membaca?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bermain memasangkan kartu nama bunga, dupa, dan tirta dengan gambarnya?
- Gambar sarana mana yang paling mudah kamu pasangkan dengan namanya?
Pertemuan 6 — Memasangkan Nama Sarana Persembahyangan Bija dan Kuangen dengan Gambar Sarana yang Sesuai secara Mandiri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.3 Memasangkan nama sarana persembahyangan dengan gambar sarana yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan belajar di kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan menunjukkan 2 kartu nama sarana bertuliskan 'bija' dan 'kuangen' serta 2 kartu gambar sarana (gambar butiran beras pada cawan kecil dan gambar janur kerucut dengan bunga serta pis bolong/uang kepeng) lalu meminta 2 orang murid secara acak memasangkannya di papan tulis (acuan benar: kartu kata 'bija' dipasangkan dengan gambar butiran beras pada cawan kecil; kartu kata 'kuangen' dipasangkan dengan gambar janur kerucut dengan bunga dan pis bolong) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memasangkan nama sarana persembahyangan bija dan kuangen dengan gambar sarana yang sesuai secara mandiri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memajang media peraga papan tempel berisi 2 kartu nama ('bija' dan 'kuangen') serta 2 kartu gambar (gambar A: wadah mangkuk kecil berisi beras kuning/putih; gambar B: janur dilipat kerucut terbalik dengan hiasan bunga dan uang kepeng di tengahnya) (10 menit).
- Guru memandu murid mencermati ciri visual masing-masing gambar dan membaca lantang kartu nama sarana bersama-sama, menekankan bahwa kartu 'bija' merujuk pada gambar butiran beras dan kartu 'kuangen' merujuk pada gambar janur kerucut dengan bunga dan pis bolong (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menghadirkan permainan mencocokkan cepat 'Jodoh Kartu Bija-Kuangen': 4 pasang murid maju bergantian mengambil 1 kartu nama ('bija' atau 'kuangen') dari kotak undian dan berlari ceria menempelkannya di bawah gambar sarana yang tepat pada papan flanel (acuan: kartu 'bija' ditempel di bawah gambar beras; kartu 'kuangen' ditempel di bawah gambar janur kerucut bunga dan uang kepeng) (15 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) Mandiri yang memuat 4 butir soal menjodohkan garis: (1) Kartu kata 'bija' -> Gambar butiran beras pada cawan; (2) Kartu kata 'kuangen' -> Gambar janur kerucut dengan bunga dan pis bolong; (3) Kartu kata 'kuangen' -> Gambar kuangen di atas canang sari; (4) Kartu kata 'bija' -> Gambar anak yang ditempeli butiran beras di dahi (acuan kunci: butir 1 ke gambar butiran beras, butir 2 ke gambar janur kerucut berhias bunga dan uang kepeng, butir 3 ke gambar wadah kuangen janur terbalik, butir 4 ke gambar beras di dahi) (5 menit).
- Murid secara mandiri tanpa bantuan teman mengerjakan LKM menarik garis lurus dari kartu nama sarana ke gambar yang tepat, sementara guru mengamati proses kerja mandiri murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pekerjaan LKM secara bersama-sama dengan memperlihatkan kunci jawaban pasangan kartu nama dan gambar di papan tulis (acuan: nama 'bija' untuk gambar butir beras; nama 'kuangen' untuk gambar janur kerucut dan pis bolong) (10 menit).
- Murid menandai sendiri jumlah pasangan yang berhasil dipasangkan dengan benar pada lembar kerjanya secara jujur dan berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja mandiri seluruh murid dan memberikan apresiasi atas kemandirian mereka dalam memasangkan nama sarana bija dan kuangen (5 menit).
- Guru memandu murid melaksanakan cek pemahaman akhir melalui kartu ceklis kilat mandiri (5 menit).
- Guru menyampaikan pengantar singkat bahwa pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 7) murid akan belajar mengelompokkan berbagai sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya secara berkelompok, lalu menutup kelas dengan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan label petunjuk warna bingkai yang sama antara nama dan gambar, sedangkan murid cepat diberikan kartu gambar variasi bija (beras putih dan beras kuning) serta variasi kuangen (tampak depan dan tampak atas).
- Proses: Murid yang masih ragu membaca nama sarana dibimbing secara fonik oleh guru satu kali, sedangkan murid yang sudah lancar langsung memasangkan 4 butir LKM secara mandiri penuh.
