Modul AjarPertemuan 9Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Asesmen Sumatif Bab 2: Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2: Asesmen Sumatif Bab 2: Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup dan pencipta makhluk hidup melalui tes tertulis (pilihan ganda dan isian singkat)
  2. Murid dapat mendemonstrasikan sikap peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui penilaian keterampilan berupa cerita gambar atau karya sederhana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang sudah kalian pelajari tentang Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup?
  2. Siapa yang menciptakan semua makhluk hidup di bumi ini?
  3. Bagaimana cara kalian menunjukkan rasa syukur dan peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan sembahyang bersama dan menyanyikan lagu keagamaan pendek untuk menciptakan suasana khidmat (5 menit)
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah waktu untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari tentang Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa yang paling berkesan kalian pelajari tentang Hyang Widhi Wasa dan ciptaan-Nya?'
  • Guru menjelaskan bahwa akan ada dua kegiatan: tes tertulis dan membuat karya tentang kepedulian terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa
  • Asesmen awal: Guru meminta murid mengangkat tangan jika merasa siap dan percaya diri mengerjakan asesmen, untuk melihat kesiapan emosional murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran: Murid mengerjakan dengan fokus dan penuh kesadaran atas apa yang telah dipelajari, Kemandirian: Murid bekerja secara mandiri menunjukkan pemahaman mereka):

  • Guru membagikan lembar soal tes tertulis yang berisi pilihan ganda dan isian singkat tentang Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup, makhluk hidup ciptaan-Nya, dan jiwa yang menghidupi makhluk
  • Guru membacakan instruksi dengan jelas dan memastikan setiap murid memahami cara mengerjakan
  • Murid mengerjakan tes tertulis secara mandiri selama 20 menit, menunjukkan pemahaman mereka tentang materi yang telah dipelajari
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memberi dorongan positif tanpa memberikan jawaban
  • Guru mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis

Mengaplikasi (Bermakna: Murid mengaplikasikan pemahaman ke dalam tindakan nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, Kreativitas: Murid bebas mengekspresikan ide mereka melalui gambar dan cerita, Menggembirakan: Aktivitas menggambar memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan):

  • Guru membagikan kertas gambar dan alat mewarnai kepada setiap murid
  • Guru menjelaskan tugas keterampilan: Buatlah gambar yang menunjukkan bagaimana kamu peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa (hewan, tumbuhan, atau sesama manusia)
  • Murid membuat cerita gambar sederhana yang mendemonstrasikan sikap peduli, seperti: memberi makan hewan, menyiram tanaman, membantu teman, atau menjaga kebersihan lingkungan
  • Murid menuliskan kalimat pendek di bawah gambar mereka menjelaskan tindakan peduli yang digambarkan
  • Guru berkeliling memberikan apresiasi dan bantuan jika diperlukan

Merefleksi (Berkesadaran: Murid menyadari makna dan dampak dari tindakan peduli mereka, Bermakna: Refleksi menghubungkan pembelajaran dengan komitmen tindakan nyata):

  • Beberapa murid (3-5 anak) diminta maju ke depan untuk menunjukkan karya gambar mereka dan menceritakan apa yang digambarkan
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Mengapa penting bagi kita untuk peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa?'
  • Murid diminta merefleksikan: 'Apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk lebih peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa?'
  • Guru memberikan penguatan bahwa setiap tindakan peduli, sekecil apapun, adalah bentuk bakti kepada Hyang Widhi Wasa

Penutup:

  • Guru mengumpulkan semua karya gambar murid untuk dinilai
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha dan kerja keras mereka
  • Guru menyampaikan pesan: 'Hyang Widhi Wasa menciptakan semua makhluk dengan penuh kasih, maka kita pun harus mencintai dan merawat semua ciptaan-Nya'
  • Pembelajaran ditutup dengan sembahyang bersama sebagai ungkapan syukur kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru mengingatkan murid untuk terus menerapkan sikap peduli di rumah dan sekolah

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan membaca, guru membacakan soal tes dengan keras dan perlahan. Untuk murid cepat, soal tes sudah mencakup tingkat kesulitan bervariasi dari mudah hingga menantang
  • Proses: Murid yang selesai tes lebih cepat dapat langsung memulai membuat karya gambar. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi tambahan waktu 5 menit. Guru memberikan scaffolding verbal untuk murid yang membutuhkan bantuan
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk karya: gambar tunggal dengan kalimat, gambar berseri (2-3 panel), atau gambar dengan hiasan tambahan. Kriteria penilaian disesuaikan dengan kompleksitas karya yang dipilih