- Produk: Murid menyelesaikan 4 butir pasangan nama-gambar bija dan kuangen pada lembar kerja mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes peragaan diagnostik di papan tulis: Meminta murid memasangkan 2 kartu kata nama sarana ('bija', 'kuangen') dengan 2 kartu gambar sarana (gambar cawan berisi beras dan gambar janur kerucut dengan pis bolong). Acuan benar: kartu kata 'bija' -> gambar beras dalam cawan; kartu kata 'kuangen' -> gambar janur kerucut berhias bunga dan uang kepeng.
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan LKM Mandiri 4 butir: Menilai ketepatan murid menarik garis pasang antara kartu nama dan kartu gambar sarana. Target dan acuan kunci: Butir 1 ('bija') -> gambar butiran beras cawan; Butir 2 ('kuangen') -> gambar janur kerucut dengan uang kepeng; Butir 3 ('kuangen') -> gambar kuangen di atas canang; Butir 4 ('bija') -> gambar beras menempel di dahi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir: Murid mengangkat kartu simbol jempol bila telah mampu memasangkan nama sarana bija dan kuangen ke gambar yang tepat pada lembar kerja (kriteria penerimaan: 4 dari 4 pasangan pada LKM terhubung tepat sesuai kunci: butir 1 ke beras, butir 2 ke janur kerucut uang kepeng, butir 3 ke kuangen atas canang, butir 4 ke beras dahi).
Formatif:- Unjuk kerja mandiri memasangkan 4 pasangan kartu nama sarana dan gambar sarana bija serta kuangen pada LKM
- Pengamatan keterlaksanaan kemandirian murid saat menghubungkan nama sarana dengan gambar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memasangkan nama sarana persembahyangan bija dan kuangen dengan gambar sarana yang sesuai | Belum mampu memasangkan kartu nama sarana bija dan kuangen ke gambar yang sesuai (0 atau 1 butir tepat dari 4 butir acuan LKM). | Mampu memasangkan 2 dari 4 butir kartu nama sarana bija dan kuangen ke gambar sarana yang sesuai dengan bimbingan guru. | Mampu memasangkan 3 dari 4 butir kartu nama sarana bija dan kuangen ke gambar sarana yang sesuai secara mandiri. | Mampu memasangkan seluruh (4 dari 4) butir kartu nama sarana bija dan kuangen ke gambar sarana yang sesuai secara tepat dan mandiri penuh (acuan: butir 1 ke gambar butir beras, butir 2 ke gambar janur kerucut uang kepeng, butir 3 ke gambar kuangen atas canang, butir 4 ke gambar beras di dahi). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi pengerjaan memasangkan kartu nama dan gambar sarana bija serta kuangen dapat dipahami secara mandiri oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari kartu gambar kuangen atau bija yang paling sering membingungkan murid saat dipasangkan dengan namanya?
Murid:- Apakah kamu dapat membedakan mana tulisan 'bija' dan mana tulisan 'kuangen' saat dipasangkan dengan gambarnya?
- Bagian mana yang paling kamu sukai saat memasangkan gambar beras (bija) dan janur uang kepeng (kuangen) hari ini?
Pertemuan 7 — Mengelompokkan Sarana Persembahyangan Berdasarkan Ciri dan Wujud Fisiknya secara Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.4 Mengelompokkan sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan suasana ruang kelas yang rapi dan siap untuk kegiatan belajar berkelompok (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 sarana nyata yaitu segelas tirta dan sekuntum bunga, lalu bertanya kepada murid: 'Manakah di antara dua benda ini yang tergolong sarana berwujud cair dan manakah yang berwujud padat?' (acuan: tirta = berwujud cair; bunga = berwujud padat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 5 contoh wujud fisik sarana persembahyangan secara nyata di meja peraga: (1) bunga (padat, bermahkota, harum/segar), (2) dupa (padat, berbentuk stik/batang aroma), (3) tirta (cair, bening, di dalam wadah), (4) bija (padat, berupa butiran beras bersih), dan (5) kuangen (padat, rangkaian janur/daun pisang dan bunga) (10 menit).
- Guru membimbing murid mengamati perbedaan ciri dan wujud fisik kelima sarana tersebut, yaitu membedakan sarana yang berwujud cair (tirta) dan sarana yang berwujud padat (bunga, dupa, bija, dan kuangen), serta membedakan bentuk padat butiran (bija) dengan padat batangan/stik (dupa) dan padat rangkaian/lembaran (kuangen dan bunga) (3 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (masing-masing 3-4 murid) dan membagikan satu set wadah sortir berlabel kategori serta 5 kartu gambar sarana persembahyangan kepada setiap kelompok: Kartu 1: Gambar segelas tirta; Kartu 2: Gambar sekuntum bunga cempaka; Kartu 3: Gambar seikat dupa batangan; Kartu 4: Gambar sepiring butiran bija; Kartu 5: Gambar satu buah kuangen (10 menit).
- Dalam permainan kelompok 'Pilah Cepat Sarana', setiap kelompok bekerja sama mengelompokkan kelima kartu gambar sarana tersebut ke dalam 2 wadah kategori ciri wujud fisik: Wadah A untuk 'Wujud Cair' dan Wadah B untuk 'Wujud Padat' (acuan pengelompokan benar: Wadah A memuat Kartu 1 tirta; Wadah B memuat Kartu 2 bunga, Kartu 3 dupa, Kartu 4 bija, dan Kartu 5 kuangen) (12 menit).
- Setiap kelompok melanjutkan tantangan memilah kembali 4 sarana pada Wadah B (Wujud Padat) berdasarkan ciri bentuk fisiknya: Kategori Butiran (Kartu 4 bija), Kategori Batangan/Stik (Kartu 3 dupa), dan Kategori Rangkaian Bunga/Janur (Kartu 2 bunga dan Kartu 5 kuangen) (acuan pengelompokan benar: Butiran = bija; Batangan = dupa; Rangkaian = bunga dan kuangen) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengelompokan masing-masing kelompok di meja pajang dan memberikan konfirmasi langsung mengenai kesesuaian pengelompokan berdasarkan ciri dan wujud fisik sarana (15 menit).
- Setiap kelompok mendiskusikan bersama pengalaman membedakan wujud fisik sarana persembahyangan dan menyimpulkan mengapa tirta tidak bisa dimasukkan ke dalam kelompok wujud padat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengelompokan sarana yang telah diselesaikan seluruh kelompok secara tepat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan cepat kepada perwakilan murid: 'Sebutkan 1 sarana persembahyangan yang berwujud cair dan 1 sarana yang berwujud padat butiran!' (acuan: cair = tirta; padat butiran = bija) (10 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memotivasi murid untuk selalu mengenali sarana saat sembahyang di rumah, memandu doa penutup, dan mengucapkan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar yang dilengkapi warna latar pembeda kategori wujud (misal biru untuk cair, kuning untuk padat); murid yang cepat diberikan set kartu tanpa bantuan warna latar.
- Proses: Pada kelompok yang membutuhkan bantuan, guru mendampingi langkah pemilahan satu per satu kartu; pada kelompok yang mandiri, murid langsung menjalankan pembagian peran secara mandiri dalam menyortir kartu ke wadah kategori.
- Produk: Kelompok yang membutuhkan bimbingan cukup mengelompokkan 5 sarana ke dalam 2 kategori utama (padat vs cair); kelompok yang telah mahir mengelompokkan hingga tingkat ciri bentuk fisik (butiran, batangan, rangkaian/daun).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menunjukkan wujud nyata segelas tirta dan sekuntum bunga, lalu meminta murid menentukan sarana yang berwujud cair dan sarana yang berwujud padat (acuan: tirta = cair; bunga = padat).