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat tentang kesiapan murid menghadapi asesmen
  • Observasi ekspresi dan sikap murid untuk mengidentifikasi kecemasan atau kepercayaan diri

Proses:

  • Observasi kemandirian dan fokus murid saat mengerjakan tes tertulis
  • Pengamatan kreativitas dan relevansi ide saat membuat karya gambar
  • Catatan anekdot tentang sikap dan usaha murid selama proses asesmen

Akhir:

  • Penilaian hasil tes tertulis dengan kunci jawaban
  • Penilaian karya gambar menggunakan rubrik: tema kepedulian, kreativitas visual, keterangan tertulis
  • Penilaian kemampuan murid merefleksikan dan mengkomunikasikan karya mereka

Formatif:

  • Observasi kesiapan dan sikap murid saat mengerjakan tes
  • Pengamatan proses pembuatan karya gambar: kreativitas, kesungguhan, dan relevansi dengan tema
  • Pertanyaan lisan selama proses untuk memahami pemikiran murid

Sumatif:

  • Tes tertulis pilihan ganda dan isian singkat (skor berdasarkan ketepatan jawaban)
  • Penilaian karya gambar dengan rubrik: kesesuaian dengan tema, kreativitas, dan kelengkapan keterangan
  • Presentasi lisan singkat tentang karya gambar (untuk murid yang maju)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup (tes tertulis)Menjawab benar kurang dari 50% soal, menunjukkan pemahaman konsep yang masih sangat terbatasMenjawab benar 50-65% soal, menunjukkan pemahaman dasar namun masih ada kesalahan konsepMenjawab benar 66-85% soal, menunjukkan pemahaman yang baik dengan sedikit kesalahanMenjawab benar lebih dari 85% soal, menunjukkan pemahaman yang komprehensif dan akurat
Kreativitas dan relevansi karya gambarGambar tidak sesuai tema atau sangat sederhana tanpa menunjukkan tindakan peduli yang jelasGambar menunjukkan tindakan peduli namun masih sederhana dan kurang detailGambar jelas menunjukkan tindakan peduli terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan cukup detail dan kreatifGambar sangat jelas, detail, dan kreatif menggambarkan tindakan peduli, menunjukkan pemahaman mendalam
Keterangan tertulis pada karyaTidak ada keterangan tertulis atau keterangan tidak sesuai dengan gambarAda keterangan namun sangat singkat (1-3 kata) dan kurang menjelaskan tindakan peduliKeterangan cukup jelas (1 kalimat sederhana) menjelaskan tindakan peduli yang digambarkanKeterangan lengkap dan jelas (1-2 kalimat) menjelaskan tindakan dan alasan kepedulian terhadap ciptaan Hyang Widhi Wasa
Sikap dan kemandirian selama asesmenSangat bergantung pada bantuan guru, mudah menyerah, atau tidak fokus mengerjakan tugasBerusaha mengerjakan sendiri namun sering meminta bantuan, fokus masih mudah teralihkanMengerjakan dengan mandiri, fokus pada tugas, sesekali meminta klarifikasi instruksiSangat mandiri, fokus penuh, percaya diri, dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik tanpa banyak bantuan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen cukup jelas bagi semua murid?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk kedua jenis asesmen (tes dan karya)?
  • Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut dalam memahami konsep Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup?
  • Apakah rubrik penilaian sudah mencerminkan tujuan pembelajaran dengan akurat?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi dalam asesmen berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari asesmen yang menurutmu paling mudah? Paling sulit?
  • Apa yang kamu rasakan saat mengerjakan tes dan membuat karya gambar?
  • Apa yang sudah kamu pelajari tentang Hyang Widhi Wasa dan ciptaan-Nya?
  • Tindakan peduli apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 (Kemdikbudristek, 2021)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 2 (Kemdikbudristek, 2021)
  3. Lembar soal tes tertulis (pilihan ganda dan isian singkat) tentang Hyang Widhi Wasa
  4. Kertas gambar A4
  5. Pensil, pensil warna, krayon, atau spidol
  6. Penghapus dan rautan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.