Proses:- Penilaian unjuk kerja kelompok dalam mengelompokkan 5 kartu gambar sarana persembahyangan (tirta, bunga, dupa, bija, kuangen) ke dalam wadah kategori wujud fisik (Wujud Cair vs Wujud Padat). Acuan benar: Wadah Cair = tirta; Wadah Padat = bunga, dupa, bija, kuangen. Seluruh 5 sarana harus dikelompokkan dengan tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman cepat secara lisan: murid mengidentifikasi dan menyebutkan 1 sarana berwujud cair dan 1 sarana padat butiran dari daftar sarana yang dipelajari (acuan: wujud cair = tirta; padat butiran = bija).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat kerja kelompok memilah 5 kartu sarana persembahyangan ke dalam wadah kategori wujud fisik
- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran dan cek pemahaman di akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengelompokkan sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya | Mengelompokkan kurang dari 3 dari 5 sarana persembahyangan ke dalam kategori wujud fisik yang tepat (acuan: tirta pada kategori cair; bunga, dupa, bija, kuangen pada kategori padat). | Mengelompokkan 3 dari 5 sarana persembahyangan ke dalam kategori wujud fisik yang tepat secara terbimbing (acuan: tirta pada kategori cair; bunga, dupa, bija, kuangen pada kategori padat). | Mengelompokkan 4 dari 5 sarana persembahyangan ke dalam kategori wujud fisik yang tepat dalam kerja kelompok (acuan: tirta pada kategori cair; bunga, dupa, bija, kuangen pada kategori padat). | Mengelompokkan seluruh 5 sarana persembahyangan (tirta pada kategori cair; bunga, dupa, bija, kuangen pada kategori padat) secara lengkap dan tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media konkret dan kartu gambar efektif membantu murid kelas 2 membedakan ciri dan wujud fisik sarana persembahyangan?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam dinamika kelompok saat melakukan aktivitas pemilahan kartu?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan memilah sarana persembahyangan tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sekarang sudah bisa membedakan sarana persembahyangan yang berwujud cair dan padat?
Pertemuan 8 — Mengelompokkan Sarana Persembahyangan Berdasarkan Ciri dan Wujud Fisiknya serta Menyebutkan Namanya (Penilaian Unjuk Kerja Giliran 14 Murid) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam persembahyangan agama Hindu
- TP 2.4.4 Mengelompokkan sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak seluruh murid melafalkan doa Gayatri secara khidmat bersama-sama (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan memberikan apersepsi mengenai kelima sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) yang sudah dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 wadah berlabel 'Cair' dan 'Padat', lalu meminta 2 murid contoh menyebutkan dan meletakkan benda peraga (tirta dan bunga) ke wadah yang sesuai (acuan: tirta ke wadah Cair, bunga ke wadah Padat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan 5 sarana fisik persembahyangan di meja peraga: (1) Bunga (segar, bertangkai/kelopak), (2) Dupa (batangan padat beraroma), (3) Tirta (air suci/wujud cair dalam wadah), (4) Bija (butiran beras padat), dan (5) Kuangen (jejaitan daun janur padat berbentuk lancip berisi bunga dan uang kepeng) (5 menit).
- Guru memandu murid mengamati dan menyebutkan ciri wujud fisik kelima sarana tersebut: tirta berwujud cair; bunga, dupa, bija, dan kuangen berwujud padat; dupa berciri batang ramping yang dibakar menghasilkan aroma; bija berciri butiran beras; kuangen berciri rangkaian janur berbentuk kerucut; bunga berciri mahkota beraneka warna (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menjelaskan aturan penilaian unjuk kerja mandiri: setiap murid dari total 14 murid akan dipanggil bergantian ke meja penilaian untuk mengambil 5 benda peraga fisik sarana persembahyangan secara acak, memasukkannya ke dalam 2 kotak klasifikasi berlabel 'Wujud Padat' dan 'Wujud Cair', lalu menyebutkan nama masing-masing sarana persembahyangan tersebut secara lisan (5 menit).
- Guru melaksanakan penilaian unjuk kerja giliran mandiri untuk 14 murid (masing-masing sekitar 4 menit per anak): setiap murid memilah 5 sarana fisik (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) ke wadah 'Wujud Padat' (acuan: bunga, dupa, bija, kuangen) dan 'Wujud Cair' (acuan: tirta), kemudian menyebutkan kelima nama sarana tersebut secara lantang (acuan nama: bunga, dupa, tirta, bija, kuangen), sementara murid lain yang menunggu giliran menyelesaikan lembar latihan mandiri mengelompokkan 5 gambar sarana (56 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid bersama-sama memeriksa kembali hasil pemilahan 5 sarana pada wadah peraga untuk mengonfirmasi kebenaran pengelompokan berdasarkan wujud fisik (padat dan cair) serta pengucapan namanya yang tepat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap performa unjuk kerja pemilahan sarana dan penyebutan nama yang telah dilakukan oleh ke-14 murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa bunga, dupa, bija, dan kuangen termasuk kelompok sarana berwujud padat, sedangkan tirta termasuk kelompok sarana berwujud cair, lalu menutup pelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata bantu nama sarana di samping benda fisik saat unjuk kerja; murid yang mahir mengelompokkan sarana fisik secara langsung tanpa label tulisan bantuan.
- Proses: Pada saat menunggu giliran unjuk kerja, murid yang membutuhkan bimbingan mengelompokkan sarana menggunakan gambar berwarna dengan panduan warna garis tepi wadah, sedangkan murid mahir mengelompokkan gambar secara mandiri.
- Produk: Semua murid memenuhi unjuk kerja pemilahan 5 sarana fisik ke dalam kelompok wujud padat/cair dan menyebutkan namanya secara lisan sesuai indikator rubrik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab cepat dan peragaan: Murid diminta memasukkan benda peraga ke wadah 'Cair' atau 'Padat' dan menyebutkan namanya. (Acuan: Tirta masuk wadah Cair; Bunga masuk wadah Padat).
Proses:- Observasi unjuk kerja bergiliran 14 murid: Ketepatan mengelompokkan 5 sarana fisik persembahyangan ke dalam wadah wujud fisik (Acuan kotak 'Wujud Padat': bunga, dupa, bija, kuangen; Acuan kotak 'Wujud Cair': tirta) dan ketepatan lisan menyebutkan 5 nama sarana persembahyangan (Acuan: bunga, dupa, tirta, bija, kuangen).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup secara klasikal: Guru menunjukkan tirta dan kuangen, lalu menanyakan wujud fisik dan namanya. (Acuan: tirta berwujud cair; kuangen berwujud padat).
Formatif:- Unjuk kerja individu bergiliran memilah 5 sarana fisik (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) ke dalam kotak wujud padat/cair dan tes lisan menyebutkan nama kelima sarana persembahyangan tersebut (14 murid).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan nama sarana persembahyangan dalam persembahyangan agama Hindu (TP 2.4.1) | Menyebutkan kurang dari 2 nama sarana persembahyangan dari 5 sarana target secara lisan (Daftar acuan target: 1. Bunga, 2. Dupa, 3. Tirta, 4. Bija, 5. Kuangen). | Menyebutkan 2 sampai 3 nama sarana persembahyangan dari 5 sarana target secara lisan (Daftar acuan target: 1. Bunga, 2. Dupa, 3. Tirta, 4. Bija, 5. Kuangen). | Menyebutkan 4 nama sarana persembahyangan dari 5 sarana target secara lisan dengan tepat (Daftar acuan target: 1. Bunga, 2. Dupa, 3. Tirta, 4. Bija, 5. Kuangen). | Menyebutkan seluruh 5 nama sarana persembahyangan secara lengkap dan tepat secara mandiri (Daftar acuan target: 1. Bunga, 2. Dupa, 3. Tirta, 4. Bija, 5. Kuangen). | | Mengelompokkan sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya (TP 2.4.4) | Memilah kurang dari 2 sarana persembahyangan secara tepat ke dalam kelompok wujud fisiknya (Acuan kelompok padat: bunga, dupa, bija, kuangen; kelompok cair: tirta). | Memilah 2 sampai 3 sarana persembahyangan secara tepat ke dalam kelompok wujud fisiknya (Acuan kelompok padat: bunga, dupa, bija, kuangen; kelompok cair: tirta). | Memilah 4 sarana persembahyangan secara tepat ke dalam kelompok wujud fisiknya (Acuan kelompok padat: bunga, dupa, bija, kuangen; kelompok cair: tirta). | Memilah seluruh 5 sarana persembahyangan secara tepat ke dalam kelompok wujud fisiknya secara mandiri (Acuan kelompok padat: bunga, dupa, bija, kuangen; kelompok cair: tirta). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja bergiliran untuk 14 murid berjalan efektif dan tertib?
- Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan sarana persembahyangan berwujud padat dan cair secara tepat?
Murid:- Sarana persembahyangan mana yang paling mudah kamu kelompokkan wujud fisiknya?
- Apakah kamu merasa senang saat memilah sarana sembahyang ke dalam kotak padat dan cair?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.4.1 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam persembahyangan agama Hindu
- TP 2.4.2 Mengidentifikasi sarana persembahyangan melalui pengamatan gambar atau wujud fisiknya
- TP 2.4.3 Memasangkan nama sarana persembahyangan dengan gambar sarana yang sesuai
- TP 2.4.4 Mengelompokkan sarana persembahyangan berdasarkan ciri dan wujud fisiknya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', berdoa bersama Hyang Widhi Wasa secara khidmat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 4 untuk menunjukkan penguasaan materi sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) secara mandiri dan jujur (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja bergambar mandiri kepada 28 murid dan menjelaskan instruksi pengerjaan klasikal: Bagian 1 memberi tanda centang pada 3 gambar ciri sarana persembahyangan dan Bagian 2 menarik garis menjodohkan 5 nama sarana ke gambarnya (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid mengerjakan lembar kerja mandiri selama 30 menit (Bagian 1: memilih 3 gambar sarana persembahyangan; Bagian 2: menjodohkan 5 nama sarana: Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen ke gambar yang tepat) (30 menit).
- Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja bergambar dari 28 murid untuk dinilai menggunakan kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif (5 menit).
- Guru melaksanakan penilaian gabungan unjuk kerja pemilahan kartu (TP 4) dan tes lisan (TP 1) untuk 14 murid giliran sesi sumatif akhir (14 murid x 3,5 menit = 49 menit) di meja guru, di mana tiap murid memilah 5 kartu wujud sarana (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) ke wadah 'Sarana Alami Tumbuhan' atau 'Sarana Olahan/Benda Ritual' serta menyebutkan nama ke-5 sarana tersebut secara lisan, sementara murid yang sudah dinilai membaca mandiri buku cerita keagamaan di pojok baca kelas (48 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menyelesaikan pencatatan skor pada rubrik observasi dan lembar ceklis kinerja individual serta memfasilitasi murid merapikan kartu peraga dan buku bacaan (5 menit).
Penutup:- Murid diajak merefleksikan rasa percaya diri dan kemandirian selama menyelesaikan asesmen tertulis, pemilahan kartu, dan tes lisan (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif Bab 4 dan menutup pertemuan dengan doa parama santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (0 menit durasi digabung) (Catatan: penutup berdurasi 1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar kerja dengan kontras visual tinggi dan ukuran gambar yang lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir sarana yang diuji.
- Proses: Guru membacakan instruksi soal secara perlahan dan artikulatif bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman instruksi tanpa membocorkan jawaban.
- Produk: Standar bukti tetap sama untuk seluruh murid (artefak lembar kerja tertulis bergambar, pemilahan 5 kartu fisik sarana, dan pengucapan lisan nama 5 sarana).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen: Guru menunjukkan sekilas satu set kartu sarana dan meminta murid memastikan mereka siap mengidentifikasi, menjodohkan, memilah, dan menyebutkan nama sarana persembahyangan secara mandiri (acuan kesiapan: murid memahami instruksi kerja individual).
Proses:- Pengamatan ketertiban dan kemandirian pengerjaan lembar kerja tertulis serta pencatatan langsung unjuk kerja pemilahan kartu dan tes lisan bergiliran pada lembar ceklis observasi guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja pemilahan kartu serta tes lisan bergiliran: artefak lembar kerja bergambar hasil identifikasi ciri sarana dan penjodohan nama sarana, serta catatan lembar ceklis/rubrik observasi langsung atas keterampilan memilah kartu sarana berdasarkan wujud fisiknya dan kemampuan menyebutkan nama sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) secara lisan
- tes tertulis serentak: 28 murid secara serentak mengerjakan lembar kerja bergambar mandiri bernama masing-masing selama 45 menit (10 menit pembagian lembar kerja dan penjelasan instruksi klasikal oleh guru, 30 menit pengerjaan mandiri murid untuk menandai pilihan sarana persembahyangan berdasarkan ciri fisik gambar pada TP 2 dan menarik garis menjodohkan nama sarana ke gambar yang tepat pada TP 3, serta 5 menit pengumpulan lembar kerja). Artefak lembar kerja individual dinilai guru sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif, bukan melalui observasi lisan satu per satu. (45 menit; individual; instrumen: lembar kerja murid bergambar (identifikasi dan menjodohkan) beserta kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja klasifikasi dan tes lisan bergiliran: Portofolio amatan gabungan unjuk kerja pemilahan kartu bergambar sarana persembahyangan berdasarkan wujud fisiknya (TP 4) dan tes lisan menyebutkan nama sarana persembahyangan Hindu secara tepat (TP 1) yang dinilai individual secara bergiliran. Pelaksanaan dibagi dalam 2 sesi terencana: 14 murid dinilai pada sesi latihan TP di Pertemuan 8 (14 murid × 3.5 menit per murid = 49 menit + 11 menit transisi/pencatatan rubrik = 60 menit) saat murid lain melakukan aktivitas pengayaan mandiri mewarnai gambar sarana, dan 14 murid sisanya dinilai pada slot sumatif akhir Pertemuan 9 (14 murid × 3.5 menit per murid = 49 menit + 11 menit perpindahan dan pencatatan = 60 menit <= durasiMenit: 60) saat murid lain yang sudah dinilai membaca mandiri buku cerita keagamaan di pojok baca kelas. Total murid dinilai: 14 murid (Pertemuan 8) + 14 murid (slot sumatif akhir) = TEPAT 28 murid tuntas memiliki bukti kinerja individual. (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pemilahan wujud kartu sarana dan lembar ceklis observasi lisan dengan catatan kinerja individual tiap murid)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja pemilahan kartu serta tes lisan bergiliran: artefak lembar kerja bergambar hasil identifikasi ciri sarana dan penjodohan nama sarana, serta catatan lembar ceklis/rubrik observasi langsung atas keterampilan memilah kartu sarana berdasarkan wujud fisiknya dan kemampuan menyebutkan nama sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) secara lisan
- tes tertulis serentak: 28 murid secara serentak mengerjakan lembar kerja bergambar mandiri bernama masing-masing selama 45 menit (10 menit pembagian lembar kerja dan penjelasan instruksi klasikal oleh guru, 30 menit pengerjaan mandiri murid untuk menandai pilihan sarana persembahyangan berdasarkan ciri fisik gambar pada TP 2 dan menarik garis menjodohkan nama sarana ke gambar yang tepat pada TP 3, serta 5 menit pengumpulan lembar kerja). Artefak lembar kerja individual dinilai guru sesudah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif, bukan melalui observasi lisan satu per satu. (45 menit; individual; instrumen: lembar kerja murid bergambar (identifikasi dan menjodohkan) beserta kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja klasifikasi dan tes lisan bergiliran: Portofolio amatan gabungan unjuk kerja pemilahan kartu bergambar sarana persembahyangan berdasarkan wujud fisiknya (TP 4) dan tes lisan menyebutkan nama sarana persembahyangan Hindu secara tepat (TP 1) yang dinilai individual secara bergiliran. Pelaksanaan dibagi dalam 2 sesi terencana: 14 murid dinilai pada sesi latihan TP di Pertemuan 8 (14 murid × 3.5 menit per murid = 49 menit + 11 menit transisi/pencatatan rubrik = 60 menit) saat murid lain melakukan aktivitas pengayaan mandiri mewarnai gambar sarana, dan 14 murid sisanya dinilai pada slot sumatif akhir Pertemuan 9 (14 murid × 3.5 menit per murid = 49 menit + 11 menit perpindahan dan pencatatan = 60 menit <= durasiMenit: 60) saat murid lain yang sudah dinilai membaca mandiri buku cerita keagamaan di pojok baca kelas. Total murid dinilai: 14 murid (Pertemuan 8) + 14 murid (slot sumatif akhir) = TEPAT 28 murid tuntas memiliki bukti kinerja individual. (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pemilahan wujud kartu sarana dan lembar ceklis observasi lisan dengan catatan kinerja individual tiap murid)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan Sarana Persembahyangan (TP 2.4.1 - Tes Lisan) | Menyebutkan 0-1 nama sarana persembahyangan dengan tepat dari daftar acuan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen). | Menyebutkan 2-3 nama sarana persembahyangan dengan tepat dari daftar acuan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen). | Menyebutkan 4 nama sarana persembahyangan dengan tepat dari daftar acuan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen). | Menyebutkan seluruh 5 nama sarana persembahyangan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen) secara lengkap dan tepat secara mandiri. | | Mengidentifikasi Sarana melalui Gambar (TP 2.4.2 - Tes Tertulis LKPD Bagian 1) | Mengidentifikasi 0 gambar sarana persembahyangan dengan tepat dari 3 pilihan gambar sarana yang benar (Bunga, Dupa, Tirta). | Mengidentifikasi 1 gambar sarana persembahyangan dengan tepat dari 3 pilihan gambar sarana yang benar (Bunga, Dupa, Tirta). | Mengidentifikasi 2 gambar sarana persembahyangan dengan tepat dari 3 pilihan gambar sarana yang benar (Bunga, Dupa, Tirta). | Mengidentifikasi seluruh 3 gambar sarana persembahyangan (Bunga, Dupa, Tirta) dengan tepat dan tidak memilih gambar pengalih. | | Memasangkan Nama Sarana dengan Gambar (TP 2.4.3 - Tes Tertulis LKPD Bagian 2) | Memasangkan 0-1 pasang nama dan gambar sarana dengan tepat dari 5 pasang acuan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen). | Memasangkan 2-3 pasang nama dan gambar sarana dengan tepat dari 5 pasang acuan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen). | Memasangkan 4 pasang nama dan gambar sarana dengan tepat dari 5 pasang acuan (Bunga, Dupa, Tirta, Bija, Kuangen). | Memasangkan seluruh 5 pasang nama sarana dengan gambar yang sesuai secara tepat tanpa kekeliruan. | | Mengelompokkan Sarana Berdasarkan Ciri Fisik (TP 2.4.4 - Unjuk Kerja Pemilahan Kartu) | Memilah 0-1 kartu sarana ke wadah kelompok wujud fisik yang tepat dari 5 kartu acuan (Alami: bunga, bija; Olahan/Ritual: dupa, tirta, kuangen). | Memilah 2-3 kartu sarana ke wadah kelompok wujud fisik yang tepat dari 5 kartu acuan (Alami: bunga, bija; Olahan/Ritual: dupa, tirta, kuangen). | Memilah 4 kartu sarana ke wadah kelompok wujud fisik yang tepat dari 5 kartu acuan (Alami: bunga, bija; Olahan/Ritual: dupa, tirta, kuangen). | Memilah seluruh 5 kartu sarana (bunga, bija ke kelompok alami; dupa, tirta, kuangen ke kelompok olahan/ritual) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes tertulis serentak (45 menit) dan tes bergiliran (49 menit + transisi) berjalan efektif bagi 14 murid yang dinilai hari ini?
- Apakah instrumen lembar kerja bergambar dan rubrik observasi mampu memotret ketercapaian TP 1, TP 2, TP 3, dan TP 4 secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari tes tadi yang terasa paling mudah: memilih gambar, menjodohkan garis, memilah kartu, atau menyebutkan nama sarana persembahyangan?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat menyebutkan nama bunga, dupa, tirta, bija, dan kuangen di depan guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
- Benda konkret/sarana fisik asli: bunga segar, dupa batangan, wadah tirta (sangku/gelas kecil)
- Kotak misteri sarana persembahyangan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Benda konkret sarana persembahyangan: bija (beras suci) dan kuangen asli/tiruan
- Kartu bergambar sarana persembahyangan bija dan kuangen
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4
- Benda konkret sarana persembahyangan nyata: bunga segar (kamboja/mawar), dupa batangan harum, dan air tirta dalam wadah sangku/mangkuk
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 4 Sarana Persembahyangan).
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Set kartu gambar berwarna wujud fisik Bija (beras putih dan beras kuning) serta Kuangen (kojong janur, bunga payasan, uang kepeng/pis bolong).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) mandiri identifikasi gambar sarana sembahyang.
- Buku Teks Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI 2021, Bab 4 Sarana Persembahyangan).
- Kartu nama sarana persembahyangan ('Bunga', 'Dupa', 'Tirta').
- Kartu gambar sarana persembahyangan (kuntum bunga, dupa menyala berasap, tirta di dalam sangku).
- Papan flanel/papan tempel kelas dan Lembar Kerja Memasangkan.
- Buku Teks Utama Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 4 Sarana Persembahyangan)
- Papan flanel dan kartu peraga pasangan nama-gambar sarana persembahyangan (bija dan kuangen)
- Lembar Kerja Murid (LKM) Mandiri Menjodohkan Bija dan Kuangen
- Benda konkret sarana persembahyangan: bunga segar, dupa batangan, air tirta dalam wadah, bija (beras bersih), dan kuangen
- Kartu gambar sarana persembahyangan (tirta, bunga, dupa, bija, kuangen) dan wadah sortir berlabel kategori wujud fisik
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Benda peraga fisik sarana persembahyangan asli: bunga segar, dupa, air tirta dalam sangku/wadah, bija (beras), dan kuangen
- Dua wadah/kotak sortir bertuliskan 'Wujud Padat' dan 'Wujud Cair'
- Lembar pengamatan unjuk kerja guru
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II Bab 4
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Asesmen Sumatif Bergambar Bab 4
- Set kartu bergambar sarana persembahyangan (bunga, dupa, tirta, bija, kuangen) dan 2 kotak wadah klasifikasi
|